Mengunjungi Floating Resto Napak Sancang Cililin, Kab Bandung Barat

 
Napak Sancang Cililin
Napak Sancang Floating Resto,
dokumentasi pribadi


Saung Apung Napak Sancang atau dikenal dengan Napak Sancang Floating Resto ini cukup populer dan bikin Kami sekeluarga penasaran ingin merasakan wisata kuliner dengan suasana yang berbeda meski letaknya agak jauh yaitu di daerah Cihampelas, Cililin, Kab Bandung Barat.


Meski masih pandemi, ada moment spesial yang ingin saya dan suami rayakan mengingat di Bulan September yang lalu,  Tadinya punya rencana staycation bareng keluarga, tapi dipending dahulu dan akhirnya Kami memilih untuk mengunjungi Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang ini.



Akses Menuju Napak Sancang Floating Resto 



Napak Sancang Floating Resto
Mengunjungi Napak Sancang Floating Resto,
via dokumentasi pribadi


Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang yang beralamat di Dermaga, Sayuran, Mekarmukti, Kec. Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat  40562 ini terletak di area waduk Saguling.

Jaraknya memang engga terlalu jauh dari kawasan Wisata Cimahi, Ngamprah, hingga Soreang bahkan dari pusat Kota Bandung.


Jika dari luar kota, misalnya Jakarta bisa melewati jalan tol dan keluar di Padalarang atau Cimahi, lalu menuju  Cimareme – Pasar Cihampelas. Selanjutnya menuju ke arah Kampung Sayuran ( Saguling ).


Saya dan suami naik motor ke sana, mau naik mobil takut macet juga di jalannya. Berangkat agak siang pukul 09.30  WIB, sampai sana pas acara makan siang sekurar pukul 11.30 WIB. Sempat berhenti di jalan juga karena agak macet di daerah Cihampelas.


Saya jadi tergoda beli Thai Tea di pinggir jalan. Lumayan buat mengurangi rasa haus dan seger juga. Bulan September kemarin masih belum masuk musim penghujan seperti sekarang ini.


Kami melewati rute Soreang, kemudian menuju arah Stadion Si Jalak Harupat kemudian ke  Batujajar-Cililin lalu menuju lokasi Saung Apung.



Daya Tarik  Napak Sancang Floating Resto 


Napak Sancang
 Serunya foto di sini,
via dokumentasi pribadi


Ada berbagai hal menarik dari Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang ini. Menyuguhkan suasana yang berbeda ketika mengunjungi tempat ini. Cocok untuk dikunjungi bareng pasangan, keluarga, rekan kerja. Rasanya seru aja kalau rame-rame datang ke sini.


Sebenarnya di Bandung banyak banget destinasi wisata keren lainnya. Dago, Lembang, Punclut, ketiganya destinasi favorit yang sering saya kunjungi.


Baca juga : Lembang Wonderland, Destinasi Wisata Bak Negeri Dongeng yang Instagramble


Sejauh mata memandang, terlihat keindahan alam sekitar waduk Saguling ketika saat di  Saung Apung Napak Sancang. Pengen juga ngerasain makan di tempat yang berbeda, sambil lihat view Saguling dari atas restoran terapung di atas air.


Berfoto di Napak Sancang
Adem lihat view sekitar Saguling,
dokumentasi pribadi


Melihat keindahan alam yang hijau dan hamparan air dan makan di atas saung atau restoran terapung mengingatkan saya saat berkunjung ke Floating Market Lembang atau mengunjungi Pinisi Resto Glamping Lakesike Rancabali di tepi Situ Patenggang.


Baca juga :  Mengunjungi Pinisi Resto yang instagramble dan kekinian di Bandung


Sebenarnya ayah dan ibu saya udah ke sini beberapa bulan yang lalu. Sempat bercerita tentang restoran terapung yang lagi ngehits saat itu karena baru launching.


Namun, fasilitas sekitar masih belum bagus terutama akses jalan menuju tempat wisata, soalnya jalannya masih berbatu belum diaspal. Begitu melihat Floating Restonya, sih, seneng aja. Kayanya kalau bawa kendaraan pribadi dan masuk weekend, pasti bakal penuh sama pengunjung.


Begitu sampai ke wilayah Saung Apung Napak Sancang atau Floating Resto ini, jalanannya masih berbatu, belum diaspal. Medannya lumayanlah, ya. Mungkin karena obyek wisata ini terhitung baru dan mulai ramai dikunjungi sejak setahun yang lalu jadi perlu banyak pembenahan biar lebih baik lagi.


Untuk dapat sampai ke saung apung atau restoran terapung ini, para pengunjung perlu naik perahu untuk melewatinya. Sempat antri cukup panjang karena dulu ke ke sini hari minggu dan tenyata cukup penuh. Pandemi enggak mengurangi minat banyak orang buat datang ke sini ternyata.


Naik perahu ke Napak Sancang
Naik perahu menuju Floating Resto,
dokumentasi pribadi


Butuh waktu beberapa menit dari naik perahu ke Floating Resto ini. Seru juga naik perahu bareng keluarga. Rasanya udah lama juga engga naik perahu gini.


Begitu sampai ke Saung Apung  atau  Floating Resto Napak Sancang, tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Hanya membayar biaya makan dan minuman saja pastinya. Saya dan suami booking tempat buat makan di sini. Pas banget datang ke sini di jamnya makan siang.


Melihat sekeliling danau, seneng banget. Apalagi lumayan banyak spot buat foto di sini. Bakalan cantik viewnya jelang malam pasti. Bakal romantis kalau dikunjungi bareng pasangan.


Berfoto di Napak Sancang
Moment bareng keluarga, 
dokumentasi pribadi


Spot Instagramble di Napak Sancang
Spot instagramble di Napak Sancang,
dokumentasi pribadi


Di sekitar tempat makan ada kolam ikan juga. Anakku seneng lihat kolam ini. Berasa cukup luas tempatnya, dia seneng jalan ke sana kemari. Ngeklop sama ayahnya yang seneng foto-foto di sini. Lumayan juga buat kenang-kenangan udah ngunjungin tempat ini katanya.


Kolam ikan Napak Sancang
Kolam ikan di samping area makan,
dokumentasi pribadi



Berfoto di Napak Sancang
Salah satu spot instagramble,
dokumentasi pribadi


Buat yang dari luar kota pasti berkesan banget datang ke sini. Menghabiskan waktu dengan kuliner bareng atau staycation bareng keluarga memang jadi moment berkesan seperti pengalaman Mbak Marati Husna saat staycation di Sahira Butik Hotel Bogor.



Menu Makanan dan Harga Napak Sancang Floating Resto


Menu Napak Sancang Floating Resto
Menu khas Sunda di Napak Sancang,
dokumentasi pribadi


Menyajikan menu tradisional khas Sunda, makan ala lesehan sambil melihat pemandangan sekitar danau ternyata membuat daya tarik tersendiri buat pengunjung.


Denger-denger, sih, makanan yang direkomendasikan di sini adalah ikan bakarnya. Saat itu saya sama suami pesan nasi liwet, ditambah karedok, ayam bakar juga. Menu tradisional khas Sunda beginilah yang cocok buat lidah saya.


Selain itu ada juga menu lainnya seperti sop ikan, ayam bakar, ayam goreng, ayam  pepes, tahu dan tempe ditambah sambal lalapan. Bisa juga pesan karedok atau ulukutek leunca. Buat minumannya ada kelapa muda, es jeruk, teh manis, jus, kopi, dan lainnya.


Semua makanan di sini disajikan secara dadakan, udah ngebayangin makanannya disantap dengan nasi liwet anget.


Setelah cobain makanannya, rasanya ya begitu aja. Standar makanan Sunda. Karedoknya lumayanlah, ya. Sebenarnya jadi pengen cobain ikan bakarnya, tapi udah kenyang. Jadi belum tahu rasanya.


Harga makanan di sini terhitung standar dan engga terlalu mahal, sama kaya makan di Punclut Bandung. Untuk harga 1 porsi nasi liwet yang cukup buat suami, anak dan saya seharga Rp. 60.000,00 saja, tahu tempe Rp 2.000,00. Untuk ikan bakar, atau Nila bakar harganya Rp 45. 000, 00. Cukup terjangkau kan, ya?


Baca juga : Rekomendasi 3 Destinasi Keren dan Instagramable di Punclut


Floating Resto Napak Sancang ini buka setiap hari dari pukul 08.30  WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB. 


Informasi mengenai menu, harga makanan dan minuman, fasilitas atau reservasi tempat, bisa hubungi nomer kontak  082216432929.


Berhubung saat weekend kemarin tempat ini penuh, ada baiknya booking tempat dan menu terlebih dahulu biar lebih nyaman. 


Rasanya senang sekali menghabiskan waktu bersama keluarga kecilku. Moment bersama keluarga memang membahagiakan, bukan?


Bagaimana menurut Sahabat Catatan Leannie, kira-kira tertarik enggak buat mengunjungi Napak Sancang Floating Resto?





Salam,








21 comments

  1. Restonya menarik mba, bisa foto-foto dulu sebelum meninggalkan resto. Untuk harga menunya standar, masih amaa di kantong. Kalau ke Bandung main ke sink ah, pengin ikan bakarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba. Boleh dicoba ntar main ke sini, ya

      Delete
  2. noted dulu mbak
    semoga nanti ada kesempatan juga buat mampir ke tempat ini. di Bandung banyak banget list tempat wisata yang ingin dikunjungi, sampe bingung sendiri

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Iya bener banget. Pandemi pun ternyata teteo banyak yang ke sini

      Delete
  4. Floating resto ini mgkin kalau di banjarmasin mirip pasar terapung namun di sana pasar . Nah ini restoran. mantap juga ya mbak bisa makan sambil menikmati pemandangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba pengen cobain suasana yang beda aja.

      Delete
  5. Yeayy, kece bangett nih destinasinyaaa
    harganya super afforrdable bangeett

    aku baru main yg ke Floating Market Lembang

    Kayaknya suatu hari nanti wajib main ke sini ughaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayu main ke Bandung Mba kalau suasana udah kondusif.

      Delete
  6. teh Lia kemana aja, kangennnn.....
    Rupanya jalan jalan ke Cihampelas, Cililin..... baru tahu ada kawasan Cihampelas selain jalan Cihampelas pusat jeans Bandung
    Perlu dicatet untuk ke sana kalo anak-anakku pulang nih. Mereka suka ngajak jalan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah iya saya pun kangen juga Ambu :)

      Nah boleh juga kalau dateng ke sini bareng keluarga biar tambah seru.

      Delete
  7. Panas gak sih teh? Aku lihat foto-fotonya di pinggir waduk pas siang-siang begitu. Enaknya ke sana jam berapa ya? Perhitungan di perjalanan juga soalnya aku yakin pasti macet banget kalo pakai mobil. Heuheuheu. Makanannya mah kalo makanan Sunda udha pasti enak lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan panas sih tapi masih nyaman foto-foto. Hehe ... Enaknya sore ke malam Mba. Jadi ntar dapat view romantis pas dinner. Iya makanan Sunda emang khas ya

      Delete
  8. Kayaknya seru ya floating restonya. Kalau liat dari jalur tempuhnya, sepertinya gak terlalu jauh dari rumah saya di Permata Cimahi. Masuk dalam catatan nih. Semoga bisa kemari bersama keluarga besar setelah pandemi usai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru tahu ternyata orang Cimahi ya. Lumayan deket dari Cimahi daripada rumah saya di Gn Batu. Nah iya seru ngunjungin ini bareng keluarga

      Delete
  9. Bagus tempatnya. Terbuka, jadi nggak terlalu khawatir dengan udara kotor atau rentan terjadi penularan virus. Asal tetap jaga prokes dengan pakai masker dan jaga jarak. Jadi ingat Floating Market Lembang, mirip ya suasananya. Jadi kangen jalan-jalan...

    ReplyDelete
  10. rame juga ya mbak tempatnya, banyak pengunjungnya.
    Asyik banget pakai naik perahu dulu untuk sampai di restonya.

    Eh ini cihampelas yang biasa buat belanja celana jeans itu kah?

    ReplyDelete
  11. Menikmati makan dan quality time di resto ala lesehan tapi dengan nuansa di atas perairan. Ga cuma makan2 aja ditempat ini juga banyak spot menarik ya..jadi lebih fun dan menyenangkan untuk acara bareng keluarga

    ReplyDelete
  12. Seru banget ini, wisata bareng keluarga, dan kenyang juga yaa karena macam2 pilihan kulinernya hehe!

    ReplyDelete
  13. Namanya unik Napak Sancang Floating Resto, lho ternyata di Cililin ya. Duh jadi pengen ke sana, makasih infonya teh, kayaknya emang lebih baik reservasi ya biar lebih nyaman hehe. Harga makanannya juga terjangkau, nasi liwet 60k aja hwaaa ngeces

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar. Moderasi komentar saya aktifkan, ya. Jika ada link hidup dan brokenlink akan saya hapus. Maaf juga jika ada komentar yang belum terbalas. Terima kasih atas kunjungannya.