Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts
June 12, 2019

Cerita Idulfitri bagi Kami yang tak Pernah Mudik

by , in
Cerita Idulfitri bagi kami yang tak pernah mudik
Keluarga kecilku, abaikan Dzaky yang susah di foto ๐Ÿ˜…

Silaturahmi bersama keluarga dan sahabat jadi pengalaman yang penuh kesan di moment Idulfitri.

Beginilah berjodoh dengan tetangga, hampir setiap hari bisa berkunjung ke rumah mama. Hehe, tinggal jalan dikit sampai deh. Banyak kemudahan yang saya rasakan ketika dekat orang tua.

Bagi keluarga kami yang tak pernah mudik, kemacetan, kelelahan saat perjalanan, rasa bahagia yang membuncah saat menginjakkan kampung halaman mungkin tak pernah dirasakan karena orang tua dan mertua tinggal berdekatan dan masih satu RT.

Baca juga: Mengatasi kelelahan mudik dengan cara ini


Kadang Mama mengirimkan makanan, kue lebaran, ngasih Dzaky baju dan lain-lain. Ah ... malu rasanya saya sendiri jarang memberi, malah jadi pihak yang diberi.

Beginilah nasib anak yang enggak hobi masak atau bikin kue. Masakannya itu-itu aja dan masakan atau kue buatan mama selalu luar biasa. Padahal mama saya adalah seorang pekerja tapi setiap hari selalu menyempatkan memasak dan kadang mengirimkannya pada saya.

Setiap tahunnya mama selalu membuat kue untuk hari raya. Saya sering dikirim mama makanan karena dekat dengan beliau. Enak pake banget. Hehe, alhamdulillah ๐Ÿ˜„

Punya mertua dan orang tua berdekatan jaraknya, otomatis setelah menikah, saya dan suami tak pernah mudik. Mau mudik ke mana, masa mudik cuma dari RT 01 ke RT 05. Rumah saya di RT 01, sedangkan rumah orang tua kami di RT 05, beda RT tapi tetap aja deketan.

Kami menikah sudah empat tahun lebih, tahun ini menginjak tahun kelima pernikahan. Nano-nano rasanya. Benar sekali merasakan lima tahun pertama pernikahan adalah fase yang cukup berat. Fase penyesuaian kedua pihak terutama. Sudah empat kali berlebaran tanpa mudik, apa saja kegiatan kami selama ldulfitri?

Tahun ini moment Idulfitri kami rayakan dengan keluarga besar dan juga sahabat sekaligus rekan kerja suami. Teman-teman saya ke mana, ya? Mereka pada mudik, jadi saya jarang bertamu pada mereka. Tinggallah saya di Bandung saja.

Moment Idulfitri hari pertama keluarga kecil kami berkunjung ke rumah orang tua saya juga mertua. Keluarga saya jarang suka berfoto jadi jarang punya kenangan bareng.

Nah, di keluarga suami ada satu foto kebersamaan Kami ketika Idulfitri hari pertama. Keluarga besar memang, suami anak ketiga dari lima bersaudara. Anak tengah ceritanya, kalau saya anak pertama dari tiga bersaudara dan sama-sama orang Sunda. Hehe ๐Ÿ˜„ Inilah foto keluarga kami.

Bersama keluarga besar suami

Moment Idulfitri hari kedua, Kami berkunjung ke rumah sahabat sekaligus rekan kerjanya suami. Rumahnya ada di daerah Cikaso, dari Gedung Sate lurus terus ke arah jalan utama sampai tiba di jalan Cikaso. Masuk melalui jalan tadi, kemudian disambut rekan kerja ayahnya Dzaky di depan gapura tempat tinggalnya.

Kesan saya selama lebaran ini, jujur saja saya kekenyangan karena terlalu banyak godaan yang ingin saya cicipi. Beraneka kue lebaran buatan mama, kolang-kaling segar, ketupat dan aneka makanan khas lebaran sayang sekali jika dilewatkan.

Ketika sampai di rumah Sahabat suami, kami disambut dengan berbagai makanan. Makan lagi dan lagi. Hehe ...

Temannya suami bahkan sengaja membuatkan bala-bala atau bakwan, rujak cuka, juga baso. Wah, senangnya, tapi harus waspai timbangan sendiri.

Merasa sekali sebagai tamu dimuliakan dan dijamu dengan baik. Segala ada pokoknya. Tadinya mau ke Punclut buat makan siang, enggak jadi karena kekenyangan.

Ternyata membahagiakan tamu itu begitu dianjurkan bahkan oleh Rasulullah sendiri. Terasa sekali silaturahmi semakin erat dan lekat dengan saling berkunjung.
Alhamdulillah, semoga berkah hidup kita semuanya.

Satu lagi kenangan buat Dzaky yang suka kucing, dia senang sekali berkunjung ke sini karena bisa bermain dengan kucing Persia yang besar sekali. Katanya sih umurnya udah empat tahun dan beratnya lebih dari 4 atau 5 kilogram.

Ini dia foto Dzaky yang excited saat disuruh berfoto dengan kucingnya. (Saya jujur saja geli sama kucing apalagi bulunya, hehe ...)

Dzaky foto bareng kucing persia

Di hari ketiga lebaran, ada acara kumpul keluarga besarnya ayah di Villa Abah, salah satu villa Istana Bunga di Lembang. Nanti akan saya tulis review staycation di Villa Abah Lembang. Ada juga kenang-kenangan keluarga kecil kami di sini.

Staycation bareng keluarga di Villa Abah Lembang

Buat saya moment lebaran bisa diisi dengan ajang silaturahmi bersama keluarga atau pun sahabat. Meski tanpa mudik beginilah cara Kami memaknai Idulfitri. Bagaimana dengan cerita lebaran di keluargamu, mudik ke mana, nih?


Salam, 






January 17, 2019

Ketika Emak Sakit, Inilah yang Dia Rasakan

by , in
Pic by Pinterest

Seorang ibu atau istri, seringkali saya pun menyebut diri dengan sapaan Emak. Kayanya lebih familiar saja. Ketika Emak sedang sakit, apa sih yang ada di dalam pikirannya?

Emak pun manusia, kadang adakalanya dia pun sakit.  Banyak penyebabnya sih mungkin karena kurang memperhatikan. kesehatan diri karena berfokus pada keluarganya. Apa yang ia rasakan ketika seorang ibu sedang sakit? inilah yang dia rasakan!

1. Keluarga tetap jadi prioritasnya

Punya anak masih balita kadang kasian juga kalau emaknya sakit, terus gimana sama dia? Siapa yang menyiapkan makanannya, memandikan dan mengurusnya.

Seorang istri juga kadang merasa kasihan terhadap suaminya, siapa juga yang menyiapkan makanannya ketika ia sakit?

2. Apa kabar kerjaan rumah?

Bagi seorang ibu rumah tangga tanpa asisten, istirahat sehari saja. Apa yang terjadi? Hehe ... udah bisa dibayangin  cucian piring, baju, rumah udah kayak kapal pecah. Terkadang saya memberi waktu rehat sebentar bagi tubuh beristirahat kemudian jika sudah baikan kembali mengerjakan pekerjaan rumah. Sabar, ya, Mak!

3. Emak harus cepat sembuh, segera minum obat dan ke dokter adalah solusi

Terkadang kalau anak sakit seorang Emak sigapnya luar biasa. Ketika dia sakit? Nah, jangan kelamaan. Beristirahat pun tak tenang, rasanya pengen tiduran seharian. Mungkin enggak, ya? Anaknya dititipin paling kalau masih kecil? Kadang kasihan juga yang dititipin takut kerepotan. Makanya Emak kudu cepat sembuh. Minum obat dulu, kalau enggak mempan segera ke dokter.

Seorang Ibu atau Emak adalah posisi yang mulia dan luar biasa. Meski kadang saya sendiri merasa belum sempurna menjadi ibu , saya mau tetap berusaha melakukan yang terbaik. Insyaallah terus belajar. Nah, ketika sedang sakit ternyata itulah yang dirasakan seorang Emak alias Ibu.


Salam,




My Instagram