December 31, 2018

Kampung Berseri Astra Pasirluyu Bandung, Menebar Manfaat untuk Membangun Negeri

by , in

Dokumentasi Pribadi KBA Pasirluyu Bandung

Astra memberikan kontribusi untuk membangun negeri dengan mendirikan Kampung  Berseri Astra (KBA). Ada 77 binaan KBA di 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Sesuai dengan Filosofi Catur Darma, Astra menjadi salah satu perusahaan yang ingin menebar manfaat  bagi Indonesia sejahtera.

Setelah 61 tahun berkiprah dari tanggal 20 Februari 1957, Astra merancang salah  satu program membangun negeri dengan membina kampung yang ada di seluruh Indonesia.

Kampung Berseri Astra merupakan  kontribusi berkelanjutan dari  Astra untuk pengembangan masyarakat dengan 4 pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan  lingkungan.

Lokasi Kampung Berseri Astra Pasirluyu

Berlokasi tidak terlalu jauh dari Astra Biz Center Jalan Soekarno Hatta, Kampung Berseri Astra yang beralamat di RW 08 Kel Pasirluyu Kecamatan Regol, Bandung memperlihatkan kondisi Kampung Mengger Girang sebagai refleksi Kampung Berseri Astra.

Kunjungan pada tanggal 27 Desember 2018, di  bagian depan terdapat gapura bertuliskan RW 08 Pasirluyu sebagai binaan Kampung Berseri Astra. Sekilas Kampung Berseri Astra tampak seperti pemukiman lain dengan penduduk yang cukup padat, namun punya keunggulan di berbagai bidang.

Program Binaan Kampung Berseri Astra

Kampung Berseri Astra menjalankan konsep Catur Darma sebagai filosofi perusahaan, yaitu menjadi  milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan, menghargai individu dan membina kerja sama juga senantiasa berusaha mencapai yang terbaik.

Kampung Berseri Astra dirancang agar masyarakat dan perusahaan saling bekerja sama untuk menjadikan wilayahnya sehat, bersih, produktif juga cerdas untuk mewujudkan Indonesia sejahtera.

Astra membina 77 Kampung Berseri Astra di 34 Provinsi sebagai bakti untuk membangun negeri. Program binaan Astra pada Kampung Berseri Astra ada empat bidang, diantaranya:

1. Pendidikan

Dokumentasi Pribadi Rumah Pintar Nuurul Falaah

Berlokasi di Kampung Mengger Girang IV RT 05/ RW 08 Kelurahan Pasirluyu Kecamatan Regol, "Rumah Pintar Nuruul Falaah" diresmikan oleh Ibu Ani Yudhoyono, saat itu menjabat sebagai Ibu Negara tanggal 19 Mei 2014 yang lalu.

Rumah pintar ini mendapatkan pembinaan dan pengelolaan Astra Biz Center Bandung yang letaknya berdekatan dengan Kampung Berseri Astra melalui program CSR  (Corporate Social Responsibility). 

Astra memberikan sumbangsih berupa fasilitas perpustakaan, sarana bermain, kriya, laboratorium komputer, dan audio visual.

Rumah pintar ini menyelengarakan pendidikan untuk anak usia dini (PAUD), TK, Madrasah, kelas mengaji untuk anak dan remaja pada sore hari.

Kegiatan di Paud Nuurul Falaah
Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung 

Rumah pintar ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat sekitar karena beragam fasilitas yang ditawarkan di sana. 

Laboratorium komputer dan sarana bermain anak menjadi daya tarik tersendiri bagi Rumah Pintar ini.

Rumah Pintar juga menyelengarakan pembinaan bagi para pemuda di sekitar dan memberi bantuan pendidikan bagi murid berprestasi yang kurang mampu.

Setiap weekend di hari sabtu dan minggu, Rumah Pintar ini mengadakan pelatihan komputer, les Bahasa Inggris, Matematika, dan lain-lain secara gratis, yang dilakukan oleh guru PAUD, TK atau relawan.

Rumah Pintar Nuurul Falah menyelengarakan Olimpiade setiap tahun sekali. Pada tanggal 09 Desember 2018, Olimpiade diselenggarakan untuk tingkat PAUD, TK, Madrasah. Ada lomba tahfiz alquran, azan, cerdas cermat, membaca puisi, mewarnai, menggambar dan menyusun puzzle.

Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung

Astra telah berhasil memberikan pelayanan yang terbaik dengan kontribusinya  pada rumah pintar karena berhasil menjadi sebuah fasilitas pendidikan dan  menjadi milik bersama yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sesuai dengan filosofi Catur Darma.

2. Kesehatan


Dokumentasi Pribadi Puskesmas Nur Inayah

Di bidang kesehatan, Posyandu Nur Inayah merupakan binaan Astra melalui Kampung Berseri Astra. Kampung Berseri Astra Pasirluyu ini memiliki tiga Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), dan sebuah Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular).

Serangkaian kegiatan Posbindu PTM
Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung

Kegiatan Posyandu Nur Inayah ini dilakukan sebulan sekali pada minggu kedua. Kegiatannya sama seperti Posyandu di tempat lain yaitu penimbangan anak, pencatatan berat badan, tinggi dan pemantauan gizi juga perkembangan anak.

Kegiatan Posyandu Nur Inayah
Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung

Penimbangan anak
Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung 

Salah satu inovasi posyandu Nur Inayah adalah pijat balita agar balita sehat. Kegiatan ini dilakukan oleh kader yang diberi pelatihan sebelumnya.


Pijat Bayi
 Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung

Fasilitas kesehatan yang mendukung kinerja Posyandu Nur Inayah berupa alat pengukuran glukosa darah, tensi dan timbangan badan.

Pengukuran tensi darah
Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung

Kegiatan Posbindu Nur Inayah
Sumber: Instagram.com/ kbapasirluyubandung

Kegiatan Posbindu PTM Nur Inayah ( Sasaran usia 15-59  tahun) dan lansia. Para lansia pun mendapatkan perhatian dari Posbindu lansia untuk mengecek glukosa darah, tensi juga pengukuran berat badan.

Kegiatan penyuluhan kesehatan di Posyandu dan Posbindu  mendapat pendampingnya tim kesehatan dari Astra. Setiap kader pun telah mengikuti kegiatan pelatihan  sebelumnya.

Program kesehatan di Kampung Berseri Astra ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia sehat. Sebuah tujuan mulia yang perlu Kita apresiasi.

3. Kewirausahaan


Laundry Binaan Astra
Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung

Astra melakukan pembinaan terhadap unit Usaha Kecil dan Menengah. Salah satu wirausaha binaan Astra adalah laundy di Kampung Berseri Astra Pasirluyu.

Muis Laundry
Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung

Kegiatan Laundry
Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung

Usaha ini dijalankan kelompok pemuda Kampung Pasirluyu dengan usaha awal dari pesanan laundry pekerja bengkel Astra. Muis dan lima pemuda lainnya mengelola usaha laundry ini, kemudian usaha berkembang dan kini yang jasa laundy pun sering digunakan oleh anak indekos atau warga sekitar.

Usaha kue kering Paguyuban KBA
Sumber: Instagram.com/kbapasirluyubandung

Kegiatan kewirausahaan lain adalah Pembuatan kue kering yang dilakukan oleh paguyuban Kampung Berseri Astra untuk memajukan UKM dalam kesejahteraan Masyarakat.

Kegiatan wirausaha ini menjalin kerja sama atau kolaborasi antara masyarakat sekitar dengan Astra sebagai pembinaan terhadap KBA Pasirluyu agar tercipta masyarakat yang produktif dan sejahtera.

4. Lingkungan

Pilar terakhir adalah pembinaan lingkungan terhadap Kampung Berseri Astra. Sebuah tangki biodigester digunakan sebagai pengelolaan limbah di KBA Pasirluyu.

Tangki Biodigester
Sumber: jabar.tribunews.com

Adanya penyuluhan mengenai pengelolaan sampah, membersihkan lingkungan dan menata lingkungan menjadi cantik dengan sistem vertikultur. Masyarakat menanam sayuran di pekarangan atau lahan kosong sekitarnya.

Keempat program ini menjadi unggulan dari Kampung Berseri Astra. Menebar manfaat untuk kesejahteraan masyarakat demi membangun negeri.



Salam, 

#semangatkampungindonesia
#KitaSATUIndonesia


























December 27, 2018

The Green Forest Resort, Panorma Alam Cantik Khas Lembang

by , in
Staycation di Green Forest Resort Bandung
Dokumentasi pribadi di The Green Forest Resort Lembang

Kali ini saya akan membagikan pengalaman staycation di salah satu resort di daerah Lembang yang cukup dikenal. Sebenarnya ini adalah kunjungan dua tahun yang lalu, sekitar bulan maret tahun 2016. Resort yang cukup berkesan bagi saya karena menyajikan panorama alam cantik khas daerah Lembang.

The Green Forest Resort yang beralamat di
Jalan Sersan Bajuri No.102, Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559 memang menarik perhatian saya untuk mengunjungi tempat ini setelah berseliweran foto-foto mengenai tempat ini di Instagram.

Begitu sampai ke tempat ini, udara sejuk khas Lembang begitu terasa. Kami bisa merasakan indahnya panorama sekitar Green Forest. Begitu hijau dan bikin  adem.

Saat itu anak saya, Dzaky baru berusia empat bulan. Berhubung ayahnya penyuka traveling sejak zaman masih dalam kandungan bahkan sewaktu masih bayi pun, Dzaky udah diajak ke mana-mana. Alhamdulillah enggak rewel dan bersahabat, sampai sekarang juga, sih. ๐Ÿ˜Š

Kenangan waktu Dzaky masih babby

Sayang anak ... sayang anak

Beginilah suasana di kamar yang adem. Saya dan suami saat itu lagi nemenin Dzaky di dalam kamar resort. Minimalis tapi saya suka soalnya lihat pemandangan luar begitu asri dan hijau.

Pastikan membawa mantel atau jaket soalnya saya datang check in tengah hari pun berasa dingin cuacanya. Untung Dzaky enggak rewel. Saya sudah siapin barang-barang bawaannya, yang pasti lebih banyak dari bawaan ayah dan ibunya. Hehe ... beginilah rasanya jadi ibu yang traveling bareng bayi.

Malam yang dingin tapi cukup romantis dengan suasana di sini. Gemerlap lampu dan hijaunya alam Green Forest di waktu malam bikin betah. Family time yang penuh kesan buat saya yang sehari-hari ngurusin bayi tanpa asisten dan menghandle semua pekerjaan rumah.

Jalan-jalan Pagi 

Suasana pagi kami di Green Forest sebelum sarapan adalah menikmati view sekitar yang cukup luas untuk dijelajahi. Saya menggendong Dzaky berjalan mengitari resort ini. Jalan-jalan pagi yang berkesan dengan udara sejuk khas Lembang.

Mengitari The Green Forest

Kami berjalan menuju sebuah jembatan sebagai area outbound di resort ini. Saya hanya berjalan sebentar saja di daerah ini berhubung sambil menggendong bayi. 

Mengabadikan Kenangan di Icon Green Forest

Setelah berjalan kembali, kami sampai di suatu bangunan berbentuk segitiga sebagai icon Green Forest. Bangunan ini digunakan sebagai arena meeting, pertemuan, atau acara gathering keluarga bahkan perusahaan.

Tak begitu jauh dari sana, ada kolam renang yang cantik disajikan oleh resort ini. Suami pun berenang beberapa saat setelah sarapan pagi kami.

Kolam renang The Green Forest




Anak baik nungguin Ayah dan Ibu sarapan

Menu asyik sarapan ala The Green Forest

Inilah suasana sarapan pagi kami di resort Green Forest. Berbagai macam makanan dan minuman yang menggugah selera ditemani view Lembang nan cantik juga romantis.

Saya cukup terkesan dengan pengalaman staycation di The Green Forest Resort Lembang. Tempat ini bisa dijadikan rekomendasi saat menginap atau berlibur di Bandung. Gimana, tertarik untuk staycation di sini, enggak, Sahabat?


Salam, 





December 24, 2018

Review Milly dan Mamet, Film Komedi Keluarga Terbaru yang Layak Kamu Tonton

by , in
Nonton bareng keluarga

Pada hari kamis tanggal 20 Desember 2018 yang lalu, saya bersama suami dan anak memilih untuk menonton film terbaru bergenre komedi keluarga dengan judul Milly dan Mamet (Ini Bukan Cinta dan Rangga)

Starvision bekerja sama dengan Miles Pictures menampilkan cerita terbaru dari AADC  yang disutradai Ernest Prakasa. Ernest sudah membawa film ini menjadi rekomendasi salah satu film yang layak kamu tonton.

Film ini mengangkat salah satu cerita gengnya Cinta, yaitu Milly Amanda dan pasangannya, Slamet atau akrab dipanggil Mamet.

Milly dan Mamet dibuka dengan pertemuan geng Cinta dan Mamet. Saat itu Milly sedang bersama kekasihnya yang diperankan Surya Saputra. Kekasih Milly sangat sibuk dengan pekerjaannya karena berkali-kali menerima telepon dan harus pamit dari pertemuan mereka.

Milly terpaksa pulang sendiri, mungkin Mamet sudah memperhatikan Milly dari tadi, mengajaknya berbincang dan memberi tumpangan pulang. Milly pun tak keberatan diantar Mamet meski harus menaiki mobil antiknya.

Ada keraguan dengan mobil antik Mamet, dan akhirnya mobil itu pun mogok. Milly pun berbincang kembali dengan Mamet, sambil menunggu montir datang. Ia merasa nyaman berbicara dengannya.

Sekarang ia tahu Mamet menyukai dunia kuliner dan keahliannya adalah memasak. Hal ini dilakukan Mamet untuk ayahnya, ia ingin menyiapkan makanan sehat untuk sang ayah, meski akhirnya ayah Mamet meninggal dunia.

Pertemuan inilah yang akhirnya menyatukan Milly dan Mamet dalam sebuah pernikahan. Setelah memiliki seorang anak, Milly pun memutuskan menjadi seorang ibu rumah tangga yang mengurus anak. Ia memutuskan resign setelah sebelumnya bekerja.

Mamet akhirnya mengambil alih posisi direktur di sebuah pabrik milik mertuanya. Roy Marten, ayahnya Milly digambarkan sebagai sosok yang tegas dan terkadang membuat Mamet kesulitan mengambil keputusan di Pabrik karena keputusan apapun harus sesuai dengan keinginan mertuanya.

Mamet kembali menemukan impiannya dulu menjadi seorang Chef setelah bertemu dengan Alexandra atau Julie Estelle. Kisah ini pun diwarnai para pemain pendukung yang menarik perhatian penonton. Ada Eva Celia, Isyana Sarasvati, Dinda Kanya Dewi,  Melly Goeslow, Yoshi Sudarso, Arafah Rianti, dan banyak pemeran lain yang memberi nyawa pada film ini.

Bagaimanakah kisah Milly dan Mamet selanjutnya?

Bagaimana pula Milly berjuang untuk mengatasi jenuh saat menjadi ibu rumah tangga?

Bagaimana kisah Mamet yang ingin meraih impiannya sejak dulu?

Banyak nilai hidup dan pelajaran berharga yang bisa kita ambil setelah menonton film yang mengangkat dari kisah keseharian kita di dunia nyata. Terkadang ada cerita komedi yang di luar nalar, namun tetap bisa membuat kita tertawa dan sangat menghibur.

Serunya nonton bareng keluarga

Meski ditengah film anak saya tertidur dan harus menggendongnya sampai akhir cerita usai, tak masalah buat saya. Masih untung anaknya baik, enggak rewel dan mau diajak pergi-pergian ke mana pun juga. Hehe ...

Saya tetap terkesan dengan film ini, mungkin karena saya penyuka film komedi, romantis, dan menghindari film horror. Film adventure atau petualangan masih bisa saya tonton, kalau udah film horror saya belum bisa nonton, soalnya nanti bisa kebayang-bayang semalaman. ๐Ÿ˜…

Kamu bisa menyaksikan film komedi keluarga terbaru Milly dan Mamet di bioskop-bioskop seluruh Indonesia karena film ini layak untuk ditonton. Jadikan momen kebersamaan ini menjadi kisah yang berkesan bersama keluarga, pasangan atau temanmu.


Salam,








December 20, 2018

Puri Maerokoco sebagai Wisata Budaya dan Edukasi di Jawa Tengah

by , in
Puri Maerokoco, Taman Mini Jawa Tengah
Via dokumentasi pribadi
                                                               
Puri Maerokoco yang sejak tahun 2017 di rebranding dengan nama Grand Maerokoco terletak di Jalan Anjosmoro, Tawang Sari, Semarang merupakan salah satu bagian  dalam kawasan Pekan Raya dan Promosi Pembangunan (PRPP), Jawa Tengah.

Sebenarnya kunjungan ini edisi latepost banget.  Sekitar akhir tahun 2017 yang lalu. Saat itu, suami ditempatkan kerja di Semarang, keluarga kecil kami pun ikut tinggal di sana. Kami sempat jalan-jalan mengitari beberapa destinasi wisata di ibu kota Jawa Tengah ini. Salah satunya ke Puri Maerokoco ini.


Puri Maerokoco, Taman Mininya Jawa Tengah


Puri Maerokoco Semarang dikenal juga dengan nama Taman Mini Jawa Tengah. Jika di Jakarta, terdapat Taman Mini Indonesia Indah atau TMII yang menyuguhkan anjungan rumah adat seluruh Indonesia, maka di Semarang ada Puri Maerokoco yang menyuguhkan anjungan rumah adat dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Puri Maerokoco ini menggambarkan letak geografis Jawa Tengah dengan ukuran mini. Di sisi utara dan selatan terdapat dua danau, menggambarkan lokasi Jawa Tengah yang diapit Laut Jawa dan Samudera Indonesia. Di sisi barat dan timur ada lahan kosong yang ditanami tanaman langka. Lahan ini merupakan simbol dari provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Di sekeliling danau ada jalan selebar 6 m, bisa dilalui kereta mini.


Akses Menuju Puri Maerokoco Semarang


Puri Maerokoco beralamat di Jalan Anjosmoro, Tawang Sari, Semarang. Untuk bisa menuju ke sini, dapat dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi.

Jika memilih berwisata bersama keluarga, bisa menggunakan mobil pribadi, sedangkan kunjungan bagi pelajar sebagai wisata budaya bisa diakses menggunakan bus.

Rute termudah untuk sampai ke Puri Maerokoco yaitu dengan melewati Jalan Sudirman menuju ke arah timur sampai perempatan atau trafic light, belok kiri sampai menuju Jalan Anjasmoro. Objek wisata ini memang tidak jauh dari perkotaan sehingga aksesnya mudah untuk dilewati.

Rute lain dari pusat kota Semarang bisa melewati Simpang Lima, kemudian menuju Tugu Muda, setelah itu lurus, kemudian Anda akan bertemu lampu merah dan tulisan PRPP di kanan jalan, berbeloklah dan ikuti jalan tersebut hingga sampai di Puri Maerokoco, Taman Mini Jawa Tengah.


Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Puri Maerokoco Semarang


Tiket masuk ke Puri Maerokoco ini adalah Rp. 10.000,00 per orang. Objek wisata ini dibuka untuk umum dari pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Tempat ini lebih ramai dikunjungi saat weekend dan libur nasional. Siapa pun bisa berkunjung ke tempat ini khususnya anak-anak  karena mereka dapat mempelajari ragam budaya di Jawa Tengah sekaligus rekreasi.


Daya Tarik Puri Maerokoco Semarang


Ada beberapa pesona Puri Maerokoco Semarang yang menjadi daya tarik untuk dikunjungi, diantaranya:

1. Wisata Budaya dan Edukasi di Jawa Tengah


Puri Maerokoco ini diambil dari salah satu epos Mahabrata tentang seorang dewi yang ingin memiliki  1000 bangunan dalam semalam.

Puri Maerokoco disebut juga 'Taman Mini Jawa Tengah' karena menyuguhkan 35 buah anjungan rumah adat di kota atau kabupaten Jawa Tengah.

Rumah Adat Kota Semarang

Di dalam rumah adat tersebut terdapat hasil–hasil industri dan kerajinan daerah masing-masing, foto objek wisata, pakaian tradisional serta makanan dan minuman khas daerah.

Dikenal dengan nama Taman Mini Jawa Tengah, menyuguhkan 35 anjungan rumah adat di Jawa Tengah, selain itu ada juga miniatur peninggalan sejarah dan  seperti Candi Borobudur, Benteng Pendhem, Masjid Menara Kudus, Masjid Agung Demak dan lain-lain.

Pengunjung bisa melihat setiap rumah adat  sambil mempelajari kembali mengenai sejarah dan budaya Indonesia yang beraneka ragam. Tempat ini merupakan salah satu wisata budaya dan edukasi di Semarang, Jawa Tengah.

2. Hutan Mangrove


Di sebelah Puri Maerokoco terdapat cagar alam berupa hutan mangrove cantik yang diburu traveler untuk berfoto di sana.

Selain menikmati keindahan alam, jangan lupa untuk menjaga kebersihan kawasan ini.
Berfoto di Hutan Mangrove


Hutan Mangrove yang Cantik

3. Pasar Apung


Di Puri Maerokoco ini terdapat 'Pasar Apung' yang menyajikan beragam kuliner dengan harga standar dan murah meriah. Menikmati sajian kuliner disertai pemandangan alam nan asri menambah daya tarik Puri Maerokoco  yang memesona.

Menikmati Kuliner  di  Pasar Apung Puri Maerokoco

4. Beragam Fasilitas Bermain untuk Anak


Di tempat ini terdapat arena bermain anak berupa ayunan, perosotan, berjalan di atas ban, dan  arena bermain bebek air. Beragam fasilitas di sini bisa membuat anak betah dan menikmati kunjungan ke Puri Maerokoco, Taman Mini Jawa Tengah.

Selain wisata budaya dan edukasi, di tempat ini juga dapat mempererat  kebersamaan antar anggota keluarga. Selain Puri Maerokoco ada berbagai destinasi wisata Semarang yang bisa Kamu kunjungi.

Baca Juga : Simpang Lima Semarang, Sepanjang Jalan Kenangan

Puri Maerokoco sebagai Taman Mini Jawa Tengah merupakan wisata budaya dan edukasi yang menarik untuk dikunjungi. Kapan Sahabat mau mengunjungi Puri Maerokoco?



Salam, 















December 17, 2018

Jawaban yang dinanti Sekar (Part 2-End)

by , in
Langit by instagram.com_kawanimut

Alnita : Jangan kamu pikir aku tak terluka. Aku yang lebih dulu mengenal  Prasetya. Sejak kecil Pras adalah tetanggaku. Ayah pindah tugas saat aku kelas 5 SD. Saat itulah kita bertemu, Sekar.  Bukankah aku sudah bilang ada seseorang yang kucintai sejak dulu. Dialah Pras. Pras tak mengenaliku, saat kuceritakan kami adalah tetangga ketika masih kecil, dia pun melamarku.

Sekar:  Jika kau menganggapku Sahabat mengapa tak kau ceritakan tentang dia. Apa harus hubungan persahabatan kita terputus gara-gara Prasetya.

Alnita: Apa kau tak tahu sejak kau sebut namanya dalam kisahmu, hatiku juga teriris. Selama tujuh tahun kau melukaiku. Sekarang Pras sudah memilihku. Tolong, jangan menyakitiku lagi dengan berada diantara kami!

Kedua sahabat ini diam membisu. Taman yang dulunya tempat favorit mereka menceritakan kisah bahagia, tawa dan menjadi saksi keakraban mereka, kini ikut menangis pilu.

Bagai tak saling mengenal satu sama lain, mereka membalikan badan ke arah berbeda. Ada derai air mata yang mengalir ketika gerimis turun. Rinai hujan menyapu kepedihan dua sahabat yang dulunya begitu dekat dan tak terpisahkan.

*

Kini, Prasetya menjadi jurang pemisah dinding hati keduanya. Pras tak pernah berhenti menghubungi Sekar, meskipun seminggu kemudian dia akan menikahi Alnita. Gadis itu tak pernah sekali pun membalas pesan atau mengangkat telepon Prasetya.

Di ujung jalan menuju rumah Sekar, Pras menunggunya. Sepertinya Sekar sudah tak menganggap keberadaan pria yang namanya telah terukir dalam jiwa gadis cantik bermata bening itu. Ia berlalu saat Pras memanggil namanya.

"Sekar Arum, kumohon izinkan aku bicara. Sebentar saja, please!" Pras menggenggam tangan Sekar.

"Jangan kau sentuh Aku! Bicaralah, waktumu hanya sebentar," jawab Sekar dingin.

"Aku hanya mencintaimu, Sekar. Percayalah!" Pras mencoba meyakinkan Sekar dengan menatapnya lekat.

"Hah? Kau bilang mencintaiku, tapi seminggu kemudian akan menikahi Alnita, sahabatku. Tega sekali, kau, Pras. Kau pikir aku bodoh?"  tegas Sekar muak melihat wajah pria yang dulu dikaguminya.

"Ayahku berhutang banyak pada ayah Alnita. Aku terpaksa menikahinya. Kulakukan demi ayah. Setelah setahun aku akan bercerai dengan Alnita dan menikahimu. Tolong jangan pergi, aku tak bisa hidup tanpamu, Sekar. Kau tahu aku mencintai dulu, sekarang dan nanti," ucap Pras berkaca-kaca.

"Jangan kau permainkan pernikahan. Cobalah mencintai Alnita, dia begitu mencintaimu. Lupakan saja kenangan tentang kita. Tujuh tahun adalah waktu  singkat dibandingkan pernikahan yang seumur hidup janjinya harus kau pegang. Selamat tinggal, Prasetya!" Sekar berlari ditengah gerimis yang juga turun di relung hatinya.

Bagaimana mungkin dia bisa menantikan Pras yang seminggu lagi akan menjadi suami sahabatnya.

Apa-apaan kau, Pras? Enak saja kau mempermainkan hati kami berdua. Kau bilang setelah setahun akan menikahiku? Maksudmu, aku akan jadi simpananmu? Aku tak sudi!  Bagaimana bisa aku menunggumu selama setahun, sedangkan kau hidup satu atap bersama Alnita.

Apa yang kau lakukan dengan istrimu, aku tak kan tahu. Bagaimana jika nanti istrimu hamil dan punya seorang anak? Memang kau pikir aku tega merenggutmu dari istri dan anakmu?

Tidak, Pras. Aku mencintaimu tapi aku tak mau gelap mata. Meski harus membunuh perasaanku sendiri, itu akan kulakukan. Inilah takdir kita. Jalan hidup tak mengizinkan kita merengkuh bahagia bersama.

**

Tuhan ... aku kembali pada-Mu.

Sekar melangkahkan kakinya menuju masjid, bukan ke rumahnya. Di sinilah dia ingin menyendiri. Kini hanya Tuhanlah pelita hidupnya.

Jam menunjukkan pukul setengah enam sore. Sekar menatap sekumpulan anak yang sedang mengaji dengan seorang yang tak asing baginya.

Muhammad Langit Ramadan, ya, itu pasti dia. Langit pun sempat memandangnya sekilas kemudian menundukkan pandangannya. 

Sejak di Sekolah Menengah Pertama, ketua Osis di sekolahnya memang tak pernah sekali pun mengajak Sekar bicara. Meski Sekar pun bendahara Osis tapi Langit tak pernah menyapanya.

Sekar tak pernah menyangka bertemu kembali dengan Langit karena saat masuk SMU, Langit pindah ke luar kota, entah ke mana.

Ia memperhatikan Langit yang sedang mengajar anak-anak sekitar kompleksnya mengaji. Langit pun terlihat memerah. Ia menundukkan pandangannya saat kedua netra mereka bertemu.

Ternyata Langit menjadi imam salat Maghrib di masjid. Hati Sekar seakan damai dan adem mendengar fasihnya lantunan alquran yang dibaca Langit. Seketika hatinya juga bergetar. Ia meneteskan air mata di tengah sujud panjangnya.

Ya Allah, tolong bimbing aku. Angkatlah semua perih yang kurasa selama ini.

Saat bada salat isya, Langit beserta orang tuanya ke rumahku. Ada apa ini? Ternyata kedatangan Langit ke kotaku adalah untuk meminangku. Aku tak menyadari sudah dua bulan Langit tinggal di kota yang sama denganku.

Siapa yang mampu menampik pesona Langit? Aku pun hanya menggangguk dan tersenyum saat diminta jawaban atas kesedianku menjadi istrinya.

Terima kasih Tuhan. Inilah jawaban yang dinanti Sekar. Kelak Langit adalah tempatnya berteduh, bersandar, dan  mengarungi bahtera hidup bersama. Satu untuk selamanya, hingga menuju jannah-Nya.

Selamat tinggal masa lalu, aku kan melangkah ... bersama Langit yang menjadi pelabuhan terakhirku. Sekar Langit, nama yang sebulan kemudian tercantum pada undangan tosca pernikahan kami.

Sekar Arum Khairunnisa dan Muhamad Langit Ramadan terukir di Ar-Rasy-Nya. Alhamdulillah.

***

Kini ... usai sudah segala penantian panjangku

Setelah kutemukan dirimu, duhai kekasihku

Kini .. akan kulabuhkan hidupku

Karena kaulah cinta terakhirku

(Cinta Terakhir_Ari Lasso)


Leannie.Azalea
Kota Kembang dalam Sunyi, 17 Desember 2018


Salam,









December 13, 2018

Jawaban yang dinanti Sekar

by , in


Pic by Pinterest


Kuberlari ... kau terdiam
Kumenangis ... kau tersenyum
Kupergi .. kau kembali
Kucoba meraih mimpi
Kaucoba tuk hentikan mimpi
Memang kita tak kan menyatu ...

***

Lantunan lirik lagu yang berjudul "Harus Terpisah" dari Cakra Khan begitu menyentuh kalbu Sekar saat mendengarnya. Entah karena liriknya yang pilu atau karena menggambarkan isi hatinya saat itu.

Sekar tak bisa membayangkan bagaimana Pras menghancurkan hatinya hingga berkeping-keping. Penantiannya selama tujuh tahun luluh lantah mendengar kabar bahwa Pras akan menikah dalam waktu dekat.

Berbagai pertanyaan ada di benak Sekar.

Jika Pras tak menaruh hati padanya mengapa ia pernah menjanjikan akan mengenalkan Sekar pada keluarganya?

Jika Pras tak pernah punya perasaan terhadapnya mengapa tatapan matanya menyiratkan hal bahwa ia pun punya perasaan yang sama dengan Sekar.

Jika Pras tak peduli padanya mengapa Pras selalu ada saat Sekar membutuhkannya?

Jika Pras tak menyayanginya mengapa ia menjadi orang pertama yang datang ke rumah sakit ketika Sekar sakit?

Sekar tak merasakan berapa banyaknya air mata yang mengalir karena  penat memikirkan semua ini. Pantas saja Pras belakangan ini menghilang. Sekar menganggap Pras sedang tugas ke luar kota sampai tak pernah menghubunginya.

Saat ia menerima satu undangan berwarna merah jambu, hatinya kembali teriris. Undangan pernikahan Pras dan Alnita. Pras menikahi sahabatnya sendiri. Sahabat semasa kecil dan selalu ada juga untuk Sekar. Sakit rasanya dikhianati sahabat juga orang yang disayanginya.

Alnita ... kupercayakan rahasiaku padamu. Kau selalu mendengarkan ceritaku bersama Pras. Kukira kau teman terbaikku, ternyata kau juga ikut menusukku dari belakang.

Pras ... mengapa kau melukis luka setelah menawarkan indah pelangi dalam hidupku?


Leannie.Azalea
Kota Kembang, 13 Desember 2018 


#Flashfiction
#Jawabanyangdinantisekar

December 09, 2018

Full Time Mom Vs Working Mom adalah Pilihan. Tak Selalu Negatif, Inilah 5 Sisi Positif Keduanya

by , in
Sumber: Pinterest

Sudah sejak lama perbandingan antara ibu rumah tangga yang full time mengurus anak dengan working mom diperdebatkan.  Padahal keduanya punya dua sisi yang berbeda. Bisa berupa hal positif atau negatif. Berbahagialah dengan pilihanmu karena setiap ibu berhak bahagia.

Apapun yang kita putuskan adalah pilihan, pilihan yang saya buat belum tentu cocok diterapkan di keluarga Sahabat yang lain. Meski banyak perdebatan satu sama lainnya, kita perlu lebih bijak menilai. Jangan saling menjatuhkan atau merasa lebih baik dibandingkan yang lainnya.

Inilah 5 sisi positif seorang full time mom dan working mom. Simak, ya, Sahabat!

1. Seorang Full Time Mom punya Kesempatan Memonitor Perkembangan Anak

Setiap ibu atau istri pasti menginginkan yang terbaik untuk keluarganya. Terlebih seorang ibu yang punya cinta kasih tak terhingga untuk putra dan putrinya. Seorang ibu rumah tangga atau full time mom punya kesempatan memonitor perkembangan anak karena seluruh waktunya ada untuk mereka.

Jangan merasa jenuh, ya. Lelahmu adalah ibadah, Mom. Berbahagialah dengan pilihanmu.

2. Working Mom Biasanya punya Manajemen Waktu yang Lebih Baik

Bagi ibu pekerja atau Working Mom manajemen waktu adalah hal yang paling utama. Working Mom tanpa seorang asisten pastinya akan berusaha mengatur urusan pekerjaan rumah dan kantor.

Bisa jadi ia bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan, membereskan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci, memasak, atau mengurus anak. Percayalah semua ini pun butuh kemampuan mengatur waktu yang efektif. Biasanya ibu pekerja lebih terbiasa dan pintar mengatur waktu.

3. Working Mom Lebih Menginginkan Family Time dan sangat Mengapresiasinya

Saat weekend adalah waktu yang paling ditunggu seorang working mom. Ia akan sangat mengapresiasi family time dengan memanfaatkan waktu libur untuk menemani anak juga suaminya. Inilah quality time yang dinantikannya.

4. Kepuasan Batin tersendiri bagi Full Time Mom Mampu Mengurus dan Mendidik Anak tanpa Bantuan Pihak Ketiga

Setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Selama sembilan bulan mengandung sudah ada semacam kontak batin antara ibu dan anak. Bersama dengan anak dan memantau perkembangan mereka sungguh menjadi kepuasan batin tersendiri.

Seorang ibu pekerja mau tak mau perlu bantuan pihak ketiga atau orang lain untuk mengurus anak, apalagi anaknya masih bayi, batita bahkan balita yang memerlukan pengawasan. 

Biasanya keluarga terdekat seperti nenek, mertua atau ipar menjadi solusi. Meski ada diantara working mom yang memilih pengasuh atau menitipkan anak di daycare.

5. Working Mom punya Penghasilan Tetap, meski Full Time Mom pun bisa Berpenghasilan dari Rumah

Tak dipungkiri alasan seorang wanita ikut bekerja adalah masalah ekonomi. Membantu menyokong keuangan keluarga atau mungkin berjuang sendiri menafkahi anak setelah perceraian atau kematian suami adalah salah satu alasan untuk bekerja.

Mendapatkan penghasilan tetap merupakan alasan seorang ibu bekerja, meski sebenarnya ibu yang full time pun bisa berpenghasilan dari rumah lewat berbisnis online, berjualan offline, atau menjadi seorang penulis. Hehe ... percayalah saya pernah mengalami tiga hal ini.

Ada seorang ibu rumah tangga yang merasa punya keinginan bekerja jika meilhat wanita karier tapi mungkin di sisi lain, ada wanita bekerja yang memimpikan punya kehidupan bersama anaknya seperti full time mom.

Saya memilih berada diantara keduanya, meski menerima pekerjaan, hanya bekerja part time saja sehingga masih punya banyak waktu bersama anak meski sesekali ditinggal bekerja part time di Laboratorium Klinik Swasta di kota kelahiran saya.

Yang paling pantas menilai manusia adalah Tuhan. Baik full time mom atau working mom, niatkan setiap langkahmu untuk beribadah. Tak ada yang salah dengan full time mom or working mom, mungkin cara pandangmu terhadap sesuatu perlu diperbaiki. So ... berbahagialah dengan apa yang kau pilih, Mom.


Salam,





December 05, 2018

Profesi atau Pasanganmu Penulis? Ini Dia Realitas Hidupnya!

by , in

Pic by Canva

Profesi atau pekerjaan diri atau pasangan terkadang satu paket dengan yang namanya jodoh. Pengennya sih dulu jadi pramugari atau ahli astronomi, eh ternyata pada kenyataannya jadi paramedis dan sekarang ternyata menjadi seorang penulis. Anggap saja sebagai jodoh yang dipilih dan diusahakan.

Pernahkah Sahabat bertanya bagaimana seorang penulis menggoreskan kisahnya dalam cerita fiksi dan apapun yang ia tuliskan, dari mana sih idenya?

Mengenal sosok di dunia nyata terkadang bersebrangan dengan apa yang ia tuliskan? Salahkah? Tentu saja tidak, karena seorang penulis juga manusia yang tak luput dari salah dan khilaf.

Ada beberapa realitas hidup seorang penulis versi saya. Untuk yang berprofesi sama sebagai penulis, apakah hal ini sama dengan Sahabat?

1. Waktu Teramat Berharga bagi Seorang Penulis, Apalagi Soal Deadline Tulisan

Seorang penulis, IRT dan ibu bekerja part time seperti saya sering kali merasa waktu yang dimiliki cukup terbatas. Sehari 24 jam sepertinya kurang bagi seorang penulis apalagi kalau dikejar Deadline. Hehe ...

Deadline tak mengenal waktu, ketika penulis profesional sudah kenal DL, maka sebisa mungkin ia akan menyelesaikan tulisannnya. Klien dan tulisan yang harus dibuat adalah amanah bagi saya untuk ditepati.

2. Percayalah Seorang Penulis pun Ingin Punya Waktu Me Time bahkan Family Time
 
Penulis juga manusia, ia pun terkadang  butuh recharge energy. Di sela aktivitasnya yang padat, ia juga butuh merefresh diri.

Percayalah seorang penulis yang juga ibu bahkan seorang istri suka sekali menghabiskan waktu bersama keluarga, hanya saja harus mengerti di kala ia harus menyelesaikan tulisannya, ada kalanya ia tetap berkutat dengan laptop atau gawai alias handphone.

Seorang penulis terkadang ditagih kapan tulisannya dikirimkan meski sedang family time sekali pun. Inilah yang bikin penulis galau di satu sisi harus menyelesaikan amanah dan di sisi lain keluarga pun butuh perhatiannya.

3. Seringkali Waktu Istirahatnya dikorbankan untuk Menulis disela Aktivitasnya

Terbangun di tengah malam adalah hal biasa bagi sebagian penulis. Adakalanya sebuah tulisan lahir saat penulis sedang merenungkan semua yang terjadi atau mencari riset mengenai tulisannya.

Sebuah fakta membuktikan bahwa seorang penulis kehilangan waktu istirahatnya untuk menulis. Bagi seorang penulis, menulis adalah passionnya, maka kehilangan waktu istirahat sudah ia relakan. Mungkin solusi lain adalah menyiapkan tolak angin. ๐Ÿ˜…

4. Banyak hal yang Mau ia Bagikan dalam Tulisannya, dari Dialog bahkan Kejadian Sehari-hari pun Jadi Ide Menulis

Berhati-hatilah dengan seorang penulis, apapun bisa jadi inspirasi menulis. Mungkin di dunia nyata ia diam, tapi ternyata ia menuliskan semua kisah dalam tulisannya. Dari dialog bahkan kehidupan sehari-hari pun bisa menjadi ide menulis.

5. Seorang Penulis Suka Jika Tulisannya dibaca Banyak Orang, karena Pesan yang Ia Sampaikan akan Melekat pada Pembacanya

Tulisan yang dibaca apalagi berpotensi viral begitu membahagiakan seorang penulis. Ia menitipkan pesan di setiap tulisannya. Tulislah kebaikan agar hanya kebaikan saja yang diterima pemiliknya.

6. Mengertilah terkadang Menulis pun butuh Penghargaan, Bukan Seberapa Besar Ia Dibayar untuk Tulisannya tapi Bagaimana Merespon Hasil Karyanya

Bagi seorang penulis, terkadang fee bukan segalanya. Ada kalanya tulisan yang ia buat sudah dimuat di media  dibaca banyak orang pun, hati penulis sudah berbunga-bunga. 

Jika sudah ada perjanjian kerja sama dengan penulis hargailah usahanya karena sebuah tulisan lahir dari perjuangan, mulai dari mencari ide, riset bahkan eksekusi menulis untuk para IRT yang bergelut dengan semua aktivitasnya.

Berilah respon yang baik bagi penulis, jika ia merasa dihargai maka penulis pun semakin bersemangat untuk berkarya.

Jika sudah menetapkan passionmu adalah menulis, teruslah berkarya, tetap konsisten meski banyak halangan dan rintangan menghalangi jalanmu.

7. Ada Hal yang Tak Bisa diungkapkan Seorang Penulis di Dunia Nyata tapi Bisa Terbaca dari Tulisannya

Terkadang seorang penulis mampu menyembunyikan luka dan kepedihannya di dunia nyata, tapi semua terbaca dari tulisan yang ia buat. 

Daripada curhat yang enggak penting, seorang penulis lebih memilih berkarya dengan tulisannya. Percayalah seorang penulis pun punya kehidupan nyata yang tak lepas dari berbagai masalah kehidupan.

Setiap tulisan yang ditulis dengan hati akan menyentuh pembacanya. Saya mempercainya hal ini. Demikianlah realitas hidup seorang penulis. 

Bagaimana Sahabat, tertarik berteman atau punya pasangan seorang penulis? Jika iya, terimalah realitas hidupnya.


Salam,




My Instagram