Showing posts with label My Story. Show all posts
Showing posts with label My Story. Show all posts

Moment Terindah saat Hari Kelahiran, Mengharukan dan Melangitkan Harapan

Birthday cake from my husband
Birhday Cake, via dokumentasi pribadi

Semalam suamiku membangunkan tepat di jam Cinderella, kirain ada apa. Ternyata dia udah menghias ruangan sebelah kamar sama dekorasi birthday party. It's a special gift for me. So sweet banget, deh.

Bersyukur mendapatkan kado dan moment terindah dari seorang suami untuk istrinya. Mengharukan sekaligus membuat saya melangitkan berbagai harapan saat ini.

Semenjak menikah, selalu saja ada hal yang jadi kejutan saat saya millad. Pernah suami seharian enggak nyapa, kirain lagi marah sama istrinya, tahunya ngajak ke pizza hut dan kasih surprise, pernah juga malam kebangun sama lagu selamat ulang tahun terus tahunya ada sepasang sepatu cantik buat saya. Terharu deh jadinya.

Kali ini suami buat birthday cake made, padahal kemarin sibuk sama 7 lusin orderan donat. Masyaallah ...

Saya sendiri hari ini lupa kalau sekarang tanggal 19 April alias hari kelahiran saya, karena beberapa hari ini disibukkan sama orderan donat #jajananpapimartin, sebuah bisnis kuliner terbaru yang dibuat langsung sama suamiku.

Saya support doa dan ikut bantuin dikit-dikit aja, soalnya jujur aja bikin donat pun baru pertama kali, tipe perempuan yang kurang bisa masak, apalagi bikin kue.

Dulu  pas zaman masih gadis, suka, sih, bantu mama bagian nyetak kue aja. Padahal kue buatan mama pada enak, saya enggak tahu resepnya, tiap tahun tahunya makan aja.

Jadi kata suamiku, kue ultahnya memang dibikin sendiri sama dia. Pantesan aja siang tadi dia pergi agak lama, selain bikin pesanan donat, dia juga nyiapin ini buat saya.

Saya aja belum pernah bikin birthday cake, dia bilang ini perdana bikin kue dan hasilnya bagus, suka deh. Rasanya juga enak. Creamnya berasa banget, seger sama potongan buah kiwi, jeruk, dan anggur.

Memang suami dulu lama kerja di Cafe, pernah pas awal-awal kerja bikin garnish kue, jadi tahu aja cara menghias kue jadi cantik.

Sebenarnya bukan cuman kue aja yang dihias, dekorasi rumah pun dia yang ngerjain. Dia bilang pas kerja di Cafe suka ngedekor ruangan buat  wedding dan birthday party. Suamiku dulu pernah punya  team WO sendiri, sih memang.

Jadi kalau soal masak yang enak atau bikin kue, jujur aja saya kalah jauh dari suami. Masak buat keluarga sih saya lakukan tiap hari, cuman seringnya menu yang simpel dan mudah aja.

Saya enggak pernah rayain millad atau hari kelahiran sebelumnya, hanya reminder atau perenungan juga moment perbaikan diri.

Masih banyak hal yang ingin saya perbaiki, terutama dalam pengasuhan anak, pengennya bisa lebih baik lagi sebagai seorang ibu dan istri.

Dulu saya juga pernah berjualan online dengan jualan daster dan batik, pernah juga jadi leader suatu kosmetik, tapi enggak bertahan lama karena ternyata passion saya di bidang menulis.

Sebelum kenal dunia blogger  yang saya garap serius selama setahun ini, dulunya saya senang menulis artikel dan mengirimkan ke berbagai media online. Dari Idn Times, Kompasiana, Estrilook juga Takaitu.  Menulis adalah salah satu pilihan yang membuat saya memaknai hidup lebih baik dari sebelumnya.


Baca juga : Ketika harus memilih, Inilah 10 Pilihan yang mengubah hidupku


Rasanya senang bisa berbagi lewat tulisan dan dibaca banyak orang saat artikel saya publish di media. Berharap bisa menebarkan manfaat lewat jalan yang saya sukai, yaitu menulis.

Suami memang pernah mencoba berbagai bisnis juga selama Kami menikah. Pernah coba bisnis travel dan sewa kendaraan roda empat juga. Hanya saja bisnis ini enggak bertahan lama.

Berbekal rasa sukanya mengolah nakanan dan melihat peluang di dunia kuliner, suami pun merintis bisnis #jajananpapimartin dengan berbagai produk kuliner.


Donat aneka rasa
Aneka donat mix, rasa coklat, kacang dan strawberry,
via dokumentasi pribadi


Donat special request
Donat special request, cantik dan penuh warna,
via dokumentasi pribadi

Ada donat aneka rasa, baso aci, birthday cake, aneka kue lebaran, seperti kue keju, putri salju, juga lidah kucing, puding srikaya, dan minuman segar seperti Thai Tea juga lainnya. Semua sudah tersedia di Gofood, Jajanan Papi Martin, sudah open order untuk wilayah Bandung dan sekitarnya.

Tertarik juga dengan beberapa couplepreuner yang sama-sama berbisnis dan bisa sukses barengan.  Begitu pula sama kami, suami yang membuat produknya, saya membantu promosi secara online. Harapannya bisa bersinergi, tak hanya di kehidupan rumah tangga, tetapi  juga dalam berbisnis.

Semoga dengan merintis bisnis kuliner di #jajananpapimartin ini bisa menjadi berkah buat keluarga Kami dan harapan mengunjungi tanah suci semakin dekat. Aamiin ...



Salam,






Tentang Kamu, Lirik Lagu Bunga Citra Lestari dan Jodoh pilihan-Nya (The Story of My Life)

Tentang Kamu, Lirik lagi BCL and The Story of My Life
Pic by Pinterest, edit by Snapseed

Mendengar berita duka beberapa hari yang lalu tentang kematian Ashraf Sinclair, banyak sekali dukungan terhadap Bunga Citra Lestari dan putra mereka Noah Sinclair. Ternyata kematian itu tak mengenal usia, jika waktunya tiba tak ada siapa pun yang  mempu menolaknya.

Sebuah lagu berjudul Tentang Kamu yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari menjadi salah satu lagu favorit saya. Saya doakan BCL diberi kekuatan dan keiikhlasan menerima ketentuan-Nya. Inilah lirik lagu Tentang Kamu yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari.

Lirik Lagu Tentang Kamu (BCL)

Ku tak bisa menebak
Ku tak bisa membaca
Tentang kamu
Tentang kamu

Kau buat kubertanya
S'lalu dalam hatiku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
Bila akhirnya kucinta kau
Dari kekuranganmu
Hingga lebihmu

Bagaimana
Bila semua benar terjadi
Mungkin inilah
Yang terindah

Begitu banyak bintang
Seperti pertanyaanku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
Bila akhirnya kucinta kau
Dari kekuranganmu
Hingga lebihmu

Bagaimana
Bila semua benar terjadi
Mungkin inilah
Yang terindah

***

Lirik Lagu Tentang Kamu yang dinyanyikan BCL adalah salah satu favorit saya, suara lembut Bunga Citra Lestari adalah salah satu hal yang membuat lagu tersebut begitu menyentuh hati saya.

Saya jadi terkenang dan ingin menuliskan "Tentang Kamu" versi saya tentunya. Lika-liku perjalanan menemukan dia, yang kini menjadi pendamping hidup saya.

***

Tentang kamu, jodoh pilihan-Nya... 
(The story of my life)


Waktu terus bergulir, hari demi hari terlewati hingga tak terasa usiaku hampir menginjak kepala tiga. Dua tahun kedepan usiaku genap kepala tiga. 

Rasanya sudah teramat sering pertanyaan dilayangkan padaku mengenai kapan menikah dan siapa yang menjadi calonnya. Aku tak bisa menjawab dengan pasti hanya senyum dan entah sudah berapa kali jawabanku hanya sebatas kalimat  meminta doa  setiap kali pertanyaan itu dilayangkan padaku.

Bukannya tidak ada kesempatan untuk aku menuju ke pelaminan hanya saja mungkin belum saja berjodoh dengan yang telah lalu. Sempat hati ini condong pada seseorang yang sepertinya akan berjodoh denganku. Orang tua kami berdua sudah memberikan persetujuannya, namun aku sendiri menyangsikan niat juga keseriusannya.

Dia hanya datang dan pergi begitu saja. Penantianku selama lebih dari 6 tahun lamanya terjawab sudah ketika dia sudah bertunangan dengan yang lain. Orang tuaku juga tak menyangka akan seperti ini akhirnya. Namun aku harus melanjutkan hidup, mengikhlaskan semuanya karena aku yakin takdir-Nya lebih baik dari yang aku harapkan.

Selang beberapa lama setelah wisuda keduaku, dari gelar ahli madya menjadi sarjana. Aku mendapatkan pekerjaan baru karena saat aku melanjutkan kuliah aku memilih fokus di kuliah saja, karena banyak rekan yang lain bekerja sambil melanjutkan kuliah.

Aku diterima bekerja sebagai asisten dosen di salah satu Stikes di Bandung. Alhamdulillah amanah baru lagi untukku. Aku tak ingin melihat lagi ke belakang karena aku sudah belajar menerima dan mengikhlaskan semua yang terjadi di hidupku ini.

Tak pernah kuduga dan kusangka, saat aku kembali pulang mengajar di Stikes ibuku mengatakan bahwa seseorang tengah melamarku. Tepatnya ibu dari salah seorang tetanggaku melamar diriku. Kaget sekali aku mendapatkan kabar ini.

Dia yang dulunya kakak kelasku ketika SD dan rumahnya hanya berselang beberapa rumah dari rumahku datang untuk memintaku menjadi pendamping hidupnya. Mungkin inilah jawaban semua pertanyaanku selama ini tentang siapa jodohku. Dia datang disaat yang tak diduga.  

Kadang aku tak habis pikir bagaimana Allah SWT menjalankan skenario-Nya dalam hidupku ini. Alhamdulillah penantianku selama ini telah terjawab.

Ternyata dia itu kamu yang rumahnya dekat denganku, yang saat masih SD gak pernah bertegur sapa, waktu SMP, kuliah bahkan saat sudah bekerja tak pernah bertemu, ya, kalau ketemu juga pas hari raya seusai salat ied.  

Jodoh kadang tidak diduga kapan dan di mana datangnya. Ada istilah kalau jodoh pasti bertamu (eh, bertemu ...) seperti kata Afgan.

Ternyata benar ya ungkapan yang menyatakan jodoh itu dekat.  Sedekat tetangga sendiri, hanya terpisahkan beberapa rumah dan masih satu Rukun Tetangga. Dialah jodoh pilihan-Nya, dipilihkan melalui skenario yang tak terduga.

Benar adanya bahwa ada ungkapan "Tidak ada pernikahan cinderella," tidak mungkin kehidupan pernikahan terus bahagia untuk selamanya, karena semua itu hanyalah ada di dunia dongeng bukan dunia nyata.

Awal pernikahan yang indah dan bulan madu yang manis pun hanya tinggal kenangan. Hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun berganti tahun pun telah dilewati bersama.

Rasa yang ada dulu menggebu, mungkin bisa saja terkikis seiring berjalannya sang waktu. Jika bukan memegang teguh komitmen, telah banyak yang mengalami kegagalan dalam pernikahan dengan dalih adanya ketidakcocokan. 

Manusia terkadang punya banyak harapan juga keinginan namun semua itu terbentur dengan suatu realita. Begitu juga dengan kehidupan. Terkadang apa yang kita harapkan belum tentu jadi kenyataan.

Ada kalanya setelah menikah banyak sekali hal-hal yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan terhadap pasangan, mungkin begitu pula dengan diri pasangan terhadap kita.

Perbedaan yang ada bisa menjadi boomerang saat salah
satu pasangan memendam semua perasaannya tanpa mampu berkomunikasi dengan baik. Pasangan perlu tahu bagaimana cara mengatasi konflik dalam sebuah hubungan.

Baca juga: Cara Mengatasi Konflik dengan Pasangan


Namun, semua itu bisa diatasi jika kedua belah pihak mampu membuka telinga juga mata hati untuk bisa sama-sama mencari solusi untuk kebaikan bersama.

Seiring perjalanan dalam pernikahan, saat kita melangkah dan dirasakan ada kerikil tajam menghalangi perjalanan, bukannya alas kaki yang diganti tapi kerikilnya yang perlu dibuang.

Tak perlu berpikir mencari pengganti pasangan baru yang dirasa bisa lebih baik, namun mencari solusi atas permasalahan yang mendera.

Saat dihadapkan dengan kenyataan, harapan yang dulu dibayangkan sebelum menikah sirnalah sudah. Berharap pasangan mampu berubah menjadi lebih baik tak jua menjadi kenyataan.

Hiduplah suami istri bak orang asing yang tinggal dalam satu atap bersama.

Dimanakah keharmonisan itu?

Pertanyaannya yang mengganjal dikalbu namun tak jua didapat jawabannya.

Hidup berumah tangga itu adalah tentang prasangka baik dan positif, penerimaan, ketulusan juga keluasan maaf diantara kedua pasangan.

Ingatlah saat menikah, ada ikatan suci dihadapan-Nya. Ingatlah saat menikah banyak orang yang kita undang untuk mendoakan kehidupan pernikahan kita. Komitmen itulah yang seharusnya dijaga.

Disatu sisi, saat memutuskan untuk mundur berarti kita menyerah, jangan sampai mengabaikan doa orang-orang yang mendoakan kita sewaktu menikah dulu. 

Saat memilih ingin mencari pasangan lain selain pasangan yang sah, ingatlah diluaran sana banyak yang masih single berdoa terus menerus meminta diberikan pasangan hidup. Hargai dan bersyukurlah engkau telah diberikan pasangan hidup. 

Untuk yang telah memiliki buah hati, ingatlah mereka membutuhkan ayah juga ibunya. Selama masih punya Allah SWT, mintalah pada-Nya agar membukakan dan melembutkan hati pasanganmu sehingga marriage goals, yaitu sakinah, mawaddah juga rahmah dapat direalisasikan.

Meski dalam berumah tangga, harapan vs kenyataan terkadang tidak sejalan, ingatlah bahwa hidup itu adalah tentang penerimaan, takdir, juga tentang kuasa-Nya mempersatukan dua insan dalam mahligai pernikahan.

Menikahlah dengan seseorang yang bersedia melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik.

Menikah itu berproses dan proses penyesuaiannya butuh waktu dan pembelajaran. Saling mengenal untuk bisa saling memahami dan melengkapi satu sama lainnya.

Bahagiakanlah pasanganmu sebelum engkau menyesal karena hidup tak selamanya. Saat ia tiada, takkan berguna semua kata dan rasa yang kau miliki untuknya. (Catatan Leannie)


Salam,