Permasalahan PJJ dan PTM saat Pandemi, Sebuah Refleksi Pendidikan di Indonesia

 

Refleksi Pendidikan Indonesia
Refleksi Pendidikan Indonesia, antara PJJ dan PTM, via Canva



Permasalahan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan wacana PTM (Pembelajaran Tatap Muka) selama pandemi, menjadi sebuah refleksi pendidikan di Indonesia. 


PJJ dan PTM ini ternyata masih harus dievaluasi. Butuh dukungan berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini agar pendidikan anak di Indonesia menjadi lebih baik.


Sebagai orang tua, saya pun merasakan betapa pembelajaran daring atau PJJ ini banyak sekali tantangannya, hal ini berpengaruh terhadap faktor psikologis anak dan orang tua. Anak cepat merasa bosan dan orang tua kadang tidak sesabar guru untuk mengajarkan anaknya. 



Paradigma Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) saat pandemi


Paradigma PJJ
Paradigma Pembelajaran Jarak Jauh,
via Photocollage


Pada tanggal 05 Juni 2021, saya berkesempatan mengikuti webinar "Refleksi Pendidikan di Indonesia, antara PJJ dan PTM yang diselenggarakan oleh Faber Castell.


Webinar Faber Castell
Mengikuti webinar Faber Castell,
via Photocollage


Webinar pendidikan ini menghadirkan narasumber Ibu Saufi Sauniawati sebagai pemerhati pendidikan, Christian Herawan sebagai Product Manager PT Faber Castell International Indonesia dipandu oleh Andri Kurniawan sebagai Public Relations Manager Faber Castell.



Webinar Faber Castell
Narsum dan Host webinar,
via Photocollage


Masalah saat pembelajaran daring ini saya alami juga, anak saya masih berusia 4-5 tahun saat PJJ kemarin. 


Sebagai orang tua yang mendampingi anak belajar, saya melihat anak mudah sekali bosan, ingin bermain bahkan ketika di telepon gurunya anak saya malah lari-larian, pernah dia enggak mau disuruh belajar malah sembunyi di bawah meja. 


Saya hanya bisa mengelus dada kalau udah begini. Ya sudahlah namanya juga anak usia segitu, pasti masih seneng main juga dibandingkan harus duduk serius belajar.


Baca juga : Realitas stay at home dan social distancing

 


Masalah Pembelajaran Jarak Jauh



Masalah saat pembelajaran online ini dialami juga oleh guru, selain anak dan orang tua tentunya.


Jadi, anak, orang tua, dan guru sama-sama punya tantangan saat menjalankan pembelajaran secara daring. Masalah saat PJJ diantaranya :


a. Tidak semua punya ponsel cerdas atau smartphone

b. Jika sudah ada smartphone, harus ada paket internet

c. Orang tua harus secara intensif membantu proses belajar daring dari rumah

d. Anak sudah bosan belajar secara daring

e. Kurikulum dinilai belum cukup mendukung PJJ



Kendala KBM Daring


Pembelajaran Jarak Jauh atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring ini punya berbagai kendala, diantaranya :

 

a. Kesulitan mengakses sinyal di pelosok

b. Fasilitas gadget yang dimiliki siswa tidak sama

c. Masih banyak siswa yang hanya punya handphone biasa yang tidak bisa mendukung belajar daring

c. Keterbatasan kuota internet

d. Beban biaya yang memberatkan

e. Makin boros karena orang tua harus mengisi kuota per bulan

f. Materi pelajaran yang disampaikan guru kurang bisa diterima 



Dampak Pembelajaran Jarak Jauh


Pembelajaran daring atau PJJ punya dampak terhadap siswa, guru, dan orang tua, diantaranya :


a. Komunikasi siswa dan guru terbatas jarak

b. Siswa kesulitan menangkap isi materi setiap pelajaran

c. Pengawasan lemah bila belajar daring di rumah


Untuk anak usia dini seperti anak saya, kadang perlu referensi soal parenting buat memantau pendidikan anak.


Baca juga : Rekomendasi website parenting terbaik ala Catatan Leannie



Masalah yang dihadapi anak, orang tua dan guru selama PJJ



Masalah saat PJJ,
via Photocollage


Jika menggali lebih dalam tentang refleksi pendidikan di Indonesia apa sih masalah selama PJJ itu? Masalah PJJ ini berkaitan dengan anak, orang tua dan guru.


Masalah anak  saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh, diantaranya :


a. Lemahnya motivasi belajar

b. Pembagian tugas berat karena berbeda pandangan antara guru dengan orang tua

c. Kemampuan anak menggunakan perangkat pembelajaran minim

d. distorsi permainan online ketika memegang gadget

e. Paradigma tidak pergi ke sekolah adalah libur masih tertanam pada siswa

f. kurangnya sosialisasi sehingga membuat pembelajaran terasa berat


Tidak hanya anak yang mengalami masalah saat PJJ, ternyata orang tua pun mengalami hal yang sama. 


Terkadang lebih baik mengerjakan perkrjaan rumah tangga seperti nyuci, masak dibandingkan menemani anak belajar. Ada yang berpendapat seperti ini juga, sih. Pusing katanya berasa ikut belajar dan ngerjain tugas juga bareng anak.


Masalah orang tua saat menemani belajar anak selama pandemi, yaitu :


a. Orang tua terkendala dalam penyiapan fasilitas

b. Belum mengetahui secara rinci mengenai platform dan troubleshooting

c. Kendala perilaku anak

d. Perbedaan pola target pembelajaran guru dan orang tua

e. Belum dapat menjadi motivator


Sedangkan masalah  guru yang saat melakukan pembelajaran daring, diantaranya :


a. Fungsi dan pola pemberian materi berbagai platform

b. Belum memahami troubleshouting 

c. Belum bisa menciptakan bonding saat PJJ

d. Kreativitas guru yang beragam

e. Pembelajaran belum menarik dan menyenangkan


Begitu kompleksnya masalah yang dialami saat pembelajaran daring. Perlu ada sinergi antara orang tua, anak sebagai siswa dan guru agar pembelajaran jarak jauh ini dapat berjalan lancar.



Peran orang tua, guru, dan siswa dalam mendukung pembelajaran Jarak Jauh



Peran orang tua, guru, dan anak saat PJJ,
via Photocollage



Baik orang tua, guru, dan siswa punya peran tersendiri dalam mendukung pembelajaran daring.

1. Orang tua

Orang tua berperan sebagai pembimbing, pengawas, motivator, dan fasilitator. Tak hanya menyediakan fasilitas belajar memadai tapi ikut menemani, mengawasi, membimbing, dan memberikan motivasi belajar pada anak 


2. Guru atau wali kelas

Guru atau wali kelas berperan sebagai akademik, yaitu membuat materi bahan ajar yang kreatif, selain itu guru juga berperan sebagai guru pamong, pengawas dan motivator.


3. Siswa

Siswa diharapkan dapat menjadi siswa yang inovatif, inquiry dan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik.


Baik orang tua, guru, dan siswa diharapkan mampu bersinergi agar pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh dapat berjalan dengan maksimal. 


Ada dua indikator mutu pendidikan yang menjadi sorotan sehingga terbentuk sinergi adalah standar penilaian dan standar proses.


Aturan Tentang Pembelajaran Tatap Muka


Menurut Nadiem, pembelajaran tatap muka sudah diperbolehkan sejak Januari 2021. Sekolah yang sudah divaksin wajib mengikuti kelas tatap muka secara terbatas. Pembelajaran tatap muka terbatas adalah kombinasi antara PJJ dan PTM.


Pembelajaran tatap muka maksimal 50 % dari jumlah siswa per kelas. Selain itu orang tua juga diberikan pilihan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran tatap muka terbatas. Pelaksanaan PTM wajib mematuhi protokol kesehatan.


Hal yang harus dipersiapkan orang tua dan anak saat PJJ dan PTM


Tips untuk orang tua dan anak saat PTM
Tips orang tua dan anak saat PTM,
via Photocollage


Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan orang tua dan anak dalam penyelenggaran PJJ dan PTM, diantaranya :


a. Carilah aturan tatap muka terbatas di daerahmu

b. Mulai mendisiplinkan kembali jam tidur dan jam bangun anak

c. Orang tua masih tetap harus mengawasi dan memfasilitasi kebutuhan anak saat PJJ

d. Ajarkan protokol kesehatan pada anak seperti tidak meminta makanan atau minuman bekas teman, jangan berpelukan, dan jangan bergantian masker.


Diharapkan orang tua mampu memberikan pemahaman di atas terutama bagi anak yang masih berusia dini.


Sistem Evaluasi Pembelajaran


Sebelum pandemi, selalu dilakukan sistem evaluasi dalam kegiatan belajar mengajar. Begitu pula dengan evaluasi saat PJJ atau pembelajaran daring. Sistem belajar evaluasi pembelajaran secara daring ini dilakukan secara harian, praktik, dan ujian.


Sistem evaluasi harian terdiri dari pengerjaan LKPD atau LKS dan pemberian tugas pasca meet (luring). Sedangkan sistem evaluasi praktik terdiri dari video, foto langkah pengerjaan, dan voice note. Terakhir, sistem evaluasi pembelajaran lewat ujian, yaitu lembar kerja dan aplikasi pengerjaan soal.


Sistem evaluasi pembelajaran
Contoh evaluasi pembelajaran daring,
via Photocollage


Menurut Ibu Saufi, satu permasalahan lagi terkait sistem pembelajaran daring, kadang orang tua kerepotan untuk mengeprint materi belajar anak, hal ini tidak akan terjadi jika materi evaluasi atau tugas pembelajaran dikerjakan langsung pada gawai masing-masing.



Paket Belajar Online Faber Castell


Paket Belajar Online Faber Castell,
via dokumentasi pribadi


Wacana Bulan Juli dilakukan PTM atau Pembelajaran Tatap Muka kemungkinan dipending lagi karena di tempat tinggal saya sudah diterapkan sebagai zona merah.


Sepertinya metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih akan berlanjut lebih lama. Kasihan juga, sih, padahal anak saya sudah bersemangat untuk masuk ke TK.


Berbicara tentang refleksi Pendidikan Indonesia, baik itu PJJ dan PTM memang perlu dievaluasi. Banyak sekali masalah yang terjadi saat PJJ. 


Salah satu masalah saat PJJ adalah media pendukung pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran secara online, diantaranya komputer atau laptop, printer dan alat tulis.


Media Pembelajaran Anak
Media Pembelajaran Anak,
via Photocollage


Bicara tentang salah satu media pendukung anak sekolah, saya punya produk favorit sejak dulu yaitu Faber Castell.  Saya akan ulas sekilas tentang Sejarah Faber Castell ini.


Faber Castell, sebuah perusahaan keluarga yang berdiri sejak tahun 1761 di Stein, Jerman. Pendirinya adalah Kaspar Fabel. Faber Castell masih berdiri hingga generasi ke-9 saat ini.


Lokasi produksi berada di 9 negara, dengan kantor pemasaran di 23 negara. Telah dipasarkan lebih dari 120 negara di dunia.


Faber Castell juga memiliki keragaman produk yang memberikan kualitas terbaik untuk menulis, menggambar, desain kreatif, dan pensil kosmetik.


Isi Paket Belajar Online Faber Castell
Isi Paket Belajar Online Faber Castell,
via Photocollage


Faber Castell menghadirkan berbagai produk untuk Paket Belajar Online seperti pensil 2B, pulpen, rautan, penghapus, pencase, dan stylus. Salah satu inovasi untuk mendukung pembelajaran online adalah Stylus. 


Penggunaan Stylus
Penggunaan Stylus, 
via Photocollage


Stylus ini bermanfaat untuk browsing, menulis, dan doodle di gadget. Super praktis pokoknya dan membantu banget dalam proses pembelajaran online di rumah.




Penggunaan Stylus di Hp Android,
via Photocollage


Bukan cuman buat anak aja, untuk profesi lain seperti guru, penulis, editor, bahkan illustrator juga pastinya akan terbantu dengan adanya Stylus. 


Penggunaan Stylus Faber Castell,
via Photocollage


Permasalahan PJJ dan PTM selama pandemi menjadi sebuah refleksi pendidikan di Indonesia.  Buat Sahabat Catatan Leannie, yuk sharing tentang permasalahan selama mendampingi anak belajar daring dan ceritakan bagaimana solusinya!


Mengenai paket belajar online dari Faber Castell, informasi lebih lanjut, dapat di akses melalui website www.faber-castell.co.id



Salam,














112 comments

  1. Wah semangat Mbak mendampingi anak-anak PJJ. Kasus Covid di Indonesia makin naik aja nih, was-was juga ya kalo anak-anak udah harus sekolah tatap muka. Semoga diberi kemudahan semuanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, mau gimana lagi ya. Semua demi kebaikan, anak kayanya bakal belajar online lagi

      Delete
  2. To be honest, akupun stresss banget Mbaa dgn pandemi dan PJJ yg entah kapan bubarnya ini.
    Tapi ya gimana lagi, manusia memang kudu adaptasi yak.
    Yg jelas STYLUS beneran membantu utk meningkatkan mood dan performa ketika belajar ya
    Sip sippp!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaan Mba, rasanya kalau terus menerus PJJ lelah jiwa, halah ... Moga aja si C cepet berlalu deh

      Bener banget, Mba. Stylus membantu meningkatkan mood dan bikin belajar makin menyenangkan

      Delete
  3. Banyaakk banget tantangan ber-PJJ.
    Pengin supaya anak segera tatap muka, tapiii mengingat grafik covid naik2 ke puncak gunung, yaaa apa boleh buat.
    Yg pentng, siapkan fasilitas terbaik utk belajar anak yak.
    Faber Castell emang paling juaraa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, banyak banget tantangannya. Iya, memang kasus C ini lagi "menuju puncak" ngeri, ya. Nah, iya Faber Castell jadi salah satu fasilitas terbaik untuk anak

      Delete
  4. Asli kompleks ya permasalahan yang ada selama PJJ, Mbak.
    Namun sepertinya kita harus PJJ lagi ini karena kasus covid naik di mana-mana. Semoga kita semua belajar banyak selama setahun ini dan bisa menyediakan yang terbaik buat buah hati seperti perlengkapan dari Faber Castell ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mba Niar. Kompleks sekali. Sedih nih sebenarnya, aku udah semangat mau nganter anak sekolah tapi kayanya Bulan Juli masih PJJ. Betul, Mba. Faber Castell memang media Pembelajaran terbaik sejauh ini

      Delete
  5. keren ya Faber Castell, selalu terdepan dalam berinovasi

    saya selalu menyiapkan perangkat menggambar Faber Castell di rumah, setiap keponakan datang saya sodorin, jadinya keterusan deh, dia seneng ke sini untuk menggambar :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Ambu. Pensil, pensil warna yang merk Faber Castell emang bagus kualitasnya.

      Delete
    2. Dulu saya aekolah pun udah pake. Karena hasilnya memang beda. Jauh lebih bgs faber castell ini hehe

      Delete
    3. Iya bener ya, Kak. Udah saya pakai juga dari zaman sekolah.

      Delete
  6. Antara PJN dan PTM memang bikin hati cenat cenut ya mam. Tapi pasti ada hikmah yang bisa kita ambil. Btw, aku juga punya stylus faber castell, tapi serinya beda. Enak banget lho saat dipakai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya aku tahu seri lain dari stylus Faber Castell. Yang bersatu sama pen, kan, Mba? Nyaman pasti pakai itu, ya.

      Delete
  7. Mbak aq jadi pengen beliin anak2 paket belajar dari faber castell ini mbak, kayaknya bakal seru deh. Selama ini pakai produk faber castell cuma pensilnya doang hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, silakan Mba. Engga cuman pensil, yang lainnya juga bagus kualitasnya, termasuk stylus juga

      Delete
  8. Fiber castle memang alat tulis, dan gambar turut mendukung pendidikan anak anak Indonesia, semoga terus memgapresiakan di dunia pendidikan. Fabel castle is the best

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kualitasnya memang bagus,ya, Bu. Terjamin sejak dulu

      Delete
  9. Drama PJJ dan PTM akan terus ada, jika pandemi masih ada.. hiks

    Anakku yang bungsu malah maunya homeschooling aja ke depan, dan jadi pusing deh si emak, hahaha

    Dengan adanya gadget dan ditambah stylus Faber Castell - anak anak semakin dipermudah ya mbak Lia, untuk belajar jarak jauh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, emang belajar di rumah itu banyak tantangannya ya Mba. Kadang saya juga sebagai ibu ngeras kurang sabar menemani anak belajar

      Delete
  10. Macam2 kendala pjj ini. Saya sebagai guru sudah merasakannya. Orang tua siswa kadang banyak yg gak peduli, ada yg peduli tapi ekonomi kurang mampu, belum lagi broken home, komplit. Semoga pandemi segera berlalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba. Kompleks banget permasalahan PJJ ini, dari sisi anak, orang tua juga. Guru juga pasti punya tantangan tersendiri, ya

      Delete
  11. Kepengen beliin anak2ku Stylus dari Faber Castell deh :) Keren banget ya manfaatnya banyak, memudahkan anak2 mengerjakan tugas mapel dll, browsing, centang2, gambar hehehe. Harganya juga terjangkau. Iya nih siap2 PJJ lagi soalnya ga mungkin PTM kan dengan sikon seperti sekarang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, Mba. Membantu belajar online. Sepertinya melihat kondisi sekarang, masih akan PJJ lagi

      Delete
  12. Memang kompels banget ya masalah PJJ ini, mulai dari sarana, kesiapan kurikulum, kesiapan guru, orang tua dan juga siswa.

    Stylusnya faber castell ini bukan cuma membantu anak saja lho dalam belajar online, bermanfaat juga buat saya saat WFH gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya kompleks memang,masalahnya dialami anak, orang tua dan guru. Iya stylus Faber Castell ini multifungsi, bukan cuman buat anak tapi buat yang WFH juga bermanfaat banget

      Delete
  13. Pandemi membuat pekerjaan kantor juga di rumah sepertinya sulit ya kak, terutama bagi orang tua yang harus mendampingi putra-putrinya sekolah dari rumah. Semangat kak, semoga tetap bisa berprestasi di pandemi seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba. Mendampingi anak belajar di rumah secara daring besar sekali tantangannya. Aamiin

      Delete
  14. Wah, jadi pengeeen nyobain Stylus Pen dari Faber Castell.
    Kayaknya seru, semoga gak semahal stylus pen bawaan device merk buah-buahan itu ya, hehe. Makasih infonya ya Mbak Lia...
    Semoga pandemi segera berlalu dan semua kembali seperti semula, bisa PTM lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba, harganya terjangkau kok. Aamiin, semua berharap pandemi segera berlalu

      Delete
  15. Peran penting pjj menurut saya bukan pada guru dan kurikulum, melainkan peran orang tua dan perhatian orang tua yg paling utama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jelas sekali, Kak, karena orang tua yang berperan mengawasi, mengajar, juga mendampingi anak saat PJJ.

      Delete
  16. Sebelum pandemi, aku sudah punya stylusnya faber Castell mba, waktu itu Stylus vernate namanya, cuma karena ketahuan anakku yg paling kecil, bagian ujungnya digigit anakku.

    Beruntung sekarang ada Stylus dari paket belajar online ini. Aku bisa pakai stylusnya dan anakku pakai pensil, rautan dan penghapusnya. Lebih hemat dan praktis

    ReplyDelete
  17. Sepakat banget sama ibu Saufi, mbak. Pas aku dengerin beliau memaparkan berbagai masalah PJJ rasanya pengen banget ikutan cerita. Wkwkwk. Sotoy aja ini. Soalnya pas banget lg ngadepin wali murid yg ngegas mulu minta tatap muka. Wali muridku ini nggak percaya Covid-19, katanya ini lah itulah. Sampai aku capeee banget buat ngadepinnya. Padahal peran ortu, guru, dan siswa penting bgt selama PJJ ini. Huhu
    Eh iya, adikku cobain stylusnya seneng bgt buat gambar dan mengerjakan soal2. Murah meriah bisa bikin anak2 punya pengalaman baru menggunakan stylus ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, aku pun pengen curhat Sama Bu Saufi. Betul Mba, Stylus bisa buat gambar juga memang, praktis langsung dari hp

      Delete
  18. Masyaallah terima kasih sharingnya, Mbak. Baby saya masih balita, tapi dari sharing ini jadi membuka insight baru bagi saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sama-sama, Mba. Semoga bermanfaat, ya.

      Delete
  19. Kalau mau nurutin anak sih maunya PTM seperti biasa, tapi apa daya si Covid merajalela heuheuuu.. :D
    Btw, jadi kepo pengen beliin stylus Faber Castel yang ternyata harganya terjangkau banget. Bisa dipakai Lubna gambar dan ngedit video anime di HP, secara dia lagi suka banget bikin konten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, aku juga maunya anak PTM, Mba. Nah, iya kalau Lubna punya ini, dia pasti seneng banget.

      Delete
  20. Menarik Pembahasannya.

    Memang kalau menurut saya PJJ maupun PTM sekarang ini kurang efrktif terkesan setengah² tapi di maklumi lah mungkin karena Pandemi belum berakhir, tapi kalau begini terus bisa bahaya anak Indonesia bisa² tertinggal, di tambah kurikulum 2013 yg kurang efektif menambah parah keadaan.

    Satu² jalan adalah kesadaran orang tua untuk mengajar anaknya secara mandiri di rumah agar anak² nggak tertinggal pembelajarannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Kak. Bener banget tapi mau gimana lagi. Pandemi ini mengubah banyak hal, termasuk penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

      Delete
  21. Kombinasi PJJ dan PTM ini cukup solutif meski harus dengan persiapan yang tidak sedikit. Dan benar, kalau dilihat dari situasi saat ini yang makin parah, aku lebih setuju PTM dipending. Keadaan tahun lalu nggak seseram sekarang, jadi lanjut PJJ saja lagi.

    Mengenai alat untuk belajar, sudah pasti harus disiapkan agar proses belajar anak maksimal. Faber Castell ini inovatif sekali, menyediakan paket belajar online yang sangat berguna, terutama stylus-nya. Anakku yang cewek juga pakai stylus, sangat memudahkan ketika digunakan belajar online.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba untuk kebaikan memang PTM sebaiknya dipending dulu. Stylus memang bermanfaat banget buat membantu pembelajaran daring.

      Delete
  22. Masih banyak kendala namun harus tetap semangat ya kak apalagi Faber-Castell selalu mendukung hihi

    ReplyDelete
  23. Wah, jangankan yang usia 5 th, anak-anak usia 10 tahun saja bisa lelah juga, Mbak kalau kelamaan belajar online. Teman-teman si sulung ada juga yang benar-benar udah nggak peduli sama pelajaran :D Memang lelah sekali PJJ ini, tapi masuk offline juga belum berani. BTW, baru tahu ada stylus sekece ini dari Faber Castell. kayaknya yang suka bukan cuma anak sekolah sama guru, ya. Yang pengin gambar juga bisa pakai ini. Apalagi mereknya sudah jelas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya memang melelahkan PJJ ini. Anakku sempet engga mau di telp lagi loh, dia bilangnya mau belajar tapi dateng ke sekolah. Gitu katanya. Mba harus punya, ini ngebantu juga buat kerjaan bikin gambar or illustrator, loh.

      Delete
  24. Mbak Lia, aku ikutan juga acara ini bareng Faber-Castell trus ikutan curhat karena anakku udah susah diajak sekolah online, hehe. Ya maklum masih usia TK, maunya lari-lari, ga betah duduk. Kalaupun zoom gitu sebulan sekali doang kayaknya. Sisanya dia lebih suka belajar sama saya aja, tanpa gawai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, Sama banget ternyata masalahnya Mba. Anak-anak usia ini masih sering terdistraksi, gampang bosan juga. Bener sih kadang tanpa gawai Kita bisa ajak anak belajar saat bermain

      Delete
  25. Beneran emang dilematis sih ya kalo disuruh pilih PJJ apa PTM karena maunya sih PTM tapi situasi gak memungkinkan.. Faber Castell tahu banget kebutuhan para pelajar saat ini ya..

    ReplyDelete
  26. PJJ memang menjadi tantangan, terutama untuk anak-anak yang rentang konsentrasinya masih pendek. Yang sudah besar pun kalau terlalu lama di hadapan layar juga bisa jenuh atau malah terdistraksi. Bener2 menantang. Tapi sepertinya kita harus sabar karena saat ini masih menghadapi gelombang 2 pandemi. Ah, semoga pandemi segera usai. Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semua pasti inginnya pandemi ini segera berakhir. Biar anak-anak bisa pergi belajar ke sekolah seperti sebelum pandemi

      Delete
  27. Rupanya kendala di beberapa daerah menyangkut pjj ini hampir sama ya, ananda Lia. Untung di daerah kami ptm terus jalan. Meskipun kegiatan di sekolah terbatas. Tidak seperti srbelum covid

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu di daerah mana? Sekolahnya masih PTM ya?

      Delete
  28. Semoga saja penddidikan di Indonesia memberikan yang terbaik yaa, sementara inimah udah deh PJJ dulu, tunda PTM sampe suasana membaik.
    Yang penting ada pendukung tatkala anak2 PJJ, kek Faber Castle ini, adanya Stylus paket belajar online mempermudah anak2 untuk belajar daring.
    Semangat membersamai PJJ tahun ajaran baruu ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Teh Nchie. Lebih baik memang PJJ dulu sampai keadaan membaik. Stylus ini inovasi yang membantu belajar online

      Delete
  29. Anak saya juga sudah 5 tahun, jadinya menerapkan HS. Karena sepertinya tidak efektif mau PJJ juga. Yah semoga pandemi cepat Usai ya, jadi bisa belajar seperti biasa lagi

    ReplyDelete
  30. Mau pjj atau ptm, harapannya di tahun ajaran baru pendidikan di Indonesia semakin baik
    Selain itu, meski masih pjj juga harus dipersiapkan, salah satunya dengan memiliki paket sekolah online dari Feber Castle ini

    ReplyDelete
  31. aku mau banget nih punya stylusnya. sekarang makin penting deh pakai stylus karena lebih enak buat anak2 juga saat pilih jawaban atau mau nulisnya

    ReplyDelete
  32. PJJ memang jauh lebih ruwet daripada tatap PTM. Tetapi, suka atau tidak harus dihadapi. Adanya fasilitas pendukung seperti stylus Faber Castell memang bisa membantu dengan cara menyenangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saat ini pilihan terbaik masih PJJ, PTM belum memungkinkan soalnya Mba

      Delete
  33. Urusan kuota internet ini memang salah satu problem besar selama PJJ ya, Li. Aku pernah tuh nhalamin karena harus pergi keluar sebentar jadi beli paket pulsa 1 giga aja. Terus ga inget sambil di luar itu sambil ngezoom. Ga sampai setengah hari kuotanya abis. Nah kebayang tuh kalau ngezoom tiap hari terus dilanjut anaknya maen game terus di hp, ya? Buat yang ga punya WiFi di rumah jadi harus pinter menghemat.
    Ngomong-ngomong soal Faber Castel, aku punya beberapa atknya di rumah. Model dan warnanya gemesin dan pulpen warna-warninya bikin aku jadi rajin nulis lagi di buku. Nulis apa aja sih hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, betul Teh. PJJ ini engga akan berjalan tanpa kuota. Kebayang yang anaknya banyak. Harus ekstra kuota juga.

      Delete
  34. Wiwin | pratiwanggini.netJuly 3, 2021 at 6:03 AM

    Meskipun saya tidak 100% mendampingi anak saat PJJ, karena saya ibu bekerja, tapi saya bisa merasakan betapa banyak hal yang dia mengalami kesulitan saat harus belajar mandiri. Iya, kudu belajar mandiri karena materi tidak maksimal diajarkan secara online. Yang banyak adalah tugas-tugas. Sebagai ibu, saya hanya bisa menyemangati. Karena mau tidak mau harus menerima kondisi ini. Musti menyesuaikan dan bener-bener ujian untuk mandiri.
    Btw saya suka stylus dari Faber Castell ini. Sangat membantu mengerjakan soal-soal ujian buat anak saya. Dan berguna juga buat saya kerja online.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya pastinya buat ibu berkerja pun punya tantangan tersendiri terkait PJJ ini. Stylus emang bagus sih, membantu banget buat belajar online

      Delete
  35. PJJ memang masih menyisakan banyak persoalan, apalagi ini untuk pertama kalinya karena pandemi diberlakukan sistem belajar daring, terutama untuk urusan smartphone dan kuota internet. Tapi walau bagaimana pun, kesehatan adalah hal yang utama dan meski sulit penerapan PJJ tetaplah solusi yang terbaik.

    Saya saja yang bisa dibilang ngak ada masalah untuk urusan teknologi masih mengalami sulitnya menemani anak-anak belajar selama PJJ, karena memang untuk belajar via daring butuh kesiapan mental terutama soal disiplin mengerjakan tugas. Untuk belajar PAT kemarin aja butuh usaha keras plus pengawasan ekstra dari emaknya...hahaha. Untungnya ada Paket Belajar Online Faber Castle nih, jadi untuk urusan teknologi ngak ada masalah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak saya masih usia dini sih Mba. Jadi belum merasakan pas ujian bagaimana. Memang tugas orang tua di rumah selain sebagai fasilitator, jadi pengawas juga terhadap evaluasi belajar anak

      Delete
  36. PJJ ini memang sesuatu ya. Di satu sisi kita tenang karena anak2 aman di rumah. Tapi di sisi lain, kita jadi punya peran baru. Gak bisa deh disepelekan. Mana pandemi entah kapan berakhir. Entah kapan anak2 bisa PTM lagi. Kudu banyak stok sabar deh kita, anak-anak, bahkan gurunya dalam PJJ ini.

    Btw, anakku yang nomor 3, suka deh dengan Paket Online dari Faber Castell ini. Apalagi stylus pen-nya. Dia amaze banget. Sampe2, gak hanya belajar aja pake itu. Bahkan buka2 Youtube atau main game juga pake stylus ini. Keren katanya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Stylus banyak disukai karena fungsinya memudahkan belajar online ya, bisa lebih praktis juga buat buka YouTube dan lainnya

      Delete
  37. Materinya menarik sekali tentang PJJ dan PTM sebuah refleksi pendidikan di Indonesia.
    Aku sih manut saja, kalau PTM ayo meski dengan prokes ketat, mau PJJ lanjut boleh untuk keselamatan semua.
    Terlebih sudah ada solusi lagi buat bantu PJJ seperti Paket Belajar Online Faber Castell yang komplit ini..bikin Emak dan anak makin happyyyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah,iya tugas Kita mendukung kebijakan pemerintah selama untuk kebaikan. Happy dong saya juga dengan adanya Stylus ini

      Delete
  38. Saya "hanya" merasakan sedikit problem soal PJJ ini. Tak lain karena si sulung ada di pondok trus si kecil belum sekolah. Namun, sempet ngerasain pas si sulung harus PJJ selama 4 bulan pas awal-awal Covid muncul dulu. Semua santri dipulangkan ke rumah dan jadi tau deh tantangan PJJ kayak gimana. Anak dan ortu cukup lelah emang yaa.
    Baca info dari Mbak Lia ini, jadi tertarik untuk nyobain stylus, nih. Faber Castell ngerti banget ya problem kita. Sip :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kakaknya usia SD atau SMP Mba? Iya nih cobain aja stylusnya Mba. Bisa didapat dI website resminya Faber Castell

      Delete
  39. Banyaknya kendala saat PJJ ini semoga tidak menyurutkan kita semua untuk terus bertahan di masa-masa seperti ini dan saling menguatkan yaa..
    Salah satunya dari prouk terbaru Faber Castell.
    Sangat bermanfaat sekali untuk anak-anak melatih motorik kasar mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Teh. Semoga tetep semangat mendampingi anak belajar. Stylus memang bermanfaat banget buat belajar online

      Delete
  40. Aku sendiri tidak ada anak kecil di rumah, belum ngalamin nemenenin PJJ tapi ngerasain kalo zoominar susah sinyal tuh sedih mba Lia ketika sedang nyimak dengan khusuk.
    Semoga kita semua diberikan kesabaran selalu menghadapi ujian ini

    ReplyDelete
  41. Wah, iya banget niih..
    Anak usia TK memang lebih seneng lelarian yaa... Drama PJJ yang kudu mama pahami baik-baik. Dan tugas orangtua menjadi lebih menantang niih..

    Tapi kekhawatiran bersentuhan dengan gadget sedikit berkurang karena dibantu paket belajar dari Faber Castell. Stylushnya canggih banget yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Teh Lendy, beginilah tantangannya menemani anak usia dini PJJ

      Delete
  42. stylus dari faber castell menjawab banget deh kebutuhan anak selama pembelajaran jarak jauh juga orangtuanya, karena mempermudah dalam mengerjakan tugas juga ujian

    ReplyDelete
  43. Sama mba, wacana untuk PTM sepertinya ya tinggal wacana saja karena kota tempat tinggal saya masuk zona merah dan wajib PPKM. Ini mana anak saya naik kelas 6, saat-saat rawan untuk mengajari banyak hal jelang kelulusannya. Langsung elap peluh deh ngebayanginnya hehehee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mba. Hanya tinggal wacana aja, PJJ pasti diperpanjang. Bentar lagi masuk SMP ya

      Delete
  44. Tidak mudah ya, mba menemani anak PJJ apalagi anakbusia 4-5 tahun sudah ketebak bagaimana riweuhnya. Hehe...
    Btw, aku suka banget sama paket belajar Faber Castell, stylusnya asyik saat dipakai. Emang ya, Faber Castell gak pernah mengecewakan, produknya bagus dan berkualitas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah Mba. Anaknya emang aktif dan engga bisa konsen lama. Jadi aja lari-larian terus pas di telp gurunya

      Delete
  45. PJJ entah sampai kapan, karena kondisinya masih belum ada perubahan juga. Padahal jaga semangat belajar anak penting adanya. Kalau orang tua kurang perhatian bisa-bisa mereka makin kendur belajarnya.

    Paket faber castell bisa buat kado nih, jadi anak-anak nantinya bisa semangat lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya. Kalau ortu engga perhatian atau sibuk, otomatis anak engga ada yang menemani dan mengawasi belajar.

      Saya suka sih sama paket belajar Online Faber Castell, terutama stylus

      Delete
  46. Stylus faber castell ini,nggak hanya cocok untuk anak2 yang pjj aja, emak2 bakulan juga terbantu banget neh dengan produk ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya bermanfaat banget emang, engga hanya buat anak tapi buat yang WFH juga terbantu pastinya

      Delete
  47. Awal-awal yang paling berasa berat saat PJJ itu masalah kuota. Alhamdulillah setelah pasang wifi biaya kuota jadi berkurang drastis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau engga ada kuota engga bisa belajar online ya Mba

      Delete
  48. Permasalah PJJ atau PTM sekarang itu benar-benar jadi kayak buah simalakama ya, apalagi kemarin yang kita kira sudah mulai menurun pandemi covid di Indonesia, ternyata sekarang naik lagi. Alhamdulillah dengan webinar ini kita jadi paham situasinya ya mbak dan apa yang akan kita lakukan ke depannya untuk mendukung pembelajaran yang kemungkinan masih PJJ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya sejak kasus naik dan dilakukan PPKM Darurat, wacana PTM ditarik lagi. Betul, udah tahu ilmunya ya Mba setelah ikut seminar ini

      Delete
  49. Semua alat tulis saya dan ponakan juga Faber Castell emang berkualitas , awet dan tahan lama ya merk ini ..keren deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mba. Zaman saya SD pun pensil Faber Castell favorit saya. Kualitasnya paling bagus dibandingkan yang lain

      Delete
  50. saya punya saudara yang punya anak kecil SD, terasa banget sepertinya dengan pembelajaran jarak jauh ini effortnya, apalagi yang orangtua bukan guru basicnya. pastinya quota internet paling terasa ya. sukses untuk faber castell untuk programnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mba. Orang tua kan bukan guru jadi engga sebaik guru yang ngajarin di sekolah

      Delete
  51. Awal awal daring aku ngerasain banget ribetnya belajar daring. Apalagi untuk ponakanku yang tinggal di desa, kurangnya pemahaman orangtua tentang zoom, tugas yang menumpuk,dll.kalo di desaku anak anak daring tapi les pagi gitu. Les karena bnyak orangtuanya yang ke sawah dan nggak begitu faham pelajaran.
    Semoga daring tahun ini lebih siap, baik dari guru, pihak sekolah dan wali murid.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, iya pasti berasa banget tantangannya PJJ untuk yang tinggal di daerah.

      Delete
  52. Hai Teh Liaa... wah lama saya gak berkunjung ke Catatan Leannie ini yaa..kangeen hehe... bener banget anak-anak sepertinya kurang motivasi kelamaan belajar daring nih...soalnya kecampur ama suasana rumah yang memang buat istirahat kali ya hehe... btw jadi pengin punya stylus nya Faber Castell ini deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Mia. Apa kabarnya? Moga Mba Mia dan keluarga Sehat-sehat ya Mba. Nah,iya kelamaan bikin anak bosan dengan PJJ ini. Iya, terasa banget manfaat stylus ini buat belajar online. Buat WFH juga cocok Mba

      Delete
  53. Bismillah enggak drama PJJ lagi saya
    Bismillah akan selalu percaya dengan apa yang ditetapkan bahwa di sinilah peran ibu dibutuhkan kembali
    Sebagai madrasah Utama, ibu harus ada di garda depan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bismillah, saya juga berdoa hal yang sama Mba Amma.

      Delete
  54. Stylusnya Faber castell ini kompatibel dengan hampir semua gadget lo. Udah git paket belajar online ini harganya terjangkau banget. Bisa dimiliki anak-anak dari semua kalangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yess, Mba, setuju. Stylus ini emang terasa banget manfaatnya

      Delete
  55. Stylus berguna sekali ya kak, apalgi kayak saya yang jarinya ukurannya lumayan. hehehe, bisa digunakan dengan rapi pas edit foto di ponsel

    ReplyDelete
  56. Paket belajar yang sangat menarik dari Faber Castell. Apalagi sudah dilengkapi pula dengan stylus. Bisa banget jadi andalan untuk menemani anak belajar selama PJJ ya Mbak

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar. Moderasi komentar saya aktifkan, ya. Jika ada link hidup dan brokenlink akan saya hapus. Maaf juga jika ada komentar yang belum terbalas. Terima kasih atas kunjungannya.