Showing posts with label Blogging. Show all posts
Showing posts with label Blogging. Show all posts

Ingin Belajar SEO Onpage dengan Mudah? Ikuti 10 Cara Ini!

Belajar SEO Onpage gratis
Menaikkan DA dan Optimasi SEO Onpage,
Canva

Ingin belajar SEO Onpage dengan mudah? Saya mau sharing tentang materi keren saat mengikuti kelas gratis menaikkan DA.  Dari kelas ini, saya mengetahui ada 10 cara untuk menerapkan SEO Onpage. Penasaran? Nanti, saya bahas lebih lanjut, ya.

Pada awal Juli kemarin saya dan dua puluh sembilan orang lainnya terpilih mengikuti training blogging gratis menaikkan DA gelombang kedua yang dipandu Mas Irwin dan timnya.

Syarat masuk kelas ini adalah mengisi form pendaftaran, salah satu ketentuannya punya DA minimal atau di bawah 10, sudah memasang Google Analytics dan Search Consule di blognya.

Training Blogging Menaikkan DA
Kelas Menaikkan DA dengan Mas Irwin,
canva

Kelas menaikkan DA dipandu oleh Mas Irwin dan timnya. Ada materi tentang Google Analityc, Google Seach Consule, Research Keyword dan yang baru saya pelajari adalah tentang SEO.

Salah satu materi yang menarik perhatian saya adalah tentang SEO Onpage. Sebelumnya memang saya tahu dikit aja tentang SEO saat menjadi content writer.

SEO ini dibagi dua yaitu SEO Onpage dan Offpage, optimasi SEO dari dalam dan luar blog. Kali ini materi yang dibahas tentang SEO Onpage.

Begitu ada materi SEO Onpage untuk pemula, saya tertarik banget buat menyimak dan mendalaminya. Materinya dibawakan oleh Kak Bahrul Ilmi, masih muda sih pematerinya. Usianya pasti banyakan saya yang udah jadi emak-emak. Lol ...

Bahrul Ilmi atau Kak Baim
Kak Baim or Bahrul Ilmi,
 Instagram.com/bahruladitya

Meski masih muda, lulusan Broadcasting IAIN Pontianak ini adalah seorang blogger, freelance content writer, web content editor dan SEO Assistant. 

Beliau juga berbagi ilmu SEO ini pada kami sebagai peserta training. Kak Baim ini  baik deh, sabar banget saat menjawab banyak pertanyaan peserta training, termasuk pertanyaan dari saya juga. 

Penjelasannya juga mudah dipahami sama saya yang kadang butuh loading agak lama kalau belajar ngeblog.  Masyaallah ilmunya emang mantap, terutama buat saya yang masih jadi pemula.

Saya punya blog akhir tahun 2017, dan migrasi ke Top Level Domain sekitar akhir tahun 2018 yang lalu. Jadi memang masih pemula dibandingkan para blogger lain yang udah lama ngeblognya.

Nah, materi menaikkan DA dan SEO On page ini memang saya nantikan banget. Saya mau berbagi tentang materi SEO Onpage yang diperoleh saat training gratis menaikkan DA yang juga dipandu oleh Mas Irwin  dan Kak Pewe.

SEO onpage yaitu optimasi SEO dari dalam blog sendiri, tidak hanya dari artikel atau blog postnya. Optimasi SEO onpage bertujuan agar mesin pencari tahu bahwa blog benar-benar relevan atau sesuai yang dicari user serta berkualitas.

Dengan demikian blog akan banyak  bermanfaat dengan dikunjungi pembaca dan struktur blog dapat dipahami  oleh mesin pencari.

Ada beberapa 10 Cara untuk  menerapkan  SEO Onpage, diantaranya:


1. Keyword ada pada judul artikel

Gunakan keyword utama yang akan digunakan pada artikel,  misalnya:  Tips berjualan online. Jadi dalam
Selain itu, jumlah kata pada judul  tidak terlalu panjang, antara 55-60 karakter saja.


2. Menyisipkan keyword pada permalink

Keyword diletakkan pada permalink atau link artikel yang ditulis, misalnya:
https://contohaja.com/tips-berjualan-online.


3. Sisipkan keyword pada meta deskripsi artikel

Meta deskripsi merupakan penjelasan ringkas yang akan muncul pada hasil pencarian setelah judul artikel. Sisipkan keyword pada meta deskripsi dan kalimat ajakan agar pengunjung membaca artikel yang Kita buat.


4. Sisipkan keyword di paragraf pertama

Hal ini bertujuan agar memaksimalkan meta deskripsi pada hasil pencarian, terkadang google menampilkan paragraf pertama meski sudah mengisi meta deskripsi dengan benar.


5. Optimasi tag heading

Tag heading yang digunakan biasanya H1-H3. H1 merupakan judul artikel, H2 atau Heading dan H3 yang artinya Sub heading.


6. Optimasi gambar pada artikel

Gambar juga dapat dimanfaatkan untuk optimasi onpage, jangan lupa memasukkan keyword ke dalam alt title dan alt image gambar pada blog post.


7. Menggunakan outbound link dan internal link

Penggunaan link keluar (outbound link) dan internal link atau link menuju tulisan lain di blog sebaiknya yang relevan saja dan tidak terlalu berlebihan.


8. Memanfaatkan LSI keyword atau keyword turunan

LSI (Latent Semantic Indexing) keyword dalam artian menggunakan persamaan atau sinonim dari keyword utama atau turunan.  Hal ini bertujuan agar tidak terlalu sering menggunakan keyword pada penulisan artikel.


9. Share tulisan ke media sosial

Tak hanya untuk meningkatkan page view saja, share ke sosmed juga bertujuan
mendapatkan social signal agar artikel yang Kita tulis bisa dengan mudah masuk ke halaman pertama.


10. Melakukan submit ke Google Search Consule

Lakukan submit link artikel pada search consule agar mudah terindeks Google.

Menarik banget kan, ya, kelasnya? Bisa dapat ilmu secara gratis baik menaikkan DA dan belajar SEO Onpage, optimasi SEO Onpage ini bermanfaat banget buat saya yang masih pemula.

Gimana Sahabat Catatan Leannie sudah paham mengenai SEO Onpage?
Bisa ikuti 10 cara untuk menerapkan SEO on page. Jika masih ingin mempelajari SEO lebih dalam lagi bisa mengikuti Kelas SEO, loh. Semangat terus ngeblog sambil terus memperbaiki kualitas diri. Happy blogging!




Jago SEO Onpage
Kelas SEO



Salam,













Liebstar Award 2020, 7 Fakta tentang Saya dan Blogger Terpilih Selanjutnya

Liebstar Award 2020
Liebstar Award 2020

Liebstar Award 2020, ada yang tahu tentang ini? Ternyata Liebstar Award adalah ajang penghargaan berantai untuk para blogger terpilih kemudian menuliskan tujuh fakta tentang diri sendiri dan  blogger penerima award selanjutnya.

Awalnya saya dicolek oleh Mbak Muyassaroh, mungkin buat yang di dunia literasi udah pada kenal beliau. Dulu saya pengen bisa nulis kaya Mbak Muyas yang tiap hari bisa share artikelnya di medsos.

Saya juga pernah wapri Mbak Muyass saat akan daftar jadi kontributor web dan nulis artikel. Banyak belajar dari caranya nulis, gaya bahasanya santai, enak dibaca dan tulisannya mengalir. 

Kesan pertama saya pas wapri,  orangnya enggak sombong dan enggak pelit berbagi informasi. Membantu banget buat saya yang masih newbie. Inget perkenalan dengan Mbak Muyass ini sekitar tahun 2017 yang lalu.

Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Mbak Muyassaroh telah memilih saya sebagai penerima Liebstar Award 2020. Padahal banyak blogger lain yang potensial untuk dipilih, sih, menurut saya. Saya masih terhitung blogger newbie jika dibandingkan yang lain.


Baca juga : Setahun usia TLD Catatan Leannie, memaknai alasan dan tujuan ngeblog


Sebenarnya saya bukan full time blogger, saya juga seorang kontributor media online, pernah jadi mentor menulis artikel di salah satu komunitas menulis, pernah juga diberikan kepercayaan jadi editor freelance di salah satu penerbit indie, dan masih menerima tawaran ghost writer sampai sekarang.

Segala sesuatu yang saya capai bukan karena kehebatan saya, tetapi Allah SWT yang memudahkan semua urusan saya.

Jadi pemilik blog muyass.com ini adalah seorang penulis artikel yang jumlahnya mungkin udah ribuan lebih, dulunya menang seribu dollar dari tulisannya di salah satu platform menulis. Amazing banget, kan, ya? Bagi-bagi dollarnya dong, Mbak Muyass. Eh, becanda, sih, kalau serius juga enggak apa-apa, sih. Lol ...

Mbak Muyassaroh ini juga udah menerbitkan buku solo Agar Suami Tak Mendua, Simple Diet For Muslimah, dan yang saya ingat buku solo perdananya tentang Rahasia dalam Semangkuk Sup

Kayaknya masih banyak buku yang udah diterbitkan Mbak Muyass, baik antologi, duet, dan buku solo lainnya. Buku Mbak Muyas bisa kamu temukan di Toko Buku Gramedia terdekat di kotamu.


Aturan Liebstar Award


Awalnya saya mikir tentang award  yang terbayang itu red carpet. Ternyata enggak gitu juga, sih, kenyataannya.  Liebstar award ini berbeda, ya. Ada aturan mainnya juga. Pengghargaan berantai untuk para blogger ini punya syarat dan ketentuan tersendiri. Mending simak, aja yuk, di bawah ini!


1. Memasang logo Liebstar Award di blog Kamu

2. Memberi ucapan terima kasih pada blogger yang telah memberimu award

3. Menyematkan link blog dari blogger yang telah memberikan Liebstar Award

4. Menuliskan tujuh fakta tentang diri sendiri sebagai tantangan dari Liebstar Award

5. Memberikan jawaban atas tujuh pertanyaan blogger pemberi Liebstar Award

6. Menuliskan nama blogger terpilih selanjutnya sebagai penerima Liebstar award

7. Menyematkan link blog penerima Liebstar Award selanjutnya

8. Mengajukan tujuh pertanyaan sebagai tantangan pada blogger penerima Liebstar Award

9. Menuliskan aturan dalam Liebstar Award

Kriteria pemilihan blogger terpilih Liebstar Award murni penilaian pribadi pemenang  sebelumnya. Saya pun memerlukan banyak pertimbangan untuk memilih blogger penerima Liebstar Award selanjutnya.


Baca juga : Ketika harus memilih, 10 pilihan ini mengubah hidupku


Tidak ada batasan waktu atau deadline buat mengerjakan challenge ini. Saya sendiri memberikan award karena blogger terpilih selanjutnya memang keren banget dan menginspirasi.

Itulah aturan dalam Liebstar Award. Siapa tahu kamu adalah blogger terpilih selanjutnya. Poin-poin ini jangan sampai terlupakan, ya.


7 Fakta tentang diri saya yang mungkin tak banyak diketahui orang lain


Sebenarnya ini seperti membuka lapisan demi lapisan diri saya. Bukan lapisan bawang merah atau bawang bombay, ya ... saya akan kupas setajam silet. Haduh berasa acara gosip banget, ini, ya. 

Menuliskan  tentang ini seperti membuka sisi lain diri saya, yang enggak diketahui orang lain kecuali orang yang teramat dekat dengan saya. Saya curhat dulu, ya, mengenai tujuh fakta tentang diri saya.


1. Pelupa

Sejujurnya level pelupa saya udah cukup tinggi. Bahkan sama Alm. nenek yang usianya udah 75 lebih pun masih bagus beliau ingatannya.

Saya udah pusing banget nyari-nyari dompet. Ke seluruh sudut rumah, eh nenek saya malah bilang gini.

"Kamu cari dompet? Kan kamu simpen sendiri di atas televisi."

 Hah ...?! Nenek aja inget, masa saya lupa.

Setelah nikah, saya bakalan lupa udah masak air belum, ya? Udah cetrekin magic com belum, ya. Rumah udah dikunci belum, ya, pas ke luar rumah? Kompor udah dimatiin belum? Kunci motor atau kunci rumah di mana, ya? Ya ampun ... lucu juga, sih, kalau inget semua ini.

Pokoknya semenjak jadi emak, sifat pelupa saya naik levelnya jadi lebih tinggi. Duh, ini saya aja atau emak lain juga begini, ya?

Aslinya saya butuh aqua lebih banyak biar bisa fokus. Untung enggak lupa kalau udah punya suami atau anak, ya. 


2. Suka nyasar alias enggak pernah hapal jalan

Saya kadang agak takut kalau pergi sendiri naik motor. Saya selalu ngikutin rute angkot kalau bawa motor sendiri soalnya.

Pernah dibilangin ayah atau suami buat potong jalan saat pergi sendirian bawa motor, tapi aslinya saya payah banget kalau soal harus ngapalin jalan. Hiks, niat mau motong jalan, saya malah tersesat lebih jauh lagi.

Kapok, deh,  saya motong jalan, mending jalannya lewatin rute angkot aja, soalnya sebelum saya berhasil mengendarai belalang tempur alias motor ijo kesayangan saya, saya tim angkoters.

Jadi saya itu udah hapal sebagian besar rute angkot kalau di Bandung, tapi enggak semua rute hapal, sih. 

Makanya kalau harus pergi ke tempat baru kadang saya pilih pakai gojek aja, karena ternyata saya juga lemah ketika harus baca maps, intinya enggak tahu jalan.

Saya jadi buka kartu, deh, saat menuliskan fakta tentang saya yang mungkin enggak diketahui banyak orang.


3. Moody atau bergantung mood kalau mau ngapa-ngapain

Ini, nih, yang parah dan jangan ditiru. Saya kadang kalau apa-apa nunggu mood bagus. Untuk urusan menulis, saya udah hapus  sifat moody ini. Setiap hari saya nulis, disempat-sempatkan aja.

Waktu nulis terbaik bagi saya adalah  jelang subuh. Saya biasa tidur awal dan bangun lebih awal juga. 

Saya memang bukan full time blogger, saya juga masih senang nulis artikel dan ngirim ke media online meski frekuensinya enggak sering, masih terima tawaran ghost writer artikel juga.

Saya juga pengen rampungin nulis buku solo, pengen coba nulis novel dan buku nonfiksi islami. Jadi, saya harus membagi fokus menulis biar semua yang saya tergetkan bisa tercapai.


4. Introvert alias suka menyendiri

Saya lebih suka nulis dibandingkan banyak ngomong jadinya kalau ada apa-apa, saya tulisin deh. Saya tetep memfilter ranah pribadi juga, sih, kalau permasalahan internal biar saya keep sendiri. Menjaga privasi aja, enggak semua hal orang perlu baca tentang saya, contohnya permasalahan hidup yang biasanya saya simpan sendiri.

Seorang introvert memang butuh waktu menyendiri buat recharge dirinya. Ada saatnya ketika saya mengalami suatu masalah yang cukup berat, saya memilih puasa medsos dulu.

Saya memang lebih suka menyendiri dan off sementara dari media sosial, tujuannya menjaga  agar tidak menuliskan permasalahan saya dan dibaca banyak orang. 

Untuk bercerita saya memilih orang  terdekat dan bisa saya percaya buat jadi tempat saya meminta saran atau masukan.

Menulis adalah salah satu self healing juga. Saya bisa lega setelah menuliskan apa yang dirasa. Hanya saja saya enggak akan posting apa yang saya rasakan.

Me time terbaik buat saya adalah menyendiri, baca buku tanpa gangguan dari anakku udah jadi suatu kebahagiaan.

Biasanya kalau dia lihat saya fokus baca, buku bisa diambil dan anak saya suka nyembunyiin buku saya. Dia nyimpen buku saya di bawah kasur ternyata. Lucu banget deh, dia mungkin pengen ditemenin. Saya maklumi aja karena dia masih balita.


5. Suka traveling dan nulis puisi

Suami saya suka banget traveling, dia sering membawa serta saya mengunjungi berbagai tempat menarik. Makanya saya menuliskan deskripsi blog saya tentang travel dan lifestyle blog. 

Sejak masih sekolah di SD dan SMP, saya punya buku diary khusus. Nah, sejak
SMU saya ikut ekskul theater.  Teather 4.20, ini artinya Teater SMU 4 Bandung di Jalan Gardu Jati nomor 20.

Saya suka kalau pas bagian musikalisasi puisi. Bait puisi ini sering banget diucapin pas lagi latihan teater di SMU. Saya lupa ini judulnya apa. Ada yang kebingungan enggak sama maknanya? Hehe ...

Dan di dalam kekosongan ...
Meleburlah aku menjadi kosong
Tanpa rupa tanpa makna
Kosong itulah aku sejati

Sejak kuliah saya memang bergabung di
mading kampus, pernah nulis puisi atau sekadar nulis artikel. Jadi memang udah sejak dulu suka nulis tapi sejak kerja atau nikah terus punya anak sempat off karena kesibukan.

Kembali ke dunia literasi dan memutuskan untuk serius nulis sejak akhir 2017 yang lalu, ketika lihat teman kuliah nerbitin buku antologi. 

Saya pun bertekad bakal nulis novel atau buku solo sendiri suatu saat nanti. Insyaallah lagi proses nulis naskahnya. Doain lancar, ya, Sahabat Catatan Leannie.


6. Gampang nangis kalau nonton film yang sedih

Saya inget pas pertama kali nonton film sama suamiku, ini pas nonton Tenggelamnya Kapal Ven Der Wick, saya sampai nangis terus nggak berhenti-berhenti karena sedihnya nonton film itu. Ini jadi salah satu film layar lebar terfavorit buat saya.

Memang saya, tuh, tipe yang gampang nangis kalau nonton film sedih, film Dorama, Drakor atau Bollywood aja bisa bikin saya nangis bombay. Inget film Kuch-Kuch Hota Hai yang legendaris itu, meski ditonton berkali-kali pasti saya nangis setelahnya.


7. Jarang berinteraksi dengan tetangga kecuali ada keperluan

Saya tipe yang seperlunya kalau di lingkungan rumah. Enggak suka ngumpul-ngumpul atau ngobrol bareng tetangga di rumah kecuali ada keperluan kaya belanja ke warung.

Enggak tahu, ya. Saya kurang suka aja kalau ada yang ngomongin orang lain. Saking jarangnya bersosialisasi, kalau ada yang nanya alamat A, B, C, saya selalu bilang enggak tahu. Padahal itu tetangga saya. Tahu orangnya yang mana tapi enggak tahu namanya siapa. Duh, jangan dicontoh kaya saya ini, ya.

Lama-lama postingan ini isinya curhat semua dan buka kartu saya yang selama ini tersimpan rapi. Aslinya curcol, deh, saat nulisin ketujuh fakta tentang saya. Malu enggak nulisin ini? Enggak dong, ini kan memang tantangannya dan saya berhasil menjawab tantangan ini. Yeay ...


Menjawab pertanyaan dari pemberi Liebstar Award Sebelumnya


Selanjutnya saya akan menjawab pertanyaan dari Mbak Muyassaroh sebagai pemberi Liebstar Award pada saya. Ada tujuh juga pertanyaan yang perlu saya jawab.

1. Apa, sih, sesuatu yang membuatmu merasa bersyukur, Mbak?

Sesuatu yang membuat saya merasa bersyukur adalah dikasih rezeki oleh Allah SWT. Rezeki ini bukan melulu soal materi, ya. Ukurannya luas soalnya.

Rezeki bisa berupa kesehatan, anak yang saleh, suami yang baik, keluarga yang care dan sayang sama saya. Bersyukur atas nikmat hidup agar dilebihkan lagi nikmat-Nya.


2. Impian apa yang masih terus diperjuangkan sampai sekarang?

Pengen ke tanah suci, Mbak. Pengen rasanya menunaikan ibadah yang ini. Mungkin ini impian sebagian besar umat muslim, ya. 

Selain itu, saya juga tetap ingin menulis buku solo dan bisa terbit mayor. Biar pada baca buku saya, pengennya bisa mejeng setidaknya satu dulu aja buku solo saya ada di Gramedia.

Syukur-syukur kaya pemberi award Sebelumnya, Mbak Muyass yang bukunya udah ada beberapa yang diterbitkan mayor dan bisa dibeli di Gramedia terdekat. Bismillah keduanya adalah impian jangka pendek dan jangka panjang dalam hidup saya.

Saya juga masih pengen lanjutin kuliah S2 sebenarnya, dulu sebelum nikah kan pernah jadi asdos, rasanya kangen juga berbagi ilmu dan ketemu para mahasiswa kaya dulu. Moga dikasih rezeki lagi buat lanjutin kuliah S2. 


3. Kapan mulai ngeblog?

Mulai bikin blog yang gratisan sejak akhir tahun 2017. Ini saya kepoin Mbah Google buat bikin blognya. Masih tema bawaan blogspot.

Selanjutnya setelah gabung sama Estrilook, blog saya pun mulai berbenah diri. Mulai mempercantik tema blog meski harus bolak-balik lihat tutorial orang lain.

Saya mulai berpikir buat migrasi ke Top Level Domain (TLD) yang berakhiran dotcom sejak satu setengah tahun yang lalu. Kayanya sekitar bulan Oktober 2018.


4. Kalau lagi enggak mood nulis, mesti ngapain?

Kadang kalau ngerasa cape, istirahat aja dulu. Tidur bentar juga udah efektif sih buat saya. Kadang saya beli seblak di warung sebelah rumah yang agak pedes biar fresh.

Saya suka traveling sih, jadi suka pengen piknik aja kalau lagi bosan atau enggak mood nulis. Bisa yang paling simpel dan sederhana kaya ngajak main anak ke taman dekat rumah juga udah jadi moodbooster saya untuk kembali menulis.


5. Mending masak atau nulis?

Wah, pertanyaan kali ini cukup bikin saya tersenyum sendiri. Saya memang kurang kreatif kalau soal masakan karena masaknya itu-itu aja. 

Pertanyaannya mending masak atau nulis?

Jawabannya kalau anak sama suami udah makan, ya, bolehlah saya nulis. Artinya saya pilih masak dulu. Kan kasian nanti orang rumah kalau saya fokus terus nulis, eh mereka kelaparan karena belum makan.

Meski suami saya multitalented soal baking terutama, masak juga bisa, sih dia. Bahkan masaknya yang special. Soal rasa juga enakan dia, sih, tapi  tetap saya Yang masakin tiap hari buat keluarga.


6. Apa yang memotivasimu untuk terus menulis?

Menulis untuk menebar kebaikan. Saya berharap apa yang saya tulis bermanfaat bagi orang lain. Enggak mau nulis yang click bait meski bisa menaikkan view tapi rasanya hati saya berkata jangan nulis seperti itu.

Waktu efektif buat saya nulis adalah mengambil jatah tidur saya di sepertiga malam. Insyaallah bisa kok tiap hari menulis.

Dengan menulis, saya berharap tulisan saya jadi pemberat timbangan kebaikan di hari akhir kelak.


7. Destinasi mana yang paling ingin dikunjungi bersama pasangan?

Destinasi yang pertama ingin dikunjungi bareng pasangan adalah Mekah, Jepang, Brunei Darussalam ini kalau versi ke luar negeri. Nah, versi dalam negeri, saya pengen ngunjungin Bali (meski udah beberapa kali), Raja Ampat, Karimun Jawa dan Aceh.


Blogger terpilih penerima Liebstar Award selanjutnya


Blogger penerima Liebstar Award


Blogger selanjutnya yang mendapatkan Liebstar Award adalah Ella Fitria. Mbak Ella Fitria ini belum lama saya kenal di dunia maya tapi saya udah terpikat sama tulisannya, cukup detail, infografis yang cantik.

Kamu bisa mengunjungi blognya di https://www.ellafitria.com buat tahu alasan saya memilihnya sebagai blogger penerima Liebstar Award selanjutnya.

Saya mengenal Mbak Ella ini orangnya supel, ramah, enak diajak diskusi atau ditanya-tanyain soal ngeblog.

Mbak Ella Fitria ini sering banget memenangkan lomba blog. Akhirnya dia juga memenangkan hatiku buat memberikan Liebstar Award padanya. 


1. Apa definisi sukses dan bahagia versi Mbak Ella Fitria?

2. Sejak kapan mulai ngeblog secara serius, Mbak?

3. Apa tips atau rahasia biar bisa memenangkan lomba blog?

4. Udah berapa banyak achievement atau  memenangkan lomba blog, mana yang paling berkesan?

5. Kapan waktu nulis paling efektif, Mbak?

6. Destinasi wisata mana yang tak terlupakan setelah mengunjunginya?

7.  Impian apa yang paling ingin diwujudkan dalam waktu dekat?


Melihat seringnya Mbak Ella memenagkan lomba blog, kadang pengen nanya makannya apa sih, kok pinter nulisnya? Haha ...  Ini enggak termasuk pertanyaan list, ya, tapi boleh juga dijawab, siapa tahu saya jadi ketularan menang lomba blog.

Inilah cerita saya tentang Liebstar Award, fakta tentang diri dan penerima award selanjutnya. Saya berharap bisa terus menebar manfaat dengan menulis. Nah, terima kasih buat Sahabat Catatan Leannie yang sudah berkunjung dan membaca postingan saya ini.




Salam,




Setahun Usia TLD Catatan Leannie, Memaknai Alasan dan Tujuan Ngeblog

Alasan dan tujuan ngeblog Catatan Leannie
Setahun usia TLD Catatan Leannie

Catatan Leannie diambil sebagai nama blog karena menggunakan nama pena saya. Leannie Azalea adalah nama pena yang saya gunakan ketika menulis fiksi. Bulan Oktober lalu tepatnya setahun sudah usia blog ini setelah migrasi ke Top Level Domain (TLD).

Catatan Leannie sebenarnya diambil dari nama saya sendiri, hanya versi ringkas, kalau Lia Yuliani berasa kepanjangan. Hehe udah gitu  kalau googling keluar nama yang sama cukup banyak. Apakah nama saya pasaran? Oops ... 

Jadi Catatan Leannie ini tadinya dokumentasi berbagai hal yang ingin saya  sampaikan, meski bukan lewat lisan, tetapi bisa saya ungkapkan lewat tulisan.

Setahun lebih usia blog Catatan Leannie, kalau bayi mungkin lagi belajar berjalan. Seperti itu juga blog ini, sedang berusaha  terus melangkah dan mengembangkan diri. Saya juga kembali melakukan perenungan, tentang makna dan alasan saya ngeblog.

Setahun ngeblog dengan TLD, pencapaian apa saja yang telah saya raih selama ini? Beberapa job blogger saya dapatkan dari review buku, pernah sekali ikut lomba blog, dan terpilih masuk ke dalam pemenang. 

Meski jarang bisa dapat job karena kendala follower Ig yang kurang banyak ternyata tak menyurutkan niat saya ngeblog.  Saya anggap bukan rezeki, karena untuk tambah follower dengan ikut follow loop seperti yang kebanyakan blogger lain lakukan, saya merasa kurang  bisa membagi waktu dan fokus. 

Saya membagi fokus untuk menulis, karena jauh sebelum ngeblog saya udah suka nulis artikel dan mengirimkan ke berbagai media online. Saya juga suka nulis puisi, pernah ikutan lomba nulis puisi dan ada beberapa antologi puisi di rumah.  Saya juga pernah punya mimpi menerbitkan novel sendiri. Intinya saya juga mau tetap nulis buku. Buku solo kalau bisa. Aamiin

Jangan tanya Domain Authority atau DA blog saya, amatlah minimalis. Dulu sewaktu masih ada Gplus nilainya belasan, sekarang minimalis banget sudah angkanya.

Mencari tahu tentang DA dengan bertanya atau share bareng blogger lain, kadang blogwalking, atau nanya ke Mbah "Google" ada yang bilang harus nyebar banyak backlink dari web dengan DA tinggi, ada yang bilang  beraihkan blog dari brokenlink.

Selain itu, ada juga yang saranin guest post dari blogger lain, nitip backlink ke blogger yang DA tinggi, banyak banget masukannya. Sampai ada blogger yang enggan balas komentar blogwalking kalau DA blogger yang komen ke dia lebih rendah. Ya sudahlah biarlah itu pilihan mereka.

Berbagai hal membuat saya kembali ke tujuan awal ngeblog. Saya suka menulis inilah salah satu alasan saya memutuskan untuk ngeblog.  Setidaknya ada tiga poin yang perlu dipertimbangkan dalam ngeblog.

Baca juga : 3 Poin Penting yang Perlu diperhatikan untuk Memulai Ngeblog

Mendokumentasikan apa yang ingin saya tuliskan. Saya suka jalan-jalan atau traveling, saya ingin berbagi keseruan mengunjungi berbagai tempat baru, bahwa ternyata traveling itu menyenangkan dan bisa meningkatkan bonding satu sama lain.

Intinya dengan ngeblog, saya bisa bebas menulis sesuai dengan apa yang saya inginkan, agak berbeda dengan menulis di media online ada ketentuan atau kaidah yang memang perlu saya perhatikan ketika mengirimkan artikel ke media.

Seperti halnya blogger lain, saya juga berpikir untuk memonetisasi blog. Salah satunya memutuskan untuk migrasi dari blogspot ke TLD bukan TDL, ya, ini sih tarif dasar listrik. Lol ...

Saya juga tertarik pasang adsense di blog meski berbagai pendapat menganai pemasangan iklan di blog ini. Baru setelah setahun TLD blog saya di ACC adsense, setelah sebelumnya di tolak, loh.

Alasan ditolak adsense di tahun 2019 kemarin karena ada settingan blog yang belum saya lakukan, jadi redirectnya belum aktif. Sempet pusing mikrinya kenapa? 

Perbaiki masalah Anda!
Situs Anda tidak terjangkau. 

Notifnya begitu terus. Enggak tahu mesti diapain. Maklum dulu pas bikin blog modal googling doang, saya belum ikut training berbayar soalnya.

Dulu saya pikir selama bisa saya coba, ya, saya akan coba sendiri. Usaha sendiri dulu aja istilahnya, uang training buat beli berbagai keperluan rumah tangga lain atau ditabung aja. Gitu pikiran saya saat itu. Maklum emak-emak mah gitu. 

Setelah itu saya juga pasang tema sendiri juga, lihat tutorial aja di blog orang lain. Meski ada settingan yang bikin bingung dengan kodingan di blog yang harus edit html. Agak rumit kadang, malah bikin tampilan jadi error kalau salah pasang kode soalnya. 

Kolom delete komentar saya di tema terdahulu enggak muncul jadi susah buat hapus brokenlink yang katanya ngaruh ke DA. Setelah itu jadi pertimbangan buat jasa percantik atau reparasi blog.

Lika liku perjalanan ngeblog selama setahun ini, ikut training bareng komunitas jadi titik awal saya buat konsisten nulis. Saya ikut odop, rutin bw juga. Odop atau one day one post blog ternyata banyak juga manfaatnya.

Baca juga : One Day One Post Blogging, Menaklukan Diri Sendiri untuk Konsisten Menulis 

Meski ada yang bilang untuk menaikkan DA odop kurang efektif atau bw pun kadang enggak berpengaruh kecuali Kita nitip backlink di web lain dengan DA tinggi. Ya oke lah kalau bicara soal teori.
Buat saya,  dengan BW kadang saya silaturahmi dan mengenal blogger lain, banyak belajar ilmu baru juga. Nulis Odop dulu lumayan blognya keisi. 

Ngeblog enggak sekadar ngurusin DA aja, kudu banyakin follower biar dapat job. Enggak cuman ini, loh, makna dan tujuan saya ngeblog. Anggaplah job blogger adalah bonus dan rezeki lain dari menulis. Tujuan saya jauh lebih dari hanya sekadar mendapatkan job, jauh lebih besar dari ini.

Saya mau apa yang saya tulis itu ada manfaatnya buat orang lain, khususnya buat pembaca Catatan Leannie. Saya kadang menulis tentang kisah inspiratif, catatan perjalanan, cerita penuh makna seputar pernikahan atau parenting. Yang terpenting bisa menulis berbagai hal yang bermanfaat dan membawa kebaikan buat penulis dan pembacanya.

Satu hal yang saya harapkan adalah tulisan saya bisa menjadi jalan kebaikan buat orang lain, selain itu bisa jadi amalan yang memberatkan timbangan kebaikan di hari akhir kelak. (Catatan Leannie)

Enggak cuman dari ngeblog, saya pun suka menulis artikel dan menulis buku juga. Ketiganya masih saya jalankan sampai sekarang. Sekadar sharing saja, buat yang baru memulai ngeblog atau mungkin udah lebih lama dari saya, terus semangat dan jangan lupa alasan dan tujuan awal ngeblog.


Salam,