Showing posts with label relationship. Show all posts
Showing posts with label relationship. Show all posts

Tentang Kamu, Lirik Lagu Bunga Citra Lestari dan Jodoh pilihan-Nya (The Story of My Life)

Tentang Kamu, Lirik lagi BCL and The Story of My Life
Pic by Pinterest, edit by Snapseed

Mendengar berita duka beberapa hari yang lalu tentang kematian Ashraf Sinclair, banyak sekali dukungan terhadap Bunga Citra Lestari dan putra mereka Noah Sinclair. Ternyata kematian itu tak mengenal usia, jika waktunya tiba tak ada siapa pun yang  mempu menolaknya.

Sebuah lagu berjudul Tentang Kamu yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari menjadi salah satu lagu favorit saya. Saya doakan BCL diberi kekuatan dan keiikhlasan menerima ketentuan-Nya. Inilah lirik lagu Tentang Kamu yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari.

Lirik Lagu Tentang Kamu (BCL)

Ku tak bisa menebak
Ku tak bisa membaca
Tentang kamu
Tentang kamu

Kau buat kubertanya
S'lalu dalam hatiku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
Bila akhirnya kucinta kau
Dari kekuranganmu
Hingga lebihmu

Bagaimana
Bila semua benar terjadi
Mungkin inilah
Yang terindah

Begitu banyak bintang
Seperti pertanyaanku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
Bila akhirnya kucinta kau
Dari kekuranganmu
Hingga lebihmu

Bagaimana
Bila semua benar terjadi
Mungkin inilah
Yang terindah

***

Lirik Lagu Tentang Kamu yang dinyanyikan BCL adalah salah satu favorit saya, suara lembut Bunga Citra Lestari adalah salah satu hal yang membuat lagu tersebut begitu menyentuh hati saya.

Saya jadi terkenang dan ingin menuliskan "Tentang Kamu" versi saya tentunya. Lika-liku perjalanan menemukan dia, yang kini menjadi pendamping hidup saya.

***

Tentang kamu, jodoh pilihan-Nya... 
(The story of my life)


Waktu terus bergulir, hari demi hari terlewati hingga tak terasa usiaku hampir menginjak kepala tiga. Dua tahun kedepan usiaku genap kepala tiga. 

Rasanya sudah teramat sering pertanyaan dilayangkan padaku mengenai kapan menikah dan siapa yang menjadi calonnya. Aku tak bisa menjawab dengan pasti hanya senyum dan entah sudah berapa kali jawabanku hanya sebatas kalimat  meminta doa  setiap kali pertanyaan itu dilayangkan padaku.

Bukannya tidak ada kesempatan untuk aku menuju ke pelaminan hanya saja mungkin belum saja berjodoh dengan yang telah lalu. Sempat hati ini condong pada seseorang yang sepertinya akan berjodoh denganku. Orang tua kami berdua sudah memberikan persetujuannya, namun aku sendiri menyangsikan niat juga keseriusannya.

Dia hanya datang dan pergi begitu saja. Penantianku selama lebih dari 6 tahun lamanya terjawab sudah ketika dia sudah bertunangan dengan yang lain. Orang tuaku juga tak menyangka akan seperti ini akhirnya. Namun aku harus melanjutkan hidup, mengikhlaskan semuanya karena aku yakin takdir-Nya lebih baik dari yang aku harapkan.

Selang beberapa lama setelah wisuda keduaku, dari gelar ahli madya menjadi sarjana. Aku mendapatkan pekerjaan baru karena saat aku melanjutkan kuliah aku memilih fokus di kuliah saja, karena banyak rekan yang lain bekerja sambil melanjutkan kuliah.

Aku diterima bekerja sebagai asisten dosen di salah satu Stikes di Bandung. Alhamdulillah amanah baru lagi untukku. Aku tak ingin melihat lagi ke belakang karena aku sudah belajar menerima dan mengikhlaskan semua yang terjadi di hidupku ini.

Tak pernah kuduga dan kusangka, saat aku kembali pulang mengajar di Stikes ibuku mengatakan bahwa seseorang tengah melamarku. Tepatnya ibu dari salah seorang tetanggaku melamar diriku. Kaget sekali aku mendapatkan kabar ini.

Dia yang dulunya kakak kelasku ketika SD dan rumahnya hanya berselang beberapa rumah dari rumahku datang untuk memintaku menjadi pendamping hidupnya. Mungkin inilah jawaban semua pertanyaanku selama ini tentang siapa jodohku. Dia datang disaat yang tak diduga.  

Kadang aku tak habis pikir bagaimana Allah SWT menjalankan skenario-Nya dalam hidupku ini. Alhamdulillah penantianku selama ini telah terjawab.

Ternyata dia itu kamu yang rumahnya dekat denganku, yang saat masih SD gak pernah bertegur sapa, waktu SMP, kuliah bahkan saat sudah bekerja tak pernah bertemu, ya, kalau ketemu juga pas hari raya seusai salat ied.  

Jodoh kadang tidak diduga kapan dan di mana datangnya. Ada istilah kalau jodoh pasti bertamu (eh, bertemu ...) seperti kata Afgan.

Ternyata benar ya ungkapan yang menyatakan jodoh itu dekat.  Sedekat tetangga sendiri, hanya terpisahkan beberapa rumah dan masih satu Rukun Tetangga. Dialah jodoh pilihan-Nya, dipilihkan melalui skenario yang tak terduga.

Benar adanya bahwa ada ungkapan "Tidak ada pernikahan cinderella," tidak mungkin kehidupan pernikahan terus bahagia untuk selamanya, karena semua itu hanyalah ada di dunia dongeng bukan dunia nyata.

Awal pernikahan yang indah dan bulan madu yang manis pun hanya tinggal kenangan. Hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun berganti tahun pun telah dilewati bersama.

Rasa yang ada dulu menggebu, mungkin bisa saja terkikis seiring berjalannya sang waktu. Jika bukan memegang teguh komitmen, telah banyak yang mengalami kegagalan dalam pernikahan dengan dalih adanya ketidakcocokan. 

Manusia terkadang punya banyak harapan juga keinginan namun semua itu terbentur dengan suatu realita. Begitu juga dengan kehidupan. Terkadang apa yang kita harapkan belum tentu jadi kenyataan.

Ada kalanya setelah menikah banyak sekali hal-hal yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan terhadap pasangan, mungkin begitu pula dengan diri pasangan terhadap kita.

Perbedaan yang ada bisa menjadi boomerang saat salah
satu pasangan memendam semua perasaannya tanpa mampu berkomunikasi dengan baik. Pasangan perlu tahu bagaimana cara mengatasi konflik dalam sebuah hubungan.

Baca juga: Cara Mengatasi Konflik dengan Pasangan


Namun, semua itu bisa diatasi jika kedua belah pihak mampu membuka telinga juga mata hati untuk bisa sama-sama mencari solusi untuk kebaikan bersama.

Seiring perjalanan dalam pernikahan, saat kita melangkah dan dirasakan ada kerikil tajam menghalangi perjalanan, bukannya alas kaki yang diganti tapi kerikilnya yang perlu dibuang.

Tak perlu berpikir mencari pengganti pasangan baru yang dirasa bisa lebih baik, namun mencari solusi atas permasalahan yang mendera.

Saat dihadapkan dengan kenyataan, harapan yang dulu dibayangkan sebelum menikah sirnalah sudah. Berharap pasangan mampu berubah menjadi lebih baik tak jua menjadi kenyataan.

Hiduplah suami istri bak orang asing yang tinggal dalam satu atap bersama.

Dimanakah keharmonisan itu?

Pertanyaannya yang mengganjal dikalbu namun tak jua didapat jawabannya.

Hidup berumah tangga itu adalah tentang prasangka baik dan positif, penerimaan, ketulusan juga keluasan maaf diantara kedua pasangan.

Ingatlah saat menikah, ada ikatan suci dihadapan-Nya. Ingatlah saat menikah banyak orang yang kita undang untuk mendoakan kehidupan pernikahan kita. Komitmen itulah yang seharusnya dijaga.

Disatu sisi, saat memutuskan untuk mundur berarti kita menyerah, jangan sampai mengabaikan doa orang-orang yang mendoakan kita sewaktu menikah dulu. 

Saat memilih ingin mencari pasangan lain selain pasangan yang sah, ingatlah diluaran sana banyak yang masih single berdoa terus menerus meminta diberikan pasangan hidup. Hargai dan bersyukurlah engkau telah diberikan pasangan hidup. 

Untuk yang telah memiliki buah hati, ingatlah mereka membutuhkan ayah juga ibunya. Selama masih punya Allah SWT, mintalah pada-Nya agar membukakan dan melembutkan hati pasanganmu sehingga marriage goals, yaitu sakinah, mawaddah juga rahmah dapat direalisasikan.

Meski dalam berumah tangga, harapan vs kenyataan terkadang tidak sejalan, ingatlah bahwa hidup itu adalah tentang penerimaan, takdir, juga tentang kuasa-Nya mempersatukan dua insan dalam mahligai pernikahan.

Menikahlah dengan seseorang yang bersedia melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik.

Menikah itu berproses dan proses penyesuaiannya butuh waktu dan pembelajaran. Saling mengenal untuk bisa saling memahami dan melengkapi satu sama lainnya.

Bahagiakanlah pasanganmu sebelum engkau menyesal karena hidup tak selamanya. Saat ia tiada, takkan berguna semua kata dan rasa yang kau miliki untuknya. (Catatan Leannie)


Salam, 



Mengamalkan Sunah, Suami Membantu Pekerjaan Istri di Rumah

Mengamalkan sunah, suami membantu pekerjaan istri
Pic by Shaliha.com

Akhlak suami terhadap istri salah satunya adalah bersikap baik terhadap istrinya. Rasulullah adalah teladan bagi Kita semua. Salah satu sunah Rasul ternyata membantu pekerjaan istri di rumah.

Hal yang terjadi di masyarakat karena tradisi turun temurun menganggap bahwa pekerjaan rumah juga dapur adalah tugas istri, sedangkan suami hanya mencari nafkah saja di luar sana.  Lain ceritanya jika istri punya asisten rumah tangga, setidaknya ada yang membantu pekerjaan di rumahnya.

Hadits tentang Membantu Pekerjaan Istri


Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Al-Aswad pernah bertanya pada Aisyah.

“Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat.” (HR. Bukhari)

Membantu pekerjaan istri di rumah merupakan suatu wujud rasa tawadhu atau kerendahan hati Rasulullah S.A.W. Hal ini merupakan salah satu sunah yang bisa dicontoh oleh umatnya.

Tawadhu atau rendah hati ternyata membuat seseorang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sabda Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa:

“Tidaklah seseorang tawadhu’ (merendahkan hati) karena Allah melainkan Dia akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim)

Begitulah para suami jangan merasa menjadi rendah karena membantu pekerjaan istri di rumah, ya, karena Rasulullah pun melakukan hal ini.

Kriteria Suami Terbaik


Nah, jadi buat para lelaki yang bergelar suami kalau mau mengamalkan sunnah rasul bisa mencoba hal ini juga, jangan hanya bicara poligami kalau bahasannya tentang sunah rasul, ya. Betul apa betul, Ibu-Ibu? 😄

Masih banyak amalan lain yang bisa dilakukan dan membuat istri semakin merasa dihargai dan disayangi setulus hati. Biasanya istri juga akan makin sayang dengan tipe suami seperti ini.

Salah satu kriteria suami terbaik adalah suami yang mampu bersikap baik terhadap istri, anak dan keluarganya. Ini juga kata Rasulullah, karena lelaki atau suami terbaik terbaik adalah suami yang mampu melindungi dan memberikan rasa nyaman terhadap wanita yang dinikahinya.

Dampak Istri Melakukan Pekerjaan Rumah Sendirian


Salah satu hal yang bisa dilakukan suami untuk menyenangkan dan membahagiakan istrinya adalah dengan membantu pekerjaan istri di rumah, apalagi sang istri tidak punya asisten di rumahnya, kerjaan rumah itu memang kadang enggak ada habisnya, loh, para suami.

Nah, apa dampaknya jika seorang istri mengambil alih semua pekerjaan rumah tanpa asisten, bahkan banyak juga istri yang ikut bekerja di luar sana?

Istri akan mudah merasa lelah, moodnya juga naik turun karena bisa saja kurang mampu menghandle semuanya, bahkan jika istri tersebut memiliki anak yang usianya masih bayi atau balita, bukan tak mungkin sang istri bisa stress, babby blues pasca melahirkan pun bisa terjadi karena sang ibu kelelahan mengurus anak tapi tak mendapat perhatian yang cukup dari suaminya, bahkan suami tetap saja cuek dengan urusan pekerjaan rumah tangga.

Beberapa  Cara agar Suami Mau Membantu Pekerjaan Istri


Tak selamanya suami paham mengenai sunah bahwa membantu pekerjaan istri adalah dianjurkan dan Rasulullah pun mengerjakan hal ini.

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh istri agar suaminya tak segan membantu pekerjaan rumah, diantaranya dengan melakukan komunikasi yang baik, meminta bantuan secara langsung dengan sopan, tanpa marah-marah, atau juga memberikan reward ketika suami membantu istri di rumah dengan melakukan hal-hal yang disukai suaminya.

Intinya kerja sama dalam rumah tangga itu penting, karena suami istri diciptakan untuk saling melengkapi juga menutupi kekurangan satu sama lainnya. Perjalanan dalam rumah tangga juga adalah suatu proses pendewasaan keduanya.

Beruntungnya seorang istri yang suaminya mau turun tangan menjaga anak juga membantu pekerjaan istri di rumah. Pesan buat lelaki yang suka mengamalkan sunah rasul, terutama suami yang punya istri tanpa asisten rumah tangga, sudahkah membantu meringankan pekerjaan istri di rumah?



Salam, 






Konflik antar Pasangan dalam Pernikahan, Ikuti 5 Cara ini untuk Mengatasinya!

Pic by Pinterest

Pasangan dalam kehidupan berumah tangga seperti sepasang sepatu yang berjalan beriringan. Konflik antar pasangan bisa terjadi dalam pernikahan. Mereka perlu melakukan berbagai cara untuk mengatasinya.

Adakalanya konflik pun menerpa kedua pasangan. Kehidupan berumah tangga yang asalnya harmonis menjadi tegang karena masalah diantara keduanya.

Berbeda sudut pandang diantara keduanya, terkadang bisa membuat konflik semakin memanas. Bagaimana cara mengatasi konflik antar pasangan dengan bijak?

1. Ambil jeda waktu sejenak, jangan terbawa emosi

Ketika emosi bicara terkadang kata tak bisa dikendalikan, masalah yang terjadi ternyata semakin memanas. Bukan penyelesaian yang didapat, oleh karena itu, ambillah jeda waktu sejenak.

Biarkan emosi yang ada diantara kalian mereda, selanjutnya berbicara dan berkomunikasi dengan pasangan. Coba bicarakan baik-baik, ya.

2. Evaluasi diri, jangan-jangan kesalahan ada pada dirimu bukan orang lain


Nah, ini yang terpenting dalam pernikahan. Mengevaluasi diri merupakan cara Kita bercermin tentang diri. Jangan hanya menyalahkan pasangan atas konflik yang terjadi. Perbaikilah diri sendiri, lalu lihat apa yang terjadi pada pasangan Kita.

Coba pikirkan juga, apakah selama ini ada hal atau sikap Kita terhadap pasangan yang kurang baik, misalnya kurang memperhatikan pasangan atau anak, terlalu sibuk bekerja, atau bahkan sudah baiklah service sebagai istri. Hehe ... masalah ini perlu juga diperhatikan, loh.

3. Komunikasikan dengan baik apa yang Kamu rasakan

Setelah mengambil jeda waktu, Kamu perlu bicara dengan pasangan. Beritahukan apa yang Kamu rasakan. Bicara dengan baik, jangan sampai apa yang Kamu bicarakan menjadi masalah baru karena kemampuan berkomunikasi itu penting.

4. Jangan membandingkan kehidupan pernikahanmu


Ini juga poin yang harus Kamu perhatikan, ya. Jangan mengukur kebahagiaan orang lain dari sudut pandang Kita sendiri. Jangan juga membandingkan kehidupan pernikahan orang lain.

Kita tak pernah tahu apa yang mereka hadapi selama berumah tangga. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, ibaratnya begitu. Ciptakan kebahagiaan pernikahanmu sendiri. Bahagia itu diciptakan, dimulai dari hati yang bersyukur.

5. Ingat selalu marriage goals
Pernikahan adalah hubungan antara dua insan

Ingat juga tujuan pernikahan atau marriage goals. Bukankah pada saat akad, semua mimpi Indah tercipta bersama pasanganmu?

Pernikahan yang bahagia, sakinah, mawadah dan rahmah itu diciptakan bersama oleh kedua pasangan yang tak henti mau saling menghargai, memahami, mendukung dan memaafkan kesalahan atau kekurangan pasangannya.

Beragam rasa tercipta di sana. Kadang merasa bahagia, sedih, marah, terluka. Semua menciptakan aneka rasa dalam mengarungi kehidupan pernikahan.

Itulah 5 cara mengatasi konflik antar pasangan dalam pernikahan versi saya. Bagaimana dengan Kamu?



Salam,






Hanya Cinta yang Bisa ... Memaafkan dan Menghapus Luka

All about love via Pinterest

Memaafkan dan menghapus semua luka yang disebabkan kesalahan pasangan? Bisa, kah? Jawabannya bisa. Hanya cinta yang bisa menghapus pedih dan memberi harapan baru pada jiwa yang luka.

Seberapa besar Kamu berdamai dalam diri dan mau menerima kesalahan pasanganmu, itulah kunci agar kehidupan bersama pasangan bisa langgeng.

Saya menemukan ternyata hati yang terbuka mampu menerima kembali pasangannya. Ada dua kisah yang saya temukan, keduanya membuat saya cukup terharu.

Kisah pertama seorang lelaki meninggalkan istrinya setelah memiliki tiga orang anak yang sudah dewasa, ada dua anaknya telah berumah tangga. Menikah dengan wanita yang ia pilih dan meninggalkan istrinya selama ini.

Ketika lelaki ini sakit, ternyata ia kembali pada mantan istrinya. Istrinya pun berbesar hati mau menerima mantan suaminya.

Entahlah ... wanita yang menjadi istri keduanya kemana setelah lelaki ini sakit parah. Komplikasi berbagai penyakit. Sepertinya hanya cinta yang bisa menjadi alasan istri terdahulunya menerima lelaki ini.

Wanita yang pertama kali ia nikahi dan punya tiga orang anak sebagai buah cinta mereka, ternyata mau menerimanya kembali setelah dia meninggalkan istrinya dan memilih wanita lain. 

Istri pertamanyalah yang setia mendampingi hingga akhir hayat. Memang terkadang cinta tak mengenal logika.

Kisah kedua adalah tentang seorang istri yang ketahuan selingkuh di depan mata suaminya, dengan orang yang pernah bekerja di rumahnya. Lelaki ini sempat pergi meninggalkan luka. Istrinya pun tinggal sendiri karena lelaki simpanannya pada akhirnya pergi juga.

Suatu ketika wanita ini sakit dan harus dioperasi. Ada bagian tubuhnya yang harus dioperasi, perlu diangkat dan dibuang agar kanker tak menyebar ke seluruh tubuhnya. Ternyata saat dia di rumah sakit dan yang merawatnya hingga kini adalah mantan suaminya.

Sepertinya mereka sudah rujuk kembali.  Kini lelaki tersebut menjadi suami wanita tadi. Mereka menghabiskan sisa hidup di akhir masa senjanya.

Berbahagialah dan jangan kecewakan pasanganmu. Merekalah tempatmu pulang dan menghabiskan sisa usia.

Ternyata hanya cinta yang bisa menerima kembali pasangannya setelah disakiti.  Setiap perjalanan hidup sendiri atau orang lain bisa kita ambil hikmahnya.


Salam,




Ingin Hubungan Langgeng? Menjaga Kepercayaan adalah Kuncinya

Pic by Canva

Manusia adalah makhluk sosial, ia akan berinteraksi dengan dengan orang lain dan lingkungannya. Sebuah hubungan, baik hubungan antar pribadi atau pun kerja sama dengan pihak lain pasti menginginkan berjalan secara harmonis dan langgeng. Menjaga kepercayaan adalah salah satu kunci yang bisa menyebabkan hubungan berjalan lancar.

Bagaimana cara menjaga kepercayaan seseorang? Jawabannya simpel, sih, sebenarnya kepercayaan dibangun atas pilar kejujuran. Seperti judul lagu "Jangan ada Dusta diantara Kita," Hehe 😄

Hubungan yang jujur, saling mempercayai satu sama lain, melakukan yang terbaik adalah salah satu cara menjaga kepercayaan seseorang. Sebelum menyelami dunia literasi, saya pernah menjalani bisnis online.

Saat itu, saya memilih menjadi seorang dropshiper sebuah brand pakaian wanita yang menjadi pakaian kebangsaan para Emak, yaitu daster. Saya memilih daster dari Pekalongan dan Bali sebagai suplier saya ketika berbisnis online.

Sebenarnya hubungan kerja sama terjalin baik di awalnya. Hanya saja saya mengalami rasa ketidaknyaman ketika salah satu suplier sering kali keliru mengantarkan pesanan, memberikan ukuran yang beda dengan yang saya pesan, juga memberikan barang yang kualitasnya kurang bagus. Attitudenya yang membuat saya kecewa, ternyata dia menganggap enteng komplainan dan kekeliruan terjadi berulang kali. Akhirnya saya sering kena teguran pelanggan.

Merasa kurang sreg membina hubungan kerja sama dengan supplier yang ini membuat saya fokus berjualan daster Bali saja. Ternyata suplier ini pun bermasalah juga, saya pernah meminta nomor resi pengiriman pada pelanggan saya. Saya baru mengetahui bahwa dia menuliskan pesanan atas nama tokonya, bukan nama saya sebagai dropshiper. Pantas saja customer jarang repeat order pada saya.

Dari kedua hal tersebut membuat saya kehilangan kepercayaan untuk melanjutkan kerja sama bisnis, padahal penjualan daster cukup lumayan bagi saya.

Akhirnya saya menemukan passion yang sesungguhnya, yaitu di bidang menulis. Di bidang apapun, ternyata agar hubungan pribadi dengan komunitas pun kuncinya sama yaitu kepercayaan.

Saling menghargai dan tidak merasa lebih baik dari orang lain kemudian tidak membully orang lain merupakan salah satu cara menjaga kepercayaan dalam suatu hubungan. Jangan lupa untuk menunaikan hak orang lain sebagai tanda Kamu punya penghargaan yang baik terhadap rekanmu. Jangan mengecewakan orang lain, bisa jadi kepercayaan yang sudah ada padamu bisa luntur.

Banyak hal yang terjadi, saya pun belajar mengambil hikmahnya. Alhamdulillah menikmati semua prosesnya di bidang menulis dan masih terus berjalan hingga kini. Saya akan terus belajar dan semoga saja bisa lebih berkembang dari pencapaian saya sekarang ini. Masih ada mimpi yang belum tergapai.

Saya belajar banyak hal, satu diantaranya adalah menjaga kepercayaan yang merupakan salah satu kunci agar hubungan langgeng. Bagaimana menurut Kamu?


Salam,




Sudah Cukupkah Empatimu? Terkadang yang dibutuhkan Hanyalah Mendengarkan

Pic by Canva

Pernahkah secara tak sadar Kamu melakukan bullying terhadap orang lain?
Sudah cukupkah empatimu? Ternyata yang dibutuhkan hanya mendengarkan.

Ketika seseorang mengajakmu bicara, apa yang terjadi? Entah disengaja atau pun tidak, reaksimu ternyata membuat orang yang bercerita tambah down.

Memang adakalanya Kita tak bisa mengukur kemampuan orang lain sama seperti yang lainnya. Respon negatif yang diucapkan bisa menjadi boomerang.

"Masa gitu aja enggak bisa?"

"Kamu kurang sabar sih, orang lain juga mampu!"

Banyak lagi tanggapan yang membuat pencerita semakin tersudutkan. Berhati-hatilah dengan responmu. Lidah memang lebih lebih tajam dari pedang. Kata-kata yang keluar dari ucapanmu tak bisa ditarik lagi. Padahal seseorang mengajak bicara, mungkin dia ingin melepaskan beban yang ada pada dirinya.

Bukannya masalah terpecahkan, malah menambah masalah baru. Ternyata respon negatif menambah perasaan orang lain menjadi ikut buruk juga. Cobalah berempati dengan respon yang baik juga.

Jika orang yang bercerita sepertinya butuh nasihat, berikanlah kata-kata yang santun sehingga apa yang disampaikan bisa ia terima.

Lebih baik diam daripada berbicara hal yang tidak mengenakkan bagi orang lain. Mungkin hanya dengan mendengarkan itu jauh lebih baik. Berikan tanggapan jika diminta, pilih juga kata-kata yang santun tentunya.

Kadang merasa kasihan juga terhadap orang yang bercerita. Cukupkan saja empatimu. Kamu boleh merespon seperlunya saja dan menghargai orang lain sebenarnya bisa dimulai dengan mendengarkan.



Salam,