Showing posts with label My Story. Show all posts
Showing posts with label My Story. Show all posts

Menjadi Blogger dan Memilih Catatan Leannie sebagai Nama Blog

 

Blogger, Catatan Leannie
 Catatan Leannie, 
via freepik dan canva


Saya memutuskan menjadi blogger dengan membuat personal blog di tahun 2017 dan mengubahnya menjadi Top Level Domain di tahun 2018. Ada alasan khusus mengapa saya memilih Catatan Leannie sebagai nama blog, soalnya ada history tersendiri bagi saya.


Menemukan passion menulis telah mengubah hidup saya menjadi lebih berarti. Saya yang dulunya fokus bekerja di laboratorium klinik sebagai Ahli Tenaga Laboratorium Medik , lalu melanjutkan kuliah dan sempat menjadi asisten dosen di salah satu stikes swasta di Bandung kemudian menikah. Akhirnya setelah punya anak, saya memutuskan full time di rumah saja.



Perjalanan menjadi Blogger


Perjalanan menjadi blogger,
via freepik.com/@rawpixel.com


Sebelum ngeblog, saya lebih dahulu jadi penulis artikel di beberapa media online di tahun 2017. Sebenarnya awal mula saya menulis karena saya senang menulis puisi dan ingin membuat sebuah novel. 


Saya sempat mengikuti berbagai lomba menulis puisi, alhamdulillah ada beberapa antologi puisi yang dibukukan. Buku antologi pertama saya juga berupa kumpulan puisi. Ada buku antologi cerita anak teenlit, dan antologi lainnya. 


Masih di tahun 2017, saya juga sempat ikut pelatihan menulis novel juga. Dulu ingetnya ada pelatihan menulis novel bareng sama novelis favorit saya, Asma Nadia.


Saya juga saat itu senang belajar hal baru, melihat seorang penulis yang hampir tiap hari share artikelnya, saya juga kepikiran pengen juga nulis artikel. Sempat waprian juga dengan dia, nanya bagaimana caranya nulis di media online


Saya memang belajar otodidak tentang bagaimana cara menulis artikel yang baik, akhirnya saya juga ikutan mengirim artikel ke media online dan senang banget ketika tulisan saya diterbitkan. Konsisten menulis artikel membuat saya pernah menjadi mentor kelas menulis artikel bersama salah satu komunitas nulis selama beberapa batch.


Saat menulis artikel ke media online, saya harus menunggu dan melewati proses approval dulu agar tulisan saya diterbitkan. Saya jadi mikir kenapa nggak saya nulis di blog ya? Kan, tulisannya bisa langsung publish, engga perlu nunggu juga buat diterbitkan. 


Saat itu saya masih blank  tentang cara bikin blog. Saya cari tahu sendiri dengan browsing. Akhirnya bikinlah blog sendiri secara otodidak. Meski  saya senang ikutan training menulis, saat itu saya nyobain bikin blog sendiri meski masih blog gratisan di blogspot.



Makna Nama Blog Catatan Leannie


Makna Catatan Leannie
Catatan Leannie,
Ilustrasi by Muyassaroh

Saat saya mau membuat blog, saya memikirkan apa nama alamat url blog  dan nama blog saya. Memilih nama itu penting untuk personal branding . Saya memilih nama lengkap saya sebagai alamat url blog dan Catatan Leannie sebagai nama blog saya. Akhirnya medsos Instagram dan Twitter pun saya bikin dengan nama yang sama.


Leannie sebenarnya nama pena saya saat menulis fiksi dulu. Sekarang udah fokus ngeblog aja, karena genre tulisan saya lebih ke non fiksi. Agak sulit untuk menulis fiksi dan nonfiksi bersamaan karena agak susah mengatur waktunya. 


Nama pena saya adalah Leannie Azalea. Diambil dari singkatan nama saya. Lia Yuliani, saya singkat jadi Leannie sebagai nama pena. Sedangkan Azalea diambil dari nama bunga. Jadi kalau nulis tentang fiksi, saya sering menuliskan nama Leannie Azalea sebagai nama pena.


Catatan Leannie, tadinya blog ini berisi catatan harian saya, berisi catatan hati alias curhatan saya awalnya. Saya juga sempat ingin bikin niche blog khusus travel, tetapi jadi lifestyle blog karena saya menulis banyak hal di blog ini. 


Akhirnya di tahun 2020, saya membuat blog kedua tentang food dan travel.  Saya juga kenal temen blogger yaitu Mba Ugiek Madyo, Lifestyle blogger Surabaya yang sering menulis tentang kuliner Surabaya. Pengen juga sih suatu hari nanti saya ngunjungin ibu kota Jawa Timur ini.


Ngeblog dan berkah menulis


Menulis di blog membawa berkah
Ngeblog dan berkah menulis,
via freepik.com/rawpixel.com


Berkomunitas dan punya relasi itu penting, karena saya juga bisa banyak belajar dari sana. Sebagai pemula, awal ngeblog sampai sekarang pun masih belajar buat menaikkan performa blog.  


Bagi saya yang masih mengusahakan konsisten menulis di tahun keempat ini, saya merasakan banyak berkah menulis. Alhamdulillah. Menulis tidak hanya sekadar sharing, menulis juga banyak manfaatnya bagi saya. 


Menulis bisa jadi terapi buat saya. Merilis emosi alias buang sampah emosi bisa lewat tulisan. Betapa leganya saat menuliskan hal yang belum bisa saya ungkapkan secara langsung. Curhat dengan orang lain juga kadang nggak bikin lega, yang ada malah nambah masalah. Apalagi kalau orangnya kurang amanah.


Meski begitu, saya juga membatasi mana hal yang bisa saya share atau cukup saya simpan sendiri tanpa saya tulis di blog karena saya juga punya privasi tersendiri. Saya yakin setiap orang pasti punya masalah sendiri. Namun, mungkin mereka pandai menyimpannya tanpa perlu diketahui orang lain. 


Berpenghasilan dari menulis adalah salah satu bonus bagi saya. Alhamdulillah bisa sedikit bantu suami dengan menjalani passion menulis.  Alhamdulillah merasakan berkah dari ngeblog. Sering dapat tawaran kerja sama dari beberapa komunitas blogger atau tawaran langsung via email serta DM Instagram. 


Pekerjaan yang membahagiakan adalah hobi yang dibayar. Bisa happy ketika ketemu temen blogger di acara offline. Saling support dan sudah seperti keluarga. Saya seringnya ketemuan dengan rekan Blogger Bandung. Alhamdulillah ketemu ama rekan Blogger yang baik. Rezeki juga buat saya dan ini juga salah satu berkah menulis di blog.


Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. (Pramoedya Ananta Toer)


Sebuah quote favorit saya dari penulis keren, Pramoedya Ananta Toer. Semoga saya bisa konsisten menulis, menjalani passion saya dengan terus menulis di blog. Entah apa jadinya saya tanpa kenal dunia blogging, mungkin saya bakal mudah bosan dengan rutinitas harian sebagai ibu rumah tangga.


Senang rasanya bisa sharing kembali di blog ini dengan menuliskan kisah saya. Meski awalnya niat saya menulis ingin menulis novel dan belum kesampaian sampai sekarang. Saya cukup bahagia dan merasakan berkah menulis dengan aktivitas saya sebagai blogger.


Itulah alasan saya memilih nama Catatan Leannie sebagai nama blog saya. Buat Sahabat yang sudah menemukan passionnya, semoga tetap semangat buat mengembangkan diri. Insyaallah, Kita semua bisa menampilkan versi terbaik diri sendiri. Tetap semangat, ya, Sahabat Catatan Leannie!



Salam,




Circle Pertemanan Berkurang setelah Dewasa, ini Penyebabnya!

Penyebab pertemanan berkurang
Penyebab circle pertemanan berkurang saat dewasa, via Pexels dan Canva

Pernah nggak merasa kalau semakin dewasa circle pertemanan berkurang? Apa ya penyebabnya? Ke mana para Bestie yang dulu sering jalan bareng, belanja bareng, temen curhat semasa sekolah, kuliah atau kerja? Jumlah teman yang masih terhubung hingga kini bisa dihitung dengan jari. 


Jumlahnya teman semakin berkurang seiiring usia bertambah, mungkin ada beberapa orang atau bahkan hanya satu atau dua orang saja yang masih rutin bertanya kabar atau bahkan ketemu langsung.


Saya jadi merasa kalau mencari sahabat yang satu frekuensi ini lumayan susah buat saya. Faktor lingkungan atau usia juga berpengaruh. Mungkin dulu zaman masih sekolah atau kuliah, Kita terbiasa ketemu bareng di kelas saat belajar, jadi sering ngobrol bareng bahkan jalan bareng. Sekarang nggak seperti dulu pastinya.

 


Penyebab Circle Pertemanan Berkurang saat Dewasa 


Simak, yuk, kira-kira apa saja yang menjadi penyebab circle pertemanan berkurang saat dewasa!


1. Menghindari toxic people

Toxic people, orang yang secara tidak sadar membuat orang lain tidak nyaman dengan ucapannya maupun tingkah lakunya. Semakin Kita dewasa, semakin bisa memilah mana yang cocok dijadikan teman atau Sahabat.


Ternyata pada kenyataannya, engga banyak orang yang bisa saling ngertiin, tanpa julid, bahkan ada yang menusuk dari belakang dengan menyebarkan aib atau kekurangan orang lain. Ya sudah. Bye !


Sebaiknya jangan mudah percaya orang yang baru kenal, apalagi menemukan orang yang sepertinya kepo  atau senang mengorek kehidupan pribadi orang lain. Saya pikir sebagai seorang perempuan, Kita bisa saling support. Nyatanya banyak ucapan yang bikin orang lain insecure


Merasa diri sendiri lebih baik kemudian memandang orang lain tidak lebih baik darinya juga termasuk type orang toxic. Membandingkan dirinya, anak, pekerjaan suami atau bahkan masalah anak sekolah di mana pun dibesar-besarkan pula.


Mau disekolahkan di sekolah swasta favorit sekalipun, perlu dibimbing lagi oleh orang tua di rumah. Masalah anak les atau nggak pun dibahas terus, duh padahal ya, apa sih yang perlu dibanggakan dengan memandang remeh orang lain?


Jika orang tuanya mampu menyekolahkan di sekolah swasta atau sekolah islam terpadu, ya silakan saja. Itu kan hak orang tua. Mau sekolah di negeri pun, pasti orang tua punya pertimbangan tersendiri.

 

Mungkin faktor zonasi biar dekat dengan lokasi sekolah selain pertimbangan biaya, karena tak semua orang mampu secara materi menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Kondisi tiap orang kan berbeda, tidak bisa menyamakan sepatu yang dipakai dengan sepatu orang lain.


Banyak hal yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan seperti memperdebatkan full time mom vs working mom, anak disusui asi ekslusif atau diberi tambahan susu formula, memberi makan MPasi alami dengan Mpasi instan, anak melahirkan normal atau caesar. Duh, berat, ya jadi perempuan dikit-dikit dibanding-bandingkan. Itulah kenapa perempuan rentan kena stress bahkan depresi.


Menjauhi toxic people adalah salah satu penyebab jumlah teman semakin berkurang, karena kita bisa menyaring siapa saja yang satu frekuensi, tanpa julid, dan tanpa merasa superior dengan membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.


2. Faktor menikah

Menikah, tentu saja membuat hubungan pertemanan tidak intens seperti dulu. Nggak bisa bebas jalan-jalan, ngobrol engga kenal waktu. No ... Nggak bisa, setelah menikah punya kewajiban sendiri. 


Setelah menikah, ada anak atau pasangan yang perlu diperhatikan makannya, diurus keperluannya, perlu dibimbing juga belajar di sekolahnya atau ngajinya udah sampai mana. 


Mau nggak mau, menikah memang tidak sebebas dulu waktu masih single, dan kalau pun bertamu ke teman yang udah menikah juga harus tahu batasan. Jangan kebablasan dan harus ingat waktu.


3. Terpisahkan jarak

Bestie yang dulu dekat ke mana ya? Oh, ternyata dia pindah setelah menikah, ikut dengan suaminya atau bekerja di luar kota. Otomatis nggak bisa seperti dulu lagi karena jarak memisahkan. 


Meski bisa terhubung via media sosial tapi kenyataannya tidak sama saat tinggal di daerah yang sama. Kadang yang tinggal satu kota saja agak susah diajak ketemuan, apalagi yang terpisahkan jarak atau tinggal di luar kota.


4. Sudah tidak satu pemikiran lagi

Waktu membuat orang lain berubah, ada teman yang dulunya dekat tetapi setelah sekali dua kali ngobrol, loh kok engga nyaman ya. Rasanya sudah berubah, sudah tidak satu pemikiran lagi. 


Sesekali ngobrol, teman saya mengucapkan selamat karena saya udah bikin buku antologi terbaru. Alhamdulillah dapat respon positif, tapi saat dia bilang minta buku saya untuk dikirimkan gratis, saya jadi mikir lagi.


Ini temen support secara tulus engga sih, bukannya mengapresiasi dengan membeli buku tapi malah minta gratis buku plus ongkir pula. Jangan, ya, Sahabat Catatan Leannie. Jangan minta barang jualan secara gratis karena merasa berteman.


Menulis itu engga mudah, loh. Perlu meluangkan waktu, berpikir, mencari ide, eksekusinya juga kadang mencari celah waktu di sela kesibukan atau aktivitas sehari-hari. 


Jika memang menghargai teman, ya belilah dagangannya. Jika tidak berminat lebih baik tidak perlu beli. Nggak perlu juga nyinyir, bilang mahal atau apalah yang bisa menyinggung temanmu. 


Siapa tahu memang dia lagi usaha buat memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Attitude is numero uno. Utamakan adab ya, meski dengan teman atau sahabat dekat sekali pun.


5. Sahabatmu sekarang adalah yang bener-bener mengerti dirimu

Akhirnya yang tersisa dari circle pertemananmu saat dewasa adalah sosok yang paling mengerti dirimu. Waktu akan menunjukkan siapa saja yang bisa terus bertahan di sisimu sebagai sahabat sejati atau bahasa kerennya, Bestiemu


Setelah saling mengenal beberapa waktu, Kamu bisa menemukan siapa saja yang layak jadi tempat curhatmu. Bercerita dengannya bikin hatimu lega. Lega tanpa merasa dijudge macam-macam. 


Dia yang dengan setia mendengar ceritamu. Tanpa penghakiman tapi bisa memberi saran terbaik bagaimana harus bersikap. Ya, saya rasa memang hanya menemukan beberapa orang saja yang bisa menjadi sahabat sejati. 


Ada teman yang masih dekat sejak zaman SMU, kuliah dan ada juga yang jadi deket saat nganter anak alias jadi macan ternak waktu di TK.  Bahkan ada Bestie yang kini jadi ipar, dari zaman SMU, kuliah, PKL barengan. Sekarang tetap dekat karena ternyata adik-adik Kita berjodoh dan menjadi pasangan suami istri, pasangan sejiwa. Senangnya. 


Teman-teman Blogger juga bisa dikatakan satu frekuensi karena punya ketertarikan yang sama, yaitu menulis dan alhamdulillah dipertemukan dengan Blogger yang baik dan bisa saling support satu sama lain. Sahabat sejati itu ada, meski jumlahnya sedikit dan bisa dihitung dengan jari.


Sahabat adalah teman terbaikmu yang tidak hanya ada saat Kamu ada di titik tertinggi hidupmu. Dia bahkan mendampingi saat Kamu berasa di titik terendah sekalipun. Ya, dia adalah Sahabat sejatimu. Pertahankan dan bersyukurlah, Tuhan kirimkan mereka yang berhati baik menjadi Sahabatmu.


Tak perlu bersedih karena kini circle pertemananmu berkurang saat dewasa. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Bertemu orang yang pernah menyakiti hatimu, tak perlu terlalu dikenang rasa sakitnya. Jangan sampai menjadi orang yang sama seperti dia. Itu lesson learningnya.


Begitulah seni menjalani kehidupan. Saya salut kadang sama yang punya bakat seni, seperti seni gambar, apalagi bisa bikin doodle , rasanya keren aja. Pengen deh belajar bikin doodle juga. 


Sekarang udah paham, dong, ya apa penyebab circle pertemanan berkurang saat dewasa. Gimana nih dengan Sahabat Catatan Leannie, apakah merasakan hal yang sama dengan saya? Sharing juga dong menurut kalian, apalagi nih alasan lingkar pertemanan mengecil seiiring bertambahnya usia? 



Salam,




Moment Terindah saat Hari Kelahiran, Mengharukan dan Melangitkan Harapan

Birthday cake from my husband
Birhday Cake, via dokumentasi pribadi

Semalam suamiku membangunkan tepat di jam Cinderella, kirain ada apa. Ternyata dia udah menghias ruangan sebelah kamar sama dekorasi birthday party. It's a special gift for me. So sweet banget, deh.

Bersyukur mendapatkan kado dan moment terindah dari seorang suami untuk istrinya. Mengharukan sekaligus membuat saya melangitkan berbagai harapan saat ini.

Semenjak menikah, selalu saja ada hal yang jadi kejutan saat saya millad. Pernah suami seharian enggak nyapa, kirain lagi marah sama istrinya, tahunya ngajak ke pizza hut dan kasih surprise, pernah juga malam kebangun sama lagu selamat ulang tahun terus tahunya ada sepasang sepatu cantik buat saya. Terharu deh jadinya.

Kali ini suami buat birthday cake made, padahal kemarin sibuk sama 7 lusin orderan donat. Masyaallah ...

Saya sendiri hari ini lupa kalau sekarang tanggal 19 April alias hari kelahiran saya, karena beberapa hari ini disibukkan sama orderan donat #jajananpapimartin, sebuah bisnis kuliner terbaru yang dibuat langsung sama suamiku.

Saya support doa dan ikut bantuin dikit-dikit aja, soalnya jujur aja bikin donat pun baru pertama kali, tipe perempuan yang kurang bisa masak, apalagi bikin kue.

Dulu  pas zaman masih gadis, suka, sih, bantu mama bagian nyetak kue aja. Padahal kue buatan mama pada enak, saya enggak tahu resepnya, tiap tahun tahunya makan aja.

Jadi kata suamiku, kue ultahnya memang dibikin sendiri sama dia. Pantesan aja siang tadi dia pergi agak lama, selain bikin pesanan donat, dia juga nyiapin ini buat saya.

Saya aja belum pernah bikin birthday cake, dia bilang ini perdana bikin kue dan hasilnya bagus, suka deh. Rasanya juga enak. Creamnya berasa banget, seger sama potongan buah kiwi, jeruk, dan anggur.

Memang suami dulu lama kerja di Cafe, pernah pas awal-awal kerja bikin garnish kue, jadi tahu aja cara menghias kue jadi cantik.

Sebenarnya bukan cuman kue aja yang dihias, dekorasi rumah pun dia yang ngerjain. Dia bilang pas kerja di Cafe suka ngedekor ruangan buat  wedding dan birthday party. Suamiku dulu pernah punya  team WO sendiri, sih memang.

Jadi kalau soal masak yang enak atau bikin kue, jujur aja saya kalah jauh dari suami. Masak buat keluarga sih saya lakukan tiap hari, cuman seringnya menu yang simpel dan mudah aja.

Saya enggak pernah rayain millad atau hari kelahiran sebelumnya, hanya reminder atau perenungan juga moment perbaikan diri.

Masih banyak hal yang ingin saya perbaiki, terutama dalam pengasuhan anak, pengennya bisa lebih baik lagi sebagai seorang ibu dan istri.

Dulu saya juga pernah berjualan online dengan jualan daster dan batik, pernah juga jadi leader suatu kosmetik, tapi enggak bertahan lama karena ternyata passion saya di bidang menulis.

Sebelum kenal dunia blogger  yang saya garap serius selama setahun ini, dulunya saya senang menulis artikel dan mengirimkan ke berbagai media online. Dari Idn Times, Kompasiana, Estrilook juga Takaitu.  Menulis adalah salah satu pilihan yang membuat saya memaknai hidup lebih baik dari sebelumnya.


Baca juga : Ketika harus memilih, Inilah 10 Pilihan yang mengubah hidupku


Rasanya senang bisa berbagi lewat tulisan dan dibaca banyak orang saat artikel saya publish di media. Berharap bisa menebarkan manfaat lewat jalan yang saya sukai, yaitu menulis.

Suami memang pernah mencoba berbagai bisnis juga selama Kami menikah. Pernah coba bisnis travel dan sewa kendaraan roda empat juga. Hanya saja bisnis ini enggak bertahan lama.

Berbekal rasa sukanya mengolah nakanan dan melihat peluang di dunia kuliner, suami pun merintis bisnis #jajananpapimartin dengan berbagai produk kuliner.


Donat aneka rasa
Aneka donat mix, rasa coklat, kacang dan strawberry,
via dokumentasi pribadi


Donat special request
Donat special request, cantik dan penuh warna,
via dokumentasi pribadi

Ada donat aneka rasa, baso aci, birthday cake, aneka kue lebaran, seperti kue keju, putri salju, juga lidah kucing, puding srikaya, dan minuman segar seperti Thai Tea juga lainnya. Semua sudah tersedia di Gofood, Jajanan Papi Martin, sudah open order untuk wilayah Bandung dan sekitarnya.

Tertarik juga dengan beberapa couplepreuner yang sama-sama berbisnis dan bisa sukses barengan.  Begitu pula sama kami, suami yang membuat produknya, saya membantu promosi secara online. Harapannya bisa bersinergi, tak hanya di kehidupan rumah tangga, tetapi  juga dalam berbisnis.

Semoga dengan merintis bisnis kuliner di #jajananpapimartin ini bisa menjadi berkah buat keluarga Kami dan harapan mengunjungi tanah suci semakin dekat. Aamiin ...



Salam,






Tentang Kamu, Lirik Lagu Bunga Citra Lestari dan Jodoh pilihan-Nya (The Story of My Life)

Tentang Kamu, Lirik lagi BCL and The Story of My Life
Pic by Pinterest, edit by Snapseed

Mendengar berita duka beberapa hari yang lalu tentang kematian Ashraf Sinclair, banyak sekali dukungan terhadap Bunga Citra Lestari dan putra mereka Noah Sinclair. Ternyata kematian itu tak mengenal usia, jika waktunya tiba tak ada siapa pun yang  mempu menolaknya.

Sebuah lagu berjudul Tentang Kamu yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari menjadi salah satu lagu favorit saya. Saya doakan BCL diberi kekuatan dan keiikhlasan menerima ketentuan-Nya. Inilah lirik lagu Tentang Kamu yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari.

Lirik Lagu Tentang Kamu (BCL)

Ku tak bisa menebak
Ku tak bisa membaca
Tentang kamu
Tentang kamu

Kau buat kubertanya
S'lalu dalam hatiku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
Bila akhirnya kucinta kau
Dari kekuranganmu
Hingga lebihmu

Bagaimana
Bila semua benar terjadi
Mungkin inilah
Yang terindah

Begitu banyak bintang
Seperti pertanyaanku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
Bila akhirnya kucinta kau
Dari kekuranganmu
Hingga lebihmu

Bagaimana
Bila semua benar terjadi
Mungkin inilah
Yang terindah

***

Lirik Lagu Tentang Kamu yang dinyanyikan BCL adalah salah satu favorit saya, suara lembut Bunga Citra Lestari adalah salah satu hal yang membuat lagu tersebut begitu menyentuh hati saya.

Saya jadi terkenang dan ingin menuliskan "Tentang Kamu" versi saya tentunya. Lika-liku perjalanan menemukan dia, yang kini menjadi pendamping hidup saya.

***

Tentang kamu, jodoh pilihan-Nya... 
(The story of my life)


Waktu terus bergulir, hari demi hari terlewati hingga tak terasa usiaku hampir menginjak kepala tiga. Dua tahun kedepan usiaku genap kepala tiga. 

Rasanya sudah teramat sering pertanyaan dilayangkan padaku mengenai kapan menikah dan siapa yang menjadi calonnya. Aku tak bisa menjawab dengan pasti hanya senyum dan entah sudah berapa kali jawabanku hanya sebatas kalimat  meminta doa  setiap kali pertanyaan itu dilayangkan padaku.

Bukannya tidak ada kesempatan untuk aku menuju ke pelaminan hanya saja mungkin belum saja berjodoh dengan yang telah lalu. Sempat hati ini condong pada seseorang yang sepertinya akan berjodoh denganku. Orang tua kami berdua sudah memberikan persetujuannya, namun aku sendiri menyangsikan niat juga keseriusannya.

Dia hanya datang dan pergi begitu saja. Penantianku selama lebih dari 6 tahun lamanya terjawab sudah ketika dia sudah bertunangan dengan yang lain. Orang tuaku juga tak menyangka akan seperti ini akhirnya. Namun aku harus melanjutkan hidup, mengikhlaskan semuanya karena aku yakin takdir-Nya lebih baik dari yang aku harapkan.

Selang beberapa lama setelah wisuda keduaku, dari gelar ahli madya menjadi sarjana. Aku mendapatkan pekerjaan baru karena saat aku melanjutkan kuliah aku memilih fokus di kuliah saja, karena banyak rekan yang lain bekerja sambil melanjutkan kuliah.

Aku diterima bekerja sebagai asisten dosen di salah satu Stikes di Bandung. Alhamdulillah amanah baru lagi untukku. Aku tak ingin melihat lagi ke belakang karena aku sudah belajar menerima dan mengikhlaskan semua yang terjadi di hidupku ini.

Tak pernah kuduga dan kusangka, saat aku kembali pulang mengajar di Stikes ibuku mengatakan bahwa seseorang tengah melamarku. Tepatnya ibu dari salah seorang tetanggaku melamar diriku. Kaget sekali aku mendapatkan kabar ini.

Dia yang dulunya kakak kelasku ketika SD dan rumahnya hanya berselang beberapa rumah dari rumahku datang untuk memintaku menjadi pendamping hidupnya. Mungkin inilah jawaban semua pertanyaanku selama ini tentang siapa jodohku. Dia datang disaat yang tak diduga.  

Kadang aku tak habis pikir bagaimana Allah SWT menjalankan skenario-Nya dalam hidupku ini. Alhamdulillah penantianku selama ini telah terjawab.

Ternyata dia itu kamu yang rumahnya dekat denganku, yang saat masih SD gak pernah bertegur sapa, waktu SMP, kuliah bahkan saat sudah bekerja tak pernah bertemu, ya, kalau ketemu juga pas hari raya seusai salat ied.  

Jodoh kadang tidak diduga kapan dan di mana datangnya. Ada istilah kalau jodoh pasti bertamu (eh, bertemu ...) seperti kata Afgan.

Ternyata benar ya ungkapan yang menyatakan jodoh itu dekat.  Sedekat tetangga sendiri, hanya terpisahkan beberapa rumah dan masih satu Rukun Tetangga. Dialah jodoh pilihan-Nya, dipilihkan melalui skenario yang tak terduga.

Benar adanya bahwa ada ungkapan "Tidak ada pernikahan cinderella," tidak mungkin kehidupan pernikahan terus bahagia untuk selamanya, karena semua itu hanyalah ada di dunia dongeng bukan dunia nyata.

Awal pernikahan yang indah dan bulan madu yang manis pun hanya tinggal kenangan. Hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun berganti tahun pun telah dilewati bersama.

Rasa yang ada dulu menggebu, mungkin bisa saja terkikis seiring berjalannya sang waktu. Jika bukan memegang teguh komitmen, telah banyak yang mengalami kegagalan dalam pernikahan dengan dalih adanya ketidakcocokan. 

Manusia terkadang punya banyak harapan juga keinginan namun semua itu terbentur dengan suatu realita. Begitu juga dengan kehidupan. Terkadang apa yang kita harapkan belum tentu jadi kenyataan.

Ada kalanya setelah menikah banyak sekali hal-hal yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan terhadap pasangan, mungkin begitu pula dengan diri pasangan terhadap kita.

Perbedaan yang ada bisa menjadi boomerang saat salah
satu pasangan memendam semua perasaannya tanpa mampu berkomunikasi dengan baik. Pasangan perlu tahu bagaimana cara mengatasi konflik dalam sebuah hubungan.

Baca juga: Cara Mengatasi Konflik dengan Pasangan


Namun, semua itu bisa diatasi jika kedua belah pihak mampu membuka telinga juga mata hati untuk bisa sama-sama mencari solusi untuk kebaikan bersama.

Seiring perjalanan dalam pernikahan, saat kita melangkah dan dirasakan ada kerikil tajam menghalangi perjalanan, bukannya alas kaki yang diganti tapi kerikilnya yang perlu dibuang.

Tak perlu berpikir mencari pengganti pasangan baru yang dirasa bisa lebih baik, namun mencari solusi atas permasalahan yang mendera.

Saat dihadapkan dengan kenyataan, harapan yang dulu dibayangkan sebelum menikah sirnalah sudah. Berharap pasangan mampu berubah menjadi lebih baik tak jua menjadi kenyataan.

Hiduplah suami istri bak orang asing yang tinggal dalam satu atap bersama.

Dimanakah keharmonisan itu?

Pertanyaannya yang mengganjal dikalbu namun tak jua didapat jawabannya.

Hidup berumah tangga itu adalah tentang prasangka baik dan positif, penerimaan, ketulusan juga keluasan maaf diantara kedua pasangan.

Ingatlah saat menikah, ada ikatan suci dihadapan-Nya. Ingatlah saat menikah banyak orang yang kita undang untuk mendoakan kehidupan pernikahan kita. Komitmen itulah yang seharusnya dijaga.

Disatu sisi, saat memutuskan untuk mundur berarti kita menyerah, jangan sampai mengabaikan doa orang-orang yang mendoakan kita sewaktu menikah dulu. 

Saat memilih ingin mencari pasangan lain selain pasangan yang sah, ingatlah diluaran sana banyak yang masih single berdoa terus menerus meminta diberikan pasangan hidup. Hargai dan bersyukurlah engkau telah diberikan pasangan hidup. 

Untuk yang telah memiliki buah hati, ingatlah mereka membutuhkan ayah juga ibunya. Selama masih punya Allah SWT, mintalah pada-Nya agar membukakan dan melembutkan hati pasanganmu sehingga marriage goals, yaitu sakinah, mawaddah juga rahmah dapat direalisasikan.

Meski dalam berumah tangga, harapan vs kenyataan terkadang tidak sejalan, ingatlah bahwa hidup itu adalah tentang penerimaan, takdir, juga tentang kuasa-Nya mempersatukan dua insan dalam mahligai pernikahan.

Menikahlah dengan seseorang yang bersedia melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik.

Menikah itu berproses dan proses penyesuaiannya butuh waktu dan pembelajaran. Saling mengenal untuk bisa saling memahami dan melengkapi satu sama lainnya.

Bahagiakanlah pasanganmu sebelum engkau menyesal karena hidup tak selamanya. Saat ia tiada, takkan berguna semua kata dan rasa yang kau miliki untuknya. (Catatan Leannie)


Salam,