Berpenghasilan dari Menulis? Bisa Banget. Kamu Perlu Coba Profesi ini!

Profesi menulis dan tambahan penghasilan
  Beragam profesi menulis dan mendapatkan penghasilan dari rumah, via Canva

Menulis adalah aktivitas yang saya tekuni secara serius sejak akhir 2017 yang lalu. Berawal dari pengen bisa nulis novel sendiri yang sampai sekarang belum kesampaian, saya mendapatkan banyak sekali manfaat dan bonus dari menulis. 

Kegiatan ini menjadi salah satu profesi yang cocok saya lakukan karena tak harus meninggalkan anak bekerja di luar rumah.
Alhamdulillah bisa  mendulang pundi rupiah berkat aktivitas menulis. Istilahnya  bekerja dari rumah. Bisa menemani aktivitas anak sekalian punya tambahan penghasilan dari rumah. Meski nominalnya tak sebesar yang kerja di luar sana, alhamdulillah mencukupi semua kebutuhan saya. 

Berkah dari nulis inilah yang saya cari bukan dari besar materi yang saya terima dari kegiatan menulis. Semua berproses dan prosesnya masih saya jalani sampai sekarang. 

Saya juga bersyukur karena banyak hal yang didapatkan dari kegiatan menulis ini. Bisa punya banyak teman rasa saudara, maksudnya teman yang dekat dan mampu memahami saya, saya juga dapat ilmu dari berbagai training dan juga beberapa job yang saya pegang. Semua saya syukuri.

Kembali pada tujuan awal menulis, memang harus diperkuat karena akan menjadi pondasi untuk tetap bertahan atau konsisten nulis di dunia literasi.

Saya sudah menjalani beragam profesi dari  menulis. Mungkin diantara profesi di bawah ini, ada yang cocok dengan minat Kamu yang juga sama di bidang menulis. Saya akan merangkum bermacam-macam profesi berdasarkan pengalaman saya menjalani semua profesi tersebut. 

Simak, yuk, ragam profesi dengan background menulis yang bisa menambah pundi-pundi rupiah buat Kamu versi Catatan Leannie!


1. Web Content Writer atau Kontributor 


Meski melenceng dari tujuan awal menulis novel, ternyata menulis artikel bisa dibilang passion saya. Berawal dari lihat status seorang writer yang share tiap hari tulisannya di sosial media bikin saya juga terpacu buat nulis seperti dia.

Meskipun bayaran menulis artikel di beberapa platform menurut saya tidak begitu besar, tetapi saya menikmati  saat bisa menulis dan mengirimkan artikel ke media online atau menjadi kontributor suatu platform menulis. Rasanya ada kepuasan tersendiri ketika tulisan dimuat media atau dibaca oleh banyak orang.

Untuk dapat penghasilan sebagai kontributor media online, Kamu hanya perlu konsisten menulis dan  mengirimkannya ke media. Jangan baper kalau tulisanmu belum dimuat, terus menulis dan temukan passion dari menulis.

Pengalaman saya konsisten menulis artikel setiap hari dan mengirimkannya pada suatu media online membuat saya pernah menjadi seorang kontributor terbaik di salah satu platform menulis tahun 2018 yang lalu. Intinya harus percaya, kalau saya bisa, Kamu juga pasti bisa asal punya keinginan dan kerja keras mewujudkannya.

Meskipun pernah mengalami kejadian yang kurang mengenakkan selama menjadi kontributor media online, saya enggak merasa kapok atau berhenti menulis artikel, karena menulis artikel ini ternyata menjadi passion saya.


2. Ghost Writer


Bukan penulis tentang hantu, ya, pengertian Ghost Writer ini. Hehe ... Ghost writer adalah seseorang yang diminta klien menulis atas nama perorangan atau  untuk tujuan tertentu, misalnya artikel untuk website bisnis atau kecantikan yang dimiliki oleh seseorang. 

Biasanya penulis asli mendapatkan bayaran dari tulisannya, hanya saja namanya tidak dicantumkan dalam tulisan, berbeda dengan kontributor yang mencantumkan nama penulisnya. Kamu bisa memilih menjadi ghost writer artikel atau buku. 

Umumnya seorang klien akan menghubungimu saat Kamu mengajukan penawaran menulis artikel atau selama ini dari pengalaman saya menjadi ghost writer, saya seiring kali mendapatkan tawaran untuk menulis artikel. 

Biasanya ketika Kamu sudah rutin menulis dan dikenal dengan tulisanmu, ada saja penawaran atau permintaan secara pribadi untuk menjadi ghost writer. Kamu hanya perlu mengajukan tawaran harga menulis per satu artikel.

Fee menulis dari Ghost writer lebih tinggi dari kontributor media online yang pernah saya lakoni. Mungkin ada juga bayaran dari menulis artikel yang lebih tinggi di suatu platform nasional yang sudah dikenal cukup baik, seperti Idn Times atau Brilio, hanya saja Kamu perlu mengumpulkan banyak poin untuk mencairkan fee menulis artikel sebagai kontributornya.

Cukup senang dengan job ghost writer ini, alhamdulillah merasakan berkah atau bonus nulis dari sini.


3. Book Author


Menjadi penulis buku atau novel sebenarnya tujuan awal saya terjun ke dunia literasi, namun semua itu berbelok arah ketika saya memutuskan untuk menulis nonfiksi dari menulis artikel, ghost writer maupun blogger.

Meski hanya menulis antologi baik antologi puisi, cerita anak, teenlit atau pun buku kumpulan artikel bersama komunitas, menulis buku juga bisa menambah penghasilan dari rumah. Kamu bisa mendapatkan harga kontributor yang lebih rendah dari harga jual. Jika mampu menjual banyak buku Kamu juga lumayan dapat keuntungan, loh.

Beda dengan penulis novel solo yang sudah berhasil menerbitkan bukunya secara mayor, penulis bisa mendapatkan royalti dari hasil penjualan buku sesuai kesepakatan dengan penerbit.

Keuntungan lain, karya penulis bisa mampang di banyak toko buku di berbagai daerah  di Indonesia, contohnya di Gramedia sebagai salah satu penerbit mayor yang cukup dikenal di kalangan masyarakat, khususnya penulis.


4. Editor atau Penyunting Buku


Sebenarnya untuk menjadi seorang editor butuh berbagai kemampuan dalam menganalisis tulisan. Sebagai editor atau penyunting buku diharuskan peka terhadap naskah penulis. Untuk editor fiksi, ia juga bisa memberikan masukan pada penulis terkait konten, alur cerita, kelogisan cerita, dan tata bahasa yang sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia.

Seorang editor harus teliti, untuk masalah tata bahasa dalam naskah, seorang penyunting atau editor tak boleh melewatkan tanda baca seperti titik, koma atau pun salah ketik dari naskah.

Sampai saat ini saya masih menjadi editor freelance di salah satu penerbit indie, ini pun berdasarkan permintaan terutama dari pihak penerbit sendiri. Sudah ada satu buku yang terbit dari hasil penyuntingan saya. Tinggal dua buku lagi sedang on process.

Fee atau bayaran mengedit naskah adalah tergantung kesepakatan dengan pihak penerbit. Biasanya seorang penyunting akan dibayar per halaman dari naskah yang disuntingnya, ada juga yang dibulatkan per buku atau novel. Semua ini tergantung kesepakatan awal dari pihak penulis dan penerbit tentunya.


5. Blogger


Ngeblog adalah salah satu aktivitas yang saya tekuni secara serius selama satu tahun terakhir ini. Ngeblog ini membuat saya merasa nyaman karena berasa menulis di rumah sendiri. Meskipun begitu, saya juga perlu memilah apa saja yang mau saya tulis di blog.

Jika ingin menulis tentang keseharian di blog saya akan mengambil sudut pandang lain, misalnya ketika merasa jenuh dengan aktivitas sehari-hari, saya enggak lantas curhat bete atau kesal di blog, tapi saya tulisan dengan versi lain dengan mengangkat tema keseharian menjadi tulisan. 

Saya pernah menulis tentang kelebihan dari full time mom atau working mom dari pada harus berdebat dan merasa pilihan saya lebih baik dari orang lain. Ketika ada masalah dengan pasangan, saya lebih baik menuliskan tentang cara terbaik mengatasi konflik  antar pasangan. Saya lebih suka menulis mengenai sudut pandang lain tentang keseharian di blog.

Mendapatkan penghasilan dari ngeblog bisa dilakukan dengan monetisasi blog atau memasang iklan di blog, hanya saja perlu ilmu yang cukup untuk dapat penghasilan dari adsense.

Selain itu, para blogger juga terkadang mendapatkan undangan untuk menghadiri suatu kegiatan dan menuliskan review acara di blog.

Ada syarat dan ketentuan berlaku tentunya. Terkadang klien meminta blogger dengan follower yang cukup banyak misalnya lima ribu follower instagram untuk sebuah job. Bervariasi, sih, syarat dan ketentuannya, ada yang minta follower sekian ribu atau  Domain Authority (DA) yang sesuai mereka inginkan, semuanya tergantung klien, sih, biasanya. 

Untuk menambah jumlah follower, saya pernah mengikuti follow loop, baik dari luar maupun di Indonesia selama beberapa kali. Saya tidak melanjutkannya karena berbagai alasan, diantaranya terlalu menyita waktu karena menghandle berbagai job lain selain ngeblog.


6. Book Reviewer


Setelah beberapa kali menuliskan tentang review baik novel, film atau lainnya, saya mendapatkan kesempatan menjadi book review salah satu sebuah platform menulis. Alhamdulillah mendapatkan kepercayaan juga.

Untuk menjadi seorang book review, Kamu juga harus jeli dalam menilai keseluruhan cerita yang Kamu baca. Beri nilai sebuah karya dari sisi postif dan negatifnya sekaligus.


7. Trainer atau Mentor Menulis


Saya sudah menjadi seorang mentor menulis artikel selama tiga batch di salah satu komunitas menulis. Ini pun diminta secara pribadi, alhamdulillah ada juga yang memberi amanah lain bagi saya menjadi seorang traininer atau mentor menulis artikel.

Menjadi seorang mentor nulis, saya bersyukur banget soalnya ini menjadi pengobat saya ketika kangen ngajar dahulu. Banyak hal yang menjadi kepuasan ketika sharing ilmu atau berbagi pengalaman. 

Menjadi jalan orang lain menjadi penulis atau kontributor nulis pun menjadi hal yang membahagiakan bagi saya. Ketika merasa bermanfaat bagi orang lain, saat itulah hidup saya merasa bermakna.


8. Writerpreneur


Kamu juga bisa mengembangkan kemampuan menulis atau kegiatan menulis menjadi seorang writerpreneur.  Kamu bisa menjadi seorang penjual buku online atau berbisnis yang lebih besar dengan mendirikan penerbitan.

Untuk mendirikan penerbitan tentunya harus paham mengenai seluk beluk dunia penerbitan. Semua profesi ini memang sedang saya jalankan hingga sekarang, poin nomor 8 paling sampai tahap jualan buku saja.  hehe ...  

Di luar ini masih banyak profesi menulis lainnya yang belum diulas. Saya hanya menulis berdasarkan pengalaman pribadi saja. Kehidupan seorang penulis atau punya pasangan penulis pun menurut saya cukup unik.

Baca juga: Profesi Penulis atau Punya Pasangan Penulis? Begini Realitas hidupnya!

Sebenarnya ada juga profesi lainnya yang belum dibahas seperti ilustrator, proofreader, penerjemah,  atau layouter. Saya batasi sampai delapan profesi di atas berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Berpenghasilan dari menulis  ternyata banyak jalannya. Dunia literasi itu luas, percayalah pintu rezeki-Nya bisa diketuk dari sisi mana saja.

Saya hanya ingin memilih jalan yang terbaik dalam menjemput rezeki. Saya percaya Dia Maha Baik dan Maha Mengetahui semua kebutuhan saya. Materi atau uang memang diperlukan dalam hidup, tapi materi bukan segalanya

Tetap profesional dengan amanah yang diberikan padamu, lakukan yang terbaik, luangkan waktu agar bisa konsisten menulis adalah jalan yang bisa Kamu tempuh agar bisa mencari peluang dan penghasilan dari menulis.

Buat Kamu yang punya minat sama dengan saya dalam bidang menulis, dari beragam profesi di atas, mana, nih, yang paling cocok jadi profesimu?


Salam, 






35 comments:

  1. Waah harus banyak belajar nih dari Mbak Lia. Saya terbilang masih baru dalam dunia menulis. Pengen banget juga ngerasain dapet bonus penghasilan dari sini. Tapi sekarang fokus belajar menulisnya aja dulu, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama,Mbak. Saya juga begitu pas awal-awal nulis. Memang benar yang penting mau belajar dan konsisten nulisnya.

      Delete
  2. ada temanku awalnya jadi blogger sekarang sudah jadi pemred sebuah perusahaan media ternama. Kata dia: siapa bilang penulis ngga bisa punya uang? hahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren deh jadi pimred. Hehe ... Usaha takkan mengkhianati hasil. Pastinya dia juga udah mengalami lika liku perjalanan menuju ke sana.

      Delete
  3. Menulis dan dapat penghasilan itu suatu kepuasan ya mbak. Alhamdulillah aku sudah merasakan dapet fee dari jadi blogger dan content writer. Yang ingin kukejar sekarsng ini ghost writer, karena dengar2 emang fee-nya besar😬

    ReplyDelete
  4. Dari ngeblog terbuka pintu rezeki juga ya Mba.. hihihi.seru

    ReplyDelete
  5. Wah seruu ya... saya masih dalam tahap mengumpulkan pundi pundi ilmu, mba. Belum sampai tahap mendapat pundi rupiah dari menulis. 🤭

    Terima kasih artikelnya, keren sekali. Saya jadi termotivasi untuk lebih men-seriusi dunia menulis. Semoga bisa. Amiin. 🙏😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun begitu awalnya. Semuanya juga berproses, tinggal nikmati aja prosesnya

      Delete
  6. Salam kenal Mbak Lia. Saya baru belajar bagaimana menulis dengan baik, trims buat sharingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mbak. Moga konsisten terus, ya, nulisnya

      Delete
  7. Wah lengkap banget ulasannya.. aku blogger newbie soalnya hehe.. iya bener kita harus pilih2 juga konten yg akan kita buat utk nulis di blog.. kalo aku belum kepikiran kejar job dr blog, lagi seneng ikut2 lomba aja sapa tau ada yg nyangkut :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibikin nyaman aja, sejujurnya aku enggak begitu pede ikut lomba blog

      Delete
  8. Bagus Mbak jadi terinspirasi, kalau saya menulisnya masih suka senin kamis,
    entahlah kadang ide nggak kunjung nongol hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak puasa aja, ya, senin kamis. Hehe ... semangat, Kak

      Delete
  9. pengen belajar dari shuhunya nih saya haha, sekilas tertarik jadi ghist writer mbak, tapi produktivitas saya rendah, paling ngeblog aja , itupun cuma nerbitin 2 artikel perbulan.

    sejauh ini dapat tambahan dari blog, terutama dari adsense

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, enggak apa-apa, tekuni aja blognya.hehe ... Lumayan ada adsense.

      Ghost writer itu kadang diminta secara pribadi atau mengajukan penawaran langsung ke klien. Nanti memang nama Kita enggak dicantumkan, tapi tetep dibayar feenya. Lumayan juga sih, kalau ditekuni

      Delete
  10. Alhamdulillah saya kecemplung di dunia blogger yang mengasyikkan. Ingin coba bidang lainnya, tapi kemmapuan diri sepertinya belum memadai. Kirim artikel ke media online, qadarullah ditolak, hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak apa-apa, Mbak. Dibikin nyaman aja dengan ngeblog

      Delete
  11. Alhamdulillah saya juga berpenghasilan dari menulis sejak SMA dengan mengelola penerbitan, editing, jadi content writer, blogger, nulis di koran, maupun mengisi kegiatan literasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren banget Mbak sejak SMU udah berkecimplung di dunia literasi. Yang belum saya lakukan adalah menulis ke media cetak atau koran.

      Delete
  12. Tadinya juga saya pikir buat dapat penghasilan dari profesi menulis cuma dengan menerbitkan buku tapi ternyata nggak cuma itu ya. Meski tidak menghasilkan buku pun kita bisa menjadikan hobi menulis ini sebagai job. Ada banyak caranya seperti yang Mbak sebutkan di atas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, niat nulis buku pun belum kesampaian saya, Mbak. Hehe malah keterusan nulis artikel

      Delete
  13. Menulis memang tidak semudah yang di duga ya Mbak. Ternyata butuh kesungguhan dan konsisiten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibuat nyaman dulu aja, Mbak. Hehe ... insyaallah nanti dapat bonusnya

      Delete
  14. Betul mbak kalau ditekuni hobi menulis bisa jadi profesi.
    Bebeapa belom pernah saya lakoni di list di atas. Karena fokus jadi Blogger.
    Oh ya Buzzer sama Influencer bisa masuk enggak ya? Saya bisa dapat rejeki juga dari sini:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa masuk Mbak, ini belum saya tuliskan Karena belum berpengalama aja. Semua yang saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi aja sih

      Delete
  15. Tengkyu mbaa for sharing, aku masih belum kebayang sih untuk yg gost writer itu, entah kenapa jadi lebih terbebani gitu haha. Book reviewer lagi coba aku jalani juga sih mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, terbebani kenapa, Mbak? Bukan nulis tentang hantu, kok. Hehe.

      Seru sih jadi book reviewer

      Delete
  16. Masih harus banyak belajar nih supaya penghasilan dari menulis bisa seperti teman-teman yang lain.

    ReplyDelete
  17. Wahhhh, setuju banget mba. Karena profesi menulis enggak sebatas hanya nulis buku doang. Di era digital saat ini jangkauannya lebih luas dan banyak dibutuhkan pula. Suka deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar, Mbak. Dunia literasi itu luas kok cakupannya

      Delete
  18. Wah sama ya mba. Aku juga mulai menulis awal tahun 2107 dan itu nggak sengaja. Aku baru tahu juga aku bisa menulis ternyata hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, samaan, Mbak Yeni. Seperti menemukan harta karun, ya, ternyata passion saya, ya, nulis. Hehe

      Delete

Silakan tinggalkan komentar. Mohon tidak menyertakan link hidup. Terima kasih atas kunjungannya.

My Instagram