Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts

Mengunjungi Floating Resto Napak Sancang Cililin, Kab Bandung Barat

 
Napak Sancang Cililin
Napak Sancang Floating Resto,
dokumentasi pribadi


Saung Apung Napak Sancang atau dikenal dengan Napak Sancang Floating Resto ini cukup populer dan bikin Kami sekeluarga penasaran ingin merasakan wisata kuliner dengan suasana yang berbeda meski letaknya agak jauh yaitu di daerah Cihampelas, Cililin, Kab Bandung Barat.


Meski masih pandemi, ada moment spesial yang ingin saya dan suami rayakan mengingat di Bulan September yang lalu,  Tadinya punya rencana staycation bareng keluarga, tapi dipending dahulu dan akhirnya Kami memilih untuk mengunjungi Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang ini.



Akses Menuju Napak Sancang Floating Resto 



Napak Sancang Floating Resto
Mengunjungi Napak Sancang Floating Resto,
via dokumentasi pribadi


Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang yang beralamat di Dermaga, Sayuran, Mekarmukti, Kec. Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat  40562 ini terletak di area waduk Saguling.

Jaraknya memang engga terlalu jauh dari kawasan Wisata Cimahi, Ngamprah, hingga Soreang bahkan dari pusat Kota Bandung.


Jika dari luar kota, misalnya Jakarta bisa melewati jalan tol dan keluar di Padalarang atau Cimahi, lalu menuju  Cimareme – Pasar Cihampelas. Selanjutnya menuju ke arah Kampung Sayuran ( Saguling ).


Saya dan suami naik motor ke sana, mau naik mobil takut macet juga di jalannya. Berangkat agak siang pukul 09.30  WIB, sampai sana pas acara makan siang sekurar pukul 11.30 WIB. Sempat berhenti di jalan juga karena agak macet di daerah Cihampelas.


Saya jadi tergoda beli Thai Tea di pinggir jalan. Lumayan buat mengurangi rasa haus dan seger juga. Bulan September kemarin masih belum masuk musim penghujan seperti sekarang ini.


Kami melewati rute Soreang, kemudian menuju arah Stadion Si Jalak Harupat kemudian ke  Batujajar-Cililin lalu menuju lokasi Saung Apung.



Daya Tarik  Napak Sancang Floating Resto 


Napak Sancang
 Serunya foto di sini,
via dokumentasi pribadi


Ada berbagai hal menarik dari Saung Apung atau Floating Resto Napak Sancang ini. Menyuguhkan suasana yang berbeda ketika mengunjungi tempat ini. Cocok untuk dikunjungi bareng pasangan, keluarga, rekan kerja. Rasanya seru aja kalau rame-rame datang ke sini.


Sebenarnya di Bandung banyak banget destinasi wisata keren lainnya. Dago, Lembang, Punclut, ketiganya destinasi favorit yang sering saya kunjungi.


Baca juga : Lembang Wonderland, Destinasi Wisata Bak Negeri Dongeng yang Instagramble


Sejauh mata memandang, terlihat keindahan alam sekitar waduk Saguling ketika saat di  Saung Apung Napak Sancang. Pengen juga ngerasain makan di tempat yang berbeda, sambil lihat view Saguling dari atas restoran terapung di atas air.


Berfoto di Napak Sancang
Adem lihat view sekitar Saguling,
dokumentasi pribadi


Melihat keindahan alam yang hijau dan hamparan air dan makan di atas saung atau restoran terapung mengingatkan saya saat berkunjung ke Floating Market Lembang atau mengunjungi Pinisi Resto Glamping Lakesike Rancabali di tepi Situ Patenggang.


Baca juga :  Mengunjungi Pinisi Resto yang instagramble dan kekinian di Bandung


Sebenarnya ayah dan ibu saya udah ke sini beberapa bulan yang lalu. Sempat bercerita tentang restoran terapung yang lagi ngehits saat itu karena baru launching.


Namun, fasilitas sekitar masih belum bagus terutama akses jalan menuju tempat wisata, soalnya jalannya masih berbatu belum diaspal. Begitu melihat Floating Restonya, sih, seneng aja. Kayanya kalau bawa kendaraan pribadi dan masuk weekend, pasti bakal penuh sama pengunjung.


Begitu sampai ke wilayah Saung Apung Napak Sancang atau Floating Resto ini, jalanannya masih berbatu, belum diaspal. Medannya lumayanlah, ya. Mungkin karena obyek wisata ini terhitung baru dan mulai ramai dikunjungi sejak setahun yang lalu jadi perlu banyak pembenahan biar lebih baik lagi.


Untuk dapat sampai ke saung apung atau restoran terapung ini, para pengunjung perlu naik perahu untuk melewatinya. Sempat antri cukup panjang karena dulu ke ke sini hari minggu dan tenyata cukup penuh. Pandemi enggak mengurangi minat banyak orang buat datang ke sini ternyata.


Naik perahu ke Napak Sancang
Naik perahu menuju Floating Resto,
dokumentasi pribadi


Butuh waktu beberapa menit dari naik perahu ke Floating Resto ini. Seru juga naik perahu bareng keluarga. Rasanya udah lama juga engga naik perahu gini.


Begitu sampai ke Saung Apung  atau  Floating Resto Napak Sancang, tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Hanya membayar biaya makan dan minuman saja pastinya. Saya dan suami booking tempat buat makan di sini. Pas banget datang ke sini di jamnya makan siang.


Melihat sekeliling danau, seneng banget. Apalagi lumayan banyak spot buat foto di sini. Bakalan cantik viewnya jelang malam pasti. Bakal romantis kalau dikunjungi bareng pasangan.


Berfoto di Napak Sancang
Moment bareng keluarga, 
dokumentasi pribadi


Spot Instagramble di Napak Sancang
Spot instagramble di Napak Sancang,
dokumentasi pribadi


Di sekitar tempat makan ada kolam ikan juga. Anakku seneng lihat kolam ini. Berasa cukup luas tempatnya, dia seneng jalan ke sana kemari. Ngeklop sama ayahnya yang seneng foto-foto di sini. Lumayan juga buat kenang-kenangan udah ngunjungin tempat ini katanya.


Kolam ikan Napak Sancang
Kolam ikan di samping area makan,
dokumentasi pribadi



Berfoto di Napak Sancang
Salah satu spot instagramble,
dokumentasi pribadi


Buat yang dari luar kota pasti berkesan banget datang ke sini. Menghabiskan waktu dengan kuliner bareng atau staycation bareng keluarga memang jadi moment berkesan seperti pengalaman Mbak Marati Husna saat staycation di Sahira Butik Hotel Bogor.



Menu Makanan dan Harga Napak Sancang Floating Resto


Menu Napak Sancang Floating Resto
Menu khas Sunda di Napak Sancang,
dokumentasi pribadi


Menyajikan menu tradisional khas Sunda, makan ala lesehan sambil melihat pemandangan sekitar danau ternyata membuat daya tarik tersendiri buat pengunjung.


Denger-denger, sih, makanan yang direkomendasikan di sini adalah ikan bakarnya. Saat itu saya sama suami pesan nasi liwet, ditambah karedok, ayam bakar juga. Menu tradisional khas Sunda beginilah yang cocok buat lidah saya.


Selain itu ada juga menu lainnya seperti sop ikan, ayam bakar, ayam goreng, ayam  pepes, tahu dan tempe ditambah sambal lalapan. Bisa juga pesan karedok atau ulukutek leunca. Buat minumannya ada kelapa muda, es jeruk, teh manis, jus, kopi, dan lainnya.


Semua makanan di sini disajikan secara dadakan, udah ngebayangin makanannya disantap dengan nasi liwet anget.


Setelah cobain makanannya, rasanya ya begitu aja. Standar makanan Sunda. Karedoknya lumayanlah, ya. Sebenarnya jadi pengen cobain ikan bakarnya, tapi udah kenyang. Jadi belum tahu rasanya.


Harga makanan di sini terhitung standar dan engga terlalu mahal, sama kaya makan di Punclut Bandung. Untuk harga 1 porsi nasi liwet yang cukup buat suami, anak dan saya seharga Rp. 60.000,00 saja, tahu tempe Rp 2.000,00. Untuk ikan bakar, atau Nila bakar harganya Rp 45. 000, 00. Cukup terjangkau kan, ya?


Baca juga : Rekomendasi 3 Destinasi Keren dan Instagramable di Punclut


Floating Resto Napak Sancang ini buka setiap hari dari pukul 08.30  WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB. 


Informasi mengenai menu, harga makanan dan minuman, fasilitas atau reservasi tempat, bisa hubungi nomer kontak  082216432929.


Berhubung saat weekend kemarin tempat ini penuh, ada baiknya booking tempat dan menu terlebih dahulu biar lebih nyaman. 


Rasanya senang sekali menghabiskan waktu bersama keluarga kecilku. Moment bersama keluarga memang membahagiakan, bukan?


Bagaimana menurut Sahabat Catatan Leannie, kira-kira tertarik enggak buat mengunjungi Napak Sancang Floating Resto?





Salam,








Traveling ketika New Normal dan Pandemi? Yay or Nay?

Traveling saat new normal dan pandemi
Traveling,
Pexel.com/ Element5 Digital


New normal bagi sebagian masyarakat Indonesia menganggap situasi sudah kembali normal, padahal bukan seperti itu maksudnya. Banyak warga +62 yang memutuskan traveling sebagai pengobat rasa bosannya setelah sekian lama stay at home.

Kondisi dunia berubah karena pandemi Covid-19. Masyarakat dianjurkan untuk tetep berada di rumah, bahkan ibadah, sekolah, aktivitas yang berhubungan dengan interaksi publik dibatasi untuk mencegah penularan Virus Corona meluas.

Namun, untuk keperluan mendesak atau terpaksa ke luar rumah karena bekerja mencari nafkah untuk keluarganya, anjuran stay at home ini belum bisa diterapkan. Bagaimana kalau anak dan istri tidak makan? Ini yang membuat mereka tetap mencari nafkah di tengah pandemi.




Tidak dipungkiri bahwa pandemi ini berdampak besar terhadap semua aspek, termasuk perekonomian. Hal yang terasa imbasnya terutama di sektor pariwisata, transportasi, penjuaan retail, UMKM, dan masih banyak lainnya.

Rakyat kecil paling merasakan dampaknya. Kehidupan mereka bertambah sulit saat ini.  Pemerintah  perlu menanggulangi kelesuan perekonomian yang terjadi karena dampak pandemi  ini. Diam di rumah atau stay at home tidak bisa dilakukan terlalu lama.


Apa itu New Normal?


Di tengah pandemi Covid-19, untuk menjaga kestabilan perekonomian,  beberapa negara melakukan kelonggaran terkait mobilitas warganya, termasuk di  Indonesia.

Sebuah tatanan baru perlu diterapkan dalam menyambut kondisi atau pola hidup baru yang dikenal dengan istilah new normal.

New Normal merupakan perubahan perilaku masyarakat dengan tetap menjalankan aktivitasnya secara normal dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Pernyataan di atas diungkapkan Wiku Adisasmita  sebagai Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Seperti dilansir kompas.com, tanggal 20 Mei 2020.

Prinsipnya, sih, new normal ini untuk menyesuaikan pola hidup saat menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja ada aturan atau protokol kesehatan yang perlu dilakukan.



Traveling saat pandemi dan new normal, Yay or Nay?


Sejak awal Bulan Juni lalu, kawasan Puncak sudah ramai dikunjungi wisatawan meski Pemkab Bogor memperpanjang masa berlaku PSBB hingga satu bulan ke depan.

Meski masih dalam keadaan pandemi COVID-19, wisatawan malah tampak ramai mengunjungi kebun teh di daerah Puncak, Bogor, seperti yang diberitakan detik.com tanggal 06 Juni 2020 yang lalu.


Berkunjung ke kebun teh, Puncak
Berkunjung ke puncak, detik.com


Mirisnya lagi mereka tak memenuhi aturan social distancing, bahkan tak menggunakan masker ketika mengunjungi tempat tersebut. Mereka datang bersama rekan-rekannya dan ada yang berdua dengan pasangannya. Tanpa jarak juga satu sama lainnya, bikin saya makin speeches. It's oke lah, ya, kalau udah suami istri, lain ceritanya kalau belum.

traveling tanpa social distancing
Social distancing yang gagal, detik.com

Sejujurnya saya agak miris dengan hal ini. Mengingat saya dulunya seorang tenaga medis atau dikenal dengan Ahli Tenaga Laboratorium Medik, saya teringat rekan yang bekerja di RS juga puskesmas atau laborarium klinik swasta.


Mereka berjuang sebagai garda terdepan dalam menanggulangi Covid-19. Mereka bekerja di tengah pandemi ini, bahkan saat mengenakan APD lengkap rasanya lima menit saja udah sesak. Begitu pengakuan rekan kerja saya.

Belum lagi yang dines malam ketika sampling pasien Covid-19, setelahnya mereka harus mandi sebagai protokol yang harus dipenuhi biar safety.

Kebayang enggak Mandi di RS saat tugas jaga malam-malam, apalagi di RS yang enggak ada air hangatnya. Pasti dingin banget, kan? Kasihan mereka kalau penderita Covid-19 makin banyak, beban kerja mereka bertambah berat.

Bahkan salah seorang rekan saya yang sekarang sudah jadi IRT full time sempat curhat di salah satu medsos.

Ketika melihat banyak orang yang ke luar bebas, traveling ke berbagai tempat, berbahagia karena melepas penat setelah lama rumah. Saya jadi inget rekan kerja di Laboratorium klinik RS, puskesmas atau di lab swasta. Rasanya kalau ikutan seperti itu, enggak enak hati sama mereka.

Para nakes itu kerja keras di masa pandemi ini.  Sedihnya menegetahui warga +62 dengan santainya jalan-jalan tanpa mempedulikan protokol kesehatan, tanpa masker dan enggak menerapkan social distancing.

Sebelumnya pas mau lebaran mereka berdesak-desakan beli baju lebaran. Ya ampun, speechless saya.


5 hal yang perlu di perhatikan saat traveling


Saya sendiri belum traveling atau staycation saat pandemi ini. Ke luar hanya saat berbelanja bahan makanan, itu juga ke tukang sayur atau supermarket deket rumah yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Jika ada keperluan atau memang perlu banget traveling saat pandemi, setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan agar tetap safety, diantaranya:

1. Jangan bepergiaan saat sedang flu, demam atau batuk


Jangankan untuk bepergiaan, sebaiknya Kamu mengisolasi diri saat sedang sakit. Flu, demam, batuk saat pandemi ini nampak lebih menyeramkan buat saya. Mungkin karena sugesti dan mendengar kalau di kompleks dekat rumah sudah ada yang positif Covid-19.

Jika gelaja tidak membaik, segara hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat, beri tahukan dengan jelas riwayat medis dan kesehatanmu pada petugas medis tanpa ada yang Kamu tutup-tutupi.


2.  Menghindari kontak dengan orang yang terkena demam, batuk, atau hewan yang terlihat sakit.


Hindarilah kontak langsung dengan orang yang tengah sakit, seperti flu, batuk, demam juga hewan yang terlihat sakit.

Jangan lupa cuci tangan dengan sabun atau hand wash. Saat bepergiaan, hand sanitizer juga enggak kalah penting dan perlu dibawa. Tak perlu sering menyentuh tangan, hidung atau mulut untuk meminimalisir masuknya kuman atau virus.


3. Gunakan masker atau menyediakan tisue jika sedang bersin atau batuk


Etika batuk atau bersin ini perlu diperhatikan juga, ya. Ketika sedang bersin atau batuk, jangan menutup dengan kedua telapak tangan, tetapi gunakan tisu untuk menutup mulut. Segera buang tisu ke tempat sampah, ya.

Saat menggunakan masker, jangan menyentuhnya ketika batuk atau bersin. Segera ganti berkala atau cuci tangan dengan sabun atau handwash.


4. Mengalami sakit ketika traveling, segera periksakan diri


Ketika traveling menjadi suatu hal yang urgent dan perlu dilakukan dan Kamu tengah jatuh sakit, segera periksakan diri pada layanan kesehatan terdekat.

Berikan informasi dengan jelas pada tim medis mengenai riwayat perjalanan atau traveling yang pernah Kamu lakukan.


5. Jangan lupa  memperhatikan konsumsi makanan saat traveling


Saat traveling, Kamu bisa membawa bekal makananmu sendiri, jika tidak memungkinkan, belilah makanan yang dimasak dengan matang.

Berbicara soal makanan, hal ini bisa dijadikan salah satu ide bisnis saat new normal, seperti yang ditulis oleh Meilawati Nurhani.  Dengan berbisnis, diharapkan bisa menjadi solusi saat pandemi bagi masyarakat.

Meskipun sudah ditetapkan era new normal, saya sendiri belum pernah bepergian untuk traveling atau staycation. Bagi sebagian orang yang merasa ada keperluan dan perlu traveling, perlu memperhatikan kelima hal di atas.

Buat Sahabat Catatan Leannie, gimana nih buat Kalian traveling saat pandemi dan new normal, Yay or Nay? Sharing juga alasannya, ya!



Salam, 





Pesona Curug Tilu Leuwi Opat, Surga Tersembunyi dari Kabupaten Bandung

Curug Tilu Leuwi Opat

Salah satu pesona Bandung yang eksotis adalah keindahan alamnya.  Objek wisata Curug Tilu Leuwi Opat yang masih asri, hijau, dan belum banyak dikenal traveler terletak di daerah Parongpong, Kabupaten Bandung. Bak Surga tersembunyi di Kabupaten Bandung, tempat ini menjadi pesona Wonderful Indonesia.

Dalam Bahasa Indonesia, curug artinya air terjun, sedangkan leuwi adalah sungai. Jadi Curug Tilu Leuwi Opat merupakan tiga air terjun disertai empat aliran sungai yang jadi keunikan tempat ini. 

Keputusan kami sekeluarga mengunjungi objek wisata ini setelah mendapatkan informasi dari salah seorang teman yang menjadi warga sekitar Parongpong. Ia mengatakan tentang destinasi wisata air terjun yang cocok dikunjungi keluarga dan komunitas karena menyediakan fasilitas bermain anak dan lainnya.


Akses Menuju Curug Tilu Leuwi Opat dan Tiket Masuk Area

Pintu Masuk dan  Area Parkir Curug Tilu Leuwi Opat

Curug Tilu Leuwi Opat terletak di Dusun Ciwangin, Kelurahan Cihanjang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini letaknya tidak begitu jauh dari  Curug Cimahi dan Ciwangun Indah Camp.

Kami sekeluarga menggunakan kendaraan pribadi untuk sampai ke sini.  Aksesnya bisa dari Bandung atau Cimahi. Kami berangkat menuju Curug Tilu dari arah Bandung selama kurang lebih satu jam perjalanan.

Kami melewati Terminal Ledeng, kemudian mengambil rute ke kiri melewati Jalan Sersan Bajuri, lalu menuju ke Kampung Gajah. Setelah itu, mengikuti jalur lurus menuju Jalan Kolonel Masturi melewati Universitas Advent. Setelah mengikuti jalur Ciwangun Indah Camp, akhirnya sampai di lokasi ini. 

Dari arah Cimahi, bisa mengambil arah ke Kolonel Masturi kemudian melewati Parongpong. Ikuti jalur tersebut sampai
Gerbang Wana Wisata Ciwangun Indah. Tak lama kemudian di kiri Jalan Anda sudah sampai ke area curug.

Begitu ada di pintu masuk objek wisata ini, ada sebuah gapura bertuliskan Curug Tilu Lewi Opat dan area parkir yang terbuka untuk kendaraan pribadi.
Berfoto di depan Pintu Masuk Curug Tilu Leuwi Opat

Saya mengunjungi tempat ini pada hari minggu tanggal 08 April 2018 yang lalu dengan tiket masuk area wisata Rp. 10.000,00 per orang. Cukup ekonomis dan terjangkau untuk dikunjungi traveler.  Area parkir di tempat terbuka ini cukup luas untuk kendaraan pribadi dan umum.

 Area Parkir Curug Tilu Leuwi Opat


Pesona Curug Tilu Lewi Opat Refleksi Wonderful Indonesia

Curug Tilu Leuwi Opat  yang berada di Parongpong Kabupaten Bandung membuat saya merasakan ademnya suara gemericik air yang mengalir di leuwi atau sungai ini. Warna hijau mendominasi pemandangan sekitar  ketika berjalan menyusuri tempat eksotis yang menjadi pesona Wonderful Indonesia.

 Hijaunya Alam sekitar Curug Tilu

Tempat ini merupakan pilihan terbaik untuk dikunjungi di akhir pekan setelah beraktivitas di Kota Bandung yang cukup padat. Anggap saja sedang recharge energy. Family time yang adalah waktu berharga untuk semua orang.

 Air Terjun yang Memesona

Untuk dapat menikmati pesona curug ini perlu melewati jalan yang sedikit naik turun. Ada beberapa titik tebing tinggi yang bisa ditemui.

 Panorama  Menuju Curug Tilu

Keindahan Alam nan Hijau di sekitar Curug Tilu

Sebuah jembatan menjadi perantara untuk melewati sungai. Sebaiknya gunakan pakaian yang menyerap keringat, sandal gunung anti slip dan juga siapkan minuman serta makanan ringan.

 Menyebrangi Jembatan menuju Air Terjun

Kami cukup bersemangat dan menikmati perjalanan menyusuri tempat ini dengan mengabadikannya dalam beberapa foto.

Sepanjang Jalan Kenangan

Curug Tilu berada di ujung jalan setelah menyebrang jembatan irigasi dan mengikuti jalan setapak. Perjalanan yang dibayar dengan pemandangan yang hijau, asri, dan suara gemericik air yang membuat traveler betah di Curug Tilu Leuwi Opat.

Pesona di Sekitar Air Terjun
  Mengabadikan Kenangan bersama Keluarga 

Ada tempat istirahat yang bisa digunakan sejenak untuk melepas lelah. Kami berhenti sejenak di tempat ini sambil mengagumi keindahan alam sekitar Curug Tilu Leuwi Opat.

Rehat Sejenak di Tempat ini

Arena bermain anak pun bisa dicoba selama menemani anak bermain di sini. Sebuah tempat wisata dengan paket lengkap untuk keluarga.

Arena Bermain Anak

  Area Bermain Anak yang Bikin Betah 

Selain itu tempat ini cocok dikunjungi komunitas seperti pelajar atau pecinta alam karena menyediakan fasilitas outbond, flying fox, camping ground dan fasilitas menarik lainnya.


Fasilitas Outbound di Curug Tilu Leuwi Opat





Curug Tilu Leuwi Opat menjadi surga tersembunyi di Kabupaten Bandung  Mengunjungi keunikan tiga air terjun disertai empat aliran sungai membuat saya sekeluarga mengagumi keelokan bumi pertiwi. What a wonderful Indonesia





Salam,

















Deretan Pantai Cantik dengan Pasir Berwarna Pink di Seluruh Penjuru Dunia, Ada yang Berasal dari Indonesia lho








Hai, Sahabat Blogger

Pantai merupakan destinasi wisata yang sering dikunjungi traveler. Siapa sih yang tidak terpesona dengan keindahannya, lautan dan langit yang biru, ombak yang bergulung, pasir pantai yang indah.

Sahabat sudah tahu belum ada pantai dengan pasir berwarna pink atau merah muda lho. Wah unik banget ya, ternyata ada pasir berwarna pink. Pasir pantai berwarna pink karena  adanya  kerang  yang hancur  dan  jasad renik foraminifera yang tersapu ke darat, kemudian bercampur dengan pasir putih yang ada.

Seperti dilansir cnnindonesia.com, deretan pantai cantik dengan pasir berwarna pink di dunia. Simak ya!

1. Harbour Island, Bahama
Pantai Harlbour Island merupakan salah satu pantai berpasir pink  di Bahama. Saya jadi teringat Pearl Harbour, ada film layar lebarnya juga.  Pantai ini terhampar  sejauh 3,5 mil. Campuran antara kerang dan foraminifera menjadikan pasir pantainya terlihat warna pink. Pokoknya pantai pasir pink ini keren banget lho.

2. Cat Island, Bahama
Pantai ini masih terletak di kepulauan Bahama, panjangnya sejauh 8 mil. Pasir pantai di sini juga berwarna pink.  Fountain Bay Beach yang ada di dekat pantai ini, biasa digunakan sebagai lokasi snorkeling lho.

3. Eulethera, Bahama
Pantai Eleuthera juga terletak di kepulauan Bahama. Pasir pantainya berwarna pink. Pantai ini memanjang ke Surfer Beach dari sebelah utara sampai ujung selatan pulau. Wow, keren.

4. Pantai Crane, Bermuda
Pantai Crane ini berlokasi di pesisir selatan kepulauan Bermuda. Pasir pink di pantai Crane berasal dari hasil jasad renik  microorganisme di lautan, yang hancur karena terkena ombak kuat dari laut Atlantik.
Pasir pantai yang berwarna pink dan air laut yang berwarna biru merupakan komposisi yang pas yang membuat pantai ini terlihat cantik.

5. Barbuda, Karibia
Barbuda terletak di antara laut Karibia dan Samudera Atlantik. Pantai ini berbatasan langsung dengan laut Atlantik yang membentang sepanjang Spanish Point sampai ke Palmetto Point.
Pantai Barbuda terhampar sejauh delapan mil. Pecahan kerang pink dengan pasir kekuningan menjadikan  pasir berwarna pink yang oke banget.

6. Bonaire, Kepulauan Karibia
Pantai berpasir pink ini terletak di Bonaire, di kepulauan Karibia. Pantai ini cocok untuk snorkeling atau scuba diving. Wah keren banget ya, tapi jangan lupa pakai sandal saat berjalan di pantai dan gunakan kaki katak saat akan menyelam soalnya pasir dan koral  di sini  cukup tajam.

7. Pink Beach, Pulau Komodo
Pink Beach adalah tempat wisata favorit di Taman Nasional Komodo, Flores. Pantai dengan ait laut yang jernih, pasir yang berwarna pink dan dikelilingi oleh bukit nan cantik jadi daya tarik tersendiri untuk berkunjung ke sini.
Pasir pantai berwana pink berasal dari kalsium  karbonat putih dan sisa koral yang berwarna merah cerah.  Yang pasti favorit para traveler deh pokoknya.

8. Pantai Tangsi, Lombok
Pantai Tangsi terletak di desa Temeak, Kabupaten Jerowaru, Lombok Timur. Pasir berwarna pink ini sangat indah lho. Ombak di pantai ini cukup tenang sehingga dimanfaatkan untuk snorkeling, berenang, dan menyelam. Seru banget lho, para Traveler pasti tak kan melewarkan untuk berkunjung ke pantai Tangsi.

9. Budeli Island, Italia
Pantai Budeli yang terletak di pulau Budelli, Sardinia, Italia, merupakan salah satu pantai yang cantik di laut Mediterania. Pantai ini merupakan salah satu bagian dari La Maddalena National Park. Tahun 1964, pantai ini dipakai sebagai lokasi syuting  film Red Desert karya Michaelangelo Antonioni. Yang pasti cantik banget lho pantai ini.

10. Great Santa Cruz, Filipina
Pantai Great Santa Cruz berada di sebuah pulau kecil yang terletak di Zamboaga City, Filipina. Pantai berpasir pink di sini karena adanya percampuran pasir putih dan koral.  Great Santa Cruz dikenal karena adanya koral yang cantik. Keren, kan?

Nah, sudah tahu kan sekarang ada  deretan pantai  cantik yang berpasir pink di dunia. Dua diantaranya ada di Indonesia, lho. 

Untuk pantai berpasir yang ada di Indonesia, kira-kira  Sahabat tertarik untuk mengunjunginya?


Sumber gambar: detikTravel.com

Bandung Tour On Bus dengan 5 Rute Wisata ini Siap Sedia Mengantarmu Keliling Bandung











Buat warga Bandung dan wisatawan dari luar Kota Bandung, kini bisa menggunakan Bandung Tour on Bus atau lebih dikenal dengan sebutan Bandros untuk keliling kota Bandung, lho.
Buat wisatawan dari luar Bandung, tak perlu pakai kendaraan pribadi buat berkeliling kota karena sekarang sudah ada Bandros warna-warni dengan rute  perjalanan menuju tempat wisata  yang berbeda.
Ada 12 Bandros yang dikelola Dinas Perhubungan, Bandros ini sudah mulai beroperasi semenjak bulan Februari  2018. Bandros beraneka warna ini memiliki  5 rute  yang berbeda ke berbagai penjuru Kota Bandung dan 1 rute khusus, seperti dilansir detiknews.com (19.01.2018)
Dikenakan tarif Rp. 20.000,00 untuk sekali rute perjalanan menuju destinasi wisata. Jadi, Takaiters perlu merogoh kocek Rp. 40.000,00 untuk tarif terusan dengan Bandros, tinggal pilih saja rute mana yang akan dipilih.
Setidaknya ada 7 macam warna Bandros dengan  5 warna Bandros umum plus 2  warna Bandros dengan rute khusus  untuk  tamu vip bisa diakses buat berkeliling Kota Bandung.
Simak, yuk, 7 Warna Bandros dengan 5 rute wisata dan 1 rute khusus yang akan menemani  perjalananmu di Bandung!
1. Bandros Biru
Rute Bandros Biru dimulai dari Alun-alun Kota Bandung - Cibaduyut - Taman Leuwi Panjang - Museum Sribaduga - Alun-Alun Regol - Buah Batu.
2. Bandros Ungu
Rute Bandros Ungu dimulai dari Gasibu - Taman Cikapayang - Alun-alun Ujung Berung - Museum Geologi - PUSDAI.
3. Bandros Merah
Rute Bandros Merah dimulai dari Gasibu - Taman Pasupati - Teras Cikapayang - Teras Cihampelas -  Taman Budaya.
4. Bandros Kuning
Rute Bandros Kuning dimulai Taman Cibeunying - Taman Superhero - Taman Foto - Gedung Merdeka - Alun-alun Bandung - Braga.
5. Bandros Hijau
Rute Bandros Hijau dimulai dari China Town - Pasirkaliki - Alun-alun Cicendo - Karang Setra - Upi - Gor Padjadjaran.
6. Bandros Hitam 
Rute Bandros Hitam  merupakan jalur khusus untuk VIP Pemerintahan Kota Bandung.
7. Bandros Pink
Rute Bandros  Pink merupakan jalur khusus untuk VIP Pemerintahan Kota Bandung
Demikianlah rute perjalanan wisata di Bandung yang bisa ditempuh dengan Bandros.
Seru lho, bisa naik Bandros buat bareng sahabat atau keluarga. Bandros selalu siap sedia mengantarmu keliling kota Bandung.
Gimana, tertarik untuk mencoba Bandros? Jangan tunda buat berwisata ke Bandung, ya ...
Gambar: Dokumentasi pribadi Leannie