Showing posts with label Others. Show all posts
Showing posts with label Others. Show all posts

Serunya Bermain Game Edukasi Anak, Free Online Games dari Plays.org

Bermain game Plays.org
Serunya bermain game edukasi Plays.org,
via dokumentasi pribadi dan Canva


Boleh engga anak main game online? Sebenarnya saya membolehkan dia main game edukasi untuk anak atau free games online dari Plays.org. Sejujurnya agak khawatir juga kalau melepas anak main game sendirian, akhirnya saya memilih mendampingi dia saat bermain. 


Di era sekarang ini, udah beda banget kebiasaannya, engga seperti saat saya yang mengalami masa kecil di era 90-an. Anak udah mengenal teknologi sejak dini dengan adanya gadget.


Jika tujuan bermain game untuk hiburan semata dan waktunya pun dibatasi, saya engga keberatan kalau anak bermain game online, tapi harus dengan pengawasan dari saya sebagai orang tua tentunya.


Saya juga khawatir sih kalau anak kecanduan game online atau terkena paparan radiasi sampai berefek parah seperti pemberitaan atau yang saya jumpai di lingkungan sekitar.


Teknologi itu punya dua sisi yang berbeda, di satu sisi bisa bermanfaat tapi bisa jadi sebaliknya kalau tidak bijak menggunakannya. 


Sesekali anak saya pun meminta waktu untuk bermain game, sebagai orang tua memang perlu mengawasi anak, kalau sudah melewati batas jam bermain, memang perlu untuk melarang anak bermain game terus menerus tanpa kenal waktu.   



Bermain game bagi anak, apakah ada manfaatnya?


Bermain preschool games, Plays.org,
via dokumentasi pribadi


Tidak selalu punya efek negatif, bermain game online seperti preschool game atau game edukasi lainnya punya beberapa manfaat, diantaranya :


1. Meningkatkan keterampilan berpikir

Permainan atau game diciptakan untuk meningkatkan keterampilan anak. Anak diajak berpikir sambil bermain, bermain sambil belajar juga soalnya.


2. Melatih daya ingat atau memori anak

Permainan juga melatih daya ingat atau memori anak. Lewat game contoh bermain puzzle, anak belajar untuk mengingat kembali di mana letak puzzle yang sesuai. Dengan bermain, bisa meningkatkan ingatan jangka pendek atau panjang.


3. Meningkatkan konsentrasi dan koordinasi anak

Bermain game bisa membantu meningkatkan konsentrasi anak. Saat bermain game, gerakan fisik anak akan dikoordinasikan ke otak dan gerakan yang ada di monitor. Anak bisa berkonsentrasi saat memainkan permainannya.

 

4. Meningkatkan kecepatan otak

Saat bermain, otak anak akan menerima banyak rangsangan berupa visual dan audio. Ini akan merangsang otak untuk bekerja dengan lebih cepat.


5. Sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan

Game anak edukatif diciptakan menjadi metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Anak bisa bermain sambil belajar dengan cara yang menyenangkan. Hal ini bisa meningkatkan minat belajar anak.


Baca juga : Kunci sukses mengoptimalkan potensi dan bakat anak


Semenjak tahu ada situs game online gratis dan engga perlu download ke handphone, saya jadi tertarik dengan Plays.Org. Ada yang familiar dengan situs free games online yang satu ini?


Plays.org, Free Online Games Ramah Anak

Plays.org, free games online
Plays.org, free games online
via Canva


Plays.org adalah platform atau situs games online bisa dimainkan melalui smartphone, tab, PC, atau laptop dengan mudah tanpa perlu download lebih dahulu. 


Praktis banget, kan, no download udah bisa main banyak games di sini asal ada jaringan internet. Intinya bisa main game online gratis, tanpa perlu download


Nah, selain tidak di download, ada beberapa kelebihan Plays.org yang bikin saya suka dengan situs game yang satu ini, diantaranya :


a. Tidak perlu mendaftar atau register akun terlebih dahulu untuk bisa main di Plays.org ini.

b. Ada banyak, bahkan ratusan games yang bisa kita pilih mulai dari games nostalgia sejak masih kecil,  games edukasi, olahraga, stimulasi dan banyak kategori lainnya.

c. Permainannya mudah dan sederhana sehingga bisa dimainkan oleh anak-anak hingga orang dewasa.

d. Skor tinggi dari games yang telah dimainkan sudah tersimpan secara otomatis di web

e. Plays.org tidak menampilkan tayangan iklan di situsnya.


Nah, cukup banyak juga kan kelebihan situs ini dibandingkan situs game online lainnya. Makanya saya memilih game khusus untuk anak saya di Plays.org yaitu permainan Preschool Games for kids.


5 Game Edukasi untuk Anak dari Plays.org


Games edukasi anak by Plays.org
Preschool Games by Plays.org,
via Canva


Seneng juga nih, buat ada rekomendasi game edukasi anak dari Plays.org setidaknya anak bisa bermain sambil belajar, seperti di bawah ini!


1. Play Cute Shapes Games Online



Anakku ceria banget main game Play Cute Shapes Game Online. Mudah sih caranya, cukup pindahkan berbagai bentuk gambar, lalu beri warna dan emoticon sesuai keinginannya. 


Play cut shape by Plays.org
Bermain Play cut shape,
via dokumentasi pribadi


2. Alpabet Bubble Letter Match Game

Preschool Games Online by Plays.org
Alphabet Bubble by Plays.org,
via Canva

Permainan Alphabet Bubble Letter Match Game ini seru banget, loh, caranya denganm emasukkan gelembung atau bubble bertuliskan huruf alpabet ke dalam kotak harta karun sesuai huruf depannya. Anak belajar tentang huruf alfabet secara tidak langsung lewat permainan ini. Seru deh, main Aplhabet Bubble Letter Match Game ini.


Bermain game Plays.org
Bermain game Alphabet Bublé,
via dokumentasi pribadi


3. Instruments for Kids: Virtual Piano, Drums, Xylophone, & Lyre Music Maker Simulator


Preschool Games by Plays.org
Instruments for kids by Plays.org,
via Canva

Lewat Instrument for Kids ini, anak dilatih untuk bermain berbagai alat musik sepertu piano, drum, xylophone dan lyre. Seneng deh bisa mendengarkan berbagai alat musik. Seru juga mainnya, rata-rata anak pada suka game ini.


4. The Flintstone Yabba Dabba, Dinosaurs Jigsaw Puzzle Game Online


Game edukasi Preschool Plays.org
Dinosaurs Jigsaw Puzzle by Plays.org,
via Canva

Melalui game The Flintstone Yabba Dabba, Dinosaurs Jigsaw Puzzle Game Online, anak akan belajar menyusun puzzle, lewat gambar yang ada sebelumnya. Ada dinosaurus dan manusia purba juga, loh. Bermain game ini sekalian mengenalkan anak dunia prasejarah dan melatih memori serta keterampilan berpikir.


5. Find the Connectity : Related Items Matching Game for Kids


Find the Connectity by Plays.org,
via Canva

Find the Connectity ini melatih keterampilan berpikir pada anak. Anak memilah mana yang sesuai dengan gambar, misalnya profesi chef dengan makanan, dokter dengan stetoskop, dan lainnya.


Plays.org ini menghadirkan banyak pilihan games buat penggunanya. Kelima games ini ada di Plays.org, yeay ... engga perlu di download biar memori handphone engga cepet penuh. Udah gitu tanpa iklan lagi. Anak saya juga senang bermain game edukasi di atas. Dia bisa belajar dan bermain dengan cara yang menyenangkan. 


Baca juga : Hoala Koala, lagu dan animasi anak Indonesia masa kini


Harus diingat bahwa membolehkan anak bermain game bukan berarti lepas pengawasan dari orang tua. Khawatir juga kalau anak kecanduan main game dan terpapar radiasi terlalu lama. Cukup batasi waktu bermain bagi anak. Perlu ketegasan dari orang tua mengenai waktu bermain, jangan sampai kebablasan pokoknya.


Nah, itulah serunya bermain game edukasi anak  dari Free Games, Plays.Org. Jangan melarang sepenuhnya anak menggunakan teknologi karena anak pun perlu tahu juga. Hanya saja, sebagai orang tua harus lebih bijak memanfaatkan teknologi. Betul, engga, Sahabat Catatan Leannie?



Salam, 





Yuk Kenalan dengan Hoala Koala, Lagu dan Animasi Anak Indonesia Masa Kini

Lagu dan Animasi Anak Indonesia
Hoala Koala, Lagu dan Animasi Anak Indonesia; 
via Canva 


Melihat kondisi sekarang ini, rasanya kangen deh mendengar Lagu dan Animasi Anak Indonesia, seperti era 90-an, saat saya masih kecil. Rasanya dulu saya sering mantengin televisi nungguin Pesta Anak di Indosiar, atau mendengarkan lagu dari penyanyi anak seperti Trio Kwek-Kwek, Enno Lerian, Maisy, Chikita Meidy, Joshua, dan banyak penyanyi cilik lainnya. Buat yang seumuran saya, pasti familiar dengan nama-nama di atas. Bener engga, sih?


Saat ini, sepertinya sedikit sekali penyanyi anak yang sering muncul di televisi. Anak-anak pun jadinya engga punya tontonan yang menghibur dan mengedukasi seperti dulu. Bukan tidak ada, tapi jarang sekali. Rasanya Kita perlu memilah tontonan bagi anak, agar bisa membantu membentuk pribadi anak, contohnya saja membentuk kemandirian pada anak. 


Pandemi tak hanya berdampak negatif, tadi ada juga dampak positifnya contohnya saja membuat Kira lebih aware terhadap kebersihan, terutama kebersihan diri sendiri. Anak pun dapat diajarkan mandiri dan mampu menjaga kebersihan dirinya, terutama belajar untuk menjalankan prokes, seperti mencuci tangan sendiri, memakai masker dan bisa menjaga jarak satu sama lainnya.



Hoala Koala, Lagu dan Animasi Anak Terbaru Masa Kini


Foto Keluarga Hoala Koala
Keluarga Hoala dan Koala,
via dokumentasi Hoala Koala


Karakter Hoala dan Koala diciptakan sejak tahun 2020, karena melihat lesunya perkembangan dunia musik anak di Indonesia. Karakternya berupa animasi 3D seperti anak-anak zaman sekarang yang tumbuh berkembang di tengah era digital. Divisualisasikan dalam 3D karena karakternya akan terus melekat di dunia musik anak, tanpa khawatir mereka tumbuh dewasa dan mengalami perubahan suara.


Baik Hoala dan Koala merupakan sahabat yang senang sekali bernyanyi sehingga nantinya akan mengeluarkan banyak lagu anak. Selain Hoala dan Koala, ada juga tokoh Ayah, Ibu, Miss Jeruk, dan semua karakter lain ternyata bisa bernyanyi juga.


Semua Karakter Hoala Koala
Semua karakter Hoala dan Koala,
via dokumentasi Hoala Koala


Dengan bermacam-macam variasi karakter dan suara, harapannya lagu-lagu Hoala Koala tak hanya menghibur anak-anak tetapi bisa juga menghibur orang tua yang menonton atau mendengarkan lagunya.


Saat ini Hoala dan Koala udah punya 5 album dan lebih dari 45 lagu anak-anak baru, loh. Semuanya bisa dilihat di Youtube, Spotify hingga iTunes. Biasanya musik anak itu sederhana, tetapi Hoala & Koala digarap dengan matang dan serius, terlihat dari banyaknya musisi internasional yang terlibat dalam pembuatan aransemen musik Hoala dan Koala.


Aransemen Musik Hoala Koala
Aransemen musik Hoala dan Koala,
via instagram.com/@hoaladankoala

Ada berbagai alat musik, seperti saxophone, terompet, double bass, trombon, klarinet, cello, harpa, dan instrumen khas Indonesia seperti gamelan dan angklung digunakan dalam pembuatan aransemen musik Hoala Koala ini. Ini membuktikan kalau kualitas musik dan vokalnya digarap dengan serius dan bisa disandingkan dengan musik di luar genre anak-anak.


Keunaikan Hoala dan Koala ini tak hanya mengangkat satu jenis Children Pop, tetapi ada variasi genre lainnya seperti jazz, big band, swing, jpop, hingga etnik.



Belajar Menjaga Kebersihan Lewat Lagu Anak Terkini, Hoala & Koala


Menjaga Kebersihan lewat Hoala Koala
Lagu Hoala& Koala tentang kebersihan,
via dokumentasi Hoala dan Koala


Kebiasaan baik perlu ditanamkan pada anak sejak dini, terutama menjaga kebersihan karena kebiasaan atau pola asuh orang tua akan melekat dan membentuk perilaku anak di kemudian hari. Jadi, penting sekali untuk mengajarkan tentang kemandirian dan kebersihan pada anak sejak dini. Misalnya membiasakan anak untuk mandi sendiri, mencuci tangan, atau membuang sampah pada tempatnya.


Menjaga kebersihan pada anak bisa dibiasakan dengan memelihara kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah atau menurunkan risiko terkena penyakit, terutama saat anak sudah masuk usia sekolah. 


Di usia sekolah, anak akan sering beraktivitas di luar ruangan dan berinteraksi dengan banyak orang, sehingga risiko terpapar penyakit lebih besar. Terlebih saat ini masih pandemi, meski kegiatan belajar masih terbatas untuk tatap muka, kebiasaan menjaga kebersihan seperti cuci tangan  dan memakai masker harus dilakukan oleh anak.


Baca juga : Panduan memakai masker bagi anak


Salah satu ritual menjaga kebersihan yang harus diajarkan pada anak adalah cara mencuci tangan yang baik dan benar, dengan memberikan pemahaman mengenai tips mencuci tangan dengan benar.


Pastikan memberikan anak contoh atau tindakan nyata. Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun minimal 20 detik, dan semua bagian tangan dibilas dengan bersih. 


Nah, Hoala Koala punya banyak lagu dan album anak, loh, Sahabat Catatan Leannie. Ada 45 lagu terbaru dan 5 Album yang berkaitan dengan dunianya anak-anak. Salah satu lagu anak yang mengajarkan tentang menjaga kebersihan adalah Lagu Anak Cuci Tangan Hoala Koala.


Lagu anak Hoala Koala
Lagu anak cuci tangan Hoala dan Koala,
via instagram.com /@hoaladankoala


Anak perlu diajarkan kebiasaan baik mencuci tangan sejak dini, pastikan juga dia tahu kapan waktunya harus mencuci tangan seperti saat sebelum makan atau setelah menyentuh barang pribadi atau benda lainnya. 


Baca juga : Cara mengajarkan anak menabung sejak dini


Semoga kehadiran Hoala dan Koala di masa kini dapat membangkitkan kembali dunia musik anak-anak dan menaikkan level serta pandangan umum terhadap lagu anak. Senangnya anak-anak Indonesia bisa punya tontonan seperti Hoala dan Koala.


Nah, gimana nih Sahabat Catatan Leannie, seneng banget kan dengan kehadiran Hoala dan Koala, lagu dan animasi anak Indonesia masa kini? Tentunya sekarang anak-anak Kita punya satu tontonan yang menghibur dan mengedukasi. Jangan lupa subscribe YouTube Chanel Hoala Koala juga, ya!




Salam, 








5 Cara Mengatur Keuangan Saat Idulfitri dan di tengah Pandemi

Mengatur keuangan,
Pixabay.com/stevepb


Hari raya idulfitri tinggal menghitung hari. Enggak kerasa udah sampai hari kedua puluh tiga, itu artinya seminggu lagi hari raya kemenangan. Di tengah pandemi dan keadaan serba sulit seperti sekarang, mengatur kondisi keuangan saat Idulfitri di  butuh perencanaan yang tepat dan matang.

Biasanya kalau tahun sebelumnya, mall atau pusat perbelanjaan penuh dengan lautan manusia, tentunya pada beli baju lebaran. Gimana sama Sahabat Catatan Leannie, Kamu versi yang pakai baju baru atau baju lebaran saat Idulfitri?


Baca juga : Baju Baru vs Baju Lama, Apalah Arti Sebuah Pakaian?


Sekarang enggak kepikiran beli baju ke mall atau ke pasar, meski di luaran sana, udah banyak masyarakat yang cuek aja ke luar rumah tanpa peduli pandemi yang lagi berlangsung.

Dampak ekonomi karena pandemi kian terasa, kasihan kadang lihat rakyat kecil, mereka semakin susah hidupnya. Semoga kepedulian kita bisa membantu mereka.


Baca juga : Sebagai Perempuan, Lakukan Hal ini  untuk Membantu Sesama saat Pandemi


Dalam mengatur keuangan saat Idulfitri dan di tengah pandemi, saya melakukan beberapa hal, diantaranya :


1. Membuat skala prioritas


Membuat skala prioritas
Membuat skala prioritas,
Pexels.com/Andrea Piacquadio

Penting banget membuat skala prioritas, memilah dan menuliskannya menjadi barang yang perlu, kurang perlu, atau pending untuk dibeli. Penuhi dulu kebutuhan primer, baru sekunder dan yang terakhir kebutuhan tersier.


2. Pending membeli baju baru


Pending membeli baju baru
Baju baru vs baju lama?
Pexels.com/Artem Beliakin


Adakalanya tak perlu membeli baju baru, karena baju lama pun masih bisa dipakai. Baju yang lama asal masih bersih, rapi dan sopan masih bisa dipakai lagi, loh.


3. Sajian Idulfitri enggak berlebihan dan secukupnya


Sajian Idulfitri
Sajian Idulfitri, Freepik.com


Di tahun sebelum pandemi, biasanya seminggu jelang lebaran udah pada nyetok berbagai bahan makanan, pasar biasanya penuh banget.

Siapkan menu sajian lebaran secukupnya, enggak perlu berlebihan juga. Ini cukup efektif buat mengatur keuangan di saat pandemi dan jelang Idulfitri.


Baca juga : 10 Menu Lebaran Khas Keluarga ala Catatan Leannie


4. Jangan lupa sedekah dan Zakat


Zakat dan sedekah
Menyisihkan sebagian harta, freepik.com


Meski kondisi sedang tak menentu, cobalah untuk menyisihkan sebagian harta untuk sedekah dan zakat. Zakat ini sifatnya wajib, jadi jangan sampai tidak menunaikan kewajiban yang penting seperti ini.

Sisihkan sebagian hartamu buat mereka yang membutuhkan dengan mengeluarkan zakat. Untuk sedekah bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki tiap orang.


5. Berbagi rezeki disesuaikan kondisi keuangan


Berbagi rezeki
Berbagi,
freepik.com/rawpixel.com


Kebiasaan saya dari semenjak kerja dulu memang ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara yang masih pada kecil. Kalau pas masih kerja bisa ngasih agak banyak, cuman sekarang disesuaikan saja nominal pemberian dengan budget keluarga.


Baca juga : 5 Tips Jitu Mengatur Uang THR agar Berkah


Mengatur keuangan memang butuh perencanaan yang tepat dan matang agar tidak besar pasak daripada tiang.

Di masa pandemi sekarang ini dan jelang Idulfitri, itulah kelima cara saya untuk mengelola keuangan. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, sharing, yuk, gimana cara Kamu mengatur keuangan keluarga saat ini?



Salam, 





#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday27







Baju Baru vs Baju Lama, Apalah Arti Sebuah Pakaian?

Baju baru vs baju lama
Pexels.com/ Artem Beliakin

"Baju baru ... alhamdulillah, untuk dipakai di hari raya. Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama."Lagi-lagi anakku menyanyikan lagu ini.

Sebenarnya apa, sih, arti sebuah pakaian? Baju lama vs baju baru, Kamu pilih yang mana buat nanti dipakai di lebaran atau idulfitri?

Memang kalau udah jelang lebaran, biasanya pusat pertokoan, pasar juga diserbu pembeli. Entahlah, tahun ini enggak ke luar rumah juga buat beli baju baru. Lagi pandemi begini, banyak mall juga yang tutup.

Kebutuhan pokok itu meliputi sandang, pangan, dan papan. Jadi bagi kebanyakan orang, bisa makan aja tiap hari udah cukup, kok. Soal pakaian, bisa pakai yang lama asal masih layak dan bersih.

Masalah tempat tinggal? Beruntung saya udah punya rumah sendiri, banyak yang enggak seberuntung saya, yang masih harus tinggal bareng ortu, mertua atau bahkan ngekost juga ngontrak. Alhamdulillah bersyukur dulu, aja. Moga yang belum punya rumah, suatu saat diberikan jalan dan dimampukan juga, ya.

Baju lama vs baju baru? Kayaknya ini hanya sebatas tradisi aja, ya. Kebiasaan masa kecil yang masih melekat erat dan terbawa hingga dewasa.

Bagi anak-anak, ada sebagian orang tua yang menjanjikan baju baru bagi anaknya yang mampu berpuasa penuh  selama sebulan. Mungkin tujuan orang tua seperti ini untuk memotivasi anak berpuasa, lebih baik lagi jika sang anak berpuasa sesuai kesadarannya sendiri.

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS. Al-A’raf: 26).

Berdasarkan firman Allah dalam Surat Al-A'raf ayat 26 di atas, pakaian takwa adalah yang terbaik bagi seorang muslim.

Pakaian terdiri dari dua bagian, yaitu pakaian lahiriyah dan pakaian batin. Pakaian lahiriyah ini adalah pakaian yang nampak dan terlihat dari luar. Sedangkan pakaian batin adalah takwa. Inilah yang paling baik menurut Alquran.

Hendaklah seseorang memperhatikan keduanya. Pakaian lahiriyah memang penting, tapi jangan lupakan pakaian takwa. Carilah bekal untuk kehidupan di hari akhir kelak dengan ketakwaan.

Tak masalah jika ingin menggunakan baju baru saat lebaran, asalkan tidak membuat yang memakai baju baru jadi memamerkan diri. Membanding-bandingkan yang dipakai sendiri dengan pakaian orang lain yang jauh di bawahnya, ini yang tidak diperbolehkan.

Menggunakan baju baru saat lebaran pun tidak dilarang, jika itu akan meningkatkan rasa syukur terhadap semua karunia-Nya.

Baju lama vs baju baru tidak perlu diperdebatkan lebih jauh. Jika belum mampu membeli baju baru, baju lama pun bisa dipergunakan lagi asal rapi dan bersih.

Apalah arti sebuah pakaian yang melekat dalam diri pemakainya, karena yang terpenting adalah pakaian takwa. Baju lama vs baju baru, Sahabat Catatan Leannie mau pakai yang mana saat Iedul fitri nanti?





Salam,





#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday22



Ramadan Penuh Berkah, inilah 7 Alasan Bersyukur saat Puasa di Tengah Pandemi

Bersyukur saat ramadan
Mengucap syukur,
Pexels.com/Abdullah Ghatasheh


Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Banyak banget keutamaan bulan suci ini dari pengampunan dosa hingga diijabahnya doa. Meski berpuasa di tengah pandemi, ada banyak hal yang membuat saya mengucap syukur.

Bersyukur adalah tanda bukti rasa terima kasih atas segala nikmat-Nya. Di tengah pandemi sekali pun, selalu ada hikmah di dalamnya. Simak, yuk, 7 alasan bersyukur saat puasa di tengah pandemi versi Catatan Leannie:


1. Bersyukur diberi nikmat sehat


Nikmat sehat
Pexel.com/Miguel A.Padrinan


Nikmat sehat adalah nikmat yang tak terkira. Banyaknya pemberitaan mengenai orang yang terkena virus Corona, bahkan meninggal karena penyakit ini membuat saya berhenti mengakses  berita tentang Covid-19.

Hal pertama yang membuat saya bersyukur adalah nikmat sehat yang diberikan pada keluarga, bersyukur juga masih diberikan kesempatan hidup di dunia untuk memperbaiki diri.


2. Masih bisa makan, punya tempat tinggal, dan dekat dengan ortu 


Family time
Family Time,
Pexels.com/Andrea Piacquadio


Dampak COVID-19 begitu terasa, banyak masyarakat kecil yang terkena imbasnya. Hal kedua yang membuat saya bersyukur adalah saya dan keluarga masih bisa memenuhi kebutuhan pokok, seperti masih bisa makan setiap hari, punya rumah sendiri dan dekat dengan rumah orang tua.

Saya sendiri sering banget dapat kiriman makanan, takjil, kue dari mama. Kadang saya merasa belum bisa membalas semua jasa orang tua, terutama mama.

Saya juga enggak pernah mudik karena rumah mertua juga dekat, satu hal yang disyukuri kalau ingin silaturahmi enggak susah. Denger cerita banyak orang yang tinggal berjauhan dan belum pulang selama bertahun-tahun. Kebayang kangennya mereka seperti apa.


3. Diberi amanah baru sebagai calon ibu


Tes pack positif
Tes pack positif, dokumentasi pribadi

Satu hal yang begitu membahagiakan saya dan suami adalah ketika tahu kalau hasil tes pack positif, alhamdulillah nanti anakku bakal punya adik.

Diberi amanah baru sebagai calon ibu membuat saya banyak mengucap syukur. Alhamdulillah Allah SWT memberikan menitipkan kembali amanah-Nya pada saya dan suami.

Baca juga : Puasa di Tengah Pandemi dan Berkah Ramadan

Hal ini jadi reminder juga buat saya agar bisa menjadi seorang ibu yang lebih baik lagi.


4. Menyiapkan menu makan sehat untuk keluarga dan mengurangi jajan di luar


Memasak untuk keluarga
Memasak untuk keluarga,
Pexels.com/Elly Fairytale


Semenjak pandemi, ada rasa kekhawatiran kalau pergi ke luar, apalagi beli jajanan dari luar. Hal ini membuat saya jarang banget beli jajanan di luar.

Hal ini membuat saya sering banget memasak menu makanan sehat di rumah. Meski masakan saya simpel dan itu-itu aja, saya bersyukur bisa menyiapkan makanan bagi keluarga dan senang banget ketika mereka lahap makan.


5. Membangun bisnis kuliner baru bareng pasangan


Donat jajanan Papi Martin,
dokumentasi pribadi


Pandemi ini berdampak besar terhadap perekonomian. Masyarakat ekonomi menengah dan bawah yang paling merasakan dampaknya.

Mencari solusi di tengah pandemi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya mencari rezeki dari berjualan.

Baca juga : Mencari Solusi di Tengah Pandemi, Ide Bisnis Kuliner ini akan membuatmu Banjir Rezeki

Berbisnis kuliner adalah hal yang kami pilih dan Jajanan Papi Martin adalah nama bisnis baru yang dirintis suami.

Ada beragam produk yang ditawarkan diantaranya donat aneka rasa, bolu, birthday cake, aneka kue kering seperti lidah kucing, kue keju, putri salju, coklat, nastar, ada juga risoles, baso aci, aneka minuman seperti Green Tea, Thai Tea dan Red Velvet.  Buat Bandung dan sekitarnya bisa pesan goofood di Jajanan Papi Martin.

Jajanan Papi Martin
Jajanan Papi Martin, dokumentasi pribadi


6. Mendapat tambahan penghasilan dari menulis 


Berpenghasilan dari menulis
Writer, Pexels.com/Judit Peter


Meski ngeblog adalah aktivitas baru yang saya seriusin selama setahun terakhir ini, saya bersyukur bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari menulis, diantaranya dengan menulis sponsor post di blog dan campaign produk di Instagram.

Mungkin bagi blogger lain yang udah senior, mereka udah biasa dan lebih banyak tawaran jobnya. Saya paham juga karena follower Instagram saya juga masih sedikit kadang jarang keangkut job blogger, tapi saya bersyukur masih ada aja tambahan penghasilan dari nulis.

Hal yang membahagiakan bagi saya adalah hobi yang dibayar. Ada kepuasan tersendiri pokoknya karena ternyata passion saya ada di menulis.

Baca juga : Setahun di Dunia Literasi, Menemukan Passion dengan Menulis 


7. Lebih dekat dengan keluarga


My little family
My little family, dokumentasi pribadi


Saya merasakan sendiri dengan adanya anjuran social distancing, silaturahmi keluarga makin erat. Waktu dengan keluarga terasa begitu berharga. Saya  merasa bersyukur telah diberikan keluarga yang care dan menyayangi saya.

“Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban." Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S Ar Rahman:31)

Selalu banyak alasan untuk membuat saya mengucap syukur. Dari diberikan kesempatan hidup, sehat, dan diberikan amanah baru sudah cukup banyak hal yang membuat saya bersyukur bisa menjalani puasa di tengah pandemi.

Bulan Ramadan penuh berkah, bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, apa alasan yang membuatmu bersyukur saat puasa di tengah pandemi? Sharing, yuk!




Salam,





#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday20





Sepenggal Memori Ramadan dan 5 Hal yang dirindukan saat Puasa di Masa Kecil

Puasa di masa kecil
Hal yang dirindukan saat puasa di masa kecil,
freepik.com/starline 


Ramadan tiba ... Ramadan tiba, Marhaban, Ya ... Ramadan ... Ini adalah lagu yang sering kali dinyanyiin anakku. Ngomong-ngomong soal masa kecil, saya jadinya flashback dan mengingat 5 hal yang dirindukan saat puasa.

Meski sekarang udah punya anak balita dan insyaallah bakal punya adik buat kakaknya, saya masih mengingat kenangan masa kecil dan kadang kangen dengan banyak hal.

Apa sih kegiatan di masa kecil yang dikangenin sampai sekarang? Saya jadi nostalgia ke masa kecil dan ngangenin beberapa hal, seperti ini!


1. Tarawih bareng Sahabat


Saya punya Sahabat dekat sewaktu masih Sekolah Dasar, ke mana-mana selalu barengan. Pas SD, taraweh suka disamper temen dan kita jalan bareng ke masjid.
Sampai SMP udah beda sekolah, jarang ketemu apalagi pas SMU. Kuliah dan kerja pun dia di luar kota.

Pas nikah sama orang Bandung dan balik lagi ke sini. Kangennya saya sama dia, pernah sekali meet up di pasar minggu dekat rumah.



2. Nulis ceramah saat tarawih


Nulis ceramah saat tarawih memang tugas dari sekolah, tugas dari guru agama dan dikasih buku khusus. Hal yang dikangenin juga saat nungguin antrian buku ceramah dicap sama DKM Masjid.

Secara enggak langsung, bakal bener-bener menyimak tausiah dari ustaznya setelah isya jelang tarawih. Sekarang di masa pandemi, tarawih cukup di rumah aja. Padahal tarawih di masjid tiap tahun adalah hal yang saya rindukan ketika Ramadan tiba.


3. Ngabuburit, jalan-jalan sore cari cemilan


Rasanya jadi anak kecil happy banget, ya. Pas masih SD bareng  sahabat saya sering banget ngabuburit bareng, cuman jalan-jalan aja ke kompleks dekat rumah sambil cari cemilan buat buka, meski mama juga suka masakin takjil di rumah.

Tetep aja ngabuburit bareng sahabat jadi hal yang dirindukan saat puasa di Bulan Ramadan. Sekarang udah enggak pernah ngabuburit, aktivitasnya diganti masak buat keluarga dan nyiapin takjil.


4. Main monopoli, bola beklen, congklak, dan boneka kertas


Happy banget kalau inget ini. Rasanya main sama sahabat jadi hal yang dikangenin juga. Main monopoli, bola beklen, congklak, juga main boneka kertas adalah mainan khas anak perempuan yang bisa bikin mager. Lol ...

Aslinya ngangenin banget melakukan berbagai jenis permainan ini. Sayangnya anak sekarang mainannya beralih ke gawai. Hiks miris sebenarnya.


5. Baca buku sampai tamat dan rutin menghapal Alquran


Rasanya kangenin baca buku baik komik atau novel sampai tamat, sekarang semenjak jadi ibu rasanya baca buku sampai tamat pun udah jadi hal yang mewah.

Sejak SD saya rutinin menghapal Alquran bahkan pernah sampai hatam Alquran dalam sebulan, yang sekarang jarang banget bisa tercapai. Jadi pe er banget buat saya.

Nostalgia ke masa lalu kadang jadi hal yang membahagiakan, ya. Banyak mengucap syukur masih diberikan nikmat sehat sampai sekarang. Saya  terkenang banyak hal saat Ramadan, nostalgia masa kecil dan mengingat arti persahabatan juga.


Itulah sepenggal memori masa kecil dengan melakukan 5 hal yang dirindukan saat puasa selama Ramadan. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, apa aja nih kenangan berkesan saat Ramadan di masa kecil?




Salam, 




#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday18


Dari Absensi hingga Meeting Online, Inilah 5 Aplikasi Penting Pendukung WFH


Work From Home, freepik.com

Salah satu strategi pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 meluas adalah dengan dikeluarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pelaksanaan PSBB ini yaitu menerapkan physical distancing yang lebih luas dan menegakkan hukum yang tegas jika terjadi pelanggaran di masyarakat.

Kebijakan ini bertujuan memutus rantai penyebaran virus Corona dan mencegah terjadinya interaksi sosial secara langsung.
Beberapa Provinsi di Indonesia termasuk Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, bahkan di Bandung yang menjadi tempat tinggal saya sudah mulai menerapkan PSBB ini.

Berbagai aktivitas seperti sekolah, kuliah, bahkan ibadah pun dilakukan di rumah saja. Selain itu beberapa perusahaan menjalankan Work From Home (WFH) dengan mempekerjakan karyawan dari rumah.

Bagi beberapa perusahaan seperti startup, media digital remote yang disebut juga telecommuting atau teleworking  sudah terbiasa menjalankan WFH. 

Namun, bagi beberapa perusahaan yang baru menerapkan sistem ini, tak perlu khawatir karena ada beberapa aplikasi penunjang untuk menjalankan kerja dari rumah.

Simak, yuk, 5 aplikasi penting pendukung Work From Home di bawah ini!


1.  Aplikasi untuk absensi karyawan


Salah satu aplikasi penting untuk menunjang WFH adalah kehadiran karyawan. Hal ini untuk menilai produktivitas kerja karyawan saat bekerja di rumah.


Aplikasi absensi online yang menunjang WFH adalah Hadirr.com. Sistem ini dapat dijalankan dari smartphone android atau iOS. Aplikasi Hadirr dapat memantau karyawan saat memberi laporan clock in, clock out, break dan after break sesuai jam kerja yang disepakati bersama.

Pada aplikasi ini menggunakan teknologi
face recognition dan sistem pemosisi global (GPS) sehingga dapat mencegah karyawan yang akan melakukan kecurangan saat absensi kerja.

Untuk melaporkan kehadiran dilakukan dengan swafoto pada aplikasi Hadirr dan GPS akan melihat keberadaan karyawan apakah sesuai dengan lokasi WFH.


2.  Aplikasi untuk komunikasi



Berkomunikasi secara personal dengan rekan kerja dapat dilakukan dengan aplikasi yang sudah Populer digunakan selama ini yang bisa diunduh dari smartphone secara free, contohnya saja dengan WhatsApp atau Telegram. 

Wag atau WhatsApp grup biasanya dipilih sebagai komunikasi antar rekan kerja yang bisa diunduh di smartphone android, iOS, bahkan  WA Web. 

Untuk memisahkan percakapan pribadi dengan diskusi kerja bisa menggunakan aplikasi Microsoft Teams atau Slack.


3. Email atau Surat elektronik 


Beberapa perusahaan menggunakan email kantor untuk keperluan kerja. Salah satu email yang digunakan secara gratis adalah Gmail. Hanya saja jika dibutuhkan komunikasi secara interaktif menggunakan email rasanya kurang efektif.


4. Aplikasi meeting atau conference


Selama Work From Home bisa mengadakan meeting atau conference secara online melalui aplikasi video, yang dapat digunakan dalam menjalankan presentasi online yang berhubungan dengan pekerjaan.

Beragam aplikasi yang bisa digunakan selama pandemi saat harus rapat online diantaranya Skype yang sudah lebih Populer digunakan sejak lama. Selain itu, ada aplikasi GoToMeeting, Google Hangout Meet, juga Zoom yang sekarang banyak digunakan saat WFH.


5. Aplikasi kolaborasi kerja


Aplikasi ini menjadi penunjang kerja ketika karyawan harus melakukan kolaborasi kerja dalam suatu project secara online.

Setiap perusahaan memiliki tools yang berbeda sebagai penunjang kinerja karyawan terutama saat menjalankan kerja dari rumah. Aplikasi yang digunakan sebagai kolaborasi kerja karyawan diantaranya Google Docs, Microsoft Office 365, Asana, Trello, Basecamp, dan Quip.

Itulah 5 jenis aplikasi penting sebagai pendukung saat Work From Home. Buat para pegawai yang sekarang menjalankan kerja dari rumah, mana, nih, aplikasi yang paling cocok dan sering digunakan saat ini?


Salam,



#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday10




Social Distancing dan Kisah Viral Pengantar Jenazah COVID-19

Kisah Pengantar Jenazah COVID-19,
regionalkompas.com, edit by Snapseed

Social distancing dan stay at home merupakan kebijakan pemerintah untuk mencegah Infeksi COVID-19 meluas. Namun dua kebijakan ini, tidak sepenuhnya bisa dilakukan masyarakat Indonesia, karena untuk para pejuang keluarga perlu tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Center for Disease Control(CDC), social distancing merupakan tindakan menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan orang banyak.

Meski sudah ada kebijakan stay at home sekali pun, saya pribadi tidak bisa sepenuhnya di rumah saja. Ada saatnya harus ke luar rumah jika ada keperluan mendesak, contohnya membeli bahan makanan untuk keluarga. Saya menggunakan masker saat ada di luar rumah.

Bukan hanya saya saja yang punya kepentingan ke luar rumah, para kepala rumah tangga pun tetap mengadu nasib di luar sana. Suami saya pun tetap bekerja karena bank tidak meliburkan karyawannya.


Menjaga jarak bukan berarti tak sayang keluarga


Menjaga jarak
Social distancing atau menjaga jarak
Pixabay.com/Geralt


Social distancing atau menjaga jarak aman antar satu dengan lainnya bukan berrati tak sayang keluarga, tetapi bentuk kepedulian terhadap sesama dan mendukung upaya untuk menekan penyebaran Covid-19.

Imbauan untuk tidak mudik, sebaiknya diikuti oleh masyarakat karena Kita enggak pernah tahu Keberadaan virus yang tak kasat mata dan takutnya malah menjadi carier bagi keluarga lainnya yang tinggal di kampung halaman.

Bersabar dan menunggu adalah cara terbaik, semoga virus Corona bisa cepat berlalu dan Kita bisa beraktivitas seperti biasanya tanpa ada kekhawatiran.


Kisah Dedy Darmadi, pengantar jenazah Covid-19 di Padang


Dedy dan pengantar jenazah Covid-19,
regional.kompas.com


Kisah yang sempat viral beberapa waktu yang lalu tentang seorang pengantar jenazah yang memakamkan pasien penderita Covid-19 di daerah Padang. Mereka rela menyebrangi sungai agar terhindar dari orang banyak.

Dedy Darmadi yang berusia 35 Tahun dari Padang memaparkan alasan menjadi pengantar jenazah dan memakamkan pasien yang terinfeksi virus Corona. Ia menyatakan bahwa semua itu untuk menghidupi keluarga dan alasan kemanusiaan.

Meski pekerjaannya punya risiko tinggi dan terkadang mendapatkan penolakan warga karena jenazah Covid-19, ia tetap bekerja meski risiko tinggi mengintai petugas pengantar jenazah Covid-19.

Dedy dan rekannya bukan tak paham arti Social Distancing dengan menjaga jarak aman untuk mencegah penyebaran virus Corona meluas tetapi pekerjaan  mengharuskan mereka berinteraksi dengan Jenazah Covid-19. Mereka yang bertugas membawa dan memakamkan jenazah pasien yang terinfeksi virus Corona.

Dedy menceritakan bahwa istrinya sempat khawatir dan takut anaknya yang masih pada kecil terkena virus Corona. Dedy sempat tidur di luar rumah karena istrinya khawatir akan kesehatan anak-anak.

Baca juga : Kurangi Risiko Tertular Virus Corona dengan 7 Cara ini!

Social distancing saat itu begitu terasa meski tinggal dalam satu rumah. Meski begitu Dedy mengaku telah melakukan standar dan prosedur kerja menggunakan APD lengkap demi terhindar dari penularan Virus Corona dan melakukan prosedur kedatangan saat di rumah setelah bekerja.

Namun, akhirnya sang istri paham akan pekerjaan suaminya dan memperbolehkan bertemu anak-anak setelah menyemprot disinfektan dan mandi membersihkan diri setelah pulang kerja.

Semoga Allah selalu menjaga para tenaga kesehatan dan petugas yang berkaitan dengan COVID-19, seperti para pengantar jenazah dan lainnya. Risiko mereka begitu besar, namun mereka bekerja untuk kemanusiaan dan berbakti pada negaranya.


Protokol kedatangan sampai di rumah dari bepergian


Protokol kedatangan sampai di rumah dari bepergian/ kemendagri.go.id

Jika ada suatu keperluan yang mendesak dan urgent, maka lakukan beberapa hal di bawah ini sebagai protokol kedatangan sampai di rumah dari bepergian:


1. Lepas sepatu  saat ada di depan pintu  sebelum masuk ke rumah


Hal pertama yang perlu dilakukan saat sampai di rumah adalah melepas sepatu di depan pintu masuk ke rumah.

Sebaiknya, jangan menggunakan sepatu ke dalam rumah, apalagi sampai memakainya smabil berbaring ke tempat tidur, karena bisa menungkatkan risiko terbawanya  berbagai macam virus, bakteri, atau kuman dari luar rumah.


2. Semprotkan cairan disinfektan pada barang yang dibawa bepergian


Semprotkan cairan disinfektan pada barang yang dibawa ketika bepergian. Untuk lebih waspada lagi, Kamu bisa menyemprotkan cairan tersebut pada barang-barang yang menempel atah dipakai sendiri seperti sepatu pakaian, ponsel, tas, laptop, dan lainnya.

Dengan menyemprotkan alkohol dan konsentrasi biosida yang tinggi dalam disinfektan diyakini mampu untuk membunuh bakteri, virus, kuman, dan mikroorganisme pada permukaan benda apa pun sebagai  perantara virus atau bakteri yang bila dihirup atau disentuh manusia bisa membahayakan.


3. Membuang struk atau tanda terima pembelian yang tidak diperlukan


Saat bepergian ke luar rumah untuk kepeeluan urgent seperti membeli makanan atau obat-obatan, saat sampai di rumah sebaiknya membuang struk, kuitansi atau tanda pembelian lainnya.

Hal ini merupakan salah satu cara pencegahan virus corona meyebar di dalam rumah.


4. Jangan langsung menyentuh barang apa pun  di rumah dan langsung beristirahat


Setelah melepas sepatu, menyemprotkan disinfektan pada barang yang dibawa masuklah ke dalam rumah. Namun, langsung menyentuh barang apa pun di dalam rumah sebelum mencuci tangan sampai bersih.

Jangan langsung beristirahat seperti duduk atau merebahkan diri di kursi, sofa, atau di tempat tidur dalam kondisi masih menggunakan pakaian yang sama saat bepergian.

Untuk para orangtua, jangan langsung menyapa atau menggendong anak jika tubuh belum dalam kondisi bersih.


5. Segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir hingga bersih


Lakukan cuci tangan dengan benar, selama 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir hingga bersih.

Prosedur mencuci tangan dengan benar seperti ini:

Basahi kedua tangan dengan air, bisa menggunakan air hangat atau dingin. Tuangkan sabun ke telapak tangan.

Usaplah kedua telapak tangan secara perlahan dengan gerakan memutar.

Gosok kedua telapak tangan hingga berbusa, lalu bersihkan seluruh bagian tangan secara merata, terutama pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Lakukan Cara ini selama minimal 20 detik.

Selanjutnya, bersihkan seluruh bagian jari dengan gerakan memutar. Bilas tangan dari sisa sabun sampai benar-benar bersih.

Tutup keran dengan tisue agar kuman tidak menempel pada tangan yang telah dicuci dengan bersih.

Terakhir, keringkan tangan menggunakan tisue atau handuk bersih.


6. Buka pakaian, jangan menggantung di kamar atau digunakan kembali keesokan harinya


Segeralah  membuka pakaian, jangan menggantungnya di kamar, apalagi menggunakan pakaian yang sama keesokan harinya.

Hal ini karena pakaian yang dipakai, mungkin saja terdapat virus, bakteri, atau kuman yang menempel dari luar rumah selama bepergian.

Masuklah ke kamar mandi atau toilet dan buka seluruh pakaian yang dikenakan saat bepergian, lalu tempatkan pakaian kotor tersebut di keranjang cuci tersendiri.


7. Mandi sampai benar-benar bersih


Mandi sampai benar-benar bersih bisa  membantu menghilangkan virus dan bakteri yang menempel pada tubuh.

Bersihkan tubuh dari ujung kepala sampai kaki hingga bersih agar sabun membersihkan area tubuh dengan merata.

Ketujuh hal tersebut menjadi langkah untuk pencegahan virus agar tidak masuk ke dalam rumah. Waspada itu penting, setuju, kan, sahabat Catatan Leannie.

Meski di luaran sana masih banyak para pejuang keluarga yang mencari nafkah untuk anak dan istrinya sebaiknya melakukan prosedur ini ketika datang ke rumah. Mencegah lebih baik dari mengobati tentunya.

Kisah pengantar jenazah Covid-19 yang sempat viral ini membuka mata saya bahwa bukan mereka tak ingin mengindahkan larangan stay at home atau social distancing tetapi kebutuhan hidup yang mendesak dan alasan kemanusiaan juga. Semoga virus Corona ini cepat berlalu, tentunya ini jadi harapan banyak orang.



Salam, 




#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday5



Realitas Stay at Home selama Dua Pekan pasca diberlakukannya Social Distancing

Realitas stay at home
Stay at home, via freepik.com

Social distancing adalah upaya pemerintah untuk menanggulangi penyebaran virus Corona yang terus meluas di Indonesia. Masyarakat dianjurkan stay at home, melakukan berbagai kegiatannya di rumah. Namun, ternyata realitasnya lain dari yang diharapkan di Indonesia.

Berbagai upaya untuk mendukung social distancing seperti  aktivitas sekolah diliburkan, beberapa fasilitas publik atau tempat wisata, bahkan beberapa mall pun sudah mulai ditutup, perusahaan pun meliburkan karyawannya, meski tak termasuk suami yang masih tetep kerja di salah satu bank swasta di Kota Kembang ini.
Social distancing
Social distancing, via freepik

Realitas stay at home dan social distancing ini kadang berbeda dengan harapan. Ternyata di lingkungan tempat tinggal sendiri, masih banyak yang kurang mengindahkan anjuran ini.

Banyak yang masih berkeliaran di luar dan enggak pakai masker. Anak-anak pun masih main di luar dengan bebas. Duh, sampai miris saya melihat ini.

Di tengah kegabutan karena kondisi Covid-19, sebenarnya sudah ada dua pekan saya merasa tubuh ini kurang fit. Berawal dari sakit gigi yang mengharuskan cabut kedua gigi geraham baru tumbuh, gigi berlubang di bagian atas dan bawah.

Setelah itu datanglah batuk alergi karena dingin. Memang saat musim penghujan saya bakal sering kena alergi ini dari tahun ke tahunnya. 

Saya pun mengalami sariawan yang cukup banyak jumlahnya dan bikin selera makan turun. Padahal selama ini, saya keitung jarang banget sariawan.

Kondisi semakin enggak fit sehingga tangan, kaki serta badan saya pun kemerahan karena alergi dingin. Kemungkinan juga karena konsumsi makanan tertentu belakangan ini.

Meski harus stay at home, saya tetep pergi ke luar luar rumah juga, sih, untuk urusan beli bahan makanan. Ini aja alasan yang paling urgent bagi saya buat ke luar rumah dua atau bahkan tiga hari sepekan.

Untung pas weekend ini suami libur, aku yang udah enggak bisa tidur malam karena biasanya udah kecapean dari siang nemenin Dzaky udah tidur malam dari jam 20.00 WIB atau 21.00 WIB. Anakku hampir enggak pernah tidur siang soalnya.

Rutinitas pagi hari seperti biasanya, menyiapkan sarapan untuk keluarga. Meski lagi kurang fit, saya jarang banget beli makan di luar. Seringnya masak aja, meski masakan saya keitung standar dan bisanya itu-itu lagi.

Buat saya, yang penting dalam proses masak sendiri, bisa dipastikan cara pengolahannya benar. Nyuci sayurannya bersih dan nambahin bumbu masakan pun takarannya sesuai kehendak saya, belakangan ini saya enggak lagi nambahin pengawet atau MSG kayak dulu.

Sebenarnya anak saya tipe yang gampang bosan, diajak mengerjakan pekerjaan rumah sama sekolahnya pun cuman fokus bentar, habis itu dia main lagi. Kebayang bosannya anak disuruh stay at home.

Pas jumat malam kemarin dikasih mati lampu sama PLN, ya udah mending tidur aja lah apalagi udah malam. Pas bangun pagi, mau salat subuh. Terharu banget, cucian piring dan baju udah bersih, setrikaan rapi ... baik bener, sih, paksu.

Sebenarnya ini blog post alias curcol saya sebagai irt selama menjalani social distancing  dan stay at home selama dua pekan terakhir. 

Makasih paksu udah bantuin, kebantu banget  apalagi pas lagi kurang fit, terus lihat kondisi rumah semua udah bersih dan rapi. Padahal aku juga tahu lagi sama-sama kurang fit. 

Saya sebenarnya udah bosan kalau disuruh minum obat-obatan kimia, makanya beralih ke rempah-rempah atau bahan alami yang ada di dapur.

Baca juga : 7 Tips Jitu Meningkatkan Sistem Imun Tubuh untuk Menangkal  Virus Corona

Blog post selanjutnya akan saya tuliskan mengenai beberapa ramuan JSR buat menjaga  imunitas tubuh.

Baca juga : Resep JSR dr. Zaidul Akbar untuk mengatasi Batuk, Flu, dan Alergi

Mari dukung upaya stay at home dan social distancing. Inilah realitas saat berdiam diri di rumah ala Catatan Leannie. Moga setelah ini Kita diberikan kesehatan dan wabah Corona ini cepat berlalu.



Salam,