Kenangan Ramadan Berkesan, Masa Kecil dan Persahabatan yang Tak Terlupakan

Kenangan Ramadan Berkesan

Ramadan meninggalkan kenangan berkesan yaitu tentang masa kecil dan persahabatan. Masa kecil memang hanya sekali dan tak akan terulang kembali. Ramadan meninggalkan kenangan yang berkesan ketika saya masih berada di Sekolah Dasar. Seiring berjalannya waktu, Ramadan tidak seseru masa kecil. Entahlah, ini saya saja yang merasakan atau Kamu juga merasa begitu?

Salah seorang sahabat saya semasa kecil membuat saya terkenang dan rindu akan kebersamaan kami dahulu. It's a long time ago. Sudah lebih dari tiga dasawarsa ternyata. Lama juga kan, ya, dan jangan tanya saya usia berapa sekarang, hehe 😄

Apa saja sih kenangan ramadan berkesan versi saya, simak, yuk!

1. Ngabuburit sambil main bareng

Dulu kami sering menghabiskan waktu bersama saat menunggu datangnya waktu berbuka atau dikenal juga dengan ngabuburit. Kami sering main boneka kertas, ular tangga, monopolie, atau mendatangi rumah teman untuk bermain bersama atau berkeliling kompleks sambil jalan sore-sore cari jajanan takjil. Seneng banget rasanya kalau inget moment di atas

2.  Jalan menuju masjid dan Tarawih bareng

Kami juga selalu salat tarawih bersama. Jalan bareng menuju mesjid dan kadang sepulang tarawih bisa mencari jajanan untuk disantap usai tarawih.

3. Menulis tugas ceramah saat tarawih atau bada salat subuh

Sudah menjadi tradisi saat masih SD, untuk menulis hasil resume ceramah pada saat tarawih. Kami harus menyimak apa yang penceramah sampaikan dan menuliskannya di buku aktivitas Bulan Ramadan. 

Sepulang tarawih, kami juga harus
menunggu antrian untuk dapat cap masjid dan penceramah. 

Selain menulis resume ceramah Ramadan, ada juga evaluasi hapalan alquran, dan salat sunah yang dilakukan setiap hari di Bulan ini. Sayang sekali program ini sepertinya sudah tidak ada dalam kurikulum pelajaran SD sekarang.

Kisah Persahabatan di Masa Kecil

Persahabatan yang kami jalin berlanjut sampai masa SMU. Meski saat SLTP dan SMU, kami berlainan sekolah. Saya mendapatkan kabar duka kalau ibunya teman saya meninggal karena kanker payudara.

Teman saya, kakak dan ayahnya memutuskan pindah ke Malang, tempat asal orang tua mereka. Saya kuliah di Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Bandung sedangkan yang saya tahu dia kuliah di Jurusan matematika Universitas Negeri Surabaya.

Setelah menikah, sahabat saya pindah kembali ke Bandung. Saya memberikan undangan pernikahan padanya via medsos. Kami ngobrol via WA atau Fb kemudian memutuskan untuk bertemu.

Bertemu dengan sahabat saya di masa kecil dengan dua putra dan putrinya dan saya juga membawa putra saya. Kangen-kangenan Kami sambil ngasuh anak di pasar minggu.

Bertemu sahabat semasa kecil
Menemani kegiatan anak bermain pasir sambil ngobrol tentang berbagai hal, dimulai dari teman semasa SD, kehidupan pernikahan, pekerjaan sebagai irt, juga berbagi cerita menarik seputar kehidupan rumah tangga. 

Dia tak berubah tetap jadi pribadi yang menyenangkan, santun, dan selalu penuh dengan senyuman. Kami saling menghargai privasi masing-masing, berbagi banyak hal dalam hidup, dan saling menguatkan. Alhamdulillah, indahnya silaturahmi dan Persahabatan kami.

Baca kisah kami tentang Persahabatan 


Reuni plus buka puasa bersama alumni SLTPN 1 Bandung

Satu lagi kenangan berkesan adalah saat menghadiri acara buka puasa bersama.
Kali ini bersama teman saya, alumn SLTPN 1 Bandung di Treehouse Cafe. Sebuah pertemuan seru yang dihadiri alumni kelas 1-5 dan 3-5 SLTP 1 Bandung.

Reuni seru di Treehouse Cafe

Kami memilih Cafe Treehouse dengan pertimbangan mencari tempat makan plus playground anak. Serunya ngobrol bareng mereka. Bercerita tentang masa SLTP, saat masih unyu-unyu, ada kisah cinlok juga, seputar pekerjaan dan kesibukan mereka sekarang.

Baca juga cerita tentang Buka Bersama di Treehouse Cafe

Jika bukan bulan Ramadan dengan momen buka puasa bersama agak sulit rasanya mengumpulkan mereka. Alhamdulillah berkat silaturahmi dan buka puasa bersama bisa menjadi penghapus rasa rindu akan masa muda dahulu. Sekarang juga masih muda sih, berjiwa muda meski dengan predikat emak-emak. 😅

Itulah kenangan Ramadan berkesan bagi saya mengenai masa kecil dan kisah tentang persahabatan.  Bersyukur tiap tahun bertemu kembali di Bulan Ramadan. Semoga berkah Ramadan menyertai Kita semua.


Salam,







Serunya Buka Puasa Bersama di Tree House Cafe, Tempat Makan dengan Playground yang disukai Anak



Treehouse Cafe

Undangan buka puasa bersama mulai berdatangan. Memilih tempat makan yang cocok menjadi berbagai pertimbangan saat berbuka. 

Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk buka puasa bersama adalah Treehouse Cafe, sebuah tempat makan yang terletak di Jalan Hasanudin Nomor 5,  Bandung merupakan sebuah cafe dengan fasilitas playground yang disukai anak.

Begitu masuk Tree House Cafe, suasananya cukup adem dan rindang karena pepohonan . Ada sebuah kolam ikan dan fasilitas bermain anak di bagian luar cafe. Ada rumah pohon yang bisa dinaiki anak, ayunan, perosotan, mini flying fox, dan trampolin. Cukup menghibur dan disukai anak pastinya.

Playground di Treehouse

Untuk reservasi buka puasa bersama dengan banyak orang, misalnya reuni, atau buka bersama rekan di kantor biasanya direkomendasikan bagian outdoor yang mampu menampung banyak orang.

Bagian outdoor ini bagian atasnya didesign dengan kain-kain panjang plus lampion unik yang bikin tambah cantik suasana cafe saat malam tiba.

Tampilan outdoor cafe

Bagian indoor bernuansa tosca dan shabby. Ada spot cantik untuk berfoto dengan kursi berbentuk kupu-kupu. 

Spot unik berbentuk kupu-kupu

Sebenarnya dulu suami saya bekerja di Cafe Treehouse. Saya pun sempat memilih Ngabuburit plus buka bersama alias reuni teman SMP di sini pada tahun 2016. Saat itu usia Dzaky baru beberapa bulan.  Rasanya jadi ikut terkenang kebersamaan Kami dahulu saat melihat kedua foto ini.

Buka bersama tahun 2016

Buka bersama eks SLTPN 1 Bandung


Setelah tiga tahun berlalu, suami dan rekan kerjanya memilih tempat ini untuk buka bersama. Kami mengabadikan kebersamaan di tempat ini dengan berfoto bersama. Ada foto bersama keluarga, adik ipar, dan keponakan, serta berfoto bersama rekan kerja suami.

Foto bareng keluarga

Bersama rekan kerja suami

Makanan yang ditawarkan Tree House Cafe cukup variatif, dari menu tradisional atau western. Ada iga bakar, sop buntut, nasi bakar, ayam geprek mozarela, sirloin steak, chicken cordon bleu, pizza ala Treehouse, sosis yang diproduksi sendiri dan masih banyak  menu lainnya.

Untuk menu berbuka puasa, ada menu berbuka dengan harga spesial Rp. 29.500,00 yaitu takjil plus menu utama dan minuman. Lumayan murah meriah juga menurut saya. Menu lainnya pun tidak terlalu mahal dan masih terjangkau. Kisaran harga antara Rp 13.000,00- Rp. 53.000,00.

Suami saya memesan nasi bakar, sedangkan saya memesan Dori Krispy dan minumannya teh manis hangat. Sebelumnya sudah disediakan takjil berupa ketan hitam plus santan. Sayangnya enggak sempat memoto makanan karena langsung buka puasa. 

Buka puasa bersama di sini memang berkesan. Bersilaturahmi juga menghabiskan waktu bersama rekan atau reuni yang cukup menyenangkan. Jangan lupa bersyukur dan mengisi Ramadanmu dengan beribadah lebih baik dari sebelumnya.


Salam,





Rekomendasi 3 Destinasi Wisata Keren dan Instagramable di Punclut


Ngabuburit asyik di Punclut

Beberapa waktu lalu sebelum Ramadan, saya pernah mengunjungi ketiga tempat instagramable dan menjadikan pengalaman yang  berkesan. 3 destinasi wisata keren ini bisa menjadi rekomendasi ngabuburit jika Kamu berada di daerah Punclut.

Punclut atau Puncak Ciumbuleuit merupakan salah satu destinasi wisata kuliner yang menyajikan berbagai cita rasa makanan khas Sunda dengan konsep lesehan. Selain itu ada destinasi wisata keren di sekitar tempat kuliner yang bisa dijadikan rekomendasi tempat ngabuburit. 

Simak, yuk, ketiga destinasi wisata keren dan Instagramable di Punclut.

1. Lereng Anteng Panoramic Cafe

Saung unik di Lereng Anteng

Ini adalah destinasi favorit saya yang saya kunjungi paling awal di antara yang lain. Didirikan pada bulan Juni tahun 2016 yang lalu, sedangkan saya mengunjungi tempat ini pada tahun  2017. Saat itu anak saya, Dzaky berusia satu tahun setengah.

Lereng Anteng bisa jadi tempat ngabuburit asyik dengan suasana sekitar yang menawan. Lereng Anteng berasal dari Lereng dan Anteng. Lereng merupakan tempat atau dataran tinggi, sedangkan Anteng dalam bahasa Sunda berarti nyaman dan betah.

Memang tempat ini bikin nyaman dan betah, dari pintu masuknya sudah disajikan spot foto cantik dengan payung yang ada di udara. Di bagian dalam saung khas Lereng Anteng ini memang unik dan menarik.

Spot favorit di Lereng Anteng


Kamu juga bisa memesan menu camilan atau makanan di saung unik tadi. Dulu saya memesan camilan cireng Krispy karena sudah makan siang di lesehan kawasan atas Punclut. Rasanya ngabuburit di sini bakal membuat Kamu nyaman menantikan azan berkumandang di waktu Magrib.


2. Dago Bakery

Berfoto di depan kastil  ala Eropa

Beralamat di  kawasan wisata terpadu Punclut, Jalan PageurManeuh Nomor 57 , Dago Bakery dibuka saat weekday pada pukul 09.00-21.00 WIB saat weekday dan dari pukul 08.00-23.00 WIB pada waktu weekend.

Dago Bakery merupakan destinasi wisata berbentuk cafe atau resto dengan nuansa kastil megah ala Eropa. Banyaknya foto kunjungan ke tempat ini di Instagram, membuat saya tergerak ingin berkunjung ke sini.

Salah satu spot cantik di Dago Bakery

Meskipun harus naik tangga ke lantai atas, rasanya senang sekali bisa menikmati pemandangan Kota Kembang di atas bangunan dengan background kastil keren ala Eropa. 

Santai dulu di sini

Ada ayunan juga tempat makan cantik yang bisa Kamu jadikan tempat nongkrong atu spot berfoto di sini.

Kamu bisa memilih menu pizza, pastry yang lezat, nasi goreng, atau Grill Chicken Warmsoy ala Eropa.

Enggak rugi deh, memilih tempat ini sebagai rekomendasi tempat  ngabuburit dengan swafoto atau menikmati indahnya view Bandung.

3. D'Dieu Land

Berfoto di sini

D'Dieu Land merupakan destinasi wisata yang baru di buka akhir Desember tahun 2017 yang lalu. Tempat ini bersebelahan dengan Lereng Anteng dan Dago Bakery. Yang pasti tempat ini cocok dikunjungi untuk anak. 

Arena bermain anak

Kamu bisa mengajak anak bermain dengan playground ukuran besar dan berbagai permainan serta fasilitas di dalamnya. Ada juga fasilitas outbond yang bisa Kamu coba seperti flying fox atau gyroscope.

Ngabuburit di tempat ini sekalian mengajak anak bermain dan Kamu bisa mengawasi juga menikmati keindahan alam yang instagramable di daerah Punclut.

Kamu bisa menyantap berbagai menu saat buka  puasa nanti. Meski menunya standar  tetapi beberapa spot tempat duduk yang menarik perhatian, seperti sangkar burung atau kursi kayu unik sebagai tempat makan.

Kamu bisa bersantai di sini

Ada juga area mini golf yang bisa Kamu jadikan tempat nongkrong asyik sambil menunggu pesanan tiba.

Menghabiskan waktu bersama keluarga bisa membangun bonding dan mengeratkan hubungan satu sama lainnya. Diantara 3 tempat di atas, mana yang  jadi Favoritmu?

Yuk, kunjungi ketiga tempat keren dan instagramable sebagai tempat ngabuburit asyik jika Kamu sedang berkunjung ke Punclut!


Salam,





Merasa Kesulitan Menahan Diri ketika Ramadan? Ikuti 5 Tips Berikut ini!


Hakikat puasa tak hanya menahan lapar dan haus saja tetapi  menahan  amarah,  menahan diri untuk berbicara ghibah, dusta, serta membentengi diri dari berbagai  penyakit hati seperti iri hati, sombong, benci, berprasangka atau berpikir buruk. Tujuan berpuasa adalah meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW menyatakan:

“Puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah dia berkata kotor dan janganlah bertengkar dengan mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti maka katakanlah, “saya sedang berpuasa”. (H.R. Muslim).

Ternyata menahan amarah ketika ramadan terkadang bukan hal yang mudah. Pada saat berpuasa ternyata kadar glukosa darah turun, sehingga lebih mudah tersulut amarah. Yuk, simak,   lima tips untuk menahan diri  ketika Ramadan di bawah ini!

1. Mengingat kembali tujuan awal puasa

Berpuasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus saja tetapi  untuk menjalankan ibadah dari Allah SWT juga, meningkatkan rasa syukur terhadap nikmat-Nya, memperbanyak amal kebaikan, dan menghapuskan diri dari dosa yang telah lalu.

Semoga dengan mengendalikan diri dengan menahan amarah di bulan ini, membuat diri terbiasa dan bisa terus dilakukan meski Ramadan telah berakhir.

2. Tidur yang cukup, hindari begadang

Mengendalikan amarah saat berpuasa bisa dilakukan dengan membiasakan tidur dengan cukup, bisa disiasati dengan tidur lebih awal karena harus sahur dini hari.

Jangan sampai begadang, karena bisa membuat otak bekerja ekstra dan membutuhkan asupan energi yang lebih banyak. Kurangnya waktu tidur bisa membuat tubuh lemas, membuat perasaan tak nyaman sehingga memacing amarah.

3. Melakukan kegiatan yang positif

Selama bulan Ramadan, jangan terbawa rasa malas, alihkan dengan kegiatan yang positif, contohnya menekuni hobi atau passion Kamu.

Ingatlah jika Kamu marah maka tubuh bisa menjadi semakin lelah dan terbawa energi atau aura negatif. Jadi alihkan waktu senggangmu dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah.

4. Berdamai dengan diri

Tarik napas dalam, bersikaplah rileks
ketika ada hal yang membuat diri ingin marah atau tersinggung, cobalah rileks. 

Ulangi kembali dengan menarik napas panjang, kemudian embuskan. Cobalah menenangkan diri dengan mengambil wudhu, salat sunah, berzikir atau mengaji agar dapat mendekatkan diri pada-Nya.

Cobalah berdamai dengan diri sendiri ketika ada hal yang tak membuatmu nyaman. Jangan mengeluh, dan banyaklah bersyukur atas semua nikmat-Nya.

5. Pola makan sehat

Cobalah  mengonsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka. Ternyata ada beberapa kandungan makanan yang dapat memperbaiki mood seperti kacang, apel, yoghurt, daging, ikan, dan tahu. 

Jangan lupa untuk mengonsumsi buah dan sayuran serta cukup minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.  Selain itu bisa membantu kinerja otak agar tidak mudah lelah dan terbawa amarah.

Sayang sekali jika sampai Ramadan berlalu amalan dan ibadah Kita tidak lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Usahakan untuk tetap istiqamah dalam kebaikan dan tetap bersemangat dalam beribadah seperti di bulan suci Ramadan. 

“Betapa sedikitnya orang yang berpuasa dan betapa banyaknya orang yang lapar”. (H.R. Bukhari).

Termasuk golongan orang yang merugi jika puasa Ramadan hanya mendapatkan lapar dan haus saja karena dinodai oleh ucapan buruk yang tidak bermanfaat karena kurang mampu mengendalikan diri.

Miris, ya, berapa banyak orang berpuasa tetapi ternyata yang didapatnya hanya lapar dan haus saja. Yuk, amalkan kelima tips di atas agar tidak merasa kesulitan untuk menahan diri ketika Ramadan.



Salam,





Jalan-Jalan saat Puasa : Ngabuburit di Taman Alun-Alun Kota Bandung, Murah Meriah dan Bikin Betah

Ngabuburit di Taman Alun-Alun Bandung
Taman Alun-Alun Bandung
via Dokumentasi Pribadi

Rasanya menjadi suatu kebahagiaan bagi seorang muslim ketika menanti datangnya berbuka puasa. Jalan-jalan saat puasa pun jadi tambah seru apalagi kalau sekalian menanti waktu azan Magrib berkumandang atau Ngabuburit.

Ngabuburit adalah sebuah tradisi orang Sunda atau Jawa Barat untuk menunggu waktu berbuka puasa. Salah satu tempat favorit orang Bandung untuk Ngabuburit adalah di Taman Alun-Alun Kota Bandung.

Taman  Alun-Alun Kota Bandung yang berada di depan Masjid Raya Bandung sangat populer di kalangan warga Bandung untuk dikunjungi.

Taman Alun-Alun Masa Kini
via Dokumentasi Pribadi

Taman Alun-Alun Kota Bandung telah direvitalisasi pada tahun 2014 oleh Bapak Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil yang saat itu menjabat sebagai Walikota Bandung. Kang Emil yang memang seorang  arsitek berhasil menjadikan wajah baru Alun-Alun Kota Bandung yang lebih bersih, indah, dan menawan.

Sejarah Alun-Alun Kota Bandung

Adanya catatan sejarah mengungkapkan bawah Alun-Alun di pusat Kota Bandung didirikan tahun 1810.

Pada Zaman Belanda di tempat ini adalah persinggahan atau pos pergantian kuda yang mengantarkan surat atau Grote Postweg, di seberang Gedung Pos Belanda.

Kini daerah tersebut sudah menjadi plaza Masjid Raya Bandung-Provinsi Jawa Barat yang lebih dikenal dengan Alun-Alun Kota Bandung.

Akses Menuju Taman Alun-Alun Kota Bandung

Alun-Alun Bandung merupakan pusat Kota Bandung yang terletak di Jalan Asia Afrika, Balonggede, Regol, Kota Bandung, Jawa Barat 40251.

Untuk sampai ke Taman Alun-Alun Kota Bandung, bisa melalui berbagai rute dan moda transportasi publik atau pribadi.

Dari Stasiun Bandung,  Kamu bisa menggunakan jasa angkutan kota dengan rute St.Hall-Gede Bage yang akan melewati Alun-Alun Kota Bandung.

Jika Kamu berada di Terminal Cicaheum, Kamu bisa menggunakan Damri untuk sampai ke sini. Kamu bisa menaiki Damri rute Cicaheum-Cibeureum, Cibiru-Kebon Kalapa, Cicaheum-Leuwi Panjang, TMB Cicaheum-Cibereum kemudian turun di depan Alun-Alun Kota Bandung atau Masjid Raya Bandung.

Dari Arah Bandara Husein Sastranegara, Kamu perlu berjalan kaki atau naik ojeg sejauh 500 meter ke arah perlintasan kereta Garuda, kemudian naik angkot rute Elang-Kebon Kalapa, kemudian turun di depan Alun-Alun dan Masjid Raya Bandung.


Ngabuburit Seru di Taman Alun-Alun Bandung

Ngabuburit di Taman Alun-Alun bisa dengan berbagai cara, Kamu bisa melakukan swafoto atau sekadar duduk-duduk di atas hamparan rumput sintesis hijau.

Duduk di atas hamparan rumput hijau
via Dokumentasi Pribadi

Anak-anak pun merasa punya ruang bermain yang luas. Mereka bisa bermain di taman ini dengan bermain gelembung sabun, naik mobil-mobilan, motor-motoran juga kereta api gerbong mini.

Bandung Juara via Dokumentasi Pribadi

Adanya Tulisan Bandung Juara menjadi ikon di  Taman Alun-Alun ini. Banyak yang mengantri hanya sekadar swafoto di spot ini. Jangan salah luasnya Alun-Alun ini bisa penuh dengan banyaknya pengunjung yang datang kemari.

Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat


Masjid Raya Bandung via Dokumentasi Pribadi

Di depan Taman Alun-Alun Kota Bandung, terdapat bangunan masjid megah yang menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya diberi nama Masjid Agung Bandung yang di bangun pada tahun 1810. Renovasi terhadap masjid ini dilakukan pada tahun 2001 yang diselesaikan dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 2003.


Menara Masjid Raya Bandung
 via Dokumentasi Pribadi

Masjid Raya Bandung memiliki dua buah menara dengan tinggi 81 meter. Pada lantai teratas, yaitu di lantai 19, terdapat menara pandang 360 °. Pada bagian atas menara Kamu bisa melihat keindahan Kota Bandung yang memesona.


Kuliner di Sekitar Taman Alun-Alun

Di sekitar kawasan  Alun-Alun pun terdapat pedagang yang berjualan makanan juga minuman. Kamu bisa berburu aneka takjil di sini. Saya sendiri paling suka membelikan Es Cendol Elizabeth untuk sajian takjil.

Kawasan Alun-Alun juga dipadati penduduk yang ingin berbelanja pakaian. Selain harganya terjangkau, banyak pilihan dan kualitasnya lumayan.

Menghabiskan waktu bersama keluarga dengan jalan-jalan saat  Puasa atau Ngabuburit memang seru dan murah meriah, apalagi mengunjungi Taman Alun-Alun Kota Kembang. Bagaimana menurut Kamu?



Salam,








Inilah Lima Berkah Ramadan yang Istimewa, dari Pengampunan Dosa hingga Momentum Perbaikan Diri

Berkah Ramadan
Ramadan Mubarak via Pinterest

Marhaban, Ya Ramadan ...

Memasuki lebih dari 10 hari di bulan ramadan, betapa bahagianya diri ini menyambut bulan penuh berkah. Bulan suci yang ditunggu kehadirannya oleh jutaan umat muslim di dunia.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah karena mendatangkan kebaikan, baik di dunia maupun di hari akhir kelak.

Apa saja yang menjadikan bulan ini penuh berkah?  Simak, yuk, keutamaan bulan yang dikenal dengan bulan seribu bulan!

1. Pengampunan dosa yang pernah dilakukan di masa lalu

Dengan menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan akan mendapatkan pengampunan dosa yang sudah pernah dilakukan di masa lalu, karena setiap manusia tak ada yang lepas dari dosa.

Menurut Sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa:

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (H.R Bukhori)

Menjalankan amalan salat tarawih dengan khusu pun bisa menjadi salah satu pintu pengampunan dosa.

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhori dan Muslim)

2. Adanya Lailatul Qadar atau malam yang lebih baik dari seribu bulan

Mari kita menghidupkan malam Lailatul qadar yang keuatamaannya lebih dari seribu bulan dengan beribadah dan melakukan amalan seperti salat sunah. 

Hal ini sebagai salah satu jalan untuk mendapatkan pengampunan dosa.

“Barangsiapa melaksanakan salat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
(HR. Bukhori)

3. Momentum perbaikan diri

Bulan ramadan diharapkan bisa menjadi ajang untuk introspeksi diri sehingga menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan usai.

Menjaga amalan kebaikan selepas Ramadan adalah suatu hal yang perlu diperjuangkan. Semoga Kita senantiasa diberikan keistiqamahan dalam beribadah dan menjalankan ketaatan pada-Nya.

4. Terbukanya pintu surga di Bulan Suci Ramadan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyatakan bahwa:

”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (H.R. Bukhori dan Muslim)

Mari  kita mengejar berkah Ramadan dengan menjalankan berbagai ketaatan dan amalan harian seperti puasa dan shalat malam. 

Allah memudahkan terbukanya pintu surga di bulan suci ini dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Mari berlomba-lomba mengerjakan kebaikan terutama di bulan ini.

5. Amalan kebaikan dilipatgandakan pahalanya

Ternyata pahala satu rakaat salat di bulan Ramadhan lebih baik dari seribu rakaat di bulan lainnya. Itu artinya ibadah kita dilipatgandakan pahalanya di bulan penuh berkah ini.

Bagi saya pribadi bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa karena saya pribadi merindukan suasana ramadan dengan salat tarawih berjamaah di masjid, moment kebersamaan bareng keluarga dari sahur hingga berbuka, amalan kebaikan dilipatgandakan.

Sangat banyak sekali keutamaan atau berkah ramadan yang bisa dirasakan. Saya punya goal pribadi di bulan suci ini, yaitu dengan menjadikan pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Saatnya mengevaluasi diri, mana hal yang sudah seharusnya dilakukan, dihindari, diperbaiki. Belajar melihat ke dalam diri, karena hanya diri sendiri yang tahu sudahkah berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya?

Semoga Kita semua mampu meraih berkah ramadan di tahun 1440 H. Aamiin.


Salam, 




Resensi Cerita Anak, Yuk, Mengenal Profesi Bersama Komunitas Wonderland Family


Yuk, Mengenal Profesi
Antologi Cerita Anak tentang Profesi

Judul Buku : Yuk Mengenal Profesi
Penulis : Komunitas Wonderland Family
Tahun Terbit : 2019
Penerbit : Wonderland Publisher
Jumlah halaman : 91 halaman
ISBN : 978-623-90195-9-4


Mengajak Anak Mengenal Berbagai Profesi di Indonesia

Buku cerita anak berukuran  dengan 21 x 29 cm setebal 91 halaman, sizenya cukup besar dibandingkan buku anak biasa. Cover berwarna jingga dengan gambar beragam profesi cukup menarik perhatian dan minak anak.

Ensiklopedia cerita anak "Yuk, Mengenal Profesi" ditulis oleh 41 penulis yang tergabung dalam komunitas wonderland family.

Antologi cerita anak Ensiklopedi Profesi

Sebagai orang tua memiliki referensi berbagai macam profesi cukup penting, terlebih lagi bagi anak. Merekalah yang menggenggam takdirnya. Orang tua sudah seharusnya mengarahkan bakat anak agar mereka menjalani sebuah profesi yang diinginkan dan sukses dalam hidupnya.

Anak-anak adalah generasi harapan bangsa. Ditulis oleh 41 penulis dengan berbagai latar belakang pendidikan dan beraneka profesi juga.

Saya sendiri dahulu bercita-cita ingin jadi pramugari, namun seiring berjalannya waktu cita-cita itu pun berubah. Saya adalah seorang paramedis.  Kuliah di bidang kesehatan dengan jurusan Analis kesehatan, kini berubah nama menjadi Ahli Tenaga Laboratorium Medik.

Dulu menjadi salah seorang mahasiswi di Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Analis Kesehatan. Pernah bekerja di laboratorium Rumah sakit dan swasta. Kini aktivitas saya lebih banyak di rumah mengawasi perkembangan si kecil yang masih berusia 3,5 tahun.

Di buku ini saya menceritakan tentang cerita di balik Laboratorium. Pada halaman 8. Di sana dijelaskan mengenai kinerja seorang petugas Laboratorium kesehatan baik di RS atau Lab swasta. Bekerja menggunakan jas Laboratorium, memeriksa bahan atau spesimen pasien, dan membantu kinerja dokter dalam menentukan diagnosis kesehatan melalui test laboratorium.

Tulisan saya di buku ini


Selain kisah saya, ada 40 penulis yang bercerita mengenai beragam profesi yang ada di Indonesia. Diceritakan tentang 41 profesi, sebuah ensiklopedi untuk anak, referensi bacaan agar anak paham dan berani menggantungkan cita-citanya setinggi langit. Ada juga tips untuk bisa menjadi profesi yang diinginkan pada masing-masing ceritanya.

Sayang sekali tidak semua gambar full colour karena ada yang hitam putih dan ukuran gambar cukup kecil untuk buku yang ukurannya besar.

Selain kedua hal tersebut, buku ini direkomendasikan untuk anak-anak agar mereka mengetahui ragam profesi yang ada. Semangat untuk meraih cita-cita, ya, Nak. Engkaulah generasi penerus dan harapan bangsa.


Salam,