Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Merawat Kesehatan Mental, Mewujudkan Keluarga Bahagia dengan Get Spirit

Keluarga bahagia dengan Get Spirit
Kesehatan mental dan keluarga bahagia,
dokumentasi pribadi dan Canva


"Mental Health is not a destination but a process, it's about how you drive not where you are going." @get_spirit


Kesehatan mental, sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Merawat kesehatan mental ini berpengaruh terhadap kehidupan keluarga di rumah. Sehat jasmani dan rohani bikin Kita lebih bahagia menjalani hidup. Merawat kesehatan mental bisa dilakukan dengan mencari layanan konsultasi dengan psikolog. 


Sahabat Catatan Leannie udah kenal  Get Spirit, psikolog di Bandung yang rekomended? Kenapa, sih, harus ke psikolog segala? Ternyata banyak yang merasa baik-baik saja padahal kenyataannya memendam kesedihan berlarut-larut hingga mengalami depresi atau mengalami mental illness namun tidak ditangani sehingga merusak masa depan. 


Banyaknya kasus kelainan kesehatan mental yang sering kita jumpai berakibat fatal seperti kasus bunuh diri, contohnya saja kisah Pratyusha Banerjee, sang aktris India yang sedang naik daun saat memerankan Anandhi. 


Ada lagi kisah yang bikin saya miris banget, ada ibu yang memilih membunuh anaknya. Ada apakah dengan kesehatan mental sang Ibu ini? Apakah dia mengalami masalah atau gangguan mental? 



Tentang kesehatan mental 


Kesehatan mental bersama get spirit
Webinar Merawat Kesehatan Mental,
via dokumentasi Indscript 


Saya mengikuti webinar tentang merawat kesehatan mental bersama Get Spirit dan Indscript pada tanggal 13 Juli 2022 atau rekamannya bisa dilihat di Chanel YouTube Rumah Teh Iin dengan narasumber Selly SPSI MPSI, Psikolog, Teh Indari Mastuti, dan Kak Theofanny dari Get Spirit. Merawat kesehatan mental ini dibahas secara langsung oleh Psikolog.


Webinar kesehatan
Webinar tentang kesehatan mental,
dokumentasi pribadi 


Bagaimana mengidentifikasi orang yang memiliki mental sehat? Ternyata orang yang sehat mentalnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :


* Bebas dari gangguan ataupun penyakit jiwa

* Mampu menerima diri, menyadari kekuatan dan kelemahan diri sendiri

* Dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dan memanfaatkannya untuk diri sendiri dan orang lain,

* Bisa menyesuaikan diri secara fleksibel,

* Memiliki hubungan yang menyenangkan dan bisa menebar manfaat bagi sekitarnya


Kondisi mental individu ini beda-beda dan untuk mengenali kesehatan mental sebaiknya hindari  self diagnosis karena harus melalui pemeriksaan secara professional lewat psikolog maupun psikiater. 


Mengapa harus menghubungi Jasa professional? Alasannya karena sehat secara mental, tidak hanya menilai seseorang bisa sembuh dari sakitnya tetapi dapat meningkatkan taraf kesehatan seseorang lebih optimal.



Tanda-tanda mengalami masalah kesehatan mental


Mental illness
Mengalami masalah mental,
freepik.com

Untuk deteksi dini kelainan kesehatan mental, sebaiknya melalui jasa professional seperti biro psikologi. Jika tidak bisa mendatangi secara langsung bisa lewat konsultasi psikologi online seperti Get Spirit, layanan psikolog di Bandung dengan Azalia Cindy Permadi, founder Get Spirit.


Berbagai tanda masalah mental ini bisa dilihat dari perubahan pikiran, perasaan, dan perilaku. Tanda-tandanya bisa dilihat di bawah ini:


* Masalah pada pikiran

Masalah pada pikiran ini terlihat dari banyaknya pikiran negatif, sulit membuat keputusan karena tidak bisa berpikir dengan jernih, lebih lamban dalam berpikir, dan bisa jadi apa yang dipikirkan berbeda dengan kenyataan.


* Masalah pada perasaan

Masalah pada perasaan terlihat dari perubahan emosi yang cepat, merasa tidak berdaya atau putus asa, mudah sekali merasa marah, sedih, cemas, dan takut yang berlebihan. 


*Masalah pada perilaku 

Masalah pada perilaku bisa dilihat dengan tidak memiliki energi untuk beraktivitas, menghindari pekerjaan atau lingkungan, hanya ingin sendiri, sulit makan atau tidur, makan atau tidur yang berlebihan, berkelahi dengan orang lain.


Gangguan kesehatan mental ini bisa bersifat psikotis maupun non psikotik. Pada gangguan kesehatan psikotik, kondisi mental seseorang mengalami kesulitan untuk memberatkan realita, mengalami halusinasi ( melihat atau mendengar sesuatu yang seharusnya tidak ada) dan delusi ( percaya terhadap sesuatu yang tidak benar).



Penyebab masalah kesehatan mental


Penyebab gangguan mental
Penyebab kesehatan mental,
freepik.com


Ada beberapa penyebab masalah kesehatan mental atau gangguan mental diantaranya :


* Masalah atau tekanan yang terjadi pada kehidupan sehari-hari

* Memiliki trauma atau pengalaman kehidupan yang kurang menyenangkan

* Adanya perubahan atau masalah fisik yang serius

* Menjalani gaya hidup yang tidak sehat 

* Tidak punya support system yang mendukung

* Memiliki riwayat keluarga yang memiliki gangguan kesehatan mental


Penyebab tiap orang bisa berbeda tergantung kondisi yang dialami masing-masing. Kita perlu melakukan deteksi dini kelainan kesehatan mental untuk penanganan yang lebih baik.


Penyebab masalah atau gangguan mental,  bisa saja berkaitan dengan inner child seseorang. Kita perlu memutus mata rantai inner child yang menghambat masalah pikiran, perasaan, dan perilaku di masa sekarang agar bisa melangkah lebih baik di masa depan.


Ternyata kunci merawat kesehatan mental adalah dengan memahami dan menerima diri sendiri. Hal ini berkaitan dengan kesadaran diri (self awareness), menghargai diri sendiri (self worth), menerima diri sendiri (self acceptance) dan mencintai diri sendiri (self love).



Tentang Get Spirit


Get Spirit
Get Spirit,
 dokumentasi Get Spirit


Sejak pandemi muncul tahun 2020 yang lalu, Salah satu efeknya adalah meningkatnya kasus atau masalah psikologis. Awalnya ide  dari tiga orang mahasiswa untuk mendidirikan biro psikologi yang bertujuan membantu banyak orang agar aware terhadap mental health. Salah satu pendirinya adalah Azalia Cindy Permadi, founder Get Spirit. 


Azalia Cindy Permadi
Founder Azalia Cindy Permadi, 
via dokumentasi Get Spirit 


Para Founder Get Spirit
Para Founder Get Spirit,
dokumentasi Get Spirit 

 

Selain itu, Get Spirit juga menerima konsultasi psikologi online sehingga memudahkan untuk melakukan konseling. Cara konsultasi ke Psikolog bisa lewat datang langsung ke tempat praktiknya atau berkonsulfasi secara online. Bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. 


Get Spirit juga menerima layanan home service buat yang mencari rekomendasi Psikolog di Bandung. Layanan biro konsultasi bisa berupa observasi, wawancara dan konseling. Bagi yang mencari layanan konsultasi dengan Psikolog, Get Spirit ini adalah pilihan yang tepat.


Get Spirit adalah biro piskologi yang membantu mengatasi masalah keluarga yaitu masalah anak, kedua orang tua, dan juga melayani rekruitment karyawan baru atau bekerja sama dengan HRD. 


Layanan psikologi untuk anak meliputi tes kematangan untuk masuk ke jenjang sekolah dasar, tes perkembangan anak, tes kecerdasan atau test IQ, dan mengetahui cara belajar anak yang cocok. 


Untuk kontak dengan Get Spirit bisa menghubungi Kak Theofanny di nomor 081214000624 atau bisa kepoin Get Spirit di Instagram @get_spirit di https://instagram.com/get_spirit.



Merawat kesehatan mental untuk mewujudkan keluarga bahagia 


Merawat diri ( self care ) atau merawat kesehatan mental bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya beribadah, berolahraga, menjalani hobi, memakan atau minum minuman favorit, menulis jurnal, perawatan tubuh, tidur atau istirahat serta social media detoks


Bahagia itu diri sendiri yang menciptakan. Jangan menunggu bahagia untuk bersyukur, tapi bersyukurlah lebih dahulu karena akan menentramkan hati dan membahagiakan.


Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mengenali, mengelola emosi, dan menerima diri sendiri membuat seorang perempuan terutama seorang ibu menjadi bahagia. Ibu yang bahagia biasanya bisa membuat anggota keluarganya ikut bahagia karena ibu atau istri itu napasnya rumah tangga.


Jangan merasa ragu atau takut datang ke psikolog. Jangan terlalu mendengarkan stigma buruk di masyarakat untuk datang ke Psikolog atau Psikiater. Diri sendirilah yang paling paham tentang apa yang dirasakan.


Mereka yang punya stigma buruk tentang mengunjungi Psikolog atau Psikiater, tidak bisa membantu orang yang mengalami masalah mental health, tetapi diri sendirilah yang bisa membantu dengan melakukan konseling. Setelah membantu diri sendiri, maka bisa membantu keluarga, dan lingkungan juga.


Itulah pentingnya merawat kesehatan mental untuk mewujudkan keluarga bahagia. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan jasa profesional seperti Get Spirit. Semoga Kita semua bisa menjaga kesehatan mental agar bisa lebih baik dalam menjalani peran kehidupan. Jangan lupa bahagia ya, Sahabat Catatan Leannie!



Salam,







Ingin Sukses Program Hamil? Lakukan 7 Pola Hidup Sehat ini!

Promil dengan Pola Hidup Sehat
Program hamil dengan pola hidup sehat,
via Freepik dan Canva


"Belum punya anak lagi, ya? Kapan mau nambah, kasian loh kakaknya sendirian di rumah.

"Punya anak lagi aja, satu lagi biar sepasang. Laki-laki Kan udah, tinggal anak perempuan yang belum."

"Ikutan program hamil engga, nih? Jangan lupa buat jaga pola hidup sehat kalau pengen sukses promilnya.


Entah ucapan ke berapa kali yang saya sering dengar ketika ketemu saudara, tetangga, bahkan ada juga teman yang bertanya seperti ini. Sejujurnya jawabannya bikin saya inget lagi kejadian dua tahun silam saat saya pernah mengalami keguguran karena pendarahan.


Ternyata banyak yang perhatian dengan saya ya. Oke, baiklah. Memang anak saya baru satu, nih. Dapat pertanyaan kaya gini rasanya sama dengan pertanyaan kapan nikah waktu masih single. Kadang bisa slow, kadang bisa bikin saya kembali menghela napas panjang. Kadang saya senyumin aja sesekali.



Belajar dari Pengalaman Kehamilan Sebelumnya


Pengalaman keguguran
Keguguran,
via Freepik.com


Siapa sih yang engga pengen punya anak lagi? Mau lah, makanya kalau ada yang nanya kapan punya anak lagi? Saya jadi inget waktu dikuret dua tahun lalu di RSUD Bandung. Kejadiannya jelang sehari mau hari Raya Idulfitri tahun 2020. Saat itu usia kandungan saya baru 6 menuju 7 minggu. Awalnya saya ngeflek karena kelelahan saat mengurus anak yang lagi sakit dan saat itu lagi bulan puasa. 


Penyebab lainnya, kurangnya waktu istirahat karena beberapa hari anak demam, dilanjutkan dengan menyiapkan menu sahur membuat saya merasa mudah lelah. Setelah ngeflek selama beberapa hari, saya sempat bedrest tapi pendarahan engga berhenti sehingga setelah konsul ke dokter kandungan, saya ke IGD buat kuret karena janinnya udah engga ada. 


Saat itu lagi awal-awal pandemi di tahun 2020. Saat saya agak khawatir memilih RS buat kuret. Faskes 1 tempat rujukan BPJS saya sedang tutup karena mau Idulfitri. Sedangkan saya butuh rujukan buat ke RS. Udah bolak-balik hampir 4 RS tapi tetep engga bisa menampung saya karena tidak ada rujukan dari Faskes 1 BPJS. Akhirnya setelah ngobrol sama dokter, saya disarankan ke Puskesmas Rajawali sebagai pengganti Faskes 1. Alhamdulillah di sini saya dapat rujukan buat kuret di RSKIA Kota Bandung.


Jika ditanya bagaimana perasaan saat keguguran sebenarnya sempat ngerasa sedih dan nangis selama seharian. Setelah saya belajar menerima semuanya, Insyaallah saya dan suami udah ikhlas saat itu.


Mungkin waktunya untuk fokus ke anak pertama saya untuk menemani tumbuh kembangnya agar lebih optimal. Pengalaman yang sudah terjadi cukuplah dikenang sebentar saja karena saya engga mau terus bersedih. Ambil hikmahnya dari yang udah pernah terjadi. 


Berhubung saya pernah mengalami keguguran sebelumnya, ketika saya ingin punya anak lagi memang sebaiknya melakukan program hamil. Nah, ada beberapa tips kehamilan sehat yang perlu saya perhatikan untuk meminimalisir keadaan yang tidak diinginkan seperti kehamilan sebelumnya.


Salah satu faktor penentu suksesnya program kehamilan adalah menjaga pola hidup sehat. Mau tahu bagaimana menjaga pola hidup agar sukses promilnya? Simak, penjelasan di bawah ini, ya!



7 Pola Hidup Sehat agar Sukses Program Hamil


Pola hidup sehat saat kehamilan,
via Freepik.com


Pola hidup sehat menjadi hal yang kadang terlupakan, padahal pola hidup sehat ini sangat penting karena jika terus menerus menjalani pola hidup yang tidak sehat bisa menyebabkan gangguan kesehatan sampai masalah kesuburan. Masalah infertilitas ini bisa disebabkan gaya hidup yang buruk baik dari laki-laki atau pun perempuan contohnya saja merokok, minum alkohol juga konsumsi junk food atau fast food.


Pola hidup sehat menjadi kunci keberhasilan program kehamilan, loh, Sahabat Catatan Leannie. Baik Ayah maupun ibu perlu menjaga pola hidup sehat ketika menjalani promil. 7 pola hidup sehat yang perlu diperhatikan, diantaranya :


1. Mengkonsumsi makanan sehat

Makanan sehat yaitu makanan dengan nutrisi yang seimbang, meliputi kandungan karbohidrat, serat, dan protein. Karbohidrat, serat, dan protein ini ternyata bermanfaat untuk kesehatan serta bisa meningkatkan kesuburan. Sebaiknya jangan konsjmsi makanan cepat saji dan gorengan. Pilihlah makanan yang direbus, dikukus, atau ditumis. Jangan lupa konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.


Mengkonsumsi makanan sehat sangat penting saat kehamilan. Terbutuhinya kebutuhan gizi saat hamil berpengaruh terhadap kesehatan janin. Sahabat Catatan Leannie, tahu engga tentang stunting?


Stunting adalah kondisi gagal pada pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak karena kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kehamilan sehat dapat mencegah timbulnya stunting karena asupan gizi yang baik saat dalam kandungan.



2. Olahraga secara teratur

Rajin berolahraga menjadi salah satu kunci pola hidup sehat. Dengan rutin berolahraga selama 30 – 60 menit dapat membakar lemak sehingga semakin banyak oksigen yang dialirkan tubuh dan dapat meningkatkan energi.


Tidak perlu olahraga berat, biasanya saya jalan pagi keliling kompleks sambil mencari tukang sayur buat stok makanan. Bisa juga olah raga lain yang disukai seperti berenang atau badminton. Lakukan olahraga secara teratur sebanyak 3 – 4 kali dalam seminggu agar tubuh lebih bugar.


Jika ingin merencanakan program hamil, sebaiknya jangan melakukan aktivitas yang berat dan hindari olahraga dengan durasi yang terlalu lama karena dapat menyebabkan kelelahan sehingga dapat menurunkan tingkat kesuburan. Hindari olahraga bersepeda pada pria karena dapat menyebabkan suhu pada testis naik.


3. Management stress

Stres yang berlebihan menjadi salah satu sumber risiko berbagai penyakit dan dapat mengganggu kesuburan. Stress pada perempuan dapat menyebabkan gagalnya ovulasi karena stres dapat menekan hormone luteinizing yang dibutuhkan pada saat ovulasi. Akibatnya pasangan sulit hamil karena ovulasi terganggu. 


Efek stress pada pria dapat meningkatkan kadar testosterone sehingga terjadi ketidakseimbangan hormon pada tubuh, sedangkan jika ingin melakukan promil, maka hormon di dalam tubuh harus seimbang.


Oleh karena itu, sebaiknya kurangi atau hindari pemicu stress. Istirahat sejenak dan cobalaj mengalihkan pikiran dengan menjalani hobi atau hal-hal yang disukai. Management stress memang perlu diatur dengan baik demi menjaga kesehatan fisik dan mental.


4. Waktu tidur yang cukup

Waktu tidur yang cukup adalah peer bagi saya. Pekerjaan sebagai blogger membuat saya memilih waktu terbaik menulis di malam hari atau jelang subuh. Terkadang engga tidur lagi sampai pagi. Sebenarnya saya tahu ini kurang baik buat kesehatan, tapi agak susah mengubah ritmenya.


Ternyata kurangnya tidur atau begadang bisa mengganggu kestabilan hormon.dan mengganggu ovulasi sehingga menyebabkan sulitnya memiliki keturunan. Mengatur waktu tidur adalah salah satu cara agar pola hidup sehat bisa terwujud. Waktu tidur normal untuk dewasa adalah selama 7 – 9 jam. Memiliki waktu tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik akan memengaruhi kondisi tubuh menjadi lebih sehat dan bugar.


5. Konsumsi air putih yang cukup

Mengkonsumsi air putih punya berbagi manfaat untuk tubuh. Selain sebagai pelepas dahaga, air putih berperan untuk memenuhi cairan yang dibutuhkan tubuh. Dengan minum air putih yang cukup dapat meningkatkan produksi hormon testosterone pada pria, yang berfungsi untuk memproduksi sperma. Bagi perempuan, minum air putih dapat meningkatkan hormon progesterone yang berfungsi untuk mempersiapkan tubuh untuk menghadapi kehamilan.


Jangan konsumsi alkohol jika sedang merencanakan program hamil, karena alkohol dapat menurunkan kadar testosterone yang diperlukan dalam memproduksi sperma. Selain itu, alkohol menjadi penyebab ejakulasi dini, gangguan ereksi, dan motilitas sperma berkurang.


6. Mengurangi konsumsi makanan atau minuman manis

Menjalani pola hidup sehat, salah satunya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan atau minuman manis. Bahayanya jika mengkonsumsi makanan yang mengandung gula berlebih terus menerus bisa meningkatkan faktor risiko penyakit, salah satunya diabetes. Pastinya ketika hamil, perempuan harus sehat agar kehamilannya pun minim risiko.


7. Tidak merokok

Dampak buruk merokok tidak hanya dirasakan perokok aktif, termasuk perokok pasif atau yang terpapar asap rokok. Merokok dapat memengaruhi kesuburan karena kandungan zat-zat berbahaya pada rokok dapat memengaruhi kadar hormon. Selain itu, efek merokok pada pria dapat meningkatkan disfungsi ereksi, memengaruhi kualitas sperma, dan menyebabkan kerusakan DNA pada sperma. Tidak merokok atau berhenti merokok adalah pilihan terbaik dalam melaksanakan pola hidup sehat.



Mengenal PT Kehamilan Sehat Sejahtera


Kehamilan Sehat
Kehamilan sehat,
via kehamilansehat.com


Buat pasutri yang mau promil, bisa merencanakan program kehamilan dengan PT Kehamilan Sehat Sejahtera yang merupakan klinik Kehamilan terlengkap dan terpercaya sejak tahun 2016. Pendiri atau CEO klinik ini adalah Bapak Agus Jatmika Soegiarto. 


Pernah merasakan sebagai pejuang dua garis merah, menjadi alasan Bapak Agus membangun bisnis Kehamilan Sehat. Beliau berharap usahanya dapat memberikan mafaat dan membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mengenai kehamilan dengan fasilitas yang lengkap dan terjangkau untuk berbagai kalangan masyarakat.


Sejak didirikan pada tahun 2016, PT Kehamilan Sehat Sejahtera sudah memiliki 18 cabang klinik yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bandung, Palembang dan Surabaya yang dengan pelayanan terbaik sesuai standar rumah sakit. 


Lima diantara delapan belas cabang di Kehamilan Sehat menyediakan pelayanan persalinan normal yang juga melayani poli anak. Klinik ini memberikan pelayanan dan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter spesialis kandungan (Sp.OG) serta tenaga medis bersertifikasi SIP.  


Klinik tersebut bekerja sama dengan dokter spesialis yang berpengalaman dan ahli dalam memberikan pelayanan program hamil, pemeriksaan kehamilan, persalinan normal, senam hamil, vaksinasi, laboratorium, pemasangan IUD, dan poli kesehatan anak. 



Program Hamil di Klinik Kehamilan Sehat  


Program hamil di Kehamilan Sehat,
via kehamilansehat.com



Kehamilan Sehat adalah klinik kehamilan yang memberikan pelayanan terlengkap sejak tahun 2016. Selama kurun waktu kurang dari 5 tahun, Klinik Kehamilan Sehat telah melayani lebih dari 200.000 pasien persalinan, pemeriksaan kehamilan, program hamil, pemasangan IUD, pelayanan farmasi dan tes laboratorium.


Program hamil menjadi salah satu solusi yang dilakukan banyak pasangan agar mendapatkan keturunan. Idealnya, pasangan yang telah menikah lebih dari setahun dan belum memiliki anak bisa melakukan program ini sesuai saran dan edukasi yang tepat dari dokter. Ini adalah proses saat menjalani program hamil di Klinik Kehamilan Sehat, diantaranya :


USG Transvaginal

USG Transvaginal dilakukan dengan memasukan alat langsung ke area kewanitaanbertujuan mengamati sistem reproduksi wanita, yaitu rahim, saluran telur, indung telur, leher rahim, dan vagina. Selain itu dapat melihat kista dan miom yang bisa menjadi penghambat kehamilan. Lakukan USG ini saat sedang menstruasi hari kedua agar hasilnya lebih akurat.


Analisis Sperma

Untuk menemukan tingkat kesuburan pria, Klinik Kehamilan Sehat akan memberikan surat rujukan agar melakukan analisis sperma di laboratorium atau rumah sakit. Pemeriksaan ini tujuannya untuk mengetahui kuantitas dan kualitas sperma. 


Pemberian Vitamin

Pemberian obat dan vitamin diresepkan oleh dokter untuk media pasangan, terutama untuk perempuan. Dokter juga akan memberi edukasi dan konsultasi buat kedua pasangan.


Pemeriksaan hari Ke-12

Dokter akan menecek hasil USG saat haid hari ke-12 untuk melihat perkembangan selur telur pada rahim, tujuannya melihat sel telur mengalami pembesaran atau tidak. Jika tidak, maka dokter akan menaikkan dosis obat dan vitamin serta memberikan saran pada pasangan agar rutin berhubungan.



Kehamilan Sehat bisa Mencegah Stunting


Kehamilan Sehat cegah stunting
Kehamilan sehat cegah stunting,
via freepik.com/@pikisuperstar


Pengalaman kehamilan sebelumnya menjadi satu pengalaman berharga. Kehamilan itu harus dijaga dengan baik. Keguguran bisa terjadi karena beberapa hal diantaranya infeksi TORCH, gangguan autoimun atau penggumpalan darah. Jika ingin melakukan program hamil maka harus dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Pengetahuan ini saya dapatkan saat mengikuti webinar "Kehamilan Sehat bisa Mencegah Stunting."


Webinar Kehamilan Sehat
Webinar Kehamilan Sehat Cegah Stunting,
via Kehamilan Sehat


Webinar Kehamilan Sehat tadi bisa simak di Chanel YouTube Rumah Teh Iin "Indari Mastuti" tanggal 01 Juli 2022 bersama Bapak Agus Jatmika Soegiarto selaku CEO PT Kehamilan Sehat Sejahtera dan beberapa orang dokter diantaranya dokter kandungan, dokter anak dan konselor laktasi. Narasumber webinar adalah dr. Adnina Hariningrum CIMI, dr Eko Setiawan Sp.OG , dr Yoga Yandika, So.A, serta bidan Diah Kusuma W,A Md. Keb dari Klinik Kehamilan Sehat. 


Pada webinar tentang kehamilan sehat tanggal 01 Juli 2022 , pencegahan stunting merupakan sebuah perjalanan panjang, dimulai sebelum hamil, saat hamil dan setelah melahirkan. 


Pencegahan stunting sebelum hamil meliputi kesehatan kehamilan, ilmu parenting, asupan gizi, bahkan faktor lingkungan seperti halnya air bersih. Saat hamil, mencegah stunting bisa dilakukan dengan edukasi kehamilan, kecukupan gizi saat hamil, pemeriksaan kesehatan, senam hamil, serta persiapan laktasi. 


Menjaga kondisi saat hamil bisa dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat. Salah satunya dengan menjaga asupan makanan dan terpenuhi gizi dengan baik. Adapun suplemen, multivitamin dan mineral yang dianjurkan yaitu  30-60 mg besi, 15 mg seng, 2 mg tembaga, 250 mg calcium, 10 mg atau 400 IU vitamin D, 50 mg vit C, 2 mg vit B6, 300 mg folat, dan 2 mg vitamin B12. 


Kehamilan sehat hadir di setiap tahap kehamilan untuk membantu pencegahan stunting saat masa kehamilan, ada berbagai tips saat hamil yang perlu diperhatikan terutama menjaga pola makan dan kecukupan gizi.


Setelah melahirkan atau pasca persalinan, stunting bisa dicegah dengan cara mempersiapkan kondisi dan kesiapan ibu pasca melahirkan. Klinik Kehamilan Sehat juga memfasilitasi Mom to Be Class, vaksinasi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan pendampingan proses laktasi. 


Kehamilan adalah hal yang membahagiakan setiap pasangan. Buat para pejuang garis dua, semoga tetep semangat dan terus berikhtiar mengusahakan yang terbaik lewat  program hamil di https://instagram.com/kehamilansehat. Selain itu, jangan lupakan 7 pola hidup sehat agar program hamilnya sukses ya, Sahabat Catatan Leannie!




Salam,










Menjaga Kualitas Tidur, Kunci Produktivitas dan Hidup Sehat

 

Kualitas tidur, produktivitas dan hidup sehat
Kualitas tidur, produktivitas dan hidup Sehat, via freepik.com



Menjaga kualitas tidur ternyata menjadi kunci produktivitas dan hidup sehat. Pernah engga merasa kurang bersemangat, mudah lelah, badmood di pagi hari karena kurang tidur semalam? 


Saya pernah mengalami hal ini. Biasanya saya akan ikut tertidur di malam hari saat menemani anak tidur dan terbangun di tengah malam. Nah, setelah ini saya merasa kesulitan untuk tidur kembali sampai keesokan harinya.


Siapa yang mengalami masalah gangguan tidur juga? Suami saya tipe yang engga bisa tidur awal, dia tidurnya lewat dari tengah malam terus. Kami berdua sama-sama punya gangguan tidur. Masalah gangguan tidur ini punya pengaruh terhadap kesehatan dan produktivitas. 


Saya berkesempatan mengikuti webinar kesehatan pada hari jumat tanggal 18 Juni 2021, tentang "Kesehatan dan Produktivitas dimulai dengan Tidur yang Berkualitas," yang diselenggarakan oleh Deltomed dan komunitas IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis).


Webinar Kesehatan
Webinar IIDN x Deltomed,
via instagram.com/@ibuibudoyannulis


Webinar ini dipandu oleh Sara Neyrhiza dengan narasumber Dr (Cand) dr Inggrid Tania, MSI, Herbal, ketua umum PDPOIJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisonal dan Jamu Indonesia. Selain itu ada juga apt. Drs Victor S. Ringoringo, S.E., M.Sc. (Chief Business Development dan R&D PT Deltomed Laboratories)

 

Webinar Kesehatan
Host dan narsum webinar IIDN x Deltomed
via dokumentasi webinar



Peserta webinar kesehatan
Peserta webinar IIDN x Deltomed,
via dokumentasi webinar


Pengaruh kualitas tidur terhadap kesehatan


Kualitas dan kuantitas tidur
Kualitas dan kuantitas tidur,
via Photocollage


Materi pertama disampaikan oleh Dr (Cand) dr Inggrid Tania, MSI, Herbal, ketua umum PDPOIJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisonal dan Jamu Indonesia mengenai "Peran Herbal dalam Memperbaiki Kualitas Tidur."


Tentunya tidur yang berkualitas menjadi dambaan tiap orang. Betapa nyamannya bisa tidur lelap dan terbangun di pagi hari dengan fresh. Sebenarnya berapa lama sih waktu tidur yang ideal? Hal ini berkaitan dengan kualitas dan kuantitas tidur Kita. Mari Kita bandingkan perbedaan keduanya.


✓ Kuantitas Tidur

Kebanyakan orang dewasa membutuhkan 7-9 jam di malam hari, tetapi kebutuhan kuantitas Tidur setiap individu tentu saja berbeda. Ada yang butuh 6 jam, bahkan 10-11 jam waktu tidur di malam hari


✓ Kualitas Tidur

Pernah dengar ungkapan, "Sleep quality refers to how well you sleep?" 


Jadi tidur yang berkualitas itu misalnya dapat tertidur dalam waktu 30 menit atau kurang, tidur di malam hari tanpa terbangun tengah malam, atau bisa jadi terbangun sekali saat malam dan kemudian dapat melanjutkan tidur setelah 20 menit setelah terbangun.



Kualitas tidur dan kesehatan


Kualitas tidur dan kesehatan
Kualitas tidur dan kesehatan,
via Photocollage


Gangguan tidur dapat menimbulkan dampak buruk, loh, karena ternyata kurangnya kualitas atau kuantitas tidur berpengaruh terhadap kesehatan. Efeknya bisa terjadi hal-hal seperti berikut ini:


1. Menurunkan sistem imun atau imunitas tubuh

2. Menurunkan fungsi kognitif dan working memory sebesar 38 %

3. Mengalami moodieness atau depresi

4. Kemungkinan mengalami kecelakaan semakin besar

5. Berpengatuh terhadap kesehatan kulit, yaitu terjadi penuaan dini

6. Kebiasaan makan lebih buruk karena cenderung mengkonsumsi junk food atau makanan yang tidak sehat.


Diantara kualitas dan kuantitas tidur, manakah yang lebih berpengaruh terhadap kesehatan? Ternyata jawabannya "Quality over Quantity." 


Menurut US National Sleep Foundation, kualitas tidur lebih dominan dibandingkan kuantitas tidur, karena menjadi indikator terhadap mood dan kepuasan hidup.


Masalah gangguan tidur yang dialami masyarakat umumnya adalah insomnia. Insomnia adalah ketidakmampuan menjaga atau mempertahanan kuantitas dan kualitas tidur yang baik. Sekitar 1 dari 3 orang di dunia mengalami insomnia dalam derajat yang bervariasi. 


Saat kurang tidur, dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit. Hal ini berkaitan dengan sistem innate daya tahan tubuh. 


Pada saat tidur lelap, Interleukin-1, Tumor Necrosis Factor (TNF), dan Natural Kill Cell (NKC) akan tinggi dalam darah, dan menurun ketika bangun tidur. Hal ini menunjukkan bahwa tidur yang berkualitas akan meningkatkan daya tahan tubuh.


Di masa pandemi seperti sekarang ini, berdasarkan survei SleepHelp.org, sebanyak 22 % masyarakat menyatakan bahwa kualitas tidurnya memburuk karena stress, ketakutan, dan kecemasan terhadap Covid-19.


Gangguan tidur karena pandemi
Gangguan tidur akibat Pandemi,
via Photocollage


Baca juga : Berbeda dengan flu biasa, inilah Pandemi Covid-19 yang menyita perhatian dunia

Penyebab gangguan tidur


Penyebab masalah tidur
Penyebab gangguan tidur,
via Photocollage


Ada beberapa hal yang menjadi penyebab gangguan tidur, diantaranya :

a. Gangguan fisik, seperti sakit kepala, nyeri sendi dan nyeri perut

b. Isue medis

c. Gangguan psikologik dan psikiatrik, seperti stress, depresi, dan anxietas

d. Gangguan lingkungan, seperti lampu kamar terlalu terang atau suara berisik,

e. Genetik

f. Penuaan atau faktor usia yang dialami lansia berusia 65 tahun ke atas

g. Obat-obatan, seperti obat hipertensi, anti depresi, dan yang mengandung kafein

h. Bekerja di malam hari, karena aktivitas ini berlawanan dengan biological clock.



Memperbaiki kualitas tidur dengan Antangin Good Night


Kandungan herbal dan kualitas tidur
Bahan herbal membantu kualitas tidur,
via Photocollage


Kualitas tidur yang baik berperan penting dalam produktivitas dan kesehatan terutama di tengah pandemi seperti sekarang ini. Dengan tidur yang berkualitas, produktivitas dan daya tahan tubuh meningkat.


Ada beberapa tips yang disampaikan dr Inggrid untuk menjaga kualitas tidur, diantaranya mematikan televisi atau komputer, olahraga, tidur dengan suasana atau pencahayaan yang gelap, meditasi, makan makanan yang mengandung Zinc juga magnesium, membaca buku, mengurangi konsumsi kafein, dan mandi dengan menggunakan air hangat.

 

Cara lainnya untuk memperbaiki kualitas tidur adalah dengan menggunakan bahan-bahan herbal diantaranya Passion Flower, Valerian, dan Gingger (Sari Jahe). Ketiga bahan herbal ini terkandung dalam produk barunya Antangin Good Night dari Deltomed Laboratories.


Khasiat Antangin Good Night
Khasiat Antangin Good Night,
via instagram.com/@antangin_id


Antangin Good Night dari Deltomed ini sudah ada logo halal dan punya izin BPOM. PT Deltomed sendiri sudah terstandarisasi ISO 9001 : 2015. Jadi engga usah ragu lagi akan kualitas dan jaminan mutunya. 


Antangin Good Night menggunakan berbagai bahan herbal seperti Passion Flower, Valerian, dan Gingger (Sari Jahe) dan bahan alami lainnya.


Kandungan Antangin Good Night
Kandungan Antangin Good Night,
via Photocollage


Passion Flower dan Valerian ini berkhasiat untuk menenangkan dan membantu kualitas tidur  menjadi lebih baik serta pulas. Sari Jahe dalam kandungan Antangin Good Night juga efektif mengatasi masuk angin dan menghangatkan badan. Dosis yang digunakan adalah 2- 4 tablet sebelum tidur.


Khasiat Antangin Good Night
Khasiat Antangin Good Night,
via Photocollage


Antangin Good Night ini dapat diperoleh secara online di Deltomed Store Official seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, Lazada, dan JD.ID. Untuk pembelian secara offline bisa lewat apotek atau toko obat retail, ya. 


Ingat, ya, tidur berkualitas atau menjaga kualitas tidur menjadi kunci produktivitas dan awal tubuh yang sehat. Buat yang punya gangguan tidur, Antangin Good Night bisa dijadikan solusinya. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, sudahkah kualitas tidurnya baik selama ini? 



Salam,










Hindari Stigma Negatif, Begini Penanganan Kusta saat Pandemi

 

Hindari Stigma Negatif Kusta
Penyakit Kusta, via halodoc.com


Indonesia masih belum bebas kusta, bahkan menjadi negara dengan total kasus kusta terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan India. Penderita kusta banyak mendapatkan stigma negatif dari masyarakat, padahal ada berbagai cara untuk mencegah dan mengobati kusta, terlebih saat pandemi seperti sekarang ini.


Meski sudah ada target Indonesia bebas kusta tahun 2020, namun kenyataanya ada delapan provinsi endemis kusta, diantaranya Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Penyebabnya daerah tersebut sulit dijangkau dan masih tertinggal sehingga kesulitan untuk mengakses informasi. 


Selain itu, kusta juga menyerang masyarakat yang tidak mampu dan asupan gizi yang kurang sehingga daya tahan tubuhnya melemah dan mudah terjangkit kusta. Target untuk memberantas kusta di tahun 2020 mendapat tantangan karena pandemi, namun bukan berhenti begitu saja.



Mengenal Kusta


Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Kusta dapat menyerang kulit,  selaput lendir pada saluran pernapasan atas, sistem saraf perifer, serta mata. Kusta dapat menyebabkan luka pada kulit, kerusakan saraf, melemahnya otot, dan mati rasa.


Kusta atau lepra ditandai dengan rasa lemah atau mati rasa di tungkai dan kaki, lalu diikuti munculnya lesi pada kulit. Kusta atau lepra disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menyebar lewat percikan ludah atau dahak yang keluar saat batuk atau bersin.


Seseorang dapat tertular kusta jika kontak dengan penderita dalam waktu yang lama. Seseorang tidak akan tertular oleh penyakit kusta karena bersalaman, duduk bersama, atau hubungan seksual. Kusta juga tidak ditularkan dari ibu ke janin yang dikandungnya.


Bakteri ini membutuhkan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Tanda dan gejala kusta bisa saja muncul 1 hingga 20 tahun setelah adanya infeksi bakteri pada tubuh penderita.


Bakteri ini dapat tumbuh pesat pada bagian tubuh yang bersuhu lebih dingin seperti tangan, wajah, kaki, dan lutut. Apabila terlambat diobati bisa menyebabkan cacat tubuh atau disabilitas, seperti jari membengkok, luka, atau bahkan putus, mata tidak menutup dan kaki melemah.



Faktor Risiko Penyakit Kusta


Ada beberapa faktor  risiko yang mengakibatkan seseorang terkena penyakit Kusta, di antaranya:

1. Melakukan kontak fisik dengan hewan penyebar bakteri kusta tanpa memakai sarung tangan

2. Tinggal di daerah endemik kusta

3. Mempunyai kelainan genetik yang berakibat terhadap sistem kekebalan tubuh



Stigma Negatif atau Mitos tentang Kusta


Penyakit Kusta masih ditakuti masyarakat karena dianggap menular dan sulit disembuhkan. Bahkan, orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) terisolir dari dunia luar, padahal penyakit ini bisa dicegah dan diobati jika dilakukan penanganan yang benar.


Ada beberapa stigma negatif atau mitos tentang kusta yang masih dipercayai masyarakat, meski hal tersebut hanya tidak benar. Stigma negatif atau mitos kusta tersebut diantaranya :


1. Kusta adalah sebuah kutukan


Penyakit kusta bukanlah kutukan, karena penyebabnya adalah infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Infeksi bakteri ini ke dalam tubuh melalui permukaan kulit atau lendir saluran pernapasan.


2. Kusta membuat jari kaki dan tangan menghilang


Orang dengan penyakit kusta, biasanya jari tangan dan kaki mereka tidak normal. Hal itu disebabkan infeksi bakteri di bagian jari tangan maupun kaki yang menyebabkan jari tangan maupun kaki menjadi kaku dan akhirnya mati rasa.


3. Kusta mudah menular dan mewabah


Kusta memang bisa menular, tapi penularannya tidak mudah. Jika saat ini seseorang kontak dengan orang yang punya penyakit kusta, 2 sampai 3 tahun bahkan 10 tahun lagi kemungkinan muncul penyakit ini, namun dengan daya tahan tubuh yang kuat, mampu terhindar dari penyakit ini.


4. Kusta tak akan bisa disembuhkan


Kusta bisa disembuhkan meski dalam waktu yang lama dan pengobatan teratur. Biasanya penderita kusta akan mendapatkan antibiotik khusus untuk mematikan bakteri sekitar 6-24 bulan.


5. Penderita kusta harus dikucilkan masyarakat


Dengan berjabat tangan atau melakukan kontak fisik lainnya dengan pemderita kusta, tak akan langsung terkena kusta. Terlebih  jika penderita kusta itu sudah melakukan pengobatan, maka penyakitnya sudah tidak menular.


Orang dengan penyakit kusta  membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitarnya saat menjalani pengobatan, bukan untuk dikucilkan 


6. Kusta hanya bisa menyerang lansia


Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, meskipun usianya masih muda.  Namun, memang bakteri penyebab kusta memiliki masa inkubasi yang lama, sehingga baru akan menimbulkan penyakit setelah sekian lama. Jadi, kebanyakan baru terdeteksi ketika sudah memasuki usia yang tidak muda.



Ketahui Pencegahan Penyakit Kusta


Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Upaya pencegahan diharapkan bisa menekan penambahan jumlah penderita kusta di Indonesia. Sampai sekarang belum ada vaksin untuk pencegahan kusta. 


Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat merupakan cara terbaik untuk mencegah komplikasi dan penularan penyakit meluas. Selain itu, hindari juga kontak dengan hewan pembawa bakteri kusta sebagai upaya untuk mencegah kusta.


Pandemi belum juga usai, tetap jalankan prokes seperti memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir, sabun atau antiseptik pun ikut menurunkan risiko terkena berbagai penyakit, termasuk kusta.


Masyarakat perlu berperan serta untuk menanggungi kusta. Adanya gerakan terpadu dari pemerintah bertujuan untuk memberi pemahaman tentang penyakit kusta pada masyarakat, terutama di daerah endemik.


Hal ini menjadi langkah penting untuk mendorong para penderita agar memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan. 


Pemberian informasi ini juga diharapkan dapat membuat masyarakat menjadi lebih paham dan berhenti memberi stigma negatif tentang kusta dan diskriminasi terhadap penderita kusta.


Pada tanggal 31 Mei 2021, saya mengikuti Youtube Live di Ruang Publik KBR yang berkolaborasi dengan NLRI tentang "Geliat Pemberantasan Kusta dan Pembangunan Inklusif Disabilitas di Tengah Pandemi."


Talkshow tentang Kusta
Talkshow tentang Kusta,
via dokumentasi pribadi


Tantangan dalam pemberantasan Kusta saat pandemi


Talkshow "Geliat Pemberantasan Kusta dan Pembangunan Inklusif Disabilitas di Tengah Pandemi" ini dibawakan oleh Host Ines Nirmala dan dua orang narsum yaitu Bapak Komarudin, S.Sos,M.Kes dari Wakil Supervisor Kusta Kan Bone dan Bapak DR Rohman Budijanto, SH,MH. dari Direktur Eksekutif The Jawa Post Pro Otonomi JPIP Lembaga  Nirlaba Jawa Pos yang bergerak di bidang otonomi daerah.


Geliat Pemberantasan Kusta
Geliat Pemberantasan Kusta,
 Ruang Publik KBR


Target Indonesia bebas kusta tahun 2020 yang lalu, menjadi tantangan karena ada pandemi Covid-19. Namun, upaya pemberantasan kusta yang mengalami hambatan terkait pandemi ini bukan berarti terhenti.


Ada beberapa program pemerintah yang menjadi target belum terlaksana karena saat pandemi ada larangan untuk pengumpulan masa, meskipun itu untuk penanggulangan penyakit kusta.


Menurut Bapak Komarudin, berdasarkan temuan kasus kusta di Bone pada tahun 2020, jika dibandingkan dengan tahun 2019 terjadi penurunan dari 195 kasus menjadi 140. Terjadi penurunan sebanyak 55 orang atau 28%.


Penurunan karena pandemi ini salah satunya disebabkan pihak dinkes tidak bisa mengadakan kunjungan langsung ke masyarakat karena pandemi. Kemungkinan penemuan kasus pun berkurang.


Upaya deteksi dini penyakit kusta di masyarakat ini mengalami hambatan karena tenaga kesehatan tidak diperbolehkan bertemu masyarakat, terutama di awal pandemi. Namun, program pemberantasan kusta ini harus tetap dilanjutkan dan tak boleh terhenti agar penyebaran penyakit tidak meluas. 


Namun, kini para kader atau bidan desa melakukan pendataan langsung ke masyarat dengan memakai APD dan memperhatikan protokol kesehatan. Selanjutnya ditindaklanjuti pihak puskesmas dengan melakukan pemeriksaan pada pasien di rumah, Balai desa atau di Puskesmas.


Prevelensi kusta di tahun ini selama masa pandemi mengalami penurunan menjadi 1.7 % per 10.000 penduduk. Padahal, sebelum pandemi prevelensi kusta ini tidak pernah lebih dari 2 %. 


Sepanjang sejarah di Kab Bone selama 20 tahun terakhir prevelensi kusta sebesar 2.5 % per 10.000 penduduk. Kemungkinan penemuan kasus berkurang karena pandemi.


Penularan, deteksi awal, dan penanganan penyakit Kusta


Penularan kusta ini mirip Covid-19, yaitu lewat air liur, sputum atau dahak, droplet, tetapi perbedaannya efek Covid-19 dapat menyerang organ dalam sedangkan kusta kondisi fisiknya lebih terlihat sehingga mudah diidentifikasi.


Program kerja Pemerintah Bone untuk pemberantasan kusta ini bekerja sama dengan pihak puskesmas, diantaranya :

1. Pemberian obat kusta Kemoprofilaksis

2. Pemeriksaan penderita kusta secara berkelanjutan

3. Survei atau pemeriksaan anak di sekolah

4. Kampanye tentang eliminasi kusta yang melibatkan kader juga bidan desa.


Deteksi awal gejala kusta biasanya sulit untuk ditemukan, namun saat adanya kelainan kulit, dilakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis kusta. 


Tidak ada kebiasaan yang bisa menyebabkan kusta tetapi penularan kusta terjadi karena adanya penderita kusta yang tidak atau terlambat berobat yang berpotensi menularkan pada keluarga maupun tetangga. 


Berdasarkan survei, dari 100 orang ternyata 95 % tidak mudah terkena kusta, sedangkan yang 5%, terjangkit kusta. 


Penularan dari penderita kusta tergantung kekebalan tubuh juga. Meski kusta ini penyakit menular, tetapi penderita kusta pun perlu mendapat perhatian dan dukungan. 


Penyakit kusta bisa menyebabkan kecacatan, tetapi hal ini bisa bisa dicegah jika penderita kusta selalu memeriksakan tangan, mata, dan kaki. 


Penderita perlu mengecek apakah ada luka pada tangan, cek juga apakah matanya berkabut atau kaki mengalami mati rasa? Penderita juga perlu secepatnya berobat dan melakukan perawatan diri. 


Jika ada luka pada kaki, perawatannya yaitu merendam dengan air, bersihkan, dioles dan dibalut. Lakukan perawatan ini secara teratur sampai luka bisa sembuh. Perlu juga terus berobat dan dilakukan monitoring untuk memantau kesehatan pasien.


Solusi yang dilakukan pemerintah Bone dalam rangka pemberantasan kusta yaitu dengan mengadakan penyuluhan di desa maupun sekolah. Selain itu mengajak masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan sesuai kondisi sekarang yang belum bebas dari pandemi.


Baca juga : Dampak Covid-19 dan cara meraih keseimbangan hidup



Kesetaraan disabilitas dalam bekerja dan berkarya


Talkshow tentang Kusta
Kesetaraan disabilitas dalam Jawa Post,
Ruang Publik KBR


Dalam Talkshow tentang "Geliat Pemberantasan Kusta dan Pembangunan Inklusif Disabilitas di Tengah Pandemi" Bapak DR Rohman Budijanto, SH,MH. dari Direktur Eksekutif The Jawa Post Pro Otonomi JPIP Lembaga  Nirlaba Jawa Pos yang bergerak di bidang otonomi daerah berbicara tentang isu inklusifitas tidak boleh diabaikan.


Dalam ruang intrinsik Jawa Post, isu inklusifitas ini memang tidak pernah secara spesifik dikampanyekan, namun pihak Jawa Pos sendiri tak pernah melakukan diskriminasi atau membeda-bedakan saat rekruitmen atau penerimaan kerja.


Pihak Jawa Post memberi ruang untuk bekerja dan berkarya. Jawa Post mempekerjakan difabel yang mengalami bibir sumbing menjadi editor yang kompeten, ada juga layouter yang kakinya cacat, alih bahasa yang badannya cebol. Semua itu bukan halangan bagi difabel untuk bekerja selama mereka memiliki kompetensi yang baik.


Stigma buruk bagi penderita kusta juga perlu diperbaiki. Sekecil apapun jumlah penderita kusta mereka tetap warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan pengobatan, perhatian, bukan untuk dikucilkan. 


Mereka bisa diajarkan berbagai keterampilan agar bisa tetap semangat untuk sembuh dan menjalani hidup lebih baik. Selain itu mereka juga bisa diajarkan untuk berbisnis online agar tidak khawatir bertemu dengan orang lain secara langsung.


Mari peduli terhadap kusta dengan hindari stigma negatif tentang mereka. Kusta juga bisa dicegah, diobati dan berpotensi untuk sembuh. Harapan Kita semua, semoga nantinya Indonesia akan benar-benar bebas dari kusta.




Salam,




Jangan Anggap Tabu, Ini Pentingnya Edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi

 

Manajemen Kebersihan Menstruasi
Pentingnya edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi, via freepik.com


Berbicara masalah menstruasi, terkadang masih dianggap tabu oleh masyarakat. Padahal edukasi tentang managemen kebersihan saat menstruasi itu penting. Nah, dalam rangka menyambut Hari Kebersihan Menstruasi tanggal 28 Mei 2021 diselenggarakan webinar "Sehat dan Bersih saat Menstruasi."


Ternyata ada sejarah di balik penentuan tanggal 28 Mei sebagai Hari Kesehatan Menstruasi. Jujur saja, saya juga baru tahu kalau tanggal 28 itu berasal dari siklus rata-rata menstruasi perempuan dan angka 5 dari lamanya menstruasi seorang perempuan rata-rata selama lima hari tiap bulannya.


Hari Kebersihan Menstruasi diperingati setiap tanggal 28 Mei bertujuan meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya manajemen kebersihan menstruasi, mematahkan stigma dan norma sosial negatif tentang menstruasi yang masih dianggap tabu oleh masyarakat. Peringatan ini adalah aksi tahunan yang melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi, pihak swasta dan masyarakat luas.


Webinar Sehat dan Bersih saat Menstruasi
Webinar Sehat dan Bersih saat Menstruasi,
via dokumentasi webinar


Webinar yang berjudul Sehat dan Bersih Saat Menstruasi ini dipandu oleh Novita Angie sebagai host dan narsum yaitu Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH dari Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), ada juga dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid-Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia yaitu Anna Surti serta Mada Shinta Dewi dan Adi Prabowo dari Mundipharma Indonesia. Webinar ini bertujuan untuk mengedukasi perempuan tentang pentingnya manajemen kebersihan menstruasi.



Tentang Menstruasi 


Menstruasi
Tentang Menstruasi,
via freepik.com


Pembahasan tentang menstruasi ini dipaparkan secara lengkap oleh Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH dari Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), dan dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid-Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.


Menstruasi adalah kondisi normal yang dialami oleh perempuan yang ditandai keluarnya darah dari organ intim selama 3-7 hari tiap bulan, selama satu periode rata-rata 28 hari atau 21-35 hari. Hal ini menjadi pertanda bahwa perempuan siap untuk reproduksi atau memiliki anak karena menstruasi diawali dengan sel telur matang yang siap dibuahi.


Darah yang keluar sebenarnya adalah lapisan dalam rongga rahim yang dipersiapkan untuk tempat menempelnya sel telur yang telah dibuahi, kemudian berkembang menjadi janin.


Menstruasi adalah proses biologis normal yang dialami perempuan. Setiap anak perempuan idealnya harus mendapat informasi tentang menstruasi sebelum mengalami menarke atau menstruasi untuk pertama kalinya. 


Pengetahuan tentang menstruasi ini sangat penting supaya anak perempuan bisa menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim kewanitaan selama periode menstruasi, serta tetap beraktivitas dengan nyaman. 



Data dan fakta mengenai kebersihan menstruasi


Data manajemen kebersihan menstruasi
Data tentang manajemen kebersihan menstruasi, via dokumentasi webinar


Kesadaran perempuan di Indonesia mengenai pentingnya manajemen kebersihan menstruasi masih sangat rendah. Ironisnya lagi, seorang ibu ternyata menjadi sumber stigma, mitos, kepercayaan dan miskonsepsi yang merugikan kesehatan perempuan.


Data menunjukkan bahwa hanya 5 dari 10 anak perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan saat menarke, hanya 6 dari 10 anak yang bertanya mengenai menstruasi pada ibunya, hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mengganti pembalut setiap 4-8 jam saat menstruasi, sisanya hanya mengganti pembalut 2 kali sehari, dan hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mencuci tangannya sebelum dan sesudah mengganti pembalut saat menstruasi.



Apa itu Manajemen Kebersihan Menstruasi?


manajemen kebersihan menstruasi
Manajemen kebersihan menstruasi,
via freepik


Manajemen Kebersihan Menstruasi adalah pengelolaan kebersihan dan kesehatan saat seorang perempuan mengalami menstruasi.


Perempuan juga harus menggunakan pembalut yang bersih dan diganti sesering mungkin selama menstruasi.


Perempuan memiliki akses pembuangannya, dapat mengakses toilet, sabun, dan air untuk membersihkan diri dengan nyaman dengan privasi terjaga.


Manfaat pentingnya edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi, diantaranya:


1. Menjaga kebersihan ekstra pada saat menstruasi


2. Mengetahui kondisi kesehatan akibat manajemen kebersihan menstruasi yang buruk


3. Mengetahui cara mencegah kanker serviks, infeksi vaginal, dan juga ketidaknyamanan seperti gatal, bau tak sedap dan keputihan karena manajemen kebersihan menstruasi yang buruk.


4. Mengetahui cara membersihkan area kewanitaan yang dilakukan sehari-hari atau pada saat menstruasi.


Edukasi yang dilakukan pemerintah mengenai manajemen kebersihan menstruasi atau MKM, diantaranya melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) bagi anak usia sekolah dan remaja. Selain itu, mendorong masyarakat agar aktif mencari informasi kesehatan yang tepat, termasuk mengenai MKM kepada tenaga kesehatan terdekat.



Masalah kesehatan dan cara merawat kebersihan saat menstruasi


masalah saat menstruasi
Masalah saat menstruasi, via freepik


Masalah kesehatan yang terjadi karena manajemen kebersihan menstruasi yang buruk diantaranya infeksi saluran reproduksi, infeksi saluran kemih, infeksi jamur, dan peningkatan risiko kanker serviks.


Saat menstruasi, risiko infeksi meningkat karena bertambahnya jumlah bakteri buruk di vagina, akibat turunnya tingkat keasaman vagina karena adanya darah haid sehingga rentan terkena infeksi.


Masalah seperti keputihan, gatal, bau tidak sedap, peradangan, hingga penyakit serius seperti kanker serviks dapat dicegah dengan perawatan area kewanitaan yang bisa dilakukan sehari-hari, tak hanya pada saat menstruasi saja. Apabila merasakan gejala yang tidak normal saat menstruasi, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.


Oleh karena itu, perempuan perlu mengetahui pentingnya penerapan manajemen kebersihan menstruasi yaitu membersihkan vagina secara benar baik dengan air bersih mengalir bisa juga dengan cairan pembersih antiseptik wanita yang sesuai dengan pH vagina dan dapat digunakan saat menstruasi. 


Perhatikan juga penggunaan pembalut bersih dan dapat menyerap darah dengan baik. Jangan lupa mengganti pembalut secara teratur minimal setiap 4 jam sekali.


Merawat area kewanitaan terhitung mudah, yaitu membasuh vagina dengan air mengalir setelah buang air kecil dan besar, jangan membersihkan area kewanitaan dengan sabun mandi, tetapi gunakan pembersih kewanitaan yang sesuai dengan pH vagina dan mendukung flora normal, gunakan tisu berbahan lembut untuk mengeringkan miss v, jangan lupa mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan area kewanitaan, perhatikan penggunaan celana dalam berbahan katun, serta mengganti celana dalam saat terasa lembab atau basah. 


Bagi perempuan yang sudah melakukan kontak seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear atau IVA secara teratur.



Jangan anggap tabu bicara tentang menstruasi

Bicara menstruasi, jangan anggap tabu
Bicara tentang menstruasi, via pexels


Saya jadi teringat mengalami menstruasi pertama kalinya saat SMP, saya engga kaget lagi ketika menarke, berbeda dengan teman saya yang sampai masuk UKS karena pingsan ketika menstruasi pertama kalinya. Makanya penting sekali bicara menstruasi pada anak perempuan sejak dini sebelum mereka mengalami menstruasi. Jangan anggap tabu soal menstruasi dan kesehatan reproduksi.


Dalam webinar Sehat dan Bersih saat Menstruasi Anna Surti dari Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia memaparkan tentang "Ibu Bicara Menstruasi." Ternyata anak perempuan yang tak pernah berbicara tentang menstruasi pada ibunya biasanya akan merasa takut, malu dan bingung saat menarke. Padahal, banyak manfaat yang didapat saat seorang ibu meluangkan waktu untuk bicara menstruasi dengan putrinya, seperti kesehatan reproduksi yang lebih baik serta kedekatan ibu dan anak. 


Faktanya, tidak sedikit anak perempuan yang mencari informasi sendiri tentang menstruasi dari teman atau internet, dan mendapatkan info yang tidak benar, padahal peran ibu sangatlah penting sebagai pemberi informasi bagi putrinya. Oleh sebab itu, ibu juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang cara membicarakan menstruasi pada anaknya sejak dini.


Ada 7 tips untuk membicarakan menstruasi dengan anak, diantaranya : 


1. Sosok ibu adalah seseorang yang diharapkan anak untuk membicarakan menstruasi, jadi bekali diri dengan informasi yang benar karena banyak beredar mitos seputar menstruasi.


2. Membuang pemikiran bahwa bicara tentang menstruasi itu tabu, karena hal ini penting untuk dilakukan.


 3. Jangan berpikir bahwa pembahasa tentang menstruasi ini bisa dibicarakan satu kali saja, tetapi lakukan berulang kali secara bertahap.


 4. Bersikap positif karena isu tentang menstruasi bisa menjadi hal yang sensitif buat anak perempuan


5. Lebih baik banyak berdiskusi dan mendengarkan, daripada langsung menceramahi anak


6. Jelaskan secara kongkrit dengan gambar dan benda yang digunakan, contohnya penggunaan pembalut saat menstruasi


7. Jelaskan pula kepada anak laki-laki, supaya mereka dapat menghormati perempuan yang sedang menstruasi dan tidak melakukan bullying pada perempuan saat menstruasi.



Sehat dan bersih dengan Rangkaian Produk Betadine


Betadine Feminine Care
Betadine Feminine Care


Mundipharma Indonesia berkomitmen memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia, terutama perempuan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaannya. Sejak tahun 2017 Mundipharma Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan POGI menyelenggarakan program edukasi mengenai kebersihan menstruasi, serta membagikan Buku Saku ‘Sehat dan Bersih Saat Menstruasi’ kepada lebih dari 1,000,000 perempuan Indonesia. 


Melalui kegiatan edukasi tersebut, harapannya perempuan Indonesia paham mengenai cara menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan sedini mungkin, serta bisa beraktivitas dengan nyaman selama menstruasi.


Mundipharma Indonesia melalui Betadine Feminine Care melakukan kampanye edukatif #YangIdeal untuk mengajak perempuan Indonesia mengetahui dan mengerti cara yang ideal dan tepat menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, salah satunya dengan menggunakan pembersih khusus area kewanitaan yang ideal dan sesuai untuk kebutuhan sehari–hari, saat menstruasi, dan saat terjadi infeksi di organ kewanitaan.


Dalam hal ini Betadine Feminine Care menyediakan rangkaian produk area kewanitaan yang lengkap dan berkualitas tinggi.


Betadine Feminine Care merupakan rangkaian lengkap untuk mendukung kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, mulai dari sehari–hari, menstruasi dan juga infeksi area kewanitaan. 


Untuk sehari–hari, Betadine Feminine Wash dilengkapi dengan Prebiotik yang merupakan makanan dari bakteri baik dan memberikan perlindungan alami sehari–hari. 


Untuk infeksi di area kewanitaan, Betadine Feminine Hygiene dengan Povidone–Iodine yang memiliki spektrum luas dan terbukti mengatasi keputihan berlebih, gatal, bau tak sedap dan iritasi ringan yang kerap terjadi saat menstruasi. 


Ada juga tisu basah pembersih kewanitaan dengan prebiotik yang 100% biodegradable atau flushable


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan area kewanitaan dengan serangkaian produk Betadine. Semua produk Betadine ini bisa didapatkan di marketplace ini  https://shopee.co.id/betadineofficial atau https://www.tokopedia.com/betadineofficial?source=universe&st=product.


Jangan anggap tabu bicara tentang menstruasi, oleh karena itu edukasi dan pemahaman pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan saat menstruasi pada perempuan bisa terus ditingkatkan. Yuk, praktikkan manajemen kesehatan menstruasi!



Salam,