Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Mengasah Soft Skill dan Kreativitas Anak di Era Digital dengan Faber Castell Art Series

Berkreasi dengan Faber Castell Art Series,
via dokumentasi pribadi


Bagaimana cara mengasah kreativitas dan soft skill anak di era digital? Bicara masalah parenting, setiap anak itu unik dan tumbuh kembangnya berbeda sehingga pendekatannya pun beragam. Tidak bisa menggunakan metode parenting yang sama antara satu dengan lainnya. Parenting merupakan pembelajaran berkelanjutan bagi orang tua. 


Sekarang Kita akan membahas tentang soft skill anak. Ada yang tahu apa itu soft skill? Soft skill ini berkaitan dengan emosi dan cara memperlakukan orang lain. Keterampilan atau keahlian ini meliputi kemampuan komunikasi, karakteristik anak, kecerdasan sosial dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Menurut saya keterampilan seperti ini penting banget buat anak agar dia bisa tumbuh dan beradaptasi dengan baik.


Pada tanggal 25 September 2021, Saya berkesempatan mengikuti webinar parenting bareng Tim Faber Castell dan rekan-rekan blogger serta media.


Webinar Parenting bersama Faber Castell ini membahas tentang  "Soft Skill Apa yang diperlukan di Abad Digital?" dengan narasumber seorang psikolog anak yaitu Yohana Theresia, Mpsi.,Psikolog.


Webinar Parenting Faber Castell
Webinar Parenting bersama Faber Castell,
via dokumentasi pribadi


Senang sekali saya berkesempatan mengikuti webinar ini. Saya jadi berpikir kembali mengenai cara saya mendidik anak. Sudah tepat belum, ya, selama ini apa yang saya lakukan? Maklum anak saya baru satu, jadi berasa banget semuanya belajar dari nol, soalnya belum ada perbandingan mengurus anak sebelumnya.


Memang tidak ada sekolah khusus mendidik anak, tetapi dengan mengikuti webinar parenting seperti ini saya jadi punya insight baru tentang gaya parenting saya terhadap anak. 


Rasanya sebagai orang tua harus mengupgrade diri dengan ilmu agar bisa lebih baik dalam mendidik anak.  Ingin sekali mendidik anak dengan cinta, tetapi sebelumnya tangki bahagia seorang ibu perlu terpenuhi dulu agar bisa menemani tumbuh kembang anak dengan baik.



Pandemi dan peningkatan masalah perilaku anak


Masalah perilaku anak saat pandemi
Masalah perilaku anak saat pandemi,
via freepik.com


Pandemi COVID-19 ternyata berdampak juga terhadap anak. Anak menjadi korban terselubung adanya COVID-19. Soetikno, Agustina, Verauli dan Tirta (2020) menemukan adanya peningkatan masalah perilaku dan emosi yang muncul pada anak akibat paparan stress karena pandemi. 


Bukan hanya orang dewasa yang bisa stress karena pandemi, anak-anak pun bisa mengalami hal yang serupa. Masalah perilaku anak yang muncul diantaranya withdrawal, somatic, anxiety, depresi, problem sosial, problem berpikir dan atensi serta agresi. 


Alasan terjadinya masalah perilaku anak saat pandemi


Masalah Perilaku Anak
Alasan terjadinya masalah perilaku anak,
via dokumentasi webinar dan incollage 


Ada beberapa alasan mengapa terjadi peningkatan masalah perilaku anak saat pandemi, diantaranya :


1. Ruang gerak terbatas

Anak bisa ikut stress juga loh, karena biasanya anak bebas bermain di luar atau berinteraksi dengan teman di sekolah sekarang hanya bisa melakukan aktivitas di rumah.


2. Sulit mendapat pendidikan berkualitas

Keterbatasan metode pengajaran secara daring atau PJJ ternyata bisa jadi pemicu masalah perilaku anak. Anak yang biasanya belajar tatap muka dengan gurunya, berinteraksi dengan teman-teman, sekarang hanya bisa stay at home saat belajar. Tidak semua anak bisa memahami materi yang disampaikan saat pembelajaran daring. 


Baca juga : Permasalahan PJJ dan PTM, Refleksi Pendidikan Indonesia


3. Orang tua sibuk dengan masalah masing-masing

Orang tua yang work from home atau WFH pun meski ada di rumah, ternyata disibukkan dengan aktivitasnya sendiri sehingga anak merasa kekurangan perhatian orang tua. Tak hanya orang tua yang WFH, terkadang di rumah pun aktivitas IRT terasa engga ada habisnya, apalagi buat para istri yang menghandle semua pekerjaan rumah tanpa asisten, pasti berasa banget sibuknya.


4. Kondisi psikologis anak tidak stabil

Seperti halnya dewasa, pandemi juga bisa membuat kondisi psikologis anak merasa tidak stabil. Untuk orang tua yang tak bisa sepenuhnya menemani anak, anak bisa mengalami frustasi. 


Saat inilah gadget muncul untuk menawarkan solusi karena menawarkan win-win solution, karena anak bisa tenang dan Ibu pun senang. Ibu juga engga selamanya bisa menemani anak setiap saat, karena punya hal yang harus dikerjakan di rumah atau punya kerjaan di kantor.


Sebenarnya gadget ini punya dampak positif juga, misalnya anak bisa belajar banyak hal melalui gadget, bisa mendapatkan hiburan agar tidak merasa bosan dengan aktivitas sehari-hari saat pandemi, akan tetapi dampak negatifnya juga cukup banyak.


Efek buruk gadget bagi anak adalah jika tidak bisa mengatur durasi bermain, anak bisa kecanduan dan terpapar radiasi blue light dari smartphone.


Selain itu, dampak negatif gadget bisa menimbulkan masalah kesehatan fisik seperti terlambat bicara, masalah atensi dan konsentrasi, serta masalah perilaku yang menyebabkan kualitas kelekatan orang tua dan anak menjadi buruk.


Masalah penggunaan gadget ini memang harus ada batasan dari orang tua. Perlu ketegasan mengenai screen time atau waktu anak bermain dengan handpphone. Orang tua perlu mengawasi secara ketat masalah pemakaian gadget bagi anak.



Mengasah kreativitas anak bersama Faber Castell Art Series


Kreasi bersama Faber Castell
Membuat Glow In The Dark Clock,
via dokumentasi pribadi


Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan gagasan atau karya baru, berbeda dari yang pernah ada. Orang yang kreatif biasanya mampu memaknai masalah dengan cara unik.


Kreativitas ini bisa dikembangkan, loh, Sahabat Catatan Leannie. Semua orang bisa menjadi kreatif dengan cara diasah. Ada beberapa aktivitas seru yang dapat mengasah kreativitas anak, diantaranya :


a. Permainan sederhana atau Alternate Use Task

Permainan sederhana ini bisa menerapkan Brain Storming dengan cara mengajak anak bermain tebak-tebakan. Hal ini bisa mengajak anak untuk berpikir kreatif. Misalnya dengan bertanya pada anak manfaat barang, jenis buah-buahan atau hewan dari huruf tertentu. Permainan sederhana seperti ini seru juga ternyata.


b. Aktivitas Guided Fantasy

Metode ini dapat dilakukan dengan membacakan buku cerita anak. Biasanya untuk anak usia sekolah sudah diperkenalkan buku tanpa gambar.


c. Open Ended Toys

Open ended toys ini menawarkan cara bermain seperti bermain barbie, mobil-mobilan atau lego.


d. Exposure to Art Activities

Exposure to Art Activities ini  adalah aktivitas terkait seni misalnya seperti melukis atau menggambar. Contohnya membuat Creative Art Series dari Faber Castell.


Nah, makanya meski di rumah aja saat pandemi, anak bisa diajak melakukan hal positif yang dapat mengasah kreativitasnya dan mengalihkan perhatian anak dari gadget. Senang sekali Faber Castell Art Series, Glow in The Dark Clock  memfasilitasi kegiatan seru dan bermanfaat seperti ini.


Anak saya senang sekali saat melihat paket dari Faber Castell. Dia ingin segera membuat jam dinding yang bisa menyala dalam gelap. Antusiasme anak cukup besar saat dia bisa berkreasi bareng ayah dan ibunya membuat Glow in The Dark Clock dari Faber Castell. 



Glow in The Dark Clock dari Faber Castell Art Series


Faber Castell Art Series II,
Faber Castell Art Series II,
via fabercastell.co.id

Untuk membuat Glow in the Dark Clock, siapkan alat dan bahan yang sudah tersedia di dalam kotak Faber Castell Art Series. Alat dan bahannya adalah :


a. UHU All Purpose 20 ml

b. Acrylic Glitter Silver 30 ml

c. Grip brush

d. Pola siluet

e. Papan MDF

f. Mesin dan jarum jam

g. Bubuk Glow in the Dark


Cara membuat Glow in The Dark Clock


Untuk membuat jam dinding yang menyala dalam gelap atau Glow in The Dark Clock, begini caranya:


1. Campurkan Acrylic Glitter dengan bubuk Glow in The Dark pada sebuah wadah.


Campuran Acrylic Glitter
Campuran Acrylic Glitter dan bubuk Glow in the Dark ,
via dokumentasi pribadi


2. Memberi warna papan jam atau MDF dengan Acrylic Glitter dan bubuk Glow in The Dark.


Mengecat warna untuk jam
Mengecat warna untuk jam,
via dokumentasi pribadi


3. Tempelkan pola frame jam pada papan MDF yang sudah diberi warna


Menempel pola frame
Menempel pola frame,
via dokumentasi pribadi


4. Tempelkan pola untuk membentuk siluet hewan. Bisa dilihat dari petunjuk penempelan pola.


Menempel pola siluet hewan
Menempel pola siluet hewan,
via dokumentasi pribadi


5. Tempelkan juga pola untuk membentuk siluet tumbuhan


Menempel pola siluet tumbuhan
Menempel pola siluet tumbuhan,
via dokumentasi pribadi


6. Pasangkan mesin dan jarum jamnya


Memasang jarum jam
Memasang jarum jam,
via dokumentasi pribadi


7. Pasang baterai jam, akhirnya jam dinding ini siap digunakan.


Memasang baterai jam
Memasang baterai jam,
via dokumentasi pribadi


Gimana, seru bukan bikin kreasi bareng keluarga lewat Faber Castell Art Series? Kegiatan ini ternyata bermanfaat banget saat pandemi. Seneng banget pokoknya anakku saat bikin jam dinding ini. Dia juga excited banget begitu tahu kalau jamnya bisa menyala dalam gelap atau glow in the dark.



Manfaat membuat kreasi anak dari Faber Castell Art Series


Manfaat membuat kreasi anak
Manfaat membuat kreasi anak,
via dokumentasi pribadi


Manfaat apa aja sih yang didapatkan dari kegiatan seperti ini? Inilah manfaat berkreasi membuat Glow in The Dark Clock bersama Faber Castell


a. Melatih motorik halus

Berkreasi dan membuat karya bersama anak  salah satu tujuannya adalah melatih motorik halus anak. Ternyata bukan hanya bermanfaat untuk anak usia dini saja tetapi untuk anak usia sekolah juga bisa. Dari aktivitas mengecat tersebut, sebenarnya bisa melatih keterampilan dan kekuatan tenaga tangan.


b. Mempererat bonding

Dengan membuat proyek bersama, seperti membuat jam dinding seperti ini orang tua dan anak bisa meningkatkan kedekatan atau bonding diantara keduanya. Hal ini bisa meningkatkan self confident anak. Jangan lupa memberi apresiasi atas apa yang bisa dilakukan anak.


c. Anak dapat mengekspresikan emosinya

Peran orang tua sangat penting bagi anak, berilah anak kebebasan untuk mengekspresikan emosinya karena kemampuan mengelola emosi ini adalah bagian dari soft skill. Kemampuan atau soft skill ini penting banget di era digital seperti sekarang ini.



Tips  bagi orang tua untuk mengasah kreativitas anak 


Tips mengasah kreativitas anak
Tips Mengasah kreativitas anak,
via freepik.com/@rawpixel


Sebagai orang tua perlu menghargai proses belajar anak. Orang tua juga merupakan support system terbesar bagi anak. Beberapa tips di bawah ini perlu diperhatikan oleh orang tua, diantaranya :


1. Berikan kesempatan pada anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. 

Berilah waktu bagi anak dalam proses belajarnya karena semuanya tidak ada yang instan.


2. Memberikan ruang khusus bagi anak untuk berkreasi

Sebenarnya anak perlu ruang tersendiri untuk berkreasi, orang tua hanya perlu mengarahkan saja.  


3. Orang tua perlu belajar untuk tidak terlalu campur tangan

Orang tua memberikan kesempatan pada anak untuk berkreativitas.Jangan sampai memastikan imajinasi anak dengan memberi apresiasi pada anak.


4. Orang tua perlu menjadi role model atau memberikan contoh nyata bagi anak

Anak perlu diajarkan disiplin lewat orang tua. Sebagai orang tua perlu membatasi screen time gadget, usahakan anak tidak banyak terpapar gadget sepulang sekolah. Cobalah mencari aktivitas pengganti lainnya. Dengan adanya Faber Castell Art Series bisa menjadi pengalih perhatian anak dari gadget. 


5. Berikan anak sudut pandang yang berbeda

Untuk memperkaya sudut pandang anak, cobalah membacakan buku untuk anak atau berdiskusi dengan melihat keadaan sekitar. Berikan informasi dengan apa yang bisa dilihat anak. Hal ini bisa menjadi bekal atau mengasah kreativitas anak. 


Mengasah kreativitas dan soft skill anak itu penting buat mereka agar di masa depan anak mampu berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Orang tua berperan penting untuk mendukung dan menumbuhkan kreativitas serta menemukan potensi terbaik serta bakat anak.


Baca juga : Kunci Sukses Memaksimalkan Potensi dan Bakat Anak


Jika ingin ikut berkreasi membuat Glow in The Dark Clock dari Faber Castell Art Series ini bisa dipesan di marketplace seperti Tokopedia atau Shopee.


Inilah keseruan mengikuti webinar parenting tentang mengasah softskill dan keativitas anak di era digital serta berkreasi bersama Faber Castell Art Series, Glow in the Dark Clock. Setiap anak itu unik dan pasti punya kelebihan masing-masing. Orang tua perlu menghargai apa yang ada pada diri anak dan memaksimalkan potensinya. Setuju atau engga, nih,  Sahabat Catatan Leannie?



Salam,







Jelajah Luar Angkasa, Petualangan Seru Menemukan Planet Mochi bersama Paddle Pop

Liburan seru ke Planet Mochi
Liburan seru ke Planet Mochi,
via Canva


Yuk, jelajah luar angkasa dengan Paddle pop, Kita liburan bersama ke Planet Mochi. Siapa yang tahu keberadaan Planet ini? Kalian akan merasakan petualangan seru menemukan Planet Mochi bareng Kak Nana Mirdad, Mungilmu, dan Paddle Pop. Meski di rumah aja, liburan jadi lebih bermakna dengan aktivitas menyenangkan seperti belajar sambil bermain.


Anak saya berusia 5 tahun. Memang anak seumuran ini lebih senang bermain. Sayangnya saat pandemi, aktivitas bermain di luar saya batasi. Hal ini menjadi bentuk kepedulian dan rasa sayang terhadap anak. Jangan lupa melaksanakan 5M sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga. Semoga pandemi ini segera berlalu. Hal ini pasti jadi harapan semua orang.



Manfaat belajar sambil bermain bagi anak usia dini


Bermain sambil belajar
Belajar sambil bermain,
dokumentasi pribadi


Menghadapi permasalahan PJJ anak, terutama anak usia dini ketika pandemi, mereka cepat sekali merasa bosan dan ingin mengalihkan fokusnya ke hal yang ia suka, contohnya bermain. 


Kadang saat ditelpon gurunya, anakku udah engga bisa fokus. Biasanya dia milih beranjak dari tempat duduknya. Lari-larian lalu mengambil mainan yang dia sukai, misalnya mobil-mobilan. Setelah itu, biasanya gurunya udah paham kalau anak merasa bosan dan akhirnya ngajak main juga.


Baca juga : Permasalahan PJJ dan PTM, sebuah refleksi pendidikan di Indonesia


Memang kalau soal belajar bagi anak usia dini, jangan dipaksakan. Buatlah suasana yang menyenangkan bagi anak, kalau anak ingin main, ya biarkan dia bermain. Begitu yang saya amati saat menemani anak belajar.


Nah, ada yang tahu engga apa manfaat bermain sambil belajar bagi anak usia dini? Ternyata main sambil belajar itu banyak manfaatnya, loh, Sahabat Catatan Leannie. 


Berdasarkan laman Ruang Guru PAUD Kemdikbud RI, ada 5 manfaat bermain untuk anak usia dini, diantaranya :


1. Anak dapat mengenali perasaannya

Saat anak dapat mengenali perasaannya, hal ini berpengaruh terhadap perkembangan emosinya. Saat bermain, anak mampu menunjukkan ekspresinya, menerima dan mengatasi masalah dengan cara yang positif. Dari bermain, anak dapat mengenal dirinya dan pola perilakunya ikut berkembang menjadi lebih baik.


2. Anak dapat mengenal orang lain

Bermain juga memberi manfaat untuk perkembangan sosial anak saat menunggu giliran bermain,saling membantu, bekerja sama dan berbagi dengan anak yang lain. Selain itu, anak juga belajar bersosialisasi, berempati dengan orang lain, dan berkurangnya sifat egosentrisme.


3. Pengenalan berbagai gerak untuk anak

Saat bermain, ternyata dapat membantu memaksimalkan perkembangan fisik seperti koordinasi mata-tangan atau mata-kaki lewat menggambar, menulis, menendang bola, selain itu belajar juga dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar, motorik halus, manajemen serta kontrol tubuh.


4. Meningkatkan komunikasi atau kemampuan berbahasa bagi anak

Saat bermain, anak secara tidak langsung belajar mengenai kemampuan berbahasa, memperluas kosa kata dan mengembangkan daya penerimaan mereka.  Melalui komunikasi, anak juga dapat berinteraksi dengan anak lainnya dan dengan orang dewasa secara spontan.


5. Meningkatkan keterampilan berpikir

Bermain dapat meningkatkan keterampilan berpikir sebagai salah satu aspek kognitif anak. Selama bermain, anak mendapatkan pengalaman baru, dapat mengolah alat dan bahan menjadi hal yang menarik untuk mereka, anak juga akan menemukan dunia mereka. Anak akan belajar memahami diri sendiri, orang lain dan juga lingkungan.


Nah, ternyata bermain itu punya banyak manfaat buat anak usia dini. Alangkah Senangnya anak jika saat belajar bisa sambil bermain, seperti saat anak saya mengikuti liburan seru ke Planet Mochi bareng Paddle Pop.



Liburan ke Planet Mochi bersama Paddle Pop, Nana Mirdad, dan Mungilmu


Liburan ke Planet Mochi
Liburan ke Planet Mochi bareng Nana Mirdad, via Instagram.com/@paddlepop.idn


Anak saya yang berusia lima tahun excited banget ketika tahu akan liburan bareng ke Planet Mochi. Nah, tanggal 10 Juli 2021, Dzaky bareng Kak Nana Mirdad, Ibu guru dari Mungilmu, dan Paddle Pop ikut acara liburan ke Planet Mochi. 


Liburan virtual ke Planet Mochi
Liburan seru bareng Paddle Pop, Nana Mirdad, dan mungilmu; via Photochollage


Sebelumnya persiapkan dahulu alat dan bahan, ya, Mom's. Alat dan bahannya saya sesuaikan dengan yang ada di rumah, karena lagi membatasi aktivitas ke luar rumah. Saya menyediakan kertas karton berwarna biru, spidol, gunting, lem atau perekat, sedotan, meses warna warni dan untuk piring kertas, saya ganti piring keramik berwarna putih yang ada di rumah. Satu lagi, jangan lupa download aplikasi Asemblr.


Saya juga menyiapkan  printable dari Paddle Pop sebagai pendukungnya, seperti gambar berbagai planet, roket, astronot Paddle pop, dan lainnya. Soalnya nanti Kita akan bermain sambil belajar bersama Paddle Pop, Keluarga Kak Nana Mirdad dan Ibu guru dari mungilmu. Dzaky senang sekali ketika membuat Playmate Galaxy, roket dari sedotan dan menghias planet Mochi.


Aktivitas liburan ke Planet Mochi
Aktivitas seru liburan ke Planet Mochi, 
via intruksi permainan Mungilmu dan Paddle Pop


Jelajah luar angkasa, petualangan seru ke Planet Uranus


Petualangan ke Planet Uranus
Petualangan ke Planet Uranus,
via intruksi permainan Mungilmu dan Paddle Pop


Melalui Playmate Galaxy yang Kami buat bersama, Dzaky excited banget ketika mengetahui tentang keberadaan tata surya dan planet-planetnya. Dia bertanya tentang planet tempat tinggal Kita sekarang. Akhirnya dia tahu tentang letak planet Bumi.  


Bermain Playmate Galaxy
Dzaky bermain Playmate Galaxy,
dokumentasi pribadi


Dia juga memperhatikan salah satu planet yang punya keunikan tersendiri karena planetnya bercincin. Yups, inilah Planet Saturnus. Dzaky kemudian tertarik juga melihat bintang dan astronot Paddle Pop.


Bermain peran jadi astronot
Dzaky berperan sebagai astronot,
dokumentasi pribadi


Dzaky senang bermain roket, ceritanya dia lagi jadi astronot dan sedang bertualang ke luar angkasa. Roketnya ditiup, biar bisa menjelajah luar angkasa dan menuju Planet Mochi. 


Bermain roket dari sedotan
Bermain roket dari sedotan,
dokumentasi pribadi

Menjadi seorang Astronot adalah hal yang menyenangkan buat Dzaky. Bermain peran bermanfaat untuk meningkatkan daya imajinasi anak, karena hal ini dapat membuat anak menjadi kreatif dalam berpikir atau bertindak.


Selain itu, bermain peran dapat meningkatkan kemampuan afektif anak seperti, minat dan motivasi belajar, dan kemampuan berkomunikasi, berinteraksi serta bersosialisasi.


Baca juga : Anak aktif tanda sehat, senangny menemani aktivitas outdoor anak


Melihat eskrim Paddle Pop Mochi, Dzaky bertanya tentang keberadaan Planet Mochi. Dia melihat Playmate Galaxy kembali. Di sini ada planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Saturnus, dan Neptunus. Jadi, Planet Mochi ada di mana, ya? 


Ada yang tahu di mana keberadaan Planet Mochi? Yuk, cari tahu tentang keberadaan planet Mochi melalui petunjuk ini. Dari Aplikasi Asemblr bisa Kita ketahui tentang Planet Mochi.  Ada 7 Fakta Planet Mochi yang perlu diketahui, simak, yuk!


1. Planet Mochi berasal dari dewa langit Yunani,

Merkurius
Planet Merkurius

Ternyata Planet Mochi bukan planet Merkurius. Planet Mochi diberi nama dari Dewa Langit Yunani. Jadi, di mana Planet Mochi berada?

2. Planet Mochi itu Planet ketujuh dari matahari,

Venus
Planet Venus

Planet Venus pun bukan Planet Mochi. Planet Mochi itu planet ketujuh dari Matahari, sedangkan Venus adalah planet kedua dari Matahari. Yuk, Kita cari tahu lagi letak Planet Mochi!

3. Planet Mochi punya 27 satelit alam,

Bumi
Planet Bumi

Bumi bukan planet Mochi. Ini adalah planet tempat Kita tinggal. Planet Bumi hanya punya satu satelit yaitu Bulan, sedangkan Planet Mochi punya 27 satelit alam.

4. Planet Mochi itu dingin, 

Mars
Planet Mars

Mars juga bukan Planet Mochi karena Planet Mochi itu dingin, berbeda dengan Planet Mars.

5. Planet Mochi ditemukan pada tahun 1781 oleh Astronomer William Herschel,

Jupiter
Planet Jupiter

Jupiter juga bukan Planet Mochi, Jupiter itu planet terbesar dalam tata surya.  Ternyata Astronomer William Herschel menemukan Planet Mochi pada tahun 1781.

6. Planet Mochi itu berwarna biru,

Saturnus
Planet Saturnus

Saturnus punya keunikan berupa cincin. Saturnus juga bukan Planet Mochi, karena Planet Mochi itu berwarna biru.

7. Bersama planet Neptunus disebut raksasa es. 

Neptunus
Planet Neptunus

Neptunus juga bukan Planet Mochi, meski mendapat julukan sama sebagai "Raksasa Es."


Nah, dari ketujuh petunjuk di atas, ada salah satu planet yang belum di sebutkan dalam tata surya Kita, Galaxy Bima Sakti. Betul, Planet Uranus jawabannya.  


Nah, ternyata Planet Mochi adalah Planet Uranus. Yeah, akhirnya Kita tahu tentang keberadaan Planet Mochi. Planet Mochi itu adalah Planet ketujuh dari tata surya.


Planet Mochi adalah Uranus
Planet Uranus adalah Planet Mochi


Setelah menjelalah luar angkasa bersama singa Paddle Pop saatnya Kita pulang ke Bumi dan pesta bersama Paddle Pop Mochi.  


Gimana, nih, caranya pulang ke Bumi? Oh, iya, Kita pakai roket dari Paddle Pop Mochi aja, yuk! Mudah, kok, buatnya. Sekalian Kita hias Paddle Pop Mochi ya. Tinggal ditumpuk 2-3 Paddle Pop Mochi beri penutup segitiga dari printable yang sudah disiapkan sebelumnya.


Pulang ke Bumi
Hore ... akhirnya pulang ke Bumi


Sekarang saatnya menghias Paddle Pop mochi pada sebuah piring dan di sekelilingnya ditaburi meses warna warni. Di sisi piring, tambahkan printable gambar-gambar yang ada. 


Menghias Paddle Pop Mochi
Menghias Paddle Pop Mochi,
dokumentasi pribadi


Dzaky cukup semangat menghias paddle pop mochi. Jangan tanya endingnya, eskrim Paddle Pop habis tak bersisa.


Dia bilang, "Besok mau lagi, beliin, ya, Ma!"

"Buat anak apa sih yang engga buat Kamu, Nak."


Menyenangkan sekali bisa menemani anak bermain, sekaligus mengenalkan sains juga. Dzaky bilang pengen liburan ke luar angkasa, mau pergi ke Planet Mochi ajak kedua orangtuanya. Wah, makasih banget, Nak, mau ngajakin Mama. 


Baca juga : Anak aktif tanda sehat 


Menemani anak bermain dan belajar
Menemani anak bermain sambil belajar, dokumentasi pribadi


Kali ini Mama yang nemenin Kamu bermain. Saat waktu berganti, mungkin giliran Mama yang ingin ditemani Dzaky di hari tua nanti. 



Paddle Pop Mochi, camilan terbaik anak Indonesia


Paddle Pop Mochi
Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla, 
via instagram.com/@paddlepop.idn

Paddle Pop Mochi jadi camilan terbaik untuk anak Indonesia karena kandungan dan nutrisinya disesuaikan dengan kebutuhan asupan harian anak menurut WHO.


Kandungan nutrisi Paddle Pop Mochi terdiri dari 6 gr gula, 90 kkal, dan 1,5 gr lemak jenuh. Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla terbuat dari bahan piihan berkualitas dan mengandung susu juga. 


Lapisan mochi yang kenyal, ditambah perpaduan es krim chocolate dan rasa vanilla yang creamy banget di dalamnya jadi kesukaan anak saya. Begitu tahu saya mau pergi ke Supermarket, dia titip pesen dibeliin Paddle Pop Mochi.


Selain mengandung kebaikan susu, Paddle Pop Mochi juga tanpa pengawet, loh, Sahabat Catatan Leannie. Nah, ini yang bikin Paddle Pop Mochi jadi camilan terbaik buat anak Indonesia. 


Seru banget kan, liburan bareng Paddle Pop meski di rumah aja. Rasakan keseruan jelajah luar angkasa dan bertualang ke Planet Mochi atau Planet Uranus bersama Paddle Pop, Kak Nana Mirdad dan Ibu guru dari Mungilmu. Mom's, yuk, cerita juga tentang keseruan liburan bareng anak di rumah!



Salam, 





Permasalahan PJJ dan PTM saat Pandemi, Sebuah Refleksi Pendidikan di Indonesia

 

Refleksi Pendidikan Indonesia
Refleksi Pendidikan Indonesia, antara PJJ dan PTM, via Canva



Permasalahan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan wacana PTM (Pembelajaran Tatap Muka) selama pandemi, menjadi sebuah refleksi pendidikan di Indonesia. 


PJJ dan PTM ini ternyata masih harus dievaluasi. Butuh dukungan berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini agar pendidikan anak di Indonesia menjadi lebih baik.


Sebagai orang tua, saya pun merasakan betapa pembelajaran daring atau PJJ ini banyak sekali tantangannya, hal ini berpengaruh terhadap faktor psikologis anak dan orang tua. Anak cepat merasa bosan dan orang tua kadang tidak sesabar guru untuk mengajarkan anaknya. 



Paradigma Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) saat pandemi


Paradigma PJJ
Paradigma Pembelajaran Jarak Jauh,
via Photocollage


Pada tanggal 05 Juni 2021, saya berkesempatan mengikuti webinar "Refleksi Pendidikan di Indonesia, antara PJJ dan PTM yang diselenggarakan oleh Faber Castell.


Webinar Faber Castell
Mengikuti webinar Faber Castell,
via Photocollage


Webinar pendidikan ini menghadirkan narasumber Ibu Saufi Sauniawati sebagai pemerhati pendidikan, Christian Herawan sebagai Product Manager PT Faber Castell International Indonesia dipandu oleh Andri Kurniawan sebagai Public Relations Manager Faber Castell.



Webinar Faber Castell
Narsum dan Host webinar,
via Photocollage


Masalah saat pembelajaran daring ini saya alami juga, anak saya masih berusia 4-5 tahun saat PJJ kemarin. 


Sebagai orang tua yang mendampingi anak belajar, saya melihat anak mudah sekali bosan, ingin bermain bahkan ketika di telepon gurunya anak saya malah lari-larian, pernah dia enggak mau disuruh belajar malah sembunyi di bawah meja. 


Saya hanya bisa mengelus dada kalau udah begini. Ya sudahlah namanya juga anak usia segitu, pasti masih seneng main juga dibandingkan harus duduk serius belajar.


Baca juga : Realitas stay at home dan social distancing

 


Masalah Pembelajaran Jarak Jauh



Masalah saat pembelajaran online ini dialami juga oleh guru, selain anak dan orang tua tentunya.


Jadi, anak, orang tua, dan guru sama-sama punya tantangan saat menjalankan pembelajaran secara daring. Masalah saat PJJ diantaranya :


a. Tidak semua punya ponsel cerdas atau smartphone

b. Jika sudah ada smartphone, harus ada paket internet

c. Orang tua harus secara intensif membantu proses belajar daring dari rumah

d. Anak sudah bosan belajar secara daring

e. Kurikulum dinilai belum cukup mendukung PJJ



Kendala KBM Daring


Pembelajaran Jarak Jauh atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring ini punya berbagai kendala, diantaranya :

 

a. Kesulitan mengakses sinyal di pelosok

b. Fasilitas gadget yang dimiliki siswa tidak sama

c. Masih banyak siswa yang hanya punya handphone biasa yang tidak bisa mendukung belajar daring

c. Keterbatasan kuota internet

d. Beban biaya yang memberatkan

e. Makin boros karena orang tua harus mengisi kuota per bulan

f. Materi pelajaran yang disampaikan guru kurang bisa diterima 



Dampak Pembelajaran Jarak Jauh


Pembelajaran daring atau PJJ punya dampak terhadap siswa, guru, dan orang tua, diantaranya :


a. Komunikasi siswa dan guru terbatas jarak

b. Siswa kesulitan menangkap isi materi setiap pelajaran

c. Pengawasan lemah bila belajar daring di rumah


Untuk anak usia dini seperti anak saya, kadang perlu referensi soal parenting buat memantau pendidikan anak.


Baca juga : Rekomendasi website parenting terbaik ala Catatan Leannie



Masalah yang dihadapi anak, orang tua dan guru selama PJJ



Masalah saat PJJ,
via Photocollage


Jika menggali lebih dalam tentang refleksi pendidikan di Indonesia apa sih masalah selama PJJ itu? Masalah PJJ ini berkaitan dengan anak, orang tua dan guru.


Masalah anak  saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh, diantaranya :


a. Lemahnya motivasi belajar

b. Pembagian tugas berat karena berbeda pandangan antara guru dengan orang tua

c. Kemampuan anak menggunakan perangkat pembelajaran minim

d. distorsi permainan online ketika memegang gadget

e. Paradigma tidak pergi ke sekolah adalah libur masih tertanam pada siswa

f. kurangnya sosialisasi sehingga membuat pembelajaran terasa berat


Tidak hanya anak yang mengalami masalah saat PJJ, ternyata orang tua pun mengalami hal yang sama. 


Terkadang lebih baik mengerjakan perkrjaan rumah tangga seperti nyuci, masak dibandingkan menemani anak belajar. Ada yang berpendapat seperti ini juga, sih. Pusing katanya berasa ikut belajar dan ngerjain tugas juga bareng anak.


Masalah orang tua saat menemani belajar anak selama pandemi, yaitu :


a. Orang tua terkendala dalam penyiapan fasilitas

b. Belum mengetahui secara rinci mengenai platform dan troubleshooting

c. Kendala perilaku anak

d. Perbedaan pola target pembelajaran guru dan orang tua

e. Belum dapat menjadi motivator


Sedangkan masalah  guru yang saat melakukan pembelajaran daring, diantaranya :


a. Fungsi dan pola pemberian materi berbagai platform

b. Belum memahami troubleshouting 

c. Belum bisa menciptakan bonding saat PJJ

d. Kreativitas guru yang beragam

e. Pembelajaran belum menarik dan menyenangkan


Begitu kompleksnya masalah yang dialami saat pembelajaran daring. Perlu ada sinergi antara orang tua, anak sebagai siswa dan guru agar pembelajaran jarak jauh ini dapat berjalan lancar.



Peran orang tua, guru, dan siswa dalam mendukung pembelajaran Jarak Jauh



Peran orang tua, guru, dan anak saat PJJ,
via Photocollage



Baik orang tua, guru, dan siswa punya peran tersendiri dalam mendukung pembelajaran daring.

1. Orang tua

Orang tua berperan sebagai pembimbing, pengawas, motivator, dan fasilitator. Tak hanya menyediakan fasilitas belajar memadai tapi ikut menemani, mengawasi, membimbing, dan memberikan motivasi belajar pada anak 


2. Guru atau wali kelas

Guru atau wali kelas berperan sebagai akademik, yaitu membuat materi bahan ajar yang kreatif, selain itu guru juga berperan sebagai guru pamong, pengawas dan motivator.


3. Siswa

Siswa diharapkan dapat menjadi siswa yang inovatif, inquiry dan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik.


Baik orang tua, guru, dan siswa diharapkan mampu bersinergi agar pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh dapat berjalan dengan maksimal. 


Ada dua indikator mutu pendidikan yang menjadi sorotan sehingga terbentuk sinergi adalah standar penilaian dan standar proses.


Aturan Tentang Pembelajaran Tatap Muka


Menurut Nadiem, pembelajaran tatap muka sudah diperbolehkan sejak Januari 2021. Sekolah yang sudah divaksin wajib mengikuti kelas tatap muka secara terbatas. Pembelajaran tatap muka terbatas adalah kombinasi antara PJJ dan PTM.


Pembelajaran tatap muka maksimal 50 % dari jumlah siswa per kelas. Selain itu orang tua juga diberikan pilihan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran tatap muka terbatas. Pelaksanaan PTM wajib mematuhi protokol kesehatan.


Hal yang harus dipersiapkan orang tua dan anak saat PJJ dan PTM


Tips untuk orang tua dan anak saat PTM
Tips orang tua dan anak saat PTM,
via Photocollage


Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan orang tua dan anak dalam penyelenggaran PJJ dan PTM, diantaranya :


a. Carilah aturan tatap muka terbatas di daerahmu

b. Mulai mendisiplinkan kembali jam tidur dan jam bangun anak

c. Orang tua masih tetap harus mengawasi dan memfasilitasi kebutuhan anak saat PJJ

d. Ajarkan protokol kesehatan pada anak seperti tidak meminta makanan atau minuman bekas teman, jangan berpelukan, dan jangan bergantian masker.


Diharapkan orang tua mampu memberikan pemahaman di atas terutama bagi anak yang masih berusia dini.


Sistem Evaluasi Pembelajaran


Sebelum pandemi, selalu dilakukan sistem evaluasi dalam kegiatan belajar mengajar. Begitu pula dengan evaluasi saat PJJ atau pembelajaran daring. Sistem belajar evaluasi pembelajaran secara daring ini dilakukan secara harian, praktik, dan ujian.


Sistem evaluasi harian terdiri dari pengerjaan LKPD atau LKS dan pemberian tugas pasca meet (luring). Sedangkan sistem evaluasi praktik terdiri dari video, foto langkah pengerjaan, dan voice note. Terakhir, sistem evaluasi pembelajaran lewat ujian, yaitu lembar kerja dan aplikasi pengerjaan soal.


Sistem evaluasi pembelajaran
Contoh evaluasi pembelajaran daring,
via Photocollage


Menurut Ibu Saufi, satu permasalahan lagi terkait sistem pembelajaran daring, kadang orang tua kerepotan untuk mengeprint materi belajar anak, hal ini tidak akan terjadi jika materi evaluasi atau tugas pembelajaran dikerjakan langsung pada gawai masing-masing.



Paket Belajar Online Faber Castell


Paket Belajar Online Faber Castell,
via dokumentasi pribadi


Wacana Bulan Juli dilakukan PTM atau Pembelajaran Tatap Muka kemungkinan dipending lagi karena di tempat tinggal saya sudah diterapkan sebagai zona merah.


Sepertinya metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih akan berlanjut lebih lama. Kasihan juga, sih, padahal anak saya sudah bersemangat untuk masuk ke TK.


Berbicara tentang refleksi Pendidikan Indonesia, baik itu PJJ dan PTM memang perlu dievaluasi. Banyak sekali masalah yang terjadi saat PJJ. 


Salah satu masalah saat PJJ adalah media pendukung pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran secara online, diantaranya komputer atau laptop, printer dan alat tulis.


Media Pembelajaran Anak
Media Pembelajaran Anak,
via Photocollage


Bicara tentang salah satu media pendukung anak sekolah, saya punya produk favorit sejak dulu yaitu Faber Castell.  Saya akan ulas sekilas tentang Sejarah Faber Castell ini.


Faber Castell, sebuah perusahaan keluarga yang berdiri sejak tahun 1761 di Stein, Jerman. Pendirinya adalah Kaspar Fabel. Faber Castell masih berdiri hingga generasi ke-9 saat ini.


Lokasi produksi berada di 9 negara, dengan kantor pemasaran di 23 negara. Telah dipasarkan lebih dari 120 negara di dunia.


Faber Castell juga memiliki keragaman produk yang memberikan kualitas terbaik untuk menulis, menggambar, desain kreatif, dan pensil kosmetik.


Isi Paket Belajar Online Faber Castell
Isi Paket Belajar Online Faber Castell,
via Photocollage


Faber Castell menghadirkan berbagai produk untuk Paket Belajar Online seperti pensil 2B, pulpen, rautan, penghapus, pencase, dan stylus. Salah satu inovasi untuk mendukung pembelajaran online adalah Stylus. 


Penggunaan Stylus
Penggunaan Stylus, 
via Photocollage


Stylus ini bermanfaat untuk browsing, menulis, dan doodle di gadget. Super praktis pokoknya dan membantu banget dalam proses pembelajaran online di rumah.




Penggunaan Stylus di Hp Android,
via Photocollage


Bukan cuman buat anak aja, untuk profesi lain seperti guru, penulis, editor, bahkan illustrator juga pastinya akan terbantu dengan adanya Stylus. 


Penggunaan Stylus Faber Castell,
via Photocollage


Permasalahan PJJ dan PTM selama pandemi menjadi sebuah refleksi pendidikan di Indonesia.  Buat Sahabat Catatan Leannie, yuk sharing tentang permasalahan selama mendampingi anak belajar daring dan ceritakan bagaimana solusinya!


Mengenai paket belajar online dari Faber Castell, informasi lebih lanjut, dapat di akses melalui website www.faber-castell.co.id



Salam,