Mengenal Imunoterapi, Kemajuan Teknologi Terkini untuk Kalahkan Kanker

Teknologi terkini Imunoterapi Kanker
Imunoterapi Kanker, sumber nova.grid.id

Mendengar kata kanker masih menjadi hal yang menakutkan apalagi ternyata kasus kanker ini menjadi penyebab kematian terbanyak kedua di dunia. Seiring kemajuan teknologi, kini ada metode pengobatan terbaru, yaitu Imunoterapi untuk kalahkan kanker.

Imunoterapi merupakan sebuah inovasi yang menjadi harapan baru agar kualitas hidup penyintas kanker menjadi lebih baik.

Kanker merupakan penyakit yang disebabkan adanya pertumbuhan sel abnormal yang  tumbuh tidak terkendali dalam tubuh sehingga dapat merusak sel normal disekitarnya dan di bagian tubuh lainnya.

Kanker merupakan penyakit kronis yang menjadi salah satu hal yang menyebabkan kematian jutaan penduduk yang ada  di dunia.  Tahun 2018 yang lalu , ada 18,1 juta kasus baru kanker di dunia dengan angka kematian sebesar 9,6 juta.

Di Indonesia, kanker merupakan penyebab kematian kedua penyakit tidak menular. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi kanker di Indonesia mengalami peningkatan dari 1,4 per 1.000 penduduk di 2013 menjadi 1,8 per 1.000 penduduk pada 2018. Di Indonesia, jenis kanker yang menyebabkan kematian terbanyak pada pria adalah kanker paru-paru, sedangkan pada wanita adalah kanker payudara.


Pengertian, Penyebab, dan Gejala Kanker


Pengertian Kanker, Penyebab Kanker, Gejala Kanker
Penderita Kanker, sumber Liputan6.com

Penyakit Kanker merupakan penyakit yang menyebabkan kematian, karena pada  tahapan awal perkembangannya tidak menimbulkan gejala sehingga baru diketahui dan diobati setelah stadium lanjut.

Penyebab kanker ini  disebabkan adanya perubahan atau  mutasi genetik pada sel yang membuat sel menjadi abnormal. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel abnormal, namun kegagalan dalam. mekanisme  ini akan membuat sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali.

Ada beberapa faktor  yang dapat meningkatkan risiko kanker diantaranya :
✓Memiliki riwayat penyakit kanker dalam keluarga

✓ Usia di atas 65 tahun

✓ Merokok

✓Terpapar radiasi, zat kimia seperti  asbes atau benzene atau sinar matahari

✓Terinfeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HPV

✓Terpapar hormon dalam kadar tinggi atau jangka yang panjang

✓ Obesitas

✓Tubuh kurang bergerak dan tidak rutin melakukan olahraga

✓ Menderita penyakit yang menyebabkan inflamasi kronis atau peradangan jangka panjang, seperti kolitis ulseratif

✓Menurunnya sistem kekebalan tubuh, contohnya pada penderita HIV/AIDS.

Gejala kanker ini bervariasi tergantung jenis dan organ tubuh yang terkena kanker.  Gejala yang dialami penderita  kanker diantaranya:

✓ Muncul benjolan,

✓ Nyeri di salah satu bagian tubuh,

✓ Pucat, lemas, dan cepat lelah,

✓ Penurunan berat badan yang drastis,

✓Gangguan buang air atau buang air besar,
 
✓ Batuk kronis,

✓ Demam yang terus berulang,

✓Memar atau mengalami pendarahan spontan

Pasien dengan memiliki gejala di atas, perlu berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan dan pengobatan  yang tepat.


Mekanisme Tubuh terhadap Kanker

Mekanisme Tubuh terhadap Kanker
Mekanisme tubuh terhadap kanker,
sumber kalahkankanker.com

Pada kondisi normal, sistem imun dalam tubuh berfungsi  mendeteksi dan menghancurkan sel “asing”  atau abnormal dengan mengerahkan pasukan sel T.

Cara kerja sistem imun dalam tubuh terdiri dari 3 tahapan, diantaranya:

MENCARI: Sel T mencari semua hal yang menimbulkan bahaya bagi tubuh

MEMINDAI: Sel T memindai sel-sel untuk membedakan sel yang normal dan abnormal atau asing

MENYINGKIRKAN: Saat terdeteksi, Sel T menyerang dan menyingkirkan sel abnormal.

Tubuh memiliki siklus imunitas atau siatem kekebalan tubuh dalam melawan kanker yang terdiri dari 7 tahap:

1. Pelepasan Antigen


Siklus ini dimulai dengan pelepasan antigen, yaitu proses ketika sel kanker mati kemudian melepaskan antigen. Pada dasarnya, antigen merupakan potongan protein kecil dari sel kanker yang telah mati.

2. Antigen Presentation


Tahap kedua ini merupakan tahapan ketika antigen diambil oleh antigen presentation cell (sel dendritik), yang membawa antigen ke tempat pembuangan lokal di kelenjar getah bening.

3. Produksi dan Aktivasi Sel T


Pada tahap ketiga, sel dendritik memberikan potongan antigen pada sel T sehingga terproduksi dan teraktivasi.

4. Perjalanan Sel T


Setelah Sel T diaktifkan di tahap ketiga, Sel T ini masuk ke pembuluh darah dan mencari sel kanker.

5. Infiltrasi Sel T ke dalam Tumor


Ketika sel T tiba di lokasi tumor, tugas mereka adalah untuk masuk ke dalam lokasi tumor. Sel T harus dapat menghancurkan dinding pertahanan tumor dan menembus masuk ke dalamnya.

6. Pengenalan Kanker oleh Sel T


Di dalam tumor, terdapat sel-sel kanker yang nantinya akan dikenali oleh sel T yang telah masuk.

7. Sel T Menghancurkan Sel Kanker


Pada tahapan ini, sel T menjadi aktif untuk melawan sel kanker dan mampu menghancurkannya.

Pada kanker terdapat mekanisme untuk mengelabui sistem imun tubuh dengan terbentuknya PD-L1. PD-L1 adalah protein yang ada di permukaan sel kanker dan fungsinya  menjadi faktor penghalang  dalam sistem imun pada tubuh terhadap kanker atau disebut immune checkpoint.

Protein PD-L pada kanker saat berikatan dengan protein lain seperti B7.1 dan PD-1 akan menghambat proses pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening sehingga menghalangi proses penghancuran sel kanker oleh sel T.

Metode terbaru pengobatan kanker adalah dengan mengembalikan fungsi sistem imun melalui Imunoterapi Kanker.


Pengobatan Kanker dengan Imunoterapi


Pengobatan dengan Imunoterapi Kanker
Imunoterapi Kanker, metode pengobatan terkini
Sumber kalahkankanker.com

Pengobatan kanker yang banyak dikenal masyarakat adalah kemoterapi, akan tetapi seiring perkembangan teknologi terkini telah ditemukan metode  pengobatan terbaru yang diklaim lebih baik dan efektif dari kemoterapi yang dikenal dengan Imunoterapi kanker.

Pada kemoterapi, cara kerjanya adalah  menyerang semua sel aktif di tubuh,  tak hanya sel kanker saja, tapi juga sel-sel aktif lainnya seperti sel rambut, kuku, atau kulit. 

Sedangkan cara kerja pengobatan imunoterapi adalah mendorong kerja sistem imun atau sistem kekebalan tubuh agar efektif dalam melawan kanker.  

Imunoterapi merupakan sebuah terobosan baru yang menjadi salah satu solusi dan secercah harapan bagi penyintas kanker yang masuk ke Indonesia sejak tahun 2013 yang lalu.

Imunoterapi bertujuan menstimulasi sistem imun untuk secara spesifik menargetkan dan membunuh sel kanker.
Imunoterapi kanker bekerja pada tahapan pembentukan dan aktivasi pasukan sel T pada kelenjar getah bening dan penghancuran sel kanker yang ada di dalam tumor.

Metode Imunoterapi Kanker adalah dengan mengembalikan fungsi sistem imun dengan cara memblokir ikatan PD-L1 dengan protein lain sehingga sel T dapat mengenali sel kanker dan menghancurkannya.

Ada beberapa contoh imunoterapi kanker yang telah dikembangkan antara lain anti PD-L1, anti PD-1, dan anti CTL4.

Saat ini, di Indonesia satu-satunya imunoterapi yang  diterapkan adalah atezolizumab, yang merupakan anti PD-L1 untuk pasien kanker paru dan kandung kemih pada stadium lanjut.

Penelitian membuktikan bahwa kemoterapi dapat meningkatkan harapan hidup kurang lebih 16,7 bulan, sedangkan imunoterapi bisa mencapai 30 bulan. Selain itu, respon pemberian obat imunoterapi ternyata lebih tinggi dibandingkan kemoterapi pada first line atau pengobatan pertama, yaitu
kurang lebih sekitar 70 persen berbanding  40 persen.

Sebagai pencegahan terhadap penyakit kanker, Kamu bisa melakukan berbagai hal seperti cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin melakukan aktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat cukup dan kelola stress.

Selain itu hindari paparan sinar matahari secara langsung, gunakan masker di tempat yang penuh polusi udara, lakukan vaksinasi, dan hindari konsumsi alkohol.

Untuk informasi lebih lanjut seputar Kanker, bisa diakses www.kalahkankanker.com. Jika ada yang terkena indikasi atau menemukan gejala sakit yang berlanjut, segeralah hubungi dokter untuk penanganan yang paling tepat. Dengan adanya  kemajuan teknologi terkini melalui Imunoterapi diharapkan menjadi secercah harapan baru bagi penyintas kanker. 





Sumber Gambar:

Gambar diambil dari website  kalahkankanker.com, novagrid.id yang diedit dengan Snapseed, dan Liputan6.com.



Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition “Kalahkan Kanker dengan Imunoterapi."

✓Tulisan yang  saya muat di blog liayuliani.com ini adalah hasil karya pribadi dan belum pernah dipublikasikan di mana pun

✓ Saya bersedia jika tulisan yang dimuat di blog ini diterbitkan pada website www.kalahkankanker.com.

✓ Saya bukan karyawan dan
atau keluarga dari karyawan Mothers on Mission ataupun Roche.




Tentang Kamu, Lirik Lagu Bunga Citra Lestari dan Jodoh pilihan-Nya (The Story of My Life)

Tentang Kamu, Lirik lagi BCL and The Story of My Life
Pic by Pinterest, edit by Snapseed

Mendengar berita duka beberapa hari yang lalu tentang kematian Ashraf Sinclair, banyak sekali dukungan terhadap Bunga Citra Lestari dan putra mereka Noah Sinclair. Ternyata kematian itu tak mengenal usia, jika waktunya tiba tak ada siapa pun yang  mempu menolaknya.

Sebuah lagu berjudul Tentang Kamu yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari menjadi salah satu lagu favorit saya. Saya doakan BCL diberi kekuatan dan keiikhlasan menerima ketentuan-Nya. Inilah lirik lagu Tentang Kamu yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari.

Lirik Lagu Tentang Kamu (BCL)

Ku tak bisa menebak
Ku tak bisa membaca
Tentang kamu
Tentang kamu

Kau buat kubertanya
S'lalu dalam hatiku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
Bila akhirnya kucinta kau
Dari kekuranganmu
Hingga lebihmu

Bagaimana
Bila semua benar terjadi
Mungkin inilah
Yang terindah

Begitu banyak bintang
Seperti pertanyaanku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
Bila akhirnya kucinta kau
Dari kekuranganmu
Hingga lebihmu

Bagaimana
Bila semua benar terjadi
Mungkin inilah
Yang terindah

***

Lirik Lagu Tentang Kamu yang dinyanyikan BCL adalah salah satu favorit saya, suara lembut Bunga Citra Lestari adalah salah satu hal yang membuat lagu tersebut begitu menyentuh hati saya.

Saya jadi terkenang dan ingin menuliskan "Tentang Kamu" versi saya tentunya. Lika-liku perjalanan menemukan dia, yang kini menjadi pendamping hidup saya.

***

Tentang kamu, jodoh pilihan-Nya... 
(The story of my life)


Waktu terus bergulir, hari demi hari terlewati hingga tak terasa usiaku hampir menginjak kepala tiga. Dua tahun kedepan usiaku genap kepala tiga. 

Rasanya sudah teramat sering pertanyaan dilayangkan padaku mengenai kapan menikah dan siapa yang menjadi calonnya. Aku tak bisa menjawab dengan pasti hanya senyum dan entah sudah berapa kali jawabanku hanya sebatas kalimat  meminta doa  setiap kali pertanyaan itu dilayangkan padaku.

Bukannya tidak ada kesempatan untuk aku menuju ke pelaminan hanya saja mungkin belum saja berjodoh dengan yang telah lalu. Sempat hati ini condong pada seseorang yang sepertinya akan berjodoh denganku. Orang tua kami berdua sudah memberikan persetujuannya, namun aku sendiri menyangsikan niat juga keseriusannya.

Dia hanya datang dan pergi begitu saja. Penantianku selama lebih dari 6 tahun lamanya terjawab sudah ketika dia sudah bertunangan dengan yang lain. Orang tuaku juga tak menyangka akan seperti ini akhirnya. Namun aku harus melanjutkan hidup, mengikhlaskan semuanya karena aku yakin takdir-Nya lebih baik dari yang aku harapkan.

Selang beberapa lama setelah wisuda keduaku, dari gelar ahli madya menjadi sarjana. Aku mendapatkan pekerjaan baru karena saat aku melanjutkan kuliah aku memilih fokus di kuliah saja, karena banyak rekan yang lain bekerja sambil melanjutkan kuliah.

Aku diterima bekerja sebagai asisten dosen di salah satu Stikes di Bandung. Alhamdulillah amanah baru lagi untukku. Aku tak ingin melihat lagi ke belakang karena aku sudah belajar menerima dan mengikhlaskan semua yang terjadi di hidupku ini.

Tak pernah kuduga dan kusangka, saat aku kembali pulang mengajar di Stikes ibuku mengatakan bahwa seseorang tengah melamarku. Tepatnya ibu dari salah seorang tetanggaku melamar diriku. Kaget sekali aku mendapatkan kabar ini.

Dia yang dulunya kakak kelasku ketika SD dan rumahnya hanya berselang beberapa rumah dari rumahku datang untuk memintaku menjadi pendamping hidupnya. Mungkin inilah jawaban semua pertanyaanku selama ini tentang siapa jodohku. Dia datang disaat yang tak diduga.  

Kadang aku tak habis pikir bagaimana Allah SWT menjalankan skenario-Nya dalam hidupku ini. Alhamdulillah penantianku selama ini telah terjawab.

Ternyata dia itu kamu yang rumahnya dekat denganku, yang saat masih SD gak pernah bertegur sapa, waktu SMP, kuliah bahkan saat sudah bekerja tak pernah bertemu, ya, kalau ketemu juga pas hari raya seusai salat ied.  

Jodoh kadang tidak diduga kapan dan di mana datangnya. Ada istilah kalau jodoh pasti bertamu (eh, bertemu ...) seperti kata Afgan.

Ternyata benar ya ungkapan yang menyatakan jodoh itu dekat.  Sedekat tetangga sendiri, hanya terpisahkan beberapa rumah dan masih satu Rukun Tetangga. Dialah jodoh pilihan-Nya, dipilihkan melalui skenario yang tak terduga.

Benar adanya bahwa ada ungkapan "Tidak ada pernikahan cinderella," tidak mungkin kehidupan pernikahan terus bahagia untuk selamanya, karena semua itu hanyalah ada di dunia dongeng bukan dunia nyata.

Awal pernikahan yang indah dan bulan madu yang manis pun hanya tinggal kenangan. Hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun berganti tahun pun telah dilewati bersama.

Rasa yang ada dulu menggebu, mungkin bisa saja terkikis seiring berjalannya sang waktu. Jika bukan memegang teguh komitmen, telah banyak yang mengalami kegagalan dalam pernikahan dengan dalih adanya ketidakcocokan. 

Manusia terkadang punya banyak harapan juga keinginan namun semua itu terbentur dengan suatu realita. Begitu juga dengan kehidupan. Terkadang apa yang kita harapkan belum tentu jadi kenyataan.

Ada kalanya setelah menikah banyak sekali hal-hal yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan terhadap pasangan, mungkin begitu pula dengan diri pasangan terhadap kita.

Perbedaan yang ada bisa menjadi boomerang saat salah
satu pasangan memendam semua perasaannya tanpa mampu berkomunikasi dengan baik. Pasangan perlu tahu bagaimana cara mengatasi konflik dalam sebuah hubungan.

Baca juga: Cara Mengatasi Konflik dengan Pasangan


Namun, semua itu bisa diatasi jika kedua belah pihak mampu membuka telinga juga mata hati untuk bisa sama-sama mencari solusi untuk kebaikan bersama.

Seiring perjalanan dalam pernikahan, saat kita melangkah dan dirasakan ada kerikil tajam menghalangi perjalanan, bukannya alas kaki yang diganti tapi kerikilnya yang perlu dibuang.

Tak perlu berpikir mencari pengganti pasangan baru yang dirasa bisa lebih baik, namun mencari solusi atas permasalahan yang mendera.

Saat dihadapkan dengan kenyataan, harapan yang dulu dibayangkan sebelum menikah sirnalah sudah. Berharap pasangan mampu berubah menjadi lebih baik tak jua menjadi kenyataan.

Hiduplah suami istri bak orang asing yang tinggal dalam satu atap bersama.

Dimanakah keharmonisan itu?

Pertanyaannya yang mengganjal dikalbu namun tak jua didapat jawabannya.

Hidup berumah tangga itu adalah tentang prasangka baik dan positif, penerimaan, ketulusan juga keluasan maaf diantara kedua pasangan.

Ingatlah saat menikah, ada ikatan suci dihadapan-Nya. Ingatlah saat menikah banyak orang yang kita undang untuk mendoakan kehidupan pernikahan kita. Komitmen itulah yang seharusnya dijaga.

Disatu sisi, saat memutuskan untuk mundur berarti kita menyerah, jangan sampai mengabaikan doa orang-orang yang mendoakan kita sewaktu menikah dulu. 

Saat memilih ingin mencari pasangan lain selain pasangan yang sah, ingatlah diluaran sana banyak yang masih single berdoa terus menerus meminta diberikan pasangan hidup. Hargai dan bersyukurlah engkau telah diberikan pasangan hidup. 

Untuk yang telah memiliki buah hati, ingatlah mereka membutuhkan ayah juga ibunya. Selama masih punya Allah SWT, mintalah pada-Nya agar membukakan dan melembutkan hati pasanganmu sehingga marriage goals, yaitu sakinah, mawaddah juga rahmah dapat direalisasikan.

Meski dalam berumah tangga, harapan vs kenyataan terkadang tidak sejalan, ingatlah bahwa hidup itu adalah tentang penerimaan, takdir, juga tentang kuasa-Nya mempersatukan dua insan dalam mahligai pernikahan.

Menikahlah dengan seseorang yang bersedia melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik.

Menikah itu berproses dan proses penyesuaiannya butuh waktu dan pembelajaran. Saling mengenal untuk bisa saling memahami dan melengkapi satu sama lainnya.

Bahagiakanlah pasanganmu sebelum engkau menyesal karena hidup tak selamanya. Saat ia tiada, takkan berguna semua kata dan rasa yang kau miliki untuknya. (Catatan Leannie)


Salam, 



Resensi Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis, Menyelami Hati dan Menemukan Cinta Sejati

Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis
Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis,
via dokumentasi pribadi


Judul : Hati Suhita
Penulis : Khilma Anis
Penerbit : Mazaya Media
Jumlah Halaman : 405
Cetakan : 12
ISBN : 978-602-51017-4-8


Hati Suhita: Menyelami Hati dan Menemukan Cinta Sejati

Hati Suhita adalah sebuah novel bergenre romance dan religi yang ditulis oleh Khilma Anis. Novel ini menggambarkan kehidupan seorang Suhita dan Gus Birru yang lekat dengan kehidupan pesantren. Kisah cinta Suhita yang mengharu biru membuat novel ini menjadi salah satu novel best seller.

Ning Khilma Anis berhasil membawa saya mengagumi kehidupan pesantren, bagaimana akhlak seorang perempuan saleha tergambar dalam diri Alina Suhita. Suhita, perempuan hebat yang bisa menempatkan dirinya ketika menjadi istri, menantu, dan seorang anak perempuan.

Suhita yang santun, tak mengumbar aib suaminya, perhatian terhadap mertua, dan tetap berdiri mendampingi suami yang dikasihinya meski ia tak merasa dicintai sebagai wanita seutuhnya. Alina Suhita menyimpan getir ini sendirian, merebahkannya di dalam sujud, melantunkan ayat-ayat ilahi, dan melangitkan doa di tempat orang-orang suci disemayamkan.

Meski telah melewati tujuh purnama, Suhita menyimpan konflik batin yang mendalam akan penolakan Gus Birru, suaminya. Kehadiran Rengganis, wanita yang ada dalam kisah masa lalu Gus Birru mengusik dan menciptakan konflik dalam batinnya.

Bagaimanakah kisah cinta Suhita dan Gus Birru?

Akankah Suhita tetap bertahan atau menyerah karena hatinya tengah lelah menemukan cinta dalam diri suaminya?

Benarkah tak ada sedikit pun tempat di hati Gus Birru untuk Alina Suhita?

Jawabannya akan Kamu temukan saat membaca novel ini. Saya sendiri sempat ikut larut dalam kisah ini. Khilma Anis berhasil membuat saya ingin membaca dan menuntaskan novel ini sampai akhir cerita.

Nuansa jawa tergambar jelas dalam novel ini. Berhubung saya orang Sunda, kadang ada kata-kata yang kurang saya pahami. Untungnya ada glosarium di bagian akhir yang membantu saya memahami sebagian istilah jawa dalam novel ini.

Membaca isi hati perempuan dan laki-laki memang berbeda. Ada kalanya hal yang terucap memang tak seperti kenyataannya. Julukan Woman from Venus and Man from Mars, memang benar adanya.

Ternyata dengan menyelami isi hati, Kamu akan temukan jawaban cinta sejati. Cinta adalah kesediaan total untuk menerima takdir serta melepaskan diri dari hal yang bisa menghilangkan kebahagiaan. Cinta itu memang harus diperjuangkan dan dipertahankan sampai akhirnya bahagia menyapa.

Sebagai pembaca saya suka novel ini, kisah cinta Suhita dan Gus Birru memang bikin meleleh dan kadang terbawa baper juga setelah membacanya.

Novel Hati Suhita yang ditulis Ning Khilma Anis dan disunting oleh Mbak Asfi Diyah ini memang layak untuk dijadikan rekomendasi karena sarat akan nilai kehidupan dan membuat saya banyak belajar dari kisah mereka. Gimana, Kamu tertarik enggak, nih, buat baca novel best seller ini?


Salam, 



Lembang Wonderland, Destinasi Wisata Bak Negeri Dongeng yang Instagramble di Bandung

Lembang Wonderland, Negeri Dongeng penuh warna
Lembang Wonderland bak di Negeri Dongeng

Lembang, salah satu destinasi wisata yang jadi favoritnya orang Bandung dan wisatawan luar kota ternyata punya tempat wisata terbaru, Lembang Wonderland yang cukup ngehits dan instagramble. Ada yang pernah datang ke tempat ini?

Inilah Cara Terbaik Menjalani Pernikahan Versi 9 Perempuan untuk Meraih Bahagia


Cara Terbaik Menjalani Pernikahan
sumber : Pixabay.com


Pernikahan adalah penyatuan dua jiwa. Menikah berarti menyempurnakan setengah Dien atau agama. Bagaimana cara terbaik menjalani pernikahan?
Sebenarnya pertanyaan ini seperti yang simpel tetapi jawabannya perlu dicari dan digali mendalam.

Saya pernah mengadakan giveaway saat anniversary yang kelima beberapa bulan yang lalu. Menanyakan bagaimana cara terbaik bagi perempuan menjalani pernikahannya. Saya menuliskan ini dengan merangkum dari opini 9 oramg perempuan bagaimana cara mereka dalam menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia.

Saya akan bagikan opini para perempuan tentang arti pernikahan buat mereka dan bagaimana cara menjalaninya. Semoga bisa menguatkan ikatan pernikahan dan samawa selalu, ya. Yuk, simak saja apa kata mereka tentang cara terbaik menjalani pernikahan di bawah ini!

1. Kebahagiaan dan keberkahan pernikahan dengan mendekat pada-Nya


Menikah itu sederhananya ketika ada seseorang yang mengajak kita naik perahu bersama, kemudian sama-sama berjanji untuk menikmati setiap perjalanannya, pasang surut ombaknya, gelap cerah langitnya hingga akhirnya sampai ditempat tujuan yg sama pula yakni surga-Nya kelak.

Dengan menikah, besar peluang munculnya masalah- masalah baru namun berarti semakin besar pula peluang untuk mendapatkan ladang pahala yang baru, atau sederhananya saat akad terucap maka sebagai istri kita akan punya pintu surga yang baru.

Maka solusinya saling memahami hak  dan kewajiban masing-masing karena hukumnya timbal balik.

Hak istri = kewajiban suami
Kewajiban istri = hak suami

Ibarat segitiga sama sisi, semakin suami dan istri mendekat kepada Allah maka pernikahan pun akan dekat dengan kebahagiaan, sebaliknya jika suami dan istri jauh dari Allah maka kehidupan rumahtangganya akan jauh dari keberkahan.

Jadi, bagi saya, pasangan bahagia berarti pasangan yang sama-sama berusaha saling membahagiakan satu sama lain. Bukankah sakinah itu harus diperjuangkan?

Pernikahan yang hebat berarti yang dengannya akhirat terasa lebih dekat.

Benar kata penulis Asma Nadia bahwa pernikahan adalah medan ibadah yang paling indah. (Meilawati Nurhani)

2. Menikah adalah proses belajar seumur hidup


Menikah, adalah fase kehidupan sebenarnya di dunia nyata, menurut saya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, menjalankan pernikahan serasa rumit, jika kita tengah berada pada hati yang sempit. Sebaliknya, akan dirasa mudah, ketika hati ini diberi kelapangan dalam menjalankannya.

Semua asam garam yang kami rasakan dalam sebelas tahun perjalanan berumah tangga, sungguh membutuhkan banyak pengorbanan. Menikah, tidak hanya bagaimana memelihara agar rasa cinta itu tetap ada, melainkan tetap menjalankan komitmen, atas pilihan yang sudah dijatuhkan sebelumnya, tak tanggung-tanggung, seumur hidup lamanya. Bahkan, jikalah boleh meminta, sehidup sesyurga bisa terlaksana.

Faktanya, menjatuhkan pilihan tak sesulit bertahan pada pilihan. Akan banyak pertentangan, yang mengharuskan dua jiwa kembali mencari irisan, agar tetap bisa beriringan.

Menjalankan pernikahan membutuhkan pembelajaran, karena apa? Setiap hari akan selalu ada pelajaran baru yang harus bisa dilalui. Untuk itu, kesabaran kita akan senantiasa dipertanyakan, melalui ujian kehidupan yang datang silih berganti.

Teruslah jaga komitmen dan cinta ini, meski tak semerkah saat dirimu meminang dulu, setidaknya jangan biarkan ia layu.

Bersamamu, saya belajar menjadi wanita dewasa yang lebih baik. (Ai Quratul Ain)

3. Tips pernikahan agar tercipta harmoni dan langgeng


Menikah itu tak hanya berurusan dengan perbedaan. Menikah bisa diibaratkan sebagai jembatan, yakni menjembatani jurang perbedaan antara suami istri.
Menjalani hidup dengan menggenapkan dien (agama) adalah sebuah awal dari menjalani proses kehidupan. Pernikahan akan memberikan banyak manfaat bagi suami dan istri.

Agar terbangun harmoni memasuki usia 15 tahun pernikahan, kami kerap kali menjalankan hal-hal berikut:
a. Saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangan.
b. Mengelola emosi
c. Membangun empati
d. Saling bersinergi
e. Saling berbagi peran.
f. Saling instrospeksi diri atau muhasabah
g. Saling mendoakan.

Tujuh hal diatas selalu kami upayakan demi melanggengkan kehidupan rumah tangga dan melabuhkan biduk bersama dalam keluarga. Intinya dengan membangun sikap saling memahami akan sampai pada titik Samara (Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah). (Laily Fitriani)

4. Cinta bukan kata kunci dalam pernikahan, perlakukan pasangan sebagai sahabat.


Sebelum menikah, banyak laki-laki tidak bisa tidur sepanjang malam hanya karena memikirkan kata-kata dari perempuan yang dipujanya. Namun setelah menikah dia akan cepat terlelap, bahkan sebelum istrinya selesai bercerita.

Pertengkaran dalam rumah tangga terjadi bukan karena kurangnya cinta, melainkan karena kurangnya persahabatan. Cinta beresiko berubah menjadi obsesi, tapi persahabatan selamanya tentang berbagi.

"Asyik kan, kalau kita punya pasangan rasa sahabat?"

Ini loh, asyiknya versi saya:
a. Saya tidak pernah malu mendekatinya setelah bangun tidur, meski belum mandi dan gosok gigi. SayaSaya per perasaannya tidak akan berubah, meski aku sedang jelek-jeleknya.
b. Kami bisa betah ngobrol lama, tanpa takut kehabisan bahan bicara.
c. Kami punya lelucon, yang hanya dipahami berdua.
d. Sikap konyol yang kami punya, adalah hal sederhana yang membuat kami selalu saling jatuh cinta.

Apakah menjadikan pasangan sebagai sahabat itu hal mudah? Tentu butuh proses sepanjang hidup, tapi jika kita memiliki perasaan yang bahagia, maka punya pasangan rasa sahabat bisa kita nikmati setiap saat.

Jadi, bahagiakan dulu perasaan kita. Yakinkan, bahwa bahagia itu adalah diri kita sendiri, tidak bergantung pada orang lain. (Dini Lestari)

5. Membahagiakan diri dalam pernikahan


Pernikahan itu harusnya dijalani dengan perasaan bahagia. Dimulai dari memilih seseorang yang memang dirasa sangat tepat untuk menjadi pendamping, lalu menghalalkan hubungan yang didasari komitmen untuk saling menyayangi sampai akhir.

Namun, tidak semua pasangan dipersatukan dalam ikatan pernikahan yang berlandaskan rasa cinta. Ada banyak kasus terjadi, salah satunya, pernikahan terlaksana  dengan alasan dijodohkan. Apa pun sebabnya, saya percaya bahwa jodoh itu memang sudah ditentukan oleh Tuhan.

Sebisa mungkin, menualah bersama pasangan yang sudah digariskan Tuhan menjadi teman hidupmu, sampai maut memisahkan. Selagi pasanganmu itu adalah manusia beragama dan berakhlak baik.

Jadi, cara terbaik menjalani pernikahan versi saya, berusahalah untuk tetap bahagia. Hati yang bahagia selalu menciptakan situasi tenang. Menerima segala kekurangan pasangan dengan lapang dada.

 Jangan malu dan pelit saat meminta dan memberi maaf. Tidak mengkotak-kotakkan antara tugas suami atau istri, bila memungkinkan, lakukan bersama-sama.

Saling jujur dan percaya dalam banyak hal.
Satu poin penting lainnya adalah, jangan terlalu mendengarkan 'mulut orang-orang di sekelilingmu', percayalah ... tak ada yang paling mengerti soal rumah tanggamu selain dirimu sendiri. (Syefrianidar)

6. Menikah berarti jangan egois dan malu untuk mengalah


"Sejatinya, pernikahan itu bukan masalah siapa yang menang, siapa yang kalah. Harus bisa jalan berdampingan, bukan berebut siapa di depan. Jangan sama-sama egois. Jangan malu untuk mengalah."

Selalu ingat, wejangan ibu saat anak bungsunya ini akan masuk ke episode baru kehidupan. Menjadi seorang istri dan akan menjadi ibu nantinya.

Bukan tanpa alasan ibuku sering mengulang hal ini, kalahkan ego.
Delapan tahun sudah kami menikah, dan sampai saat ini, hal ini masih kami lakukan :
a. Mengucapkan maaf dan terimakasih. Hal sepele memang, tapi ini penting bagi pasangan untuk merasa saling menghargai.
b. Bersalaman (mencium punggung tangan suami dan sebaliknya) dan mengecup kening. Ingat rida suami ada di tangannya dan rido istri di keningnya.
c. Obrolan absurd atau becandaan, yang cuma kami berdua yang mengerti.
Ini bukan tentang benar atau salah
Bukan perihal siapa yang harus mengalah. Bukan soal 'saya' atau 'kamu'

Menikah adalah 'kita' yang harus bisa berjalan bersama, dengan tujuan yang sama.

Jadi jika ditanya "Bagaimana cara terbaik menjalani pernikahan?" Jalani saja, jadi dirimu sendiri, hargai pasanganmu jadikan dia teman hidupmu bagian dari dirimu, bukan hanya 'partner berumahtangga'.
(Wulan Dewi)

7. Menikah adalah komitmen dan komunikasi


Menikah muda adalah tantangan tersendiri dalam menjalani pernikahan hingga bertahan sampai detik ini. Bagaimana susah payahnya mengontrol gejolak emosi jiwa muda,sampai menahan diri untuk tidak mudah terbawa perasaan. Yang patut saya syukuri adalah saya mendapati suami yang bisa berperan menjadi teman ,sahabat, bahkan kakak (karena usia suami juga yang cukup jauh diatas saya) sehingga saya bisa melewati semua jalan terjal itu dengan (saya enggak akan pernah bilang mudah,karena memang pada kenyataannya tidak) lancar.

Pernikahan memang tentang bagaimana kita memegang komitmen dan berkomunikasi. Klise? Iya, tapi memang seperti itu tentang bagaimana mempertahankan rasa dan memelihara asa. (Yanti Septrimayanti)

8. Komunikasi adalah kunci sebuah hubungan apalagi pernikahan jarak jauh


Komunikasi ... adalah hal penting paling mendasar yg harus di perkokoh dalam menjalani hubungan pernikahan jarak jauh.

Terlebih di zaman digital ini
Tidak ada alasan untuk tidak saling mengedepankan komunikasi untuk menjaga hubungan tetap harmonis
karena dengan komunikasi kita bisa mereduksi jarak agar kami sebagai keluarga bisa tetap merasa dekat. (Artha Kusumawardhani)

9. Menjaga hubungan selalu harmonis lewat pillow talk


Menjaga hubungan selalu harmonis memang susah tapi alhamdulillah selama hampir 10 tahun saya sama suami akur-akur saja malah tiap hari masih pacaran terus  karena kebiasaan kami itu sebelum tidur kami ngobrol sambil ngopi ngomong keseharian kami udh ngelewati apa aja (pillow talk), tujuan kami supaya saat kita pergi tidur, hati dan pikiran udah lega  dan bisa tidur nyenyak.

Setiap bangun subuh cara membangunkan suami atau kadang suami yang bangunin saya dengan bisikan mesra tujuannya agar pagi kita penuh dengan senyuman. (Siti Aisyah)

Membaca opini dari para perempuan menjadi reminder atau pengingat bagi diri bahwa memang pernikahan adalah proses pembelajaran seumur hidup. Menyempurnakan setengah Dien dan membawa diri juga pasangannya menjadi lebih dekat dengan-Nya.

Itulah cara terbaik menjalani pernikahan versi 9 perempuan untuk meraih kebahagiaan. Semoga sakinah, mawadah, dan warahmah yang menjadi tujuan pernikahan bisa Kita capai setelah membaca pengalaman para perempuan di atas. Aamiin.




Salam,












Mengasuh Inner Child, Kunci Bahagia Mendampingi Buah Hati dan Suami. (Review Training MIC With Ribka Imari)

Kunci bahagia mendampingi anak dan suami
Sumber: Pinterest.com

Bulan Desember yang lalu, saya sempat ngobrol dengan seorang rekan via social media. Saya mengenal Mbak Ribka Imari sebagai mentor mengasuh inner child dari salah seorang teman saya tersebut.

Kami juga pernah berbicara tentang masa lalu masing-masing.  Ternyata ada sisi dalam diri atau inner child yang rapuh, terluka, dan terbawa dalam kehidupan dewasa. Ada jiwa anak kecil yang rapuh dalam tubuh dewasa.

Lama tidak saling berkomunikasi memang, akhirnya kami berdua ngobrol lagi di WA. Semakin merasa aura postif dan salut juga dengan teman saya ini, soalnya dengan permasalahan hidup yang cukup berat menurut saya, dia bisa tetap bertahan dan menerima hidupnya.

Dia bilang semua ini perjalanan panjang, sempat mengalami tekanan, bullyan, bahkan kehidupan rumah tangga yang penuh konflik pun akhirnya bisa dilalui. Dulu kami pernah pengen banget sukses bisnis. Dia suka membuat kue, saya jualan daster. (Soalnya saya enggak bisa bikin kue padahal ibu pinter bikin bolu dan kue yang lezat, sayang anaknya enggak. Haduh ...)

Saya akhirnya memilih fokus ke dunia menulis dulu sedangkan dia tetap berbisnis. Akhirnya kami berdua sepakat juga bahwa selain impian yang pengen Kita capai buat sukses, ternyata ada hal yang menjadi prioritas yaitu keluarga kecil kami. Dia bercerita ikut berbagai kelas bisnis, nulis, dan juga terapi diri. 

Perempuan dengan segala permasalahannya, ada sisi rapuh dalam diri dan juga kekuatan luarbiasa yang dimilikinya.  Ternyata saya enggak sendiri. Sebagai sesama perempuan tidak baik juga jika saling menghakimi atau merasa diri lebih baik dari orang lain.

Di kelas mengasuh inner child awal januari lalu bersama Mbak Ribka memang diajarkan untuk lebih peka terhadap diri, lebih menyanyangi diri sendiri bahkan bisa memeluk, menerima dan mencintai diri sendiri meski masih merasa banyak kekurangan.

Saya pernah punya pengalaman masa kecil yang masih teringat sampai sekarang. Dulu alm nenek yang mengantar jemput saya ketika masih TK, sedangkan yang lain diantar jemput ibu atau ayahnya. Ibu saya kerja jadi waktu TK enggak pernah dianter ibu, hanya sama nenek aja. Saya padahal pengen juga dianter ibu. Kok, saya jadi mellow ya, inget alm nenek yang sudah 2 th berpulang. Rasanya kangen banget. Semoga nenek tenang di sisi-Nya dan surga adalah tempat kembali.

Makanya saya jadi pengen banget mendampingi anak saat pertama masuk sekolah mungkin karena dulu belum kesampaian kali, ya. Ada jiwa inner child dalam diri yang menginginkan agar anak saya tidak merasa sedih tidak diantar ibu seperti saya semasa kecil. Bentar lagi Dzaky sekolah jadi ikut seneng, ngebayanginnya anak saya sekolah. Ternyata udah gede lagi, padahal masih inget dulu pas masih babby.

Saat sekolah dulu, ibu adalah seorang guru. Saya inget banget harus belajar rajin dan dapat hasil terbaik. Masih SD sih juara kelas 1-2, tapi prestasi nurun setelah SMP dan SMU. Pernah pas bagi rapor SMP atau SMU nilai saya 6 gitu ya di rapor, lupa pelajaran matematika atau fisika, saya dimarahin ibu pas keluar bagi rapor. Temen-teman pada ngelihatin. Duh, saya jadi malu. 

Pulang ke rumah harus belajar, padahal udah libur sekolah, pengennya liburan tapi harus baca buku dan belajar buat next catur wulan. Zaman saya masih catur wulan soalnya. Zaman kapan tuh, hehe ... but it's oke lah itu, kan, dulu, saya udah enggak mempermasalahkannya lagi. Saya belajar acceptance alias menerima mungkin ortu atau ibu pengen yang terbaik menurut versinya.

Cerita inner child saya di masa lalu memang tak hanya ini saja sebenarnya. Jika digali lebih jauh sampai akarnya mungkin tak kan cukup hanya di satu blog post saja.

Bercerita soal keluarga kecil saya, mengenai pasangan atau anak. Meski sudah lima tahun berumah tangga, masih tetap saja ketemu berbagai perbedaan pendapat dan kadang bikin nyesek. Saya maunya begini, dia maunya saya begitu.

Akhirnya saya juga berdamai dengan diri, ya sudahlah saya terima kadang ada sikap yang saya inginkan belum terealisasi pada pasangan karena dia juga punya pendapat sendiri. Mungkin saat saya badmood sama dia, dia pun merasakan hal yang sama. Ada hal dalam diri saya yang bikin dia bete juga. Jika masih bisa sikap yang diperbaiki, kami pun belajar memperbaikinya.

Bumbu-bumbu dalam rumah tangga itu biasa. Dulu Kami bisa sama-sama panas kalau ada hal yang disampaikan dengan emosi. Dia diem, eh saya makin kesel dan ikut bete. Saya marah, eh dia ikut marah. Nah, loh. Baiklah ... itu kan dulu, kalau sekarang sudah sama-sama paham.

Pernah sampai pernikahan di ujung tanduk juga karena ego berdua tapi  akhirnya bisa melewati itu semua. Sekarang kalau inget itu cukup jadi pembelajaran saja. Sama-sama saling belajar dan memperbaiki diri juga sih setelahnya.

Sekarang cukup tahu, sih, setelah ngobrol satu sama lain, ternyata dia enggak suka saya cerewetin. Jadi saya tahu ngomongnya cukup sekali aja apalagi kalau ingetin makan, salat, ke masjid. Ya sudahlah enggak usah berkali-kali, kalau dia kesel dan kelihatan marah sambil ngomong apa gitu, ya udah terima aja mungkin ada benarnya juga. Dulu suka saling marahan sih, sekarang udah enggak terlalu sering karena udah saling belajar mengenal karakter masing-masing. 

Saya juga belajar melepaskan harapan yang saya inginkan pada diri suami, alhamdulillah lebih lega sih jadi enggak punya keluhan berarti. Sekarang jadi lebih tahu bagaimana bersikap. Suami beda dengan bapak atau yang lainnya. Enggak bisa dibandingkan. Meski ada hal  dalam diri bapak atau ayah yang saya harap dicontoh suami, tapi saya enggak lagi memaksakan itu. Toh, suami saya punya kelebihan yang mungkin enggak dimiliki yang lain. Fokus lihat kebaikannnya aja.

Soal anak kadang saya suka greget kalau dia aktif banget, padahal ya namanya anak jagoan. Udah biasa kalau suka berantakin rumah, lari-lari terus-terusan di rumah, naik turun tangga, susah disuruh Mandi, makannya lama dikunyah, dll. Maybe bukan dia aja kali, ya, anak yang lain juga gitu. Padahal kalau diinget-inget, baik sih anakku, enggak rewel kalau diajak ke mana-mana, malah saya yang rewel karena suka mabuk kendaraan. Ya ampun.

Kalau dipikirin, terkadang anak itu bisa sangat manis, ya.Kadang dia peluk atau cium pipi terus bilang sayang mama. Itu pun udah bikin meleleh. Pernah saya kesel dan marah sama dia. Apa mungkin karena saya dulunya suka dimarahin ibu, saya juga jadi melakukan hal yang sama secara tak disadari?

Akhirnya saya ingin memutus mata rantai itu, biarlah yang dulu pernah ibu lakukan saya maklumi. Saya belajar melepaskan mental korban, yang berandai-andai coba dulu enggak diperlakukan begini atau begitu, mungkin keadaan akan lebih baik. 

Saya juga udah minta maaf sama ibu. Alhamdulillah yang namanya orang tua lautan maafnya seluas samudera. Makin ke sini saya makin sayang sama kedua orang tua, karena saat saya lemah, terpuruk, sakit mereka selalu ada. Alhamdulillah kebaikan mereka lebih banyak ternyata kalau dilist satu demi satu.

Soal melepaskan mental korban ini, dulu saya termasuk yang cukup sensitif terhadap ucapan atau omongan yang kurang sreg di hati. Istilahnya High Sensitive Person (HSP). Alhamdulillah sekarang sudah enggak terlalu baper, biarlah mungkin yang berbicara merasa benar versinya sendiri.

Saya mencoba berpikir lagi siapa tahu yang orang bicarakan memang benar. Jika iya, mungkin diri yang harus berubah lebih dulu. Jika yang dibilang orang lain enggak benar dan bisa kita luruskan, ya .. luruskan kesalahpahamannya, kalau sekiranya nanti bakal jadi konflik yang meruncing, maka lebih baik diam. Daripada berkata hal yang kurang baik memang lebih baik diam, sih.

Senang sekali ikut training mengasuh inner child bareng Mbak Ribka Imari. Seminggu yang padat dan penuh hikmah. Alhamdulillah. Masih jadi pe er buat saya kontrol emosi dengan pausing. Coba tarik napas tahan sebentar, jangan marah apalagi sama anak. Kadang masih kelepasan juga sih, tapi lagi belajar untuk melancarkan teknik ini.

Pada akhirnya maafkanlah kesalahan orang lain karena mungkin diri sendiri juga pernah atau mungkin banyak berbuat salah. Itu akan lebih melegakan jiwa. Insyaallah ikhtiar saya untuk sehat juga berbuah manis nantinya. Next postingan mungkin saya cerita lebih lanjut  tentang itu dan alasan jarang atau kurang aktif nulis kaya dulu.

Hal penting lain dari mengasuh inner child adalah soal menggali inner child atau mungkin bisa trauma di masa lalu, mengelola emosi dengan positif, menghapus mental korban, acceptance atau penerimaan mendasar udah pelan-pelan saya terapkan. Intinya memang untuk memutus mata rantai inner child yang terluka ada pada diri Kita sendiri. 

Terima kasih Mbak Ribka Imari. Seneng banget bisa ikut kelasnya. Kuncinya berserah diri, berdoa,  dan berusaha agar bisa mendampingi anak dan suami dengan perasaan bahagia.


"To Find Happiness, Heal Your Inner Child." (Anonim)



Salam,








Resensi Buku Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa ini Terlahir Karya Riawani Elyta dan Risa Mutia

Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa ini Terlahir
Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa ini Terlahir


Judul : Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa ini Terlahir
Penulis : Riawani Elyta dan Risa Mutia
Penerbit : Quanta, PT Elex Media Komputindo
Jumlah Halaman: 228
Cetakan : Pertama, 2019
No ISBN : 978-623-09-0386-8


Menemukan Cinta-Nya, Sumber Kebahagiaan dalam Hidup


Manusia mengalami berbagai ujian dalam hidupnya dan terkadang butuh penyemangat dan motivasi untuk keluar dari permasalahan dan ujian hidup. Menemukan Cinta-Nya adalah sumber kebahagiaan dalam hidup, karena dunia dan isinya tak sebanding dengan Cinta dari sang penggenggam kehidupan.

Tujuan penciptaan manusia di dunia ini adalah untuk beribadah pada-Nya. Dunia adalah tempat dan sarana untuk mewujudkan tujuan tersebut. Meraih Cinta-Nya adalah salah keinginan tertinggi dan merupakan sebuah perjalanan yang akan didapatkan hamba-Nya dengan keikhlasan.

Buku Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa ini Terlahir dengan cover berwarna gradasi merah muda dan jingga ini merupakan kumpulan motivasi dan inspirasi yang ditulis oleh Riawani Elyta dan saudarinya Risa Mutia.

Cover Buku Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa ini Terlahir
Cover buku yang cantik

Buku setebal 228 halaman ini, terdiri dari empat bab dan 99 sub bab kumpulan motivasi penggugah jiwa secara keseluruhan. Ditulis dengan penjelasan singkat dan mudah dipahami.

Pada bab pertama  tentang Tidak Ada Kebaikan yang Sia-Sia. Kita perlu percaya bahwa tak ada kebaikan yang sia-sia. Kebaikan adalah sedekah  dan akan kembali pada pemiliknya.

"Setiap Kebaikan adalah sedekah." (H.R. Bukhari dan Muslim) - hal 2 

Bersikaplah baik, meski kebaikanmu tak dihargai sekalipun.  Penilaian dari-Nya adalah yang utama bukan sekadar penilaian dari manusia. Jangan pernah lelah berbuat baik, karena pahala di sisi-Nya adalah lebih utama.  

Quote Hanya Cinta-Nya, Ustaz Hanan Attaki, Lc
Quote buku Hanya Cinta-Nya, hal 5

Pada bab kedua, tentang Waktu adalah Kehidupan yang Terus Melaju. Kita diajak untuk menghargai dan tidak menyia-nyiakan waktu.  Waktu terus berjalan dan tidak akan kembali, maka manfaatkanlah waktu yang ada karena dunia hanya sementara. Tak perlu menyesali yang telah terjadi, cukup jadikan pelajaran agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada bab ketiga, tentang Meraih Kebahagiaan Hakiki. Kebahagiaan hakiki  yang akan didapatkan saat menemukan Cinta-Nya. Memaafkan, memberi, menjadi pribadi yang sabar, penuh syukur dan rida terhadap ketentuan-Nya menjadi poin penting untuk mendapatkan kebahagiaan.

Ada kalanya seseorang merasa ada yang kurang dalam hidupnya dan tak bahagia. Tak perlu melangkahkan kaki terlalu jauh, cukup menyelami diri sendiri dan temukan kunci bahagia dalam diri.

Quote Hanya Cinta-Nya, Napoleon Hill
Quote Hanya Cinta-Nya, hal 131

Banyak yang salah jalan ingin mengatasi kesedihan, ketidakbahagiaan dan tekanan dalam hidup. Ternyata kunci kebahagiaan adalah dengan mendekat pada-Nya.
Cari dan mintalah pertolongan dari Allah untuk keluar dari masalahmu. Temukan  ketenangan dan ketentraman hati lewat Zikir dan Al-Qur'an.

Pada bab terakhir, tentang Optimis adalah Bingkai Cinta. Kita diajak untuk bersikap optimis dalam kehidupan, tidak mudah menyerah, bangkit dari keterpurukan, dan menapaki tangga kesuksesan.

Indikator kesuksesan bukanlah harta yang berlimpah, pasangan yang setia, keturunan yang pandai, kedudukan atau sederet titel.  Ternyata pencapaian di atas bukanlah segalanya , karena dunia tak akan habis dikejar. Ibarat meminum air laut, sebanyak apapun tak kan bisa menghilangkan dahaga (hal 224)

Indikator sukses yang sebenarnya adalah apa yang kita lakukan bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Jika Kita sukses, apa yang telah dicapai selama ini merupakan kehendak Allah, bukan kehebatan Kita.  (hal 225)

Membaca buku ini membuat diri banyak merenung, tentang tujuan hidup yang sebenarnya, bagaimana menyikapi masalah, dan mengelola emosi negatif menjadi energi positif serta menjadi pribadi yang lebih baik dalam membangun kedekatan dan meraih cinta-Nya.

Kamu bisa mendapatkan buku ini di toko buku Gramedia, Togamas, olshop (gramedia.com), dan marketplace (bukalapak, shopee, tokopedia, dan lainnya)

Buku ini menjadi sebuah rekam jejak yang mampu menjadi pelita dan mengingatkan pembacanya agar tetap semangat, tidak berputus asa dan tetap optimis menghadapi hidup karena hanya cinta-Nya, tujuan jiwa ini terlahir.



Salam,