Memetik Pelajaran Kehidupan dari Pemeran Anandhi, Pratyusha Banerjee

Pratusya Banerjee
Pratyusha Banerjee,
via economictimes.indiatimes.com


Pratyusha Banerjee, aktris Bollywood yang lahir di Jamshedpur tahun 1991 ini ditemukan meninggal karena gantung diri di apartemennya pada tanggal 01 April 2016. Meski kematiannya sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, Kita bisa memetik pelajaran kehidupan dari kisahnya.

Pratyusha Banerjee adalah seorang aktris India yang namanya dikenal sejak memerankan tokoh Anandhi di salah satu televisi swasta Indonesia.

Sejak nonton film Kuch-Kuch Hotta Hai, saya juga suka nonton Bollywood, serial drama India yang masih saya inget sampai sekarang adalah Uttaran dan Anandhi.

Sayangnya Pratyusha Banerjee sebagai pemeran Anandhi dewasa sempat menundurkan diri di tahun 2013 dan diganti pemeran lain yaitu Toral Rasputra. 

Rasanya buat saya yang nonton film ini saat itu, beda aja kalau pemeran utama wanitanya diganti, lebih cocok diperankan oleh Pratyusha Banerjee.

Setelah tahu kabar bahwa aktris pemeran Anandhi meninggal, sedih juga denger kabarnya. Kematian tragis Pratyusha dilatarbelakangi berbagai hal dan masih jadi misteri. 


Kematian Pratyusha Banerjee


Pratyusha Banerjee meninggal
Pratyusha Banerjee meninggal dunia,
via  liputan6

Berbagai spekulasi mengenai bunuh diri artis muda berusia 24 tahun ini. Ia ditemukan gantung diri dengan mengikat tali ke lehernya. 

Kediaman Pratyusha Banerjee biasanya rapi dan bersih, namun saat kematiannya tanggal 01 April tahun 2016 yang lalu, apartemennya ditemukan dalam keadaan berantakan.

Meski ditemukan gantung diri di kediamannya, ada spekulasi yang menyebutkan kalau gadis cantik ini dibunuh dan kekasihnya yang bernama Rahul Raj Singh menjadi salah seorang yang dicurigai sebagai pelakunya.

Pratyusha Banerjee adalah korban tindak kekerasan dan eksploitasi perempuan. Bukti ini diperlukan dengan beberapa luka dan bekas luka di tubuh artis cantik ini.

Ada juga beberapa saksi yang menyebutkan Pratyusha Banerjee ada di bawah kendalikan Rahul Raj Singh, kekasihnya. Bahkan keuangan Pratyusha juga ada pada pengawasannya.

Kabar lain menyebutkan bahwa penyebab lain kematian artis ini karena hamil di luar nikah. Beberapa pendapat mengatakan bahwa depresi, pekerjaan yang berat, dan hubungannya dengan kekasih membuat Pratyusha Banerjee mengakhiri hidupnya.


Pelajaran kehidupan dari kisah Pratyusha Banerjee


Pelajaran kehidupan Pratyusha Banerjee
Memetik pelajaran kehidupan dari Pratyusha Banerjee, via canva


Membaca kisah Pratyusha Banerjee yang meninggal karena bunuh diri, sedih banget rasanya. Sebagai perempuan pastinya saat itu Pratyusha pasti mengalami beban psikis yang berat dan memilih mengakhiri hidupnya.

Dari kisah tragis kematian artis Bollywood  Pratyusha Banerjee, ada beberapa pelajaran kehidupan dari perjalanan hidup sang artis.


1. Keberadaan dan dukungan moral keluarga begitu penting


Keluarga adalah tempatmu pulang. Dukungan atau support  pihak keluarga sangat berperan dalam kehidupan. Keluarga Pratyusha pun bergantung pada artis ini soal keuangan.

Dukungan moral keluarga begitu penting. Biasanya keluarga akan ada di saat terburuk sekali pun. Sayang sekali gadis cantik ini harus meninggal di usia muda. Padahal banyak penggemar yang merasa kehilangan Pratyusha Banerjee.


2. Menghindari atau menyudahi hubungan yang tak sehat atau toxic relationship


Seharusnya Pratyusha bisa lepas dari Rahul Raj Singh, kekasihnya. Keberadaan Rahul dalam kehidupannya membawa pengaruh buruk.

Rahul bahkan menguasai Pratyusha, keuangan Pratyusha ada di bawah pengawasannya dan ia pernah melakukan kekerasan fisik pada artis ini.

Mantan pacar Rahul, Saloni pun pernah membeberkan fakta tentang kelakuan buruk kekasihnya. Sayangnya Pratyusha tak percaya begitu saja dan memilih tetap bersama Rahul.

Hubungan yang tak sehat, ada unsur mendominasi juga menguasai bukanlah hubungan yang sehat. Seandainya saja Pratyusha bisa meninggalkan kekasihnya, mungkin dia tak akan sampai kondisi stress berat atau depresi lalu bunuh diri.

Toxic Relationship memang seharusnya ditinggalkan karena akan membawa kerugian dan tak akan membawa kebahagiaan.

Padahal Pratyusha adalah artis cantik, berbakat dan dikenal ramah oleh para penggemarnya. Dia berhak bahagia dengan seseorang yang tulus mencintainya, bukan dengan lelaki yang memanfaatkan perempuan seperti kekasihnya.


3. Jangan dibutakan cinta


Entah apa yang menyebabkan Pratyusha bisa terus bertahan dengan kekasihnya. Padahal ia hanya dimanfaatkan oleh Rahul. Artis pemeran Anandhi ini mengalami kekerasan yang dilakukan kekasihnya. Jahat banget sih, lelaki model begini.

Dibutakan cinta, sayang sekali ia tak menghiraukan peringatan keluarga dan orang lain untuk meninggalkan Rahul. Cinta seharusnya membawa kebahagiaan, tidak menyakiti bahkan membawa kehancuran.


4. Hindari pergaulan bebas


Sayang sekali ditemukan fakta bahwa Pratyusha Banerjee telah hamil di luar nikah. Kejadian ini memberikan pelajaran bahwa seorang wanita adalah pihak yang dirugikan saat mengalami kejadian ini.

Lelaki bisa saja pergi dan tak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Bijaklah memilih pasangan, jangan pernah mau mengikuti ajakan atau nafsu yang akan menjerumuskan pada kehancuran.


5. Mencari solusi terbaik dari setiap permasalahan


Bisa  dibayangkan beban berat yang dialami artis cantik ini. Ia menyokong  keuangan keluarga dan kekasihnya juga. Pratyusha juga mengalami kekerasan fisik, kekasihnya berselingkuh dan ia pun sedang mengandung buah hati.

Bisa dibayangkan tak ada tempat bagi gadis ini mencurahkan perasaannya. Ia tengah mengalami depresi hingga memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Sayangnya tak ada yang mengarahkannya dan membimbingnya saat itu. Ia butuh support dan dukungan secara psikis. Akhirnya jalan pintas dengan menggantung diri jadi pilihan terakhir hidupnya.

Waspadai depresi berat yang bisa menyebabkan seseorang memilih jalan pintas sebagai akhir hidupnya. Bagi orang normal yang menilai kasus ini bunuh diri bukanlah solusi, tapi lain halnya dengan seseorang yang depresi, baginya tak punya jalan selain kematian sebagai solusi permasalahan hidup.

Menuliskan tentang ini, sekaligus
mengenang kembali artis cantik Bollywood  pemeran Anandhi. Saya berharap tak ada lagi kasus serupa yang dialami perempuan lain seperti dia. Semoga Kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran kehidupan dari kematian Pratyusha Banerjee.




Salam,





















Ingin Belajar SEO Onpage dengan Mudah? Ikuti 10 Cara Ini!

Belajar SEO Onpage gratis
Menaikkan DA dan Optimasi SEO Onpage,
Canva

Ingin belajar SEO Onpage dengan mudah? Saya mau sharing tentang materi keren saat mengikuti kelas gratis menaikkan DA.  Dari kelas ini, saya mengetahui ada 10 cara untuk menerapkan SEO Onpage. Penasaran? Nanti, saya bahas lebih lanjut, ya.

Pada awal Juli kemarin saya dan dua puluh sembilan orang lainnya terpilih mengikuti training blogging gratis menaikkan DA gelombang kedua yang dipandu Mas Irwin dan timnya.

Syarat masuk kelas ini adalah mengisi form pendaftaran, salah satu ketentuannya punya DA minimal atau di bawah 10, sudah memasang Google Analytics dan Search Consule di blognya.

Training Blogging Menaikkan DA
Kelas Menaikkan DA dengan Mas Irwin,
canva

Kelas menaikkan DA dipandu oleh Mas Irwin dan timnya. Ada materi tentang Google Analityc, Google Seach Consule, Research Keyword dan yang baru saya pelajari adalah tentang SEO.

Salah satu materi yang menarik perhatian saya adalah tentang SEO Onpage. Sebelumnya memang saya tahu dikit aja tentang SEO saat menjadi content writer.

SEO ini dibagi dua yaitu SEO Onpage dan Offpage, optimasi SEO dari dalam dan luar blog. Kali ini materi yang dibahas tentang SEO Onpage.

Begitu ada materi SEO Onpage untuk pemula, saya tertarik banget buat menyimak dan mendalaminya. Materinya dibawakan oleh Kak Bahrul Ilmi, masih muda sih pematerinya. Usianya pasti banyakan saya yang udah jadi emak-emak. Lol ...

Bahrul Ilmi atau Kak Baim
Kak Baim or Bahrul Ilmi,
 Instagram.com/bahruladitya

Meski masih muda, lulusan Broadcasting IAIN Pontianak ini adalah seorang blogger, freelance content writer, web content editor dan SEO Assistant. 

Beliau juga berbagi ilmu SEO ini pada kami sebagai peserta training. Kak Baim ini  baik deh, sabar banget saat menjawab banyak pertanyaan peserta training, termasuk pertanyaan dari saya juga. 

Penjelasannya juga mudah dipahami sama saya yang kadang butuh loading agak lama kalau belajar ngeblog.  Masyaallah ilmunya emang mantap, terutama buat saya yang masih jadi pemula.

Saya punya blog akhir tahun 2017, dan migrasi ke Top Level Domain sekitar akhir tahun 2018 yang lalu. Jadi memang masih pemula dibandingkan para blogger lain yang udah lama ngeblognya.

Nah, materi menaikkan DA dan SEO On page ini memang saya nantikan banget. Saya mau berbagi tentang materi SEO Onpage yang diperoleh saat training gratis menaikkan DA yang juga dipandu oleh Mas Irwin  dan Kak Pewe.

SEO onpage yaitu optimasi SEO dari dalam blog sendiri, tidak hanya dari artikel atau blog postnya. Optimasi SEO onpage bertujuan agar mesin pencari tahu bahwa blog benar-benar relevan atau sesuai yang dicari user serta berkualitas.

Dengan demikian blog akan banyak  bermanfaat dengan dikunjungi pembaca dan struktur blog dapat dipahami  oleh mesin pencari.

Ada beberapa 10 Cara untuk  menerapkan  SEO Onpage, diantaranya:


1. Keyword ada pada judul artikel

Gunakan keyword utama yang akan digunakan pada artikel,  misalnya:  Tips berjualan online. Jadi dalam
Selain itu, jumlah kata pada judul  tidak terlalu panjang, antara 55-60 karakter saja.


2. Menyisipkan keyword pada permalink

Keyword diletakkan pada permalink atau link artikel yang ditulis, misalnya:
https://contohaja.com/tips-berjualan-online.


3. Sisipkan keyword pada meta deskripsi artikel

Meta deskripsi merupakan penjelasan ringkas yang akan muncul pada hasil pencarian setelah judul artikel. Sisipkan keyword pada meta deskripsi dan kalimat ajakan agar pengunjung membaca artikel yang Kita buat.


4. Sisipkan keyword di paragraf pertama

Hal ini bertujuan agar memaksimalkan meta deskripsi pada hasil pencarian, terkadang google menampilkan paragraf pertama meski sudah mengisi meta deskripsi dengan benar.


5. Optimasi tag heading

Tag heading yang digunakan biasanya H1-H3. H1 merupakan judul artikel, H2 atau Heading dan H3 yang artinya Sub heading.


6. Optimasi gambar pada artikel

Gambar juga dapat dimanfaatkan untuk optimasi onpage, jangan lupa memasukkan keyword ke dalam alt title dan alt image gambar pada blog post.


7. Menggunakan outbound link dan internal link

Penggunaan link keluar (outbound link) dan internal link atau link menuju tulisan lain di blog sebaiknya yang relevan saja dan tidak terlalu berlebihan.


8. Memanfaatkan LSI keyword atau keyword turunan

LSI (Latent Semantic Indexing) keyword dalam artian menggunakan persamaan atau sinonim dari keyword utama atau turunan.  Hal ini bertujuan agar tidak terlalu sering menggunakan keyword pada penulisan artikel.


9. Share tulisan ke media sosial

Tak hanya untuk meningkatkan page view saja, share ke sosmed juga bertujuan
mendapatkan social signal agar artikel yang Kita tulis bisa dengan mudah masuk ke halaman pertama.


10. Melakukan submit ke Google Search Consule

Lakukan submit link artikel pada search consule agar mudah terindeks Google.

Menarik banget kan, ya, kelasnya? Bisa dapat ilmu secara gratis baik menaikkan DA dan belajar SEO Onpage, optimasi SEO Onpage ini bermanfaat banget buat saya yang masih pemula.

Gimana Sahabat Catatan Leannie sudah paham mengenai SEO Onpage?
Bisa ikuti 10 cara untuk menerapkan SEO on page. Jika masih ingin mempelajari SEO lebih dalam lagi bisa mengikuti Kelas SEO, loh. Semangat terus ngeblog sambil terus memperbaiki kualitas diri. Happy blogging!




Jago SEO Onpage
Kelas SEO



Salam,













Memilih Website dan Marketplace, Sinergi dalam Mengembangkan Bisnis Online

Marketplace dan website dalam bisnis online
Website dan marketplace dalam bisnis online,
Pexels.com/PhotoMIX Company

Berbicara soal jual beli online, ada berbagai cara untuk mengembangkan bisnis, salah satunya dengan memilih website atau marketplace untuk mendukung agar bisnis online semakin menguntungkan.

Saya pernah mencoba berbagai bisnis online, dimulai dari menjadi salah satu leader kosmetik, berjualan daster, dan baju anak. Saya dulu berbisnis kosmetik dan fashion dengan mengandalkan berjualan secara online.

Penggunaan marketplace dan website dalam berjualan online saat itu belum marak seperti sekarang ini.

Sekitar tahun 2016, saya mulai mencoba peruntungan dengan berbisnis online. Pernah jadi seorang leader kosmetik, lalu memutuskan untuk berjualan daster.

Dulu memang saya pernah tinggal di Semarang, jadi ada kenalan suplier yang asalnya dari Pekalongan dan berjualan daster di Pasar Jumat dan Pasar Minggu di dekat tempat kerja suami.

Saya dulu berjualan hanya dengan website, yaitu via Facebook dan  Instagram saja. Penjualan per bulan saat itu hanya sebagai tambahan penghasilan saja, belum bisa diandalkan lebih jauh. Lagipula posisi saya saat itu adalah sebagai reseller

Saya juga pernah mencoba menyetok gamis dan mukena, sayangnya enggak semua kejual. Akhirnya dipakai sendiri dan diberikan pada saudara.

Dulu, ketika saya berbisnis atau jualan online ternyata belum mampu saya maksimalkan dari segi promosi atau lainnya. Penggunaan marketplace memang belum sebooming sekarang ini, saya juga enggak berpikir berjualan dari marketplace saat itu.

Mari Kita bandingkan perbedaan  potensi marketplace dan website dalam mengembangkan bisnis  online di bawah ini!


Apa itu Marketplace?


Apa itu marketplace
Marketplace,
Freepik.com/macrovector


Marketplace adalah sebuah aplikasi secara online atau website yang memfasilitasi proses untuk berjualan online antara penjual dan pembeli dari berbagai toko.

Pada prinsipnya, marketplace mempertemukan penjual dan pembeli, transaksi diatur oleh marketplace kemudian penjual mengirimkan produknya ke tangan pembeli. 

Ini jauh lebih mudah dan praktis, sih, menurut saya dan jadi alasan perkembangan marketplace di Indonesia cukup bagus dan mendapat respon baik dari pembelinya.

Belanja di marketplace ibaratnya department store, pembeli bisa memilih barang yang mau dipesan dan dikirimkan sesuai jasa pengiriman yang dipilih pembelinya.

Banyaknya pilihan kategori dari berbagai toko membuat customer bebas memilih barang yang akan dibelinya. Diantara banyaknya marketplace di Indonesia, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, sudah cukup familiar buat para pembeli. Saya sendiri beberapa kali membeli di salah satu marketplace di atas.

Kelebihan jual beli online di marketplace diantaranya bisa memulai bisnis kapan saja dan lebih mudah, hanya membutuhkan modal yang minimal untuk berjualan di marketplace karena hanya butuh registrasi akun via media sosial atau email saja, sistem marketplace sudah tersedia (baik dari website, platform, design menarik, dan penjual hanya perlu mengunggah foto terbaik untuk menjaring customer), pasar sudah terbentuk di marketplace serta tak perlu strategi marketing untuk menjaring konsumen.

Meski banyak keuntungan yang ditawarkan, marketplace juga punya beberapa kekurangan diantaranya, adanya persaingan diantara kompetitor, laba terbatas karena ketatnya persaingan antar penjual di marketplace, dan kurang membentuk branding bagi penjualnya.


Tentang Website dan Bisnis Online


Website dan Bisnis Online
Website dan Bisnis Online,
Freepik.com/ijeab


Website merupakan kumpulan halaman dalam suatu domain yang ada di internet, dibuat dengan suatu tujuan, dan dapat diakses melalui home page atau halaman depan pada browser dengan mengakses URL website tersebut.

Facebook, Twitter, Instagram, CNN, Detik, Kompas, Tokopedia, Bukalapak, Shoppee, Blibli adalah jenis-jenis website yang ada ketika membuka layanan tersebut di tampilan dekstop atau mobile

Ada beberapa website yang masuk kategori  marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shoppee, Blibli yang berfokus pada tujuan jual beli online.

Website dapat dimiliki perorangan atau individu, organisasi, atau perusahaan. Ada tiga unsur penting dalam website, yang perlu diketahui, diantaranya :

1. Domain

Ibaratnya domain adalah brand atau merk dari website sebagai produknya. Penggunaan nama domain punya peranan penting dalam identitas, perusahaan maupun bisnis online. 

Nama domain yang unik akan menarik pengunjung website untuk mengunjunginya kembali.

Salah satu penyedia domain yang direkomendasikan adalah Rumahweb dengan ICANN Accredited Registrar yang telah beroperasi  sejak tahun 2002 dengan jumlah domain terdaftar sebanyak lebih dari 130 ribu domain.

Dengan adanya Accredited Registrar,  Rumahweb memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya sesuai standar industri. Selain itu di tahun 2012 yang lalu, Rumah web ini menjadi salah satu Registrar PANDI untuk penggunaan domain .ID dan memimpin pasar dengan 60% market share lebih.

Fitur unggulan domain pada Rumah Web diantaranya Domain management panel, social media connect, Managed DNS Service, Domain Locking Protection, Privacy Protection, dan Support DNSSEC.

2. Hosting

Hosting pun berperan penting dalam sebuah website. Hosting berfungsi untuk menyimpan database baik teks, gambar, video sebagai unsur pembentuk website.
Salah satu penyedia Hosting Indonesia  yang terpercaya adalah Rumahweb. 

Layanan hosting Rumahweb telah beroperasi sejak   2002 dengan support sistem selama 24 jam dibantu oleh orang rumah berdedikasi tinggi dan ramah.

Kelebihannya ada pada aktivasi instant, support 24 jam, uptime 99%, cloud powered, dan multiple datacentre.


3. Konten

Konten pada suatu website merupakan hal yang sangat penting. Konten website dapat berupa teks, gambar maupun video. 

Tanpa adanya konten pada website, maka website bisa dikatakan tidak memiliki tujuan yang jelas. Konten pada website dapat berupa teks, gambar atau video.

Jika dilihat dari konten yang disuguhkan, terdapat beberapa macam website, contohnya media sosial, website pribadi, website berita, website parenting, dan website jual beli.

Kelebihan website dalam bisnis online diantaranya membangun branding, tidak bergantung pada pihak ketiga, memiliki kontrol penuh terhadap bisnis dan keputusan berdasarkan kebijakan sendiri, margin laba lebih besar, dan mudah menentukan retargeting atau menarik konsumen agar berkunjung kembali ke website dan melakukan pembelian lagi.

Website dalam bisnis online juga punya kekurangan diantaranya perlu biaya atau investasi membuat website jua beli dan butuh kemandirian dalam membuat konten dan mengelolanya.

Dengan mengetahui kelebihan dan  kekurangan antara website dan marketplace,  manfaatkanlah peluang yang ada, contohnya membangun branding dan mengoptimalkannya dengan rutin sharing via media sosial atau menuliskan di blog serta website pribadi.

Sedangkan untuk mendapatkan customer atau jangkauan yang lebih luas, bisa memanfaatkan layanan marketplace. Strategi selanjutnya mengarahkan mereka ke website atau toko online.

Tidak ada kebijakan dari marketplace, jikap penjual tidak boleh memiliki website atau toko online.

Membaca peluang atau melakukan sinergi keduanya bisa menjadi kunci sukses mengembangkan bisnis online.

Bagaimana menurut Sahabat Catatan Leannie, kira-kira lebih suka menggunakan marketplace, website atau sinergi keduanya untuk mengembangkan bisnis online?



Salam,






















Traveling ketika New Normal dan Pandemi? Yay or Nay?

Traveling saat new normal dan pandemi
Traveling,
Pexel.com/ Element5 Digital


New normal bagi sebagian masyarakat Indonesia menganggap situasi sudah kembali normal, padahal bukan seperti itu maksudnya. Banyak warga +62 yang memutuskan traveling sebagai pengobat rasa bosannya setelah sekian lama stay at home.

Kondisi dunia berubah karena pandemi Covid-19. Masyarakat dianjurkan untuk tetep berada di rumah, bahkan ibadah, sekolah, aktivitas yang berhubungan dengan interaksi publik dibatasi untuk mencegah penularan Virus Corona meluas.

Namun, untuk keperluan mendesak atau terpaksa ke luar rumah karena bekerja mencari nafkah untuk keluarganya, anjuran stay at home ini belum bisa diterapkan. Bagaimana kalau anak dan istri tidak makan? Ini yang membuat mereka tetap mencari nafkah di tengah pandemi.




Tidak dipungkiri bahwa pandemi ini berdampak besar terhadap semua aspek, termasuk perekonomian. Hal yang terasa imbasnya terutama di sektor pariwisata, transportasi, penjuaan retail, UMKM, dan masih banyak lainnya.

Rakyat kecil paling merasakan dampaknya. Kehidupan mereka bertambah sulit saat ini.  Pemerintah  perlu menanggulangi kelesuan perekonomian yang terjadi karena dampak pandemi  ini. Diam di rumah atau stay at home tidak bisa dilakukan terlalu lama.


Apa itu New Normal?


Di tengah pandemi Covid-19, untuk menjaga kestabilan perekonomian,  beberapa negara melakukan kelonggaran terkait mobilitas warganya, termasuk di  Indonesia.

Sebuah tatanan baru perlu diterapkan dalam menyambut kondisi atau pola hidup baru yang dikenal dengan istilah new normal.

New Normal merupakan perubahan perilaku masyarakat dengan tetap menjalankan aktivitasnya secara normal dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Pernyataan di atas diungkapkan Wiku Adisasmita  sebagai Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Seperti dilansir kompas.com, tanggal 20 Mei 2020.

Prinsipnya, sih, new normal ini untuk menyesuaikan pola hidup saat menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja ada aturan atau protokol kesehatan yang perlu dilakukan.



Traveling saat pandemi dan new normal, Yay or Nay?


Sejak awal Bulan Juni lalu, kawasan Puncak sudah ramai dikunjungi wisatawan meski Pemkab Bogor memperpanjang masa berlaku PSBB hingga satu bulan ke depan.

Meski masih dalam keadaan pandemi COVID-19, wisatawan malah tampak ramai mengunjungi kebun teh di daerah Puncak, Bogor, seperti yang diberitakan detik.com tanggal 06 Juni 2020 yang lalu.


Berkunjung ke kebun teh, Puncak
Berkunjung ke puncak, detik.com


Mirisnya lagi mereka tak memenuhi aturan social distancing, bahkan tak menggunakan masker ketika mengunjungi tempat tersebut. Mereka datang bersama rekan-rekannya dan ada yang berdua dengan pasangannya. Tanpa jarak juga satu sama lainnya, bikin saya makin speeches. It's oke lah, ya, kalau udah suami istri, lain ceritanya kalau belum.

traveling tanpa social distancing
Social distancing yang gagal, detik.com

Sejujurnya saya agak miris dengan hal ini. Mengingat saya dulunya seorang tenaga medis atau dikenal dengan Ahli Tenaga Laboratorium Medik, saya teringat rekan yang bekerja di RS juga puskesmas atau laborarium klinik swasta.


Mereka berjuang sebagai garda terdepan dalam menanggulangi Covid-19. Mereka bekerja di tengah pandemi ini, bahkan saat mengenakan APD lengkap rasanya lima menit saja udah sesak. Begitu pengakuan rekan kerja saya.

Belum lagi yang dines malam ketika sampling pasien Covid-19, setelahnya mereka harus mandi sebagai protokol yang harus dipenuhi biar safety.

Kebayang enggak Mandi di RS saat tugas jaga malam-malam, apalagi di RS yang enggak ada air hangatnya. Pasti dingin banget, kan? Kasihan mereka kalau penderita Covid-19 makin banyak, beban kerja mereka bertambah berat.

Bahkan salah seorang rekan saya yang sekarang sudah jadi IRT full time sempat curhat di salah satu medsos.

Ketika melihat banyak orang yang ke luar bebas, traveling ke berbagai tempat, berbahagia karena melepas penat setelah lama rumah. Saya jadi inget rekan kerja di Laboratorium klinik RS, puskesmas atau di lab swasta. Rasanya kalau ikutan seperti itu, enggak enak hati sama mereka.

Para nakes itu kerja keras di masa pandemi ini.  Sedihnya menegetahui warga +62 dengan santainya jalan-jalan tanpa mempedulikan protokol kesehatan, tanpa masker dan enggak menerapkan social distancing.

Sebelumnya pas mau lebaran mereka berdesak-desakan beli baju lebaran. Ya ampun, speechless saya.


5 hal yang perlu di perhatikan saat traveling


Saya sendiri belum traveling atau staycation saat pandemi ini. Ke luar hanya saat berbelanja bahan makanan, itu juga ke tukang sayur atau supermarket deket rumah yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Jika ada keperluan atau memang perlu banget traveling saat pandemi, setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan agar tetap safety, diantaranya:

1. Jangan bepergiaan saat sedang flu, demam atau batuk


Jangankan untuk bepergiaan, sebaiknya Kamu mengisolasi diri saat sedang sakit. Flu, demam, batuk saat pandemi ini nampak lebih menyeramkan buat saya. Mungkin karena sugesti dan mendengar kalau di kompleks dekat rumah sudah ada yang positif Covid-19.

Jika gelaja tidak membaik, segara hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat, beri tahukan dengan jelas riwayat medis dan kesehatanmu pada petugas medis tanpa ada yang Kamu tutup-tutupi.


2.  Menghindari kontak dengan orang yang terkena demam, batuk, atau hewan yang terlihat sakit.


Hindarilah kontak langsung dengan orang yang tengah sakit, seperti flu, batuk, demam juga hewan yang terlihat sakit.

Jangan lupa cuci tangan dengan sabun atau hand wash. Saat bepergiaan, hand sanitizer juga enggak kalah penting dan perlu dibawa. Tak perlu sering menyentuh tangan, hidung atau mulut untuk meminimalisir masuknya kuman atau virus.


3. Gunakan masker atau menyediakan tisue jika sedang bersin atau batuk


Etika batuk atau bersin ini perlu diperhatikan juga, ya. Ketika sedang bersin atau batuk, jangan menutup dengan kedua telapak tangan, tetapi gunakan tisu untuk menutup mulut. Segera buang tisu ke tempat sampah, ya.

Saat menggunakan masker, jangan menyentuhnya ketika batuk atau bersin. Segera ganti berkala atau cuci tangan dengan sabun atau handwash.


4. Mengalami sakit ketika traveling, segera periksakan diri


Ketika traveling menjadi suatu hal yang urgent dan perlu dilakukan dan Kamu tengah jatuh sakit, segera periksakan diri pada layanan kesehatan terdekat.

Berikan informasi dengan jelas pada tim medis mengenai riwayat perjalanan atau traveling yang pernah Kamu lakukan.


5. Jangan lupa  memperhatikan konsumsi makanan saat traveling


Saat traveling, Kamu bisa membawa bekal makananmu sendiri, jika tidak memungkinkan, belilah makanan yang dimasak dengan matang.

Berbicara soal makanan, hal ini bisa dijadikan salah satu ide bisnis saat new normal, seperti yang ditulis oleh Meilawati Nurhani.  Dengan berbisnis, diharapkan bisa menjadi solusi saat pandemi bagi masyarakat.

Meskipun sudah ditetapkan era new normal, saya sendiri belum pernah bepergian untuk traveling atau staycation. Bagi sebagian orang yang merasa ada keperluan dan perlu traveling, perlu memperhatikan kelima hal di atas.

Buat Sahabat Catatan Leannie, gimana nih buat Kalian traveling saat pandemi dan new normal, Yay or Nay? Sharing juga alasannya, ya!



Salam, 





Liebstar Award 2020, 7 Fakta tentang Saya dan Blogger Terpilih Selanjutnya

Liebstar Award 2020
Liebstar Award 2020

Liebstar Award 2020, ada yang tahu tentang ini? Ternyata Liebstar Award adalah ajang penghargaan berantai untuk para blogger terpilih kemudian menuliskan tujuh fakta tentang diri sendiri dan  blogger penerima award selanjutnya.

Awalnya saya dicolek oleh Mbak Muyassaroh, mungkin buat yang di dunia literasi udah pada kenal beliau. Dulu saya pengen bisa nulis kaya Mbak Muyas yang tiap hari bisa share artikelnya di medsos.

Saya juga pernah wapri Mbak Muyass saat akan daftar jadi kontributor web dan nulis artikel. Banyak belajar dari caranya nulis, gaya bahasanya santai, enak dibaca dan tulisannya mengalir. 

Kesan pertama saya pas wapri,  orangnya enggak sombong dan enggak pelit berbagi informasi. Membantu banget buat saya yang masih newbie. Inget perkenalan dengan Mbak Muyass ini sekitar tahun 2017 yang lalu.

Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Mbak Muyassaroh telah memilih saya sebagai penerima Liebstar Award 2020. Padahal banyak blogger lain yang potensial untuk dipilih, sih, menurut saya. Saya masih terhitung blogger newbie jika dibandingkan yang lain.


Baca juga : Setahun usia TLD Catatan Leannie, memaknai alasan dan tujuan ngeblog


Sebenarnya saya bukan full time blogger, saya juga seorang kontributor media online, pernah jadi mentor menulis artikel di salah satu komunitas menulis, pernah juga diberikan kepercayaan jadi editor freelance di salah satu penerbit indie, dan masih menerima tawaran ghost writer sampai sekarang.

Segala sesuatu yang saya capai bukan karena kehebatan saya, tetapi Allah SWT yang memudahkan semua urusan saya.

Jadi pemilik blog muyass.com ini adalah seorang penulis artikel yang jumlahnya mungkin udah ribuan lebih, dulunya menang seribu dollar dari tulisannya di salah satu platform menulis. Amazing banget, kan, ya? Bagi-bagi dollarnya dong, Mbak Muyass. Eh, becanda, sih, kalau serius juga enggak apa-apa, sih. Lol ...

Mbak Muyassaroh ini juga udah menerbitkan buku solo Agar Suami Tak Mendua, Simple Diet For Muslimah, dan yang saya ingat buku solo perdananya tentang Rahasia dalam Semangkuk Sup

Kayaknya masih banyak buku yang udah diterbitkan Mbak Muyass, baik antologi, duet, dan buku solo lainnya. Buku Mbak Muyas bisa kamu temukan di Toko Buku Gramedia terdekat di kotamu.


Aturan Liebstar Award


Awalnya saya mikir tentang award  yang terbayang itu red carpet. Ternyata enggak gitu juga, sih, kenyataannya.  Liebstar award ini berbeda, ya. Ada aturan mainnya juga. Pengghargaan berantai untuk para blogger ini punya syarat dan ketentuan tersendiri. Mending simak, aja yuk, di bawah ini!


1. Memasang logo Liebstar Award di blog Kamu

2. Memberi ucapan terima kasih pada blogger yang telah memberimu award

3. Menyematkan link blog dari blogger yang telah memberikan Liebstar Award

4. Menuliskan tujuh fakta tentang diri sendiri sebagai tantangan dari Liebstar Award

5. Memberikan jawaban atas tujuh pertanyaan blogger pemberi Liebstar Award

6. Menuliskan nama blogger terpilih selanjutnya sebagai penerima Liebstar award

7. Menyematkan link blog penerima Liebstar Award selanjutnya

8. Mengajukan tujuh pertanyaan sebagai tantangan pada blogger penerima Liebstar Award

9. Menuliskan aturan dalam Liebstar Award

Kriteria pemilihan blogger terpilih Liebstar Award murni penilaian pribadi pemenang  sebelumnya. Saya pun memerlukan banyak pertimbangan untuk memilih blogger penerima Liebstar Award selanjutnya.


Baca juga : Ketika harus memilih, 10 pilihan ini mengubah hidupku


Tidak ada batasan waktu atau deadline buat mengerjakan challenge ini. Saya sendiri memberikan award karena blogger terpilih selanjutnya memang keren banget dan menginspirasi.

Itulah aturan dalam Liebstar Award. Siapa tahu kamu adalah blogger terpilih selanjutnya. Poin-poin ini jangan sampai terlupakan, ya.


7 Fakta tentang diri saya yang mungkin tak banyak diketahui orang lain


Sebenarnya ini seperti membuka lapisan demi lapisan diri saya. Bukan lapisan bawang merah atau bawang bombay, ya ... saya akan kupas setajam silet. Haduh berasa acara gosip banget, ini, ya. 

Menuliskan  tentang ini seperti membuka sisi lain diri saya, yang enggak diketahui orang lain kecuali orang yang teramat dekat dengan saya. Saya curhat dulu, ya, mengenai tujuh fakta tentang diri saya.


1. Pelupa

Sejujurnya level pelupa saya udah cukup tinggi. Bahkan sama Alm. nenek yang usianya udah 75 lebih pun masih bagus beliau ingatannya.

Saya udah pusing banget nyari-nyari dompet. Ke seluruh sudut rumah, eh nenek saya malah bilang gini.

"Kamu cari dompet? Kan kamu simpen sendiri di atas televisi."

 Hah ...?! Nenek aja inget, masa saya lupa.

Setelah nikah, saya bakalan lupa udah masak air belum, ya? Udah cetrekin magic com belum, ya. Rumah udah dikunci belum, ya, pas ke luar rumah? Kompor udah dimatiin belum? Kunci motor atau kunci rumah di mana, ya? Ya ampun ... lucu juga, sih, kalau inget semua ini.

Pokoknya semenjak jadi emak, sifat pelupa saya naik levelnya jadi lebih tinggi. Duh, ini saya aja atau emak lain juga begini, ya?

Aslinya saya butuh aqua lebih banyak biar bisa fokus. Untung enggak lupa kalau udah punya suami atau anak, ya. 


2. Suka nyasar alias enggak pernah hapal jalan

Saya kadang agak takut kalau pergi sendiri naik motor. Saya selalu ngikutin rute angkot kalau bawa motor sendiri soalnya.

Pernah dibilangin ayah atau suami buat potong jalan saat pergi sendirian bawa motor, tapi aslinya saya payah banget kalau soal harus ngapalin jalan. Hiks, niat mau motong jalan, saya malah tersesat lebih jauh lagi.

Kapok, deh,  saya motong jalan, mending jalannya lewatin rute angkot aja, soalnya sebelum saya berhasil mengendarai belalang tempur alias motor ijo kesayangan saya, saya tim angkoters.

Jadi saya itu udah hapal sebagian besar rute angkot kalau di Bandung, tapi enggak semua rute hapal, sih. 

Makanya kalau harus pergi ke tempat baru kadang saya pilih pakai gojek aja, karena ternyata saya juga lemah ketika harus baca maps, intinya enggak tahu jalan.

Saya jadi buka kartu, deh, saat menuliskan fakta tentang saya yang mungkin enggak diketahui banyak orang.


3. Moody atau bergantung mood kalau mau ngapa-ngapain

Ini, nih, yang parah dan jangan ditiru. Saya kadang kalau apa-apa nunggu mood bagus. Untuk urusan menulis, saya udah hapus  sifat moody ini. Setiap hari saya nulis, disempat-sempatkan aja.

Waktu nulis terbaik bagi saya adalah  jelang subuh. Saya biasa tidur awal dan bangun lebih awal juga. 

Saya memang bukan full time blogger, saya juga masih senang nulis artikel dan ngirim ke media online meski frekuensinya enggak sering, masih terima tawaran ghost writer artikel juga.

Saya juga pengen rampungin nulis buku solo, pengen coba nulis novel dan buku nonfiksi islami. Jadi, saya harus membagi fokus menulis biar semua yang saya tergetkan bisa tercapai.


4. Introvert alias suka menyendiri

Saya lebih suka nulis dibandingkan banyak ngomong jadinya kalau ada apa-apa, saya tulisin deh. Saya tetep memfilter ranah pribadi juga, sih, kalau permasalahan internal biar saya keep sendiri. Menjaga privasi aja, enggak semua hal orang perlu baca tentang saya, contohnya permasalahan hidup yang biasanya saya simpan sendiri.

Seorang introvert memang butuh waktu menyendiri buat recharge dirinya. Ada saatnya ketika saya mengalami suatu masalah yang cukup berat, saya memilih puasa medsos dulu.

Saya memang lebih suka menyendiri dan off sementara dari media sosial, tujuannya menjaga  agar tidak menuliskan permasalahan saya dan dibaca banyak orang. 

Untuk bercerita saya memilih orang  terdekat dan bisa saya percaya buat jadi tempat saya meminta saran atau masukan.

Menulis adalah salah satu self healing juga. Saya bisa lega setelah menuliskan apa yang dirasa. Hanya saja saya enggak akan posting apa yang saya rasakan.

Me time terbaik buat saya adalah menyendiri, baca buku tanpa gangguan dari anakku udah jadi suatu kebahagiaan.

Biasanya kalau dia lihat saya fokus baca, buku bisa diambil dan anak saya suka nyembunyiin buku saya. Dia nyimpen buku saya di bawah kasur ternyata. Lucu banget deh, dia mungkin pengen ditemenin. Saya maklumi aja karena dia masih balita.


5. Suka traveling dan nulis puisi

Suami saya suka banget traveling, dia sering membawa serta saya mengunjungi berbagai tempat menarik. Makanya saya menuliskan deskripsi blog saya tentang travel dan lifestyle blog. 

Sejak masih sekolah di SD dan SMP, saya punya buku diary khusus. Nah, sejak
SMU saya ikut ekskul theater.  Teather 4.20, ini artinya Teater SMU 4 Bandung di Jalan Gardu Jati nomor 20.

Saya suka kalau pas bagian musikalisasi puisi. Bait puisi ini sering banget diucapin pas lagi latihan teater di SMU. Saya lupa ini judulnya apa. Ada yang kebingungan enggak sama maknanya? Hehe ...

Dan di dalam kekosongan ...
Meleburlah aku menjadi kosong
Tanpa rupa tanpa makna
Kosong itulah aku sejati

Sejak kuliah saya memang bergabung di
mading kampus, pernah nulis puisi atau sekadar nulis artikel. Jadi memang udah sejak dulu suka nulis tapi sejak kerja atau nikah terus punya anak sempat off karena kesibukan.

Kembali ke dunia literasi dan memutuskan untuk serius nulis sejak akhir 2017 yang lalu, ketika lihat teman kuliah nerbitin buku antologi. 

Saya pun bertekad bakal nulis novel atau buku solo sendiri suatu saat nanti. Insyaallah lagi proses nulis naskahnya. Doain lancar, ya, Sahabat Catatan Leannie.


6. Gampang nangis kalau nonton film yang sedih

Saya inget pas pertama kali nonton film sama suamiku, ini pas nonton Tenggelamnya Kapal Ven Der Wick, saya sampai nangis terus nggak berhenti-berhenti karena sedihnya nonton film itu. Ini jadi salah satu film layar lebar terfavorit buat saya.

Memang saya, tuh, tipe yang gampang nangis kalau nonton film sedih, film Dorama, Drakor atau Bollywood aja bisa bikin saya nangis bombay. Inget film Kuch-Kuch Hota Hai yang legendaris itu, meski ditonton berkali-kali pasti saya nangis setelahnya.


7. Jarang berinteraksi dengan tetangga kecuali ada keperluan

Saya tipe yang seperlunya kalau di lingkungan rumah. Enggak suka ngumpul-ngumpul atau ngobrol bareng tetangga di rumah kecuali ada keperluan kaya belanja ke warung.

Enggak tahu, ya. Saya kurang suka aja kalau ada yang ngomongin orang lain. Saking jarangnya bersosialisasi, kalau ada yang nanya alamat A, B, C, saya selalu bilang enggak tahu. Padahal itu tetangga saya. Tahu orangnya yang mana tapi enggak tahu namanya siapa. Duh, jangan dicontoh kaya saya ini, ya.

Lama-lama postingan ini isinya curhat semua dan buka kartu saya yang selama ini tersimpan rapi. Aslinya curcol, deh, saat nulisin ketujuh fakta tentang saya. Malu enggak nulisin ini? Enggak dong, ini kan memang tantangannya dan saya berhasil menjawab tantangan ini. Yeay ...


Menjawab pertanyaan dari pemberi Liebstar Award Sebelumnya


Selanjutnya saya akan menjawab pertanyaan dari Mbak Muyassaroh sebagai pemberi Liebstar Award pada saya. Ada tujuh juga pertanyaan yang perlu saya jawab.

1. Apa, sih, sesuatu yang membuatmu merasa bersyukur, Mbak?

Sesuatu yang membuat saya merasa bersyukur adalah dikasih rezeki oleh Allah SWT. Rezeki ini bukan melulu soal materi, ya. Ukurannya luas soalnya.

Rezeki bisa berupa kesehatan, anak yang saleh, suami yang baik, keluarga yang care dan sayang sama saya. Bersyukur atas nikmat hidup agar dilebihkan lagi nikmat-Nya.


2. Impian apa yang masih terus diperjuangkan sampai sekarang?

Pengen ke tanah suci, Mbak. Pengen rasanya menunaikan ibadah yang ini. Mungkin ini impian sebagian besar umat muslim, ya. 

Selain itu, saya juga tetap ingin menulis buku solo dan bisa terbit mayor. Biar pada baca buku saya, pengennya bisa mejeng setidaknya satu dulu aja buku solo saya ada di Gramedia.

Syukur-syukur kaya pemberi award Sebelumnya, Mbak Muyass yang bukunya udah ada beberapa yang diterbitkan mayor dan bisa dibeli di Gramedia terdekat. Bismillah keduanya adalah impian jangka pendek dan jangka panjang dalam hidup saya.

Saya juga masih pengen lanjutin kuliah S2 sebenarnya, dulu sebelum nikah kan pernah jadi asdos, rasanya kangen juga berbagi ilmu dan ketemu para mahasiswa kaya dulu. Moga dikasih rezeki lagi buat lanjutin kuliah S2. 


3. Kapan mulai ngeblog?

Mulai bikin blog yang gratisan sejak akhir tahun 2017. Ini saya kepoin Mbah Google buat bikin blognya. Masih tema bawaan blogspot.

Selanjutnya setelah gabung sama Estrilook, blog saya pun mulai berbenah diri. Mulai mempercantik tema blog meski harus bolak-balik lihat tutorial orang lain.

Saya mulai berpikir buat migrasi ke Top Level Domain (TLD) yang berakhiran dotcom sejak satu setengah tahun yang lalu. Kayanya sekitar bulan Oktober 2018.


4. Kalau lagi enggak mood nulis, mesti ngapain?

Kadang kalau ngerasa cape, istirahat aja dulu. Tidur bentar juga udah efektif sih buat saya. Kadang saya beli seblak di warung sebelah rumah yang agak pedes biar fresh.

Saya suka traveling sih, jadi suka pengen piknik aja kalau lagi bosan atau enggak mood nulis. Bisa yang paling simpel dan sederhana kaya ngajak main anak ke taman dekat rumah juga udah jadi moodbooster saya untuk kembali menulis.


5. Mending masak atau nulis?

Wah, pertanyaan kali ini cukup bikin saya tersenyum sendiri. Saya memang kurang kreatif kalau soal masakan karena masaknya itu-itu aja. 

Pertanyaannya mending masak atau nulis?

Jawabannya kalau anak sama suami udah makan, ya, bolehlah saya nulis. Artinya saya pilih masak dulu. Kan kasian nanti orang rumah kalau saya fokus terus nulis, eh mereka kelaparan karena belum makan.

Meski suami saya multitalented soal baking terutama, masak juga bisa, sih dia. Bahkan masaknya yang special. Soal rasa juga enakan dia, sih, tapi  tetap saya Yang masakin tiap hari buat keluarga.


6. Apa yang memotivasimu untuk terus menulis?

Menulis untuk menebar kebaikan. Saya berharap apa yang saya tulis bermanfaat bagi orang lain. Enggak mau nulis yang click bait meski bisa menaikkan view tapi rasanya hati saya berkata jangan nulis seperti itu.

Waktu efektif buat saya nulis adalah mengambil jatah tidur saya di sepertiga malam. Insyaallah bisa kok tiap hari menulis.

Dengan menulis, saya berharap tulisan saya jadi pemberat timbangan kebaikan di hari akhir kelak.


7. Destinasi mana yang paling ingin dikunjungi bersama pasangan?

Destinasi yang pertama ingin dikunjungi bareng pasangan adalah Mekah, Jepang, Brunei Darussalam ini kalau versi ke luar negeri. Nah, versi dalam negeri, saya pengen ngunjungin Bali (meski udah beberapa kali), Raja Ampat, Karimun Jawa dan Aceh.


Blogger terpilih penerima Liebstar Award selanjutnya


Blogger penerima Liebstar Award


Blogger selanjutnya yang mendapatkan Liebstar Award adalah Ella Fitria. Mbak Ella Fitria ini belum lama saya kenal di dunia maya tapi saya udah terpikat sama tulisannya, cukup detail, infografis yang cantik.

Kamu bisa mengunjungi blognya di https://www.ellafitria.com buat tahu alasan saya memilihnya sebagai blogger penerima Liebstar Award selanjutnya.

Saya mengenal Mbak Ella ini orangnya supel, ramah, enak diajak diskusi atau ditanya-tanyain soal ngeblog.

Mbak Ella Fitria ini sering banget memenangkan lomba blog. Akhirnya dia juga memenangkan hatiku buat memberikan Liebstar Award padanya. 


1. Apa definisi sukses dan bahagia versi Mbak Ella Fitria?

2. Sejak kapan mulai ngeblog secara serius, Mbak?

3. Apa tips atau rahasia biar bisa memenangkan lomba blog?

4. Udah berapa banyak achievement atau  memenangkan lomba blog, mana yang paling berkesan?

5. Kapan waktu nulis paling efektif, Mbak?

6. Destinasi wisata mana yang tak terlupakan setelah mengunjunginya?

7.  Impian apa yang paling ingin diwujudkan dalam waktu dekat?


Melihat seringnya Mbak Ella memenagkan lomba blog, kadang pengen nanya makannya apa sih, kok pinter nulisnya? Haha ...  Ini enggak termasuk pertanyaan list, ya, tapi boleh juga dijawab, siapa tahu saya jadi ketularan menang lomba blog.

Inilah cerita saya tentang Liebstar Award, fakta tentang diri dan penerima award selanjutnya. Saya berharap bisa terus menebar manfaat dengan menulis. Nah, terima kasih buat Sahabat Catatan Leannie yang sudah berkunjung dan membaca postingan saya ini.




Salam,




Pengalaman ke IGD RS untuk Kuret dengan BPJS di Masa Pandemi dan Jelang Lebaran 2020


Kuret dengan BPJS di RS saat Pandemi
Lagi di UGD RS saat akan di kuret,
dokumentasi pribadi

Masyaallah ... menuliskan kembali tentang ini jadi inget lagi akhirnya saya bisa melewati semua ini. Pengalaman kuret yang saya lakukan dengan menggunakan BPJS Kesehatan di RSIA Kota Bandung.

Kehamilan kedua yang dinantikan dan akhirnya harus saya relakan juga kalau Dia yang menitipkan, kembali mengambil titipan-Nya. Insyaallah saya sudah belajar mengikhlaskannya.


Nah, saya mau sharing, nih. Pengalaman tak terlupakan saat harus kuret pakai bpjs dan lagi pandemi COVID-19 serta jelang lebaran. Jujur, semua ini butuh perjuangan besar untuk melewatinya.

Ketika tahu harus dikuret, saya memang mengaktifkan BPJS Kesehatan yang udah off selama dua tahun lebih. Setelah dicek kalau pengen mengaktifkan kembali BPJS suami, saya dan anak, kena denda sebesar enam juta rupiah. 

Mungkin ada yang berpendapat daripada ngeluarin uang sejumlah di atas mending bayar mandiri aja. Asuransi kesehatan kan jaga-jaga buat di masa depan. Pengennya sih sehat terus tanpa ada keluhan ini dan itu.

Pertimbangan lain mengaktifkan kembali BPJS yang udah off dua tahun, karena saya juga harus operasi bedah mulut karena kasusnya ada gigi geraham belakang yang baru tumbuh dan tumbuhnya ke samping serta menembus gusi.

Hal ini yang bikin saya sering sakit gigi plus kepala juga ikut nyut-nyutan. Saya enggak mau lagi deh sakit gigi. Baik sakit hati maupun sakit gigi sama-sama enggak enak buat saya. Jadi enggak ada istilah lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati. Big No dua-duanya.

Jadi, setelah BPJS diaktifkan, suami mengubah faskes satu ke dokter pribadi yang dekat dengan rumah, letaknya di kompleks Cipta Graha. Sebelumnya di klinik kesehatan, sih. Berhubung saya mau kuret, suami dan saya meminta rujukan dari dokter yang dekat rumah.

Pukul 16.00 WIB, saya ke sana dengan suami. Meski ada tulisan buka di rumah praktiknya, ternyata dokternya enggak di tempat. Pembantunya bilang baru ada jam setengah enam mungkin. Saat itu  masih puasa. Saya kasihan aja sama suami kalau terus nunggu di tempat praktik dokter, kan dia mau buka puasa juga.

Akhirnya setelah buka puasa langsung ke tempat praktik dokter faskes satu untuk meminta rujukan.  Setelah bertemu dokternya, saya meminta surat rujukan ke rumah sakit, tapi dokter enggak memberi rujukan. Dia menyarankan agar saya langsung ke bagian IGD RS.

Saya dan suami mengikuti saran dokter untuk langsung ke IGD. Malam itu Kami langsung  ke IGD RS Mitra Kasih, selanjutnya ke Hermina Pasteur karena ternyata prosedur di IGD pun tetap meminta surat rujukan. Gimana mau ngasih rujukan, kalau dokter di faskes satunya juga langsung nyuruh datang ke IGD.

Hal yang bikin saya enggak enak saat di RS Mitra Kasih, ada salah satu perawat IGD yang luar biasa juteknya. Hanya dia aja seorang, sih, yang lainnya memperlakukan saya dengan baik.

Sayang saya enggak lihat namanya siapa. Hanya saja sebagai salah seorang nakes dulunya, sempet agak shock aja ketika ditanya perawat soal keluhannya apa. perawat IGD yang  nanya pake marah-marah soalnya.

Padahal pasien lagi meringis karena pendarahan, eh dianya malah nanya pake enggak sabaran.

"Keluhannya apa?!" Sambil agak tinggi nadanya 
"Ada mules, enggak?" Masih galak juga nanyanya.
"Keluhannya yang kerasa banget sakit pinggang, mules paling dikit." Jawab saya 
"Berarti ada mules, dong! jawabnya lagi-lagi ketus.

'Ya Allah salah saya apa coba sampai dibentak-bentak perawat IGD Mitra Kasih ini.'

Sedih pake banget rasanya. Padahal hati udah geram dan panas sama sikapnya dia. Saya ngelihatin hasil USG sebelum dan terakhir saat di Klinik Handayani. Dia masih jutek juga sama saya.

"Saya enggak nanya yang sebelumnya, yang terakhir aja!"

 Ya Allah, sampai percakapan ini juga dia masih pakai nada tinggi. Dalam hati saya mikir berbagai kemungkinan.

'Teh, Kamu enggak lagi menstruasi, kan, ya?' 
'Beban kerja Kamu berat banget, ya, sampai pasien aja kamu marah-marahin?'

Pertanyaan itu berkelebat dalam pikiran saya. Hanya saja enggak saya tanyain langsung. Lagian sungkan juga nanyanya, nanti saya disemprot lagi sama dia.

Ya Allah, tapi perawat lain biasa aja, kok. Bahkan dokter jaga dari IGD Mitra Kasih masih memperkenalkan diri secara sopan dan bertanya dengan cara yang baik. Teteh perawat yang di IGD harusnya belajar dari dokter ini bagaimana cara berinteraksi dengan pasien.

Kamu ketemu sama seorang blogger, sih, jadi apa yang Kamu lakukan pastinya saya abadikan dalam tulisan saya ini.

Saya jelasin balik. Saya kasih yang sebelumnya biar enggak di diagnosis BO. Di USG sebelumnya udah ada janin ukuran 8cm. Itu kata dokter kandungannya.

Baru aja dia diem, Huft ... saya juga seorang nakes, tapi enggak gitu-gitu amat pas lagi kerja dulu. Saya memang kerja di Lab Swasta yang mengutamakan kenyamanan pasien, tapi pas saya kerja di RS juga enggak gitu juga, loh, ke pasien.

Pasien yang datang ke IGD pasti punya keluhan dan indikasi. Meski pasien umum atau pengguna BPJS punya hak  yang sama untuk diperlukan dengan baik.

Tenyata dari pihak  Mitra Kasih bilang kalau dokter buat nanganin kuret lagi cuti lebaran dan adanya tanggal 28 Mei. Sedangkan saya ke sana tanggal 21 Mei 2020

Kelamaan, deh, kalau ikutin prosedur di RS ini kalau infeksi atau pendarahan enggak berhenti-berhenti gimana?

Saya disarankan untuk ke RS lain. Ya sudahlah kalau gitu. Pasrah aja, deh.
Selanjutnya saya dan suami menuju RS Hermina Pasteur.

Sampai di bagian informasi RS, saya bertanya tentang prosedur kuret di RS kalau pakai BPJS. Saya disarankan dua opsi kalau oleh petugas bagian informasi di Hermina.

Pertama, masuk IGD tapi informasi terkini di IGD Hermina saat itu lagi ada pasien PDP sama ODP, kalau masuk sekarang bakal seruangan sama mereka. Shock bangetlah saya denger ini. Saya jadi enggak mau masuk ke IGD Hermina.  Parnoannya kambuh, deh.

Kedua, kontrol dulu ke poli kandungan, tapi enggak bisa sekarang dan harus besok pagi. Itu pun harus ada rujukan dari faskes satu.

Pilihan kedua juga susah berhubung dokter faskes satu juga enggak bersedia kasih rujukan ke saya. Alasannya langsung aja ke IGD RS. Saya berasa kaya bola ping-pong yang dilempar sana sini.

Akhirnya saya minta ke suami pulang aja. Rasanya lelah dua kali bolak-balik keliling RS, dari Cimahi ke Pasteur. Mending besok aja cari rumah sakit lain pikir saya.

Besok pagi saya ke dokter yang jadi faskes satu, lagi-lagi dia enggak ada di tempat, tapi tulisannya selalu Open di tempat kerjanya.

'Dok, kalau lagi enggak di tempat Closed aja tempat praktiknya. Nanti kalau dokter ada di rumah, baru open lagi. Biar pasien kaya saya enggak bolak-balik terus.'

Lagi-lagi kecewa karena dokternya enggak ada. Harus bolak-balik dong saya ke faskes satu ini. Suami akhirnya nelpon BPJS Kesehatan buat ngajuin keluhan dan minta dikembaliin ke faskes sebelumnya di Klinik Afifa Medika.

Petugas BPJS menyanggupi dan mengubah faskes satu keluarga kami ke faskes sebelumnya karena keluhan saya dan suami yang dari kemarin bolak-balik ke tempat praktik dokter tapi dia enggak ada di tempat selama dua hari ini. Dokternya juga agak sulit diminta rujukan. Padahal urgent banget menurut saya.

Ternyata begini prosedurnya kalau ubah faskes via online. Memang kalau report online dokter "R" jadi faskes satu keluarga Kami.

Setelah suami ubah faskes secara daring, sebenarnya baru aktif sebulan ke depan. Saya dan suami kan enggak paham soal ini. Di sistem BPJS, faskes keluarga kami masih di Klinik Kesehatan Afifa Medika, faskes sebelum minta diubah.

Akhirnya suami minta cancel ubah faskes Karena kurang nyamannya Kami di dokter "R" tadi. Setelah petugas BPJS menerima laporan saya, faskes 1 dikembalikan ke sebelumnya di Klinik Afifa Medika.

Saya pun langsung ke klinik Afifa Medika buat minta pengantar ke RS. Sayangnya begitu di depan klinik ada pemberitaan bahwa Klinik tutup sementara waktu dan baru buka kembali pada tanggal 01 Juni 2020.


Ya Allah ... gimana ini? Ke IGD kemarin-kemarin aja ditanyain mana rujukannya. Sedangkan faskes satunya tutup. Dilema lagi pandemi dan jelang lebaran harus ke RS buat kuret.

Akhirnya saya minta suami buat coba RS lain yaitu ke RS Melinda dan RS Santosa. Lagi-lagi ditolak RS Melinda bilang enggak mengcover BPJS buat kuret dan ke RS Santosa enggak bisa nanganin langsung harus ada rujukan dari faskes dan RS lain.

Harus gimana lagi saya? Udah keliling empat RS di Cimahi juga Bandung tapi belum ada hasil. Apa saya harus membiarkan keadaan ini?

Ya Allah ... tolong beri kemudahan bagi saya yang mau kuret saat jelang lebaran dan lagi pandemi seperti ini.

Jadi gimana ini, ya? Saya kan ngaktifin BPJS biar terpakai buat kuret, kalau nungguin faskes buka harus nunggu awal bulan, dong? Sedangkan saya harus segera di kuret, khawatir pendarahan terus dan takut ada infeksi juga.

Selanjutnya saya akan bercerita tentang proses kuret dan kontrol pasca kuret yang saya alami. Part selanjutnya setelah ini, ya.

Ternyata curhatan saya panjang juga, ya. Masyaallah kalau curhat, tenyata bisa  ngalir begini. Moga yang baca enggak bosen, ya.

Beginilah memang kondisi pelayanan kesehatan di negara Kita yang masih harus berbenah. Semoga ke depannya lebih baik lagi dan tak mengecewakan pasien seperti yang saya alami kemarin.



Salam,





Resensi Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta, Romansa Indah Tak Terlupakan

Kumpulan Cerpen Event Romance Candramawa
Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta,
dokumentasi pribadi

Judul : Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta

Penulis : Devin Elysia Dhywinanda, dkk

Penerbit : CV Saweu Pena Publisher

Jumlah Halaman : 189

Cetakan : 1

Nomor ISBN : 978-602-6560-43-8


Tentang Kita dan Cinta, Romansa Indah Tak Terlupakan

Selalu ada cerita yang tak habis dituliskan, tak lelah dikisahkan, tentang kita, tentang cinta ...

Buku cantik dengan cover hijau muda dan backgroud cantik bunga mawar dan hati ini merupakan kumpulan cerpen dari 24 orang penulis terpilih event Romance Candramawa.

Para penulis terpilih event Romance Candramawa ini adalah pemenang event menulis cerpen yang di selenggarakan pada Bulan November-Desember 2019 yang lalu.

Kumpulan cerpen ini bertema romansa yang tersaji dalam berbagai sudut pandang berbeda. Setiap cerita menyuguhkan warna yang berbeda ketika membacanya.

Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta ini adalah kumpulan kisah romantis yang berhasil bikin saya baper. Dari cerita sederhana sampai yang luar biasa berhasil bikin saya berkaca-kaca.

Cerita pertama dibuka oleh Devin Elysia Dhywinanda dengan judul Dan, Dunia pun Mencair di Bawah Kaki Mereka. Kisah cinta yang mengharu biru antara seorang perempuan tunarungu dengan pasangannya.

Ketika pintu depan terbuka dan Sean datang dengan wajah cerah, mereka bakal bersitatap, Sean (selalu) melepas alat bantu dengar sambil berucap : Musim semi turun setiap aku melihatmu. 
(Dan, Dunia pun Mencair di Bawah Kaki Mereka, hal 10)

Cerita kedua berjudul Hanya Rumah Tangga biasa dari Eva Liana ternyata bikin saya berkaca-kaca. Kisah sepasang suami istri, yaitu Adelia dan Adi yang menikah karena perjodohan.

Pernikahan mereka sudah berjalan selama sepuluh tahun dan terlihat harmonis.  Namun, suatu ketika Adelia meminta Adi menceraikannya. Adi pun dalam dilema.

Untuk pertama kali, setelah sepuluh tahun bersama, kuamati garis wajahnya. Adelia, menurut orang-orang yang pernah melihatnya secantik bulan. Namun, aku jarang memperhatikan. 
(Hanya Rumah Tangga Biasa, hal 19)

Cerita selanjutnya yang berhasil merebut hati saya adalah More Than Words dari Eda Erfauzan, sahabat saya. Saya ingat Lagu More Than Words yang dinyanyikan oleh Extreme ini pernah jadi lagu favorit sewaktu SMP-SMU.

Lirik lagunya begitu saya ingat sampai sekarang.

Saying I love you is not the words
I want to hear from you
It's not that I Want you, not to say
But If you only knew how easy
It would be
Show me how you feel
More than Words ...

Kisah Kenia dan Sena dalam cerita pendek berjudul More Than Words ini pernah saya alami juga. Betapa seseorang yang pernah singgah  di hati, tak mudah dilupakan.

Namun, hadirnya orang baru yang begitu tulus mencintai membuat hati luluh dan berhasil menggeser posisi masa lalu, kini dia menjadi belahan jiwa. More than Words, bikin saya terkenang kisah cinta saya sendiri saat membaca karya Mbak Eda ini.

Kenia ingat, setahun Sam-sahabat Sena itu mendekatinya. Memperlakukannya serupa putri, lalu meninggalkannya setelah tiga bulan kisah mereka.
Kenia tersentak. Didapatinya tatapan Sena melembut, ada bias hangat yang nyaris sempurna. Pun gurat kekecewaan yang coba disembunyikan. Ada sorot luka yang samar dalam tatapan teduh miliknya. Hati Kenia berdesir. Sena. Bima Sena Wisantara. Selama ini, laki-laki ini  begitu dekat. Ia selalu ada dalam orbitnya. Setia mengulurkan tangan tiap Kenia terjatuh, tetap di sisinya dalam kondisi apa pun. Dalam diam, Kenia mencoba memahami semua yang tengah melintas. 
(More than Words, hal 65)

Cerita terakhir ditutup oleh Mbak Nishfi Yanuar dengan judul Kau. Kali ini mengambil karakter seorang laki-laki sebagai tokoh utamanya. Lelaki yang sampai akhir hayat menyimpan cinta untuk seorang wanita bernama Dahlia. Meski sad ending, saya suka cerita ini.  Cerpen ini dibuka dengan kalimat yang romantis.

Aroma petrichor menyapa indra seiring gemericik yang kemudian terdengar sedikit berisik. Tak terlalu deras, hanya rinai kecil-kecil yang sedikit rapat. 
Hei, bukankah ini waktu yang romantis? Apalagi saat ini kita hanya berdua? Namun, sepertinya kebisuan membuatmu nyaman. (Kau_hal 175)

Setelah kekepoan saya melihat profil kedua puluh empat penulis di buku ini ternyata Devin Elysia ini adalah seorang pelajar SMU kelas XII, keren juga, ya. Masih pelajar SMU tapi tulisannya udah kece gini. Ada yang mahasiswa, IRT, dan guru. Bukan hanya Devin, Eva Liana, Mbak Eda, dan Mbak Nisfi Yanuar aja, semua karya penulisnya keren-keren.

Saya suka buku kumpulan cerpen bertema romansa seperti ini. Cover buku yang cantik dan penyajian cerita di buku ini sudah sangat bagus.

Saat membaca salah satu cerpen, saya memukan penulisan kata "Karena" di awal kalimat, sekadar saran saja agar kata penghubung tidak ditempatkan di awal kalimat sebab fungsinya sebagai kata sambung atau konjungsi.

Saya suka sekali dengan tampilan cover buku ini. Hijau adalah warna favorit saya soalnya. Kumpulan Cerpen Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta ini mengajarkan pengalaman berharga dalam hidup ini.

Ternyata cinta dan ketulusan bisa menghapus air mata dan kepedihan. Tanpa cinta rasanya dunia seakan tak berwarna. Setiap pasangan pasti punya cerita tersendiri, bagi saya tentang kita dan cinta ini jadi romansa indah yang tak terlupakan.

Buku ini saya rekomendasikan sebagai bahan bacaan yang bagus buat dibaca. Sarat makna dan dikemas dalam diksi cantik penulisnya.

Bagaimana, nih, Sahabat Catatan Leannie, tertarik enggak, nih,  buat baca Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta?




Salam,