Indonesia Website Awards

Inilah 5 Cara Sederhana menjadi Ibu yang Bahagia

 

Menjadi ibu yang bahagia
Cara menjadi ibu bahagia,
via freepik dan canva


“Keluarga bahagia dimulai dari ibu yang bahagia" 


Pernah dengar ungkapkan di atas, nggak? Menurut saya, setiap orang punya caranya sendiri untuk memaknai arti kebahagiaan setelah menjadi seorang Ibu. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjadi ibu yang bahagia karena  kebahagiaan itu perlu diciptakan.


Salah satu arti penting buah hati karena anak itu adalah anugerah titipan Tuhan bagi orang tuanya. Bicara soal titipan, saya jadi teringat calon anak saya yang harus saya ikhlaskan karena saya keguguran saat janin berusia 8 minggu dan akhirnya saya dikuret di tahun 2020 yang lalu. 


Mungkin Allah ingin saya fokus terhadap perkembangan anak pertama saya. Bagaimana pun melalui dia, saya merasakan pengalaman menjadi seorang Ibu.



Sederhanakan arti bahagiamu


Meski sedikit materi yang kau miliki akan cukup untuk hidup, tapi sebanyak apa pun materi yang dimiliki tak akan cukup untuk memuaskan gaya hidup.


Pernah denger juga ungkapan di atas? Banyak orang yang mencari bahagia dengan mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya. Namun, ternyata apa? Apakah dengan materi yang berlimpah mereka menemukan kebahagiaannya? Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang maka gaya hidupnya pun ikut tinggi pula. 


Meski begitu, Kita perlu bijak memaknai kunci kebahagiaan dengan banyaknya materi yang dimiliki. Jika ukuran bahagia itu materi, kenapa sampai ada orang kaya, idol atau artis yang bergelimang harta tetapi terjerat narkoba, bahkan ada yang sampai bunuh diri? Itu artinya kebahagiaan itu tidak melulu soal banyaknya harta. 


Meski memang kita juga butuh materi untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup tetapi jangan sampai terlena, bekerja keras mencari materi tapi melupakan kebahagiaan yang harusnya diperjuangkan di rumah, terutama anak dan istri.


Jangan dibuat rumit, sederhanakanlah ...


Semenjak jadi seorang ibu, arti bahagia itu semakin sederhana.  Bahagia melihat anak tumbuh dengan sehat, bahagia melihat anak tersenyum ceria, bahkan bisa makan mie kesukaan sebagai salah satu me time di rumah pun sudah membuat saya bahagia.


Bahagia itu sederhana, tergantung Caramu menyikapinya. Sebenarnya Allah sudah memberikan rezeki yang cukup untukmu jika dirimu mampu bersyukur, maka akan ditambahkan lagi nikmat dari-Nya.


5 Cara menjadi ibu yang bahagia 


"Jadi ibu harus bahagia," saya juga setuju, sih, karena ketika ibu bahagia maka kebahagiaan itu akan menular ke anggota keluarga lainnya. Begitu pula dengan emosi negatif seorang ibu, pastinya akan mempengaruhi anggota keluarga lainnya, terutama anak. Ibu yang tertekan, stress dan depresi bisa berpengaruh terhadap perkembangan anak.


Meski setelah menjadi IRT, seorang ibu punya segudang aktivitas dan kadang kegiatan IRT di rumah seperti tak ada habisnya, contohnya  seperti membersihkan rumah, mengurus anak, mengantar jemput anak sekolah dan mengaji, memasak, mencuci baju serta kegiatan lain. 


Jangan sampai semua ini membuat ibu melelahkan dan merasa tak bahagia. Ada beberapa tips sederhana agar menjadi ibu yang bahagia, diantaranya:


1. Tak semua saran orang perlu dilakukan seorang ibu 

Sebagai seorang ibu, pasti banyak orang yang memberikan saran dalam proses pengasuhan anak, bahkan dalam menjalani rumah tangga. Namun, seorang ibu perlu untuk memilah mana informasi atau saran yang cocok dijalankan dan mana yang tidak.


2. Dengarkan, namun tidak usah terlalu dimasukkan ke dalam hati

Nah, poin kedua ini jujur kadang agak susah saya lakukan. Kadang kalau kondisi saya lagi nggak baik, dengar omongan yang nggak mengenakan, kena juga deh ke hati. Harusnya sih cukup didengarkan saja, kalau ada yang nggak sesuai jangan diambil hati. Begitu sih harusnya.


3. Fleksibel terhadap aturan

Menjadi kaku terhadap aturan ternyata nggak enak buat ibu dan anak. Sekarang saya sedikit menurunkan ekspektasi. Fleksibel terhadap aturan bisa membuat keadaan lebih nyaman. 


Membolehkan anak bermain gadget di akhir pekan salah satunya karena nggak mungkin dilarang juga memakai atau bermain gadget. Eranya udah beda dengan parenting pengasuhan zaman dulu saya di tahun 90-an.


4. Menata ulang prioritas

Salah satu pekerjaan yang menyita waktu saya adalah menyetrika. Sesekali saya ingin punya waktu lebih banyak dengan anak, misalnya ngajak main or jalan-jalan jadi nggak ada salahnya menyerahkan pekerjaan rumah yang satu ini ke jasa laundry, apalagi kalau saya lagi dikejar deadline nulis, ya sering terbengkalailah kerjaan rumah yang satu ini.


5. Meluangkan waktu untuk Me Time

Apakah me time itu penting? Menurut saya sih penting, soalnya banyak manfaatnya buat para IRT yang nggak punya ART. Salah satu tujuannya adalah menjaga kewarasan seorang ibu agar menjadi ibu yang bahagia tentunya.


Semoga semua ibu yang membaca tulisan ini menjadi ibu yang bahagia. Mindfulness juga penting sih dalam menjalani kehidupan. Ibu bahagia maka keluarga yang lain pun akan ikut bahagia. Seperti halnya rekan saya pemilik Blog Sunglow Mama, punya definisi sendiri tentang kebahagiaan seorang ibu 


Itulah 5 Cara Sederhana menjadi Ibu yang Bahagia. Silakan Ikuti kelima cara di atas agar bisa berbahagia menjalani peran sebagai ibu. Nah, jika setelah mengikuti kelima tips di atas tetapi belum juga merasa bahagia atau mungkin saat ini sedang mengalami parental burnout, sebaiknya segeralah melakukan konsultasi ke pihak ahli untuk mendapatkan solusi yang tepat.



Salam,





14 comments

  1. Happiness is made, not given.
    Ini kredo yg saya yakin bgt mba
    Semoga kita bs makin bahagia yah

    ReplyDelete
  2. MasyaAllah, keren banget Mbak. Timing bahagia itu ada banyak ya, cuma kadang2 kita lagi banyak pikiran alias overthinking jadi nggak berasa bahagianya.

    Paling sukak pas dibilang sederhanakan bahagiamu .... Setuju banget. Makasih ya untuk remindernya.

    ReplyDelete
  3. Saya juga setuju kebahagiaan itu jangan dibuat rumit harus disederhanakaƱ. Biar Tengku kebahagiaan ibu terus terisi dengan penuh.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih tipsnya, Kak. Semangat selalu menjadi ibu yang berbahagia ya

    ReplyDelete
  5. me time menjadi salah satu cara menyenangkan hati untuk siapa pun termasuk para ibu. me time ini secara langsung membuat pikiran kita kembali fresh dan sejenak terlepas dari beban dan penat. sehingga saat menjalani kegiatan lainnya menjadi lebih positif dan bersemangat

    ReplyDelete
  6. Ibu yang bahagia itu bisa menata dan mengatur rumah lebih mudah. Ketika bahagia juga otak rasional berjalan lebih maksimal. Itu yg bikin suasana rumah lebih kondusif. Semoga kita semua selalu dilimpahi kebahagiaan ya...

    ReplyDelete
  7. Setuju banget mba. Benar prioritas itu penting sekali agar menjadi lebih bahagia.

    ReplyDelete
  8. Jangan dibuat rumit ! Well noted mba.. setuju banget, semua dibikin simpel supaya hati bahagia...

    ReplyDelete
  9. Salah satu saran lagi, ga boleh FOMO sama comparing life. Entah kenapa ini jadi penyakit ibu-ibu ya. SAHM bandingi sama Workmom, begitu juga sebaliknya

    ReplyDelete
  10. Wah, setuju sekali Mbak. Karena definisi berbahagia itu berbeda-beda, maka jangan paksakan bahagia versi kita harus sama dengan orang lain. Karena bahagia terbitnya dari dalam hati. Memang kadang-kadang jadi gemas ya dengan masukan-masukan orang lain di luar sana, yang kadang justru terkesan memaksakan. Walau niatnya baik, tapi kalau disampaikan dengan cara kurang pas mesti hasilnya juga sulit diterima.

    ReplyDelete
  11. Setuju mba. Keluarga bahagia dimulai dari ibu yang bahagia menerima dirinya apa adanya.

    ReplyDelete
  12. Dulu awal-awal jadi ibu ada aja omongan orang yang ga enak didengar. Kalau sekarang memang lebih ke cuek. Aku tidak ingin kebahagianku rusak gegara orang yang ga penting. Karena kalau kita masukin ke hati, bahaya buat ibu ibu jadi bad mood ntar anak anak dan suami kena imbasnya.

    ReplyDelete
  13. Dengan lebih banyak memahami apa yang dibutuhkan untuk jiwa masing-masing, jadi makan bahagia bisa lebih dirasakan dan gak perlu terlalu memikirkan perkataan orang lain yang maha benar. Rasanya sedih terpuruk dalam duka kalau semua komentar dimasukkan ke hati. Dan ini bikin gak produktif banget.

    ReplyDelete
  14. baru tadi sore saya mendengarkan podcast di youtube, bahwa ketika memiliki anak itu orang tuanya harus happy dan komunikasi lancar. lalu sekarang membaca artikel ini. menjadi semacam pengingat bagi saya yang sedang mempersiapkan untuk hamil. sebelum punya anak, harus make sure punya komunikasi yang baik dengan pasangan.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya. Moderasi komentar saya aktifkan, ya. Komentar akan muncul setelah saya setujui. Mohon tidak berkomentar sebagai anonim atau menyertakan link hidup. Link hidup akan saya delete. Maaf jika ada komentar yang belum terbalas.

ASUS Zenphone 9