Showing posts with label Resensi. Show all posts
Showing posts with label Resensi. Show all posts

Resensi Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta, Romansa Indah Tak Terlupakan

Kumpulan Cerpen Event Romance Candramawa
Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta,
dokumentasi pribadi

Judul : Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta

Penulis : Devin Elysia Dhywinanda, dkk

Penerbit : CV Saweu Pena Publisher

Jumlah Halaman : 189

Cetakan : 1

Nomor ISBN : 978-602-6560-43-8


Tentang Kita dan Cinta, Romansa Indah Tak Terlupakan

Selalu ada cerita yang tak habis dituliskan, tak lelah dikisahkan, tentang kita, tentang cinta ...

Buku cantik dengan cover hijau muda dan backgroud cantik bunga mawar dan hati ini merupakan kumpulan cerpen dari 24 orang penulis terpilih event Romance Candramawa.

Para penulis terpilih event Romance Candramawa ini adalah pemenang event menulis cerpen yang di selenggarakan pada Bulan November-Desember 2019 yang lalu.

Kumpulan cerpen ini bertema romansa yang tersaji dalam berbagai sudut pandang berbeda. Setiap cerita menyuguhkan warna yang berbeda ketika membacanya.

Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta ini adalah kumpulan kisah romantis yang berhasil bikin saya baper. Dari cerita sederhana sampai yang luar biasa berhasil bikin saya berkaca-kaca.

Cerita pertama dibuka oleh Devin Elysia Dhywinanda dengan judul Dan, Dunia pun Mencair di Bawah Kaki Mereka. Kisah cinta yang mengharu biru antara seorang perempuan tunarungu dengan pasangannya.

Ketika pintu depan terbuka dan Sean datang dengan wajah cerah, mereka bakal bersitatap, Sean (selalu) melepas alat bantu dengar sambil berucap : Musim semi turun setiap aku melihatmu. 
(Dan, Dunia pun Mencair di Bawah Kaki Mereka, hal 10)

Cerita kedua berjudul Hanya Rumah Tangga biasa dari Eva Liana ternyata bikin saya berkaca-kaca. Kisah sepasang suami istri, yaitu Adelia dan Adi yang menikah karena perjodohan.

Pernikahan mereka sudah berjalan selama sepuluh tahun dan terlihat harmonis.  Namun, suatu ketika Adelia meminta Adi menceraikannya. Adi pun dalam dilema.

Untuk pertama kali, setelah sepuluh tahun bersama, kuamati garis wajahnya. Adelia, menurut orang-orang yang pernah melihatnya secantik bulan. Namun, aku jarang memperhatikan. 
(Hanya Rumah Tangga Biasa, hal 19)

Cerita selanjutnya yang berhasil merebut hati saya adalah More Than Words dari Eda Erfauzan, sahabat saya. Saya ingat Lagu More Than Words yang dinyanyikan oleh Extreme ini pernah jadi lagu favorit sewaktu SMP-SMU.

Lirik lagunya begitu saya ingat sampai sekarang.

Saying I love you is not the words
I want to hear from you
It's not that I Want you, not to say
But If you only knew how easy
It would be
Show me how you feel
More than Words ...

Kisah Kenia dan Sena dalam cerita pendek berjudul More Than Words ini pernah saya alami juga. Betapa seseorang yang pernah singgah  di hati, tak mudah dilupakan.

Namun, hadirnya orang baru yang begitu tulus mencintai membuat hati luluh dan berhasil menggeser posisi masa lalu, kini dia menjadi belahan jiwa. More than Words, bikin saya terkenang kisah cinta saya sendiri saat membaca karya Mbak Eda ini.

Kenia ingat, setahun Sam-sahabat Sena itu mendekatinya. Memperlakukannya serupa putri, lalu meninggalkannya setelah tiga bulan kisah mereka.
Kenia tersentak. Didapatinya tatapan Sena melembut, ada bias hangat yang nyaris sempurna. Pun gurat kekecewaan yang coba disembunyikan. Ada sorot luka yang samar dalam tatapan teduh miliknya. Hati Kenia berdesir. Sena. Bima Sena Wisantara. Selama ini, laki-laki ini  begitu dekat. Ia selalu ada dalam orbitnya. Setia mengulurkan tangan tiap Kenia terjatuh, tetap di sisinya dalam kondisi apa pun. Dalam diam, Kenia mencoba memahami semua yang tengah melintas. 
(More than Words, hal 65)

Cerita terakhir ditutup oleh Mbak Nishfi Yanuar dengan judul Kau. Kali ini mengambil karakter seorang laki-laki sebagai tokoh utamanya. Lelaki yang sampai akhir hayat menyimpan cinta untuk seorang wanita bernama Dahlia. Meski sad ending, saya suka cerita ini.  Cerpen ini dibuka dengan kalimat yang romantis.

Aroma petrichor menyapa indra seiring gemericik yang kemudian terdengar sedikit berisik. Tak terlalu deras, hanya rinai kecil-kecil yang sedikit rapat. 
Hei, bukankah ini waktu yang romantis? Apalagi saat ini kita hanya berdua? Namun, sepertinya kebisuan membuatmu nyaman. (Kau_hal 175)

Setelah kekepoan saya melihat profil kedua puluh empat penulis di buku ini ternyata Devin Elysia ini adalah seorang pelajar SMU kelas XII, keren juga, ya. Masih pelajar SMU tapi tulisannya udah kece gini. Ada yang mahasiswa, IRT, dan guru. Bukan hanya Devin, Eva Liana, Mbak Eda, dan Mbak Nisfi Yanuar aja, semua karya penulisnya keren-keren.

Saya suka buku kumpulan cerpen bertema romansa seperti ini. Cover buku yang cantik dan penyajian cerita di buku ini sudah sangat bagus.

Saat membaca salah satu cerpen, saya memukan penulisan kata "Karena" di awal kalimat, sekadar saran saja agar kata penghubung tidak ditempatkan di awal kalimat sebab fungsinya sebagai kata sambung atau konjungsi.

Saya suka sekali dengan tampilan cover buku ini. Hijau adalah warna favorit saya soalnya. Kumpulan Cerpen Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta ini mengajarkan pengalaman berharga dalam hidup ini.

Ternyata cinta dan ketulusan bisa menghapus air mata dan kepedihan. Tanpa cinta rasanya dunia seakan tak berwarna. Setiap pasangan pasti punya cerita tersendiri, bagi saya tentang kita dan cinta ini jadi romansa indah yang tak terlupakan.

Buku ini saya rekomendasikan sebagai bahan bacaan yang bagus buat dibaca. Sarat makna dan dikemas dalam diksi cantik penulisnya.

Bagaimana, nih, Sahabat Catatan Leannie, tertarik enggak, nih,  buat baca Sepenggal Cerita tentang Kita dan Cinta?




Salam, 





Review Novel Bangku Pojok Karya Honey Dee via Cabaca.id

Review Bangku Pojok karya Honey Dee via Cabaca.id
Review Bangku Pojok, Honey Dee
via Cabaca.id


Judul              : Bangku Pojok
Penulis          : Honey Dee
Penerbit        : Cabaca
Kategori        : Horror, Teenlit, Romance
Jumlah Bab : 18


Blurb

Kalila berpikir pindah ke kota lain bisa membuat bayangan hitam yang mengikutinya hilang. Ternyata justru dia makin sering mengalami masalah-masalah dengan makhluk tak kasat mata. Satu-satunya hal baik yang membuatnya bertahan berada di sekolah baru itu adalah kehadiran Rosaleen, cewek yang duduk di bangku angker kelas sebelah, bangku pojok.

Mulanya, Kalila berusaha bertahan dengan keganjilan di sekolahnya. Namun, serangan brutal yang dialaminya di WC sekolah membuat Kalila harus berpikir dua kali untuk tetap sekolah di SMA Ralengkui yang merupakan bekas penjara dan tempat penyiksaan Belanda itu.

Review :

Kisah Kalila dan Gadis di Bangku Pojok

Honey Dee, sang penulis berhasil memikat hati saya melalui karyanya yang berjudul Bangku Pojok.  Meski saya bukan tipe penyuka genre horror, tapi cerita ini dikemas dengan baik, tak melulu soal horror tapi juga ada sentuhan romance khas ala remaja atau teenlit di dalamnya. Novel ini sudah mulai tayang di Cabaca.id sejak Maret 2018 yang lalu.

Kisah seorang gadis remaja bernama Kalila, yang tengah dihantui ketakutan akan kematian dan pemakaman. Kalila dan Ibunya memutuskan pindah dari Jakarta ke daerah Ralengkui. Gadis itu berharap dengan pindah ke luar kota mampu membawanya keluar dari ketakutan tentang bayangan hitam yang selama ini mengikutinya.

Kalila adalah seorang yang terpilih dan bisa melihat makhluk halus yang ada di sekolahnya, SMU Ralengkui. Sekolah Kalila ini dulunya adalah bekas penjara dan tempat penyiksaan Belanda. Kebayang, kan, auranya. Agak merinding jadinya.

Pertemuan Kalila dan Rosaleen, gadis yang duduk di bangku pojok kelas X C membuat gadis yang senang menyendiri ini memiliki teman baru. Kalila tak menyangka Rosaleen adalah Devika Rosalina, murid yang sudah meninggal dua tahun lalu.

Kalila menyadari selama ini ia berteman dengan hantu dan dan sempat marah pada Rosaleen karena membuatnya dicap sebagai gadis aneh yang suka bicara sendiri.

Rosaleen menjelaskan bahwa kemunculannya yang hanya mampu dilihat Kalila bukanlah kebetulan, karena akhirnya Kalila akan mengetahui siapa pembunuh Rosaleen atau Devika Rosalina.

Kisah romance dimulai dengan perkenalan Kalila dengan Ibra, anak basket yang pernah membuatnya pingsan karena dua kali terkena benturan bola. Ada juga Alpha dari klub jurnalistik yang terang-terangan menyukai Kalila.

Bagaimana kisah Kalila selanjutnya? 
Apa motif dan siapa pelaku pembunuhan Rosaleen, sang gadis yang duduk di bangku pojok?

Top banget, Mbak Honey Dee ini mampu memberi sentuhan horror yang mencekam terutama saat mulai terungkap siapa pembunuh Rosaleen. Kalila pun pernah mengalami hal yang sama dengan Rosaleen, dia juga akan dibunuh oleh pembunuh yang sama dengan Rosaleen. Bener-bener bikin sport jantung ketika baca part ini.

Kekurangan novel ini ternyata masih ada typo dalam penulisannya. Contohnya pada bab terakhir, yaitu bab kedelapan belas. Kata ngak seharusnya ditulis enggak. Kata menyedipkan mata, seharusnya ditulis mengedipkan mata.

Masih bab terakhir, ada pengulangan kata yang bisa ditulis lebih efektif, contohnya pada kalimat ini.

"Seharusnya aku tahu kalau kematian itu nggak mengenal janji. Kematian itu nggak mengenal waktu."

Kalimat ini akan lebih efektif jika ditulis seperti ini.

"Seharusnya aku tahu kalau kematian itu enggak mengenal janji dan waktu."

Kekeliruan penulisan atau salah ketik tidak mengurangi penilaian saya akan novel ini. Meski dalam novelnya tertulis genre horror namun ternyata ceritanya diselingi genre romance. Bangku Pojok ini  saya beri rating 4 dari 5.

Ada pesan moral yang ingin disampaikan Honey Dee bahwa orang bisa saja terluka karena keadaan yang menimpanya. Namun, ia bisa memilih mengalihkan luka dengan kegiatan postif, bukan dengan membalas dendam, menyakiti, atau menorehkan luka baru pada orang lain.

Part terakhir di Bab 18 tentang The Death, ada kutipan yang menarik dan inspiratif, bisa buat reminder kita semua juga, nih.

Seharusnya aku tahu bahwa kematian itu nggak mengenal janji dan waktu. Kematian datang kapan pun dia mau, yang bisa dilakukan manusia hanya menunggu waktu.

Gimana sama novel ini, penasaran enggak buat baca Bangku Pojok? Nah, Kamu bisa baca di 3 bab pertama novel ini di Cabaca dengan gratis.

Selebihnya Kamu harus membeli kerang  untuk membaca part atau bab selanjutnya. Coba, deh, manfaatkan jam gratis baca dari Cabaca di #HappyHournyaCabaca pada pukul 21.00 - 22.00 WIB. Silakan pilih novel mana saja yang mau Kamu baca secara free. 

Jika Kamu baru gabung di Cabaca, akan ada kerang gratis yang bisa dimanfaatkan buat baca part lain novel. Kamu juga bisa daftar dan punya akun baru di Cabaca dengan memasukkan kode CABACA_Leannie sebagai rekomendasi dari saya.

Nah, buat Kamu yang penasaran dengan cerita Bangku Pojok karya Honey Dee ini atau karya penulis keren lainnya, bisa baca keseluruhan isi ceritanya di link website Cabaca: https://cabaca.id dan Kamu bisa  download aplikasi Cabaca via Play Store: bit.ly/appCabaca)



Salam,








Resensi Cerita Anak, Yuk, Mengenal Profesi Bersama Komunitas Wonderland Family


Yuk, Mengenal Profesi
Antologi Cerita Anak tentang Profesi

Judul Buku : Yuk Mengenal Profesi
Penulis : Komunitas Wonderland Family
Tahun Terbit : 2019
Penerbit : Wonderland Publisher
Jumlah halaman : 91 halaman
ISBN : 978-623-90195-9-4


Mengajak Anak Mengenal Berbagai Profesi di Indonesia

Buku cerita anak berukuran  dengan 21 x 29 cm setebal 91 halaman, sizenya cukup besar dibandingkan buku anak biasa. Cover berwarna jingga dengan gambar beragam profesi cukup menarik perhatian dan minak anak.

Ensiklopedia cerita anak "Yuk, Mengenal Profesi" ditulis oleh 41 penulis yang tergabung dalam komunitas wonderland family.

Antologi cerita anak Ensiklopedi Profesi

Sebagai orang tua memiliki referensi berbagai macam profesi cukup penting, terlebih lagi bagi anak. Merekalah yang menggenggam takdirnya. Orang tua sudah seharusnya mengarahkan bakat anak agar mereka menjalani sebuah profesi yang diinginkan dan sukses dalam hidupnya.

Anak-anak adalah generasi harapan bangsa. Ditulis oleh 41 penulis dengan berbagai latar belakang pendidikan dan beraneka profesi juga.

Saya sendiri dahulu bercita-cita ingin jadi pramugari, namun seiring berjalannya waktu cita-cita itu pun berubah. Saya adalah seorang paramedis.  Kuliah di bidang kesehatan dengan jurusan Analis kesehatan, kini berubah nama menjadi Ahli Tenaga Laboratorium Medik.

Dulu menjadi salah seorang mahasiswi di Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Analis Kesehatan. Pernah bekerja di laboratorium Rumah sakit dan swasta. Kini aktivitas saya lebih banyak di rumah mengawasi perkembangan si kecil yang masih berusia 3,5 tahun.

Di buku ini saya menceritakan tentang cerita di balik Laboratorium. Pada halaman 8. Di sana dijelaskan mengenai kinerja seorang petugas Laboratorium kesehatan baik di RS atau Lab swasta. Bekerja menggunakan jas Laboratorium, memeriksa bahan atau spesimen pasien, dan membantu kinerja dokter dalam menentukan diagnosis kesehatan melalui test laboratorium.

Tulisan saya di buku ini


Selain kisah saya, ada 40 penulis yang bercerita mengenai beragam profesi yang ada di Indonesia. Diceritakan tentang 41 profesi, sebuah ensiklopedi untuk anak, referensi bacaan agar anak paham dan berani menggantungkan cita-citanya setinggi langit. Ada juga tips untuk bisa menjadi profesi yang diinginkan pada masing-masing ceritanya.

Sayang sekali tidak semua gambar full colour karena ada yang hitam putih dan ukuran gambar cukup kecil untuk buku yang ukurannya besar.

Selain kedua hal tersebut, buku ini direkomendasikan untuk anak-anak agar mereka mengetahui ragam profesi yang ada. Semangat untuk meraih cita-cita, ya, Nak. Engkaulah generasi penerus dan harapan bangsa.


Salam,






Resensi Buku Antologi Teenlit Red Cherry

Antologi Teenlit Red Cherry

Asam Manis Kisah Remaja dalam Filosofi Red Cherry

Judul : Red Cherry (Ketika Emak-emak Berkisah tentang Remaja)

Penerbit : Bit Read

Jumlah Halaman: 175 halaman

Tahun Terbit : 2018

ISBN : 9786025877025

Buku Antologi cerpen bersama JA ini berkisah mengenai masa remaja dari Emak-emak penulis. Red Cherry yang penuh filosofi, asam manis kisah remaja terangkum di buku ini.

Antologi bersama Teh Nina Kirana, Mak Ranger Nova Bahri, Teh Diba Tezal, Teh Miya Cahaya, Mbak Malica Ahmad, Mbak Yeti Nurmayati, Saya, dkk.

Buku ini antologi Fiksi pertama saya dari Bitread bulan Agustus 2018 setelah antologi puisi 'First Sight' dari Jejak Publisher tahun 2017 yang lalu.

Karya bersama dari sebuah Kelas Menulis Antologi Teenlit dengan Mentor Teh Nina Kirana ini terdiri dari 27 cerpen yang berkisah tentang masa remaja.

Pendar Cahaya Bunga adalah salah satu karya saya di buku antologi ini. Di sini diceritakan bahwa Bunga Harum Lestari merasakan keajaiban saat namanya dipanggil oleh dewan juri. Sungguh detak jantungnya kian berdebar saat dinyatakan sebagai "Queen of The Day" pada sebuah audisi model di kota metropolitan.

Ia tak pernah membayangkan gadis belia yang terkenal dengan kembang desa ternyata pesonanya begitu istimewa.
Rasanya semerbak wangi bunga semakin harum dan membuatnya merasa melayang di udara saking bahagianya.

Penasaran dengan kisah Bunga selanjutnya? Yuk, baca kisah ini di antologi remaja Red Cherry. Kumpulan kisah remaja yang ditulis oleh emak penulis.

Selain kisah saya berjudul Pendar Cahaya Bunga ada 26 kisah lain di buku ini yang mengandung pesan moral bahwa kisah remaja tak selalu tentang percintaan dan romansa. Filosofi Red Cherry terangkai dalam 27 cerpen di buku ini.

Buku ini direkomendasikan untuk dibaca oleh kalangan remaja dan dewasa tentunya karena banyak pesan yang tersaji di dalamnya.

Resensi Buku Duka Sedalam Cinta (Kumpulan Puisi Helvy Tiana Rosa)

Resensi Buku Asma Nadia
Buku Duka Sedalam Cinta
 (Kumpulan Puisi Helvy Tiana Rosa)

Menyelami Makna Kehidupan melalui Puisi

Judul Buku :  Kumpulan Puisi Helvy Tiana Rosa (Duka Sedalam Cinta)

Penulis : Helvy Tiana Rosa

Tahun Terbit : April 2017

Penerbit: Asma Nadia Publishing House

Jumlah Halaman : 96 halaman

ISBN : 978-602-9055-59-7


Duka Sedalam Cinta adalah film layar lebar kedua, setelah Film Ketika Mas Gagah Pergi as yang diproduseri oleh Helvy Tiana Rossa. Helvy Tiana Rosa telah menulis 55 buku,meraih 40 penghargaan nasional dan internasional. Ia juga dosen sastra dan penulisan kreatif serta produser film.

Film tentang anak muda dan keluarga indonesia yang dibintangi oleh Hamas Syahid, Izzah Ajrina, Aquino Umar, dan Masaji Wijayanto, Asma Nadia, Salim A. Fillah, Wulan Guritno, Mathias Muchus, Ali Syakieb dan Cholidi Asadil Alam ini memang penuh inspirasi.

Tiga puluh lima puisi karya Helvy Tiana Rosa dibuka dengan puisi berjudul Kamu Puisi dan ditutup dengan puisi berjudul Akhir yang Romantis.

Buku ini bertambah istimewa karena adanya lima puisi tamu dari lima orang Pemain Duka Sedalam Cinta yaitu Hamas Syahid, Izzah Ajrina, Aquino Umar, dan Masaji Wijayanto, Ustaz Salim A. Fillah.

Salah satu puisi karya Helvy Tiana Rossa yang berjudul 'Lelaki Puisi' di halaman 35, sangat menyentuh kalbu. Bait puisinya seperti ini:

Lelaki Puisi
Oleh Helvy Tiana Rosa

Siapakah yang lahir
dari jemari puisi
yang memetik waktu
dari taman kenangan

Kau hanya tersenyum menatapku
Sambil membujuk huruf-huruf itu
Untuk terus i'tikaf
Lalu bait-bait menjelma udara
Melintasi hari-hari yang surga

Puisinya begitu mendalam, pilihan diksi yang cantik dan membuat kita merenungkan apa maksud puisi yang ia tulis.

Sebuah karya yang ditulis dari hati akan sampai juga ke hati pembacanya.

Seberapa besar duka itu terasa? Sebesar cinta yang tercipta. Inilah makna puisi yang bisa ditangkap dari film Duka Sedalam Cinta.

Dibuka dengan puisi yang berjudul Kamu Puisi, diksi indah dan isi puisi begitu menyentuh hati. Ditutup oleh puisi tamu dari Ustaz Salim A. Fillah dengan judul Duka Sang Dipa Sedalam Cintanya pada Negara.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca karena maknanya begitu Luas, dalam, dan penuh akan nilai moral positif bagi pembacanya. Kita akan dibuat hanyut saat membaca satu demi satu puisi yang dituangkan oleh penulisnya, Helvy Tiana Rosa.


Resensi Lukisan Malam Karya Nina Kirana

LUKISAN MALAM












Judul Buku. : Lukisan Malam
Penulis         : Nina Kirana
Penerbit      : Writerpreneur Club
Kota Terbit : Jakarta
Cetakan        : Pertama (April 2017)
Tebal Buku  : 142 Halaman
ISBN               : 978-602-6719-10-2
Sinopsis :
Lukisan Malam karya Nina Kirana ini, merupakan suatu kumpulan cerita dan puisi dengan menghadirkan napas malam seperti rembulan, bintang, desir angin malam dan keindahan malam lainnya di setiap goresan cerita. Saat membacanya terasa sangat indah, bagai menatap lukisan ciptaan-Nya.
Lukisan malam ini terdiri dari 84 judul cerita dan puisi yang menginspirasi pembacanya agar lebih mendekatkan diri pada sang Pencipta. Pembaca akan merasa lebih tenang, damai dan teduh selepas membaca kata demi kata dalam setiap cerita baik prosa liris maupun flash fiction, dan bait demi bait puisi dengan diksi yang cantik juga indah.
Lukisan malam merupakan karya Nina Kirana yang diambil dari tulisan di blog pribadinya sendiri dengan alamat yang sama seperti judul buku ini.
www.lukisanmalam.blogspot.com adalah blog pribadi Nina Kirana yang menjadi rujukan dalam penulisan buku solo perdananya yang sangat kental dengan sisi prosa, penuh dengan bait-bait bernapaskan liris prosa.
Kelebihan Buku :
Begitu membaca karya Nina Kirana mengenai lukisan malam, kita akan disuguhkan lukisan malam yang sering ditemui seperti rembulan, bintang, desir angin malam di setiap karya tulisannya.
Disajikan dengan apik, diperkaya diksi nan cantik juga indah membawa pembaca buku ini merasakan apa yang ingin di sampaikan penulis.
Penulis berhasil membuat pembaca mengerti arti kehidupan yang sebenarnya, begitu indah penyampaian pesan lewat lukisan malam ini, mampu memberikan kedamaian dan meneduhkan  jiwa yang membaca buku ini.
Buku yang berjudul “Lukisan Malam” ini merupakan kumpulan cerita dan puisi yang terdiri dari 84 judul baik itu prosa liris, puisi dan flash fiction.
Kumpulan prosa liris dan juga puisi yang ditulis dengan diksi indah nan cantik terasa menggugah hati, dan menyiratkan  sisi religius seorang hamba  sebagai sikap taat dan pasrah terhadap ketentuan Tuhan-Nya.
Dibuka dan ditutup dengan prosa liris berjudul “Lukisan Malam”, mengisahkan perenungan seorang hamba dalam mencari cahaya Tuhan, tempat ia nelabuhkan segala keluh dan kesah yang tertuang saat memandang lukisan malam karya Pencipta-Nya.
Pada salah satu judul cerita “Matahari Belum Tenggelam”, ada satu quote yang sangat cantik dan indah. Menambah kesan positif saat membaca buku ini.
“Jangan pernah terhenti sayap napas di kelopak-kelopak harimu, sebab kerjap cinta masih setia menanti di pintu senja, dan lihatlah … mataharimu belum tenggelam.’
Sungguh quote diatas memberikan perenungan bagi diri sendiri bahwa selama kita hidup di dunia ini, teruslah melangkah dan jadikan hidupmu lebih berarti dengan menenbarkan manfaat bagi orang lain.
Salah satu kumpulan flash fiction yang menarik untuk diulas adalah mengenai cerita tentang “Elegi untuk Sahabat” yang terdiri dari 7 bagian sub cerita, diantaranya: Koyaknya Puing Istana, Di Atas Jembatan Tua, Menuju Kota Sunyi, Perginya Sang Pipit, Aku Masih Menemanimu, Kebimbanganmu dan Cerita dari Sudut Kamar Hati. Semuanya menjadi bagian dari kumpulan flash fiction yang menarik untuk di baca dan banyak tersimpan pesan kebaikan dalam tulisannya.
Ditutup dengan prosa liris berjudul Lukisan Malam (2) dan cover buku yang cantik sungguh melengkapi kisah “Lukisan Malam” yang mengagumkan.
Kekurangan Buku:
Lukisan malam ini merupakan karya yang sangat indah, namun belum bisa menjangkau target market yang lebih luas karena karya ini hanya bisa dinikmati oleh pecinta literasi yang berhubungan dengan puisi, prosa liris dan flash fiction.
Pada halaman daftar isi hanya dituliskan judul cerita saja tanpa disertakan halaman berapa sehingga tidak mempermudah pencarian judul cerita yang ingin dibaca
Kesimpulan
Buku Solo Perdana Nina Kirana tentang kumpulan cerita dan puisi berjudul “Lukisan Malam” direkomendasikan untuk dibaca pecinta literasi, mengingat sosok penulis yang sudah sangat lama berkecimpung di dunia literasi.
Lukisan Malam ini sangat indah untuk dinikmati pembaca, memberi keteduhan, dan kedamaian saat menginterpretasikan makna yang terkandung dalam setiap cerita di buku ini.