Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Sapu Lidi Lembang Bandung: Staycation dan Makan di Sawah ala Pedesaan


Sapul Lidi Cafe, Resort and Gallery
Sapu Lidi Lembang,
  dokumentasi pribadi


Senangnya bisa staycation sekaligus makan di sawah ala pedesaan di Sapu Lidi Cafe, Resort, and Gallery.  Sapu Lidi Lembang Bandung adalah tempat yang dipilih untuk staycation saat hari kelahiran suami di Bulan Maret yang lalu.


Ini adalah staycation perdana sejak pandemi, yang terpenting bagi Kami adalah selalu menjalankan protokol kesehatan. Sapu Lidi, nama yang cukup unik, hingga saya pun tergerak untuk googling saat suami bilang mau staycation di sini.


Ternyata tempatnya ada di Lembang, pasti udaranya masih sejuk dan asri. Senangnya karena di Sapu Lidi ini nuansa khas pedesaan dapet banget.


Bisa makan di sawah, naik perahu, dan resortnya juga tampak nyaman. Nuansa pedesaannya kental banget, berasa kangen kampung halaman alm kakek dan nenek saya di Garut. 


Jadi kangen pulkam, memori masa kecil saya banyak dihabiskan di saat saat moment Idulfitri. Hal yang unik dari Sapu Lidi ini adalah taglinenya "Makan di Sawah," berasa banget tinggal di pedesaan. 


Saya suka banget staycation bernuansa alam kaya gini. Seperti pengalaman saya staycation di  The Green Forest Lembang. Adem banget dan berkesan sampai sekarang, meski itu udah beberapa tahun lalu.



Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery 



Sapu Lidi Resort Lembang
Berfoto di pintu masuk Sapu Lidi,
dokumentasi pribadi


Sapu Lidi ini beralamat di Jalan.Sersan Bajuri, Kompleks Graha Puspa Cihideung Lembang, Bandung 40391, Jawa Barat. Suasananya cukup adem, asri, dan menawarkan view pedesaan yang jadi salah satu daya tarik tempat ini. 


Daerah Lembang memang jadi salah satu destinasi wisata favorit saya di Bandung, selain Dago dan Punclut.


Baca juga : Destinasi Wisata Punclut yang Keren


Sapu Lidi Cafe, Resort and Gallery ini menjadi kawasan wisata dengan konsep Cafe, Resort dan Galeri seni dengan tagline ” Makan di Sawah.” Pokoknya bisa refresh sejenak di sini, suasana alam yang sejuk, asri, bikin adem. Nuansa alam pedesaannya paling saya suka.


Sapul Lidi ini bangunan resto dan cafenya dibuat dengan suasana khas jawa barat, ada saung di tengah sawah, menu dan makanannya traditional khas Sunda. Resort Sapu Lidi juga rumah bernuansa kayu, berasa tinggal di Pedesaan zaman dulu.


Resepsionis di Sapu Lidi Resort
Resepsionis  di Sapu Lidi Resort,
dokumentasi pribadi


Sapu Lidi yang ada di kawasan wisata Lembang ini cukup luas dengan area seluas enam hektar yang bisa dikunjungi kapasitas seribu orang, loh, Sahabat. 


Cocok banget buat family atau company gathering.  Cocok juga buat pasangan yang mau pre-wedding, honeymoon, anniversary,dinner,staycation dengan suasana alam pedesaan.



Akses Menuju Sapu Lidi


Bagian depan Sapu Lidi
Bagian depan Resepsionis Sapu Lidi,
dokumentasi pribadi


Sapu Lidi Cafe and Resort yang terletak di daerah Lembang, sama saja dengan rute tempat wisata lainnya yang pernah saya kunjungi di Lembang. Tempat parkirnya cukup luas dikelilingi cantiknya alam Lembang.


Kamu bisa berwisata sekalian family time di seperti The Green Forest Lembang, Lembang Wonderland, Farm House Susu Lembang, dan Floating Market Lembang . Rute yang terdekat arahnya menuju Sapu Lidi adalah The Green Forest Resort Lembang.


Baca juga : The Green Forest Resort Lembang


Ada beberapa rute menuju kawasan wisata Sapu Lidi diantaranya: 


Buat yang berasal dari luar Kota, terutama Jakarta, Tangerang atau Bekasi, bisa melalui Tol Cipularang, lalu keluar lewat Tol Sadang. Lanjutkan perjalanan ke Purwakarta, lalu cari jalan Menuju Segalaherang. Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke Jalan Cagak Subang, belok ke arah Ciater kemudian menuju Lembang.


Untuk yang berasal dari Bandung dan melewati Tol Padalarang, lalu masuk Tol Padaleunyi dan keluar lewat Tol Pasteur. Sekitar 500 meter dari pintu tol, melewati perempatan menuju ke arah Setrasari, lurus terus sampai ke Jalan Dr Setiabudhi, lalu melawati Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). 


Dari UPI, naik terus sampai ke Terminal Ledeng, dari sini belok ke kiri, lurus terus sampai ke Jalan Sersan Bajuri Lembang, lalu masuk ke area perumahan yang menjadi Kawasan wisata Sapu Lidi Cafe Resort and Gallery.



Staycation di Sapu Lidi Resort Lembang


Kamar yang luas di Sapu Lidi, 
dokumentasi pribadi


Staycation di Sapu Lidi Resort pada Bulan Maret 2021 yang lalu adalah pertama kalinya keluarga Kami menginap di resort saat pandemi. Sebelumnya memang Kami engga pernah traveling dari Bulan Maret sampai Agustus 2020.


Begitu masuk new normal, keluarga saya mengunjungi penangkaran Rusa di Rancaupas. Sengaja memilih destinasi alam, biar engga terlalu berinteraksi dengan pengunjung lain dan memang udah pengen refreshing aja, udah berbulan-bulan stay at home.


Kami berangkat Siang Hari sekitar pukul 13.00 WIB Dari rumah saya yang ada di daerah Gunung Batu. Letaknya dekat dengan Tol Pasteur. 


Saat itu engga terlalu macet, alhamdulillah jalan lancar. Tepat pukul 14.00 WIB, Kami cek in di Sapu Lidi. Bagian front office resto cukup unik. Bernuansa kayu dan seperti bangunan zaman dulu. Nuansanya persis seperti pedesaan yang saya sukai. Hijau, adem, dan asri.


Akhirnya Kami berjalan menuju resort. Namanya unik, Nguma-Ngome adalah pondok yang saya tempati. Udara di sini fresh banget. 


Resort yang kami tempati,
dokumentasi pribadi


Saya melihat resto dengan view sawah dan juga ada perahu menuju salah satu resort. Setelah menyimpan koper dan barang lainnya, Kami menaiki perahu. Seru banget, deh.


Resort di tepi danau,
dokumentasi pribadi


Kesannya kaya menyebrangi danau saat ada di daerah pedesaan. Kami sempat  mengabadikan moment ini dengan berfoto sambil naik perahu. 



Naik perahu mengelilingi danau,
dokumentasi pribadi


Engga kerasa jalan-jalan sekitar Sapu Lidi, naik perahu, mengambil spot foto instagramable ternyata udah sore aja. Akhirnya Kami kembali ke resort. Saya mau mandiin anak dulu pastinya. Saya suka banget tinggal di resort ini. 


Fasiltas dan sarana di kamar resort Sapu Lidi Bandung ini cukup lengkap, dari tempat tidur, TV, koneksi wi fi, ada juga pemanas air di kamar mandi. Liburan berasa di rumah sendiri pokoknya. 



Kamar yang luas dan romantis,
dokumentasi pribadi


Saya suka dengan kamarnya yang luas. Ada kelambu di tempat tidur yang bernuansa kayu, ada bathtub yang cukup luas, bisa buat anak saya berenang di sini, kamar mandi juga ada etnik kayunya. Bagian wastafel juga begitu. 


Cuman pas giliran saya mau mandi, lama juga ngatur air supaya panas. Di sini dingin banget soalnya, engga mungkin mandi pakai air dingin. Ini aja sih, paling yang jadi kekurangannya.


Sayangnya engga ada hairdryer di sini, kalau buat yang berhijab kan engga nyaman aja kalau keluar pakai kerudung tapi kondisi rambut masih basah,  jadi buat yang mau ke sini dan merasa perlu hairdryer,  bawa aja dari rumah, ya. 


Wastafel bernuansa kayu,
dokumentasi pribadi


Bathtub Resort,
dokumentasi pribadi


Nah, di bagian depan resort, ada teras dan kursi untuk duduk bersantai sambil menikmati nuansa asri pemandangan alam sekitar Sapu Lidi Resort. Indah banget. Masyaallah. Rasanya beneran kaya tinggal di pedesaan. Buat yang kangen kampung halaman bisa cobain staycation di sini.



Bagian depan resort,
dokumentasi pribadi


Saat malam hari, udah ngerasa lapar juga. Akhirnya Kami makan malam sama Sate Taichan Jajanan Papi di Sukagalih, bisa order via Gofood juga buat dinner, ya, Sahabat Catatan Leannie. 


Baca juga : Sate Taichan Jajanan Papi Sukagalih Bandung


Dinner dengan Sate Taichan,
dokumentasi pribadi


Daerah Lembang ini terkenal sama cuacanya yang dingin, jadi bawa jaket atau Kaos kaki juga ya buat yang engga tahan dingin. Soalnya makin malam suhu udara juga makin dingin.



Makan di Sawah ala Sapu Lidi Cafe and Resto


Makan di Sawah,
dokumentasi pribadi


Senangnya staycation di Sapu Lidi. Tidur lumayan nyenyak juga. Sebelum breakfast, saya mengajak anak saya berkeliling lagi mengitari Sapu Lidi. Seneng banget rasanya ngajak anakku jalan-jalan pagi, merasakan sejuknya udara khas Lembang.


Jalan-jalan pagi di Sapu Lidi Resort,
dokumentasi pribadi


Setelah mandi, akhirnya sarapan juga. Meski agak siang juga sih waktunya. Ternyata resto buka jam 10 pagi. Jadi sarapannya paling nyeduh teh, makan kue ultah papinya Dzaky. Lumayan buat ganjel perut. Cuman buat saya, rasanya kalau belum ketemu nasi, ya, belum makan. Siapa, nih, yang kaya gini juga?


Serunya berfoto di Sawah,
dokumentasi pribadi


Akhirnya tepat jam 10.00 WIB Kami menuju resto Sapu Lidi. Tagline Sapu Lidi ini unik juga "Makan di Sawah." Saya pun pesan makanan khas Sunda. 


Menu makanan Sapu Lidi Resto,
dokumentasi pribadi


Berhubung masih pandemi, engga terlalu banyak juga yang makan di resto ini. Suami dan saya pesan menu yang sama, yaitu nasi liwet dengan ayam bakar, karena menu ayam bakar belum ada, diganti ayam yang diasapkan. Kami juga pesan oseng-oseng genjer dan pisang bakar keju request darri anakku.


Menu makanan di Sapu Lidi Resto ini menyajikan menu makanan tradisonal khas Sunda. Sesuai tagline "Makan di Sawah," memang makannya di tengah sawah, sambil duduk manis di saung beralaskan bambu yang diberi tikar dan beratapkan ijuk. Khas saung pedesaannya dapet banget sambil lihat hamparan padi di sekeliling resto ini.


Senengnya makan di sawah,
dokumentasi pribadi


Minumnya saya pesen bajigur sama teh manis anget. Meski udah siang, udara Lembang memang sejuk dan berasa dingin kalau buat yang engga terbiasa. 


Makanan di sini seperti makan makanan di resto tradisional khas Sunda lainnya. Menu makanannya bisa di lihat di bawah ini. Soal harga standar resto, lah. Harga makanan dimulai dari Rp. 50.000,00/pax. 


Menu makanan Sapu Lidi
Menu makanan di Sapu Lidi,
via makandisawah.com


Jam buka Sapu Lidi Resto and Cafe ini setiap hari Senin – Minggu dari mulai pukul 10.00 – 23.00 WIB. Untuk tiket masuk ke Sapu Lidi tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. 


Nah itulah keseruan staycation dan makan di Sawah di Sapu Lidi Lembang Bandung. Gimana, nih, Sahabat Catatan Leannie tertarik engga buat mengunjungi Sapu Lidi Resort, Cafe and Gallery?



Sapu Lidi Cafe, Resort & Gallery

Jalan Sersan Bajuri – Kompleks Graha Puspa Cihideung Lembang,Bandung 40391 – Jawa Barat 

(022)2786461 ( Sapu Lidi Cafe and Resto)

(022)2786915 ( Sapu Lidi Resort )

Folow akun Instagram: @sapulidisawah




Salam, 









TRAC To Go, Solusi Terbaik yang Membuat Perjalanan Lebih Mudah dan Aman



TRAC To Go
TRAC To Go, solusi perjalanan lebih mudah dan aman 


Moment Ramadan dan idulfitri adalah dua hal yang dirindukan setiap tahunnya.  Meski adanya larangan mudik dari tahun lalu, ternyata bepergian di dalam kota masih mungkin dilalukan dengan aman dan nyaman. Tenang saja, pastinya ada solusi terbaik yang memudahkan perjalanan yaitu aplikasi Trac To Go dari Astra yang sudah menerapkan Smart Protocol.


Larangan mudik yang dianjurkan pemerintah dari dua tahun lalu bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Corona. Saat Idulfitri, ternyata berwisata masih diperbolehkan di dalam kota dengan syarat memperhatikan protokol kesehatan. 


Saya menikmati momen kebersamaan keluarga dengan menghabiskan waktu bareng, sekadar  refreshing  ke tempat yang engga terlalu jauh dari rumah atau mengunjungi sanak saudara yang  sama-sama tinggal di Bandung.


Ketika melakukan perjalanan, jangan lupa memperhatikan protokol kesehatan yaitu memakai masker dan menjaga jarak dari kerumunan saat bepergian, mencuci tangan dengan air mengalir atau handsanitizer


Biasanya saat traveling ke luar kota bareng keluarga, saya memilih untuk menyewa kendaraan pribadi melalui aplikasi daring atau online biar lebih mudah dan praktis, pengennya sih sekalian yang aman dan nyaman. 


Kasian juga kalau minta orang tua atau suami yang menyetir soalnya perjalanan panjang bisa membuat kelelahan di perjalanan.


Menurut saya, saat pandemi seperti sekarang ini, menyewa kendaraan pribadi bisa meminimalisir interaksi dengan penumpang lain, jadi bisa lebih aman dan nyaman contohnya menggunakan aplikasi TRAC To Go atau informasi lebih lanjut bisa diakses lewat website https://www.trac.astra.co.id/


Gimana, nih, Sahabat Catatan Leannie, ada yang belum tahu the tentang TRAC To Go? Simak, penjelasannya di bawah ini, ya!


1. Aplikasi TRAC To Go 


Aplikasi TRAC To Go
Aplikasi TRAC To Go,
dokumentasi pribadi


TRAC adalah anak perusahaan PT Serasi Autoraya dan bagian dari Astra, dengan layanan sewa kendaraan sebagai solusi transportasi secara menyeluruh. 


Sejak tahun 1986, TRAC berusaha mengembangkan produk dan layanannya, dimulai dari sewa mobil dan kini berkembang menjadi market leader di bidang solusi transportasi yang mengelola ribuan kendaraan terdiri z mobil, sepeda motor, dan bus.


Seiring kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang, mobilitas pun semakin tinggi sehingga membutuhkan efisiensi waktu. 


TRAC menjadi solusi transportasi bagi perusahaan sebagai pendukung kegiatan bisnis. Tak hanya bagi perusahaan saja, Trac pun menyediakan jasa transportasi untuk masyarakat umum sehingga perjalanan makin mudah, aman, dan nyaman. 


Tampilan aplikasi TRAC To Go ini user friendly, simpel, dan mudah untuk digunakan. Lebih nyaman menggunakan aplikasi dibandingkan via website menurut saya.



2. Alasan memilih TRAC To Go sebagai solusi transportasi



Memilih TRAC To Go
Memilih TRAC To Go,
instagram.com/trac_astra


Ada beberapa alasan yang manjadikan TRAC To Go solusi transportasi terbaik diantaranya :


a. Akses mudah, jaringan luas, user friendly

Reservasi menjadi lebih mudah via aplikasi TRAC  dan website dengan  jaringan luas yang tersebar  lebih dari 50 kota di Indonesia untuk melayani kebutuhan transportasi umum. 


Tampilan aplikasi yang sederhana dan user friendly jadi salah satu alasan saya memilih TRAC to Go sebagai solusi transportasi terbaik.


b. Andal dengan teknologi teruji

Trac cukup andal dengan teknologi  yang teruji, sistemnya terhubung dengan TRAC Fleet Management Solution sehingga dapat dipastikan  keselamatan serta kenyamanan selama perjalanan dengan akurat dan real-time.


c. Jaminan proteksi dan layanan prima


TRAC memberikan perlindungan pada para pelanggannya melalui proteksi asuransi dan jaminan kondisi armada yang selalu prima.


d. Layanan Pelanggan 24/7

Dengan adanya layangan pelanggan setiap hari selama 24 jam bisa, sebagai pelanggan bisa menghubungi Customer Assiatance Center di nomor 1500 009 untuk pusat bantuan, informasi, maupun pemesanan kendaraan.



3. Beragam Fitur TRAC To Go yang praktis dan mudah digunakan



Fitur TRAC To Go
Ragam fitur TRAC To Go,
instagram.com/trac_astra dan photocollage


TRAC To Go kini juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan, yaitu:


a. Multiple Service Order 

Multiple Service order ini memungkinkan pelanggan melakukan sewa layanan 2 order atau lebih sekaligus dalam satu transaksi. Contohnya saja order car rental dan airport transfer.


b. Add to Cart 

Add to Cart memungkinkan pelanggan menyimpan item yang diperlukan di keranjang, sehingga tidak akan hilang sampai sewaktu-waktu ingin menyelesaikan pembayaran. Metode pembayaran pun lebih bervariasi,  dari ATM transfer (VA), kartu kredit, dan E-payment lainnya.


c. Fitur Extend Order

Fitur yang disiapkan bagi pelanggan yang memerlukan tambahan waktu sewa tanpa harus melakukan pemesanan ulang.


d. Pin Poin Maps

Selain itu, aplikasi TRAC To Go juga telah menggunakan pin point maps sehingga pemindaian lokasi pelanggan, titik jemput, dan alamat pengantaran lebih akurat. Jika ada kondisi yang tidak memungkinkan, penyewa dapat cancel order via aplikasi sebelum pemesanan dan dana pun akan dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku.


e. Real time notification – Order Journey 

Fitur ini akan membuat perjalanan lebih tenang karena pelanggan dapat memantau status order dan status perjalanan dengan driver di aplikasi.


f. Direct menu call/WA 

Fitur ini  akan memudahkan komunikasi antara pelanggan dengan pengemudi yang bertugas saat menyewakan kendaraan.


g. Fitur rating unit dan pengemudi

Fitur ini  memungkinkan pelanggan untuk menilai layanan TRAC, baik terkait unit kendaraan maupun performa pengemudi.


Nah, engga perlu cemas bepergian bersama TRAC di masa pandemi karena senantiasa menerapkan protokol kesehatan TRAC Smart: Sanitized – Wear a Mask – Ready to Go!



4. Smart Protocol TRAC To Go


Smart Protocol TRAC
Smart Protocol TRAC To Go,
via trac.asra.co.id dan photocollage


TRAC selalu mengedepankan protokol kesehatan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan penggunanya. Selama new normal, TRAC mengedepankan TRAC SMART (Sanitized, Wear a Mask, Ready to Go) sebagai prioritas keselamatan melalui berbagai cara seperti:  


- Mobil selalu dicuci dan dibersihkan dengan desinfektan sebelum dan sesudah digunakan.


- Fokus pada kebersihan di seluruh proses operasional dan organisasi mengacu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).


- Memastikan pengemudi yang bertugas sudah melalui pemeriksaan kesehatan, dan mewajibkan penggunaan masker serta sarung tangan, menyediakan hand sanitizer untuk penumpang.


- TRAC  juga selalu menerapkan Physical Distancing saat berkendara sesuai dengan aturan yang berlaku.



5. Fitur Experience, fitur terbaru dari aplikasi  TRAC To Go


Fitur Experience
Fitur Experience dari Aplikasi TRAC To Go,
Instagram.com/trac_astra dan photocollage


Aplikasi TRAC To Go ini tampilannya cukup simpel, user friendly, lebih praktis dan mudah digunakan. Di dalam Aplikasi TRAC  ada 4 fitur  penyewaan yang bisa dipilih, diantaranya Car Rental, Airport Transfer, Bus Rental, dan Experience. Dari keempat fitur ini, fitur Experience adalah fitur terbaru di aplikasi TRAC To Go. 


TRAC To Go Experience merupakan fitur terbaru dari aplikasi TRAC To Go. Customer dapat memilih paket wisata yang disediakan oleh masing-masing cabang TRAC yang ada di berbagai kota di Indonesia seperti Bali, Malang, Jogjakarta, dan masih banyak lagi.


Di dalam produk Experience ini juga tersedia berbagai pilihan akomodasi mulai dari mobil penumpang berkapasitas 4 orang sampai Bus dengan kapasitas hingga 45 orang. 


Produk Experience ini bekerja sama dengan vendor-vendor terpercaya seperti hotel bintang 4 dan 5, tempat-tempat wisata, serta beberapa restoran yang otentik, menjadikan layanan TRAC semakin lengkap untuk mengisi liburan keluarga maupun teman sekantor.


Ada juga beragam promo dari TRAC Experience yang menarik, diantaranya promo electric vehicle, promo overland family tour, dan promo ziarah religi muslim.


Bepergian saat pandemi terkadang tak bisa dihindari. Tak perlu khawatir selama menerapkan protokol kesehatan, begitu pula dengan TRAC To Go yang sudah menerapkan Smart Protocol. Bikin Kita lebih mudah, safety dan engga terlalu khawatir saat dalam perjalanan.


Aplikasi TRAC di Playstore
Aplikasi TRAC To Go di Playstore,
dokumentasi pribadi


Baca juga : Serunya mengunjungi 7 

tempat ini setelah pandemi


TRAC To Go dari Astra ini adalah solusi transportasi terbaik agar saat melakukan perjalanan di masa pandemi menjadi aman dan nyaman. Jangan  lupa untuk mendownload aplikasi TRAC To Go di Google Playstore atau Apple Appstore.

Nah, gimana dengan Sahabat Catatan Leannie, sudah download aplikasi TRAC To Go belum? 




Salam,
















Mengunjungi Floating Resto Napak Sancang Cililin, Kab Bandung Barat

 
Napak Sancang Cililin
Napak Sancang Floating Resto,
dokumentasi pribadi


Saung Apung Napak Sancang atau dikenal dengan Napak Sancang Floating Resto ini cukup populer dan bikin Kami sekeluarga penasaran ingin merasakan wisata kuliner dengan suasana yang berbeda meski letaknya agak jauh yaitu di daerah Cihampelas, Cililin, Kab Bandung Barat.


Meski masih pandemi, ada moment spesial yang ingin saya dan suami rayakan mengingat di Bulan September yang lalu,  Tadinya punya rencana staycation bareng keluarga, tapi dipending dahulu dan akhirnya Kami memilih untuk mengunjungi Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang ini.



Akses Menuju Napak Sancang Floating Resto 



Napak Sancang Floating Resto
Mengunjungi Napak Sancang Floating Resto,
via dokumentasi pribadi


Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang yang beralamat di Dermaga, Sayuran, Mekarmukti, Kec. Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat  40562 ini terletak di area waduk Saguling.

Jaraknya memang engga terlalu jauh dari kawasan Wisata Cimahi, Ngamprah, hingga Soreang bahkan dari pusat Kota Bandung.


Jika dari luar kota, misalnya Jakarta bisa melewati jalan tol dan keluar di Padalarang atau Cimahi, lalu menuju  Cimareme – Pasar Cihampelas. Selanjutnya menuju ke arah Kampung Sayuran ( Saguling ).


Saya dan suami naik motor ke sana, mau naik mobil takut macet juga di jalannya. Berangkat agak siang pukul 09.30  WIB, sampai sana pas acara makan siang sekurar pukul 11.30 WIB. Sempat berhenti di jalan juga karena agak macet di daerah Cihampelas.


Saya jadi tergoda beli Thai Tea di pinggir jalan. Lumayan buat mengurangi rasa haus dan seger juga. Bulan September kemarin masih belum masuk musim penghujan seperti sekarang ini.


Kami melewati rute Soreang, kemudian menuju arah Stadion Si Jalak Harupat kemudian ke  Batujajar-Cililin lalu menuju lokasi Saung Apung.



Daya Tarik  Napak Sancang Floating Resto 


Napak Sancang
 Serunya foto di sini,
via dokumentasi pribadi


Ada berbagai hal menarik dari Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang ini. Menyuguhkan suasana yang berbeda ketika mengunjungi tempat ini. Cocok untuk dikunjungi bareng pasangan, keluarga, rekan kerja. Rasanya seru aja kalau rame-rame datang ke sini.


Sebenarnya di Bandung banyak banget destinasi wisata keren lainnya. Dago, Lembang, Punclut, ketiganya destinasi favorit yang sering saya kunjungi.


Baca juga : Lembang Wonderland, Destinasi Wisata Bak Negeri Dongeng yang Instagramble


Sejauh mata memandang, terlihat keindahan alam sekitar waduk Saguling ketika saat di  Saung Apung Napak Sancang. Pengen juga ngerasain makan di tempat yang berbeda, sambil lihat view Saguling dari atas restoran terapung di atas air.


Berfoto di Napak Sancang
Adem lihat view sekitar Saguling,
dokumentasi pribadi


Melihat keindahan alam yang hijau dan hamparan air dan makan di atas saung atau restoran terapung mengingatkan saya saat berkunjung ke Floating Market Lembang atau mengunjungi Pinisi Resto Glamping Lakesike Rancabali di tepi Situ Patenggang.


Baca juga :  Mengunjungi Pinisi Resto yang instagramble dan kekinian di Bandung


Sebenarnya ayah dan ibu saya udah ke sini beberapa bulan yang lalu. Sempat bercerita tentang restoran terapung yang lagi ngehits saat itu karena baru launching.


Namun, fasilitas sekitar masih belum bagus terutama akses jalan menuju tempat wisata, soalnya jalannya masih berbatu belum diaspal. Begitu melihat Floating Restonya, sih, seneng aja. Kayanya kalau bawa kendaraan pribadi dan masuk weekend, pasti bakal penuh sama pengunjung.


Begitu sampai ke wilayah Saung Apung Napak Sancang atau Floating Resto ini, jalanannya masih berbatu, belum diaspal. Medannya lumayanlah, ya. Mungkin karena obyek wisata ini terhitung baru dan mulai ramai dikunjungi sejak setahun yang lalu jadi perlu banyak pembenahan biar lebih baik lagi.


Untuk dapat sampai ke saung apung atau restoran terapung ini, para pengunjung perlu naik perahu untuk melewatinya. Sempat antri cukup panjang karena dulu ke ke sini hari minggu dan tenyata cukup penuh. Pandemi enggak mengurangi minat banyak orang buat datang ke sini ternyata.


Naik perahu ke Napak Sancang
Naik perahu menuju Floating Resto,
dokumentasi pribadi


Butuh waktu beberapa menit dari naik perahu ke Floating Resto ini. Seru juga naik perahu bareng keluarga. Rasanya udah lama juga engga naik perahu gini.


Begitu sampai ke Saung Apung  atau  Floating Resto Napak Sancang, tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Hanya membayar biaya makan dan minuman saja pastinya. Saya dan suami booking tempat buat makan di sini. Pas banget datang ke sini di jamnya makan siang.


Melihat sekeliling danau, seneng banget. Apalagi lumayan banyak spot buat foto di sini. Bakalan cantik viewnya jelang malam pasti. Bakal romantis kalau dikunjungi bareng pasangan.


Berfoto di Napak Sancang
Moment bareng keluarga, 
dokumentasi pribadi


Spot Instagramble di Napak Sancang
Spot instagramble di Napak Sancang,
dokumentasi pribadi


Di sekitar tempat makan ada kolam ikan juga. Anakku seneng lihat kolam ini. Berasa cukup luas tempatnya, dia seneng jalan ke sana kemari. Ngeklop sama ayahnya yang seneng foto-foto di sini. Lumayan juga buat kenang-kenangan udah ngunjungin tempat ini katanya.


Kolam ikan Napak Sancang
Kolam ikan di samping area makan,
dokumentasi pribadi



Berfoto di Napak Sancang
Salah satu spot instagramble,
dokumentasi pribadi


Buat yang dari luar kota pasti berkesan banget datang ke sini. Menghabiskan waktu dengan kuliner bareng atau staycation bareng keluarga memang jadi moment berkesan seperti pengalaman Mbak Marati Husna saat staycation di Sahira Butik Hotel Bogor.



Menu Makanan dan Harga Napak Sancang Floating Resto


Menu Napak Sancang Floating Resto
Menu khas Sunda di Napak Sancang,
dokumentasi pribadi


Menyajikan menu tradisional khas Sunda, makan ala lesehan sambil melihat pemandangan sekitar danau ternyata membuat daya tarik tersendiri buat pengunjung.


Denger-denger, sih, makanan yang direkomendasikan di sini adalah ikan bakarnya. Saat itu saya sama suami pesan nasi liwet, ditambah karedok, ayam bakar juga. Menu tradisional khas Sunda beginilah yang cocok buat lidah saya.


Selain itu ada juga menu lainnya seperti sop ikan, ayam bakar, ayam goreng, ayam  pepes, tahu dan tempe ditambah sambal lalapan. Bisa juga pesan karedok atau ulukutek leunca. Buat minumannya ada kelapa muda, es jeruk, teh manis, jus, kopi, dan lainnya.


Semua makanan di sini disajikan secara dadakan, udah ngebayangin makanannya disantap dengan nasi liwet anget.


Setelah cobain makanannya, rasanya ya begitu aja. Standar makanan Sunda. Karedoknya lumayanlah, ya. Sebenarnya jadi pengen cobain ikan bakarnya, tapi udah kenyang. Jadi belum tahu rasanya.


Harga makanan di sini terhitung standar dan engga terlalu mahal, sama kaya makan di Punclut Bandung. Untuk harga 1 porsi nasi liwet yang cukup buat suami, anak dan saya seharga Rp. 60.000,00 saja, tahu tempe Rp 2.000,00. Untuk ikan bakar, atau Nila bakar harganya Rp 45. 000, 00. Cukup terjangkau kan, ya?


Baca juga : Rekomendasi 3 Destinasi Keren dan Instagramable di Punclut


Floating Resto Napak Sancang ini buka setiap hari dari pukul 08.30  WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB. 


Informasi mengenai menu, harga makanan dan minuman, fasilitas atau reservasi tempat, bisa hubungi nomer kontak  082216432929.


Berhubung saat weekend kemarin tempat ini penuh, ada baiknya booking tempat dan menu terlebih dahulu biar lebih nyaman. 


Rasanya senang sekali menghabiskan waktu bersama keluarga kecilku. Moment bersama keluarga memang membahagiakan, bukan?


Bagaimana menurut Sahabat Catatan Leannie, kira-kira tertarik enggak buat mengunjungi Napak Sancang Floating Resto?





Salam,








Traveling ketika New Normal dan Pandemi? Yay or Nay?

Traveling saat new normal dan pandemi
Traveling,
Pexel.com/ Element5 Digital


New normal bagi sebagian masyarakat Indonesia menganggap situasi sudah kembali normal, padahal bukan seperti itu maksudnya. Banyak warga +62 yang memutuskan traveling sebagai pengobat rasa bosannya setelah sekian lama stay at home.

Kondisi dunia berubah karena pandemi Covid-19. Masyarakat dianjurkan untuk tetep berada di rumah, bahkan ibadah, sekolah, aktivitas yang berhubungan dengan interaksi publik dibatasi untuk mencegah penularan Virus Corona meluas.

Namun, untuk keperluan mendesak atau terpaksa ke luar rumah karena bekerja mencari nafkah untuk keluarganya, anjuran stay at home ini belum bisa diterapkan. Bagaimana kalau anak dan istri tidak makan? Ini yang membuat mereka tetap mencari nafkah di tengah pandemi.




Tidak dipungkiri bahwa pandemi ini berdampak besar terhadap semua aspek, termasuk perekonomian. Hal yang terasa imbasnya terutama di sektor pariwisata, transportasi, penjuaan retail, UMKM, dan masih banyak lainnya.

Rakyat kecil paling merasakan dampaknya. Kehidupan mereka bertambah sulit saat ini.  Pemerintah  perlu menanggulangi kelesuan perekonomian yang terjadi karena dampak pandemi  ini. Diam di rumah atau stay at home tidak bisa dilakukan terlalu lama.


Apa itu New Normal?


Di tengah pandemi Covid-19, untuk menjaga kestabilan perekonomian,  beberapa negara melakukan kelonggaran terkait mobilitas warganya, termasuk di  Indonesia.

Sebuah tatanan baru perlu diterapkan dalam menyambut kondisi atau pola hidup baru yang dikenal dengan istilah new normal.

New Normal merupakan perubahan perilaku masyarakat dengan tetap menjalankan aktivitasnya secara normal dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Pernyataan di atas diungkapkan Wiku Adisasmita  sebagai Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Seperti dilansir kompas.com, tanggal 20 Mei 2020.

Prinsipnya, sih, new normal ini untuk menyesuaikan pola hidup saat menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja ada aturan atau protokol kesehatan yang perlu dilakukan.



Traveling saat pandemi dan new normal, Yay or Nay?


Sejak awal Bulan Juni lalu, kawasan Puncak sudah ramai dikunjungi wisatawan meski Pemkab Bogor memperpanjang masa berlaku PSBB hingga satu bulan ke depan.

Meski masih dalam keadaan pandemi COVID-19, wisatawan malah tampak ramai mengunjungi kebun teh di daerah Puncak, Bogor, seperti yang diberitakan detik.com tanggal 06 Juni 2020 yang lalu.


Berkunjung ke kebun teh, Puncak
Berkunjung ke puncak, detik.com


Mirisnya lagi mereka tak memenuhi aturan social distancing, bahkan tak menggunakan masker ketika mengunjungi tempat tersebut. Mereka datang bersama rekan-rekannya dan ada yang berdua dengan pasangannya. Tanpa jarak juga satu sama lainnya, bikin saya makin speeches. It's oke lah, ya, kalau udah suami istri, lain ceritanya kalau belum.

traveling tanpa social distancing
Social distancing yang gagal, detik.com

Sejujurnya saya agak miris dengan hal ini. Mengingat saya dulunya seorang tenaga medis atau dikenal dengan Ahli Tenaga Laboratorium Medik, saya teringat rekan yang bekerja di RS juga puskesmas atau laborarium klinik swasta.


Mereka berjuang sebagai garda terdepan dalam menanggulangi Covid-19. Mereka bekerja di tengah pandemi ini, bahkan saat mengenakan APD lengkap rasanya lima menit saja udah sesak. Begitu pengakuan rekan kerja saya.

Belum lagi yang dines malam ketika sampling pasien Covid-19, setelahnya mereka harus mandi sebagai protokol yang harus dipenuhi biar safety.

Kebayang enggak Mandi di RS saat tugas jaga malam-malam, apalagi di RS yang enggak ada air hangatnya. Pasti dingin banget, kan? Kasihan mereka kalau penderita Covid-19 makin banyak, beban kerja mereka bertambah berat.

Bahkan salah seorang rekan saya yang sekarang sudah jadi IRT full time sempat curhat di salah satu medsos.

Ketika melihat banyak orang yang ke luar bebas, traveling ke berbagai tempat, berbahagia karena melepas penat setelah lama rumah. Saya jadi inget rekan kerja di Laboratorium klinik RS, puskesmas atau di lab swasta. Rasanya kalau ikutan seperti itu, enggak enak hati sama mereka.

Para nakes itu kerja keras di masa pandemi ini.  Sedihnya menegetahui warga +62 dengan santainya jalan-jalan tanpa mempedulikan protokol kesehatan, tanpa masker dan enggak menerapkan social distancing.

Sebelumnya pas mau lebaran mereka berdesak-desakan beli baju lebaran. Ya ampun, speechless saya.


5 hal yang perlu di perhatikan saat traveling


Saya sendiri belum traveling atau staycation saat pandemi ini. Ke luar hanya saat berbelanja bahan makanan, itu juga ke tukang sayur atau supermarket deket rumah yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Jika ada keperluan atau memang perlu banget traveling saat pandemi, setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan agar tetap safety, diantaranya:

1. Jangan bepergiaan saat sedang flu, demam atau batuk


Jangankan untuk bepergiaan, sebaiknya Kamu mengisolasi diri saat sedang sakit. Flu, demam, batuk saat pandemi ini nampak lebih menyeramkan buat saya. Mungkin karena sugesti dan mendengar kalau di kompleks dekat rumah sudah ada yang positif Covid-19.

Jika gelaja tidak membaik, segara hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat, beri tahukan dengan jelas riwayat medis dan kesehatanmu pada petugas medis tanpa ada yang Kamu tutup-tutupi.


2.  Menghindari kontak dengan orang yang terkena demam, batuk, atau hewan yang terlihat sakit.


Hindarilah kontak langsung dengan orang yang tengah sakit, seperti flu, batuk, demam juga hewan yang terlihat sakit.

Jangan lupa cuci tangan dengan sabun atau hand wash. Saat bepergiaan, hand sanitizer juga enggak kalah penting dan perlu dibawa. Tak perlu sering menyentuh tangan, hidung atau mulut untuk meminimalisir masuknya kuman atau virus.


3. Gunakan masker atau menyediakan tisue jika sedang bersin atau batuk


Etika batuk atau bersin ini perlu diperhatikan juga, ya. Ketika sedang bersin atau batuk, jangan menutup dengan kedua telapak tangan, tetapi gunakan tisu untuk menutup mulut. Segera buang tisu ke tempat sampah, ya.

Saat menggunakan masker, jangan menyentuhnya ketika batuk atau bersin. Segera ganti berkala atau cuci tangan dengan sabun atau handwash.


4. Mengalami sakit ketika traveling, segera periksakan diri


Ketika traveling menjadi suatu hal yang urgent dan perlu dilakukan dan Kamu tengah jatuh sakit, segera periksakan diri pada layanan kesehatan terdekat.

Berikan informasi dengan jelas pada tim medis mengenai riwayat perjalanan atau traveling yang pernah Kamu lakukan.


5. Jangan lupa  memperhatikan konsumsi makanan saat traveling


Saat traveling, Kamu bisa membawa bekal makananmu sendiri, jika tidak memungkinkan, belilah makanan yang dimasak dengan matang.


Meskipun sudah ditetapkan era new normal, saya sendiri belum pernah bepergian untuk traveling atau staycation. Bagi sebagian orang yang merasa ada keperluan dan perlu traveling, perlu memperhatikan kelima hal di atas.

Buat Sahabat Catatan Leannie, gimana nih buat Kalian traveling saat pandemi dan new normal, Yay or Nay? Sharing juga alasannya, ya!



Salam, 





Sweet Memory in Arion Swiss BelHotel Bandung


Staycation in Arion Swiss Belhotel
Staycation di Arion Swiss Belhotel Bandung,
dokumentasi pribadi

Siapa yang udah kangen staycation atau traveling? Wajar aja, sih, kalau merasa bosan selama physical distancing ini. Untuk mengobati rasa kangen traveling, saya kembali mengingat sweet memory saat staycation di Arion Swiss BelHotel Bandung.

Staycation di Arion Swiss Belhotel punya kesan mendalam buat Kami sekeluarga, akhirnya sambil flashback ke masa lalu, saya tuliskan pengalaman menginap di hotel ini.


Tentang Arion Swiss Belhotel Bandung


Arion Swiss Belhotel Bandung
Arion Swiss Belhotel Bandung,
swiss-belhotel.com

Arion Swiss-Belhotel Bandung merupakan salah satu hotel butik bintang empat yang terbaik di Bandung dengan berbagai fasilitas dan pelayanan ramah  bertaraf internasional.

Arion Swiss-Belhotel Bandung beralamat di Jl. Otto Iskandar Dinata No.16, Pasir Kaliki, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40171. 

Hotel ini cukup strategis, dekat dengan Stasiun Kereta Api Bandung yang bisa ditempuh berjalan kaki, dari Bandara
Hussein Sastranegara ditempuh selama lima belas menit, atau dua jam perjalanan dari Kota Jakarta.

Untuk menuju ke pusat perbelanjaan, berbagai restoran dengan kuliner khas pun dapat diakses dengan mudah.
Arion Swiss Belhotel ini punya 102 kamar tipe  deluxe, business, family suite, business suite, junior suite dan presidensial suite.

Seluruh kamar didesign gaya kontemporer dan dilengkapi dengan fasilitas yang cukup lengkap. Hotel ini juga cocok untuk pertemuan bisnis skala kecil maupun menengah.



Anniversary at Arion Swiss Belhotel Bandung 


Kamar di Arion Swiss Belhotel
Staycation di Arion Swiss Belhotel,
dokumentasi pribadi

Beberapa hari sebelum anniversary di bulan September 2017, suami memberikan saya sebuah amplop. Saya pikir bakal dapat tambahan uang belanja ... lol, ternyata dapat tiket staycation semalam di Arion Swiss Belhotel.

Seneng banget, sih, karena suami selalu ngasih kejutan tak terduga. Alhamdulillah selalu ingat tanggal penting dan cukup bersejarah bagi kami yang baru beberapa tahun menikah.

Begitu anniversary, saya dan suami check in di sore hari, harusnya sih dari jam dua siang, hanya saja perjalanan macet saat itu, Jam setengah empat baru sampai hotel dan cek in di sana.

Begitu sampai hotel ini, saya cukup terkesan sama dekorasinya. Sempat mengabadikan foto bareng anakku yang usianya menginjak dua tahun.


Berfoto di Arion Swiss Belhotel
Berpose di tangga hotel,
dokumentasi pribadi

Di depan pintu masuk ada kolam ikan yang disukai anak saya. Dia seneng lihat ikan soalnya. Di rumah hanya lihat ikan di aquarium aja. Jadi berasa excited banget di sini.

Kolam ikan Arion Swiss Belhotel
Kolam ikan, dokumentasi pribadi


Begitu selesai cek in, Kami menuju kamar tipe deluxe yang dipesan suami. Ternyata ada kejutan lagi. Lucu aja lihat sepasang angsa. Suami bilang sempat request sama pihak hotel buat anniversary Kami.


Kamar yang cantik di Arion Swiss Belhotel
Kamar hotel yang cantik, dokumentasi pribadi

Kamar hotel type deluxe yang Kami tempati cukup luas, dekorasi kamar juga cantik dengan hiasan bunga yang indah. 

Ada sofa besar untuk rehat dan meja besar juga, buat ruang kerja mungkin, ya. Tempat tidur atau bed yang luas bikin nyaman saat staycation di sini.

Sofa di Arion Swiss Belhotel
Sofa yang nyaman, dokumentasi pribadi


Meja kerja hotel
Meja kerja hotel, dokumentasi pribadi

Breakfast jadi hal yang menyenangkan dan ditunggu. Begitu masuk area restaurant, ruangan makannya cukup luas. Anak saya sampai lari-lari ke sana ke sini, saya sampai ikutan lari-lari juga ngejar dia. Lol ...

Ruang makan luas di hotel
Ruang makan yang luas, dokumentasi pribadi


Kami disajikan beraneka makanan lezat dari menu western, nusantara, buah-buahan, cookies, puding dan lainnya. Aslinya makan makanan pembuka pun udah bikin kenyang.


Breakfast di Arion Swiss Belhotel
Menu breakfast, yummy ...,
dokumentasi pribadi


Menu lengkap Arion Swiss Belhotel
Menu makanan lengkap, dokumentasi pribadi


Pelayanan dari pihak hotel juga ramah dan saya cukup puas dengan pelayanan hotel ini. Rasanya senang banget bisa menghabiskan waktu Indah bersama keluarga.
Sebenarnya dulu pas ke sini memang saya belum terjun ke dunia nulis, belum ngerasa perlu buat banyak foto. Jadi, dokumentasi foto seadanya aja. Ini pun harus cari di file lama saat pengen nulis tentang Arion Swiss Belhotel Bandung.

Moment kebersamaan bareng keluarga begitu berkesan untuk dikenang. Sempat beberapa kali staycation bareng keluarga dan sampai sekarang masih berkesan.

Baca juga : Staycation dan Silaturahmi Keluarga di Villa Abah Lembang

Ada moment saat berenang bareng suami dan anak, hanya saja tidak terdokumentasikan. Menurut saya, lumayan juga fasilitas kolam renangnya.


Kolam renang Arion Swiss Belhotel
Kolam renang hotel,
swiss-belhotel.com


Sweet memory banget, deh, anniversary ketiga pernikahan Kami dengan staycation di Arion Swiss Belhotel Bandung. 

Untuk menghabiskan moment indah di hari spesial,  Kamu bisa memilih ide wisata yang unik dan menarik, contohnya Wisata Bahari di Lamongan seperti yang pernah dilakukan Mas Arif Rudiantoro.

Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie, setelah membaca review saya di atas, tertarik enggak, sih, buat staycation di  Arion Swiss Belhotel  ini?



Salam,