Ketahui Tips Memilih Menu Sahur yang Sehat dan Menjalani Puasa bagi Ibu Hamil

Menu sahur untuk ibu hamil
Menu sehat untuk ibu hamil,
freepik.com/ valeria_aksakova

Menjalankan puasa di Bulan Ramadan adalah kewajiban seorang muslim, namun ada beberapa kelonggaran yang menyebabkan seseorang boleh tidak berpuasa, salah satunya adalah kehamilan.

Meski begitu, ada beberapa tips aman untuk ibu hamil jika ingin tetap menjalankan ibadah puasa dengan memilih menu sahur sehat dan memperhatikan kondisi kesehatannya.

Ada beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk berpuasa buat bumil, nanti saya bahas di bawah ini.


Menu sahur sehat untuk ibu hamil


Menu sahur ibu hamil
Makanan sehat untuk ibu hamil,
Freepik.com/ valeria_aksakova

Salah satu asupan saat sahur harus diperhatikan oleh bumil ketika ingin menjalankan ibadah puasa. Apa saja menu yang sebaiknya dikonsumsi ibu saat sahur? Simak, yuk, di bawah ini:


1. Pilih makanan dengan kadar protein dan lemak yang cukup


Cobalah memilih makanan dengan protein dan lemak yang cukup. Kedua zat gizi ini dapat bertahan lama pada sistem pencernaan, sehingga meminimalisir rasa lapar hingga waktunya berbuka.


2. Konsumi daging saat sahur


Ibu hamil dianjurkan mengkonsumi daging pada makanan sahur karena punya kandungan protein dan kalori yang cukup tinggi dan dapat disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.


3. Penuhi kebutuhan vitamin c dan zink


Untuk menghindari anemia, penuhilah kebutuhan makanan yang kaya vitamin C dan seng (zinc) agar vitalitas tubuh terjaga.


4. Hindari terlalu banyak konsumsi makanan manis


Ketika sahur sebaiknya ibu hamil menghindari konsumsi makanan manis saat sahur supaya tidak cepat lapar dan lemas karena insulin shock.


5. Banyak minum air putih dan susu


Perbanyak minum air putih dan jangan lupa minum susu saat sahur. Selain baik bagi pertumbuhan janin, meminum susu juga bisa mencegah anemia.



Tips aman dan nyaman berpuasa saat hamil


Tips aman berpuasa bagi ibu hamil,
Pexels.com/ Daria Shevtsova


Untuk dapat menjalankan puasa saat hamil di bulan Ramadhan jangan lupa niat dan lakukan dengan penuh keikhlasan, agar puasa bisa dijalankan dengan enjoy, tanpa tekanan dan tetap sehat.

Jangan lupa beristirahat yang cukup, misalnya dengan rebahan, mendengarkan musik klasik atau bacaan Alquran, membaca buku, atau lakukan hal yang menyenangkan.

Cobalah mengurangi aktivitas yang berat, jangan banyak pikiran, agar tidak mengalami kelelahan dan merasa stress. Selain itu Belajar mengelola emosi, kalau bisa menghindari marah karena selain dapat mengurangi pahala puasa.


Kondisi yang tidak disarankan berpuasa


Ibu hamil tak perlu puasa
Kondisi yang tidak disarankan berpuasa,
Freepik.com


Jika saat berpuasa ibu hamil mengalami beberapa hal berikut ini, sebaiknya ibu hamil tidak usah berpuasa.

Diare pada ibu hamil yang disertai perut mulas yang melilit, sebaiknya tidak memaksakan diri berpuasa karena dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan janin.

Ibu hamil yang mengalami muntah  berkali-kali dikhawatirkan mengalami dehidrasi sebaiknya tidak berpuasa dahulu.

Jika terjadi mimisan yang disebabkan
pecahnya pembuluh darah, ini adalah pertanda kondisi tubuh ibu hamil sedang tidak stabil dan tidak dianjurkan berpuasa.

Ibu hamil tidak perlu berpuasa jika mengalami kondisi hipoglikemia yang menyebabkan lemas, pusing disertai mata berkunang-kunang, hal ini dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.

Selain itu, ibu hamil yang beringat dingin berlebihan menunjukkan  kondisi fisik sedang menurun, sebaiknya jangan berpuasa juga.

Itulah tips aman berpuasa dan memilih menu sahur sehat untuk ibu hamil agar tetap fit berpuasa, tapi jangan memaksakan diri tetap berpuasa jika menjumpai kondisi di atas. Ingat juga kesehatan dan keselamatan janin.

Berpuasa atau tidak adalah pilihan untuk ibu hamil, namun sebagai upaya menjaga kesehatan perlu diperhatikan menu makan sahur, berbuka, dan tips aman berpuasa bagi ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat buat Sahabat Catatan Leannie.





Salam,





#BPNRamadan2020
#BPNchallengeday30


Inilah Website Parenting Terbaik yang Jadi Rekomendasi Catatan Leannie

Ilustrasi ibu dan bayi
Mother and baby,
Pexels.com/Kristina Paukshtite

Semasa pandemi ini banyak waktu yang dihabiskan di rumah. Belajar ilmu parenting juga bisa dilakukan secara daring,  Ada beberapa website parenting terbaik yang sering saya kunjungi dan jadi rekomendasi Catatan Leannie buat Sahabat semuanya.

Saya sering kali berkunjung ke beberapa website ini untuk menambah ilmu parenting dan mengaplikasikannya secara langsung. Sebanyak apa pun belajar, tetap tak akan berarti tanpa praktik, loh. Setuju, kan, Sahabat Catatan Leannie?

Nah, saya mau berbagi informasi tentang beberapa situs parenting terbaik dan jadi rekomendasi Catatan Leannie, diantaranya:


1. TheAsianParent Indonesia


theAsianParent Indonesia
theAsianparent Indonesia

The AsianParent Indonesia menjadi salah satu website yang sering saya kunjungi juga buat belajar ilmu parenting.  Selain itu, Sahabat juga bisa mengakses beragam informasi tentang pernikahan dan seks, seputar dunia ibu, bayi, dan anak.

The AsianParent Indonesia ini membantu orang tua menjadi cerdas dalam memantau kehamilan dan menemani tumbuh kembang anak, serta membesarkan mereka dengan bahagia.

Dengan adanya aplikasi TheAsian Parenting Indonesia, orang tua bisa berbagi pengalamannya seputar dunia parenting.


2 Mother and Babby


Mother and Baby
Mother and Babby

Sesuai namanya, website parenting ini banyak membahas seputar dunia ibu dan anak. Motherandbaby merupakan website parenting mengenai kehamilan, tentang tumbuh kembang bayi, parenting dunia anak, serta event seru yang bisa dihadiri para Ibu.

Mother and Baby  update juga mengenai parenting di seluruh dunia. Jika, Mom's tertarik dengan dunia selebriti dan pengasuhan mereka, mother and baby dapat mendekatkan Kamu dengan idolamu.  Salah satu publik figur yang saya sukai adalah Mona Ratuliu.




Informasi tentang dunia ibu dan anak berperan penting dalam proses pengasuhan anak, semoga ibu tetep bahagia agar bisa mendampingi anak dengan baik.


3. Bidanku


Bidanku
Bidanku


Website Bidanku ini paling sering saya akses ketika kehamilan.  Saya mendapat beragam informasi tentang kehamilan, persalinan, pasca kelahiran hingga tips parenting. Di situs bidanku juga banyak tips yang dicari para Ibu seperti tips saat menjalani kehamilan, menyusui, dan membiasakan anak agar mau  berpuasa di bulan Ramadhan.

Informasi yang disajikan oleh Bidanku ini cukup lengkap, mendetail dan kredibel, cocok untuk dijadikan referensi bagi para ibu.

Bidanku ini merupakan kolaborasi antara Ibu bidan Revina dan suaminya yang suka blogging. Kolaborasi positif yang Keren dan bisa menebarkan manfaat dengan berbagi informasi penting bagi masyarakat.


4. Nakita Grid.id


Nakita Grid id
Nakita


Nakita Grid.id merupakan website yang memberikan informasi terkini mengenai parenting dan lifestyle. Nakita Grid id berusaha menjadi teman yang baik buat para Ibu karena paham bahwa seorang perempuan pun tak hanya butuh informasi saja tapi butuh hiburan dan sahabat.

Memberi panduan untuk para Ibu, nakita pun menyajikan informasi yang beragam, tidak hanya sekadar tulisan informatif,  tetapi melalui multiplatform grafis dan video yang sarat akan informasi serta menghibur para perempuan.


5. The Urban Mama


The Urban Mama
The Urban Mama


Hal yang menarik dari website The Urban Mama adalah melibatkan para ibu sebagai kontributor yang interaksi satu sama lainnya cukup baik.

The Urban Mama merupakan website yang didirikan karena rasa cinta orangtua terhadap anaknya. Obrolan mengenai anak-anak pun disajikan melalui artikel yang menarik dan informatif.

Selain memberikan tips mengenai cara merawat anak, dibahas juga masalah kesehatan, kesehatan, resep masakan juga masalah keuangan.

The Urban Mama punya kontributor dari berbagi daerah di seluruh Indonesia, sehingga tips tentang parenting pun sangat beragam. Desain website yang  menarik, membuat pembaca betah belajar parenting dari website ini.

Bagi saya belajar bisa dari mana saja. Sebagai seorang ibu saya menyadari keterbatasan ilmu yang dimiliki. Saya senang belajar banyak hal tentang parenting dari keenam website ini.




Saya ingin terus belajar untuk menjadi ibu yang baik dengan memperluas ilmu dan pengetahuan tentang dunia parenting.

Semoga informasi yang saya rekomendasikan mengenai website parenting terbaik ala Catatan Leannie bisa bermanfaat, ya.  





Salam,





#BPNRamadan2020
#BPNchallengeday29




Menggapai Lailatul Qadar, Melangitkan Doa dan Asa di Akhir Ramadan

Doa akhir Ramadan
Menggapai Lailatul Qadar,
Freepik.com/prostooleh


Ramadan sudah di penghujungnya, memasuki fase sepuluh hari terakhir di bulan suci ini, ada satu moment Istimewa yang dinanti, yaitu Lailatul Qadar, satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di akhir Ramadan ini, saya melangitkan doa dan secercah asa, semoga Allah senantiasa mengabulkan doa terbaik bagi umatnya.

Memasuki akhir Ramadan di sepuluh hari terakhir Ramadan, Allah memberikan jaminan bagi muslim yang berpuasa dan bertakwa dari siksaan api neraka. Sungguh Ramadan bulan penuh berkah.


Menggapai Lailatul Qadar


Kehadiran malam Lailatul Qadar begitu dinantikan. Ada beberapa tanda malam Lailatul Qadar, sesuai dengan hadits di bawah ini

“…Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.” (HR. Ahmad)

Aisyah r.a. berkata,

“Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan. (HR Bukhari dan HR Muslim)

Sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadan ini jangan sampai dilalaikan, manfaatkan dengan banyak melakukan amal ibadah harian. Anggap saja Bulan ini Ramadan terkahir Kita, agar semakin makasimal dalam beribadah.

Menggapai Lailatul Qadar bisa diusahakan, lakukan semua amal ibadah agar semuanya berkah. Semoga Allah SWT menerima amalan puasa kita selama Ramadan.


Lantunan Doa dan Secercah Asa di Akhir Ramadan


Ada beberapa doa yang dianjurkan dibaca ketika ingin menggapai malam Lailatul Qadar, diantaranya :

1. Doa minta pengampunan dosa


ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇﻧَّﻚ ﻋَﻔُﻮٌّ ﺗُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻌَﻔْﻮَ ﻓَﺎﻋْﻒُ ﻋَﻨِّﻲ
Allahumma Innaka 'Afuwwun, Tuhibbul 'Afwa, Fa'fu 'Anni

Artinya :
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi ampunan dan menyukai orang yang memohon ampunan, maka ampunilah aku." (HR: At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)


2. Doa untuk kebaikan dunia dan akhirat


"Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.'

Artinya: Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

Kedua doa ini dianjurkan untuk dibaca saat malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Doa yang jadi reminder buat saya meminta pengampunan dosa dan kebaikan dunia akhirat.

Ucapan adalah doa. Doa itu berisi harapan yang tersimpan dalam hati.
Saya sendiri punya banyak harapan atau asa di akhir Ramadan ini, yang paling utama dikasih kesehatan buat semua keluarga. Semoga diberikan kesempatan untuk bertemu kembali bulan Ramadan selanjutnya. Ada banyak harapan jika saya masih diberikan kesempatan berjumpa Ramadan tahun depan.


Baca juga : Seuntai Harapan saat Bertemu Ramadan Tahun Depan


Satu lagi harapan saya, mungkin jadi harapan semua orang, rasanya pengen banget pandemi ini cepat berakhir biar bisa beraktivitas normal seperti sedia kala.

Kadang kangen ingin mengunjungi berbagai tempat selepas pandemi berakhir. Banyak tempat yang sebenarnya biasa saja, seperti taman dekat rumah yang saya kangenin buat dikunjungin sama anak saya.

Ada juga berbagai tempat di Bandung yang belum saya jelajahi. Sementara jadi rencana atau itinerary saja dahulu.


Baca juga : Serunya Mengunjungi 7 Tempat ini setelah Pandemi Berlalu


Semoga Kita mempu meraih malam Lailatul Qadar yang labih baik dari seribu bulan. Moga seluruh doa, harapan atau asa dikabulkan Allah SWT. Aaamiin Ya Rabb ...  Sharing, dong, Sahabat Catatan Leannie, doa dan harapan apa yang Kamu punya di akhir Ramadan ini?





Salam,




#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday28





5 Cara Mengatur Keuangan Saat Idulfitri dan di tengah Pandemi

Mengatur keuangan,
Pixabay.com/stevepb


Hari raya idulfitri tinggal menghitung hari. Enggak kerasa udah sampai hari kedua puluh tiga, itu artinya seminggu lagi hari raya kemenangan. Di tengah pandemi dan keadaan serba sulit seperti sekarang, mengatur kondisi keuangan saat Idulfitri di  butuh perencanaan yang tepat dan matang.

Biasanya kalau tahun sebelumnya, mall atau pusat perbelanjaan penuh dengan lautan manusia, tentunya pada beli baju lebaran. Gimana sama Sahabat Catatan Leannie, Kamu versi yang pakai baju baru atau baju lebaran saat Idulfitri?


Baca juga : Baju Baru vs Baju Lama, Apalah Arti Sebuah Pakaian?


Sekarang enggak kepikiran beli baju ke mall atau ke pasar, meski di luaran sana, udah banyak masyarakat yang cuek aja ke luar rumah tanpa peduli pandemi yang lagi berlangsung.

Dampak ekonomi karena pandemi kian terasa, kasihan kadang lihat rakyat kecil, mereka semakin susah hidupnya. Semoga kepedulian kita bisa membantu mereka.


Baca juga : Sebagai Perempuan, Lakukan Hal ini  untuk Membantu Sesama saat Pandemi


Dalam mengatur keuangan saat Idulfitri dan di tengah pandemi, saya melakukan beberapa hal, diantaranya :


1. Membuat skala prioritas


Membuat skala prioritas
Membuat skala prioritas,
Pexels.com/Andrea Piacquadio

Penting banget membuat skala prioritas, memilah dan menuliskannya menjadi barang yang perlu, kurang perlu, atau pending untuk dibeli. Penuhi dulu kebutuhan primer, baru sekunder dan yang terakhir kebutuhan tersier.


2. Pending membeli baju baru


Pending membeli baju baru
Baju baru vs baju lama?
Pexels.com/Artem Beliakin


Adakalanya tak perlu membeli baju baru, karena baju lama pun masih bisa dipakai. Baju yang lama asal masih bersih, rapi dan sopan masih bisa dipakai lagi, loh.


3. Sajian Idulfitri enggak berlebihan dan secukupnya


Sajian Idulfitri
Sajian Idulfitri, Freepik.com


Di tahun sebelum pandemi, biasanya seminggu jelang lebaran udah pada nyetok berbagai bahan makanan, pasar biasanya penuh banget.

Siapkan menu sajian lebaran secukupnya, enggak perlu berlebihan juga. Ini cukup efektif buat mengatur keuangan di saat pandemi dan jelang Idulfitri.


Baca juga : 10 Menu Lebaran Khas Keluarga ala Catatan Leannie


4. Jangan lupa sedekah dan Zakat


Zakat dan sedekah
Menyisihkan sebagian harta, freepik.com


Meski kondisi sedang tak menentu, cobalah untuk menyisihkan sebagian harta untuk sedekah dan zakat. Zakat ini sifatnya wajib, jadi jangan sampai tidak menunaikan kewajiban yang penting seperti ini.

Sisihkan sebagian hartamu buat mereka yang membutuhkan dengan mengeluarkan zakat. Untuk sedekah bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki tiap orang.


5. Berbagi rezeki disesuaikan kondisi keuangan


Berbagi rezeki
Berbagi,
freepik.com/rawpixel.com


Kebiasaan saya dari semenjak kerja dulu memang ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara yang masih pada kecil. Kalau pas masih kerja bisa ngasih agak banyak, cuman sekarang disesuaikan saja nominal pemberian dengan budget keluarga.


Baca juga : 5 Tips Jitu Mengatur Uang THR agar Berkah


Mengatur keuangan memang butuh perencanaan yang tepat dan matang agar tidak besar pasak daripada tiang.

Di masa pandemi sekarang ini dan jelang Idulfitri, itulah kelima cara saya untuk mengelola keuangan. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, sharing, yuk, gimana cara Kamu mengatur keuangan keluarga saat ini?



Salam, 





#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday27







Lebaran di Rumah Tetap Istimewa dengan Menyelami Makna Idulfitri

Lebaran dan makna idulfitri
Idulfitri, freepik.com/starline


Idulfitri selalu dinanti, istimewa, dan lekat di dalam hati. Meski di tengah pandemi seperti sekarang, lebaran atau Idulfitri tetap jadi moment yang istimewa bagi saya terutama setelah menyelami makna dan hikmah Idulfitri.

Meski di tengah pandemi merasakan suasana Ramadan yang berbeda tanpa salat tarawih di Masjid. Ada larangan mudik juga, Idulfitri tahun ini kemungkinan enggak ada salat Ied berjamaah di masjid.

Apa, sih, makna dan hikmah Idulfitri bagi Sahabat Catatan Leannie?

Ternyata Idulfitri bukan hanya sekadar kembali suci, tetapi sebagai ungkapan syukur pada Allah SWT setelah menjalankan ibadah puasa ramadan sebulan penuh. Hari kemenangan bagi mereka yang berpuasa dan mampu meredam hawa nafsu, serta bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Idul fitri berasal dari kata "Id" dan "Al-fitri". Id secara bahasa berasal dari aada – ya’uudu, yang artinya kembali. Sedangkan Kata fitri punya dua makna menurut beberapa pendapat, bisa berarti "berbuka puasa" dan "suci."

Idul fitri berarti kembalinya seseorang dalam kondiai yang suci, atau bebas dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan sehingga tetap berada dalam kesucian atau fitrahnya.

Berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang artinya:

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq ‘alayh). Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh).


Disebut juga hari raya Id karena terjadi  berulang dan dirayakan setiap tahun pada waktu yang sama. Idul fitri disebut juga hari kemenangan, saat umat muslim merayakan hari raya dengan kembali "buka puasa" atau makan.

Makan dan minum walaupun sedikit merupakan sunnah sebelum salat Ied yang dianjurkan pada umat muslim sehingga pada hari raya Idul Fitri 1 syawal tidak diperbolehkan berpuasa.

Seorang muslim yang merayakan hari kemenangan dan kembali ke fitrahnya akan memiliki sikap istiqamah, jujur, dan taat pada perintah-Nya. Inilah hikmah Idulfitri.

Meski kebanyakan orang tak bisa mudik, namun moment Idulfitri bisa dilakukan dengan beragam cara. Meski jarak memisahkan, tetapi silaturahmi tetep terjalin meski lewat daring.

Baca juga : Menjalani Idulfitri tanpa mudik, begini Cara Memaknai Hari Kemenangan

Meski Idulfitri tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pandemi COVID-19 membuat jarak semakin terasa, ada larangan mudik, salat tarawih bahkan salat Ied ditiadakan.

Baca juga : Lebaran segera tiba, Ini 7 Hal yang dirindukan saat Idulfitri

Hari raya Idulfitri atau Lebaran tetap istimewa dan selalu di hati. Meski hanya di rumah saja, hari raya kemenangan selalu istimewa dan menyelami makna idulfitri semoga membuat kita bisa kembali fitri. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, apa makna idulfitri bagimu?




Salam,






#BPNRAmadan2020
#BPNChallengeday26





Menjalani Moment Idulfitri tanpa Mudik, Begini Cara Memaknai Hari Kemenangan

Silaturahmi keluarga
Moment Idulfitri,
Pexels.com/mentatdgt

Moment Idulfitri atau hari kemenangan identik dengan kebersamaan keluarga dan banyak yang rela menembus jarak jauh demi silaturahmi keluarga dengan mudik ke kampung halamannya. Namun, sebagian orang seperti saya yang setelah menikah tidak pernah merasakan mudik.

Menjalani hari kemenangan dengan suka cita, merasakan kehangatan keluarga, dan dan sajian khas lebaran yang lezat mewarnai hari Idulfitri.

Meski sekarang masih dalam masa pandemi, hari lebaran tetap jadi moment yang membahagiakan buat saya. Alhamdulillah meski tak pernah merasakan mudik, saya masih bisa terus bersilaturahmi dengan keluarga, baik orang tua atau mertua karena rumah Kami berdekatan satu sama lain. Masyaallah ...

Beginilah menikah dengan tetangga sendiri, suami dulunya kakak kelas waktu SD. Jadi, ya, saya sama dia bisa mengunjungi kedua orang tua tanpa harus mudik. Tinggal jalan aja ke depan, masih satu RW, cuman beda RT aja, sih.

Saya jadi membayangkan bagaimana jadinya kayak yang lain, tinggal berjauhan dengan orang tua juga mertua, karena berbagai keterbatasan jadi tidak pulang ke kampung halaman dan enggak bisa berkumpul bareng keluarga. Bahkan ada yang sudah bertahun-tahun belum bisa pulang mengunjungi orang tua.

Tenyata silaturahmi ini punya beragam keutamaan dan bermanfaat juga untuk kesehatan jiwa, loh, Sahabat Catatan Leannie.


Baca juga : 5 Manfaat Silaturahmi bagi Kesehatan Jiwa


Semua pasti berharap pandemi ini cepat berlalu. Sudah semenjak dua bulan masa quarantine, pastinya sudah banyak yang ingin beraktivitas seperti biasanya, menjalani hari tanpa kekhawatiran.

Mudik atau tidak mudik sebenarnya pilihan masing-masing, karena silaturahmi tak hanya sebatas moment lebaran saja. Banyak yang memanfaatkan moment Idulfitri dengan mudik dan silaturahmi bareng keluarga dan ada pula yang tidak mudik seperti saya.


Baca juga : Cerita Idulfitri bagi Kami yang Tak Pernah Mudik


Biasanya keluarga Kami menjalani moment lebaran dengan saling berkeliling dan berkunjung satu sama lain, ziarah makam nenek dan kakek, kadang silaturahmi bareng temen juga.

Selama masa pandemi ini, sudah ada imbauan untuk tidak mudik. Semoga masyarakat memahami upaya ini sebagai pencegahan agar Covid-19 tidak meluas ke berbagai daerah.

Silaturahmi itu penting, mudik jadi tradisi masyarakat selama ini, namun Kita masih bisa melakukan silaturahmi dalam bentuk rak langsung. Misalnya dengan telepon, Video Call WA, Google Duo, atau Zoom yang lagi ngehits saat ini.

Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan silaturahmi kapan saja ke rumah orang tua karena rumah Kami berdekatan satu sama lainnya.

Bagi saya sendiri, makna hari kemenangan adalah hati yang kembali fitri, menghilangkan rasa benci dengan saling memafkan satu sama lain, dan membuat diri saya merasa lebih dekat dengan-Nya. 

Meski tak pernah mudik, beginilah cara Kami menjalani moment Idulfitri dan memaknai hari kemenangan. Bagaimana moment lebaranmu di tengah pandemi, Kamu pilih tetap mudik atau enggak?




Salam,




#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday25

Lebaran segera Tiba, ini 7 Hal yang dirindukan saat Idulfitri

7 Hal yang dirindukan saat Idulfitri
Hal yang dirindukan saat Lebaran, freepik.com


Enggak terasa puasa sudah memasukkan hari kedua puluh di Bulan Ramadan, lebaran atau Idulfitri jadi moment yang dirindukan.

Ramadan tahun ini begitu terasa perbedaannya dengan ramadan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 membuat jarak semakin terasa, namun ketiadaan keluarga atau dilarangnya acara mudik sebagai pencegahan agar  pandemi ini meluas.

Nah, ada tujuh hal yang membuat saya merindukan moment lebaran dan Idul Fitri, diantaranya :


1. Gema suara takbir di Masjid



اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ"  

 
"Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd"


"Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah".

Lantunan suara takbir di malam terakhir Ramadan berhasil membuat saya merindukan moment lebaran. Ada rasa haru ketika mendengarkan gema suara takbir.


2. Salat Idulfitri bareng keluarga


Moment Idulfitri begitu lekat dengan salat Ied bersama. Sayangnya tahun ini tidak bisa melaksanakan salat Ied karena pandemi. Semua demi kebaikan bersama, saya dan semua orang pasti mengharapkan pandemi ini cepat berakhir.


3. Silaturahmi pada orang tua


Saya tidak pernah mudik setelah menikah, alasannya karena rumah orang tua dan mertua begitu dekat, masih satu RT. Jadi suamiku itu adalah tetanggaku dan juga kakak kelas di masa Sekolah Dasar.
Memang tak pernah merasakan mudik, pengennya sesekali mudik, eh, tapi mudik ke mana? Kangen  mama, ya, tinggal jalan aja ke rumah. Mengunjungi mertua pun begitu.



4. Berziarah ke makam nenek dan kakek


Moment Idulfitri membuat saya terkenang dan merindukan alm nenek. Nenek adalah orang terdekat bagi saya, ketiadaan beliau sukses membuat saya merasa kehilangan, tapi saya harus merelakan kepergian nenek ke sisi-Nya.

Hanya seuntai doa terkirim untukmu, Nek. Berziarah memang tak hanya di moment lebaran saja, tetapi rasanya terkenang saja dengan kehadiran nenek, yang biasanya sungkeman sambil bercerita juga bercengkrama bersama sekarang sudah tak bisa merasakan moment seperti itu.


5. Menikmati santapan lebaran bareng keluarga 


Makan bareng keluarga besar pun jadi moment berharga, yang paling dirindukan adalah merasakan makanan yang mama buat.

Baik mama atau mertua selalu saja berhasil menyajikan menu lebaran yang lezat. Bikin kangen masakan mama, nih. Alhamdulillah masih sering dikirimin sama mama. 

Saya bilang menu makanan sajian lebaran di keluarga termasuk super lengkap, semua ada soalnya.



6. Mengunjungi saudara dekat


Punya saudara yang tinggal berdekatan rumahnya pun jadi rezeki tersendiri bagi saya. Bersilaturahmi, mengobrol bersama, icip-icip kue lebaran jadi hal sederhana yang membahagikan bagi saya. Alhamdulillah diberikan akses mudah mengunjungi keluarga dekat.


7. Berbagi rezeki pada saudara-saudari yang masih kecil


Berbagi kebahagiaan dengan memberikan angpao pada saudara-saudari yang masih kecil atau sebelum mereka bekerja jadi hal yang dikangenin juga buat saya.

Saat kerja dan sebelum menikah pun, saya suka berbagi pada saudara-saudari. Rasanya Ikut bahagia merasakan kebahagiaan mereka ketika mendapatkan angpao lebaran.

Meski suasana Ramadan kali ini berbeda, Kita masih harus tetap bersyukur atas segala nikmat dan karunia-Nya. Ada berbagai alasan yang membuat saya bersyukur. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie?




Tak terasa lebaran sebentar lagi tiba.
Itulah ketujuh hal yang membuat saya merindukan moment lebaran atau Idulfitri. Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, apa hal yang dirindukan ketika hari kemenangan?




Salam,






#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday24