Kesan Menjadi Mentor Menulis Artikel di Wrc Scale Up

Training menulis artikel Wrc Scale Up

Menulis artikel ternyata menjadi passion saya. Perjalanan saya  di dunia menulis hingga menjadi mentor menulis adalah sebuah proses panjang. Belajar autodidak menulis artikel, mengamati gaya penulis lain membuat artikel, searching atau googling di browser membuat saya belajar banyak hal.

Segala sesuatu berawal dari niat. Seberapa besar impian yang ingin Kamu raih, ternyata berbanding lurus dengan usaha terbaikmu dan doa tentunya.

Berawal dari rajin mengirimkan artikel ke satu media, membuat saya belajar banyak hal. Konsisten itu, penting tentunya. Meski banyak halangan menulis terutama bagi irt tanpa art dan punya balita seperti saya. Waktu 24 jam berasa kurang ternyata. Hehe, duh, saya jadi inget setrikaan yang numpuk belum tersentuh 😅

Konsisten menulis ternyata membawa saya menjadi kontributor terbaik di salah satu platform menulis online. Hal ini tidak saya raih dengan mudah karena hampir tiap hari menulis dan mengirimkan artikel ke media.

Saya juga ikut berbagai training menulis karena upgrade ilmu itu penting buat saya. Berawal dari mengikuti training menulis fiksi di SBJF bersama Uni Dibatezal, Founder Wrc dan Najmubooks Publishing, saya mendapatkan tawaran untuk menjadi seorang mentor menulis artikel.

Awalnya kaget juga. Saya? Jadi mentor? Hehe 😄 Apa bisa, ya? Saya memang suka menulis dan jika aktivitas ini digunakan untuk berbagi ilmu. Kenapa enggak? Bukankah ilmu yang bermanfaat menjadi pahala di hari akhir nanti?

Dulu memang pernah menjadi assdos di salah satu Stikes di Bandung, berhubung backgroundnya di bidang kesehatan. Kangen ngajar, akhirnya saya terima tawaran sebagai mentor menulis artikel. Alhamdulillah, ada yang percaya pada saya 😊

Mengambil materi dari berbagai sumber, akhirnya saya pun mempersiapkan training menulis artikel ini dari basic, mulai dari mencari ide, menuliskan judul yang menarik, mereview artikel peserta, mengarahkan mereka untuk mendaftar sebagai kontributor media online.

Pada peserta artikel Wrc Scale Up Batch 1, ini adalah kesan pertama saya sharing materi kepenulisan. Saya senang sekali karena mereka begitu excited mengikuti training ini. Alhamdulillah setelah kelas usai sampai kemarin saya cek sudah ada sekitar 12-14 artikel yang dibuat alumni Wrc Scale Up Batch 1 jebol media.

Soal waktu memang agak sulit bagi saya menentukan kapan akan memberi materi, karena tugas di rumah pun menanti saya sebagai seorang ibu, istri, dan mengurus rumah tanpa art.

Kesan saya selama menjadi mentor menulis artikel begitu menyenangkan. Bisa berbagi ilmu dan saat mereka berhasil jebol media, saya pun ikut merasa bahagia.

Kesan dari peserta training menulis artikel Wrc Scale up bisa dilihat di sini

Tanggal 21 Januari ini kelas menulis artikel batch 2 pun usai. Sebenarnya saya agak sedih sih jika peserta training wapri kemudian bertanya banyak hal, yang sebenarnya udah saya jelaskan di materi. Dibaca enggak, ya, sebelum bertanya. Ini yang selalu saya pikirkan.

Ada yang paham dan menanggapi  dengan cepat materi yang masuk, ada juga yang lambat menyimak serta beberapa orang telat mengerjakan tugas, bahkan tidak mengerjakan tugas dari saya. Memang tiap peserta berbeda-beda.

Sayang banget ikut kelas berbayar tapi tidak dioptimalkan. Saya sendiri mencari ilmu menulis artikel cukup lama, berbulan-bulan sampai akhirnya paham juga.

Mungkin tak semua orang kondisinya sama, ada yang punya banyak waktu luang dan ada juga yang merasa sempit. Pintar-pintarlah mencari celah kapan bisa menyimak materi dan menerapkannya.
Konsisten itu diciptakan, lahir dari tekad yang kuat dan butuh perjuangan untuk meraihya.

Terlepas dari itu saya pun sebagai manusia merasa banyak kekurangan. Menebar manfaat melalui tulisan ternyata menyenangkan bagi saya. Teruslah menulis, nikmati prosesnya dan menulis sajalah terus. Itulah kesan saya menjadi mentor menulis artikel dua batch di Wrc Scale Up.


Salam,



You Might Also Like

0 comments