Mengunjungi Floating Resto Napak Sancang Cililin, Kab Bandung Barat

 
Napak Sancang Cililin
Napak Sancang Floating Resto,
dokumentasi pribadi


Saung Apung Napak Sancang atau dikenal dengan Napak Sancang Floating Resto ini cukup populer dan bikin Kami sekeluarga penasaran ingin merasakan wisata kuliner dengan suasana yang berbeda meski letaknya agak jauh yaitu di daerah Cihampelas, Cililin, Kab Bandung Barat.


Meski masih pandemi, ada moment spesial yang ingin saya dan suami rayakan mengingat di Bulan September yang lalu,  Tadinya punya rencana staycation bareng keluarga, tapi dipending dahulu dan akhirnya Kami memilih untuk mengunjungi Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang ini.



Akses Menuju Napak Sancang Floating Resto 



Napak Sancang Floating Resto
Mengunjungi Napak Sancang Floating Resto,
via dokumentasi pribadi


Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang yang beralamat di Dermaga, Sayuran, Mekarmukti, Kec. Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat  40562 ini terletak di area waduk Saguling.

Jaraknya memang engga terlalu jauh dari kawasan Wisata Cimahi, Ngamprah, hingga Soreang bahkan dari pusat Kota Bandung.


Jika dari luar kota, misalnya Jakarta bisa melewati jalan tol dan keluar di Padalarang atau Cimahi, lalu menuju  Cimareme – Pasar Cihampelas. Selanjutnya menuju ke arah Kampung Sayuran ( Saguling ).


Saya dan suami naik motor ke sana, mau naik mobil takut macet juga di jalannya. Berangkat agak siang pukul 09.30  WIB, sampai sana pas acara makan siang sekurar pukul 11.30 WIB. Sempat berhenti di jalan juga karena agak macet di daerah Cihampelas.


Saya jadi tergoda beli Thai Tea di pinggir jalan. Lumayan buat mengurangi rasa haus dan seger juga. Bulan September kemarin masih belum masuk musim penghujan seperti sekarang ini.


Kami melewati rute Soreang, kemudian menuju arah Stadion Si Jalak Harupat kemudian ke  Batujajar-Cililin lalu menuju lokasi Saung Apung.



Daya Tarik  Napak Sancang Floating Resto 


Napak Sancang
 Serunya foto di sini,
via dokumentasi pribadi


Ada berbagai hal menarik dari Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang ini. Menyuguhkan suasana yang berbeda ketika mengunjungi tempat ini. Cocok untuk dikunjungi bareng pasangan, keluarga, rekan kerja. Rasanya seru aja kalau rame-rame datang ke sini.


Sebenarnya di Bandung banyak banget destinasi wisata keren lainnya. Dago, Lembang, Punclut, ketiganya destinasi favorit yang sering saya kunjungi.


Baca juga : Lembang Wonderland, Destinasi Wisata Bak Negeri Dongeng yang Instagramble


Sejauh mata memandang, terlihat keindahan alam sekitar waduk Saguling ketika saat di  Saung Apung Napak Sancang. Pengen juga ngerasain makan di tempat yang berbeda, sambil lihat view Saguling dari atas restoran terapung di atas air.


Berfoto di Napak Sancang
Adem lihat view sekitar Saguling,
dokumentasi pribadi


Melihat keindahan alam yang hijau dan hamparan air dan makan di atas saung atau restoran terapung mengingatkan saya saat berkunjung ke Floating Market Lembang atau mengunjungi Pinisi Resto Glamping Lakesike Rancabali di tepi Situ Patenggang.


Baca juga :  Mengunjungi Pinisi Resto yang instagramble dan kekinian di Bandung


Sebenarnya ayah dan ibu saya udah ke sini beberapa bulan yang lalu. Sempat bercerita tentang restoran terapung yang lagi ngehits saat itu karena baru launching.


Namun, fasilitas sekitar masih belum bagus terutama akses jalan menuju tempat wisata, soalnya jalannya masih berbatu belum diaspal. Begitu melihat Floating Restonya, sih, seneng aja. Kayanya kalau bawa kendaraan pribadi dan masuk weekend, pasti bakal penuh sama pengunjung.


Begitu sampai ke wilayah Saung Apung Napak Sancang atau Floating Resto ini, jalanannya masih berbatu, belum diaspal. Medannya lumayanlah, ya. Mungkin karena obyek wisata ini terhitung baru dan mulai ramai dikunjungi sejak setahun yang lalu jadi perlu banyak pembenahan biar lebih baik lagi.


Untuk dapat sampai ke saung apung atau restoran terapung ini, para pengunjung perlu naik perahu untuk melewatinya. Sempat antri cukup panjang karena dulu ke ke sini hari minggu dan tenyata cukup penuh. Pandemi enggak mengurangi minat banyak orang buat datang ke sini ternyata.


Naik perahu ke Napak Sancang
Naik perahu menuju Floating Resto,
dokumentasi pribadi


Butuh waktu beberapa menit dari naik perahu ke Floating Resto ini. Seru juga naik perahu bareng keluarga. Rasanya udah lama juga engga naik perahu gini.


Begitu sampai ke Saung Apung  atau  Floating Resto Napak Sancang, tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Hanya membayar biaya makan dan minuman saja pastinya. Saya dan suami booking tempat buat makan di sini. Pas banget datang ke sini di jamnya makan siang.


Melihat sekeliling danau, seneng banget. Apalagi lumayan banyak spot buat foto di sini. Bakalan cantik viewnya jelang malam pasti. Bakal romantis kalau dikunjungi bareng pasangan.


Berfoto di Napak Sancang
Moment bareng keluarga, 
dokumentasi pribadi


Spot Instagramble di Napak Sancang
Spot instagramble di Napak Sancang,
dokumentasi pribadi


Di sekitar tempat makan ada kolam ikan juga. Anakku seneng lihat kolam ini. Berasa cukup luas tempatnya, dia seneng jalan ke sana kemari. Ngeklop sama ayahnya yang seneng foto-foto di sini. Lumayan juga buat kenang-kenangan udah ngunjungin tempat ini katanya.


Kolam ikan Napak Sancang
Kolam ikan di samping area makan,
dokumentasi pribadi



Berfoto di Napak Sancang
Salah satu spot instagramble,
dokumentasi pribadi


Buat yang dari luar kota pasti berkesan banget datang ke sini. Menghabiskan waktu dengan kuliner bareng atau staycation bareng keluarga memang jadi moment berkesan seperti pengalaman Mbak Marati Husna saat staycation di Sahira Butik Hotel Bogor.



Menu Makanan dan Harga Napak Sancang Floating Resto


Menu Napak Sancang Floating Resto
Menu khas Sunda di Napak Sancang,
dokumentasi pribadi


Menyajikan menu tradisional khas Sunda, makan ala lesehan sambil melihat pemandangan sekitar danau ternyata membuat daya tarik tersendiri buat pengunjung.


Denger-denger, sih, makanan yang direkomendasikan di sini adalah ikan bakarnya. Saat itu saya sama suami pesan nasi liwet, ditambah karedok, ayam bakar juga. Menu tradisional khas Sunda beginilah yang cocok buat lidah saya.


Selain itu ada juga menu lainnya seperti sop ikan, ayam bakar, ayam goreng, ayam  pepes, tahu dan tempe ditambah sambal lalapan. Bisa juga pesan karedok atau ulukutek leunca. Buat minumannya ada kelapa muda, es jeruk, teh manis, jus, kopi, dan lainnya.


Semua makanan di sini disajikan secara dadakan, udah ngebayangin makanannya disantap dengan nasi liwet anget.


Setelah cobain makanannya, rasanya ya begitu aja. Standar makanan Sunda. Karedoknya lumayanlah, ya. Sebenarnya jadi pengen cobain ikan bakarnya, tapi udah kenyang. Jadi belum tahu rasanya.


Harga makanan di sini terhitung standar dan engga terlalu mahal, sama kaya makan di Punclut Bandung. Untuk harga 1 porsi nasi liwet yang cukup buat suami, anak dan saya seharga Rp. 60.000,00 saja, tahu tempe Rp 2.000,00. Untuk ikan bakar, atau Nila bakar harganya Rp 45. 000, 00. Cukup terjangkau kan, ya?


Baca juga : Rekomendasi 3 Destinasi Keren dan Instagramable di Punclut


Floating Resto Napak Sancang ini buka setiap hari dari pukul 08.30  WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB. 


Informasi mengenai menu, harga makanan dan minuman, fasilitas atau reservasi tempat, bisa hubungi nomer kontak  082216432929.


Berhubung saat weekend kemarin tempat ini penuh, ada baiknya booking tempat dan menu terlebih dahulu biar lebih nyaman. 


Rasanya senang sekali menghabiskan waktu bersama keluarga kecilku. Moment bersama keluarga memang membahagiakan, bukan?


Bagaimana menurut Sahabat Catatan Leannie, kira-kira tertarik enggak buat mengunjungi Napak Sancang Floating Resto?





Salam,








Menjaring Peluang Dunia Blogging, inilah Rahasia Sukses Memenangkan Lomba Blog



Rahasia sukses menang lomba blog, 
via Canva


Perkerjaan yang paling membahagiakan adalah menjalani hobi yang dibayar. Sejak dua tahun ngeblog, saya tertarik untuk menjaring peluang dunia blogging yang cukup menjanjikan, salah satunya mengikuti kompetisi atau lomba blog. Saya jadi ingin mengetahui apa, sih, rahasia sukses memenangkan kompetisi blog?  Jujur saja selama ini saya termasuk yang jarang menang lomba blog.


Pada awalnya saya menulis di blog untuk sharing berbagai hal yang bermanfaat buat pembaca, menulis pun jadi terapi atau self healing karena dengan menulis bisa membuat saya mencurahkan isi hati yang terkadang tak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata.


Seriring dengan seringnya saya menulis di blog, saya pun mulai belajar lagi memperbaiki tampilan blog, belajar ilmu SEO dan menaikkan Domain Authority


Baca juga : Ingin Belajar SEO dengan Mudah? Ikuti 10 Cara ini!


Semakin saya belajar banyak hal, saya merasa ilmu yang saya punya enggak ada apa-apanya.


Sebenarnya ada beberapa peluang dari ngeblog yang cukup menjanjikan selain dari menulis untuk advetorial atau content placement,  monetisasi blog dengan iklan atau afiliasi, produk atau jasa, dan  yang terakhir mengikuti kompetisi atau lomba blog.


Selama mengikuti beberapa kompetisi blog, saya hanya berhasil memenangkan lomba satu atau dua kali saja. Itu pun hanya pemenang hiburan saja, ada rasa bahagia ketika tulisan yang saya buat diapresiasi dan menjadi salah satu pemenang terpilih dalam kompetisi atau lomba blog.


Nah, saya pun enggak menyia-nyiakan kesempatan ketika IM3 Ooredo dan IIDN mengadakan webinar mengenai Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog dengan mengikuti webinar  tentang yang dibawakan oleh Mbak Widyanti Yuliandari, Ketua Umum IIDN hari Sabtu tanggal 03 Okjtober 2020 tentang Memenangkan Lomba Blog.


Webinar IM3XIIDN
Webinar IIDN dan IM3,
dokumentasi pribadi


Mengapa mengikuti lomba blog itu penting?


Pentingnya mengikuti lomba blog
Pentingnya mengikuti lomba blog, 
via Canva

Dalam webinar penutup  IM3xIIDN yang ke-25  pada hari Sabtu tanggal 03 Oktober 2020, Mbak Widyanti membuka opening tentang pentingnya memenangkan kompetisi atau mengikuti lomba blog dengan baik, diantaranya:


1. Berlatih menjadi kreator konten yang baik

Untuk menjadi kontent kreator yang baik, seorang blogger perlu mahami tujuan penyelenggara atau klien menyelenggarakan lomba blog, menuliskan ke dalam sudut pandang personal, mengasah kreativitas menulis, dan mampu memanage project terutama masalah waktu.


2. Memberi benefit pada pembaca blog

Kembali lagi kepada tujuan menulis, sebuah tulisan yang diikutkan dalam perlu sebuah kompetisi blog diharapkan dpaat memberikan benefit atau manfaat pada pembaca. 


3. Menaikkan reputasi dan memperluas jejaring

Dengan mengikuti berbagai kompetisi blog, setidaknya bisa dikenal oleh penyelenggara atau blogger lain. Hal ini cukup baik untuk menaikkan reputasi, membangun branding dan memperluas jejaring.


4. Reward yang sepadan dengan upaya

Jika memenangkan lomba blog tentu saja akan memperoleh reward atau hadiah. Hal ini sebanding dengan upaya saat riset, menulis dan share tulisan ke berbagai sosial media. Siapa, sih, yang enggak pengen dapat tambahan penghasilan dari lomba blog, apalagi kalau hadiahnya cukup menggiurkan, bener enggak?


Ketahui penyebab kegagalan dalam lomba blog

Penyebab kegagalan lomba blog
Penyebab kegagalan lomba blog,
via Canva


Setelah beberapa kali mengikuti lomba blog dan seringnya enggak menang, saya kembali menelaah tulisan yang saya buat.

Saat mengikuti webinar bareng Mbak Wied, ternyata ada beberapa penyebab kegagalan mengikuti lomba blog, meski terlihat sepele ternyata bisa menjerumuskan, loh. Apa saja penyebabnya, simak di sini, ya!


1. Tidak memenuhi salah satu syarat atau ketentuan lomba

Seorang blogger harus teliti dan benar-benar paham ketika mengikuti kompetisi blog. Bacalah ketentuan dan persyaratan kompetisi blog, jangan sampai ada yang terlewat, ya.


2. Typo atau salah mengisi form pendaftaran

Typo memang kadang enggak bisa dihindari, tapi sebisa mungkin saat mengikuti lomba blog, sudah self editing dan memastikan tulisan sudah oke. Sayang sekali jika salah mengisi form pendaftaran jadi penyebab kegagalan mengikuti lomba blog, jadi harus lebih jeli dan teliti lagi, ya, Sahabat.


3. Akun sosmed digembok atau private account 

blogger sifatnya private atau digembok, salah mention penyelenggara, atau salah hastag sebagai persyaratan lomba


4. Referensi penulisan terlalu mainstream

Nah, referensi ini juga jadi salah satu penilaian juri lomba. Beberapa lomba meminta menyertakan referensi penulisan, sebaiknya memilah dengan baik referensi saat mengikuti lomba.


Dari keempat hal di atas, saya pun belajar untuk memperbaiki tulisan saat mengikuti lomba blog. Terus berlatih dan memperbaiki diri, salah satu kunci keberhasilan yang saya pegang.



Rahasia sukses memenangkan kompetisi blog

Rahasia menang lomba blog,
via Pexels/Daria Shevtsova


Dalam webinar mengenai tips memenangkan lomba blog, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Apa aja, sih, rahasia sukses menang kompetisi blog?


1. Pahami tema kompetisi yang diikuti dalam lomba blog

Seorang blogger perlu tahu apa tujuan penyelenggara mengadakan lomba blog, contohnya saja sebuah lomba tentang review laptop, maka perlu mengangkat keunggulan utama produk, contohnya dari segi keamanan data. Bisa juga ditulis tentang kondisi saat ini mengenai pembobolan data. Selain itu, dalam menuliskan review laptop bisa dihubungkan dengan profesi yang sedang ditekuni dan rencana 


2. Drafting, menulis untuk kompetisi blog perlu konsep yang matang

Untuk membuat suatu tulisan yang berkualitas perlu dibuat drafting atau konsep yang matang. Menulis  konten dengan jujur, harus sudah memahami referensi, hindari kalimat yang ambigu, klise, bahkan dipertanyakan maknanya. Selain itu sebuah tulisan harus logis, adanya kepaduan antar paragraf, kalimat pembuka dan penutup yang berkesan.


3. Perhatikan judul artikel yang dibuat

Sebuah judul punya kekuatan tersendiri, buatlah judul yang menari sesuai tema dan rules atau ketentuan kompetisi blog. Jangan lupa untuk memuat kekuatan produk.


4.  Tambahkan ilustrasi sebagai pendukung tulisan

Ilustrasi yang dibuat sebagai pendukung tulisan harus memiliki relevansi dengan tema. Selain itu, perhatikan juga ukuran, relevansi gambar, pemilihan warna, bentuk, dan penempatan gambar. Sebaiknya gunakan foto sendiri atau dokumentasi pribadi dalam blog.


5. Referensi tulisan

Referensi tulisan terkadang menjadi salah satu poin dalam penilaian kompetisi blog. Referensi yang diambil harus berasal dari sumber yang valid dan terpecaya


6. Lakukan self editing sebelum memposting tulisan

Sebelum mengirimkan tulisan untuk lomba blog, jangan lupa lakukan self editing. Periksa kembali kesesuaian tulisan, hindari adanya salah ketik atau typo. 


7. Sharing tulisan ke media sosial

Jangan lupa untuk sharing tulisan ke media sosial agar mampu menjangkau lebih banyak pembaca.

Pada awal ngeblog sekitar dua tahun yang lalu, saya pun menjajal kemampuan dengan ikutan juga beberapa lomba blog. Hasilnya paling sesekali memang lomba, selebihnya sih lolos. 


Baca juga : Merajut mimpi dengan menulis


Ya memang saya akui, ternyata saat menuliskan ini, banyak hal yang perlu diperbaiki tentang kualitas tulisan saya seperti yang diuraikan Buketu IIDN.


Untuk sekarang ini, saya hanya mengikuti lomba yang temanya cocok aja buat saya. It's okay, lah, ya pilih aja yang paling bikin nyaman. Jangan lupa rahasia sukses memenangkan lomba atau kompetisi blog. Yuk, optimalkan peluang di dunia blogging dengan mengikuti lomba blog. 



Salam, 



















































Vaksinasi pada Dewasa, Seberapa Efektif dilakukan saat Pandemi?

Vaksin dewasa
Vaksin pada dewasa, 
Pexels.com/Gustavo.Fring


Pandemi Covid-19 belum berlalu, beberapa waktu yang lalu saya dan keluarga memilih melakuan vaksinasi influenza sebagai upaya preventif dan menjaga kesehatan keluarga. Seberapa efektif sebenarnya pemberian vaksin pada dewasa?


Melihat pemberitaan di televisi, mengenai update kasus COVID-19 di Indonesia yang tiap hari masih meningkat, tetapi sayangnya banyak masyarakat di lingkungan saya yang sudah merasa jenuh, hingga abai dengan protokol kesehatan.


Kita enggak boleh mengabaikan pandemi ini, vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh keluarga.



Apa itu Vaksinasi?

Vaksin
Vaksin, via freepik.com


Vaksinasi merupakan proses
penyuntikan mikroorganisme penyebab suatu penyakit yang telah dilemahkan atau dibunuh ke dalam tubuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.


Anggapan bahwa pemberian vaksinasi hanya dibutuhkan oleh bayi atau anak tidak sepenuhnya benar karena ternyata orang dewasa perlu untuk mendapatkan vaksin.


Ternyata orang dewasa pun perlu untuk suntik vaksin ulangan tiap periode tertentu. Dengan adanya vaksinasi, tak hanya terlindung dari penyakit tetapi mencegah penyebarannya meluas.


Di Indonesia, ada lima jenis vaksin yang wajib dilakukan, yaitu hepatitis B, BCG, Polio, MR, dan DTP.  Jika belum pernah vaksin saat masih kecil, maka saat dewasa harus menerima vaksin yang dijelaskan di atas.



Rekomendasi vaksinasi pada dewasa

Vaksin dewasa
Vaksin dewasa, via freepik.com


Selain vaksinasi wajib di atas, ada beberapa jenis vaksin yang dianjurkan untuk dewasa diantaranya Vaksin Influenza, Vaksin Pneumococcus,Vaksin Hepatitis A dan B, Vaksin Meningitis, Vaksin Difteri, Vaksin Tetanus, Vaksin Herpes Zooster, Vaksin HPV, Vaksin Varricela atau Cacar Air, Vaksin Meningitis.


Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat orang dewasa akan melakukan vaksinasi seperti riwayat pemberian vaksin saat kecil, apakah sudah memperoleh imunasasi yang lengkap?


Selain itu, ada perbedaan waktu pemberian vaksin pada dewasa dan tentunya dosis, kandungan atau komponen vaksin dewasa ini berbeda dengan vaksin anak.


Pemberian vaksin pada orang dewasa perlu memperhatikan kondisi medis tertentu, seperti saat hamil, penderita jantung, diabetes, stroke, infeksi HIV dan kondisi lain yang memerlukan perhatian lebih menerima vaksin. Perlu ada konsultasi dengan ahli terkait kondisi pasien saat akan melakukan vaksinasi.


Saat pandemi seperti sekarang ini, ada 3 jenis vaksin dewasa yang dianjurkan yaitu Vaksin Influenza, Vaksin Pneumococcus, dan Vaksin Meningitis.

Ketiganya perlu dilakukan karena  menjadi penyakit serius yang terkadang  diabaikan karena dinilai sepele atau gejala yang terjadi tidak cukup familiar.



Seberapa efektif vaksinasi dewasa saat pendemi?

Vaksinasi
Vaksinasi saat pandemi,
via freepik.com


Keadaan pandemi ini membuat orang lebih aware untuk waspada, menjaga daya tahan tubuh sebagai upaya pencegahan agar tidak tertular Covid-19.


Baca juga :  Berbeda dari Flu Biasa, Inilah Pandemi Covid-19 yang Menyita Perhatian Dunia


Salah satu vaksin yang penting dilakukan adalah vaksin influenza, yang dianjurkan setahun sekali, namun kadang banyak yang menganggap sepele penyakit flu ini.


Sebaiknya saat melakukan vaksinasi, pastikan kondisi tubuh sedang fit dan sehat,  tidak sedang demam dan flu agar antibodi yang terbentuk lebih maksimal dan dapat memperkuat kekebalan tubuh.


Baca juga : 7 Tips Jitu Meningkatkan Sistem Imun untuk Menangkan Virus Corona


Pemberian vaksin dewasa merupakan investasi bagi tubuh agar tidak mudah sakit dan tidak menimbulkan gejala yang parah atau komplikasi yang berlebihan.


Halodoc hadir untuk masyarakat, memberikan kemudahan mengakses layanan kesehatan dan memberi rasa aman terutama saat pandemi seperti sekarang ini. Aplikasi Halodoc ini terdiri dari fitur-fitur seperti layanan konsultasi dengan dokter, seperti chat, panggilan suara, juga video dengan dokter selama 24 jam.


Halodoc
Aplikasi Halodoc,
via dokumentasi pribadi


Selain itu, Halodoc melayani pembelian obat-obatan, kunjungan ke RS, cek lab juga. Masyarakat bisa mengakses berbagai informasi kesehatan terupdate lewat aplikasi ini.


Dengan demikian, vaksinasi pada dewasa cukup efektif dilakukan saat ini,  sebagai upaya preventif dan mencegah penularan penyakit meluas. Jadi, enggak usah ragu lagi, ya, untuk melakukan vaksinasi dan jangan lupa mengakses Halodoc untuk kemudahan mengakses layanan kesehatan.



Salam,







Pengalaman Kuret dengan BPJS di RSKIA Kota Bandung

RSKIA Kopo
RSKIA Kota Bandung


Saya menuliskan kembali pengalaman ini setelah proses kuret dilakukan tanggal 22 Mei 2020, dua hari sebelum lebaran di RSKIA Kota Bandung.  Menuliskan cerita ini, sebagai pengingat diri dan melepas rasa yang tertinggal di hati. 

Sebelumnya saya udah bercerita tentang proses mendatangi berbagai rumah sakit di Bandung dan Cimahi, udah keliling-keliling sampai empat RS akhirnya memutuskan untuk kuret di RSKIA Kota Bandung yang terletak di daerah Kopo.

Memang butuh waktu bagi saya menliskannya kembali saat proses kuret kemarin karena jujur saja sampai sekarang masih ada beberapa kenangan yang terus melekat dalam pikiran saya.

Beberapa waktu yang lalu, saya kembali flashback lagi mengingat hal ini. Saat melihat ibu hamil yang perutnya besar, auto saya usap perut saya. Cuman inget aja calon bayi yang udah enggak ada.

Kadang lihat yang lahiran juga entah kenapa saya inget juga. Padahal dede udah ada di tempat yang lebih baik. Berusaha mengikhlaskan tapi tetep belum bisa melupakan kalau dia pernah singgah meaki hanya dua bulan lamanya.


Baca juga : Untukmu yang pernah singgah, sekejap tetapi selalu kuingat


Jadi memang beberapa minggu kemarin, sempat agak merenung cukup lama. Saya jadi memikirkan banyak hal. Soal pekerjaan, mendampingi anak sekolah online, juga mengingat kembali saat keguguran kemarin.

Agak sedih juga tapi saya enggak pengen malah jadi stress yang berkepanjangan, maka saya kembali menuliskan ini.


Proses Kuret dengan BPJS, Dari Rujukan Faskes (Puskesmas) ke RS


Back to topic, deh. Pengalaman saya ke IGD salah satu rumah sakit swasta di Cimahi memang enggak banget. Inget itu jadinya bikin enggak enak hati aja.


Baca juga: Pengalaman Kuret dan ke IGR RS dengan BPJS saat Pandemi dan Jelang Idulfitri


Jadi akhirnya saya dan suami memutuskan untuk kuret ke RSKIA Bandung setelah dapat rujukan dari Puskesmas Garuda. Saya ke Puskesmas Garuda atas saran dari dokter faskes I yang menangani BPJS.

Saat datang ke Puskesmas Garuda, saya langsung ditangani dengan baik. Dari bagian administrasi, perawat, petugas lab, bidan juga dokter semuanya ramah.

 Saat itu jujur aja saya udah lemes banget begitu sampai puskesmas ini karena udah keliling-keliling sampai empat RS di Bandung .

Saya udah menyiapkan diri dengan puasa dari jam 06.00 WIB soalnya biar kalau ketemu dokter di RS dan dijadwalin kuret saya udah siap. Prosedurnya minimal 8 jam disarankan puasa saat akan kuret.

Salut sama Puskesmas ini, pelayanan lengkap 24 jam ada fasilitas rawat inap dan pelayanan nakes di sana baik-baik semuanya. Masyaallah saya doain mereka sehat selalu dan bisa memberi pelayanan baik sama pasien-pasiennya.

Nah, setelah dapat rujukan dari Puskesmas Garuda ke RSKIA Kopo, saya dan suami langsung menuju ke RS ini. Jujur aja saya memang udah menyiapkan diri buat puasa dari jam 06.00 WIB.

Saya ingat saat awal kehamilan kemarin, bisa berpuasa meski selang seling alias enggak tiap hari.  Saat akan datang ke IGD RSKIA saya udah agak pusing banget. 

Sebenarnya saat sampai di Puskesmas Garuda pun, saya pun udah merasa agak lemes karena udah bolak-balik 3 rumah sakit dan masih puasa juga sampai tengah hari.


RSKIA Kota Bandung, akhirnya Kuret di sini


Di RSKIA Kopo ini bangunan depannya bagus banget. RS pemerintah yang bangunannya enggak kalah sama RS Swasta. Dulunya sih di RSKIA yang di Jalan Pajagalan, RS lama yang sekarang udah pindah ke Kopo.

Begitu masuk ke IGD, suami mengambil  berkas  persyaratan BPJS, sementara saya ngobrol dengan perawat IGD. Saya jelaskan kondisi di tensi dulu dan hasilnya memang rendah, tensi 90/60.

Akhirnya saya disuruh berbaring di IGD, sambil menunggu suami. Dia bilang cukup jauh juga dari IGD ke bagian administrasi. Harus bolak-balik juga karena minta KTP, Kartu BPJS dll. Kasian suamiku, dia juga pasti lelah udah keliling-keliling dari pagi.

Saya ingat anak saya yang dititipin ke Mama. Kangen juga sama dia. Selama bedrest, memang mama yang jagain.

Sempat visit dokter terus usg juga, katanya udah mau bersih, cuman masih ada sisa-sisa sedikit lagi. Sebenarnya udah pembukaan satu dari saat dicek di Klinik deket rumah.

Mungkin bisa jadi enggak perlu dikuret, hanya dikasih obat aja cuman berarti kalau enggak ada tindakan kuret berarti enggak dicover BPJS. Begitu penjelasan dokter di IGD.

Saya pun berpandangan sama suami, tahu kalau akhirnya enggak kepake BPJS dan harus bayar mandiri, mungkin saya udah ke RS Swasta dekat rumah aja. Enggak usah ribet ngurusin BPJS dan lainnya.

Seketika saya pusing banget dan mendadak pengen ke kamar mandi. Tadi udah diambil darah juga, periksa lab pastinya. Dulu saya yang meriksa hasil lab, sekarang saatnya jadi pasien.

Suami mengantar saya ke kamar kecil, karena saya ingin ke air. Tenyata memang bercak darahnya hanya tinggal sedikit lagi, percis darah menstruasi hari terakhir. 

Ya memang pas pendarahan terparah dan cukup banyak udah dari beberapa hari yang lalu sebelum ke RS ini. Saya pun berjalan lagi ke kamar IGD mau rebahan lagi, soalnya kepala udah kleyengan pusing banget rasanya.

Suami memang jalan di sebelah saya, saat itu saya hampir ambruk dan untunglah dipegang suami. Habis ini para perawat langsung ngambil kursi dorong nyuruh saya duduk dan berbaring.

Saya pun kembali di tensi dan memang saat itu tensi saya rendah banget sampai 55/90. Saya pun rebahan lagi. Dikasih air minum anget saat itu. Perawat bilang masih nunggu hasil lab sama tergantung keputusan dokter kandungan apa perlu dikuret atau cukup dengan obat aja.

Ibu, ayah, mertua beberapa kali menghubungi suami nanya keadaan saya. Mereka belum bisa jenguk ke RSKIA Kopo karena jauh juga dari rumah dan saya pun minta didoain aja dari jauh. Kasihan mereka kejauhan dan enggak tahu di mana posisi RS, soalnya ini kan bangunan baru juga.

Akhirnya dokter IGD mendatangi saya dan memberikan keputusan harus kuret. Meski udah mau bersih tapi sisa-sisa kantung kehamilan masih ada dan harus dibersihkan.

Tadinya kalau enggak dicover BPJS kan mending di RS lain aja yang deket rumah. Syukurlah BPJSnya bisa digunakan. Lumayan juga kalau enggak dicover BPJS. Saya perkirakan dari USG, Pemeriksaan Lab, visit dokter kalau pakai umum jadi berapa tuh?

Periksa lab aja pasti udah ratusan karena periksa MCU lengkap, belum USG dua kali. Dokternya bilang kalau saya dijadwalkan pukul 17.00 WIB buat kuret. Agak deg-degan juga kalau inget mau dikuret.


Pengalaman Kuret di RSKIA Kota Bandung


Sebelum pukul 17.00 WIB, petugas IGD memberi tahu kalau ruangan operasinya lagi di sterilin dulu soalnya bekas pasien Covid-19. Duh, saya jadi agak khawatir juga. Inget pasien Covid-19. Berarti ada yang dirawat dan dioperasi di sini juga.

Jadi rencana kuret ditunda lagi sampai pukul 19.00 WIB. Saya memang harus puasa. Jadi dari tadi hanya minum air putih aja. 

Suami izin keluar dulu, dia inget ada pesanan kue dari Jajanan Papi Martin yang harus dia anterin. Suami mau pulang dulu ke rumah, bawa bolu pesanan temennnya
Sama katanya mau beli bahan bikin kue buat besok, soalnya ada pesanan lain juga.

Duh, dia pasti kelelahan banget dari pagi udah bolak-balik ke beberapa RS. Sehat, ya, Paksu. Makasih udah jagain dan nemenin saya juga. 

Meski saya tahu, kalau pas kemarin-kemarin saya nangis-nangis tahu kehilangan calon babby, Kamu enggak banyak berkata-kata, tapi pasti sedih juga karena sama-sama kehilangan.

Jadi sambil nunggu suami pulang nganter pesanan kue. Saya dipindahkan ke ruang VK atau ruang bersalin sebelum nanti masuk ruang operasi. 

Sebelumnya, Saya sempat denger juga suara baby nangis. Suami pun bilang kangen, ya, denger suara tangis bayi. Bikin saya agak melow juga saat itu. Ya sudahlah, memang ini udah takdirnya.

Begitu melihat jam berbuka puasa. Saya agak khawatir, soalnya suami belum balik lagi ke RS. Lumayan juga jarak dari sini ke rumah saya yang ada di Gunung Batu. Belum lagi suami nganter pesanan dan beli bahan bikin kue dan bolu buat keesokan harinya. Anggap saja ini ikhtiarnya Kami yang pengen lebih mandiri secara finansial.




Saya telepon suami, katanya baru sampai parkiran. Tadi cari makan dulu buat berbuka. Saya pun sebenarnya lapar, tapi tahan diri dulu karena masih harus puasa. Meski puasanya udah kelewat lama. Bahkan lebih lama dari yang puasa Ramadan.





Setelah lewat jam 19.00 WIB, perawat datang lagi menemui saya. Katanya masih nunggu kedatangan dokter spesialis kandungan yang mau operasi. Saya diminta menunggu dan nanti dikabari lagi.

Suami berbuka puasa di RS Kali ini. Soalnya enggak ada yang nemenin saya selain dia. Dia nawarin makan juga tapi tanggung deh, kan ntar mau operasi soalnya.

Waktu terus berputar, udah masuk pukul 21.00. Saya pun agak ngantuk dan tertidur juga meski, pukul 23.15 perawat IGD datang dan memberi kabar bahwa saya akan di bawa ke ruang operasi saat ini juga. 

Jujur aja saya agak lemes dan lapar. Puasa dari jam 06 pagi dan baru mau operasi jam setengah dua belas malam dong. Lamanya ...

Saya udah nitip ke suami buat beliin nasgor, soalnya lapar banget. Sempet-sempetnya minta makan pas mau masuk ruang operasi.

Saya dibawa perawat ke ruang operasi di lantai atas, lantai berapa, ya? Lupa soalnya. Saya diminta ganti baju dari ruang VK pakai baju biru buat operasi.

Cincin dan jam tangan saya lepas dan dititipin ke suami. Aslinya enggak bawa baju apa-apa soalnya tadinya kan mau langsung pulang aja.

Jadi ntar pakai baju yang sama deh kalau pulang. Saya hanya bawa pembalut, buat jaga-jaga. Aslinya enggak bawa apa-apa, selain air minum dari rumah.

Begitu masuk ruang operasi, ini yang kedua kalinya saya dioperasi. Dulu sempat sakit juga pas masih kerja di Lab dan sebelum nikah, jadi saya lihat lampu-lampu operasi udah enggak aneh lagi.

Dokter anastesi dan dokter kandungannya udah datang. Saya ditangani sama dokter Rima sebagai dokter kandungannya. Sempat di tensi dulu, disuntik juga. Setelah itu saya dibius total.

Satu jam proses kuret berlangsung. Saya terbangun saat di tensi, agak pusing juga setelah ini. Lemes banget badannya. Ada perawat jaga yang mendatangi saya. Nanya gimana kondisi saya.

Saya bilang agak mual dan sepertinya mau muntah juga. Maklumlah udah puasa hampir 18 jam dan dikasih anastesi, pantes aja bikin mual. Akhirnya saya muntah-muntah setelah beres kuret.

Saya dikasih air minum, kemudian disuruh duduk dikursi roda dan dianter ke luar ruang operasi. Ternyata kuretnya udah selesai. Enggak kerasa sakit emang karena dibius juga. Mungkin masih ada pengaruh obat juga.

Suami menghampiri saya dan bertanya keadaan saya. Perawat dan suami mengantar ke ruang VK. Sebenarnya saya udah bisa langsung pulang ke rumah kata perawat. Hanya saja saya pengen istirahat juga. Lagian udah tengah malam dan kasihan suami pasti udah lelah banget.

Begitu sampai ke ruangan. Saya mual dan muntah lagi. Akhirnya saya minum teh anget. Ini pun suami ke luar RS sengaja beliin teh manis anget. Suami baru beliin nasgor setelah saya beres kuret, sekitar jam setengah satu pagi.

Nemu nasgor rasanya bahagia banget. Udah lapar pakai banget soalnya. Setelah ini saya dan suami pun beristirahat. Rencananya setelah suami sahur, mau langsung pulang ke rumah. 

Tadinya ayah saya nawarin buat dijemput. Cuman saya bilang mau pulang naik motor sama suami. Soalnya saya enggak ngerasain sakit sih selepas kuret. Biasa aja soalnya, malah sakit pas lepas IUD dulu.

Akhirnya suami sahur lagi di RS. Dia beli nasi di luar RS. Masih pada rame, soalnya di depan RS banyak yang jualan. Suami akhirnya mengurusi administrasi pas mau pulang ke rumah.

Memang kuretnya di cover sama BPJS, tapi berhubung BPJS sempat off selama dua atau tiga tahun dan baru diaktifkan jelang mau kuret, jadi suami harus bayar denda sebanyak delapan ratus ribu soalnya ketentuan dari BPJS baru bisa diaktifkan setelah dua atau tiga bulan kemudian.

Akhirnya saya pun pulang ke rumah setelah Subuh. Langsung mandi dan istirahat lagi karena ngantuk berat. Begitu juga sama suami. Saya inget lebaran hari minggu dan hari Sabtu saya baru pulang kuret. 

Saya baru mulai kerasa ngilu setelah bangun tidur. Padahal selepas kuret enggak kerasa apa-apa, enggak berasa sakit juga. Beberapa hari lumayan berasa ngilu tapi setelah minum obat, enggak terlalu ngerasa sakit.

Saya dijadwalkan kontrol pasca kuret seminggu kemudian. Memang dikasih obat juga oleh dokter kandungan pasca kuret kemarin. Inilah pengalaman saya menjalani kuretase di RSKIA Kota Bandung.  



Salam, 






















Komik Perempuanmu, Suara Hati dan Refleksi Diri Perempuan Indonesia

Komik Perempuanmu
Komik Perempuanmu


Bagaimana rasanya jadi perempuan? Lewat Komik Perempuanmu, saya membaca suara hati dan refleksi diri dari perempuan Indonesia. Membaca kisah mereka membuat saya jadi banyak belajar tentang kehidupan.


Memang benar adanya kalau akan selalu ada hal-hal yang menjadi tuntutan dari lingkungan sekitar semenjak sekolah, kuliah, bekerja, bahkan setelah menikah.


Mau kuliah di mana?

Skripsi kapan selesainya?

Kerja di mana sekarang?

Kapan menikah?

Kapan punya anak?

Kapan tambah momongan lagi?

Kok, enggak kerja, enggak sayang ijazahnya?

Sibuk banget kerja, kapan waktu untuk keluarganya? 


Deretan pertanyaan ini sering sekali ditemui. Belum lagi dibandingkan dengan orang lain yang lebih sukses. Bagaimana jadinya jika kondisi seperti ini terjadi pada kita? Siapkah menghadapi semua ini?



Menulis Sarana Terapi Diri

Penelitian membuktikan ternyata stress pada perempuan tiga kali lebih rentan terjadi jika dibandingkan laki-laki. Penyebabnya banyak, bisa berasal dari faktor genetik, hormon, tuntutan dalam masyarakat, pekerjaan atau karier, bahkan masalah dengan pasangan. 


Stress yang berkepanjangan bisa mengakibatkan depresi. Depresi pada perempuan ini bisa sangat berbahaya, sebaiknya kenali sejak dini untuk mengatasinya. 


Baca juga :  Depresi Pada Perempuan


Menulis adalah sarana yang bisa menjadi terapi diri dengan mencurahkan isi hati agar tak ada yang membebani pikiran.  


Dengan menuliskan apa yang terjadi, akan lebih mudah mengurai masalah di dalam kepala. Jika hal-hal kusut sebagai permasalahan telah terurai, maka akan lebih mudah menemukan solusinya.



Komik Perempuanmu, Suara Hati dan Refleksi Perempuan Indonesia

Komik Perempuanmu memang ada dari dan untuk perempuan Indonesia. Komik yang bergenre fragment kehidupan atau slice of life, lekat dengan kehidupan sehari-hari dan disampaikan dalam bentuk komik digital atau webtoon. Isinya penuh dengan pesan yang mendalam.


Sebuah  prolog yang saya baca ketika membaca Komik Perempuanmu hadir menjadi sahabat para perempuan.



"Kalian punya masalah yang tak bisa diceritain pada orang lain, tapi menyimpannya terlalu lama juga bisa membuat kalian tertekan?  Selamat datang, Kami adalah Perempuanmu. Kanal dari perempuan dan untuk perempuan. Bagikan keluh kesahmu di sini sebebas mungkin, karena kadang yang kita dibutuhkan hanya untuk didengar."


Dalam Komik Perempuanmu, ada beberapa kisah yang menginspirasi dan menarik dan untuk dibaca. 


Ada Drama Mums  yang ditulis oleh Tyas Widjati, Trouble Talk Perempuan karya  Zulfairy, Saya Tidak Cantik dan Saya Tidak Peduli karya Deanna El Sullivan, In Your Hand karya Liana Bahri, Not My Fault ditulis oleh Ary Nilandari, dan Kepada Sang Pemilik Hati yang ditulis oleh Haura. Semuanya dikerjakan oleh ilustrator keren Apitnobaka. 



Drama Mums, Suara Hati Seorang Ibu

Cerita Drama Mums yang ditulis Tyas Widjati menceritakan tentang kehidupan ibu rumah tangga yang kesehariannya berkutat dengan anak, kerjaan rumah, dan merasa kehilangan sesuatu dalam dirinya.

Merasa kelelahan mengurus rumah tangga, apalagi tanpa asisten rumah tangga. Belum lagi kurangnya support system terhadap peran ibu rumah tangga yang terkadang dianggap sepele. 


Drama Mums
Realitas seorang ibu


Terkadang seorang ibu pun mendapatkan omongan tentang tumbuh kembang anak. Dibandingkan dengan anak lainnya, yang sudah berjalan, berbicara dengan lancar, bahkan berat badan pun dibanding-bandingkan antara anak yang satu dengan yang lainnya. Ternyata tuntutan menjadi seorang ibu itu cukup berat. 


Seringkali sosok ibu yang kerepotan mengurus anak yang masih kecil, lupa akan dirinya sendiri. Namun, terkadang perlu juga berkaca pada kisah perempuan zaman dahulu. Mereka bukan hanya perempuan hebat tapi juga sebuah legenda.


Apa yang dikeluhkan sekarang, ternyata bukan apa-apa bagi mereka. Mereka tidak butuh pengakuan dalam bentuk follower atau, mereka hanya melakukan yang terbaik untuk keluarga. Bagi mereka itu cukup. 


“If you’re not happy with the drama you’re in, change it. And if you can’t change it, do add a little fun to it.” 

 


Sebuah renungan kembali saat membaca cerita ini. Menjadi seorang ibu bukan berarti harus kehilangan jati diri. Temukan passion, sesuatu yang membuatmu merasa lebih baik tentunya.



Trouble Talk Perempuan, Refleksi  Keseharian Masyarakat 

Cerita selanjutnya yang cukup menarik, terinspirasi dari film pendek Tilik dengan mengangkat tema trouble talk perempuan yang ditulis oleh Zulfairy. Sosok Bu Tejo ini jadi viral di media sosial.


Bu Tejo ini diangkat dari kisah nyata keseharian Kita. Akan ada sosok yang seperti pribadi Bu Tejo, sosok yang sibuk mengurusi urusan orang lain, mencari-cari kesalahan orang lain dengan menggiring opini buruk sehingga yang mendengar pun akan mempercayai ceritanya. 



Toxic people seperti Bu Tejo ini berpikiran negatif terhadap orang lain, mudah menghakimi, mencari-cari kesalahan orang lain, merasa paling benar dan mengabaikan perasaan orang lain.


Disebut toxic people karena menjadi racun bagi lingkungan sekitarnya secara psikologis atau pun emosional. Apa yang diucapkannya demi keuntungannya sendiri, senang mengadu domba dan juga memanipulasi untuk mendapatkan yang ia inginkan.


Dia juga merasa paling benar, selalu mencari cara untuk menyalahkan orang lain, meski sebenernya dia sendiri yang keliru. Ketika ditegur pun, dia akan mencari pembenaran sendiri.


Jika sudah bertemu sosok seperti ini, memang lebih baik menghindar saja. Tidak menanggapi pembicaran akan lebih baik menurut saya. Membuat batasan dengan tegas dan menghindari mereka. 


Berbicara tentang trouble talk, alias kecenderungan membicarakan orang lain saat berkumpul dengan perempuan, memang sering ditemui di masyarakat.



Semua karena perempuan cenderung ingin membicarakan orang lain, ingin didengar, cari perhatian, membangun koneksi sesama perempuan.


Bagaimana sebaiknya harus bersikap? Kita perlu punya empati terhadap orang lain. Tak perlu mengurusi hidup orang lain,  mengomentari banyak hal tentang mereka.


Mencoba memposisikan diri sebagai orang lain, berempati terhadap keadaan yang menimpa mereka, terkadang mereka hanya butuh didengar bukan dihakimi.



Menghadapi Bullying dari Kisah Saya Tidak Cantik dan Saya Tidak Peduli

Saya Tidak Cantik dan Saya Tidak Peduli, karya Deanna El Sullivan


Kisah lain tentang bullying,  yang ditulis oleh Deanna El Sullivan yang merasa bahwa dia sangatlah buruk. Membuat kepercayaan dirinya rapuh. 



Kasus Bullying


Bullying
membuat seseorang murung dan tidak percaya diri. Namun, ketidakpercayaan diri ini perlu ditepis. Saatnya melangkah, keluar dari zona yang tak nyaman. 


Saatnya memberikan kesempatan untuk diri sendiri

Saatnya memberikan kesempatan untuk diri sendiri. Berdamai dengan keadaan. Qoute yang menarik dari kisah Saya Tidak Cantik dan Saya Tidak Peduli karya Deanna El Sullivan.


“The best thing you can do for yourself is give yourself a chance to get better, tomorrow needs you to be okay and happy."

“You’re allowed to scream. You’re allowed to cry. But, don’t give up.”

“Find yourself, be yourself, love yourself.”

“Self love isn’t about always feeling good it’s about knowing you are worthy even when you don’t feel it.”


Cantik itu relatif, ternyata kepribadian lebih penting dari sekadar cantik saja karena menjadi perempuan itu bukan hanya soal menjadi cantik tetapi menjadi tapi soal menjadi manusia. 


Love yourself


Terus melangkah, berjuang, dan bangkit sehingga bisa menjadi seseorang yang lebih berarti.

Semua kisah di komik perempuanmu memang mengangkat kisah nyata yang terjadi di masyarakat. Menceritakan suara hati dan refleksi perempuan di Indonesia. 


Komik Perempuanmu
Komik Perempuanmu


Nah, Kalian bisa membaca berbagai kisah yang menginspirasi lainnya dari Komik Perempuanmu. Jangan lupa untuk follow IG Komik Perempuanmu juga, ya!



Salam,


















Depresi pada Perempuan, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Depresi pada perempuan
Depresi pada perempuan,
Pexels.com/Duong Nhan

Sebenarnya depresi bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki atau perempuan. Namun, risiko terkena depresi ternyata dua kali lebih besar terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Kita perlu mewaspadai bahaya depresi, oleh karena  itu penting untuk mengetahui gejala, penyebab dan cara mengatasinya.

Depresi pada perempuan bisa terjadi lebih awal, lebih lama waktunya dan mungkin bisa terjadi kembali dibandingkan pada laki-laki. Hal ini disebabkan karena wanita  lebih perasa dan sering mengalami perubahan hormon.

Depresi berat bisa sangat berbahaya, loh, bahkan bisa berujung kematian. Oleh sebab itu penting sekali untuk mengenali gejala depresi sejak awal dan melakukan cara untuk menangani kasus depresi ini.


Apa itu Depresi?


Depresi merupakan gangguan suasana hati dan mood yang disertai perasaan sedih mendalam, berkepanjangan, dan ada rasa tak peduli.

Depresi bisa terjadi pada seseorang jika setelah dua minggu, ia merasa sedih, putus harapan, atau tidak berharga.

Kondisi ini bisa menyebabkan efek yang lebih buruk pada penderitanya, yaitu produktivitas kerja menurun, hubungan sosial terganggu, hingga keinginan untuk bunuh diri.

Stress atau perasaan tertekan sering kali bisa memicu depresi, tetapi bisa saja terjadi depresi tanpa didahului stress. Keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Stress terjadi pada seseorang yang merasa tertekan karena berbagai faktor, baik dari luar maupun dari dalam dirinya dan telah berlangsung sejak lama.

Berbeda dengan stres, depresi adalah sebuah penyakit mental yang berdampak buruk terhadap suasana hati, perasaan, selera makan, pola tidur, stamina, dan tingkat konsentrasi seseorang yang mengalami depresi.

Ternyata siapa pun bisa terkena depresi, terutama jika ada riwayat dalam keluarga terdekat yang pernah mengalami kondisi ini.

Berdasarkan penelitian, wanita lebih berisiko terkena depresi daripada pria, hal ini  disebabkan karena wanita  lebih perasa dan sering mengalami perubahan hormon, contohnya saat keadaan hamil atau menstruasi.


Gejala Depresi


Seseorang yang terkena depresi dapat diketahui dari ciri-ciri fisik dan psikologi penderitanya.

Tanda atau gejala depresi ini bisa lebih rumit dari stress, muncul secara bertahap, sehingga agak sulit untuk mengetahui kapan pertama kali mengalami depresi. 

Nah, di bawah ini merupakan berbagai gejala depresi yang biasanya terjadi:

a. Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga

b. Merasa sedih seolah-olah tidak ada harapan lagi

c. Hilang semangat, motivasi, energi, dan stamina

d. Sulit mengambil keputusan

e. Makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya

f. Tidur lebih sebentar atau lama dari biasanya

g. Sulit berkonsentrasi

h. Sulit mengingat-ingat

i. Merasa bersalah, gagal, dan sendirian

j. Berpikiran negatif secara terus-menerus

k. Mudah kecewa, marah, dan tersinggung

l. Sulit menjalani kegiatan sehari-hari

m. Hilang minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati

n. Adanya pikiran untuk bunuh diri


Ternyata gejala depresi terberat adalah ingin menyudahi hidup dengan kematian dan bagi penderita depresi, bunuh diri adalah solusinya.

Seperti kasus kematian seorang artis Bollywood yang pernah saya tulis sebelumnya tentang Pratuysha Banerjee
Kematian Pratyusha Banerjee dikaitkan dengan stress berat yang berlanjut ke tahap depresi hingga menyebabkan sang artis bunuh diri.

Permasalahan hidup yang menderanya selama ini membuat jiwa artis Bollywood ini tertekan. Oleh sebab itu, Kita perlu mewaspadai stress yang bisa berujung depresi.


Penyebab Depresi


Depresi ini ternyata lebih sering terjadi pada dewasa. Penyebabnya bermacam-macam, ada yang berhubungan dengan hormon, faktor genetik dan zat kimia yang ada di otak.

Ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya depresi, diantaranya:


1. Mengalami kejadian traumatis


Seseorang yang mengalami kejadian traumatis  dapat memicu terjadinya depresi contohnya adalah korban kekerasan atau penyiksaan fisik,  pelecehan, kematian orang terdekat, masalah dalam hubungan baik pernikahan, persahabatan, keluarga, percintaan, atau dengan rekan kerja, serta kesulitan ekonomi.

2. Memiliki penyakit kronis atau serius


Seorang pasien dengan penyakit kronis atau serius  seperti kanker, stroke, atau HIV/AIDS bisa memicu terjadinya depresi. Keadaan pasien yang mengalami sakit bisa melemahkan jiwanya juga sehingga rentan terkena depresi.

3. Memiliki kepribadian tertentu


 Seseorang yang memiliki kepribadian tertentu, contohnya merasa rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri, pesimis, atau terlalu bergantung kepada orang lain bisa menjadi salah satu penyebab depresi.

4. Ketergantungan alkohol dan narkoba


Ketergantungan alkohol dan narkoba ternyata bisa memicu atau  memperparah depresi. Kedua hal ini tak bukanlah bukan cara untuk melarikan diri dari masalah, tapi bisa menyebabkan kecanduan dan over dosis sebagai dampak buruk lainnya.

5. Konsumsi obat tertentu


Ternyata beberapa jenis obat dapat meningkatkan risiko depresi. Contohnya obat tidur, pemenang dan obat untuk hipertensi. Obat-obatan ini dapat menyebabkan kecanduan bagi penderitanya.

6. Memiliki riwayat ganguan mental lain


Seseorang yang memiliki gangguan mental lain, contohnya gangguan kecemasan atau gangguan makan punya risiko lebih berisiko mengalami depresi. Contohnya: gangguan kecemasan atau gangguan makan.



Cara Mengatasi Depresi dengan Pencegahan dan Pengobatan yang tepat


Adanya slogan yang mengatakan mencegah lebih baik dari mengobati adalah hal yang tepat. Pencegahan depresi bisa dilakukan  dengan menjalankan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya depresi dan agar kondisinya tidak bertambah berat.

Seperti dilansir aldodokter.com tanggal 11 Maret 2019, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah depresi yaitu:

a. Lakukan  relaksasi untuk mengatasi stres, misalnya yoga atau pilates

b. Waktu tidur yang cukup, minimal 8 jam per hari

c. Tidak mengkonsumsi alkohol

d. Olahraga secara teratur

e. Bersilaturahmi dengan berkunjung pada  keluarga atau teman di  waktu senggang

f. Batasi penggunaan sosial media

g. Lakukan pengobatan terhadap penyakit kronis yang dapat menyebabkan  depresi

h. Jauhi orang yang berpengaruh buruk

i. Laporkan pada pihak berwenang jika mengalami kekerasan atau penyiksaan secara fisik atau psikis.

j. Konsultasi dengan psikiater jika mulai merasa khawatir terus menerus dan sedih yang berkepanjangan.


Bagi saya, menulis juga bisa menjadi sebuah terapi, kadang yang saya rasakan seperti itu. Ada hal yang enggak bisa diungkapkan pada orang lain, enggak bisa dipublish di media sosial karena bersifat privasi, bisa saya tumpahkan ke dalam tulisan.

Memang lebih seperti diary yang khusus untuk saya tulis dan baca sendiri. Ini bisa melegakan hati. Kadang saya pun merasa lega setelah bermunajat pada-Nya. Curhat sama yang Maha Kuasa dan Maha segala-galanya 


Pengobatan Depresi


Jika mengetahui tanda dan gejala depresi, maka harus cepat mengambil tindakan, karena depresi bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat.

Perlu ada bantuan konseling dengan psikolog atau psikiater. Kemungkinan akan ada rujukan untuk menjalani berbagai terapi seperti psikoterapi atau tetapi kognitif perilaku.

Psikiater juga akan memberikan obat anti depresan untuk meredakan depresi. Obat anti depresan memerlukan waktu sekitar dua hingga empat minggu untuk bekerja dan meredakan gejala penderita depresi.

Konsumsi obat juga membutuhkan waktu yang lama, yaitu sekitar enam bulan hingga satu tahun lamanya. Pemberhentian obat harus berdasarkan anjuran dari psikiater.

Selain metode di atas penggunaan obat-obatan anti depresan atau terapi kejut listrik bahkan stimulasi magnetik.
Metode ini disesuaikan kondisi pasien.

Penderita depresi butuh dukungan pihak terdekat, terutama keluarga atau orang yang dekat dengannya. Ceritakan dengan jujur kondisi  sebenarnya pada mereka agar mereka bisa memberi dukungan dan membantu penderita agar bisa sembuh dengan cepat.

Depresi bisa berdampak buruk untuk kesehatan bisa menyebabkan penyakit hati dan gagal jantung. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa penderita depresi memiliki kemungkinan 58% lebih banyak terserang obesitas karena perubahan pola makan yang drastis dan jarang berolahraga. 

Depresi di usia muda bisa menurunkan kemampuan otak dan meningkatkan risiko Alzheimer serta stroke jika tidak ditangani dengan serius.

Memang sebagai perempuan, yang saya rasakan memang ada beberapa tuntutan tentang banyak hal selepas menikah dan punya anak, kadang bisa bikin stress juga. Tetap tenang, jangan panik, seperti yang dilakukan teman saya, Mbak Siska Dwyta yang punya pengalaman mengatasi Otitis Media

Support system memang penting juga menurut saya. Hanya saja kadang yang diharapkan bisa memberi dukungan tak pernah ada untuk seseorang yang mengalami depresi, hal ini bisa menyebabkan tingkat depresi seseorang makin parah dan berujung keinginan bunuh diri.

Depresi pada perempuan sering kali terjadi. Jangan mudah menjudge atau memberikan penilaian buruk pada penderita depresi. Berikan empati dengan tidak membully penderita depresi. Kenali penyebab dan gejala depresi sejak dini serta cara mengatasinya dengan penanganan yang tepat.



Salam, 







Memetik Pelajaran Kehidupan dari Pemeran Anandhi, Pratyusha Banerjee

Pratusya Banerjee
Pratyusha Banerjee,
via economictimes.indiatimes.com


Pratyusha Banerjee, aktris Bollywood yang lahir di Jamshedpur tahun 1991 ini ditemukan meninggal karena gantung diri di apartemennya pada tanggal 01 April 2016. Meski kematiannya sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, Kita bisa memetik pelajaran kehidupan dari kisahnya.

Pratyusha Banerjee adalah seorang aktris India yang namanya dikenal sejak memerankan tokoh Anandhi di salah satu televisi swasta Indonesia.

Sejak nonton film Kuch-Kuch Hotta Hai, saya juga suka nonton Bollywood, serial drama India yang masih saya inget sampai sekarang adalah Uttaran dan Anandhi.

Sayangnya Pratyusha Banerjee sebagai pemeran Anandhi dewasa sempat menundurkan diri di tahun 2013 dan diganti pemeran lain yaitu Toral Rasputra. 

Rasanya buat saya yang nonton film ini saat itu, beda aja kalau pemeran utama wanitanya diganti, lebih cocok diperankan oleh Pratyusha Banerjee.

Setelah tahu kabar bahwa aktris pemeran Anandhi meninggal, sedih juga denger kabarnya. Kematian tragis Pratyusha dilatarbelakangi berbagai hal dan masih jadi misteri. 


Kematian Pratyusha Banerjee


Pratyusha Banerjee meninggal
Pratyusha Banerjee meninggal dunia,
via  liputan6

Berbagai spekulasi mengenai bunuh diri artis muda berusia 24 tahun ini. Ia ditemukan gantung diri dengan mengikat tali ke lehernya. 

Kediaman Pratyusha Banerjee biasanya rapi dan bersih, namun saat kematiannya tanggal 01 April tahun 2016 yang lalu, apartemennya ditemukan dalam keadaan berantakan.

Meski ditemukan gantung diri di kediamannya, ada spekulasi yang menyebutkan kalau gadis cantik ini dibunuh dan kekasihnya yang bernama Rahul Raj Singh menjadi salah seorang yang dicurigai sebagai pelakunya.

Pratyusha Banerjee adalah korban tindak kekerasan dan eksploitasi perempuan. Bukti ini diperlukan dengan beberapa luka dan bekas luka di tubuh artis cantik ini.

Ada juga beberapa saksi yang menyebutkan Pratyusha Banerjee ada di bawah kendalikan Rahul Raj Singh, kekasihnya. Bahkan keuangan Pratyusha juga ada pada pengawasannya.

Kabar lain menyebutkan bahwa penyebab lain kematian artis ini karena hamil di luar nikah. Beberapa pendapat mengatakan bahwa depresi, pekerjaan yang berat, dan hubungannya dengan kekasih membuat Pratyusha Banerjee mengakhiri hidupnya.


Pelajaran kehidupan dari kisah Pratyusha Banerjee


Pelajaran kehidupan Pratyusha Banerjee
Memetik pelajaran kehidupan dari Pratyusha Banerjee, via canva


Membaca kisah Pratyusha Banerjee yang meninggal karena bunuh diri, sedih banget rasanya. Sebagai perempuan pastinya saat itu Pratyusha pasti mengalami beban psikis yang berat dan memilih mengakhiri hidupnya.

Dari kisah tragis kematian artis Bollywood  Pratyusha Banerjee, ada beberapa pelajaran kehidupan dari perjalanan hidup sang artis.


1. Keberadaan dan dukungan moral keluarga begitu penting


Keluarga adalah tempatmu pulang. Dukungan atau support  pihak keluarga sangat berperan dalam kehidupan. Keluarga Pratyusha pun bergantung pada artis ini soal keuangan.

Dukungan moral keluarga begitu penting. Biasanya keluarga akan ada di saat terburuk sekali pun. Sayang sekali gadis cantik ini harus meninggal di usia muda. Padahal banyak penggemar yang merasa kehilangan Pratyusha Banerjee.


2. Menghindari atau menyudahi hubungan yang tak sehat atau toxic relationship


Seharusnya Pratyusha bisa lepas dari Rahul Raj Singh, kekasihnya. Keberadaan Rahul dalam kehidupannya membawa pengaruh buruk.

Rahul bahkan menguasai Pratyusha, keuangan Pratyusha ada di bawah pengawasannya dan ia pernah melakukan kekerasan fisik pada artis ini.

Mantan pacar Rahul, Saloni pun pernah membeberkan fakta tentang kelakuan buruk kekasihnya. Sayangnya Pratyusha tak percaya begitu saja dan memilih tetap bersama Rahul.

Hubungan yang tak sehat, ada unsur mendominasi juga menguasai bukanlah hubungan yang sehat. Seandainya saja Pratyusha bisa meninggalkan kekasihnya, mungkin dia tak akan sampai kondisi stress berat atau depresi lalu bunuh diri.

Toxic Relationship memang seharusnya ditinggalkan karena akan membawa kerugian dan tak akan membawa kebahagiaan.

Padahal Pratyusha adalah artis cantik, berbakat dan dikenal ramah oleh para penggemarnya. Dia berhak bahagia dengan seseorang yang tulus mencintainya, bukan dengan lelaki yang memanfaatkan perempuan seperti kekasihnya.


3. Jangan dibutakan cinta


Entah apa yang menyebabkan Pratyusha bisa terus bertahan dengan kekasihnya. Padahal ia hanya dimanfaatkan oleh Rahul. Artis pemeran Anandhi ini mengalami kekerasan yang dilakukan kekasihnya. Jahat banget sih, lelaki model begini.

Dibutakan cinta, sayang sekali ia tak menghiraukan peringatan keluarga dan orang lain untuk meninggalkan Rahul. Cinta seharusnya membawa kebahagiaan, tidak menyakiti bahkan membawa kehancuran.


4. Hindari pergaulan bebas


Sayang sekali ditemukan fakta bahwa Pratyusha Banerjee telah hamil di luar nikah. Kejadian ini memberikan pelajaran bahwa seorang wanita adalah pihak yang dirugikan saat mengalami kejadian ini.

Lelaki bisa saja pergi dan tak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Bijaklah memilih pasangan, jangan pernah mau mengikuti ajakan atau nafsu yang akan menjerumuskan pada kehancuran.


5. Mencari solusi terbaik dari setiap permasalahan


Bisa  dibayangkan beban berat yang dialami artis cantik ini. Ia menyokong  keuangan keluarga dan kekasihnya juga. Pratyusha juga mengalami kekerasan fisik, kekasihnya berselingkuh dan ia pun sedang mengandung buah hati.

Bisa dibayangkan tak ada tempat bagi gadis ini mencurahkan perasaannya. Ia tengah mengalami depresi hingga memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Sayangnya tak ada yang mengarahkannya dan membimbingnya saat itu. Ia butuh support dan dukungan secara psikis. Akhirnya jalan pintas dengan menggantung diri jadi pilihan terakhir hidupnya.

Waspadai depresi berat yang bisa menyebabkan seseorang memilih jalan pintas sebagai akhir hidupnya. Bagi orang normal yang menilai kasus ini bunuh diri bukanlah solusi, tapi lain halnya dengan seseorang yang depresi, baginya tak punya jalan selain kematian sebagai solusi permasalahan hidup.

Menuliskan tentang ini, sekaligus
mengenang kembali artis cantik Bollywood  pemeran Anandhi. Saya berharap tak ada lagi kasus serupa yang dialami perempuan lain seperti dia. Semoga Kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran kehidupan dari kematian Pratyusha Banerjee.




Salam,