Indonesia Website Awards
Showing posts with label Puasa. Show all posts
Showing posts with label Puasa. Show all posts

Baju Baru vs Baju Lama, Apalah Arti Sebuah Pakaian?

Baju baru vs baju lama
Pexels.com/ Artem Beliakin

"Baju baru ... alhamdulillah, untuk dipakai di hari raya. Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama."Lagi-lagi anakku menyanyikan lagu ini.

Sebenarnya apa, sih, arti sebuah pakaian? Baju lama vs baju baru, Kamu pilih yang mana buat nanti dipakai di lebaran atau idulfitri?

Memang kalau udah jelang lebaran, biasanya pusat pertokoan, pasar juga diserbu pembeli. Entahlah, tahun ini enggak ke luar rumah juga buat beli baju baru. Lagi pandemi begini, banyak mall juga yang tutup.

Kebutuhan pokok itu meliputi sandang, pangan, dan papan. Jadi bagi kebanyakan orang, bisa makan aja tiap hari udah cukup, kok. Soal pakaian, bisa pakai yang lama asal masih layak dan bersih.

Masalah tempat tinggal? Beruntung saya udah punya rumah sendiri, banyak yang enggak seberuntung saya, yang masih harus tinggal bareng ortu, mertua atau bahkan ngekost juga ngontrak. Alhamdulillah bersyukur dulu, aja. Moga yang belum punya rumah, suatu saat diberikan jalan dan dimampukan juga, ya.

Baju lama vs baju baru? Kayaknya ini hanya sebatas tradisi aja, ya. Kebiasaan masa kecil yang masih melekat erat dan terbawa hingga dewasa.

Bagi anak-anak, ada sebagian orang tua yang menjanjikan baju baru bagi anaknya yang mampu berpuasa penuh  selama sebulan. Mungkin tujuan orang tua seperti ini untuk memotivasi anak berpuasa, lebih baik lagi jika sang anak berpuasa sesuai kesadarannya sendiri.

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS. Al-A’raf: 26).

Berdasarkan firman Allah dalam Surat Al-A'raf ayat 26 di atas, pakaian takwa adalah yang terbaik bagi seorang muslim.

Pakaian terdiri dari dua bagian, yaitu pakaian lahiriyah dan pakaian batin. Pakaian lahiriyah ini adalah pakaian yang nampak dan terlihat dari luar. Sedangkan pakaian batin adalah takwa. Inilah yang paling baik menurut Alquran.

Hendaklah seseorang memperhatikan keduanya. Pakaian lahiriyah memang penting, tapi jangan lupakan pakaian takwa. Carilah bekal untuk kehidupan di hari akhir kelak dengan ketakwaan.

Tak masalah jika ingin menggunakan baju baru saat lebaran, asalkan tidak membuat yang memakai baju baru jadi memamerkan diri. Membanding-bandingkan yang dipakai sendiri dengan pakaian orang lain yang jauh di bawahnya, ini yang tidak diperbolehkan.

Menggunakan baju baru saat lebaran pun tidak dilarang, jika itu akan meningkatkan rasa syukur terhadap semua karunia-Nya.

Baju lama vs baju baru tidak perlu diperdebatkan lebih jauh. Jika belum mampu membeli baju baru, baju lama pun bisa dipergunakan lagi asal rapi dan bersih.

Apalah arti sebuah pakaian yang melekat dalam diri pemakainya, karena yang terpenting adalah pakaian takwa. Baju lama vs baju baru, Sahabat Catatan Leannie mau pakai yang mana saat Iedul fitri nanti?





Salam,





#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday22



Seuntai Harapan saat Bertemu Ramadan Tahun Depan versi Catatan Leannie

Harapan Ramadan tahun depan
Harapan Ramadan tahun depan,
Pexels.com/mohamed


Merasakan Ramadan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, membuat saya menyimpan seuntai harapan ketika bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan tahun depan. Kadang kalau udah sampai di penghujung Ramadan agak sedih juga karena rasanya saya  belum bisa mengoptimalkan ibadah di bulan ini.

Sepertinya bukan cuman saya aja yang punya seuntai asa jika tahun depan diberi kesempatan sampai di bulan penuh berkah. Ada berbagai harapan yang tersemat untuk Ramadan tahun depan versi Catatan Leannie. Simak, yuk, di bawah ini!


1. Indonesia dan dunia bebas dari virus Corona


Sepertinya Covid-19 segera berlalu jadi harapan semua orang, enggak pengen nunggu sampai Ramadan tahun depan juga sih. Saya berharapnya virus Corona ini segera pergi dalam bulan ini atau bulan depan. Semoga indonesia dan dunia bisa melawan Covid-19.


2. Bisa salat tarawih dan salat Ied di Masjid


Bisa salat tarawih dan salat Ied di masjid adalah hal yang saya rindukan dan semoga tahun depan bisa meraskan kembali moment ini.

Anak saya yang masih balita sebelumnya udah saya edukasi mengenai salat tarawih di Masjid terus bertanya tentang ini.

"Kok, Kita enggak ke Masjid?"

"Kenapa masjidnya digembok, sih, kan enggak bisa masuk?"

"Kapan salat Tarawih? Mau ke Masjid, Ma!"

Saya pun harus memberikan penjelasan panjang lebar sampai ia berhenti bertanya. Lol ...


3. Menjalankan ibadah puasa lebih baik lagi


Harapan saya ketika mendapatkan kesempatan bertemu Bulan Ramadan tahun depan adalah bisa menjalankan berbagai amalan ibadah secara konsisten dan lebih dekat dengan-Nya.  Selalu berharap mampu menjalankan ibadah puasa lebih baik dari sebelumnya.



4. Bisa beraktivitas tanpa rasa khawatir


Nah, ini jadi hal yang diharapkan banget di masa pandemi ini. Sampai-sampai masyarakat di sekitar saya, mungkin udah jenuh sama Covid-19. Mereka banyak yang melakukan aktivitas kayak biasanya seperti ngobrol ama tetangga, ngebiarin anak main di luar. Sebagian ada yang masih pakai masker dan ada juga yang enggak.



5. Mempererat silaturahmi dengan keluarga dan teman 


Kadang moment buka puasa bersama pun jadi hal yang dinantikan. Enggak semua ajakan diiyain sih, yang sekiranya pas aja dengan kondisi Kami sekeluarga baru ikutan bukber.

Seperti buka bersama dengan rekan kerja  suami atau reuni teman sekolah semasa SMP yang pernah saya lakukan di Treehouse Cafe Bandung.

Baca juga : Serunya Buka Puasa di Treehouse Cafe dengan Playground yang disukai Anak


 6. Bisa tetap menjaga kebiasaan baik dalam hal kesehatan dan etika pergaulan


Harapan yang lain pada keluarga dan masyarakat setelah pandemi dan di Ramadan tahun depan adalah menjaga kebiasaan baik dalam hal kesehatan, seperti mencuci tangan dengan benar dan gunakan masker ketika sakit.

Saya juga berharap etika pergaulan seperti masa pandemi dengan menjaga jarak apalagi dengan non muhrim. Ada etika yang perlu dijaga juga soalnya apalagi sedang di tempat umum. Semoge kebiasaan menjaga jarak bisa terus berlanjut sampai Ramadan tahun depan.


7. Angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia menurun


Harapan saya untuk Indonesia adalah kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Semoga angka pengangguran, kejahatan, juga kemiskinan di Indonesia menurun. Rasanya bahagia jika semua ini bisa terjadi di Indonesia.

Meski realitas kadang berbanding terbalik dengan  harapan. Saya pikir menuliskan tentang  asa di masa depan tak ada salahnya. Siapa tahu nanti apa yang Kamu harapkan bisa menjadi kenyaaan. Hal ini harus dibarengi dengan usaha nyata tentunya.

Baca juga : Melukis Harapan saat Pandemi Berlalu

Itulah seuntai harapan versi Catatan Leannie ketika bertemu Ramadan tahun depan. Bagaimana dengan Sahabat, apa harapan yang ingin dicapai saat memasuki Ramadan tahun depan?





Salam, 



#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday21


Ramadan Penuh Berkah, inilah 7 Alasan Bersyukur saat Puasa di Tengah Pandemi

Bersyukur saat ramadan
Mengucap syukur,
Pexels.com/Abdullah Ghatasheh


Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Banyak banget keutamaan bulan suci ini dari pengampunan dosa hingga diijabahnya doa. Meski berpuasa di tengah pandemi, ada banyak hal yang membuat saya mengucap syukur.

Bersyukur adalah tanda bukti rasa terima kasih atas segala nikmat-Nya. Di tengah pandemi sekali pun, selalu ada hikmah di dalamnya. Simak, yuk, 7 alasan bersyukur saat puasa di tengah pandemi versi Catatan Leannie:


1. Bersyukur diberi nikmat sehat


Nikmat sehat
Pexel.com/Miguel A.Padrinan


Nikmat sehat adalah nikmat yang tak terkira. Banyaknya pemberitaan mengenai orang yang terkena virus Corona, bahkan meninggal karena penyakit ini membuat saya berhenti mengakses  berita tentang Covid-19.

Hal pertama yang membuat saya bersyukur adalah nikmat sehat yang diberikan pada keluarga, bersyukur juga masih diberikan kesempatan hidup di dunia untuk memperbaiki diri.


2. Masih bisa makan, punya tempat tinggal, dan dekat dengan ortu 


Family time
Family Time,
Pexels.com/Andrea Piacquadio


Dampak COVID-19 begitu terasa, banyak masyarakat kecil yang terkena imbasnya. Hal kedua yang membuat saya bersyukur adalah saya dan keluarga masih bisa memenuhi kebutuhan pokok, seperti masih bisa makan setiap hari, punya rumah sendiri dan dekat dengan rumah orang tua.

Saya sendiri sering banget dapat kiriman makanan, takjil, kue dari mama. Kadang saya merasa belum bisa membalas semua jasa orang tua, terutama mama.

Saya juga enggak pernah mudik karena rumah mertua juga dekat, satu hal yang disyukuri kalau ingin silaturahmi enggak susah. Denger cerita banyak orang yang tinggal berjauhan dan belum pulang selama bertahun-tahun. Kebayang kangennya mereka seperti apa.


3. Diberi amanah baru sebagai calon ibu


Tes pack positif
Tes pack positif, dokumentasi pribadi

Satu hal yang begitu membahagiakan saya dan suami adalah ketika tahu kalau hasil tes pack positif, alhamdulillah nanti anakku bakal punya adik.

Diberi amanah baru sebagai calon ibu membuat saya banyak mengucap syukur. Alhamdulillah Allah SWT memberikan menitipkan kembali amanah-Nya pada saya dan suami.

Baca juga : Puasa di Tengah Pandemi dan Berkah Ramadan

Hal ini jadi reminder juga buat saya agar bisa menjadi seorang ibu yang lebih baik lagi.


4. Menyiapkan menu makan sehat untuk keluarga dan mengurangi jajan di luar


Memasak untuk keluarga
Memasak untuk keluarga,
Pexels.com/Elly Fairytale


Semenjak pandemi, ada rasa kekhawatiran kalau pergi ke luar, apalagi beli jajanan dari luar. Hal ini membuat saya jarang banget beli jajanan di luar.

Hal ini membuat saya sering banget memasak menu makanan sehat di rumah. Meski masakan saya simpel dan itu-itu aja, saya bersyukur bisa menyiapkan makanan bagi keluarga dan senang banget ketika mereka lahap makan.


5. Membangun bisnis kuliner baru bareng pasangan


Donat jajanan Papi Martin,
dokumentasi pribadi


Pandemi ini berdampak besar terhadap perekonomian. Masyarakat ekonomi menengah dan bawah yang paling merasakan dampaknya.

Mencari solusi di tengah pandemi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya mencari rezeki dari berjualan.

Baca juga : Mencari Solusi di Tengah Pandemi, Ide Bisnis Kuliner ini akan membuatmu Banjir Rezeki

Berbisnis kuliner adalah hal yang kami pilih dan Jajanan Papi Martin adalah nama bisnis baru yang dirintis suami.

Ada beragam produk yang ditawarkan diantaranya donat aneka rasa, bolu, birthday cake, aneka kue kering seperti lidah kucing, kue keju, putri salju, coklat, nastar, ada juga risoles, baso aci, aneka minuman seperti Green Tea, Thai Tea dan Red Velvet.  Buat Bandung dan sekitarnya bisa pesan goofood di Jajanan Papi Martin.

Jajanan Papi Martin
Jajanan Papi Martin, dokumentasi pribadi


6. Mendapat tambahan penghasilan dari menulis 


Berpenghasilan dari menulis
Writer, Pexels.com/Judit Peter


Meski ngeblog adalah aktivitas baru yang saya seriusin selama setahun terakhir ini, saya bersyukur bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari menulis, diantaranya dengan menulis sponsor post di blog dan campaign produk di Instagram.

Mungkin bagi blogger lain yang udah senior, mereka udah biasa dan lebih banyak tawaran jobnya. Saya paham juga karena follower Instagram saya juga masih sedikit kadang jarang keangkut job blogger, tapi saya bersyukur masih ada aja tambahan penghasilan dari nulis.

Hal yang membahagiakan bagi saya adalah hobi yang dibayar. Ada kepuasan tersendiri pokoknya karena ternyata passion saya ada di menulis.

Baca juga : Setahun di Dunia Literasi, Menemukan Passion dengan Menulis 


7. Lebih dekat dengan keluarga


My little family
My little family, dokumentasi pribadi


Saya merasakan sendiri dengan adanya anjuran social distancing, silaturahmi keluarga makin erat. Waktu dengan keluarga terasa begitu berharga. Saya  merasa bersyukur telah diberikan keluarga yang care dan menyayangi saya.

“Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban." Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S Ar Rahman:31)

Selalu banyak alasan untuk membuat saya mengucap syukur. Dari diberikan kesempatan hidup, sehat, dan diberikan amanah baru sudah cukup banyak hal yang membuat saya bersyukur bisa menjalani puasa di tengah pandemi.

Bulan Ramadan penuh berkah, bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, apa alasan yang membuatmu bersyukur saat puasa di tengah pandemi? Sharing, yuk!




Salam,





#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday20





Sepenggal Memori Ramadan dan 5 Hal yang dirindukan saat Puasa di Masa Kecil

Puasa di masa kecil
Hal yang dirindukan saat puasa di masa kecil,
freepik.com/starline 


Ramadan tiba ... Ramadan tiba, Marhaban, Ya ... Ramadan ... Ini adalah lagu yang sering kali dinyanyiin anakku. Ngomong-ngomong soal masa kecil, saya jadinya flashback dan mengingat 5 hal yang dirindukan saat puasa.

Meski sekarang udah punya anak balita dan insyaallah bakal punya adik buat kakaknya, saya masih mengingat kenangan masa kecil dan kadang kangen dengan banyak hal.

Apa sih kegiatan di masa kecil yang dikangenin sampai sekarang? Saya jadi nostalgia ke masa kecil dan ngangenin beberapa hal, seperti ini!


1. Tarawih bareng Sahabat


Saya punya Sahabat dekat sewaktu masih Sekolah Dasar, ke mana-mana selalu barengan. Pas SD, taraweh suka disamper temen dan kita jalan bareng ke masjid.
Sampai SMP udah beda sekolah, jarang ketemu apalagi pas SMU. Kuliah dan kerja pun dia di luar kota.

Pas nikah sama orang Bandung dan balik lagi ke sini. Kangennya saya sama dia, pernah sekali meet up di pasar minggu dekat rumah.



2. Nulis ceramah saat tarawih


Nulis ceramah saat tarawih memang tugas dari sekolah, tugas dari guru agama dan dikasih buku khusus. Hal yang dikangenin juga saat nungguin antrian buku ceramah dicap sama DKM Masjid.

Secara enggak langsung, bakal bener-bener menyimak tausiah dari ustaznya setelah isya jelang tarawih. Sekarang di masa pandemi, tarawih cukup di rumah aja. Padahal tarawih di masjid tiap tahun adalah hal yang saya rindukan ketika Ramadan tiba.


3. Ngabuburit, jalan-jalan sore cari cemilan


Rasanya jadi anak kecil happy banget, ya. Pas masih SD bareng  sahabat saya sering banget ngabuburit bareng, cuman jalan-jalan aja ke kompleks dekat rumah sambil cari cemilan buat buka, meski mama juga suka masakin takjil di rumah.

Tetep aja ngabuburit bareng sahabat jadi hal yang dirindukan saat puasa di Bulan Ramadan. Sekarang udah enggak pernah ngabuburit, aktivitasnya diganti masak buat keluarga dan nyiapin takjil.


4. Main monopoli, bola beklen, congklak, dan boneka kertas


Happy banget kalau inget ini. Rasanya main sama sahabat jadi hal yang dikangenin juga. Main monopoli, bola beklen, congklak, juga main boneka kertas adalah mainan khas anak perempuan yang bisa bikin mager. Lol ...

Aslinya ngangenin banget melakukan berbagai jenis permainan ini. Sayangnya anak sekarang mainannya beralih ke gawai. Hiks miris sebenarnya.


5. Baca buku sampai tamat dan rutin menghapal Alquran


Rasanya kangenin baca buku baik komik atau novel sampai tamat, sekarang semenjak jadi ibu rasanya baca buku sampai tamat pun udah jadi hal yang mewah.

Sejak SD saya rutinin menghapal Alquran bahkan pernah sampai hatam Alquran dalam sebulan, yang sekarang jarang banget bisa tercapai. Jadi pe er banget buat saya.

Nostalgia ke masa lalu kadang jadi hal yang membahagiakan, ya. Banyak mengucap syukur masih diberikan nikmat sehat sampai sekarang. Saya  terkenang banyak hal saat Ramadan, nostalgia masa kecil dan mengingat arti persahabatan juga.


Itulah sepenggal memori masa kecil dengan melakukan 5 hal yang dirindukan saat puasa selama Ramadan. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, apa aja nih kenangan berkesan saat Ramadan di masa kecil?




Salam, 




#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday18


Inilah 7 Chanel YouTube Favorit Warga Bandung buat Belajar Kajian Islam

Belajar Islam,
Pexels.com/fatemah khaled


Belajar mengenal Islam lebih dekat bisa dilakukan dengan berbagai cara.  Di masa Pandemi COVID-19 seperti sekarang, akses untuk ke tempat ibadah seperti mendatangi kajian dihindari terlebih dahulu sesuai anjuran Social Distancing. Semua bisa dilakukan dari rumah, yuk belajar kajian islam dari 7 Chanel Favoritnya warga Bandung.

Menyampaikan dakwah sebenarnya bukan hanya kewajiban para ustaz ini tetapi kewajiban umat muslim secara keseluruhan. Mari terus belajar kajian islam untuk menambah ilmu dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Simak, yuk, ketujuh chanel favoritnya Catatan Leannie buat belajar Islam di bawah ini!


1. Ustaz Aam Amiruddin Official


Ustaz Aam Amiruddin
Chanel  Ustaz Aam Amiruddin, Youtube.com


Saya pertama kali mendengar ceramah ustaz Aam Amiruddin ini zaman pas masih gadis dulu sebelum menikah di radio Oz Bandung setiap bada subuh.

Mendengar penuturan Ustaz Aam Amiruddin yang cerdas,  tidak menggurui tetapi memberikan pemahaman pada yang mendengar juga mudah diterima banyak kalangan dari kaum milenial hingga Ibu-ibu, bikin saya senang mendengar kajian dari beliau.

Ustaz Aam Amiruddin juga rutin mengisi kajian di Majelis Percikan Iman dan Masjid Agung Trans Studio. Kamu bisa mendengar ceramah beliau secara live kalau pandemi COVID-19 udah berlalu, ya.

Buat Kamu yang pengen belajar kajian Islam bisa subscribe chanel YouTube Ustaz Aam Amiruddin Official.


2. Ustaz Adi Hidayat


Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat, YouTube.com


Ustadz yang satu ini ternyata dari kecil sudah banyak meraih penghargaan lho. Kecintaannya pada Al-Quran dan hadits menjadikan Ustadz Adi Hidayat mengambil program Lughah Arabiyyah wa Adabuha untuk mendalami kedua sumber syariat Islam ini.

Ustaz Adi ini aktif mengisi berbagai kajian agama, beliau juga telah menerbitkan buku dengan judul Buku Catatan Penuntut Ilmu, Pedoman Praktis Ilmu Hadist, dan Manhaj Tahdzir Kelas Eksekutif.


3. Aagym Official


Aagym
Aagym Official, YouTube.com


Pendiri Daaurut Tauhid ini punya akun Aagym Official. Kamu bisa mendengar ceramah Aagym yang khas dengan logat sundanya. Aagym ini sering memberikan kajian islami dengan bahasa yang kekinian, kadang diselingi rasa humor juga dan cukup mudah dicerna buat yang sering denger kajiannya.

Kamu bisa subscribe Chanel Aagym Official buat belajar kajian islam selama bulan ramadan.


4. Ustaz Yayat Rukhiyat Ar Rasyid


Ustaz Yayat Rukhiyat
Ustaz Yayat Rukhiyat, YouTube.com


Saya pernah mendengarkan ceramahnya Ustaz Yayat Rukhiyat yang sampai saat ini begitu melekat di hati. Begitu mendengar satu kajian beliau, saya langsung terkesan dan subscribe Chanel YouTube Ustaz yang satu ini.

Saya juga menuliskan isi kajian tersebut dalam salah satu postingan di blog ini setahun yang lalu. Buat Kamu yang pengen baca tulisan saya bisa diakses di bawah ini, ya!



5. Ustaz Dudi Muttaqien dalam Chanel Masjid Istiqomah Bandung


Masjid Istiqomah Bandung
Ustaz Dudi Muttaqien, YouTube.com


Pada tahun 2013 yang lalu, saya rutin mengikuti kajian islami di Masjid Istiqomah Bandung yang terletak di Jalan Taman Citarum, ini letaknya berdekatan juga dengan lab swasta tempat saya pernah bekerja.


Saya juga mengikuti kajian pra nikah dulu bersama Ustaz Dudi Muttaqien di Masjid Istiqomah ini setiap sabtu sore yang bernama Majelis Madani. Sekarang jadwalnya beda lagi kayaknya.

Ustaz Dudi Muttaqien ini ceramahnya enggak ngebosenin, dibalut humor yang khas dengan logat sundanya juga, yang disampaikan beliau pun begitu pas sampai ke hati.

Saat mengikuti kajian pranikah dengan Ustaz Dudi,  Beliau selalu mengingatkan untuk ikhlas menerima kondisi pasangan, buat pasangan senyaman mungkin agar surga hadir dalam rumah tangga yang bersangkutan. Masyaallah saya banyak belajar dari beliau.


6. Ustaz Evie Effendie dalam Chanel Masjid Agung Trans Studio Bandung


Masjid Trans Studio Bandung
Ustaz Evie Effendi, YouTube.com


Dikenal dengan sebutan Ustaz gaul, penampilan Ustaz Evie Effendi cukup stylish dengan memakai kemeja dan topi.
Ustaz Evie Effendi ini tinggal di Bandung dan sering mengisi tausiyah di berbagai radio juga televisi nasional. 

Gaya dakwahnya pun menyentuh kaum muda yang kekinian, ia juga menyampaikan kajian untuk generasi muda dengan tajuk
YOLO (You Only Live Once) atau hidup cuma sekali. Pas banget sama tema anak muda dan kekinian tentunya.


7. Teh Ninih Mutmainah Official


Teh Ninih Muthmainah
Teh Ninih Muthmainah, YouTube.com


Meskipun subscriber Teh Ninih di Chanel YouTube Teh Ninih Muthmainah masih ratusan, saya senang mendengar kajian islam terutama yang membahas masalah perempuan. Teh Ninih ini merupakan istri dari Aa Gym, pendiri Daaurut Tauhid Bandung.

Teh Ninih yang menyampaikan kajian Islam dengan lembut dan tenang ketika memberikan ceramah, membuat saya terkesan dengan Beliau. Senang mendengarkan kajian Islam bareng Teh Ninih Muthmainah.

Meski diam di rumah selama Ramadan, Kita masih bisa mendulang pahala dengan mengikuti kajian online dari ketujuh Chanel di atas.

Kamu bisa mempelajari kajian di atas secara online dengan mengikuti Chanel YouTube favoritnya saya sebagai warga Bandung. Diantara ketujuh Chanel di atas adakah yang jadi favoritmu juga?


Salam,



#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday17







Puasa di Tengah Pandemi dan Berkah Ramadan


Ramadan berkah,
pexels.com/Ahmed Aqtai

Ramadan tahun ini saat pandemi COVID-19 melanda dunia, suasana ramadan rasanya berbeda sekali. Salat tarawih kini dilakukan di rumah. Masjid pun sepi, bahkan masjid besar digembok, tak sembarangan orang bisa masuk.

Meski begitu, Ramadan adalah bulan suci yang penuh berkah. Bulan yang mulia, begitu banyak keutamaan. Ramadan di tengah pandemi membuat saya merenungkan banyak hal, Allah punya tujuan mengapa ada pandemi COVID-19.

Kita jadi lebih peka terhadap kesehatan, lingkungan, punya banyak waktu buat keluarga dengan seharian di rumah. Bisa lebih dekat dengan-Nya, banyak meminta dalam doa panjang agar virus Corona ini cepat berlalu. Ini pasti jadi harapan semua orang.

Saya pribadi merasakan Allah itu Maha Baik. Ketika ada masalah yang menerpa Kita, Dia sudah menyiapkan jalan keluarnya. Ketika perekonomian yang tak menentu di tengah pandemi, suami terus bergerak maju mencari solusi.

Salah satu pintu rezeki ada di perniagaan,
beliau merintis bisnis kuliner @jajananpapimartin, awalnya membuat donat aneka rasa, kemudian ide kue kering, kue ulang tahun, baso aci dan risoles jadi menu kuliner Kami. Alhamdulillah sudah banyak yang pesan. Senangnya.


Jajanan Papi Martin
Bisnis kuliner keluarga, dokumentasi pribadi


Alhamdulillah, Allah memberikan jalan lewat bisnis kuliner ini. Rezeki itu kalau berkah berasa banget, ya. Pas butuh sesuatu, pas ada buat belinya. Enggak muluk-muluk minta dikasih harta yang melimpah ruah, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Masyaallah.

Punya bisnis baru di tengah pandemi jadi salah satu rezeki buat Kami. Alhamdulillah. Bisnis kuliner memang enggak ada matinya. Meski di tengah pandemi, peminatnya ada aja, terutama dari teman, saudara, atau sebatas kenal di media sosial.

Satu hal lagi yang membuat saya tambah bahagia dan mengucap syukur adalah saat kemarin saya tespack karena bulan April kemarin enggak datang bulan, Alhamdulillah hasilnya positif.


Hasil tespack positif
Hasil tespack positif, dokumentasi pribadi

Sebenarnya beberapa bulan setelah saya lepas IUD di akhir tahun 2019, siklus menstruasi jadi tidak teratur. Beberapa kali siklus mens melebihi waktunya kadang telat lebih dari seminggu, atau malah sepuluh hari.

Awal Mei kemarin, sebelum tespack, anakku Dzaky yang usianya empat tahun mengelus-elus perut saya.
Dia bilang, "Di sini ada dede bayi."
Saya hanya menganggap kalau saya naik berat badan dan perut ikut berisi. Lol

Wah, saya jadi kepikiran juga sama ucapan Dzaky ini. Akhirnya meminta suami buat beli tes pack di apotek. Belinya yang murmer aja. Tes pack jenis ini sensitifitasnya agak rendah dan urin yang diuji harus urin pertama di pagi hari.

Sebelum menyiapkan menu sahur, saya ke kamar mandi dan terlupa buat tespack. Saya tunda dulu tes pack, sampai akhirnya pas mau salat subuh dicek lagi. Enggak perlu nunggu lama, sudah langsung terbentuk dua garis biru. Masyaallah, rasanya bahagia banget.

Saya langsung memberi tahu suami mengenai hal ini. Antara percaya dan enggak percaya, suami pun sama bahagianya dengan saya. Alhamdulillah makasih atas rezeki tak terduga dan amanah baru buat keluarga Kami. Masyaallah ...

Itulah cerita saya menjalani ibadah puasa Ramadan di tengah pandemi. Banyak hal yang perlu Kita syukuri. Cari solusi permasalahan ekonomi di tengah pandemi, saya percaya Allah akan memberikan jalan bagi hambanya yang serius berusaha.


Baca juga : 5 Berkah Ramadan yang Istimewa


Jangan lupa peka terhadap lingkungan dan mau berbagi. Meski Ramadan tahun ini begitu berbeda. Berkah Ramadan begitu terasa bagi saya yang berpuasa di tenagh pandemi. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan ibadah puasa Kita diterima Allah SWT.



Salam, 



#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday15








ASUS Zenphone 9