Showing posts with label Stay at home. Show all posts
Showing posts with label Stay at home. Show all posts

Beraktivitas Seharian di Rumah, Jangan Lupakan Benda Penting ini!

Benda penting di rumah
 Benda Penting yang harus ada di rumah,
Pexels.com/@ready made

Di Kota Bandung yang menjadi tempat tinggal saya sudah mulai diberlakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar buat upaya pencegahan Covid-19 meluas dari tanggal 22 April 2020. So, keep safety dengan diam di rumah aja, ya!

Nah, kira-kira pas beraktivitas seharian di rumah, benda penting apa aja yang harus selalu ada di rumah Sahabat?

Ada 9 benda penting versi Catatan Leannie yang harus selalu tersedia saat beraktivitas di rumah, diantaranya :



1. Hand Wash dan Hand sanitizer


Hand wash
Hand wash, Pexels.com/Anna Shvets


Sebelum pandemi melanda, memang saya sudah sedia kedua benda ini. Mencuci tangan dengan handwash udah jadi kebiasaan. Hand sanitizer dibawa pas mau ke luar rumah.

Sekarang semua orang sepakat akan keduanya. Sampai-sampai di supermarket dekat rumah saya, saat awal social distancing kedua barang ini sempat kosong.


2. Obat-obatan pribadi


Obat-obatan pribadi
Obat-obatan pribadi,
Pexels.com/ Polina Tankilevitch


Obat-obatan pribadi tentunya jadi hal yang enggak kalah penting. Biasanya sedia obat penurun panas atau Paracetamol, obat Flu, Batuk, Salonpas koyo, soalnya saya sering pegel-pegel, obat anti luka, dan masih banyak lainnya lagi, sih. Kayaknya kebutuhan tiap keluarga beda menurut saya.


3. Madu


Madu
Madu,
Pexels.com/Mareefe

Madu jadi salah satu andalan buat menjaga imunitas keluarga. Sempat juga stok madu ini berkurang di tempat saya. Saya pikir apakah memang ada yang ngeborong, ya?

Pernah saat ke supermarket saya menyaksikan sendiri ada yang belanjaa madu sampai 3 botol besar plus 3 box madu sachet.  Saya cek belanjaannya dia penuh banget, kebutuhan pokok kayak minyak dia beli sampai 4 liter, maksimal jumlah beli di supermarket. Belum lagi yang lainnya, ini bikin isi troli dia full banget. Masih ditemukan juga realitas begini di negara +62.

Saya hanya belanja seperlunya saja dan disesuaikan isi dompet juga. Menghindari panic buying juga, sih, kalau saya. Kadang kasihan sama yang bener-bener butuh barang yang penting ini kalau stoknya diborong sendiri.


4. Rempah-rempah


Rempah-rempah
Rempah-rempah,
Pexels.com/Mareefe


Semenjak kenal JSR dokter Zaidul Akbar, saya memang menyetok berbagai rempah-rempah. Banyak juga resep JSR ternyata. Ini disesuaikan keluhan yang dialami, jadi resepnya juga macam-macam.

Pas awal diberlakukannya social distancing
saya mengobati berbagai keluhan seperti batuk, flu, alergi dengan resep JSR. Alhamdulillah bikin nyaman.

Baca juga : Resep JSR dr Zaidul Akbar untuk batuk, flu, dan alergi


5. Buah-buahan sumber vitamin C


Buah-buahan
Buah-buahan,
Pexels.com/ Elements5 Digitals

Vitamin C jadi kebutuhan yang penting dan sempat kosong juga stoknya di apotek serta supermarket dekat rumah. Mungkin orang banyak yang beli ini sebagai tindakan preventif terhadap penyebaran virus Corona.

Saya sendiri juga sebelum datang pandemi COVID-19 memang sudah rutin makan buah. Saya sedikit demi sedikit mengurangi jajan di luar karena alasan kesehatan.

Saya pikir karena vitamin C yang tablet enggak ada, mending stok buah-buahan yang fresh aja.  Seadanya aja stok di rumah, enggak harus khusus harus buah-buahan tertentu, buah-buahan lokal juga oke.


6. Buku


Koleksi antologi
Koleksi buku antologi, dukumetasi pribadi


Buat saya buku itu penting. Sedari dulu, sejak kuliah, saya memang rutin beli buku apalagi setelah punya penghasilan sendiri pas kerja, tiap bulan datang ke Gramed buat beli buku baru.

Semenjak nikah dan punya anak, beli buku ini menyesuaikan kondisi keuangan. Maklum kebutuhan rumah tangga dan anak pun butuh perhatian.

Bacain buku cerita anak bisa bikin anak saya anteng, kadang saya perhatiin juga ekspresinya kayak yang sedang melanglang buana entah ke mana. Sepertinya dia ikut berimajinasi juga dengan apa yang saya ceritakan.

Baca juga : Ensiklopedi profesi untuk anak


7. Masker


Menggunakan masker
Menggunakan masker,
Pexels.com/ Anna Shvets

Ke luar rumah sekarang masker jadi barang yang wajib digunakan. Meski ada di dalam rumah sekali pun jika sudah ada gejala kurang enak badan kayak batuk atau flu, lebih baik pakai masker biar orang di rumah enggak tertular saat Kita sakit.


8. Gawai


Gawai
Gawai, Pexels.com/Lisa Fotios


Saya perlu gawai buat banyak hal, promoin usaha kuliner keluarga, buat branding, bahkan ngeblog pun dari gawai juga. Alasannya biar lebih praktis dan bisa di nawa ke mana-mana.

Meski ngeblog di gawai juga butuh jemari buat memperbesar tampilan ini itu buat bikin blog post, karena udah biasa kali, ya, jadi terbiasa nulis di gawai.

Sebenarnya ada satu barang lagi yang menurut saya penting buat aktivitas harian ibu rumah tangga, yaitu sarung tangan karet.

Sarung tangan karet untuk kegiatan di rumah,
Freepik.com

Berhubung tangan saya mudah alergi terhadap detergent atau sabun pencuci piring, stok sarung tangan karet ini perlu ada buat nyuci baju, piring, bahkan ngepel.

Jadi, kulit saya bakalan terasa kering banget, gatal, dan kemerahan saat kontak langsung dengan detergent, sabun cuci piring, atau bahkan sekadar cairan pembersih lantai. Mungkin enggak semua orang ngalamin ini, sih. Jadi buat saya benda ini penting buat beraktivitas di rumah.

Pernah juga pas mau beli sarung tangan karet stoknya kosong, mungkin mendadak banyak yang beli juga, padahal saya pakai dari dulu karena tangan saya kena alergi kalau nyuci.

Entahlah, mungkin buat Sahabat Catatan Leannie, sarung tangan karet ini enggak masuk daftar list benda penting di rumah, tapi buat saya penting, sih.

Kebutuhan setiap orang berbeda, mungkin ada yang samaan dengan list di atas, bahkan ada juga yang saya tulisin tapi enggak masuk kriteria orang lain.

Itulah berbagai benda penting yang harus tersedia saat diam di rumah seharian. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, kira-kira barang apa aja, nih, yang harus selalu ada di rumahnya?



Salam,




#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday12



Dari Absensi hingga Meeting Online, Inilah 5 Aplikasi Penting Pendukung WFH


Work From Home, freepik.com

Salah satu strategi pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 meluas adalah dengan dikeluarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pelaksanaan PSBB ini yaitu menerapkan physical distancing yang lebih luas dan menegakkan hukum yang tegas jika terjadi pelanggaran di masyarakat.

Kebijakan ini bertujuan memutus rantai penyebaran virus Corona dan mencegah terjadinya interaksi sosial secara langsung.
Beberapa Provinsi di Indonesia termasuk Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, bahkan di Bandung yang menjadi tempat tinggal saya sudah mulai menerapkan PSBB ini.

Berbagai aktivitas seperti sekolah, kuliah, bahkan ibadah pun dilakukan di rumah saja. Selain itu beberapa perusahaan menjalankan Work From Home (WFH) dengan mempekerjakan karyawan dari rumah.

Bagi beberapa perusahaan seperti startup, media digital remote yang disebut juga telecommuting atau teleworking  sudah terbiasa menjalankan WFH. 

Namun, bagi beberapa perusahaan yang baru menerapkan sistem ini, tak perlu khawatir karena ada beberapa aplikasi penunjang untuk menjalankan kerja dari rumah.

Simak, yuk, 5 aplikasi penting pendukung Work From Home di bawah ini!


1.  Aplikasi untuk absensi karyawan


Salah satu aplikasi penting untuk menunjang WFH adalah kehadiran karyawan. Hal ini untuk menilai produktivitas kerja karyawan saat bekerja di rumah.


Aplikasi absensi online yang menunjang WFH adalah Hadirr.com. Sistem ini dapat dijalankan dari smartphone android atau iOS. Aplikasi Hadirr dapat memantau karyawan saat memberi laporan clock in, clock out, break dan after break sesuai jam kerja yang disepakati bersama.

Pada aplikasi ini menggunakan teknologi
face recognition dan sistem pemosisi global (GPS) sehingga dapat mencegah karyawan yang akan melakukan kecurangan saat absensi kerja.

Untuk melaporkan kehadiran dilakukan dengan swafoto pada aplikasi Hadirr dan GPS akan melihat keberadaan karyawan apakah sesuai dengan lokasi WFH.


2.  Aplikasi untuk komunikasi



Berkomunikasi secara personal dengan rekan kerja dapat dilakukan dengan aplikasi yang sudah Populer digunakan selama ini yang bisa diunduh dari smartphone secara free, contohnya saja dengan WhatsApp atau Telegram. 

Wag atau WhatsApp grup biasanya dipilih sebagai komunikasi antar rekan kerja yang bisa diunduh di smartphone android, iOS, bahkan  WA Web. 

Untuk memisahkan percakapan pribadi dengan diskusi kerja bisa menggunakan aplikasi Microsoft Teams atau Slack.


3. Email atau Surat elektronik 


Beberapa perusahaan menggunakan email kantor untuk keperluan kerja. Salah satu email yang digunakan secara gratis adalah Gmail. Hanya saja jika dibutuhkan komunikasi secara interaktif menggunakan email rasanya kurang efektif.


4. Aplikasi meeting atau conference


Selama Work From Home bisa mengadakan meeting atau conference secara online melalui aplikasi video, yang dapat digunakan dalam menjalankan presentasi online yang berhubungan dengan pekerjaan.

Beragam aplikasi yang bisa digunakan selama pandemi saat harus rapat online diantaranya Skype yang sudah lebih Populer digunakan sejak lama. Selain itu, ada aplikasi GoToMeeting, Google Hangout Meet, juga Zoom yang sekarang banyak digunakan saat WFH.


5. Aplikasi kolaborasi kerja


Aplikasi ini menjadi penunjang kerja ketika karyawan harus melakukan kolaborasi kerja dalam suatu project secara online.

Setiap perusahaan memiliki tools yang berbeda sebagai penunjang kinerja karyawan terutama saat menjalankan kerja dari rumah. Aplikasi yang digunakan sebagai kolaborasi kerja karyawan diantaranya Google Docs, Microsoft Office 365, Asana, Trello, Basecamp, dan Quip.

Itulah 5 jenis aplikasi penting sebagai pendukung saat Work From Home. Buat para pegawai yang sekarang menjalankan kerja dari rumah, mana, nih, aplikasi yang paling cocok dan sering digunakan saat ini?


Salam,



#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday10




5 Aktivitas Seru Bersama Keluarga saat Diam di Rumah ketika Pandemi

Aktivitas seru bareng keluarga
Aktivitas seru bareng keluarga, freepik.com

Meski diam di rumah, ternyata ada berbagai aktivitas seru bersama keluarga yang positif ketika pandemi dan selama bulan Ramadan. Semua hal yang terjadi pasti ada sisi baiknya, termasuk anjuran stay at home. 

Meski sering kali kejenuhan menyapa keseharian, ternyata bisa disiasati dengan melakukan kegiatan bersama yang bisa mempererat bonding antar keluarga.

Apa saja kira-kira kegiatan seru yang bisa dilakukan bareng keluarga? Simak, yuk, 5 aktivitas  seru yang mungkin bisa Kamu lakukan juga di rumah!


1.  Mengaji bersama


Mengaji bareng keluarga
Mengaji bersama keluarga, freepik.com

Perbanyak ibadah di bulan suci Ramadan karena ibadah yang Kita lakukan pahalanya berlipat ganda. Lebih mendekatkan diri dengan mengaji bareng keluarga bisa jadi hal yang menyenangkan.

Anak saya masih berusia empat tahun, bisa mulai dikenalkan huruf hijaiyah dengan lagu anak yang ikut dia nyanyikan. Seru banget lihat ekspresinya anak yang masih polos. Gemes jadinya.


2.  Memasak bareng pasangan


Memasak bareng pasangan
Memasak bareng pasangan, freepik.com

Memasak jadi aktivitas seru bareng keluarga. Menyiapkan menu camilan atau menu berbuka jadi hal sederhana yang paling menyenangkan kalau anak dan suami turut membantu istrinya di dapur. Rasanya meleleh hati istri meski suami cuman bantu cuci piring atau ikut memasak. Bantuan kecil yang berdampak besar pastinya.

Biasanya kalau bareng anak bisa ambyar sih, apalagi anak balita, kadang dia pengen sayurannya, wortel aja dijadiin mix sama anakku, sambil dia nyanyi-nyanyi gitu. Hehe ... Imajinasi anak luar biasa, ya.


3. Menonton acara kesukaan keluarga


Nonton bareng di rumah, freepik.com

Sepertinya acara nonton bareng ini bisa beda versi, ya, antara anak, suami dan istri juga. Yang penting kebersamaan yang terjalin satu sama lain.

Seringnya ortu ngalah dan nonton serial anak buat nemenin mereka. Meski tontonannya itu lagi, itu lagi. Ceritanya pun diulang-ulang. Anehnya anakku kok kayak yang baru nonton itu aja, ekspresinya lucu.

Baiklah asal anak bahagia orang tua pun bahagia. Pernah berdua aja nonyon setelah anak tidur, eh saya yang jadi  ketiduran nonton bareng suami. Makanya acara nonton bareng ini selalu seru, sih, buat saya.


4. Menemani anak bermain



Menemani anak bermain
Menemani anak bermain, dokumentasi pribadi

Menemani anak bermain bisa jadi aktivitas seru dan mengasah  kreatuvitas dan motoriknya juga, loh. Contohnya menemani anak bermain lego, bermain ular tangga atau monopoli bisa jadi acara ngebuburit bareng anak. Inget kedua acara ini pas saya masih SD. Dulu bareng sahabat saya sering banget mainin ini.


Baca juga :  Sehari bareng sahabat, we time sekaligus refresh energy


5. Membuat kerajinan di rumah



Membuat kerajinan
Membuat kerajinan, freepik.com

Kamu bisa mencari informasi tentang benda Do It Yourself (DIY) untuk dibuat bersama keluarga. Contohnya saja membuat keranjang sampah  yang unik, membuat mainan dari barang-barang bekas seperti kardus atau botol air mineral yang tak terpakai, atau berkreasi dengan kertas. Kamu bisa mengeksplore aktivitas seru bareng anak juga pasangan dengan kegiatan yang bermanfaat.

Bisa juga melakukan aktivitas seru lainnya, salah satunya melakukan permainan tradisional. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk memupuk jiwa nasionalisme anak.

Berbagai kegiatan seru di di rumah selama masa pandemi ini berbeda-beda versi saya dengan keluarga lain. It's okay, yang terpenting bisa membuat bonding semakin erat antar keluarga.

Baca juga : Realitas stay at home setelah social distancing

Nah, bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, ide seru apa nih, yang bisa dilakukan bareng keluarga saat diam di rumah selama masa pandemi dan Ramadan? 



Salam,




#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday9



Tips Agar Balita Betah Berada di Rumah saat Masa Pandemi

Betah bermain di rumah
Anak bermain di rumah,
pixabay.com/ Victoria_Borodinova

Memiliki anak yang usianya di bawah lima tahun memang luar biasa. Seperti anak saya yang berusia empat tahun, ketika ada anjuran stay at home, dia yang biasa main ke luar mudah sekali merasa bosan. Saya ingin membuat anak saya yang masih balita betah berada di rumah.

Meskipun pada kenyataannya, masih banyak anak lainnya yang dibiarkan bermain bebas di luar rumah, tanpa memakai masker malah di lingkungan dekat rumah. Agak miris memang sama keadaan ini.

Anak memang perlu bergerak akti tujuannya agar organ tubuh bekerja dengan baik dan menjaga anak tetap ceria dan merasa senang. Kesehatan fisik dan mental anak akan terjaga jika orang tua paham cara membuat anak aktif bergerak sambil bermain.

Balita biasanya senang main di luar rumah, contohnya bisa bermain bebas di taman dekat rumah. Namun, pada keadaan pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, sebaiknya anak tetap berada di dalam rumah. 

Ada beberapa tips agar balita betah berada di dalam rumah yang bisa dicoba oleh orang tua, diantaranya:


1. Bebaskan imajinasi mereka


Bermain lego,
pixabay.com/StockSnap

Biarkan balita meniru gerakan bermacam-macam benda yang ada di benaknya, seperti pesawat, kereta api,  motor, ataupun hewan-hewan tertentu.

Hal ini merupakan metode efektif agar anak mengenal berbagai nama kendaraan atau binatang.

Biarkan anak bermain lego atau biarkan dia membentuk benteng dan menyusunnya sendiri.


2. Bermain dengan benda di sekitarnya



Bermain bantal,
Pixabay.com/Victoria_Borodinova

Anak-anak, baik kakak dan adik bisa menggunakan bantal yang ada di kasur untuk bermain perang bantal. Hal ini merupakan aktivitas aman dan dapat membuatnya bergerak aktif.

Selain itu, orang tua dapat mengajak anak bermain perang-perangan memakai berbagai benda seperti gulungan kaus kaki, kain perca, tisue, atau kertas yang dibentuk menyerupai bola. Hal ini dapat melatih gerakan motoriknya untuk melempar benda.


3. Membuat simulasi olahraga 


Simulasi olahraga
Simulasi olahraga,
Pexels.com/Andrea Piacquadio


Membuat simulasi olah raga akan membuat anak semakin aktif bergerak dan anak mengenal berbagai jenis olah raga lewat permainan. Orang tua bisa mencoba olahraga sederhana dengan balita di rumah.


4. Biarkan anak beraktivitas dengan pensil warna dan krayon.


Mewarnai
Mewarnai, Pexels.com/Andrea Piacquadio


Kegiatan belajar bagi balita akan lebih menyenangkan untuk mereka jika Kita sudah menyediakan media belajar yang menarik dan berwarna-warni untuk mengenal huruf, bentuk, angka.

Orang tua dapat mensupport aktivitas anak dan memberikan kebebasan anak menggambar dan mewarnai.

Siapkan bahan seperti kertas, kain, dan pensil warna atau krayon untuk melakukan aktivitas ini. Sebagian anak  usia dini seperti balita biasanya senang mencorat-coret atau mewarnai dinding sesuka hati mereka.

Anak mencorat-coret tembok
Hasil karya Dzaky, dokumentasi pribadi

Bebaskan mereka berkespresi meski harus mengotori dinding rumah. Percayalah semua itu bagus untuk melatih kreativtas anak.

Semoga informasi di atas cukup membantu orang tua mengatasi masalah balita yang tidak betah atau cepat bosan ketika #diamdirumah. Jika ada keperluan mendesak dengan mengajak anak ke luar rumah jangan lupa memakaikan masker anak.

Baca juga : Panduan menggunakan masker anak yang harus diketahui orang tua

Itulah keempat tips yang bisa dilakukan orang tua agar anaknya betah berada di dalam rumah saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Selamat mencoba dan menemani aktivitas bersama anak selama #diamdirumah.



Salam, 



#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday8



Realitas Stay at Home selama Dua Pekan pasca diberlakukannya Social Distancing

Realitas stay at home
Stay at home, via freepik.com

Social distancing adalah upaya pemerintah untuk menanggulangi penyebaran virus Corona yang terus meluas di Indonesia. Masyarakat dianjurkan stay at home, melakukan berbagai kegiatannya di rumah. Namun, ternyata realitasnya lain dari yang diharapkan di Indonesia.

Berbagai upaya untuk mendukung social distancing seperti  aktivitas sekolah diliburkan, beberapa fasilitas publik atau tempat wisata, bahkan beberapa mall pun sudah mulai ditutup, perusahaan pun meliburkan karyawannya, meski tak termasuk suami yang masih tetep kerja di salah satu bank swasta di Kota Kembang ini.
Social distancing
Social distancing, via freepik

Realitas stay at home dan social distancing ini kadang berbeda dengan harapan. Ternyata di lingkungan tempat tinggal sendiri, masih banyak yang kurang mengindahkan anjuran ini.

Banyak yang masih berkeliaran di luar dan enggak pakai masker. Anak-anak pun masih main di luar dengan bebas. Duh, sampai miris saya melihat ini.

Di tengah kegabutan karena kondisi Covid-19, sebenarnya sudah ada dua pekan saya merasa tubuh ini kurang fit. Berawal dari sakit gigi yang mengharuskan cabut kedua gigi geraham baru tumbuh, gigi berlubang di bagian atas dan bawah.

Setelah itu datanglah batuk alergi karena dingin. Memang saat musim penghujan saya bakal sering kena alergi ini dari tahun ke tahunnya. 

Saya pun mengalami sariawan yang cukup banyak jumlahnya dan bikin selera makan turun. Padahal selama ini, saya keitung jarang banget sariawan.

Kondisi semakin enggak fit sehingga tangan, kaki serta badan saya pun kemerahan karena alergi dingin. Kemungkinan juga karena konsumsi makanan tertentu belakangan ini.

Meski harus stay at home, saya tetep pergi ke luar luar rumah juga, sih, untuk urusan beli bahan makanan. Ini aja alasan yang paling urgent bagi saya buat ke luar rumah dua atau bahkan tiga hari sepekan.

Untung pas weekend ini suami libur, aku yang udah enggak bisa tidur malam karena biasanya udah kecapean dari siang nemenin Dzaky udah tidur malam dari jam 20.00 WIB atau 21.00 WIB. Anakku hampir enggak pernah tidur siang soalnya.

Rutinitas pagi hari seperti biasanya, menyiapkan sarapan untuk keluarga. Meski lagi kurang fit, saya jarang banget beli makan di luar. Seringnya masak aja, meski masakan saya keitung standar dan bisanya itu-itu lagi.

Buat saya, yang penting dalam proses masak sendiri, bisa dipastikan cara pengolahannya benar. Nyuci sayurannya bersih dan nambahin bumbu masakan pun takarannya sesuai kehendak saya, belakangan ini saya enggak lagi nambahin pengawet atau MSG kayak dulu.

Sebenarnya anak saya tipe yang gampang bosan, diajak mengerjakan pekerjaan rumah sama sekolahnya pun cuman fokus bentar, habis itu dia main lagi. Kebayang bosannya anak disuruh stay at home.

Pas jumat malam kemarin dikasih mati lampu sama PLN, ya udah mending tidur aja lah apalagi udah malam. Pas bangun pagi, mau salat subuh. Terharu banget, cucian piring dan baju udah bersih, setrikaan rapi ... baik bener, sih, paksu.

Sebenarnya ini blog post alias curcol saya sebagai irt selama menjalani social distancing  dan stay at home selama dua pekan terakhir. 

Makasih paksu udah bantuin, kebantu banget  apalagi pas lagi kurang fit, terus lihat kondisi rumah semua udah bersih dan rapi. Padahal aku juga tahu lagi sama-sama kurang fit. 

Saya sebenarnya udah bosan kalau disuruh minum obat-obatan kimia, makanya beralih ke rempah-rempah atau bahan alami yang ada di dapur.

Baca juga : 7 Tips Jitu Meningkatkan Sistem Imun Tubuh untuk Menangkal  Virus Corona

Blog post selanjutnya akan saya tuliskan mengenai beberapa ramuan JSR buat menjaga  imunitas tubuh.

Baca juga : Resep JSR dr. Zaidul Akbar untuk mengatasi Batuk, Flu, dan Alergi

Mari dukung upaya stay at home dan social distancing. Inilah realitas saat berdiam diri di rumah ala Catatan Leannie. Moga setelah ini Kita diberikan kesehatan dan wabah Corona ini cepat berlalu.



Salam,