Showing posts with label Culinary. Show all posts
Showing posts with label Culinary. Show all posts
May 27, 2019

10 Makanan Favorit Berbuka Khas Sunda yang Paling Dicari saat Ramadan

by , in
Pic by wisatabdg.com

“Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan tatkala berbuka, dan kegembiraan tatkala berjumpa dengan Rabb-nya”.
(Hadits Muttafaq ‘Alaihi, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Salah satu kegembiraan seorang Muslim  ketika Ramadan adalah saat berbuka puasa. Mencari makanan favorit berbuka atau takjil saat ngabuburit menjadi hal yang menyenangkan. Makanan khas Sunda yang digemari sebagai takjil akan saya ulas di sini.

Apa saja makanan favorit Kamu ketika berbuka? Mungkin setiap orang punya kegemaran yang berbeda. Ada yang menyiapkan sendiri menu takjil dan ada yang berburu kuliner saat ngabuburit.

Menu favorit ini bisa berbeda-beda untuk masing-masing orang. Inilah 10 makanan favorit berbuka khas sunda yang paling dicari saat Ramadan vesi saya, simak, ya!

1. Es Cendol Elizabeth

Cendol adalah minuman khasnya orang Sunda. Orang Bandung pasti udah tahu sama Es Cendol Elizabeth. Cendol merupakan minuman yang berasal dari tepung beras atau hunkwe yang diberi sajian air gula merah plus santan. Ditambah potongan nangka lebih lezat lagi rasanya. Es Cendol Elizabeth ini banyak ditemukan di daerah Tegal Lega atau Pasar Baru. Rasanya pas banget buat takjil.

2. Kolak Candil

Kolak adalah menu paling umum buat takjil. Kolak merupakan minuman yang ditambahkan potongan pisang, ubi jalar, labu kuning yang dimasak dengan gula aren cair plus santan. Kolak khas Sunda ada tambahan candilnya. Candil ini berupa bulatan kecil sebesar biji salak yang terbuat dari ketan, gula merah dan santan.

3 Es Goyobod

Sekilas minuman ini seperti es campur, ada tambahan es serut, santan, gula cair, hunkwe, alpukat, roti dan kelapa parut menambah segarnya minuman takjil ini.

4. Bubur Pacar Cina

Olahan minuman dari bahan jely yang berwarna merah atau pink, disajikan dengan santan dan gula aren cair. Saking lezatnya banyak yang rela antri kayak menanti pacar buat mendapatkan bubur pacar cina. Itulah asal mula diberi nama makanan ini.

5. Kerupuk Banjur

Makanan khas Sunda zaman dulu. Kerupuk berbentuk mie yang berwarna kuning dicelupkan atau dibanjur (Bahasa Sunda) dengan kuah oncom pedas. Rasanya kriuk-kriuk pedas, enak, deh.

6. Cilok

Makanan yang berasal dari tepung atau aci ini berbentuk bulat kemudian direbus dan diberi tambahan bumbu kacang plus kecap. Terkadang ada juga cilok isi dengan isi daging cincang, atau telur puyuh. Mungkin sudah banyak yang kenal makanan khas Sunda ini.

7. Batagor

Batagor merupakan makanan khas Sunda yang sudah dikenal banyak orang. Siomay atau tahu goreng plus adonan dari tepung yang diberi bumbu kacang, kecap, acar dan bumbu pedas yang bisa ditambahkan sesuai selera.

8. Combro, Cireng dan gorengan lainnya

Meski makanan ini kurang baik dijadikan teman berbuka, tapi rasanya ada yang kurang kalau berbuka tanpa gorengan seperti bala-bala, combro, cireng, atau gehu.

9. Awug

Awug ini merupakan makanan dengan bahan tepung beras, parutan kelapa, aroma pandan, dan gula merah. Awug dikukus dalam periuk lancip sehingga tampilannya nanti seperti nasi tumpeng.

10. Aneka jajanan pasar

Aneka jajanan kue pasar ini juga merupakan makanan takjil yang digemari orang Bandung, seperti kue kelepon, onde-onde, ciu atau nagasari, bugis, kue kelepon, Ali agrem, katimus.

Itulah jajanan atau makanan favorit berbuka ketika Ramadan. 10 makanan dan minuman yang paling dicari saat ngabuburit. Diantara sepuluh makanan khas Sunda di atas, mana yang jadi favoritmu?

 Salam,













May 09, 2019

Waroeng Soerabi Dapoer Ndeso, Nikmati Berbagai Cita Rasa Soerabi Khas Bandung

by , in

Waroeng Seorabi Dapoer Ndeso
Waroeng Soerabi, Dapoer Ndeso

Bandung adalah surganya kuliner. Mau cari makanan apapun ada di sini. Makanan khas Kota Kembang Bandung salah satunya adalah Surabi atau Soerabi. Nah, kalau orang Bandung sendiri pasti udah enggak asing sama yang namanya surabi. Buat yang di luar kota, ada yang tahu Soerabi?

Surabi atau Soerabi (pakai ejaan lama) adalah makanan khas Jawa Barat yang berasal dari tepung beras dan diolah secara tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar. Inilah yang dinamakan Soerabi.

Soerabi Aneka Rasa Waroeng Soerabi
Soerabi yammy

Dapoer Ndeso sudah cukup dikenal orang Bandung. Alamatnya terletak di Jalan dr Setiabudhi Nomor 185, Bandung. Jika Kamu mau menuju lembang, tempat ini akan Kamu lewati. Ternyata Dapoer Ndeso ini sudah buka cabang di luar kota, tepatnya di Jl. Otista no 204, Subang.

Dapoer Ndeso Waroeng Soerabi
Dapoer Ndeso Bandung

Tampak luar Waroeng Soerabi Dapur Ndeso dengan pemilik Bapak Eko Pudji Rahardjo bisa terlihat seperti ini. Letaknya dekat kampus NHI atau Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Bandung, sebagian pengunjung yang datang ke sana sepertinya masih belia, seumuran mahasiswa walau didatangi juga banyak pengunjung lainnya.

Foto pengunjung di Waroeng Ndeso

Sebenarnya kunjungan saya ini edisi late post beberapa bulan yang lalu. Pas bulan Ramadan kayak sekarang, jadi kepikiran pengen Soerabi buat menu takjil. Maybe harus mengunjungi tempat ini lagi ๐Ÿ˜Š

Biasanya Soerabi yang dikenal rasanya manis karena ditambah air gula aren, atau ditambah toping oncom pedas. Nah, di Waroeng Soerabi Dapur Ndeso bisa Kita nikmati berbagai varian Soerabi.

Varian Soerabi Oncom dan Keju

Saya memesan Soerabi keju plus mozzarella dan suami masih setia dengan pilihan soerabi oncomnya. Penyuka durian juga bisa coba Soerabi dengan toping durian. Ada juga Soerabi ayam plus bumbu keju. Hm ... Yummy.

Minuman yang saya pilih untuk menyangka Soerabi adalah Bajigur. Ini juga minuman khas Sunda yang dikenal juga dengan wedang jahe, rasanya manis juga anget ditenggorokan. Kalau cuaca lagi mending, hujan, dingin-dingin gini cocok banget minum Bajigur.

Bajigur Waroeng Soerabi
Minum Bajigur bikin anget badan

Ada juga minuman yang namanya unik, yaitu es "Trisno Iku Cinto", sajian minuman dengan coklat kacang dan wafer nikmat dicampur capucino dengan biskuit genji berbentuk cinta diatasnya. Perlu coba juga, nih, buat kunjungan selanjutnya.

Suasananya nyaman banget, aslinya bikin betah. Soal harga, lumayan terjangkau, cukup untuk kantung mahasiswa lah, ya.

Sebenarnya tidak hanya Soerabi saja yang bisa dinikmati di sini. Ada menu lain juga, bisa pesan jagung bakar, nasi goreng, mi godog jowo, paket timbel ayam bakar, dan beraneka menu lainnya.

Design Waroeng Soerabi yang clasic
Ada yang betah di sini

Kali-kali mejeng ๐Ÿ˜…

Dapoer Ndeso ini terdiri dari dua lantai,  saya memilih naik ke lantai dua soalnya biar sekalian bisa melihat pemandangan luar. Adanya fasilitas free wifii, lesehan, live music,  tempatnya juga nyaman dihias dengan ornamen khas budaya  asli Sunda classic, bikin tambah betah nongkrong di sini. Dapoer Ndeso juga ternyata buka 24 jam, loh.

Gimana menurut Kamu? Tertarik mencoba berbagai cita rasa Soerabi unik dan nongkrong di sini?


Salam,



April 22, 2019

Rasakan Sensasi Kuliner Khas Korea yang Instagramable di Little Seoul Korea Kota Kembang

by , in
Kuliner di Little Seoul Korea Bandung
Little Seoul Korea yang Instagramable

Saya termasuk orang yang senang dengan budaya korea dan sering lihat makanan or kuliner khas korea yang menggugah selera dari televisi saat nonton drakor. Ternyata  enggak harus ke Korea kalau mau coba Kuliner khas Negeri Ginseng, toh, di Bandung juga ada.

Sebenarnya saya sering banget lewat Chingu and Chagiya Korean Fan Cafe atau dikenal juga dengan Little Seoul Korea. Ini, loh, destinasi kekinian ala Korea yang instagramable dan ngehits di Kota Kembang.
Chingu Chagiya Korean Fan Cafe

Tempatnya deket, kok, deket sama Unisba di Taman Sari, or kampusnya ITB.  Tepatnya di Jalan Sawunggaling Nomor 10 Bandung.

Meskipun saya sering lewat sini cuman baru mampir kemarin-kemarin. Masuknya free, pesen makanan harus bayar dong. Enggak mahal kok, dimulai dari 10 ribuan buat jajanan khas korea. Bayarnya pakai money changer dulu buat jajan. Top up dimulai dari Rp. 20.000,00.


Di depan money changer

Dinamakan Little Seoul Korea karena menyajikan nuansa korea secara mini. Yang terkenal di sini yaitu kuliner khas Korea yang tersaji di Cafe Chingu Chagiya Suki and BBQ.

So happy with you

Bisa coba pake baju Korea yang cantik

Ada juga busana adat Korea yang disewakan, yang pasti kental dengan nuansa Koreanya. Ada Dongdaemon Street, cocok buat foto-foto di sini soalnya cantik banget viewnya.


Berpose lagi

Tempatnya memang enggak terlalu besar sih, but it's oke. Dzaky anak saya yang baik, dia enggak pernah rewel di ajak ke mana-mana. Alhamdulillah. Suami saya, asal tempatnya instagenic, pasti dia betah foto-foto. Saya nanti nyomot foto buat nulis pengalaman mengunjungi berbagai tempat yang pernah kami kunjungi.

Saya penasaran dengan salah satu minuman khas Korea yang namanya Patbingsu. Soalnya pernah mengulas artikel tentang  minuman khas Asia sebagai penawar dahaga terpopuler di Asia.

Yummy ... Patbingsu

Ini dia Patbingsu yang saya maksud. Hm ... enak banget rasanya. Seger deh. Sayangnya kurang banyak. Hehe ... soalnya mangkuknya kecil.

Makanan yang Kami pilih adalah Buddae Jiggae. Ini, loh penampakannya. Menu yang lengkap banget menurut saya. Penasaran, enggak, nih?

Kenyangnya ๐Ÿ˜…

Paket lengkap banget. Kenyang aslinya makan bertiga. Minumnya Patbingsu. Mantap jiwa alias mantul. 

Berharap bisa makan sambil lesehan

Sebelum dapat tempat duduk sempat waiting list dulu. Lumayan penuh juga di sini, apalagi pas ke sini hari minggu. Sebenarnya pengen dapat lesehan tempat duduknya, tapi enggak apa-apalah, di sini juga bahagia. 

Berpose sebelum makan ... happy life

Pas lagi nunggu antrian buat dipanggil tertarik coba jananan khas Korea yang harganya murmer dimulai dari 10 ribuan. Asli seneng kan, ya? Hehe ๐Ÿ˜„

Sushi sausage ... mantul 

Nyobain ini, loh, saya sama Dzaky. Cuman 20 ribu rupiah aja. Sushi sausage. Lumayan buat ngemil sebelum makanan utama tersaji.

Beres makan Kami lanjutkan kembali berfoto di berbagai spot yang menarik. Sayangnya banget kalau enggak diabadikan. Yang pasti pengalaman menikmati Kuliner khas Korea ini begitu berkesan.

Nice spot buat foto

Bisa beli minuman juga di sini

Bagaimana menurut Kamu? Kira-kira tertarik enggak menikmati kuliner khas Korea di Chingu Chagiya, Suki and BBQ, Little Soul Korea?

Ada yang mau ke sini juga?


Salam,







November 15, 2018

5 Kuliner di Kawasan Danau Toba yang Paling dicari Traveler karena Rasanya Juara. Mana Favoritmu?

by , in

Danau Toba merupakan destinasi wisata penuh pesona di Sumatra Utara. Danau Vulkanik terbesar di dunia ini ternyata punya kuliner khas yang dicari para traveler.

Ragam kuliner yang disajikan di Danau Toba merupakan kuliner khas Batak yang rasanya menggugah selera. Simak, yuk, 7 kuliner di pesisir Danau Toba dan Pulau Samosir yang rasanya juara.

1. Arsik

Via masakandapurku.com

Arsik merupakan kuliner berbahan dasar ikan baik ikan mas, nila dan ikan mujair yang ditangkap langsung dari Danau Toba. Proses memasak Arsik menggunakan campuran khas rempah dan menghasilkan aroma  juga rasa yang menggugah selera. Disajikan dengan berkuah atau sedikit kering mampu menciptakan sensasi rasa pedas, hangat yang membuat lidah bergoyang saat mencicipi Arsik.

2. Natinombur


Via Deskgram.id


Natinombur merupakan makanan dengan bahan dasar ikan seperti ikan nila atau mujair dengan bumbu bakar yang ditambahkan rempah juga andaliman. Disajikan dengan siraman bumbu yang lezat, rasanya pun tak kalah dengan Arsik.

3. Naniura

Via masakandapurku.com

Naniura pun berbahan dasar ikan sama seperti Arsik dan Natinombur, berbeda dalam prosesnya, Naniura tidak dimasak, digoreng ataupun direbus.  Naniura bisa disamakan dengan Sushi.

Ciri khas Naniura adalah sedikit lebih asam karena untuk proses pematangannya menggunakan asam. Disajikan dengan bumbu yang lengkap, membuat ikan terasa lezat walau tanpa dimasak.

4. Manuk Napinadar

Via tempatwisata.id

Manuk Napinadar merupakan ayam bakar dengan campuran bumbu dan andaliman yang khas dengan kematangan yang pas. Rasanya pun lezat.

5. Dali Ni Horbo

Via Femina.co.id

Dali Ni Horbo adalah susu kerbau yang diolah secara tradisional tanpa campuran bahan kimia. Proses memasaknya cukup mudah yaitu dengan dipanaskan pada api kecil dan suhu yang pas, tambahkan garam secukupnya.

Setelah susu cair mendidih dan akhirnya mengental, campurkan perasan air daun pepaya hingga susu kerbau mengental seperti tahu.  Cara lain agar rasanya lebih nikmat adalah Dali Ni Horbo diolah seperti memasak arsik. Hal ini akan menambah aroma dan rasa yang juara pada Dali Ni Horbo.

Inilah 5 macam kuliner di kawasan Danau Toba yang paling dicari Traveler karena rasanya juara. Jika  berkunjung ke Danau Toba, Sahabat pilih mencicipi kuliner yang mana?



Salam,





My Instagram