Setahun dalam Kenangan, Memetik 5 Pelajaran Kehidupan dari Nenek

Pic by Canva

Sebuah puisi kutuliskan untuk nenek, dalam kerinduan kutuliskan lantunan kata untuk mewakili perasaanku. Setahun dalam kenangan membuatku terkenang akan nenek. Banyak pelajaran kehidupan dari nenek yang selalu kuingat.

***

Sudut Kenangan

Namamu selalu terukir
Membekas dalam sudut kenangan
Rindu selalu menyapa

Begitu terasa ... dalam tak bertepi
Seringkali kumengingatmu
Tatkala lembayung berganti malam

Sudut kenangan hangatkan jiwa
Melebur bersama asa
Ketika rindu menjelma

Kutahu kau bertahta
Tersenyum penuh makna
Dalam keabadian

Leannie.Azalea
Ketika hujan turun di Kota Kembang, 13 Januari 2019

***

Setahun lebih beberapa hari, nenek berpulang ke rahmatullah. Nenek saya memang tinggal bersebelahan dari rumah Mama. Masih kurasa ada sesuatu yang hilang ketika masuk rumah nenek, yang sekarang ditempati oleh paman, adik bungsu ibuku, anak ketiga nenek.
Inilah nilai kehidupan dari nenek yang selalu kuingat sampai sekarang.

1. Kehilangan membuatnya bersyukur

Nenek pernah bercerita bahwa dahulu ia pernah beberapa kali melahirkan tapi umur anaknya hanya bertahan beberapa hari, beberapa tahun, bahkan pernah keguguran. Kehilangan membuatnya bersyukur masih diberikan banyak nikmat yang lain.

Kehilangan memang membuat dirinya sedih, tapi nenek mengatakan bahwa hidup harus terus berjalan. Sabar adalah kunci kehidupan. Nenek ikhlas kalau anaknya diambil kembali pemiliknya. Ia hanya memiliki tiga orang anak, Ibu saya adalah anak pertama sedangkan dua orang lagi anak lelaki nenek atau kedua paman saya.

2. Memiliki kehidupan pernikahan yang harmonis dan hidup rukun sampai akhir hayat

Saya melihat nenek dan kakek adalah pasangan yang jarang sekali bertengkar, kehidupan pernikahannya pun harmonis.
Nenek  mengatakan bahwa untuk membina pernikahan bahagia, perlu kerja sama kedua pihak.

Nenek menghormati kakek dan begitu pula sebaliknya kakek pun menghargai nenek. Nenek kadang mengalah terhadap kakek, jika ada silang pendapat. Mereka hidup rukun sampai akhir hayat.

3. Bekerja keras untuk hidup, berbagai pekerjaan dilakoni nenek

Nenekku hidup dalam berbagai generasi, ia pernah merasakan hidup di zaman penjajahan Jepang sebelum Indonesia merdeka, orde lama, orde baru, juga zaman reformasi.

Berbagai pekerjaan dijalani nenek, dimulai menjadi buruh tani, menjahit, membuat kasur busa dan menjadi buruh pabrik. Semua dilakukan untuk menyambung hidup dan membantu menyokong perekonomian.

4. Nenek adalah sosok yang sabar dan suka berbagi

Dua hal yang kukagumi dari nenek adalah ia seorang yang sabar dan suka berbagi. Nenek jarang marah, dia seringnya tersenyum dalam menghadapi berbagai hal selalu bersikap tenang dan tidak mudah emosi.

Nenek juga senang memberi terhadap keluarga yang lain juga tetangga. Ketika nenek berpulang banyak sekali orang yang mendoakannya. Semoga nenek tenang dan surga balasan untukmu.

5. Selalu menjalin silaturahmi dengan keluarga yang lain

Sewaktu saya masih TK, hampir setiap minggu diajak mengunjungi saudaranya. Meski harus berjalan agak jauh, nenek tak berkeberatan karena ingin terus menjalin silaturahmi. Nenek dekat dengan saudaranya dan selalu ada untuk mereka.

Setelah nenek tiada banyak yang merasa kehilangannya. Mungkin karena kebaikan nenek yang selalu dikenang banyak orang. Saya sangat menyayangi nenek karena sejak kecil neneklah yang mengasuh dan turut membesarkan saya.

Banyak hal yang membuat saya rindu nenek, tapi sekarang nenek sudah tiada. Setahun dalam kenangan, banyak pelajaran kehidupan yang bisa saya ambil hikmahnya. Hanya doalah yang menyertai kerinduan saya. Semoga surga balasan untukmu, Nek.


Salam,



You Might Also Like

0 comments