Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Permasalahan PJJ dan PTM saat Pandemi, Sebuah Refleksi Pendidikan di Indonesia

 

Refleksi Pendidikan Indonesia, antara PJJ dan PTM

Refleksi Pendidikan Indonesia,
 antara PJJ dan PTM


Permasalahan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan wacana PTM (Pembelajaran Tatap Muka) selama pandemi, menjadi sebuah refleksi pendidikan di Indonesia. 


PJJ dan PTM ini ternyata masih harus dievaluasi. Butuh dukungan berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini agar pendidikan anak di Indonesia menjadi lebih baik.


Sebagai orang tua, saya pun merasakan betapa pembelajaran daring atau PJJ ini banyak sekali tantangannya, hal ini berpengaruh terhadap faktor psikologis anak dan orang tua. Anak cepat merasa bosan dan orang tua kadang tidak sesabar guru untuk mengajarkan anaknya. 



Paradigma Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) saat pandemi


Paradigma PJJ
Paradigma Pembelajaran Jarak Jauh,
via Photocollage


Pada tanggal 05 Juni 2021, saya berkesempatan mengikuti webinar "Refleksi Pendidikan di Indonesia, antara PJJ dan PTM yang diselenggarakan oleh Faber Castell.


Webinar Faber Castell
Mengikuti webinar Faber Castell,
via Photocollage


Webinar pendidikan ini menghadirkan narasumber Ibu Saufi Sauniawati sebagai pemerhati pendidikan, Christian Herawan sebagai Product Manager PT Faber Castell International Indonesia dipandu oleh Andri Kurniawan sebagai Public Relations Manager Faber Castell.



Webinar Faber Castell
Narsum dan Host webinar,
via Photocollage


Masalah saat pembelajaran daring ini saya alami juga, anak saya masih berusia 4-5 tahun saat PJJ kemarin. 


Sebagai orang tua yang mendampingi anak belajar, saya melihat anak mudah sekali bosan, ingin bermain bahkan ketika di telepon gurunya anak saya malah lari-larian, pernah dia enggak mau disuruh belajar malah sembunyi di bawah meja. 


Saya hanya bisa mengelus dada kalau udah begini. Ya sudahlah namanya juga anak usia segitu, pasti masih seneng main juga dibandingkan harus duduk serius belajar.


Baca juga : Realitas stay at home dan social distancing

 


Masalah Pembelajaran Jarak Jauh



Masalah saat pembelajaran online ini dialami juga oleh guru, selain anak dan orang tua tentunya.


Jadi, anak, orang tua, dan guru sama-sama punya tantangan saat menjalankan pembelajaran secara daring. Masalah saat PJJ diantaranya :


a. Tidak semua punya ponsel cerdas atau smartphone

b. Jika sudah ada smartphone, harus ada paket internet

c. Orang tua harus secara intensif membantu proses belajar daring dari rumah

d. Anak sudah bosan belajar secara daring

e. Kurikulum dinilai belum cukup mendukung PJJ



Kendala KBM Daring


Pembelajaran Jarak Jauh atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring ini punya berbagai kendala, diantaranya :

 

a. Kesulitan mengakses sinyal di pelosok

b. Fasilitas gadget yang dimiliki siswa tidak sama

c. Masih banyak siswa yang hanya punya handphone biasa yang tidak bisa mendukung belajar daring

c. Keterbatasan kuota internet

d. Beban biaya yang memberatkan

e. Makin boros karena orang tua harus mengisi kuota per bulan

f. Materi pelajaran yang disampaikan guru kurang bisa diterima 



Dampak Pembelajaran Jarak Jauh


Pembelajaran daring atau PJJ punya dampak terhadap siswa, guru, dan orang tua, diantaranya :


a. Komunikasi siswa dan guru terbatas jarak

b. Siswa kesulitan menangkap isi materi setiap pelajaran

c. Pengawasan lemah bila belajar daring di rumah


Untuk anak usia dini seperti anak saya, kadang perlu referensi soal parenting buat memantau pendidikan anak.


Baca juga : Rekomendasi website parenting terbaik ala Catatan Leannie



Masalah yang dihadapi anak, orang tua dan guru selama PJJ



Masalah saat PJJ,
via Photocollage


Jika menggali lebih dalam tentang refleksi pendidikan di Indonesia apa sih masalah selama PJJ itu? Masalah PJJ ini berkaitan dengan anak, orang tua dan guru.


Masalah anak  saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh, diantaranya :


a. Lemahnya motivasi belajar

b. Pembagian tugas berat karena berbeda pandangan antara guru dengan orang tua

c. Kemampuan anak menggunakan perangkat pembelajaran minim

d. distorsi permainan online ketika memegang gadget

e. Paradigma tidak pergi ke sekolah adalah libur masih tertanam pada siswa

f. kurangnya sosialisasi sehingga membuat pembelajaran terasa berat


Tidak hanya anak yang mengalami masalah saat PJJ, ternyata orang tua pun mengalami hal yang sama. 


Terkadang lebih baik mengerjakan perkrjaan rumah tangga seperti nyuci, masak dibandingkan menemani anak belajar. Ada yang berpendapat seperti ini juga, sih. Pusing katanya berasa ikut belajar dan ngerjain tugas juga bareng anak.


Masalah orang tua saat menemani belajar anak selama pandemi, yaitu :


a. Orang tua terkendala dalam penyiapan fasilitas

b. Belum mengetahui secara rinci mengenai platform dan troubleshooting

c. Kendala perilaku anak

d. Perbedaan pola target pembelajaran guru dan orang tua

e. Belum dapat menjadi motivator


Sedangkan masalah  guru yang saat melakukan pembelajaran daring, diantaranya :


a. Fungsi dan pola pemberian materi berbagai platform

b. Belum memahami troubleshouting 

c. Belum bisa menciptakan bonding saat PJJ

d. Kreativitas guru yang beragam

e. Pembelajaran belum menarik dan menyenangkan


Begitu kompleksnya masalah yang dialami saat pembelajaran daring. Perlu ada sinergi antara orang tua, anak sebagai siswa dan guru agar pembelajaran jarak jauh ini dapat berjalan lancar.



Peran orang tua, guru, dan siswa dalam mendukung pembelajaran Jarak Jauh



Peran orang tua, guru, dan anak saat PJJ,
via Photocollage



Baik orang tua, guru, dan siswa punya peran tersendiri dalam mendukung pembelajaran daring.

1. Orang tua

Orang tua berperan sebagai pembimbing, pengawas, motivator, dan fasilitator. Tak hanya menyediakan fasilitas belajar memadai tapi ikut menemani, mengawasi, membimbing, dan memberikan motivasi belajar pada anak 


2. Guru atau wali kelas

Guru atau wali kelas berperan sebagai akademik, yaitu membuat materi bahan ajar yang kreatif, selain itu guru juga berperan sebagai guru pamong, pengawas dan motivator.


3. Siswa

Siswa diharapkan dapat menjadi siswa yang inovatif, inquiry dan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik.


Baik orang tua, guru, dan siswa diharapkan mampu bersinergi agar pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh dapat berjalan dengan maksimal. 


Ada dua indikator mutu pendidikan yang menjadi sorotan sehingga terbentuk sinergi adalah standar penilaian dan standar proses.


Aturan Tentang Pembelajaran Tatap Muka


Menurut Nadiem, pembelajaran tatap muka sudah diperbolehkan sejak Januari 2021. Sekolah yang sudah divaksin wajib mengikuti kelas tatap muka secara terbatas. Pembelajaran tatap muka terbatas adalah kombinasi antara PJJ dan PTM.


Pembelajaran tatap muka maksimal 50 % dari jumlah siswa per kelas. Selain itu orang tua juga diberikan pilihan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran tatap muka terbatas. Pelaksanaan PTM wajib mematuhi protokol kesehatan.


Hal yang harus dipersiapkan orang tua dan anak saat PJJ dan PTM


Tips untuk orang tua dan anak saat PTM
Tips orang tua dan anak saat PTM,
via Photocollage


Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan orang tua dan anak dalam penyelenggaran PJJ dan PTM, diantaranya :


a. Carilah aturan tatap muka terbatas di daerahmu

b. Mulai mendisiplinkan kembali jam tidur dan jam bangun anak

c. Orang tua masih tetap harus mengawasi dan memfasilitasi kebutuhan anak saat PJJ

d. Ajarkan protokol kesehatan pada anak seperti tidak meminta makanan atau minuman bekas teman, jangan berpelukan, dan jangan bergantian masker.


Diharapkan orang tua mampu memberikan pemahaman di atas terutama bagi anak yang masih berusia dini.


Sistem Evaluasi Pembelajaran


Sebelum pandemi, selalu dilakukan sistem evaluasi dalam kegiatan belajar mengajar. Begitu pula dengan evaluasi saat PJJ atau pembelajaran daring. Sistem belajar evaluasi pembelajaran secara daring ini dilakukan secara harian, praktik, dan ujian.


Sistem evaluasi harian terdiri dari pengerjaan LKPD atau LKS dan pemberian tugas pasca meet (luring). Sedangkan sistem evaluasi praktik terdiri dari video, foto langkah pengerjaan, dan voice note. Terakhir, sistem evaluasi pembelajaran lewat ujian, yaitu lembar kerja dan aplikasi pengerjaan soal.


Sistem evaluasi pembelajaran
Contoh evaluasi pembelajaran daring,
via Photocollage


Menurut Ibu Saufi, satu permasalahan lagi terkait sistem pembelajaran daring, kadang orang tua kerepotan untuk mengeprint materi belajar anak, hal ini tidak akan terjadi jika materi evaluasi atau tugas pembelajaran dikerjakan langsung pada gawai masing-masing.



Paket Belajar Online Faber Castell


Paket Belajar Online Faber Castell,
via dokumentasi pribadi


Wacana Bulan Juli dilakukan PTM atau Pembelajaran Tatap Muka kemungkinan dipending lagi karena di tempat tinggal saya sudah diterapkan sebagai zona merah.


Sepertinya metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih akan berlanjut lebih lama. Kasihan juga, sih, padahal anak saya sudah bersemangat untuk masuk ke TK.


Berbicara tentang refleksi Pendidikan Indonesia, baik itu PJJ dan PTM memang perlu dievaluasi. Banyak sekali masalah yang terjadi saat PJJ. 


Salah satu masalah saat PJJ adalah media pendukung pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran secara online, diantaranya komputer atau laptop, printer dan alat tulis.


Media Pembelajaran Anak
Media Pembelajaran Anak,
via Photocollage


Bicara tentang salah satu media pendukung anak sekolah, saya punya produk favorit sejak dulu yaitu Faber Castell.  Saya akan ulas sekilas tentang Sejarah Faber Castell ini.


Faber Castell, sebuah perusahaan keluarga yang berdiri sejak tahun 1761 di Stein, Jerman. Pendirinya adalah Kaspar Fabel. Faber Castell masih berdiri hingga generasi ke-9 saat ini.


Lokasi produksi berada di 9 negara, dengan kantor pemasaran di 23 negara. Telah dipasarkan lebih dari 120 negara di dunia.


Faber Castell juga memiliki keragaman produk yang memberikan kualitas terbaik untuk menulis, menggambar, desain kreatif, dan pensil kosmetik.


Isi Paket Belajar Online Faber Castell
Isi Paket Belajar Online Faber Castell,
via Photocollage


Faber Castell menghadirkan berbagai produk untuk Paket Belajar Online seperti pensil 2B, pulpen, rautan, penghapus, pencase, dan stylus. Salah satu inovasi untuk mendukung pembelajaran online adalah Stylus. 


Penggunaan Stylus
Penggunaan Stylus, 
via Photocollage


Stylus ini bermanfaat untuk browsing, menulis, dan doodle di gadget. Super praktis pokoknya dan membantu banget dalam proses pembelajaran online di rumah.




Penggunaan Stylus di Hp Android,
via Photocollage


Bukan cuman buat anak aja, untuk profesi lain seperti guru, penulis, editor, bahkan illustrator juga pastinya akan terbantu dengan adanya Stylus. 


Penggunaan Stylus Faber Castell,
via Photocollage


Permasalahan PJJ dan PTM selama pandemi menjadi sebuah refleksi pendidikan di Indonesia.  Buat Sahabat Catatan Leannie, yuk sharing tentang permasalahan selama mendampingi anak belajar daring dan ceritakan bagaimana solusinya!


Mengenai paket belajar online dari Faber Castell, informasi lebih lanjut, dapat di akses melalui website www.faber-castell.co.id



Salam,














Inilah Website Parenting Terbaik yang Jadi Rekomendasi Catatan Leannie

Ilustrasi ibu dan bayi
Mother and baby,
Pexels.com/Kristina Paukshtite

Semasa pandemi ini banyak waktu yang dihabiskan di rumah. Belajar ilmu parenting juga bisa dilakukan secara daring,  Ada beberapa website parenting terbaik yang sering saya kunjungi dan jadi rekomendasi Catatan Leannie buat Sahabat semuanya.

Saya sering kali berkunjung ke beberapa website ini untuk menambah ilmu parenting dan mengaplikasikannya secara langsung. Sebanyak apa pun belajar, tetap tak akan berarti tanpa praktik, loh. Setuju, kan, Sahabat Catatan Leannie?

Nah, saya mau berbagi informasi tentang beberapa situs parenting terbaik dan jadi rekomendasi Catatan Leannie, diantaranya:


1. TheAsianParent Indonesia


theAsianParent Indonesia
theAsianparent Indonesia

The AsianParent Indonesia menjadi salah satu website yang sering saya kunjungi juga buat belajar ilmu parenting.  Selain itu, Sahabat juga bisa mengakses beragam informasi tentang pernikahan dan seks, seputar dunia ibu, bayi, dan anak.

The AsianParent Indonesia ini membantu orang tua menjadi cerdas dalam memantau kehamilan dan menemani tumbuh kembang anak, serta membesarkan mereka dengan bahagia.

Dengan adanya aplikasi TheAsian Parenting Indonesia, orang tua bisa berbagi pengalamannya seputar dunia parenting.


2. Mother and Babby


Mother and Baby
Mother and Babby

Sesuai namanya, website parenting ini banyak membahas seputar dunia ibu dan anak. Motherandbaby merupakan website parenting mengenai kehamilan, tentang tumbuh kembang bayi, parenting dunia anak, serta event seru yang bisa dihadiri para Ibu.

Mother and Baby  update juga mengenai parenting di seluruh dunia. Jika, Mom's tertarik dengan dunia selebriti dan pengasuhan mereka, mother and baby dapat mendekatkan Kamu dengan idolamu.  Salah satu publik figur yang saya sukai adalah Mona Ratuliu.




Informasi tentang dunia ibu dan anak berperan penting dalam proses pengasuhan anak, semoga ibu tetep bahagia agar bisa mendampingi anak dengan baik.


3. Bidanku


Bidanku
Bidanku


Website Bidanku ini paling sering saya akses ketika kehamilan.  Saya mendapat beragam informasi tentang kehamilan, persalinan, pasca kelahiran hingga tips parenting. Di situs bidanku juga banyak tips yang dicari para Ibu seperti tips saat menjalani kehamilan, menyusui, dan membiasakan anak agar mau  berpuasa di bulan Ramadhan.

Informasi yang disajikan oleh Bidanku ini cukup lengkap, mendetail dan kredibel, cocok untuk dijadikan referensi bagi para ibu.

Bidanku ini merupakan kolaborasi antara Ibu bidan Revina dan suaminya yang suka blogging. Kolaborasi positif yang Keren dan bisa menebarkan manfaat dengan berbagi informasi penting bagi masyarakat.


4. Nakita Grid.id


Nakita Grid id
Nakita


Nakita Grid.id merupakan website yang memberikan informasi terkini mengenai parenting dan lifestyle. Nakita Grid id berusaha menjadi teman yang baik buat para Ibu karena paham bahwa seorang perempuan pun tak hanya butuh informasi saja tapi butuh hiburan dan sahabat.

Memberi panduan untuk para Ibu, nakita pun menyajikan informasi yang beragam, tidak hanya sekadar tulisan informatif,  tetapi melalui multiplatform grafis dan video yang sarat akan informasi serta menghibur para perempuan.


5. The Urban Mama


The Urban Mama
The Urban Mama


Hal yang menarik dari website The Urban Mama adalah melibatkan para ibu sebagai kontributor yang interaksi satu sama lainnya cukup baik.

The Urban Mama merupakan website yang didirikan karena rasa cinta orangtua terhadap anaknya. Obrolan mengenai anak-anak pun disajikan melalui artikel yang menarik dan informatif.

Selain memberikan tips mengenai cara merawat anak, dibahas juga masalah kesehatan, kesehatan, resep masakan juga masalah keuangan.

The Urban Mama punya kontributor dari berbagi daerah di seluruh Indonesia, sehingga tips tentang parenting pun sangat beragam. Desain website yang  menarik, membuat pembaca betah belajar parenting dari website ini.

Bagi saya belajar bisa dari mana saja. Sebagai seorang ibu saya menyadari keterbatasan ilmu yang dimiliki. Saya senang belajar banyak hal tentang parenting dari keenam website ini.




Saya ingin terus belajar untuk menjadi ibu yang baik dengan memperluas ilmu dan pengetahuan tentang dunia parenting.

Semoga informasi yang saya rekomendasikan mengenai website parenting terbaik ala Catatan Leannie bisa bermanfaat, ya.  





Salam,





#BPNRamadan2020
#BPNchallengeday29




5 Akun Instagram Public Figure dan Selebgram untuk Belajar Ilmu Parenting

Parenting with Mona Ratuliu
Mona Ratuliu,
instagram.com/@monaratuliu

Sebagai seorang ibu dengan anak balita membuat saya terus belajar banyak hal. Namun, saya merasa masih banyak hal yang belum diketahui soal parenting. Kita juga bisa belajar ilmu parenting dari
sosok perempuan inpsiratif melalui lima akun instagram public figure, selebgram dan  influencer yang menginspirasi.

Saya menuliskan kelima akun ini untuk belajar parenting dari keseharian mereka. Kira-kira dari kelima akun yang may saya tuliskan di sini, ada enggak yang menginspirasi Sahabat Catatan Leannie. Simak aja, yuk, lima akun instagram perempuan inspiratif untuk belajar ilmu parenting di bawah ini!


dr Reisa dan putrinya
dr Cantik Reisa Broto Asmoro
Instagram com/@reisabrotoasmoro

Reisa Broto Asmoro (@reisabrotoasmoro) dokter cantik yang sering menghias acara televisi ini jadi salah satu favorit saya buat belajar ilmu parenting. Kamu bisa nonton acara @ibupintar_transtv setiap hari Sabtu, jam 09.00 WIB.

Ibu muda cantik yang dikenal saat menjadi Putri Indonesia tahun 2010 ini sempat menempuh pendidikan di jurusan Kedokteran Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia.

Reisa Broto Asmoro sering kali berbagi tips mengenai kesehatan anak dan ke dan keluarga di instagramnya. Berprofesi sebagai dokter, informasi yang disampaikan seputar parenting sudah tentu akurat dan dapat dipercaya.


2. Mona Ratuliu

Mona Ratuliu mendampingi anak
Mendampingi anak, instagram.com/monaratuliu

Mona Ratuliu (@monaratuliu) sering mengisi acara televisi yang membahas parenting dan mengadakan seminar tentang seputar dunia anak.

Mona Ratuliu juga mengajak para orang tua berbincang dengan narasumber yang ahli di bidang parenting agar bersikap lebih baik terhadap anak-anak sehingga mereka bisa bahagia menjalani hidup.

Mona Ratuliu juga menulis di blog parenting dan sudah menulis buku yang diterbitkan Mizan dengan judul ParenThink dan Digital ParentThink.


Tya Ariestya dan kedua buah hati
Tya dan kedua anak IVF,
Instagram.com/@tya_ariestya

Tya Ariestya (@tya_ariestya), saya tahunya dia jadi artis dan duta Taekwondo Indonesia. Ternyata sekarang Tya jadi mom influencer yang  sering sharing tentang dunia anak dan berbagi pengalamannya mengenai in-vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung kedua anaknya. Tya juga dikenal ramah dan seringkali membalas pertanyaan para followernya.


4. Anisa Stevani


annisast dan putranya
Annisa Stevani, instragram.com/@annisast

Selebgram parenting yang menginspirasi para perempuan adalah adalah Annisa Steviani(@anisast). Influencer dan blogger yang satu ini punya background dan pengalaman kerja di bidang jurnalistik. Salah satu blogger favoritnya saya juga

Annisa memang seeing kali membagikan kesehariannya di Instagram tentang dunia anaknya yang bernama Xylo. Annisa berbagi pengalaman dan pendapatnya tentang banyak hal.

Parenting Blogger dan author buku "Susahnya Jadi Ibu" ini sering berbagi opininya di stories dan highlight instagram mengenai tips parenting ala Anisa dan suaminya, JG.

Annisa juga berbakat jadi seorang illustrator karena hasil karyanya juga oke. Untuk membaca tulisan (@annisast) bisa di akses di Blog Anisa Stevani 


5. Grace Melia


Gesi dan kedua buah hati
Gesi dan kedua buah hati,
insstagram.com/@gtall

Grace Melia (@grace.melia), yang biasa dipanggil Gesi ini adalah seorang Selebgram parenting, penulis buku, illustrator, dan parenting blogger.

Gesi serius terjun ke dunia parenting dengan menjadi trainee therapeutic play dan certified CBT (cognitive behavioural therapy) practitioner. 

Pengalaman pribadi Gesi membuatnya mulai ngeblog dan mendirikan komunitas Rumah Ramah Rubella. Hal ini karena pengalaman pribadinya Ubii, putra pertama Gesi yang mengalami Congenital Rubella Syndrome.

Gesi yang tinggal di Yogyakarta senang membagikan ide bermanin untuk anak melalui akun instagram kedua @mainsamaaiden. Aiden adalah anak kedua Gesi. Gesi membuat Aiden mampu meningkatkan sosialisasi dengan teman sekolahnya.

Grace Melia berkolaborasi dengan Annisa Stevani membuat buku yang berjudul "Susahnya jadi Ibu." Untuk membaca tulisan Gesi bisa diakses di Blog Grace Melia.

Belajar bisa dari jalan mana saja, termasuk belajar parenting dari akun instagram public figure dan influencer atau selebgram.

Sebagai orang tua penting bagi Kita untuk mengenali bakat dan potensi anak kemudian mengoptimalkan dan mensupport mereka. Biarlah mereka berkembang sesuai bakat dan potensinya.

Baca juga : Kunci sukses mengoptimalkan potensi dan bakat anak

Kelima perempuan inspiratif ini menginspirasi saya belajar ilmu parenting. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, apa nama akun instagram public figure atau selebgram favorit buat belajar parenting?



Salam,




#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday13








5 Aktivitas Seru Bersama Keluarga saat Diam di Rumah ketika Pandemi

Aktivitas seru bareng keluarga
Aktivitas seru bareng keluarga, freepik.com

Meski diam di rumah, ternyata ada berbagai aktivitas seru bersama keluarga yang positif ketika pandemi dan selama bulan Ramadan. Semua hal yang terjadi pasti ada sisi baiknya, termasuk anjuran stay at home. 

Meski sering kali kejenuhan menyapa keseharian, ternyata bisa disiasati dengan melakukan kegiatan bersama yang bisa mempererat bonding antar keluarga.

Apa saja kira-kira kegiatan seru yang bisa dilakukan bareng keluarga? Simak, yuk, 5 aktivitas  seru yang mungkin bisa Kamu lakukan juga di rumah!


1.  Mengaji bersama


Mengaji bareng keluarga
Mengaji bersama keluarga, freepik.com

Perbanyak ibadah di bulan suci Ramadan karena ibadah yang Kita lakukan pahalanya berlipat ganda. Lebih mendekatkan diri dengan mengaji bareng keluarga bisa jadi hal yang menyenangkan.

Anak saya masih berusia empat tahun, bisa mulai dikenalkan huruf hijaiyah dengan lagu anak yang ikut dia nyanyikan. Seru banget lihat ekspresinya anak yang masih polos. Gemes jadinya.


2.  Memasak bareng pasangan


Memasak bareng pasangan
Memasak bareng pasangan, freepik.com

Memasak jadi aktivitas seru bareng keluarga. Menyiapkan menu camilan atau menu berbuka jadi hal sederhana yang paling menyenangkan kalau anak dan suami turut membantu istrinya di dapur. Rasanya meleleh hati istri meski suami cuman bantu cuci piring atau ikut memasak. Bantuan kecil yang berdampak besar pastinya.

Biasanya kalau bareng anak bisa ambyar sih, apalagi anak balita, kadang dia pengen sayurannya, wortel aja dijadiin mix sama anakku, sambil dia nyanyi-nyanyi gitu. Hehe ... Imajinasi anak luar biasa, ya.


3. Menonton acara kesukaan keluarga


Nonton bareng di rumah, freepik.com

Sepertinya acara nonton bareng ini bisa beda versi, ya, antara anak, suami dan istri juga. Yang penting kebersamaan yang terjalin satu sama lain.

Seringnya ortu ngalah dan nonton serial anak buat nemenin mereka. Meski tontonannya itu lagi, itu lagi. Ceritanya pun diulang-ulang. Anehnya anakku kok kayak yang baru nonton itu aja, ekspresinya lucu.

Baiklah asal anak bahagia orang tua pun bahagia. Pernah berdua aja nonyon setelah anak tidur, eh saya yang jadi  ketiduran nonton bareng suami. Makanya acara nonton bareng ini selalu seru, sih, buat saya.


4. Menemani anak bermain



Menemani anak bermain
Menemani anak bermain, dokumentasi pribadi

Menemani anak bermain bisa jadi aktivitas seru dan mengasah  kreatuvitas dan motoriknya juga, loh. Contohnya menemani anak bermain lego, bermain ular tangga atau monopoli bisa jadi acara ngebuburit bareng anak. Inget kedua acara ini pas saya masih SD. Dulu bareng sahabat saya sering banget mainin ini.


Baca juga :  Sehari bareng sahabat, we time sekaligus refresh energy


5. Membuat kerajinan di rumah



Membuat kerajinan
Membuat kerajinan, freepik.com

Kamu bisa mencari informasi tentang benda Do It Yourself (DIY) untuk dibuat bersama keluarga. Contohnya saja membuat keranjang sampah  yang unik, membuat mainan dari barang-barang bekas seperti kardus atau botol air mineral yang tak terpakai, atau berkreasi dengan kertas. Kamu bisa mengeksplore aktivitas seru bareng anak juga pasangan dengan kegiatan yang bermanfaat.

Berbagai kegiatan seru di di rumah selama masa pandemi ini berbeda-beda versi saya dengan keluarga lain. It's okay, yang terpenting bisa membuat binding semakin erat antar keluarga.

Baca juga : Realitas stay at home setelah social distancing

Nah, bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, ide seru apa nih, yang bisa dilakukan bareng keluarga saat diam di rumah selama masa pandemi dan Ramadan? 



Salam,




#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday9



Tips Agar Balita Betah Berada di Rumah saat Masa Pandemi

Betah bermain di rumah
Anak bermain di rumah,
pixabay.com/ Victoria_Borodinova

Memiliki anak yang usianya di bawah lima tahun memang luar biasa. Seperti anak saya yang berusia empat tahun, ketika ada anjuran stay at home, dia yang biasa main ke luar mudah sekali merasa bosan. Saya ingin membuat anak saya yang masih balita betah berada di rumah.

Meskipun pada kenyataannya, masih banyak anak lainnya yang dibiarkan bermain bebas di luar rumah, tanpa memakai masker malah di lingkungan dekat rumah. Agak miris memang sama keadaan ini.

Anak memang perlu bergerak akti tujuannya agar organ tubuh bekerja dengan baik dan menjaga anak tetap ceria dan merasa senang. Kesehatan fisik dan mental anak akan terjaga jika orang tua paham cara membuat anak aktif bergerak sambil bermain.

Balita biasanya senang main di luar rumah, contohnya bisa bermain bebas di taman dekat rumah. Namun, pada keadaan pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, sebaiknya anak tetap berada di dalam rumah. 

Ada beberapa tips agar balita betah berada di dalam rumah yang bisa dicoba oleh orang tua, diantaranya:


1. Bebaskan imajinasi mereka


Bermain lego,
pixabay.com/StockSnap

Biarkan balita meniru gerakan bermacam-macam benda yang ada di benaknya, seperti pesawat, kereta api,  motor, ataupun hewan-hewan tertentu.

Hal ini merupakan metode efektif agar anak mengenal berbagai nama kendaraan atau binatang.

Biarkan anak bermain lego atau biarkan dia membentuk benteng dan menyusunnya sendiri.


2. Bermain dengan benda di sekitarnya



Bermain bantal,
Pixabay.com/Victoria_Borodinova

Anak-anak, baik kakak dan adik bisa menggunakan bantal yang ada di kasur untuk bermain perang bantal. Hal ini merupakan aktivitas aman dan dapat membuatnya bergerak aktif.

Selain itu, orang tua dapat mengajak anak bermain perang-perangan memakai berbagai benda seperti gulungan kaus kaki, kain perca, tisue, atau kertas yang dibentuk menyerupai bola. Hal ini dapat melatih gerakan motoriknya untuk melempar benda.


3. Membuat simulasi olahraga 


Simulasi olahraga
Simulasi olahraga,
Pexels.com/Andrea Piacquadio


Membuat simulasi olah raga akan membuat anak semakin aktif bergerak dan anak mengenal berbagai jenis olah raga lewat permainan. Orang tua bisa mencoba olahraga sederhana dengan balita di rumah.


4. Biarkan anak beraktivitas dengan pensil warna dan krayon.


Mewarnai
Mewarnai, Pexels.com/Andrea Piacquadio


Kegiatan belajar bagi balita akan lebih menyenangkan untuk mereka jika Kita sudah menyediakan media belajar yang menarik dan berwarna-warni untuk mengenal huruf, bentuk, angka.

Orang tua dapat mensupport aktivitas anak dan memberikan kebebasan anak menggambar dan mewarnai.

Siapkan bahan seperti kertas, kain, dan pensil warna atau krayon untuk melakukan aktivitas ini. Sebagian anak  usia dini seperti balita biasanya senang mencorat-coret atau mewarnai dinding sesuka hati mereka.

Anak mencorat-coret tembok
Hasil karya Dzaky, dokumentasi pribadi

Bebaskan mereka berkespresi meski harus mengotori dinding rumah. Percayalah semua itu bagus untuk melatih kreativtas anak.

Semoga informasi di atas cukup membantu orang tua mengatasi masalah balita yang tidak betah atau cepat bosan ketika #diamdirumah. Jika ada keperluan mendesak dengan mengajak anak ke luar rumah jangan lupa memakaikan masker anak.

Baca juga : Panduan menggunakan masker anak yang harus diketahui orang tua

Itulah keempat tips yang bisa dilakukan orang tua agar anaknya betah berada di dalam rumah saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Selamat mencoba dan menemani aktivitas bersama anak selama #diamdirumah.



Salam, 



#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday8



Kunci Sukses Mengoptimalkan Potensi dan Bakat Anak yang Harus diketahui Orang Tua

Potensi dan bakat anak
Mengenal potensi dan bakat anak,
via pexels.com/ Andrea Piacquadio

Beberapa waktu yang lalu, tanggal 25 Februari 2020, saya mengikuti kulwap parenting mengenai kunci menemukan potensi dan bakat anak bersama Ina Nurhidayah.

Ina Nurhidayah SE.CHt adalah seorang Home Educator dan Event Management Specialist, spesialis training event organizer, serta fokus pada kegiatan bermain anak sesuai potensi dan bakatnya.

Kulwap parenting bersama Ina Nurhidayah,
via dokumentasi pribadi

Saya mengikuti kulwap ini atas ajakan seorang adik tingkat saya semasa kuliah dahulu yang bernama Resa Rahmawati atau sering dipanggil Echa.

Sekarang Teh Echa ini jadi enterpreneur dan punya toko buku sendiri, yaitu Dzaida Shop di daerah Cimahi.  Untuk informasi lebih lengkap, bisa dilihat di instagram@dzaidashop_edukasikeluarga.

Bahasan kulwap mengenai bagaimana mengetahui dan mengoptimalkan potensi dan bakat begitu menarik perhatian saya. Saya sudah memiliki satu orang anak lelaki yang usianya empat tahun lebih, November tahun ini usianya  lima tahun.

Saya juga ingin mengetahui dan mengoptimalkan potensi dan bakat anak.  Ada yang tahu apa perbedaan potensi diri dengan bakat anak? Yuk, simak, lebih detailnya di bawah ini.


Mengoptimalkan potensi anak


Pengertian potensi diri  secara bahasa berasal dari Bahasa Inggris potency dan potential. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), potensi merupakan kemampuan, kesanggupan, dan daya yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan.

Menurut Wiyono dan Endra, terminologi potensi diri adalahnkemampuan dasar manusia berupa kekuatan, energi, atau kemampuan terpendam yang menunggu diwujudkan agar bermanfaat dalam kehidupan manusia.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (Q.S. At Tin: 4

Berdasarkan surat At Tin ayat 4 menyatakan bahwa anak adalah seorang manusia yang telah diciptakan Allah Swt dalam keadaan sebaik-baik penciptaan

Dalam hal ini, seorang anak pasti punya kelebihan dan kelemahan masing-masing, serta potensi tertentu yang bisa dioptimalkan.

Bagi Sahabat Catatan Leannie,
Apa arti seorang buah hati atau anak bagi orang tua? Menurut versi Catatan Leannie bisa dibaca di bawah ini, ya!


Baca juga :  Arti Penting Buah Hati bagi Kehidupan


Teh Ina Nurhidayah dalam kulwapnya menyatakan bahwa mengenal potensi anak itu mudah, loh.

Bagaimana caranya menemukan potensi anak? 

Mungkin pertanyaan ini ada dalam benak Sahabat Catatan Leannie juga, terutama yang berstatus orang tua.

Potensi dalam diri anak bisa diketahui dengan mencari tahu anak sukanya, apa, sih? Hal apa yang membuat mata anak menjadi berbinar-binar. Tanyalah dari hati ke hati.  (Ina Nurhidayah)

Menemani keseharian bersama anak akan membuat orang tua paham mengenai potensi buah hati dan membuat bonding semakin lekat.


Cara mengenal bakat anak 

Ternyata bakat itu bukan tentang melukis, menari, menyanyi, tapi termasuk juga SIFAT yang PRODUKTIF.


Bakat adalah sifat produktif yang telah terpatri dalam diri seseorang sejak ia tercipta.

Bakat dan potensi unik anak merupakan potensi kekuatan PANCA INDRA dan BAKAT SIFAT.

Kelompok bakat, potensi panca indera ini terdiri dari lima belas kelompok, diantaranya:

1. Akting
2. Merawat Kecantikan
3. Memperagakan Busana
4. Menari
5. Seni Musik
6. Bernyanyi
7. Seni Lukis
8. Memasak
9. Olahraga
10. Keterampilan Fisik
11. Keterampilan Tangan
12. Kerajinan Tangan
13. Memelihara Lingkungan
14. Bercocok Tanam
15. Beternak

Sedangkan untuk BAKAT SIFAT terdiri dari tiga puluh kelompok, diantaranya:

1. Mengendalikan Orang
2. Mengatur Orang
3. Menengahi Konflik
4. Berjualan
5. Menyeleksi Orang
6. Mendidik
7. Memotivasi
8. Mewakili
9. Mengkomunikasikan
10. Merawat
11. Melayani
12. Membuat Visi
13. Membuat Strategi
14. Memasarkan
15. Mensintesis
16. Mencipta
17. Merancang
18. Menganalisis
19. Menata Keuangan
20. Memulihkan
21. Mengevaluasi
22. Meneliti
23. Menulis
24. Menginterpretasi
25. Menata Administrasi
26. Memproduksi
27. Menjaga Mutu
28. Menjaga Keselamatan
29. Mendistribusi
30. Mengoperasikan

Dari kedua bakat ini cobalah cari tahu mana yang paling cocok agar memahami dan memudahkan untuk mengenal bakat anak.

Cara mengenali bakat anak

Ada berbagai cara untuk mengenali bakat anak kita. Simak, yuk, penjelasannya di bawah ini!

a. Memahami potensi diri dan bakat

Usahakan seorang ibu telah memahami bakat dan potensi dirinya sendiri agar lebih tahu cara mengenal potensi dan bakat anak.

 "Enjoy, Easy, and  Excellent"

Ketiga hal ini perlu diperhatikan sehingga saat salah satusatu  tersebut ada pada anak, maka orang tua dapat menangkap sinyal tersebut.


b. Melakukan beragam aktivitas


Lakukan kegiatan anak dengan  beragam
aktivitas. Setelah itu, anak bisa mulai dikenalkan dengan sebuah aktivitas berbeda setiap harinya.


c. Mendokumentasikan aktivitas anak


Cobalah orang tua, khususnya ibu melakukan dokumentasi setiap aktivitas anak setiap harinya.


d. Komunikasi tentang kegiatan yang sudah dilakukan


Ajak anak untuk berdiskusi, alirkan perasaannya setelah beraktivitas seharian.

"Bagaimana perasaaan kakak saat melakukan kegiatan tadi?"

"Ada ide lain atau tidak untuk kegiatan kita minggu depan?"

Itulah beberapa contoh diskusi dengan anak. Berkomunikasilah dengan buah hati tercinta.


e. Mencatat hasil observasi selama menemani anak


Catat hasil observasi selama menemani anak bisa ditulis pada jurnal atau portofolio anak.  Tuliskan juga bagaimana respon anak saat melakukan aktivitasnya.

Apakah responnya berbinar-binar, biasa saja, tidak suka, atau menagih ingin mengulangi aktivitas yang sama?


f. Melakukan beragam aktivitas secara continue 


Untuk membuat aktivitas anak yang kaya, kegiatannya angan hanya dilakukan sekali saja, tetapi bisa dilakukan secara continue.

Bisa saja respon anak berbeda saat melakukan kegiatan yang sama pada saat pertama, kedua, ketiga dan selanjutnya. Jangan buru-buru melabeli anak berbakat karena diperlukan OBSERVASI yang BERKELANJUTAN.


Kunci mengoptimalkan potensi dan bakat anak


Jika orang tua ingin berubah dan mengetahui potensi anak lebih dalam, maka, harus meluangkan waktu untuk mendampingi dan menemani tumbuh kembangnya. Jangan sampai anak sibuk dengan kegiatannya dan orang tua pun sibuk juga dengan urusannya.

a. Menemani atau mendampingi anak

Menemani dan mendampingi anak berarti raga, jiwa dan pikiran ikut terlibat dalam aktivitas yang anak lakukan. 

"Sudahkan menemani dan mendampingi anak dengan baik?"

Sebagai contoh, saat anak sedang mencorat-coret tembok, eh, orang tuanya malah marah karena tembok menjadi kotor karena aktivitas anaknya.

Nah, hal ini tidak termasuk kategori menemani dan mendampingi anak. Sebenarnya anak mencorat-coret tembok adalah untuk menyalurkan kreativitasnya. Jadi sebaiknya jangan terbawa emosi saat anak melakukan hal ini.

Contoh lainnya, saat anak bermain puzzle, orang tuanya ikut menemani di sampingnya sambil memperhatikan, tetapi sambil memegang gawai dan mengirim pesan WA.

Hal ini bukanlah menemani dan mendampingi anak dengan benar. Adakah Sahabat Catatan Leannie yang seperti ini di rumah? Semoga nanti tidak mengulangi hal seperti ini lagi, ya.


b. Mengenal anak lebih dekat 

Dari yang saya amati, sih, anak saya tipe yang serba ingin tahu. Dia sering bertanya banyak hal dan pertanyaannya sering kali diulang-ulang.

Anak saya tipe pengamat, dia suka naik mobil dan memperhatikan logo mobilnya. H untuk Honda dan S untuk Suzuki. Dia sudah hapal kedua huruf ini.

Ketika sedang berada di mobil saat bepergian, dia selalu menunjuk ke arah luar.

"Ma, itu Honda, Honda apa itu?"

"Ma itu Suzuki, Suzuki apa itu?"

Sebagai ibunya saya harus mengamati jenis mobilnya, karena kalau saya belum jawab dia akan terus bertanya seperti itu. Pertanyaan akan diulang sebelum saya jawab tipe mobilnya. Ah, anakku ini, kadang lucu, deh.


c. Komunikasi 

Setelah menemani dan dan mendampingi aktivitas anak, maka saat itulah seorang ibu bisa mengenal buah hatinya. Jangan lupa  untuk berkomunikasi sama anak alias ngobrol.

Cobalah menanggapi apa yang telah anak sampaikan. Dengar dan simak dengan baik apa yang anak katakan.  Meskipun seringkali bertanya hal sama setiap harinya. Contohnya anak saya yang tiap hari bertanya seperti ini.

"Hari apa ini, Ma?"

"Itu Azan di masjid mana?"

"Salat apa ini, Ma?"


Setiap hari pasti ditanyakan hal ini sama anakku. Rabbi Habbli Minash Shalihin. Moga jadi anak saleh, ya, Nak. Aamiin

Jadi, untuk anak dengan usia  di bawah sepuluh tahun, menurut Ina Nurhidayah, orang tua perlu memfokuskan terlebih dahulu tentang menemani dan mendampingi aktivitas anak.

Menemani, atau Mendampingi,  Mengenal, dan Komunikasi adalah tiga kunci sukses mengoptimalkan potensi dan bakat anak.

Semuanya perlu berjalan secara beriringan. Jika ada salah satu hal yang tidak berjalan, maka hasilnya tak akan sempurna.

Tanpa menemani  dan mendampingi anak maka orang tua tak akan mengenal anaknya. Tanpa berusaha untuk mengenal maka akan susah untuk mendampingi.
Enggan menemani dan mengenal anak bisa dipastikan tak akan luwes ketika berkomunikasi dengan buah hati. (Ina Nurhidayah)


"Bagaimana caranya kita bisa tahu potensi anak?"

Jawabannya ternyata sederhana.

Tugas orang tua adalah memfasilitasi bahwa anak itu unik dan spesial, sehingga orang tua jangan sampai memaksakan kehendak terhadap anaknya.

Dalam artian anak harus sesuai dengan impian orang tua, karena belum tentu bakat dan potensi anak sejalan dengan yang diinginkan orang tuanya.

Baca juga : Jangan Melimpahkan Mimpi yang Belum Usai pada Anakmu

Jangan membandingkan anak dengan yang lainnya, karena anak Kita pun pasti punya kelebihan yang mungkin tidak dimiliki anak lain.

Selamat menemani dan mendampingi perkembangan anak. Semoga sebagai seorang ibu mampu mengenal anak dengan baik sehingga dapat mengoptimalkan bakat dan potensinya.



Salam, 






Arti Penting Buah Hati dalam Kehidupan

Pic by Pinterest

Seorang anak atau buah hati memiliki arti penting dalam kehidupan. Perjalanan mendapatkan buah hati bagi setiap pasangan berbeda-beda. Ada yang dikaruniai anak dalam waktu singkat dan ada pula yang harus menanti cukup lama, yang pasti setiap anak adalah istimewa.

Arti penting seorang anak, tak lepas dari kehadirannya memberi warna dalam dunia kita. Dia memang bukan milik Kita tapi dititipkan Tuhan untuk berada di dekat Kita, berada dalam hati dan kehadirannya memberikan pengaruh besar dalam hidup.

Simak, yuk, 5 arti penting seorang buah hati dalam kehidupan orang tuanya!

1. Amanah dan anugerah terindah dalam hidup

Anak merupakan Amanah Tuhan yang dititipkannya  pada Kita sebagai orang tua. Mendidik anak adalah tanggung jawab kedua orang tua. Sebagai orang tua atau anak Kita tak bisa memilih, hanya menerima sepenuh hati anugerah terindah yang dipilihkan untuk hidup.

Anaklah yang mengubah hidup seorang Ibu. Bagi seorang ibu, anak menjadi prioritasnya, semua keperluan atau kebutuhan menomor satukan anak terlebih dahulu dibandingkan dirinya.

2. Anak adalah aset bagi orang tua, terutama anak saleh

Anak saleh akan selalu mendoakan kedua orang tuanya. Mendidik anak merupakan aset bagi kehidupan orang tua. Salah satu amalan yang tak pernah putus adalah doa anak saleh.

Pe er terbesar menjadikan anak saleh, bagaimana caranya? Caranya adalah memperbaiki diri, memberikan teladan baik bagi anak, dan mendidiknya penuh cinta dan kasih. Anak saleh merupakan aset bagi orang tuanya.

3. Buah cinta bersama pasangan

Anak merupakan buah hati dan buah cinta bersama pasangan. Anak terlahir dari cinta kedua orang tuanya. Membesarkan anak penuh cinta adalah tugas kedua orang tua. Membersamai kehidupan anak dan menemani tumbuh kembangnya hingga dewasa merupakan masa berharga yang akan melekat dalam memori seorang anak.

4. Teman atau pelipur lara saat sendiri

Saya memiliki seorang putra yang masih balita. Terkadang ingin anak cepat besar, tapi terkadang ingin dia seperti sekarang ini. Menikmati saat-saat ia menemani setiap langkah. Sekadar belanja sayur ke warung bahkan mau ke kamar mandi pun diikutin 😅

Jadi berpikir juga seiring waktu berlalu, dia akan tumbuh besar, tinggi dan menjadi dewasa. Belum tentu saat besar dia ikut ke mana pun Kita pergi, belum tentu juga mau dipeluk dan dicium di depan umum.

Ah, Nak. Kuhanya membayangkannya saja. Aslinya masih menikmati kebersamaan bersama buah hati yang masih balita. Anaklah teman bagi saya, sering kali menjadi pelipur lara. Rasanya bahagia melihat senyum di wajahnya.

5. Anak adalah pewaris dan melanjutkan
 garis keturunan kita

Anak adalah keturunan kita. Menjadi darah daging Kita. Sebagai orang tua, suatu ketika Kita akan meninggalkan anak-anak nantinya. Meski orang tua sudah tak ada di dunia. Anak akan melanjutkan hidupnya. Anaklah pewaris orang tuanya dan melanjutkan garis keturunan.

Sebagai orang tua, anak memang punya arti penting dalam hidup. Dunia menjadi lebih indah dan berwarna dengan kehadirannya. Banyak pasangan yang berusaha mati-matian untuk mendapatkan anak.

Didiklah anak dengan cinta karena setiap anak adalah istimewa. Ini arti penting seorang anak menurut saya. Bagaimana menurut Kamu?


Salam,




Menemani Aktivitas Outdoor Anak, Aktif dan Sehat bersama Susu UHT

Menemani aktivitas outdoor anak

Menemani tumbuh kembang anak adalah hal terindah bagi orang tua. Aktivitas bermain anak di luar ruang atau outdoor ternyata punya banyak manfaat untuk anak. Anak yang aktif dan sehat ditunjang dengan nutrisi yang  baik, salah satunya adalah pemberian susu UHT.

Susu ​Ultra High ​T​emperature ​P​rocessing atau lebih dikenal dengan Susu UHT
merupakan jenis susu yang diolah dengan temperatur tinggi yaitu 135 °C selama 2-4 detik. Hal ini bertujuan untuk membunuh kuman penyakit tanpa merusak vitamin dan kandungan gizi dalam susu.



Dzaky, anak saya yang berusia tiga tahun sudah diperkenalkan susu UHT ketika usia 2 tahun setelah disapih. Dia menolak susu pasteurisasi yang diseduh instan, tapi begitu ketemu susu UHT, langsung suka dan mau minum susunya. Anak saya menyukai rasa susu  Indomilk UHT, baik yang vanila, strawbery maupun coklat. Ternyata memang rasanya enak, ya. Beda dengan rasa plain dari susu pasteurisasi.

Apa saja sih, parameter yang perlu Kita  perhatikan ketika membeli susu UHT? Ternyata ada empat hal yang harus Kita pertimbangkan dalam memilih susu UHT untuk anak 

1. Kandungan nutrisi yang kaya dan lengkap

Ternyata kandungan susu Indomilk UHT kaya akan berbagai nutrisi. Kandungan kalsium yang tinggi disertai fosfor dan vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, B12, C, D, E, K, serta mengandung protein dan mineral yang dibutuhkan tubuh seperti magnesium dan zat besi.

Kandungan kalsium membantu pembentukan dan kepadatan tulang serta gigi anak. Vitamin A berperan  mempertahankan keutuhan lapisan permukaan mata. Sedangkan vitamin D dapat membantu penyerapan kalsium.

Lengkap dan kaya nutrisi, inilah nutrisi yang dibutuhkan anak Untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Susu Indomilk UHT Kids Full Cream merupakan nutrisi tepat untuk anak aktif dan sehat.

2. Tidak ada gula dan garam tambahan dalam produk susu UHT

Susu indomilk UHT Full Cream tidak mengandung kadar gula dan garam tambahan, jadi aman untuk pencernaan anak. Kandungan gula atau garam tambahan akan memperberat kerja ginjal sehingga akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatannya kelak.

Selain itu efek gula tambahan akan menambah faktor risiko obesitas pada anak dan mengganggu pertumbuhan gigi.


3. Kebersihan produknya terjamin

Susu Indomilk UHT juga terjamin kebersihannya. Susu Indomilk UHT Kids Full Cream aman dikonsumsi karena kemasannya kedap udara dan cahaya. Kemasan susu yang baik harus dalam keadaan tidak rusak atau bocor.


4. Kemasan praktis untuk menemani aktivitas anak

Dalam tumbuh kembang anak, asupan nutrisi memang harus diperhatikan dengan baik seperti pemberian Susu UHT pada anak usia 2-5 tahun.


Menemani Aktivitas Outdoor Anak, Inilah 5 Manfaatnya!

Aktivitas anak secara outdoor ternyata punya beragam manfaat bagi anak, apalagi masa golden age yang harus Kita optimalkan perkembangannya. Yuk, 5 simak,  manfaat mengajak anak bermain outdoor!

1. Manfaat fisik dengan aktif bergerak

Dengan aktivitas outdoor, contohnya bermain di taman, anak akan aktif bergerak, belajar koordinasi motorik kasar yang akan membantunya perkembangan otaknya. Anak yang aktif artinya sehat. Berbahagialah, Moms.

Biarkan anak bermain di luar ruang, contohnya bermain di taman yang ternyata banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya. Saat mengunjungi Taman Balaikota Bandung, Dzaky begitu bersemangat, lincah, dan ceria.

Serunya bermain air di Taman Balaikota Bandung

Jalan-jalan ke Taman Balai Kota Bandung

2. Manfaat kognitif dengan meningkatkan kreativitas anak

Aktivitas outdoor anak, terutama di sekitar taman dapat merangsang rasa ingin tahu anak. Hal ini dapat meningkatkan perkembangan kognitif, nalar, juga keterampilan anak dalam mengamati sesuatu sehingga imajinasinya dapat berkembang.

Ketika mengunjungi Taman Teras Cikapundung di Babakan Siliwangi Bandung, Dzaky tertarik dan ingin bermain dengan sekumpulan anak yang sedang bermain tangkap ikan. Permainan anak seperti ini bisa merangsang kreativitas anak.

Bermain tangkap ikan di Taman Teras Cikapundung


3. Manfaat bahasa dengan menambah  kosa kata anak

Saat beraktivitas di luar ruangan, anak bisa Kita kenalkan dengan keadaan sekitar. Anak yang aktif punya rasa ingin tahu terhadap berbagai hal, orang tua bisa mendampingi anak untuk memberi tahu dan menambah kosa kata anak.

Saya berkunjung ke Taman Raja, sebuah taman yang berada dekat rumah. Dekat dengan landasan pesawat Husein Sastranegara Bandung. Ketika bermain, ada pesawat yang akan mengudara. Dzaky begitu excited melihat pesawat.

Melihat pesawat landing

4. Manfaat psikologis dengan melepaskan emosi negatif dan mengurangi stress

Anak pun mengalami berbagai macam emosi, bisa merasa senang, sedih, malu atau pun marah. Dengan bermain di luar ruang, anak menjadi terlihat senang, mereka mampu melepaskan emosi negatif dan mengurangi stress.

Bahagia melihatmu tersenyum, Nak

Jangan kaget, anak juga bisa stress, loh, Moms. Sayangi anak dengan kasih sayang agar ia merasakan  cinta, bahagia dan berharga.

5. Manfaat sosial dengan berinteraksi dengan sekitarnya

Manfaat ini didapatkan ketika anak bermain dengan orang lain. Anak mendapatkan teman yang menemaninya bermain.

Bermain bersama Kakak Nita

Menemani anak bermain bisa menambah kedekatan antara orang tua dan anak juga. Menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.

Membangun kedekatan satu sama lain

Mengabadikan kenangan di Taman Teras Cikapundung

Menikmati kebersamaan di Taman Teras Cikapundung

Anak pun bisa diajarkan untuk menjaga kerbersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ketika makan di tempat umum. Dengan demikian, anak mampu berinteraksi dengan lingkungan dan sekitarnya.

Jangan lupa memberi asupan nutrisi tambahan dengan susu UHT. Susu ini mulai bisa diperkenalkan sejak usia satu tahun.
Menemani aktivitas outdoor anak punya beragam manfaat untuk perkembangannya. Aktif itu tanda anak sehat, loh, Moms.


Salam,