Showing posts with label Marriage. Show all posts
Showing posts with label Marriage. Show all posts
July 15, 2019

Mengamalkan Sunah, Suami Membantu Pekerjaan Istri di Rumah

by , in
Mengamalkan sunah, suami membantu pekerjaan istri
Pic by Shaliha.com

Akhlak suami terhadap istri salah satunya adalah bersikap baik terhadap istrinya. Rasulullah adalah teladan bagi Kita semua. Salah satu sunah Rasul ternyata membantu pekerjaan istri di rumah.

Hal yang terjadi di masyarakat karena tradisi turun temurun menganggap bahwa pekerjaan rumah juga dapur adalah tugas istri, sedangkan suami hanya mencari nafkah saja di luar sana.  Lain ceritanya jika istri punya asisten rumah tangga, setidaknya ada yang membantu pekerjaan di rumahnya.

Hadits tentang Membantu Pekerjaan Istri


Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori, Al-Aswad pernah bertanya pada Aisyah.

“Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat.” (HR. Bukhari)

Membantu pekerjaan istri di rumah merupakan suatu wujud rasa tawadhu atau kerendahan hati Rasulullah S.A.W. Hal ini merupakan salah satu sunah yang bisa dicontoh oleh umatnya.

Tawadhu atau rendah hati ternyata membuat seseorang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sabda Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa:

“Tidaklah seseorang tawadhu’ (merendahkan hati) karena Allah melainkan Dia akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim)

Begitulah para suami jangan merasa menjadi rendah karena membantu pekerjaan istri di rumah, ya, karena Rasulullah pun melakukan hal ini.

Kriteria Suami Terbaik


Nah, jadi buat para lelaki yang bergelar suami kalau mau mengamalkan sunnah rasul bisa mencoba hal ini juga, jangan hanya bicara poligami kalau bahasannya tentang sunah rasul, ya. Betul apa betul, Ibu-Ibu? 😄

Masih banyak amalan lain yang bisa dilakukan dan membuat istri semakin merasa dihargai dan disayangi setulus hati. Biasanya istri juga akan makin sayang dengan tipe suami seperti ini.

Salah satu kriteria suami terbaik adalah suami yang mampu bersikap baik terhadap istri, anak dan keluarganya. Ini juga kata Rasulullah, karena lelaki atau suami terbaik terbaik adalah suami yang mampu melindungi dan memberikan rasa nyaman terhadap wanita yang dinikahinya.

Dampak Istri Melakukan Pekerjaan Rumah Sendirian


Salah satu hal yang bisa dilakukan suami untuk menyenangkan dan membahagiakan istrinya adalah dengan membantu pekerjaan istri di rumah, apalagi sang istri tidak punya asisten di rumahnya, kerjaan rumah itu memang kadang enggak ada habisnya, loh, para suami.

Nah, apa dampaknya jika seorang istri mengambil alih semua pekerjaan rumah tanpa asisten, bahkan banyak juga istri yang ikut bekerja di luar sana?

Istri akan mudah merasa lelah, moodnya juga naik turun karena bisa saja kurang mampu menghandle semuanya, bahkan jika istri tersebut memiliki anak yang usianya masih bayi atau balita, bukan tak mungkin sang istri bisa stress, babby blues pasca melahirkan pun bisa terjadi karena sang ibu kelelahan mengurus anak tapi tak mendapat perhatian yang cukup dari suaminya, bahkan suami tetap saja cuek dengan urusan pekerjaan rumah tangga.

Beberapa  Cara agar Suami Mau Membantu Pekerjaan Istri


Tak selamanya suami paham mengenai sunah bahwa membantu pekerjaan istri adalah dianjurkan dan Rasulullah pun mengerjakan hal ini.

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh istri agar suaminya tak segan membantu pekerjaan rumah, diantaranya dengan melakukan komunikasi yang baik, meminta bantuan secara langsung dengan sopan, tanpa marah-marah, atau juga memberikan reward ketika suami membantu istri di rumah dengan melakukan hal-hal yang disukai suaminya.

Intinya kerja sama dalam rumah tangga itu penting, karena suami istri diciptakan untuk saling melengkapi juga menutupi kekurangan satu sama lainnya. Perjalanan dalam rumah tangga juga adalah suatu proses pendewasaan keduanya.

Beruntungnya seorang istri yang suaminya mau turun tangan menjaga anak juga membantu pekerjaan istri di rumah. Pesan buat lelaki yang suka mengamalkan sunah rasul, terutama suami yang punya istri tanpa asisten rumah tangga, sudahkah membantu meringankan pekerjaan istri di rumah?



Salam, 






January 28, 2019

Konflik antar Pasangan dalam Pernikahan, Ikuti 5 Cara ini untuk Mengatasinya!

by , in
Pic by Pinterest

Pasangan dalam kehidupan berumah tangga seperti sepasang sepatu yang berjalan beriringan. Konflik antar pasangan bisa terjadi dalam pernikahan. Mereka perlu melakukan berbagai cara untuk mengatasinya.

Adakalanya konflik pun menerpa kedua pasangan. Kehidupan berumah tangga yang asalnya harmonis menjadi tegang karena masalah diantara keduanya.

Berbeda sudut pandang diantara keduanya, terkadang bisa membuat konflik semakin memanas. Bagaimana cara mengatasi konflik antar pasangan dengan bijak?

1. Ambil jeda waktu sejenak, jangan terbawa emosi

Ketika emosi bicara terkadang kata tak bisa dikendalikan, masalah yang terjadi ternyata semakin memanas. Bukan penyelesaian yang didapat, oleh karena itu, ambillah jeda waktu sejenak.

Biarkan emosi yang ada diantara kalian mereda, selanjutnya berbicara dan berkomunikasi dengan pasangan. Coba bicarakan baik-baik, ya.

2. Evaluasi diri, jangan-jangan kesalahan ada pada dirimu bukan orang lain


Nah, ini yang terpenting dalam pernikahan. Mengevaluasi diri merupakan cara Kita bercermin tentang diri. Jangan hanya menyalahkan pasangan atas konflik yang terjadi. Perbaikilah diri sendiri, lalu lihat apa yang terjadi pada pasangan Kita.

Coba pikirkan juga, apakah selama ini ada hal atau sikap Kita terhadap pasangan yang kurang baik, misalnya kurang memperhatikan pasangan atau anak, terlalu sibuk bekerja, atau bahkan sudah baiklah service sebagai istri. Hehe ... masalah ini perlu juga diperhatikan, loh.

3. Komunikasikan dengan baik apa yang Kamu rasakan

Setelah mengambil jeda waktu, Kamu perlu bicara dengan pasangan. Beritahukan apa yang Kamu rasakan. Bicara dengan baik, jangan sampai apa yang Kamu bicarakan menjadi masalah baru karena kemampuan berkomunikasi itu penting.

4. Jangan membandingkan kehidupan pernikahanmu


Ini juga poin yang harus Kamu perhatikan, ya. Jangan mengukur kebahagiaan orang lain dari sudut pandang Kita sendiri. Jangan juga membandingkan kehidupan pernikahan orang lain.

Kita tak pernah tahu apa yang mereka hadapi selama berumah tangga. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, ibaratnya begitu. Ciptakan kebahagiaan pernikahanmu sendiri. Bahagia itu diciptakan, dimulai dari hati yang bersyukur.

5. Ingat selalu marriage goals
Pernikahan adalah hubungan antara dua insan

Ingat juga tujuan pernikahan atau marriage goals. Bukankah pada saat akad, semua mimpi Indah tercipta bersama pasanganmu?

Pernikahan yang bahagia, sakinah, mawadah dan rahmah itu diciptakan bersama oleh kedua pasangan yang tak henti mau saling menghargai, memahami, mendukung dan memaafkan kesalahan atau kekurangan pasangannya.

Beragam rasa tercipta di sana. Kadang merasa bahagia, sedih, marah, terluka. Semua menciptakan aneka rasa dalam mengarungi kehidupan pernikahan.

Itulah 5 cara mengatasi konflik antar pasangan dalam pernikahan versi saya. Bagaimana dengan Kamu?



Salam,





January 26, 2019

Hanya Cinta yang Bisa ... Memaafkan dan Menghapus Luka

by , in
All about love via Pinterest


Memaafkan dan menghapus semua luka yang disebabkan kesalahan pasangan? Bisa, kah? Jawabannya bisa. Hanya cinta yang bisa menghapus pedih dan memberi harapan baru pada jiwa yang luka.

Seberapa besar Kamu berdamai dalam diri dan mau menerima kesalahan pasanganmu, itulah kunci agar kehidupan bersama pasangan bisa langgeng.

Saya menemukan ternyata hati yang terbuka mampu menerima kembali pasangannya. Ada dua kisah yang saya temukan, keduanya membuat saya cukup terharu.

Kisah pertama seorang lelaki meninggalkan istrinya setelah memiliki tiga orang anak yang sudah dewasa, ada dua anaknya telah berumah tangga. Menikah dengan wanita yang ia pilih dan meninggalkan istrinya selama ini.

Ketika lelaki ini sakit, ternyata ia kembali pada mantan istrinya. Istrinya pun berbesar hati mau menerima mantan suaminya.

Entahlah ... wanita yang menjadi istri keduanya kemana setelah lelaki ini sakit parah. Komplikasi berbagai penyakit. Sepertinya hanya cinta yang bisa menjadi alasan istri terdahulunya menerima lelaki ini.

Wanita yang pertama kali ia nikahi dan punya tiga orang anak sebagai buah cinta mereka, ternyata mau menerimanya kembali setelah dia meninggalkan istrinya dan memilih wanita lain. 

Istri pertamanyalah yang setia mendampingi hingga akhir hayat. Memang terkadang cinta tak mengenal logika.

Kisah kedua adalah tentang seorang istri yang ketahuan selingkuh di depan mata suaminya, dengan orang yang pernah bekerja di rumahnya. Lelaki ini sempat pergi meninggalkan luka. Istrinya pun tinggal sendiri karena lelaki simpanannya pada akhirnya pergi juga.

Suatu ketika wanita ini sakit dan harus dioperasi. Ada bagian tubuhnya yang harus dioperasi, perlu diangkat dan dibuang agar kanker tak menyebar ke seluruh tubuhnya. Ternyata saat dia di rumah sakit dan yang merawatnya hingga kini adalah mantan suaminya.

Sepertinya mereka sudah rujuk kembali.  Kini lelaki tersebut menjadi suami wanita tadi. Mereka menghabiskan sisa hidup di akhir masa senjanya.

Berbahagialah dan jangan kecewakan pasanganmu. Merekalah tempatmu pulang dan menghabiskan sisa usia.

Ternyata hanya cinta yang bisa menerima kembali pasangannya setelah disakiti.  Setiap perjalanan hidup sendiri atau orang lain bisa kita ambil hikmahnya.


Salam,




January 02, 2019

Lima Tahun di Awal Pernikahan adalah Fase Terberat, Simak 3 Faktanya!

by , in
Sumber: Pinterest

"Barakallah ... selamat ya, semoga samawa dan langgeng."

Ucapan inilah yang umum diucapkan pada pengantin baru. Saya juga mendapatkan ucapan tersebut ketika menikah empat tahun lalu.

Pernikahan adalah hal yang dinantikan seorang wanita. Indahnya pernikahan, memiliki pasangan yang menemani hidup kita, punya tempat bergantung dan berbagi kisah bersama.

Kebahagiaan ketika awal menikah dan manisnya honeymoon, yang mengalahkan manisnya madu. Halah ...

Kita bisa menemukan  pasangan yang bisa tetap mempertahankan keharmonisan dan keromantisan pasca menikah sampai usia senja. Rahasianya apa, ya? Hehe ...

Sudah banyak yang menyatakan bahwa lima tahun di awal pernikahan adalah masa tersulit bagi kedua pasangan. Mengapa?

Simak saja 3 fakta mengenai lima tahun pertama di awal pernikahan.

1. Fase Penyesuaian dan Realisasi

Setelah menikah, Kita mulai hidup bersama seseorang yang bergelar suami. Seseorang yang membawaku Kita ke dalam dunia baru, yaitu dunia pernikahan.

Setahun  bahkan dua tahun menikah, ada diantara pasangan yang mungkin kaget dengan kebiasaan pasangan yang "enggak banget" dan baru ketahuan setelah menikah.

Inilah fase penyesuaian kedua pasangan untuk membuat pasangannya saling nyaman satu sama lain. Kenyataan terkadang tak seindah realitas hidup. Tetep berjuang untuk mewujudkan pernikahan yang diridainya. Saling memaklumi, memaafkan dan mengingatkan satu sama lainnya sangat penting.

Harus dicatat bahwa cara menyampaikan sesuatu terhadap pasangan perlu dikomunikasikan dengan baik. Niat yang baik harus ditempuh dengan cara yang baik pula.

2. Zona Nyaman yang Berbahaya

Bagi saya sendiri yang mau menginjak lima tahun usia pernikahan, memang saya sadari ternyata menikah itu tak selamanya indah, mudah, dan bahagia. Semua bisa kita upayakan memang, tetapi perlu adanya timbal balik dari kedua pasangan.

Kesibukan kedua pasangan, kelelahan suami selepas bekerja seharian atau istri yang juga lelah mengurus anak atau pun  juga ada yang ikut berkerja di luaran sana, membuat kehidupan pernikahan tidak sehangat dulu. Hal ini bisa terjadi ketika pernikahan menginjak usia tiga sampai empat tahun pernikahan.

Di sinilah kedua pasangan harus mampu saling membahagiakan satu sama lain.  Jangan sampai menjadi zona nyaman yang berbahaya karena merasa pernikahan baik-baik saja tapi ternyata ada kehampaan di hati salah satu atau kedua pasangan.

Ketika dua fase di atas belum bisa dilalui pasangan, ada kemungkinan terjadi perceraian selama lima tahun pertama setelah menikah.

3 . Fase Penerimaan Kedua Pasangan

Ada pasangan yang bikin iri, sudah sampai kakek dan nenek pun saling bergandeng tangan, saling tertawa bahagia dan mencintai satu sama lainnya hingga akhir hayat. Kita tak pernah tahu apa yang mereka alami sebelum ini.

Yang pasti mereka sudah mengarungi kehidupan pernikahan lebih lama dan punya banyak pengalaman hidup. Kita tak tahu apa yang pernah mereka lewati sebelumnya.

Setelah melewati dua tahapan sebelumnya. Tahun kelima adalah masa penerimaan pasangan. Mereka sudah mampu saling menerima satu sama lainnya. Saling mendukung dan tidak menghakimi. Komunikasi adalah hal yang sangat penting untuk kedua pasangan menikah.

Kisah Habibie dan Ainun adalah salah satu inspirasi bagi saya. Saling setia, mendukung dalam setiap langkah, mencintai dengan setulus hati juga rela berkorban demi pasangan. Sungguh  pasangan yang jadi teladan. Cinta mereka tetap terpatri meski salah satu pasangan sudah menghadap Illahi.

Semoga Sahabat yang belum menikah setelah membaca artikel ini bisa segera dipertemukan dengan jodoh terbaiknya

Bagi pasangan yang baru menikah, semoga bisa melewati gelombang di lima tahun awal pernikahan, dan bagi pasangan yang sudah lama menikah, bisa menjalani kehidupan pernikahan yang samawa, berkah, dan langgeng hingga ke surga-Nya.  Aamiin.


Salam,





My Instagram