January 31, 2019

Sebuah Tempat Bernama Rumah

by , in
Pic by Pinterest

Sebuah rumah adalah tempatmu pulang, tempat melepas semua penat dan lelah. Sebuah tempat bernama rumah, apakah Kamu nyaman berada di dalamnya?

Arti penting sebuah rumah, tak hanya sebagai kebutuhan primer semata. Alhamdulillah setelah nikah punya rezeki rumah sendiri. Belajar hidup mandiri, tak lagi ada dalam naungan orang tua.

Apakah arti penting sebuah rumah untukmu? Bagi saya pribadi rumah punya nilai tersendiri, ada rasa nyaman ketika pulang ke rumah. Inilah arti sebuah rumah versi saya

1. Tempat bernaung dan kembali pulang

Rumah merupakan sebuah tempat yang melindungi Kita, tempat bernaung dari panas atau hujan juga sebagai tempat kembali pulang. Meski sudah jauh mnegelingi berbagai tempat, adakalanya kangen dan rindu pulang ke rumah.

2. Membingkai kebersamaan dengan keluarga di rumah

Sebuah rumah merupakan tempat berinteraksi antar anggota keluarga. Membangun kedekatan dengan membingkai kebersamaan dari rumah, begitu indah dan membahagiakan. My happy place ...

3. Mendidik anak dan memilih bekerja dari rumah

Inilah pilihan saya, meski sesekali menerima pekerjaan part time job di Lab, tetap saja saya menginginkan kebersamaan dengan anak saya, apalagi usianya masih balita, menjadi saksi tumbuh kembang anak juga mendidik anak dari rumah.

Sudah berbagai macam hal saya coba lakukan dari dari rumah, irt pun harus bisa berkarya, meski diam di rumah sekali pun. Saya pernah mencoba bisnis MLM, kosmetik, bahkan berjualan offline dan online. Ternyata yang paling membuat saya nyaman adalah menulis, karena menulis adalah passion bagi saya.

4. Bukan ukuran yang membuat rumah sempit, ternyata hati dan pikiran Kita sendiri

Ternyata rumah yang ukurannya kecil tidak bermakna sempit, keadaan ini terjadi karena diri Kita sendiri. Hati dan pikiran yang menguasai diri, merasa rumah sempit karena lupa bersyukur, senantiasa melihat terus ke atas, dan lupa memandang ke bawah.
Jangan membandingkan hidupmu dengan orang lain, bersyukurlah agar Kamu bahagia dan menemukan kelapangan.

5. Rumahku ... surgaku, berjuang menciptakan hal ini

Siapa sih yang tak ingin menciptakan surga dari rumah? Pastinya butuh perjuangan, kerja sama, dan terus berusaha menciptakan surga dari rumah. Mulai dari memperbaiki attitude, memberikan teladan, meningkatkan kualitas ibadah dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Rumah adalah sebuah tempat yang seharusnya membuat penghuninya nyaman dan merasakan ketenangan ketika ada di sana. Sebuah tempat yang dirindukan itu  bernama rumah. Bagaimana menurut Kamu, apa arti penting rumah untukmu?


Salam, 




January 30, 2019

Serunya Mengunjungi Museum Old City 3D Trick Art Semarang

by , in
Museum 3D di Kota Lama Semarang
Old City Museum Trick Art 3D Semarang

Semarang punya cerita dalam hidup saya, karena saya pernah tinggal di sana, meski hanya beberapa bulan saja menemani suami bekerja di sana. Berbagai tempat sudah saya kunjungi, diantaranya "Museum Trick Art 3D Old City" atau "Museum Rumah Terbalik" di Kota Lama Semarang.

Bergaya ala istagram

Ada yang menyebut "Oemah Kwalik" Semarang, museum ini dibuka pada Bulan Mei tahun 2016 yang lalu. Keberadaan museum ini cukup menarik perhatian treveler di sekitar Semarang. Kawasan Kota Lama ini berdekatan dengan Gereja Blenduk yang juga dikenal sebagai ikon Kota Semarang.

Berfoto di Kota Lama

Kami mengunjungi museum ini pada Bulan Oktober 2016, saat itu, putra saya Dzaky belum genap berusia setahun. Museum 3D yang terletak di jalan Jl. Letjend Suprapto No 26 Kota Lama Semarang memang jadi wisata swafoto yang instagramble.

Spot foto favorit saya

Banyak foto dengan gambar tiga dimensi yang bisa Kita saksikan di sana. Mengelilingi ruangan museum dengan berbagai gambar tiga dimensi memang mengesankan. Terkadang Kita merasa gambar tersebut tampak nyata.

Biar kaya AADC ๐Ÿ˜…

Rumah Terbalik Semarang atau Trick Art 3D memiliki koleksi sekitar 108 tema gambar tiga dimensi, misalnya pemandangan alam, city view dari dalam negeri sampai luar negeri. Salah satu spot favorit saya adalah berfoto menaiki sampan seperti di Kota Vennice, Italia. Inilah berbagai foto yang sempat Kami diabadikan.

Background Gunung Tangkuban Perahu,
bikin kangen Bandung 

Indahnya city view

Naik sampan kayak di Venice

Ada juga foto jembatan gantung yang bisa disebrangi, tampak menyeramkan juga karena di bawahnya seperti ada jurang yang begitu dalam dan kalau jatuh bakal hanyut terbawa arus air. Hiii ...

Hati-hati menyebrang di sini ๐Ÿ˜…

Asyiknya berfoto di museum ini karena instagramble dan berasa nyata melihatnya, padahal hanya sentuhan tiga dimensi.

Udah kayak Ballerina, belum?

Itulah serunya mengunjungi Museum Trick Art 3D di kawasan Old City atau Kota Lama Semarang. Yuk, kunjungi tempat ini kalau Kamu traveling ke Semarang!


Salam,



January 30, 2019

Mencari Bahagia? Temukan Kunci Kebahagiaan dalam 5 Hal ini!

by , in
Pic by Canva

Apa sih yang Kamu cari dalam hidup?
Mencari bahagia, apa kunci kebahagiaan menurutmu?
Apakah kekayaan, materi, jabatan, pangkat, kecantikan atau apa yang menjadi standar bahagia untuk Kamu?

Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Ada 5 hal yang bisa membuat Kamu bahagia versi saya. Apa saja kelima hal tersebut, simak, ya?

1. Hati yang penuh rasa syukur

Bahagia didapat dari hati yang penuh rasa syukur. Meskipun masih ada hal yang belum nampu diraih, cukuplah berbahagia dengan semua yang Kita punya. Kesehatan, keluarga, punya rumah sendiri, teman yang saling mendukung adalah hal yang perlu disyukuri.

Bersyukurlah agar nikmat-Nya ditambahkan padamu. Bersyukur akan membuatmu bahagia. Jangan menunggu bahagia dulu baru bersyukur. Alhamdulillah terima kasih atas semua karunia-Mu, Ya Rabb.

2. Senantiasa mau berbagi

Kebahagiaan sifatnya menular, loh. Untung bukan virus atau penyakit menular ๐Ÿ˜… Ini seriusan, loh, ketika Kita mau berbagi, terlihat wajah bahagia dari orang yang kita beri. Melihat orang lain bahagia, tentu Kita ikut merasa bahagia, juga, kan, ya? ๐Ÿ˜„

3. Tidak membenci

Milikilah hati yang tidak membenci, karena hal ini bisa merusak diri. Biasanya orang yang membenci, tidak melihat kebaikan pada orang lain. Hatinya tertutup oleh kebencian. Jauhilah prasangaka dan benci dalam diri.

4. Mau memaafkan kesalahan orang lain

Manusia tak luput dari kata salah. Bahkan diri sendiri pun punya khilaf dan salah. Memaafkan adalah salah satu kunci bahagia.

Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat, tapi orang yang kuat adalah orang yang mau mengakui kesalahan sendiri dan memberikan maaf.

5. Tidak membanding-bandingkan kehidupannya dengan orang lain

Rumput tetangga terkadang lebih hijau, terkadang Kita mengukur diri dan bahagia melihat orang lain. Mulai sekarang stop membanding-bandingkan kehidupanmu dengan orang lain. Berbahagialah dengan apa yang Kamu miliki.

Banyak manusia yang mencari kebahagiaan dengan mengumpulkan harta, mencari jabatan tinggi atau mempercantik diri dengan perawatan mahal, tapi nyatanya bahagia belum juga mereka dapatkan.

Cobalah menerapkan lima kunci bahagia dalam hidup. Mencari bahagia ternyata bisa ditemukan pada kelima hal di atas. Bagaimana dengan Kamu, sudahkah Kamu bahagia?


Salam,




January 29, 2019

Setahun dalam Kenangan, Memetik 5 Pelajaran Kehidupan dari Nenek

by , in
Pic by Canva

Sebuah puisi kutuliskan untuk nenek, dalam kerinduan kutuliskan lantunan kata untuk mewakili perasaanku. Setahun dalam kenangan membuatku terkenang akan nenek. Banyak pelajaran kehidupan dari nenek yang selalu kuingat.

***

Sudut Kenangan

Namamu selalu terukir
Membekas dalam sudut kenangan
Rindu selalu menyapa

Begitu terasa ... dalam tak bertepi
Seringkali kumengingatmu
Tatkala lembayung berganti malam

Sudut kenangan hangatkan jiwa
Melebur bersama asa
Ketika rindu menjelma

Kutahu kau bertahta
Tersenyum penuh makna
Dalam keabadian

Leannie.Azalea
Ketika hujan turun di Kota Kembang, 13 Januari 2019

***

Setahun lebih beberapa hari, nenek berpulang ke rahmatullah. Nenek saya memang tinggal bersebelahan dari rumah Mama. Masih kurasa ada sesuatu yang hilang ketika masuk rumah nenek, yang sekarang ditempati oleh paman, adik bungsu ibuku, anak ketiga nenek.
Inilah nilai kehidupan dari nenek yang selalu kuingat sampai sekarang.

1. Kehilangan membuatnya bersyukur

Nenek pernah bercerita bahwa dahulu ia pernah beberapa kali melahirkan tapi umur anaknya hanya bertahan beberapa hari, beberapa tahun, bahkan pernah keguguran. Kehilangan membuatnya bersyukur masih diberikan banyak nikmat yang lain.

Kehilangan memang membuat dirinya sedih, tapi nenek mengatakan bahwa hidup harus terus berjalan. Sabar adalah kunci kehidupan. Nenek ikhlas kalau anaknya diambil kembali pemiliknya. Ia hanya memiliki tiga orang anak, Ibu saya adalah anak pertama sedangkan dua orang lagi anak lelaki nenek atau kedua paman saya.

2. Memiliki kehidupan pernikahan yang harmonis dan hidup rukun sampai akhir hayat

Saya melihat nenek dan kakek adalah pasangan yang jarang sekali bertengkar, kehidupan pernikahannya pun harmonis.
Nenek  mengatakan bahwa untuk membina pernikahan bahagia, perlu kerja sama kedua pihak.

Nenek menghormati kakek dan begitu pula sebaliknya kakek pun menghargai nenek. Nenek kadang mengalah terhadap kakek, jika ada silang pendapat. Mereka hidup rukun sampai akhir hayat.

3. Bekerja keras untuk hidup, berbagai pekerjaan dilakoni nenek

Nenekku hidup dalam berbagai generasi, ia pernah merasakan hidup di zaman penjajahan Jepang sebelum Indonesia merdeka, orde lama, orde baru, juga zaman reformasi.

Berbagai pekerjaan dijalani nenek, dimulai menjadi buruh tani, menjahit, membuat kasur busa dan menjadi buruh pabrik. Semua dilakukan untuk menyambung hidup dan membantu menyokong perekonomian.

4. Nenek adalah sosok yang sabar dan suka berbagi

Dua hal yang kukagumi dari nenek adalah ia seorang yang sabar dan suka berbagi. Nenek jarang marah, dia seringnya tersenyum dalam menghadapi berbagai hal selalu bersikap tenang dan tidak mudah emosi.

Nenek juga senang memberi terhadap keluarga yang lain juga tetangga. Ketika nenek berpulang banyak sekali orang yang mendoakannya. Semoga nenek tenang dan surga balasan untukmu.

5. Selalu menjalin silaturahmi dengan keluarga yang lain

Sewaktu saya masih TK, hampir setiap minggu diajak mengunjungi saudaranya. Meski harus berjalan agak jauh, nenek tak berkeberatan karena ingin terus menjalin silaturahmi. Nenek dekat dengan saudaranya dan selalu ada untuk mereka.

Setelah nenek tiada banyak yang merasa kehilangannya. Mungkin karena kebaikan nenek yang selalu dikenang banyak orang. Saya sangat menyayangi nenek karena sejak kecil neneklah yang mengasuh dan turut membesarkan saya.

Banyak hal yang membuat saya rindu nenek, tapi sekarang nenek sudah tiada. Setahun dalam kenangan, banyak pelajaran kehidupan yang bisa saya ambil hikmahnya. Hanya doalah yang menyertai kerinduan saya. Semoga surga balasan untukmu, Nek.


Salam,




January 28, 2019

Pengalaman Pertama Naik Pesawat Bareng Bayi, Mengesankan Banget

by , in
Naik pesawat bareng bayi
Baby Dzaky excited lihat pesawat


Traveling adalah hal yang menyenangkan, bukan? Semenjak punya pasangan setelah menikah, saya sering diajak suami jalan-jalan.  Setelah memiliki anak pun masih suka jalan-jalan, intinya suami yang senang traveling, jadi saya ya, ikut aja. Pengalaman pertama naik pesawat bareng bayi yang belum genap setahun memang benar-benar mengesankan.

Senangnya bisa mengunjungi berbagai tempat. Setiap tempat punya makna tersendiri bagi saya yang mengunjunginya. Ketika suami saya ditempatkan di Semarang sekitar Bulan September tahun 2016 yang lalu, sebulan setelah ia bekerja, saya dan Dzaky ikut pergi ke Semarang.

Kami bertiga udah stay di Bandara Husein Sastranegara sekitar jam 17.10 WIB. Foto bareng keluarga besar yang mengantar kepergian Kami ke Semarang. Pas difoto saya sempat nangis, karena berat juga ninggalin Bandung. Difoto pun masih sambil nangis.

Diantar keluarga ke Bandara Husein Sastranegara

Kami berangkat naik pesawat menuju ke Semarang dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang dengan membawa Dzaky dan bawaan lainnya yang cukup banyak, karena Kami mau menemani suami bekerja di Semarang.

Barang bawaan dari Bandung cukup banyak sekitar 2 koper plus tas besar juga menyiapkan tas khusus berisi makanan, susu, pampers, dan barang bawaan Dzaky. Apalagi bawaan saya juga cukup banyak. Duh, maklum perempuan ๐Ÿ˜…

Lihatlah Kami, abaikan barang bawaan 

Saya juga membawa babby stroller. Agak ribet juga sih pas naik pesawat, lipet dulu strollernya, diangkat ke sana ke sini sebelumnya, apalagi pas naik tangga, perjuangan banget bawa itu. Sisi  baiknya, babby stroller membantu saya atau suami biar enggak terus-terusan gendong Dzaky yang masih berusia kurang dari setahun.

Dulu berangkat naik pesawat sore hari, sekitar pukul  18.00 WIB, dan sampai di Semarang sekitar pukul 19.45 WIB. Begitu sampai di Bandara cuacanya udah berasa enggak enak, panas banget deh walau udah malam, beda sama suasana Bandung.

Sebelum naik pesawat saya udah suapin Dzaky sama makanan instan, padahal saya jarang ngasih makanan instan yang diseduh, berhubung biar praktis dan udah masuk jam makan Dzaky, saya kasih dia makan plus minum dulu sambil nungguin naik pesawat. Memang kalau masih kurang dari setahun tidurnya bisa dua atau tiga kali sehari.

Sebelum boarding

Begitu naik pesawat, Dzaky excited banget lihat pesawat. Seneng kayaknya. Ini pengalaman pertama naik pesawat bareng bayi. Berhubung Dzaky udah kenyang makan dan minum tadi, dia ketiduran setelah naik pesawat.

Begitu di dalam pesawat, saya gendong dia  yang udah terlelap dalam dekapan setelah kenyang makan tadi.

Istirahat, ya, Nak

 "Anak baik, istirahat aja dulu, ya, Nak!"

Untungnya Dzaky enggak rewel pas naik atau turun pesawat. Traveling kali ini agak rempong sama bawaan, kasian juga suami saya, bawa ini dan itu, aslinya banyak banget. Maafin istrimu enggak bisa simpel bawa barang bawaan, apalagi niatnya mau tinggal nemenin ayahnya Dzaky kerja.

Babby stroller pun bermanfaat banget setelah turun naik pesawat, Dzaky disimpan di stroller sambil saya dan suami membawa bawaan yang aduhai, hehe ....

Alhamdulillah enggak lama kemudian datanglah mobil taksi. Dulu pakai taksi dari Bandara ke tempat tinggal ayahnya lumayan dekat cukup 15 menit atau 20 menit perjalanan dengan mobil.

Pengalaman naik pesawat bareng babby Dzaky memang mengesankan banget. Untung anaknya enggak rewel jadi asyik-asyik aja diajak ke mana pun. Gimana sama Bunda yang lain, adakah pengalaman traveling bareng anak yang tak terlupakan?


Salam, 



January 28, 2019

Konflik antar Pasangan dalam Pernikahan, Ikuti 5 Cara ini untuk Mengatasinya!

by , in
Pic by Pinterest

Pasangan dalam kehidupan berumah tangga seperti sepasang sepatu yang berjalan beriringan. Konflik antar pasangan bisa terjadi dalam pernikahan. Mereka perlu melakukan berbagai cara untuk mengatasinya.

Adakalanya konflik pun menerpa kedua pasangan. Kehidupan berumah tangga yang asalnya harmonis menjadi tegang karena masalah diantara keduanya.

Berbeda sudut pandang diantara keduanya, terkadang bisa membuat konflik semakin memanas. Bagaimana cara mengatasi konflik antar pasangan dengan bijak?

1. Ambil jeda waktu sejenak, jangan terbawa emosi

Ketika emosi bicara terkadang kata tak bisa dikendalikan, masalah yang terjadi ternyata semakin memanas. Bukan penyelesaian yang didapat, oleh karena itu, ambillah jeda waktu sejenak.

Biarkan emosi yang ada diantara kalian mereda, selanjutnya berbicara dan berkomunikasi dengan pasangan. Coba bicarakan baik-baik, ya.

2. Evaluasi diri, jangan-jangan kesalahan ada pada dirimu bukan orang lain


Nah, ini yang terpenting dalam pernikahan. Mengevaluasi diri merupakan cara Kita bercermin tentang diri. Jangan hanya menyalahkan pasangan atas konflik yang terjadi. Perbaikilah diri sendiri, lalu lihat apa yang terjadi pada pasangan Kita.

Coba pikirkan juga, apakah selama ini ada hal atau sikap Kita terhadap pasangan yang kurang baik, misalnya kurang memperhatikan pasangan atau anak, terlalu sibuk bekerja, atau bahkan sudah baiklah service sebagai istri. Hehe ... masalah ini perlu juga diperhatikan, loh.

3. Komunikasikan dengan baik apa yang Kamu rasakan

Setelah mengambil jeda waktu, Kamu perlu bicara dengan pasangan. Beritahukan apa yang Kamu rasakan. Bicara dengan baik, jangan sampai apa yang Kamu bicarakan menjadi masalah baru karena kemampuan berkomunikasi itu penting.

4. Jangan membandingkan kehidupan pernikahanmu


Ini juga poin yang harus Kamu perhatikan, ya. Jangan mengukur kebahagiaan orang lain dari sudut pandang Kita sendiri. Jangan juga membandingkan kehidupan pernikahan orang lain.

Kita tak pernah tahu apa yang mereka hadapi selama berumah tangga. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, ibaratnya begitu. Ciptakan kebahagiaan pernikahanmu sendiri. Bahagia itu diciptakan, dimulai dari hati yang bersyukur.

5. Ingat selalu marriage goals
Pernikahan adalah hubungan antara dua insan

Ingat juga tujuan pernikahan atau marriage goals. Bukankah pada saat akad, semua mimpi Indah tercipta bersama pasanganmu?

Pernikahan yang bahagia, sakinah, mawadah dan rahmah itu diciptakan bersama oleh kedua pasangan yang tak henti mau saling menghargai, memahami, mendukung dan memaafkan kesalahan atau kekurangan pasangannya.

Beragam rasa tercipta di sana. Kadang merasa bahagia, sedih, marah, terluka. Semua menciptakan aneka rasa dalam mengarungi kehidupan pernikahan.

Itulah 5 cara mengatasi konflik antar pasangan dalam pernikahan versi saya. Bagaimana dengan Kamu?



Salam,





January 28, 2019

5 Cara untuk Menyeimbangkan Keinginan dan Kebutuhan

by , in
Menyeimbangan keinginan dan kebutuhan
Pic from recoveringshopsholic.com

Keinginan dan kebutuhan adalah dua hal yang berbeda, namun dekat dengan keseharian. Sebagai seorang wanita, setelah memiliki gelar istri dan suami dituntut untuk mampu menyeimbangkan dua hal di atas. Kita perlu menyikapi dengan bijak keduanya agar keuangan aman terkendali.

Manusia memiliki keinginan dalam hidup, tak terkecuali keinginan akan barang atau yang lainnya. Namun, semua itu harus menjadi pertimbangan Kamu untuk memilih. Membeli atau tidaknya barang yang Kamu inginkan itu harus berdasarkan pertimbangan yang matang, benarkah barang tersebut Kamu butuhkan saat ini?

Simak, ya, tips keuangan tentang 5 cara menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan!

1. Ingat prinsip, "Jangan berlebihan dan bermewah-mewahan."

Hiduplah sederhana, tidak perlu memikirkan gengsi yang tinggi karena menginginkan pujian orang lain. Jangan berlebihan dan bermewah-mewahan, karena keduanya dilarang dalam ajaran agama. Janganlah bersikap sombong, karena di atas langit masih ada langit lain yang lebih tinggi.

2. Buat daftar pembelian barang

Ini adalah hal yang penting untuk menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan. Buat daftar barang yang harus dibeli sebagai kebutuhan. Simpan dulu barang yang ingin Kamu beli, jika sifatnya bukan yang utama.

3. Sesuaikan dengan kemampuan

Setelah membuat daftar pembelian, cek dulu keuangan Kamu. Cukupkah untuk membeli semuanya? Kamu bisa membeli secara bertahap, dari barang yang sekiranya sudah habis untuk menjadi prioritas. Jangan memaksakan diri untuk membeli sesuatu jika keuanganmu belum memungkinkan.

4. Jangan mudah terpengaruh untuk bersikap konsumtif

Jalan-jalan ke Mall atau berbelanja dan melihat diskon besar-besaran membuatmu kalap? Jangan sampai, ya. Ingat prioritas juga. Apakah barang tersebut kamu butuhkan atau hanya sekadar ingin membelinya?

Jangan terpengaruh juga jika Saudara atau tetanggamu membeli barang-barang baru. Tidak perlu membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain.

5. Menabung dan menyisihkan uang untuk sedekah

Ini adalah poin yang penting juga untuk dilakukan. Belajarlah menyisihkan uang untuk menabung. Kamu bisa membeli celengan dan rutin menabung tiap hari, meski nominalnya belum besar, cobalah cara ini.

Kamu juga perlu ingat bahwa ada hak orang lain atas apa yang Kamu punya. Sisihkan juga keuanganmu untuk bersedekah, karena sedekah adalah amalan yang tak kan terputus meski Kamu telah tiada.

Itulah tips keuangan tentang 5 cara yang bisa Kamu lakukan agar dapat menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan agar keuangan aman dan terkendali. Bijaklah menyikapi keduanya.


Salam,






January 28, 2019

Kekecewaan dalam Hidup, Begini Cara Menghadapinya

by , in

Dalam hidup terkadang Kita merasa kecewa karena berbagai hal. Tidak semua hal yang Kita inginkan bisa didapatkan, karena kenyataan terkadang bertolak belakang dengan keinginan. Bagaimana cara menyukapi kekecewaan dalam hidup? Yuk, Kita cari jawabannya bersama.

Sikap atau respon positif yang dibutuhkan dalam menghadapi sesuatu, termasuk kekecewaan. Untukmu yang dirundung Kecewa, beginilah cara menyembuhkan luka hati, meski terkadang butuh waktu untuk menyembuhkan luka hati.

1. Menangislah jika dirasa bisa mengurangi bebanmu, tapi jangan terlalu lama menyimpan kesedihan

Kecewa karena hal yang Kamu inginkan ternyata tidak menjadi kenyataan membuatmu bersedih dan ingin menangis, maka menangislah. Jangan terlalu lama menyimpan kesedihan, lanjutkanlah hidupmu.

2. Istigfar dan memohon petunjuk-Nya

Adakalanya hal yang terjadi mungkin disebabkan oleh kekeliruan dan kesalahan diri sendiri. Daripada menyalahkan orang lain atas ketidakbahagianmu, lebih baik koreksi diri.

Mohon ampun pada-Nya, beristigfarlah dan lebih mendekatkan diri pada-Nya. Berdoa dan mintalah petunjuk dari-Nya, minta agar diberi kekuatan menjalani dan melanjutkan hidup.

3. Maafkanlah kesalahan orang lain

Kekecewaan yang Kamu peroleh karena orang lain, misalnya Kamu tidak mendapatkan hak yang harusnya Kamu peroleh, difitnah orang lain, ditikung oleh teman sendiri atau gagal menikah karena pasangan memilih orang lain perlu Kamu sikapi dengan hati yang lapang.

Meski terkadang hatimu merasa  sedih dan sakit, berusahalah membuka hati untuk memaafkan kesalahan orang lain. Memaafkan akan menyembuhkan luka hatimu, percayalah!


4. Move on dan teruslah melangkah

Kamu tak boleh menagisi kekecewaan dan kepedihan berlarut-larut. Mungkin akan butuh waktu lama buat Kamu untuk melanjutkan hidup. Teruslah melangkah, move on.

Kamu tak pernah tahu, mungkin Tuhan menyiapkan rencana lain yang lebih indah dibandingkan dengan rasa sakit yang Kamu alami sekarang ini.


5. Bersyukur atas segala hal yang terjadi dalam hidup

Poin terakhir adalah bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup.
Boleh jadi Kamu menyukai sesuatu, padahal hal itu kurang baik untukmu. Sebaliknya bisa jadi hal yang tidak Kamu sukai adalah yang terbaik untukmu.

Bersyukurlah dan berbahagialah karena keduanya bisa Kamu upayakan. Tetap percaya bahwa Dia juga menyiapkan yang terbaik untukmu. Mungkin waktunya bukan sekarang, bisa jadi esok atau lusa.

Untukmu yang dirundung kecewa, ternyata kelima hal diatas bisa Kamu coba untuk menghadapi kekecewaan dalam hidup dan menyembuhkan luka hati. Bagaimana menurut Kamu?



Salam,




January 27, 2019

Memories in Bali, Sebuah Kisah tentang Persahabatan

by , in
Berfoto di GWK, Bali, bersama Sahabat
Seru-seruan bareng Sahabat Kuliah di GWK, Bali

Kangen Sahabat kuliah membuat saya terkenang akan Memories in Bali, sebuah kisah tentang indahnya persahabatan. Pertama kali mengunjungi Bali saat fieldtrip D4 Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung tahun 2013.

Kuliah D4 ini merupakan kuliah lanjutan selama satu tahun setelah lulus D3 Analis Kesehatan. Sebelum ini saya bekerja di sebuah laboratorium klinik utama ternama di Bandung.

Setelah bekerja hampir lima tahun di laboratorium klinik swasta , saya mengambil keputusan untuk resign dan melanjutkan kuliah D4. Saat itu acara fieldtrip dilaksanakan ke Pulau Dewata, Bali.

Kami pergi dengan penerbangan pesawat dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Ngurah Rai. Berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB, baru naik pesawat sekitar pukul 06.00 WIB.

Sampai di Bali sekitar pukul 9.00 WITA atau 8 WIB.  Sesampainya di Bandara, Kami menuju berbagai tempat untuk kunjungan yaitu ke Puskesmas dan RSUD Sanglah, Denpasar.

Kunjungan ke Lab Mikrobiologi RSUD Sanglah

Kunjungan ke Laboratorium RSUD Sanglah, Denpasar memperlihatkan keadaan Laboratorium di sana. Ada juga kunjungan ke Laboratorium Mikrobiologi RS Sanglah. Seru banget bisa berkunjung ke sini, melihat berbagai alat laboratorium yang sudah canggih dan automatic.

Buat yang pengan cari oleh-oleh khas Bali yang murah meriah bisa datang ke Pasar Seni Guweng di daerah Sukowati, Gianyar, Bali. Jangan sampai kalap belanja, ya. Coba perhitungkan isi dompet Kamu kalau ke sini ๐Ÿ˜…

Shopping, yuk!

Jalan bareng Sahabat memang asyik dan seru juga. Hihi ... maklum masih mahasiswi, beginilah gaya Kami saat shopping. Hihi ...

Pada nyobain topi buat ke pantai,
entah jadi beli apa enggak ๐Ÿ˜…

Traveling ke Bali kalau belum lengkap, kalau enggak  ke Pantai,  dong, ya. Beberapa pantai kami kunjungi, Pantai Kuta, Pantai Jimbaran, dan Pantai Tanjung Benoa. Pantai di Tanjung Benoa ini asyik buat cobain banana boat dan berbagai aktivitas olahraga air lainnya, loh. 

Pantai di Jimbaran juga so sweet  alias romantis banget apalagi pas malam dihiasi lampu cantik dan Kami makan lesehan bareng Sahabat. Sebelumnya Kami sudah puas foto-foto di pantai. Masih dengan gaya mahasiswi, beginilah moment yang Kami abadikan. Seru banget pokoknya.

Mantai, nih

Biarlah ombak menerpa,
asal tangan kami saling menggenggam

Love and Friendship

Saya membayangkan suatu saat nanti bisa menikmati indahnya malam di tepi pantai bareng pasangan halal. So Romantic. Dulu pas kuliah masih gadis, alhamdulillah setelah nikah, honeymoonnya ke Bali di Bulan September 2014. Yess, mengunjungi Bali untuk yang kedua kalinya.๐Ÿ˜

Nanti saat juga akan menuliskan pengalaman berkesan saat honeymoon ke Bali di blog ini.

Seru banget bisa menghabiskan waktu bareng Sahabat menikmati keindahan pantai-pantai di Bali. Bisa dilihat ekspresi Kami saat itu. Refreshing dulu sebelum berkutat dengan sidang atau skripsi.

Melepas penat bersama Sahabat

Garuda Wisnu Kencana atau GWK identik dengan Bali banget. Kami sempat berkumpul bareng, mengadakan games seru, dan menikmati kebersamaan sambil melihat pemandangan cantik khas Bali.

Udah kaya foto angkatan

Ngumpul bareng

Perjalanan ke Bali memang mengesankan. Keindahan alamnya, arsitekturnya, ragam budaya juga makanan khas Bali benar-benar saya suka.

Arsitektur Bali memang keren

Suka dengan arsitektur khas Bali

Selama tiga hari dua malam menghabiskan waktu di Bali rasanya belum cukup untuk menjelajahi Bali yang memesona. Akhirnya harus check out juga dari hotel tempat kami menginap di sini. Mengabadikan kenangan via foto membuat saya rindu masa-masa ini.

Akhirnya check out juga
Ketika rindu menyapa, saya teringat kembali memories in Bali, sebuah kisah tentang indahnya persahabatan. Ini adalah moment yang tak terlupakan bareng Sahabat bagi saya. Menurut Kamu, kapan moment tak terlupakan ketika teringat Sahabat?


Salam,




January 26, 2019

Hanya Cinta yang Bisa ... Memaafkan dan Menghapus Luka

by , in
All about love via Pinterest


Memaafkan dan menghapus semua luka yang disebabkan kesalahan pasangan? Bisa, kah? Jawabannya bisa. Hanya cinta yang bisa menghapus pedih dan memberi harapan baru pada jiwa yang luka.

Seberapa besar Kamu berdamai dalam diri dan mau menerima kesalahan pasanganmu, itulah kunci agar kehidupan bersama pasangan bisa langgeng.

Saya menemukan ternyata hati yang terbuka mampu menerima kembali pasangannya. Ada dua kisah yang saya temukan, keduanya membuat saya cukup terharu.

Kisah pertama seorang lelaki meninggalkan istrinya setelah memiliki tiga orang anak yang sudah dewasa, ada dua anaknya telah berumah tangga. Menikah dengan wanita yang ia pilih dan meninggalkan istrinya selama ini.

Ketika lelaki ini sakit, ternyata ia kembali pada mantan istrinya. Istrinya pun berbesar hati mau menerima mantan suaminya.

Entahlah ... wanita yang menjadi istri keduanya kemana setelah lelaki ini sakit parah. Komplikasi berbagai penyakit. Sepertinya hanya cinta yang bisa menjadi alasan istri terdahulunya menerima lelaki ini.

Wanita yang pertama kali ia nikahi dan punya tiga orang anak sebagai buah cinta mereka, ternyata mau menerimanya kembali setelah dia meninggalkan istrinya dan memilih wanita lain. 

Istri pertamanyalah yang setia mendampingi hingga akhir hayat. Memang terkadang cinta tak mengenal logika.

Kisah kedua adalah tentang seorang istri yang ketahuan selingkuh di depan mata suaminya, dengan orang yang pernah bekerja di rumahnya. Lelaki ini sempat pergi meninggalkan luka. Istrinya pun tinggal sendiri karena lelaki simpanannya pada akhirnya pergi juga.

Suatu ketika wanita ini sakit dan harus dioperasi. Ada bagian tubuhnya yang harus dioperasi, perlu diangkat dan dibuang agar kanker tak menyebar ke seluruh tubuhnya. Ternyata saat dia di rumah sakit dan yang merawatnya hingga kini adalah mantan suaminya.

Sepertinya mereka sudah rujuk kembali.  Kini lelaki tersebut menjadi suami wanita tadi. Mereka menghabiskan sisa hidup di akhir masa senjanya.

Berbahagialah dan jangan kecewakan pasanganmu. Merekalah tempatmu pulang dan menghabiskan sisa usia.

Ternyata hanya cinta yang bisa menerima kembali pasangannya setelah disakiti.  Setiap perjalanan hidup sendiri atau orang lain bisa kita ambil hikmahnya.


Salam,




January 26, 2019

Arti Penting Buah Hati dalam Kehidupan

by , in
Pic by Pinterest

Seorang anak atau buah hati memiliki arti penting dalam kehidupan. Perjalanan mendapatkan buah hati bagi setiap pasangan berbeda-beda. Ada yang dikaruniai anak dalam waktu singkat dan ada pula yang harus menanti cukup lama, yang pasti setiap anak adalah istimewa.

Arti penting seorang anak, tak lepas dari kehadirannya memberi warna dalam dunia kita. Dia memang bukan milik Kita tapi dititipkan Tuhan untuk berada di dekat Kita, berada dalam hati dan kehadirannya memberikan pengaruh besar dalam hidup.

Simak, yuk, 5 arti penting seorang buah hati dalam kehidupan orang tuanya!

1. Amanah dan anugerah terindah dalam hidup

Anak merupakan Amanah Tuhan yang dititipkannya  pada Kita sebagai orang tua. Mendidik anak adalah tanggung jawab kedua orang tua. Sebagai orang tua atau anak Kita tak bisa memilih, hanya menerima sepenuh hati anugerah terindah yang dipilihkan untuk hidup.

Anaklah yang mengubah hidup seorang Ibu. Bagi seorang ibu, anak menjadi prioritasnya, semua keperluan atau kebutuhan menomor satukan anak terlebih dahulu dibandingkan dirinya.

2. Anak adalah aset bagi orang tua, terutama anak saleh

Anak saleh akan selalu mendoakan kedua orang tuanya. Mendidik anak merupakan aset bagi kehidupan orang tua. Salah satu amalan yang tak pernah putus adalah doa anak saleh.

Pe er terbesar menjadikan anak saleh, bagaimana caranya? Caranya adalah memperbaiki diri, memberikan teladan baik bagi anak, dan mendidiknya penuh cinta dan kasih. Anak saleh merupakan aset bagi orang tuanya.

3. Buah cinta bersama pasangan

Anak merupakan buah hati dan buah cinta bersama pasangan. Anak terlahir dari cinta kedua orang tuanya. Membesarkan anak penuh cinta adalah tugas kedua orang tua. Membersamai kehidupan anak dan menemani tumbuh kembangnya hingga dewasa merupakan masa berharga yang akan melekat dalam memori seorang anak.

4. Teman atau pelipur lara saat sendiri

Saya memiliki seorang putra yang masih balita. Terkadang ingin anak cepat besar, tapi terkadang ingin dia seperti sekarang ini. Menikmati saat-saat ia menemani setiap langkah. Sekadar belanja sayur ke warung bahkan mau ke kamar mandi pun diikutin ๐Ÿ˜…

Jadi berpikir juga seiring waktu berlalu, dia akan tumbuh besar, tinggi dan menjadi dewasa. Belum tentu saat besar dia ikut ke mana pun Kita pergi, belum tentu juga mau dipeluk dan dicium di depan umum.

Ah, Nak. Kuhanya membayangkannya saja. Aslinya masih menikmati kebersamaan bersama buah hati yang masih balita. Anaklah teman bagi saya, sering kali menjadi pelipur lara. Rasanya bahagia melihat senyum di wajahnya.

5. Anak adalah pewaris dan melanjutkan
 garis keturunan kita

Anak adalah keturunan kita. Menjadi darah daging Kita. Sebagai orang tua, suatu ketika Kita akan meninggalkan anak-anak nantinya. Meski orang tua sudah tak ada di dunia. Anak akan melanjutkan hidupnya. Anaklah pewaris orang tuanya dan melanjutkan garis keturunan.

Sebagai orang tua, anak memang punya arti penting dalam hidup. Dunia menjadi lebih indah dan berwarna dengan kehadirannya. Banyak pasangan yang berusaha mati-matian untuk mendapatkan anak.

Didiklah anak dengan cinta karena setiap anak adalah istimewa. Ini arti penting seorang anak menurut saya. Bagaimana menurut Kamu?


Salam,




January 26, 2019

Kesan Menjadi Mentor Menulis Artikel di Wrc Scale Up

by , in
Training menulis artikel Wrc Scale Up

Menulis artikel ternyata menjadi passion saya. Perjalanan saya  di dunia menulis hingga menjadi mentor menulis adalah sebuah proses panjang. Belajar autodidak menulis artikel, mengamati gaya penulis lain membuat artikel, searching atau googling di browser membuat saya belajar banyak hal.

Segala sesuatu berawal dari niat. Seberapa besar impian yang ingin Kamu raih, ternyata berbanding lurus dengan usaha terbaikmu dan doa tentunya.

Berawal dari rajin mengirimkan artikel ke satu media, membuat saya belajar banyak hal. Konsisten itu, penting tentunya. Meski banyak halangan menulis terutama bagi irt tanpa art dan punya balita seperti saya. Waktu 24 jam berasa kurang ternyata. Hehe, duh, saya jadi inget setrikaan yang numpuk belum tersentuh ๐Ÿ˜…

Konsisten menulis ternyata membawa saya menjadi kontributor terbaik di salah satu platform menulis online. Hal ini tidak saya raih dengan mudah karena hampir tiap hari menulis dan mengirimkan artikel ke media.

Saya juga ikut berbagai training menulis karena upgrade ilmu itu penting buat saya. Berawal dari mengikuti training menulis fiksi di SBJF bersama Uni Dibatezal, Founder Wrc dan Najmubooks Publishing, saya mendapatkan tawaran untuk menjadi seorang mentor menulis artikel.

Awalnya kaget juga. Saya? Jadi mentor? Hehe ๐Ÿ˜„ Apa bisa, ya? Saya memang suka menulis dan jika aktivitas ini digunakan untuk berbagi ilmu. Kenapa enggak? Bukankah ilmu yang bermanfaat menjadi pahala di hari akhir nanti?

Dulu memang pernah menjadi assdos di salah satu Stikes di Bandung, berhubung backgroundnya di bidang kesehatan. Kangen ngajar, akhirnya saya terima tawaran sebagai mentor menulis artikel. Alhamdulillah, ada yang percaya pada saya ๐Ÿ˜Š

Mengambil materi dari berbagai sumber, akhirnya saya pun mempersiapkan training menulis artikel ini dari basic, mulai dari mencari ide, menuliskan judul yang menarik, mereview artikel peserta, mengarahkan mereka untuk mendaftar sebagai kontributor media online.

Pada peserta artikel Wrc Scale Up Batch 1, ini adalah kesan pertama saya sharing materi kepenulisan. Saya senang sekali karena mereka begitu excited mengikuti training ini. Alhamdulillah setelah kelas usai sampai kemarin saya cek sudah ada sekitar 12-14 artikel yang dibuat alumni Wrc Scale Up Batch 1 jebol media.

Soal waktu memang agak sulit bagi saya menentukan kapan akan memberi materi, karena tugas di rumah pun menanti saya sebagai seorang ibu, istri, dan mengurus rumah tanpa art.

Kesan saya selama menjadi mentor menulis artikel begitu menyenangkan. Bisa berbagi ilmu dan saat mereka berhasil jebol media, saya pun ikut merasa bahagia.

Kesan dari peserta training menulis artikel Wrc Scale up bisa dilihat di sini

Tanggal 21 Januari ini kelas menulis artikel batch 2 pun usai. Sebenarnya saya agak sedih sih jika peserta training wapri kemudian bertanya banyak hal, yang sebenarnya udah saya jelaskan di materi. Dibaca enggak, ya, sebelum bertanya. Ini yang selalu saya pikirkan.

Ada yang paham dan menanggapi  dengan cepat materi yang masuk, ada juga yang lambat menyimak serta beberapa orang telat mengerjakan tugas, bahkan tidak mengerjakan tugas dari saya. Memang tiap peserta berbeda-beda.

Sayang banget ikut kelas berbayar tapi tidak dioptimalkan. Saya sendiri mencari ilmu menulis artikel cukup lama, berbulan-bulan sampai akhirnya paham juga.

Mungkin tak semua orang kondisinya sama, ada yang punya banyak waktu luang dan ada juga yang merasa sempit. Pintar-pintarlah mencari celah kapan bisa menyimak materi dan menerapkannya.
Konsisten itu diciptakan, lahir dari tekad yang kuat dan butuh perjuangan untuk meraihya.

Terlepas dari itu saya pun sebagai manusia merasa banyak kekurangan. Menebar manfaat melalui tulisan ternyata menyenangkan bagi saya. Teruslah menulis, nikmati prosesnya dan menulis sajalah terus. Itulah kesan saya menjadi mentor menulis artikel dua batch di Wrc Scale Up.


Salam,




January 26, 2019

Reuni, Tak Hanya Melepas Rindu

by , in
Pic by Pinterest

Aster kebingungan ketika harus memilih baju apa yang harus ia kenakan besok? Suaminya, Adi hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang mengobrak-abrik isi lemari. Ia sadar selama ini Aster sudah nyaman dengan pakaian kebanggaan para Emak sedunia, yaitu daster.

Adi melihat raut kecewa diwajah istrinya. Ia pun paham, sejak lama istrinya belum membeli baju baru. Tadinya Adi akan membeli sepatu baru untuk dipakai ke tempat kerjanya karena sepatu yang ia kenakan seringkali basah menembus kakinya saat hujan tiba, tapi ia tak ingin istrinya bersedih.

"Ayo Kita jalan-jalan! Ayah ada rezeki, Ibu bisa pilih baju dan kerudung baru buat dipakai reuni esok," ucap suaminya.

Aster bahagia tak terkira. Ia cepat-cepat berganti pakaian dan mengajak Rosa putrinya menaiki motor vespa andalan suaminya. Meski kadang Aster kurang suka naik vespa apalagi kalau mesinnya tiba-tiba berhenti di tengah jalan.

Ia sadar, suaminya hanyalah pegawai pabrik biasa. Meski Aster dulu seorang pegawai bank yang modis kini penampilannya jauh dari kata modis. Tak apalah yang penting keluarnya bahagia meski hidup sangat sederhana.

Aster rela meninggalkan kehidupan mewah keluarganya dulu demi Adi yang selalu ada untuknya. Pria sederhana teman kuliahnya dulu, pria baik dan penuh tanggung jawab meski harus bekerja keras agar bisa membiayai kuliahnya.

Ia tersenyum ketika suaminya meminta untuk membeli baju. Sebuah gamis sederhana berwarna tosca, warna kesukaannya. Sebenarnya ada rasa ragu dihatinya untuk menghadiri reuni. Pasti  mereka akan membicarakan kesuksesannya masing-masing.

Sedangkan ia merasa bukan apa-apa di hadapan mereka. Aster kini hanyalah wanita biasa yang kesehariannya mengurus anak dan full time ada di rumah. Sudahlah ia pun ikhlas dengan keadaan ini.
Akhirnya reuni pun tiba. Seperti yang ia kira, penampilannya kini seperti menuai kontra di kalangan temannya.

"Ini beneran Aster, kan? Beda banget, ya. Enggak nyangka pakai gamis biasanya kan pakai rok mini waktu jadi teller bank dulu. 

Dunia memang banyak berubah, ya," ucap Lulu rekannya saat bekerja di bank dulu.

"Iya, Lu. Aku sudah berhijrah sekarang." 

Aku menanggapinya dengan senyum, meski kutahu mereka seperti memandangku sebelah mata.

Percakapan pun membicarakan kehidupan pribadi masing-masing. Marni, teman sekelasnya waktu SMU kini terlihat berbeda sekali. Dulu masih culun, kini cantik, seksi bak artis. Ia hanya mampi sebentar lalu pulang lagi.

"Ah, pantes aja kayak gitu. Lihat dong hidupnya. Istri keempat pejabat, pantes kerjanya cuman shopping sama nyalon," ujar Arti sambil merasa iri dengan kehidupannya.

Semakin tak nyaman dengan pembicaraan ini, Aster berpikir untuk pulang saja. Rosa memang sedang berada di rumah ibunya. Jadi ia tenang karena anaknya ada yang menjaga.

Ia buru-buru pamit pulang kerena ternyata gerimis pun jatuh membasahi bumi, tapi seseorang menghentikan langkahnya. Aster menepis tangan seorang pria yang menggenggam tangannya.

"Rico ...?!" Tanya Aster keheranan. 

Bukankah Rico sedang berada di Jerman? Dulu ketika Rico mengajak Aster pacaran, ia menolaknya karena sudah dipinang Adi.

Aster mendapatkan kedua matanya berpandangan dengan Rico. Ia mengucap istigfar, dari cerita mereka tadi, ia tahu bahwa Rico sudah bercerai dengan istrinya karena istrinya selingkuh.

Rico menatap Aster dengan tatapan penuh cinta, hal inilah yang membuat Aster tak enak hati ...

Gerimis pun menyentuh taman hati Aster. Ia sempat menaruh hati pada Rico sebelumnya. Ia gemas karena lelaki ini tak pernah mengucapkan kata serius untuk menjalani sebuah hubungan.

Aster mengucapkan kalimat istigfar dalam hatinya. Ia teringat putrinya, Rosa dan Adi suaminya. Meski terkadang orang tuanya kurang respek pada Adi karena pekerjaannya hanya sebagai buruh pabrik.

Bagiku Adi adalah lelaki terbaik yang dipilihkan Tuhan untuknya. Ia mengingat semua kebaikan suaminya. Senyum teduhnya tak mungkin ia khianati demi seseorang di masa lalu.

Aster lalu menjauh dari Rico. Ia mengucapkan maaf dan menepi dari gerimis yang sempat membuatnya terkenang masa lalu.

Gerimis pun masih membasahi taman hati Aster, kini pelangi muncul selepas hujan setelah Adi datang dengan senyuman.

"Maaf, vespanya mogok di jalan. Aku telat menjemputmu." Aster melihat sepatu Adi yang kebasahan, ternyata sepatunya bolong. Ia ingat kemarin Adi menyuruhnya membeli baju baru padahal sepatunya sudah bolong.

Ah, suamiku ... maafkan Aku!

Aster pun membalas senyum Adi dengan penuh cinta. Baginya setelah acara reuni tadi. Reuni tak hanya melepas rindu di masa lalu, tapi juga untuk mensyukuri semua yang ia punya.

Bukan harta berlimpah yang dia miliki, keluarga yang sangat ia cintai dan juga mencintainya.

Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga.

***

Salam,

Leannie Azalea
Kota Kembang, 26 Maret 2019









My Instagram