Showing posts with label Finance. Show all posts
Showing posts with label Finance. Show all posts

KitaBeli: Solusi Belanja Online dan Raih Peluang Usaha saat Pandemi

 

KitaBeli, solusi belanja online
KitaBeli, solusi Belanja online dan raih peluang usaha saat pandemi,
via dokumentasi pribadi

Pandemi berdampak terhadap masalah ekonomi, KitaBeli menawarkan solusi belanja hemat dan aman, serta membuka peluang usaha saat ini. Pastinya banyak dong yang tertarik dengan belanja mudah, praktis, dan bisa dapat cuan juga. 


Mau belanja hemat dan aman saat pandemi? Pastinya banyak yang mau, dong. Apalagi kebutuhan pokok, seperti sembako atau bahan makanan lain ini krusial banget, makanya di era digital seperti sekarang ini, belanja online jadi salah satu solusinya.


Oh, iya, pada hari Senin tanggal 27 September 2021, saya bersama rekan-rekan dari Blogger Bandung berkesempatan menghadiri launcing KitaBeli di warehouse KitaBeli yang terletak di Jalan Cetarip 28-26 Kopo, Kec Bojong Loa Kaler, Bandung 40233. 


Warehouse KitaBeli Bandung
Warehouse KitaBeli,
via dokumentasi KitaBeli


Pada acara launching KitaBeli di Bandung ini, prokesnya menerapkan prokes yang oke. Begitu masuk, seneng banget dapat sambutan ramah dari KitaBeli. Prokesnya sudah bagus, sebelum masuk dicek suhu tubuh, bersihkan tangan dengan sanitizer, dan tetap jaga jarak saat acara berlangsung. 


Prokes baik di KitaBeli
Prokes sudah Oke saat launching KitaBeli,
via dokumentasi KitaBeli


Grand launching kemarin juga dihadiri oleh Bapak M. Rizal sebagai General Manager KitaBeli, Bapak Sandi dari Tim Marketing KitaBeli, ada perwakilan warga dan tokoh masyarakat terdekat, rekan Blogger Bandung, serta dari media. Ada juga perwakilan dari Ardan Group, salah satu radio lokal Bandung favorit saya, nih.


Launching KitaBeli bersama Blogger Bandung
Bersama rekan-rekan dari Blogger Bandung,
via dokumentasi pribadi


Keseruan Grand Launching KitaBeli
Keseruan Grand Launching KitaBeli Bandung, via dokumentasi KitaBeli


Pada acara Grand Launching KitaBeli, Bapak Rizal mengemukakan harapannya agar KitaBeli bisa tumbuh besar dan sukses di Bandung. Selain itu bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, dan juga membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar.


Peserta launching KitaBeli Bandung,
via dokumentasi KitaBeli


Grand Launching KitaBeli Bandung
Grand Launching KitaBeli Bandung,
via dokumentasi pribadi



Peresmian KitaBeli cabang Bandung
Peresmian KitaBeli cabang Bandung,
via dokumentasi pribadi


Tentang KitaBeli

Tentang KitaBeli
Tentang KitaBeli,
via kitabeli.id


KitaBeli merupakan terobosan e-commerce belanja online yang menyediakan kebutuhan harian seperti sembako, sayur, daging, dan kebutuhan rumah tangga lainnya dengan harga termurah dan begitu mudah untuk diakses.


Setelah sukses hadir di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi), Malang, Solo, Kediri, Medan, Yogyakarta, Madiun, Denpasar, dan Makassar. Kini KitaBeli hadir di Bandung.


KitaBeli ini sudah  ada sejak awal Maret 2020. Saat itu keadaan masih pandemi, tetapi KitaBeli berhasil memperluas cabangnya ke berbagai kota. 


KitaBeli Malang menjadi salah satu outlet terbesar dengan jumlah user sebanyak empat puluh ribu user dan lima ribu Mitra KitaBeli. Wah, cukup banyak, kan, Sahabat Catatan Leannie?


Peresmian KitaBeli di Bandung
Peresmian KitaBeli di Bandung,
via dokumentasi KitaBeli


Yeah, akhirnya KitaBeli hadir di Kota Kembang, Bandung. Seneng banget di Kota kelahiranku udah ada KitaBeli. Kini, belanja kebutuhan pokok dan rumah tangga menjadi makin mudah, cepat, dan hemat pastinya. Solusi banget belanja online saat pandemi.



Belanja hemat, praktis dan aman saat pandemi dengan KitaBeli


Belanja hemat dengan KitaBeli
Belanja hemat dengan KitaBeli,
via dokumentasi pribadi


Kini, belanja online kebutuhan pokok dan rumah tangga jadi pilihan yang aman, mudah, dan praktis dilakukan saat pandemi. Harga-harganya juga murah, loh. Berbelanja di KitaBeli ini gratis ongkir terutama untuk jangkauan 10 Km untuk daerah Babakan Ciparay, Bojong Loa Kaler, Bojong Loa Kidul, dan daerah Andir. 


Seiring perkembangannya, e-commerce yang satu ini, diharapkan ke depannya bisa memperluas jangkauannya sehingga bisa lebih maju dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. 


KitaBeli juga menawarkan gaya belanja interaktif bareng teman melalui fitur "Group Buying." Dengan membeli barang yang diinginkan dengan teman yang lain bisa mendapatkan diskon lebih banyak dengan fitur grup buying.


Di Warehouse Kitabeli, seluruh team dipastikan sudah mengikuti protokol kesehatan yang  ditetapkan oleh Pemerintah. Selama masih pandemi, engga perlu khawatir. Kita tetap bisa di rumah, nanti Kurir dari tim KitaBeli yang bakalan nganter belanjaanmu sampai ke rumah. 


Kurir KitaBeli
Kurir KitaBeli,
via dokumentasi pribadi


Tinggal duduk manis, tunggu aja belanjaan datang. Hemat waktu dan uang juga pastinya, soalnya harga di Kitabeli ini murah-murah, loh, Sahabat Catatan Leannie. Bisa dapat potongan harga atau diskon dengan memasukkan kode referal diskon.


Pastikan sudah install aplikasi KitaBeli di Playstore, ya. Ada beberapa fitur aplikasi KitaBeli, diantaranya  Home, Favorit, Grup, Keranjang, dan Akun. Semuanya ada di bagian bawah aplikasi. 


Aplikasi KitaBeli
Aplikasi KitaBeli, 
via Canva


Terus ada kategori barang apa aja nih di KitaBeli? Banyak, dong, pastinya. Ada Kita Makan, bahan pokok, makanan plus minuman, kebutuhan ibu dan bayi, kecantikan, perawatan tubuh, perlengkapan rumah, barang elektronik, sayur, buah, serta daging. Lengkap banget, kan?


Baca juga : Sate Taichan Jajanan Papi Martin Bandung


Pembelian bisa dilakukan dengan COD atau bayar di tempat. Biasanya pengiriman barang dilakukan satu hari setelah pemesanan. Jika ada keluhan bisa hubungi call center KitaBeli, retur barang pun bisa dilakukan dengan mudah.



Membeli barang di KitaBeli


Cara untuk membeli barang melalui KitaBeli cukup mudah, diantaranya :

a. Pastikan sudah install KitaBeli di playstore

 Install terlebih dahulu aplikasi KitaBeli pada smartphone. Lakukan registrasi terlebih dahulu menggunakan nomor handphone.


b. Memilih barang yang dibeli 

Pilihlah barang ke dalam keranjang dan tambahkan pula jumlah barang yang mau dibeli.


c. Mengatur alamat pengiriman 

Pastikan mengisi nama penerima dan memberikan alamat yang jelas agar tidak terjadi kesalahan pengantaran. 


Kurir yang mengantar pesanan adalah tim KitaBeli dengan melaksanakan protokol kesehatan. So, engga perlu khawatir, kan, kalau mau berbelanja online di KitaBeli.


d. Melakukan pembayaran

Pembayaran di KitaBeli ini cukup bervariasi sehingga bisa sesuai kebutuhan. Bisa menggunakan pembayaran dengan Gopay, BCA, Mandiri, BNI, Permata, dan bank lainnya. 


Selain itu, bisa juga menggunakan metode Cash on Delivery (COD), dan memilih metode pembayaran tagihan dengan paylater Indodana.


e. Menunggu barang tiba di rumah

Setelah melakukan pembayaran dan status transaksi berhasil, don't worry ... tinggal tunggu aja barang tiba di rumah. Belanja jadi lebih praktis dan aman tentunya.


Nah, kalau ingin mendapatkan diskon di KitaBeli caranya mudah aja ternyata, cukup dengan membagikan  barang yang ingin dibeli kepada teman melalui media sosial. Asyik, kan, siapa sih yang engga mau dapat diskon?




Raih peluang usaha dengan bergabung menjadi Mitra Kitabeli


Peluang usaha bersama KitaBeli,
via kitabeli.id


KitaBeli mengajak TemanKita alias user setia KitaBeli bergabung menjadi Mitra kitabeli. Melalui program kemitraan, KitaBeli memberikan peluang usaha untuk membantu perekonomian rumah tangga agar mendapatkan tambahan penghasilan. 


Bergabung menjadi Mitra KitaBeli
Mari bergabung menjadi Mitra KitaBeli,
dokumentasi KitaBeli


Caranya cukup mudah, yaitu hanya bermodalkan handphone dan share via sosial media, punya kesempatan untuk mendapatkan komisi hingga 5 juta rupiah per bulan ya. Wow, siapa nih yang tertarik jadi mitra KitaBeli?


Syarat dan ketentuan menjadi Mitra KitaBeli

Apa aja nih, syarat dan ketentuan jika ingin join menjadi Mitra Kita Beli?

1. Perempuan atau laki-laki

2. Jujur dan bertanggung jawab

3. Tidak memiliki toko klontong atau warung


Ada berbagai keuntungan dengan bergabung menjadi Mitra KitaBeli, diantaranya :

a. Tidak perlu modal

b. Waktu fleksibel

c. Mendapatkan komisi tiap minggu

d. Tidak ada target.


Sedangkan kewajiban dari Mitra KitaBeli diantaranya :

Mencari pelanggan (bukan pemilik sembako atau warung sembako) di dekat tempat tinggal untuk belanja kebutuhan rumah tangga lewat Mitra.


Aplikasi untuk menjadi Mitra KitaBeli berbeda dengan user Kita Beli. Cukup searching aja di Playstore kata Mita KitaBeli.  Masukkan Nama, nomor hp, kode referal dan Kode OTP yang dikirimkan melalui SMS. 


Untuk pembelian barang sama seperti pembelian user, masukkan baramg ke keranjang, lakukan pembayaran, lalu tunggu barang dikirimkan.


Nah, gimana nih, Sahabat Catatan Leannie, tertarik engga untuk "Belanja Online " secara hemat, mudah, dan cepat dengan KitaBeli? Jika ingin dapat cuan atau tambahan penghasilan, bisa cobain "Peluang Usaha" dengan join menjadi Mitra Kita Beli. Solusi kemudahan berbelanja masa kini, ya, KitaBeli.



Social Media KitaBeli

Facebook : KitaBeli

Instagram : @kitabeli_id




Salam,
























5 Cara Mengatur Keuangan Saat Idulfitri dan di tengah Pandemi

Mengatur keuangan,
Pixabay.com/stevepb


Hari raya idulfitri tinggal menghitung hari. Enggak kerasa udah sampai hari kedua puluh tiga, itu artinya seminggu lagi hari raya kemenangan. Di tengah pandemi dan keadaan serba sulit seperti sekarang, mengatur kondisi keuangan saat Idulfitri di  butuh perencanaan yang tepat dan matang.

Biasanya kalau tahun sebelumnya, mall atau pusat perbelanjaan penuh dengan lautan manusia, tentunya pada beli baju lebaran. Gimana sama Sahabat Catatan Leannie, Kamu versi yang pakai baju baru atau baju lebaran saat Idulfitri?


Baca juga : Baju Baru vs Baju Lama, Apalah Arti Sebuah Pakaian?


Sekarang enggak kepikiran beli baju ke mall atau ke pasar, meski di luaran sana, udah banyak masyarakat yang cuek aja ke luar rumah tanpa peduli pandemi yang lagi berlangsung.

Dampak ekonomi karena pandemi kian terasa, kasihan kadang lihat rakyat kecil, mereka semakin susah hidupnya. Semoga kepedulian kita bisa membantu mereka.


Baca juga : Sebagai Perempuan, Lakukan Hal ini  untuk Membantu Sesama saat Pandemi


Dalam mengatur keuangan saat Idulfitri dan di tengah pandemi, saya melakukan beberapa hal, diantaranya :


1. Membuat skala prioritas


Membuat skala prioritas
Membuat skala prioritas,
Pexels.com/Andrea Piacquadio

Penting banget membuat skala prioritas, memilah dan menuliskannya menjadi barang yang perlu, kurang perlu, atau pending untuk dibeli. Penuhi dulu kebutuhan primer, baru sekunder dan yang terakhir kebutuhan tersier.


2. Pending membeli baju baru


Pending membeli baju baru
Baju baru vs baju lama?
Pexels.com/Artem Beliakin


Adakalanya tak perlu membeli baju baru, karena baju lama pun masih bisa dipakai. Baju yang lama asal masih bersih, rapi dan sopan masih bisa dipakai lagi, loh.


3. Sajian Idulfitri enggak berlebihan dan secukupnya


Sajian Idulfitri
Sajian Idulfitri, Freepik.com


Di tahun sebelum pandemi, biasanya seminggu jelang lebaran udah pada nyetok berbagai bahan makanan, pasar biasanya penuh banget.

Siapkan menu sajian lebaran secukupnya, enggak perlu berlebihan juga. Ini cukup efektif buat mengatur keuangan di saat pandemi dan jelang Idulfitri.


Baca juga : 10 Menu Lebaran Khas Keluarga ala Catatan Leannie


4. Jangan lupa sedekah dan Zakat


Zakat dan sedekah
Menyisihkan sebagian harta, freepik.com


Meski kondisi sedang tak menentu, cobalah untuk menyisihkan sebagian harta untuk sedekah dan zakat. Zakat ini sifatnya wajib, jadi jangan sampai tidak menunaikan kewajiban yang penting seperti ini.

Sisihkan sebagian hartamu buat mereka yang membutuhkan dengan mengeluarkan zakat. Untuk sedekah bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki tiap orang.


5. Berbagi rezeki disesuaikan kondisi keuangan


Berbagi rezeki
Berbagi,
freepik.com/rawpixel.com


Kebiasaan saya dari semenjak kerja dulu memang ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara yang masih pada kecil. Kalau pas masih kerja bisa ngasih agak banyak, cuman sekarang disesuaikan saja nominal pemberian dengan budget keluarga.


Baca juga : 5 Tips Jitu Mengatur Uang THR agar Berkah


Mengatur keuangan memang butuh perencanaan yang tepat dan matang agar tidak besar pasak daripada tiang.

Di masa pandemi sekarang ini dan jelang Idulfitri, itulah kelima cara saya untuk mengelola keuangan. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, sharing, yuk, gimana cara Kamu mengatur keuangan keluarga saat ini?



Salam, 





#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday27







5 Tips Jitu Mengatur Uang THR agar Lebih Berkah

Pic by fimela.com

Lebaran sebentar lagi, THR dari PakSu kapan tiba? Hehe ... 😄 Memang yang namanya bonus alias tunjangan lebaran begitu dinanti. Tanpa perencanaan keuangan yang bijak bisa saja yang gaji plus tunjangannya hanya lewat dan habis tak bersisa.

Janganlah bersikap boros dalam mengelola uang dari THR juga gaji yang diterima karena sifat boros ternyata merupakan temannya setan.

Sebagaimana Firman Allah pada Al Quran Surah Al Isra ayat 27:

 "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.

Tentunya Kita tak mau satu golongan dengan setan, kan, ya? Ih, mengerikan, ya ... Semoga Kita semua dijauhkan dari sifat boros.

Tenang saja, sebenarnya Kita bisa mengatur uang THR dengan baik, asalkan tahu caranya. Mau tahu 5 tips jitu mengatur uang THR agar lebih berkah dan tidak boros? Simak, yuk!


1. Mendahulukan kewajiban dengan membayar utang dan zakat

Membayar utang itu hukumnya wajib. Jika seseorang berhutang kemudian meninggal dan belum melunasinya, maka hal tersebut menjadi dosa baginya.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim) 


Mendapatkan uang THR, salah satu yang menjadi prioritas untuk dilakukan adalah membayar utang dan mengeluarkan zakat.

Zakat memiliki berbagai keutamaan bagi umat muslim. Sesuai dengan apa yang disabdakan Rasulullah SAW:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka“. (QS. At-Taubah :103)

 “Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)“. (QS. Ar-Rum :39)

Itulah keutamaan berzakat, dengan zakat akan membersihkan dan menyucikan harta dan memperoleh rida-Nya. Insyaallah berkah jika Kita menunaikan kewajiban terlebih dahulu baru mengalokasikan uang THR untuk keperluan yang lain.

2. Jangan berlebihan, pergunakan uang secukupnya untuk kebutuhan hari raya

THR merupakan kepanjangan dari Tunjangan Hari Raya, oleh karena itu dalam alokasi untuk kebutuhan hari raya, Kita harus cermat dan tidak berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta.

Pada Surat Al-Furqan ayat 67 disebutkan bahwa:

 "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian."

Bahkan untuk baju lebaran atau baju baru, bisa disikapi dengan bijak. Jika berniat membeli baju hendaknya tidak boros dan cukup disesuaikan dengan keuangan yang ada. Seandainya tidak membeli baju baru, Kamu masih bisa mengenakan baju lama yang sopan dan masih layak pakai. Untuk lelaki dilanjurkan menggunakan wewangian.

Pada Kitab Al-Umm dari Imam Syafi'i menyatakan bahwa:

“Aku lebih menyukai seseorang memakai pakaian terbaik yang dimilikinya pada hari-hari raya, yaitu pada hari Jumat, dua hari raya (Idul Adha dan Idulfitri) dan tempat diadakan majelis. Dia hendaklah memakai baju yang bersih dan memakai wangi-wangian (kecuali wanita)".

3. Alokasikan dana untuk mudik

Berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga meruapakan kebahagiaan tersendiri saat lebaran tiba. Untuk keperluan mudik lebaran, perhitungkan juga biaya perjalanan dan dana tak terduga. Antisipasi dengan merencanakan keuangan dengan benar agar Kamu masih bisa menyisihkan untuk hal lainnya. 

4. Berbagi dengan keluarga dan yang membutuhkan

THR merupakan bonus yang dinantikan setiap pekerja. Meski sudah tidak bekerja, sebagai seorang istri tentunya ikut serta mengelola uang THR yang diperoleh suami. 
Berbagi dengan keluarga merupakan salah satu hal yang harus dialokasikan dananya. 

Jangan lupa bersedekah untuk yang membutuhkan, karena bagaimana pun juga ada hak mereka dalam harta yang Kita punya.

Percayalah dengan berbagi dengan orang lain, hidup ini akan menjadi berkah karena ikut membagikan kebahagiaan. 

Kebahagiaan itu menular, loh. Kadang melihat orang lain bahagia, diri ini ikut bahagia juga.

5. Menyisihkan dana untuk ditabung atau investasi

Yang terakhir harus diupayakan adalah dengan menyisihkan dana THR untuk kita simpan sebagai dana darurat di kemudian hari. Meski tak seberapa cobalah menyisihkan uang untuk tabungan atau investasi di masa depan.

Itulah 5 tips jitu cara mengatur ya THR agar tidak boros dan lebih berkah. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.


Salam,





5 Cara untuk Menyeimbangkan Keinginan dan Kebutuhan

Menyeimbangan keinginan dan kebutuhan
Pic from recoveringshopsholic.com

Keinginan dan kebutuhan adalah dua hal yang berbeda, namun dekat dengan keseharian. Sebagai seorang wanita, setelah memiliki gelar istri dan suami dituntut untuk mampu menyeimbangkan dua hal di atas. Kita perlu menyikapi dengan bijak keduanya agar keuangan aman terkendali.

Manusia memiliki keinginan dalam hidup, tak terkecuali keinginan akan barang atau yang lainnya. Namun, semua itu harus menjadi pertimbangan Kamu untuk memilih. Membeli atau tidaknya barang yang Kamu inginkan itu harus berdasarkan pertimbangan yang matang, benarkah barang tersebut Kamu butuhkan saat ini?

Simak, ya, tips keuangan tentang 5 cara menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan!

1. Ingat prinsip, "Jangan berlebihan dan bermewah-mewahan."

Hiduplah sederhana, tidak perlu memikirkan gengsi yang tinggi karena menginginkan pujian orang lain. Jangan berlebihan dan bermewah-mewahan, karena keduanya dilarang dalam ajaran agama. Janganlah bersikap sombong, karena di atas langit masih ada langit lain yang lebih tinggi.

2. Buat daftar pembelian barang

Ini adalah hal yang penting untuk menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan. Buat daftar barang yang harus dibeli sebagai kebutuhan. Simpan dulu barang yang ingin Kamu beli, jika sifatnya bukan yang utama.

3. Sesuaikan dengan kemampuan

Setelah membuat daftar pembelian, cek dulu keuangan Kamu. Cukupkah untuk membeli semuanya? Kamu bisa membeli secara bertahap, dari barang yang sekiranya sudah habis untuk menjadi prioritas. Jangan memaksakan diri untuk membeli sesuatu jika keuanganmu belum memungkinkan.

4. Jangan mudah terpengaruh untuk bersikap konsumtif

Jalan-jalan ke Mall atau berbelanja dan melihat diskon besar-besaran membuatmu kalap? Jangan sampai, ya. Ingat prioritas juga. Apakah barang tersebut kamu butuhkan atau hanya sekadar ingin membelinya?

Jangan terpengaruh juga jika Saudara atau tetanggamu membeli barang-barang baru. Tidak perlu membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain.

5. Menabung dan menyisihkan uang untuk sedekah

Ini adalah poin yang penting juga untuk dilakukan. Belajarlah menyisihkan uang untuk menabung. Kamu bisa membeli celengan dan rutin menabung tiap hari, meski nominalnya belum besar, cobalah cara ini.

Kamu juga perlu ingat bahwa ada hak orang lain atas apa yang Kamu punya. Sisihkan juga keuanganmu untuk bersedekah, karena sedekah adalah amalan yang tak kan terputus meski Kamu telah tiada.

Itulah tips keuangan tentang 5 cara yang bisa Kamu lakukan agar dapat menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan agar keuangan aman dan terkendali. Bijaklah menyikapi keduanya.


Salam,