Showing posts with label Friendship. Show all posts
Showing posts with label Friendship. Show all posts
May 21, 2019

Kenangan Ramadan Berkesan, Masa Kecil dan Persahabatan yang Tak Terlupakan

by , in
Kenangan Ramadan Berkesan

Ramadan meninggalkan kenangan berkesan yaitu tentang masa kecil dan persahabatan. Masa kecil memang hanya sekali dan tak akan terulang kembali. Ramadan meninggalkan kenangan yang berkesan ketika saya masih berada di Sekolah Dasar. Seiring berjalannya waktu, Ramadan tidak seseru masa kecil. Entahlah, ini saya saja yang merasakan atau Kamu juga merasa begitu?

Salah seorang sahabat saya semasa kecil membuat saya terkenang dan rindu akan kebersamaan kami dahulu. It's a long time ago. Sudah lebih dari tiga dasawarsa ternyata. Lama juga kan, ya, dan jangan tanya saya usia berapa sekarang, hehe ๐Ÿ˜„

Apa saja sih kenangan ramadan berkesan versi saya, simak, yuk!

1. Ngabuburit sambil main bareng

Dulu kami sering menghabiskan waktu bersama saat menunggu datangnya waktu berbuka atau dikenal juga dengan ngabuburit. Kami sering main boneka kertas, ular tangga, monopolie, atau mendatangi rumah teman untuk bermain bersama atau berkeliling kompleks sambil jalan sore-sore cari jajanan takjil. Seneng banget rasanya kalau inget moment di atas

2.  Jalan menuju masjid dan Tarawih bareng

Kami juga selalu salat tarawih bersama. Jalan bareng menuju mesjid dan kadang sepulang tarawih bisa mencari jajanan untuk disantap usai tarawih.

3. Menulis tugas ceramah saat tarawih atau bada salat subuh

Sudah menjadi tradisi saat masih SD, untuk menulis hasil resume ceramah pada saat tarawih. Kami harus menyimak apa yang penceramah sampaikan dan menuliskannya di buku aktivitas Bulan Ramadan. 

Sepulang tarawih, kami juga harus
menunggu antrian untuk dapat cap masjid dan penceramah. 

Selain menulis resume ceramah Ramadan, ada juga evaluasi hapalan alquran, dan salat sunah yang dilakukan setiap hari di Bulan ini. Sayang sekali program ini sepertinya sudah tidak ada dalam kurikulum pelajaran SD sekarang.

Kisah Persahabatan di Masa Kecil

Persahabatan yang kami jalin berlanjut sampai masa SMU. Meski saat SLTP dan SMU, kami berlainan sekolah. Saya mendapatkan kabar duka kalau ibunya teman saya meninggal karena kanker payudara.

Teman saya, kakak dan ayahnya memutuskan pindah ke Malang, tempat asal orang tua mereka. Saya kuliah di Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung sedangkan yang saya tahu dia kuliah di Jurusan matematika Universitas Negeri Surabaya.

Setelah menikah, sahabat saya pindah kembali ke Bandung. Saya memberikan undangan pernikahan padanya via medsos. Kami ngobrol via WA atau Fb kemudian memutuskan untuk bertemu.

Bertemu dengan sahabat saya di masa kecil dengan dua putra dan putrinya dan saya juga membawa putra saya. Kangen-kangenan Kami sambil ngasuh anak di pasar minggu.

Bertemu sahabat semasa kecil
Menemani kegiatan anak bermain pasir sambil ngobrol tentang berbagai hal, dimulai dari teman semasa SD, kehidupan pernikahan, pekerjaan sebagai irt, juga berbagi cerita menarik seputar kehidupan rumah tangga. 

Dia tak berubah tetap jadi pribadi yang menyenangkan, santun, dan selalu penuh dengan senyuman. Kami saling menghargai privasi masing-masing, berbagi banyak hal dalam hidup, dan saling menguatkan. Alhamdulillah, indahnya silaturahmi dan Persahabatan kami.

Baca kisah kami tentang Persahabatan 


Reuni plus buka puasa bersama alumni SLTPN 1 Bandung

Satu lagi kenangan berkesan adalah saat menghadiri acara buka puasa bersama.
Kali ini bersama teman saya, alumn SLTPN 1 Bandung di Treehouse Cafe. Sebuah pertemuan seru yang dihadiri alumni kelas 1-5 dan 3-5 SLTP 1 Bandung.

Reuni seru di Treehouse Cafe

Kami memilih Cafe Treehouse dengan pertimbangan mencari tempat makan plus playground anak. Serunya ngobrol bareng mereka. Bercerita tentang masa SLTP, saat masih unyu-unyu, ada kisah cinlok juga, seputar pekerjaan dan kesibukan mereka sekarang.

Baca juga cerita tentang Buka Bersama di Treehouse Cafe

Jika bukan bulan Ramadan dengan momen buka puasa bersama agak sulit rasanya mengumpulkan mereka. Alhamdulillah berkat silaturahmi dan buka puasa bersama bisa menjadi penghapus rasa rindu akan masa muda dahulu. Sekarang juga masih muda sih, berjiwa muda meski dengan predikat emak-emak. ๐Ÿ˜…

Itulah kenangan Ramadan berkesan bagi saya mengenai masa kecil dan kisah tentang persahabatan.  Bersyukur tiap tahun bertemu kembali di Bulan Ramadan. Semoga berkah Ramadan menyertai Kita semua.


Salam,







January 27, 2019

Memories in Bali, Sebuah Kisah tentang Persahabatan

by , in
Berfoto di GWK, Bali, bersama Sahabat
Seru-seruan bareng Sahabat Kuliah di GWK, Bali

Kangen Sahabat kuliah membuat saya terkenang akan Memories in Bali, sebuah kisah tentang indahnya persahabatan. Pertama kali mengunjungi Bali saat fieldtrip D4 Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung tahun 2013.

Kuliah D4 ini merupakan kuliah lanjutan selama satu tahun setelah lulus D3 Analis Kesehatan. Sebelum ini saya bekerja di sebuah laboratorium klinik utama ternama di Bandung.

Setelah bekerja hampir lima tahun di laboratorium klinik swasta , saya mengambil keputusan untuk resign dan melanjutkan kuliah D4. Saat itu acara fieldtrip dilaksanakan ke Pulau Dewata, Bali.

Kami pergi dengan penerbangan pesawat dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Ngurah Rai. Berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB, baru naik pesawat sekitar pukul 06.00 WIB.

Sampai di Bali sekitar pukul 9.00 WITA atau 8 WIB.  Sesampainya di Bandara, Kami menuju berbagai tempat untuk kunjungan yaitu ke Puskesmas dan RSUD Sanglah, Denpasar.

Kunjungan ke Lab Mikrobiologi RSUD Sanglah

Kunjungan ke Laboratorium RSUD Sanglah, Denpasar memperlihatkan keadaan Laboratorium di sana. Ada juga kunjungan ke Laboratorium Mikrobiologi RS Sanglah. Seru banget bisa berkunjung ke sini, melihat berbagai alat laboratorium yang sudah canggih dan automatic.

Buat yang pengan cari oleh-oleh khas Bali yang murah meriah bisa datang ke Pasar Seni Guweng di daerah Sukowati, Gianyar, Bali. Jangan sampai kalap belanja, ya. Coba perhitungkan isi dompet Kamu kalau ke sini ๐Ÿ˜…

Shopping, yuk!

Jalan bareng Sahabat memang asyik dan seru juga. Hihi ... maklum masih mahasiswi, beginilah gaya Kami saat shopping. Hihi ...

Pada nyobain topi buat ke pantai,
entah jadi beli apa enggak ๐Ÿ˜…

Traveling ke Bali kalau belum lengkap, kalau enggak  ke Pantai,  dong, ya. Beberapa pantai kami kunjungi, Pantai Kuta, Pantai Jimbaran, dan Pantai Tanjung Benoa. Pantai di Tanjung Benoa ini asyik buat cobain banana boat dan berbagai aktivitas olahraga air lainnya, loh. 

Pantai di Jimbaran juga so sweet  alias romantis banget apalagi pas malam dihiasi lampu cantik dan Kami makan lesehan bareng Sahabat. Sebelumnya Kami sudah puas foto-foto di pantai. Masih dengan gaya mahasiswi, beginilah moment yang Kami abadikan. Seru banget pokoknya.

Mantai, nih

Biarlah ombak menerpa,
asal tangan kami saling menggenggam

Love and Friendship

Saya membayangkan suatu saat nanti bisa menikmati indahnya malam di tepi pantai bareng pasangan halal. So Romantic. Dulu pas kuliah masih gadis, alhamdulillah setelah nikah, honeymoonnya ke Bali di Bulan September 2014. Yess, mengunjungi Bali untuk yang kedua kalinya.๐Ÿ˜

Nanti saat juga akan menuliskan pengalaman berkesan saat honeymoon ke Bali di blog ini.

Seru banget bisa menghabiskan waktu bareng Sahabat menikmati keindahan pantai-pantai di Bali. Bisa dilihat ekspresi Kami saat itu. Refreshing dulu sebelum berkutat dengan sidang atau skripsi.

Melepas penat bersama Sahabat

Garuda Wisnu Kencana atau GWK identik dengan Bali banget. Kami sempat berkumpul bareng, mengadakan games seru, dan menikmati kebersamaan sambil melihat pemandangan cantik khas Bali.

Udah kaya foto angkatan

Ngumpul bareng

Perjalanan ke Bali memang mengesankan. Keindahan alamnya, arsitekturnya, ragam budaya juga makanan khas Bali benar-benar saya suka.

Arsitektur Bali memang keren

Suka dengan arsitektur khas Bali

Selama tiga hari dua malam menghabiskan waktu di Bali rasanya belum cukup untuk menjelajahi Bali yang memesona. Akhirnya harus check out juga dari hotel tempat kami menginap di sini. Mengabadikan kenangan via foto membuat saya rindu masa-masa ini.

Akhirnya check out juga
Ketika rindu menyapa, saya teringat kembali memories in Bali, sebuah kisah tentang indahnya persahabatan. Ini adalah moment yang tak terlupakan bareng Sahabat bagi saya. Menurut Kamu, kapan moment tak terlupakan ketika teringat Sahabat?


Salam,




January 17, 2019

Sudah Cukupkah Empatimu? Terkadang yang dibutuhkan Hanyalah Mendengarkan

by , in
Pic by Canva

Pernahkah secara tak sadar Kamu melakukan bullying terhadap orang lain?
Sudah cukupkah empatimu? Ternyata yang dibutuhkan hanya mendengarkan.

Ketika seseorang mengajakmu bicara, apa yang terjadi? Entah disengaja atau pun tidak, reaksimu ternyata membuat orang yang bercerita tambah down.

Memang adakalanya Kita tak bisa mengukur kemampuan orang lain sama seperti yang lainnya. Respon negatif yang diucapkan bisa menjadi boomerang.

"Masa gitu aja enggak bisa?"

"Kamu kurang sabar sih, orang lain juga mampu!"

Banyak lagi tanggapan yang membuat pencerita semakin tersudutkan. Berhati-hatilah dengan responmu. Lidah memang lebih lebih tajam dari pedang. Kata-kata yang keluar dari ucapanmu tak bisa ditarik lagi. Padahal seseorang mengajak bicara, mungkin dia ingin melepaskan beban yang ada pada dirinya.

Bukannya masalah terpecahkan, malah menambah masalah baru. Ternyata respon negatif menambah perasaan orang lain menjadi ikut buruk juga. Cobalah berempati dengan respon yang baik juga.

Jika orang yang bercerita sepertinya butuh nasihat, berikanlah kata-kata yang santun sehingga apa yang disampaikan bisa ia terima.

Lebih baik diam daripada berbicara hal yang tidak mengenakkan bagi orang lain. Mungkin hanya dengan mendengarkan itu jauh lebih baik. Berikan tanggapan jika diminta, pilih juga kata-kata yang santun tentunya.

Kadang merasa kasihan juga terhadap orang yang bercerita. Cukupkan saja empatimu. Kamu boleh merespon seperlunya saja dan menghargai orang lain sebenarnya bisa dimulai dengan mendengarkan.



Salam,




January 03, 2019

Sehari bersama Sahabat, We Time sekaligus Refresh Energy

by , in
Sehari bareng Sahabat

Apa arti Sahabat menurut Kamu?

Sahabat bagi saya adalah seseorang yang selalu ada, menemani Kita pada titik tersulit dalam hidup dan tak kan pernah meninggalkanmu pada kondisi apapun. Sehari bersama Sahabat sungguh berkesan. Buat saya bertemu dengan Sahabat meski sebentar jadi we time dan recharge energy.

Bahagia bersama Sahabat, shopping bareng, nangis bareng, dan yang paling sering curhat lebih lega bareng Sahabat. Hihi ... pokoknya seru bareng Sahabat.

Ada banyak Sahabat yang menemani saya selama ini. Saya jadi banyak belajar tentang kehidupan bareng Sahabat. Meski sudah tidak banyak waktu bareng Sahabat karena berbagai kesibukan, sudah berkeluarga, atau tinggal jauh di luar kota ternyata tidak mengecilkan arti Sahabat buat saya.

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan Sahabat saya. Ada Sahabat yang saya kenal sejak kecil, lulus SD udah jarang ketemu, SMP bahkan SMU juga jarang.  Padahalrumahnya deket rumah saya, tapi jarang ketemu. Kuliah apalagi karena  Sahabat saya ini kuliah di luar kota. Kuliah jurusan Matematika di Universitas Negeri Surabaya, sedangkan saya di Analis Kesehatan Poltekkes Bandung.

Baru ketemu kemarin-kemarin setelah kami menikah dan punya anak. It's a long time. Sehari bertemu lagi dengan teman semasa kecil sangatlah berkesan.

We Time bareng Sahabat plus Bocil

Sehari bareng Sahabat bisa sekalian We Time plus recharge energy. Setelah punya anak Me Time udah berubah jadi We Time. Soalnya ke mana-mana bawa Dzaky.  Hehe ... 

Kenapa saya bilang recharge energy? Bisa recharge sekalian berbagi energi positif. Berbagi banyak hal bareng Sahabat. Saling menguatkan dan mendukung membuat saya merasa tidak sendiri di dunia ini. Halah ... yang lain ke mana emang? ๐Ÿ˜…

Satu lagi Sahabat yang saya kenal belum lama di dunia literasi. Ketemu di salah satu grup kepenulisan, teman nulis bareng 100 puisi bersama Edelweiss Authors. Datang dari Depok ketemu di Gramedia BTC. Seru banget ketemu Sahabat yang satu ini. Ngobrol  kaya yang udah kenal lama padahal baru sekali ketemu.


Meet up sambil ngasuh

Meski banyak juga saya ketemuan sama Sahabat yang lain, saking serunya suka lupa buat foto bareng. Dua cerita di atas ada fotonya jadi bisa diceritain di sini.

Bagaimana dengan Kamu, seberapa greget saat bertemu dengan Sahabat?


     Salam,


    
                        




My Instagram