Showing posts with label silaturahmi. Show all posts
Showing posts with label silaturahmi. Show all posts
July 08, 2019

Staycation dan Silaturahmi Keluarga di Villa Abah, Villa Istana Bunga Lembang

by , in
Staycation di Villa Abah, Villa Istana Bunga Lembang
Villa Abah Lembang

Hari Raya Idulfitri merupakan moment penting untuk silaturahmi bagi keluarga. Begitu pula dengan keluarga besar kami, terutama keluarga dari pihak ayah yang setiap tahun mengadakan acara kumpul bareng. Tahun ini kumpul keluarga Kami  diadakan dengan staycation selama semalam di Villa Abah, salah satu  Villa Istana Bunga di Lembang.

Tanggal 07 Juni 2019 adalah waktu yang dipilih pihak keluarga untuk staycation di Villa Abah, Lembang. Villa Abah ini merupakan private village di Villa Istana Bunga. Kurang lebih ada sekitar 50-60 orang keluarga besar kami yang mengikuti acara silaturahmi setelah Idulfitri kemarin.

Banyak cerita dan kesan tersendiri mengenai staycation di Villa Abah ini. Villa Abah merupakan tipe villa 3 kamar yang berada di Villa Istana Bunga dengan background pemandangan indah pegunungan, hawanya sejuk dan asri, serta nunasa hijau terasa ketika memandang sekeliling villa.

Indahnya alam sekitar Villa Abah

Villa Abah ini beralamat di Blok C2 Nomor 5 Villa Istana Bunga Lembang dengan fasilitas yang cukup lengkap, halaman yang luas dan cocok buat acara pesta, baik pernikahan atau ulang tahun, ada juga kolam renangnya. Memang ukuran kolam tidak terlalu besar, sih, tapi di villa lain di kompleks Villa Istana Bunga malah kebanyakan tidak dilengkapi fasilitas kolam renang. Well, ini jadi nilai plus selain halaman yang luas.


Kolam renang Villa Abah dilihat dari lantai atas villa

Kolam renangnya mungil, but it's oke lah

Ada dua lantai di villa ini. Lantai bawah terdapat tempat duduk atau ruang tamu, tempat bercengkrama bersama keluarga. Cukup luas juga karena saat itu bisa menampung 50-60 orang keluarga besar kami dari berbagai generasi. Ada juga televisi dan fasilitas buat karokean.

Sebelum tangga, ada dapur yang mungil tapi lumayan lengkap buat acara masak bareng. Sebelahnya ada kamar mandi juga, selain kamar mandi di lantai atas.

Di lantai atas ada tiga kamar utama dengan pemandangan cantik pegunungan. Begitu melihat ke luar, rasanya adem dan bikin betah.

View dari lantai atas Villa
Pemandangan sekitar Villa Abah

Jadi, selain tiga kamar utama, villa ini juga menyediakan kasur, bantal, dan guling tambahan yang bisa memuat sampai 50 orang. Banyak juga kasur tambahannya, ya. Saya enggak ngitung ada berapa jumlahnya saat menginap di sini. Hehe ...

Acara silaturahmi dimulai dengan acara bebas terlebih dahulu. Jam 14.00 WIB, kami sekeluarga sudah berkumpul di Villa Abah. Anak saya begitu excited saat bermain di halaman yang luas, dia asyik berlarian, berasa bebas mungkin, ya, saking luasnya halaman villa.

Berlarian di halaman villa yang luas

Seneng rasanya lihat dia tersenyum bahagia. Memang begitu, kan, ya, semenjak jadi ibu lihat anak tersenyum juga udah meleleh hati ini. Hehe ...

Sore hari merupakan acara perkenalan semua keluarga. Keluarga besar yang tersebar tak hanya di Bandung, ada juga yang berasal dari Majalaya dan Pandeglang, Banten.

Bersama Keluarga Besar

Saat malam hari, cuaca Lembang semakin menjadi. Udara dingin begitu terasa, siapkan baju hangat, jaket, atau sweater, ya. Bahkan saya harus mengenakan kaus kaki agar tak merasa kedinginan.

Ketika akan mengambil air wudlu terasa sekali airnya sedingin es. Lembang di siang hari memang menyejukkan tetapi kalau sudah malam atau jelang subuh udaranya sangat dingin.

Semalam di Vila Abah memang berkesan menyisakan cerita tentang silaturahmi juga kedekaran antar keluarga yang jarang berjumpa karena kesibukan. Silaturahmi itu menyenangkan Karena bisa saling bercerita dan bercengkrama satu sama lain. Hal inilah yang membuat kami semakin dekat. Alhamdulillah ... indahnya kebersamaan.

Baca juga : Staycation di Green Forest Resort Bandung

Staycation dan silaturahmi keluarga besar jadi cerita yang berkesan bagi saya ketika lebaran. Moment Idulfitri menjadi saat yang paling dinanti oleh sebuah keluarga, bagaimana menurut Kamu?



Salam, 




June 12, 2019

Cerita Idulfitri bagi Kami yang tak Pernah Mudik

by , in
Cerita Idulfitri bagi kami yang tak pernah mudik
Keluarga kecilku, abaikan Dzaky yang susah di foto ๐Ÿ˜…

Silaturahmi bersama keluarga dan sahabat jadi pengalaman yang penuh kesan di moment Idulfitri.

Beginilah berjodoh dengan tetangga, hampir setiap hari bisa berkunjung ke rumah mama. Hehe, tinggal jalan dikit sampai deh. Banyak kemudahan yang saya rasakan ketika dekat orang tua.

Bagi keluarga kami yang tak pernah mudik, kemacetan, kelelahan saat perjalanan, rasa bahagia yang membuncah saat menginjakkan kampung halaman mungkin tak pernah dirasakan karena orang tua dan mertua tinggal berdekatan dan masih satu RT.

Baca juga: Mengatasi kelelahan mudik dengan cara ini


Kadang Mama mengirimkan makanan, kue lebaran, ngasih Dzaky baju dan lain-lain. Ah ... malu rasanya saya sendiri jarang memberi, malah jadi pihak yang diberi.

Beginilah nasib anak yang enggak hobi masak atau bikin kue. Masakannya itu-itu aja dan masakan atau kue buatan mama selalu luar biasa. Padahal mama saya adalah seorang pekerja tapi setiap hari selalu menyempatkan memasak dan kadang mengirimkannya pada saya.

Setiap tahunnya mama selalu membuat kue untuk hari raya. Saya sering dikirim mama makanan karena dekat dengan beliau. Enak pake banget. Hehe, alhamdulillah ๐Ÿ˜„

Punya mertua dan orang tua berdekatan jaraknya, otomatis setelah menikah, saya dan suami tak pernah mudik. Mau mudik ke mana, masa mudik cuma dari RT 01 ke RT 05. Rumah saya di RT 01, sedangkan rumah orang tua kami di RT 05, beda RT tapi tetap aja deketan.

Kami menikah sudah empat tahun lebih, tahun ini menginjak tahun kelima pernikahan. Nano-nano rasanya. Benar sekali merasakan lima tahun pertama pernikahan adalah fase yang cukup berat. Fase penyesuaian kedua pihak terutama. Sudah empat kali berlebaran tanpa mudik, apa saja kegiatan kami selama ldulfitri?

Tahun ini moment Idulfitri kami rayakan dengan keluarga besar dan juga sahabat sekaligus rekan kerja suami. Teman-teman saya ke mana, ya? Mereka pada mudik, jadi saya jarang bertamu pada mereka. Tinggallah saya di Bandung saja.

Moment Idulfitri hari pertama keluarga kecil kami berkunjung ke rumah orang tua saya juga mertua. Keluarga saya jarang suka berfoto jadi jarang punya kenangan bareng.

Nah, di keluarga suami ada satu foto kebersamaan Kami ketika Idulfitri hari pertama. Keluarga besar memang, suami anak ketiga dari lima bersaudara. Anak tengah ceritanya, kalau saya anak pertama dari tiga bersaudara dan sama-sama orang Sunda. Hehe ๐Ÿ˜„ Inilah foto keluarga kami.

Bersama keluarga besar suami

Moment Idulfitri hari kedua, Kami berkunjung ke rumah sahabat sekaligus rekan kerjanya suami. Rumahnya ada di daerah Cikaso, dari Gedung Sate lurus terus ke arah jalan utama sampai tiba di jalan Cikaso. Masuk melalui jalan tadi, kemudian disambut rekan kerja ayahnya Dzaky di depan gapura tempat tinggalnya.

Kesan saya selama lebaran ini, jujur saja saya kekenyangan karena terlalu banyak godaan yang ingin saya cicipi. Beraneka kue lebaran buatan mama, kolang-kaling segar, ketupat dan aneka makanan khas lebaran sayang sekali jika dilewatkan.

Ketika sampai di rumah Sahabat suami, kami disambut dengan berbagai makanan. Makan lagi dan lagi. Hehe ...

Temannya suami bahkan sengaja membuatkan bala-bala atau bakwan, rujak cuka, juga baso. Wah, senangnya, tapi harus waspai timbangan sendiri.

Merasa sekali sebagai tamu dimuliakan dan dijamu dengan baik. Segala ada pokoknya. Tadinya mau ke Punclut buat makan siang, enggak jadi karena kekenyangan.

Ternyata membahagiakan tamu itu begitu dianjurkan bahkan oleh Rasulullah sendiri. Terasa sekali silaturahmi semakin erat dan lekat dengan saling berkunjung.
Alhamdulillah, semoga berkah hidup kita semuanya.

Satu lagi kenangan buat Dzaky yang suka kucing, dia senang sekali berkunjung ke sini karena bisa bermain dengan kucing Persia yang besar sekali. Katanya sih umurnya udah empat tahun dan beratnya lebih dari 4 atau 5 kilogram.

Ini dia foto Dzaky yang excited saat disuruh berfoto dengan kucingnya. (Saya jujur saja geli sama kucing apalagi bulunya, hehe ...)

Dzaky foto bareng kucing persia

Di hari ketiga lebaran, ada acara kumpul keluarga besarnya ayah di Villa Abah, salah satu villa Istana Bunga di Lembang. Nanti akan saya tulis review staycation di Villa Abah Lembang. Ada juga kenang-kenangan keluarga kecil kami di sini.

Staycation bareng keluarga di Villa Abah Lembang

Buat saya moment lebaran bisa diisi dengan ajang silaturahmi bersama keluarga atau pun sahabat. Meski tanpa mudik beginilah cara Kami memaknai Idulfitri. Bagaimana dengan cerita lebaran di keluargamu, mudik ke mana, nih?


Salam, 






May 28, 2019

Inilah 5 Manfaat Pentingnya Silaturahmi Bagi Kesehatan Jiwa

by , in
Manfaat silaturahmi untuk kesehatan jiwa
Pic by dream.co.id
Ramadan adalah bulan suci yang istimewa. Salah satu hal yang terjalin indah ketika Ramadan atau Idulfitri adalah silaturahmi bersama keluarga tercinta. Ternyata silaturahmi juga mempunyai efek baik bagi kehatan jiwa.

Silaturahmi termasuk salah satu tanda beriman pada Allah. Pada hadits yang di riwayatkan Bukhori menganjurkan untuk menyambung tali silaturahmi.
Keutamaan silaturahmi bisa diketahui dari sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahmi." Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam” (HR. Bukhari).

Seseorang yang beriman pada hari akhir harus berkata baik atau sebaiknya diam saja, jika tidak mampu menjaga ucapannya. Terkadang ucapan yang buruk bisa menyebabkan seseorang menjadi lemah, merasa dibully atau depresi karena tak kuat mendengarkan kata-kata yang menyakiti hatinya.

Meskipun begitu, menjaga tali silaturahmi sangat dilanjurkan, jangan sampai memutuskan silaturahmi karena ada suatu hal tertentu.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra, Rasullah menceritakan amalan yang utama. Beliau bersabda:

“Sambunglah orang yang memutuskan (hubungan dengan)mu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu” (HR Ahmad)

Salah satu hal yang membuat hati tenang adalah menyambung silaturahmi karena bisa berpengaruh terhadap kesehatan jiwa.  Simak, yuk, 5 manfaat pentingnya silaturahmi bagi kesehatan jiwa!


1. Meredakan stress dan cemas berlebihan. 

Masalah dalam hidup yang bertubi-tubi bisa membuat Kamu merasa stress, cemas, dan bingung mencari solusinya. Dengan bersilaturahmi setidaknya Kamu bisa bicara dari hati ke hati dan membuat hati lebih lega dan terbebas dari perasaan negatif.

2. Mendapatkan solusi dari masalah

Bersilaturahmi merupakan interaksi dengan pihak lain, bahkan mungkin nantinya akan ada solusi terbaik. Bisa jadi saudara, teman, atau rekan kerja bisa meringankan beban masalahmu dan memilihkan jalan keluar dari masalah yang menimpamu. Berpikir bersama bisa memberikanmu pilihan untuk keluar dari masalah.

3. Memperpanjang usia

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW menyatakan bahwa:

“Barangsiapa yang senang diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.”

Dengan bersilaturahmi, akan membuka pintu rizki dan dipanjangkan umurnya. Alasan bahwa interaksi sosial dapat memperpanjang usia karena berhubungan dengan sistem imun atau kekebalan tubuh seseorang. Semakin bersosialisasi maka kekebalan tubuh akan meningkat sehingga mampu menangkal berbagai penyakit.

4. Memperkuat daya ingat dan kemampuan kognitif

Hal ini disebabkan seseorang yang sering berinteraksi dengan orang lain, aktif secara sosial atau bersilaturahmi biasanya punya daya ingat kuat dan kemampuan kognitif yang lebih baik.


5  Memperbaiki mood dan membuat diri menjadi bahagia

Ternyata bersilaturahmi memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental karena bisa mengurangi rasa stress, cemas, atau depresi karena suatu masalah.

Semakin banyak bersilaturahmi akan mempererat tali persaudaraan, memanjangkan umur dan membuka pintu rezeki, meningkatkan ketaatan terhadap Allah SWT, penyebab masuk surga dan dijauhkan dari neraka.

Selain itu, bersilaturahmi juga bisa memperbaiki mood dan membuat diri menjadi bahagia. Hikmah lain dari silaturahmi adalah membuat Kita dan yang dikunjungi merasa senang.

Menjalin tali silaturahmi merupakan salah satu jalan untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah. Caranya dapat dilakukan dengan mengunjungi saudara atau  kerabat dekat.  Itulah hikmah dan manfaat kesehatan jiwa dari  silaturahmi. Jadi, tak perlu ragu untuk sering mengunjungi dan bercengkrama satu sama lain, ya.


Salam, 





My Instagram