5 Pelajaran Kehidupan dan Keterampilan Diri yang Berkembang saat Diam di Rumah

Pelajaran saat diam di rumah, freepik.com

Anjuran Stay at home sudah dilakukan sejak Bulan Maret yang lalu, meski kenyataannya masih banyak warga yang berkeliaran di luar rumah tanpa keperluan mendesak. Namun, dengan diam di rumah, membuat saya mempelajari banyak hal bermakna dalam hidup.

Saya percaya bahwa tak ada hal yang sia-sia, semua pasti ada hikmahnya. Pandemi Covid-19 yang berdampak besar terhadap kehidupan banyak orang di dunia menjadi reminder juga buat saya. Setidaknya ada lima pelajaran kehidupan saat stay at home, diantaranya:


1. Mengatur waktu dengan baik


Saya dan suami sudah merintis bisnis kuliner, alhamdulillah progresnya baik. Setidaknya dari hari ke hari ada aja yang pesan produknya. Ada yang pesan donat, baso aci, puding, risoles, kue kering bahkan cake untuk ulang tahun.

Meskipun banyak orderan, tetap saja saya harus bisa mengatur waktu kapan harus mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus anak, mendampingi anak belajar, menyiapkan menu buka juga sahur, dan meluangkan waktu untuk menulis. Keterampilan memanage waktu memang penting dan biasanya seorang ibu perlu banget bisa mengatur waktu dengan baik.


2. Belajar resep makanan yang baru


Jujur, saat sebelum nikah, saya keitung jarang masak karena kerja pagi dan sering lembur sampai harus pulang malam ,tapi sekarang tiap hari memasak untuk keluarga.

Sekarang zaman udah canggih mau cari tahu resep masakan bisa buka Cookpad atau YouTube, jadi bisa belajar masak berbagai resep baru.

Belakangan ini saya belajar bikin donat, ternyata proses membuat adonan cukup menyita waktu, tenaga dan perasaan, lol. Biar pengen adonan bagus, butuh belajar beberapa kali sampai terbiasa bikinnya.

Sepertinya keterampilan memasak juga banyak yang ikut berkembang seiring pandemi COVID-19 dan diberlakukannya stay at home serta  social distancing.

Baca juga : Melukis harapan setelah pandemi berlalu


3. Mengasah keterampilan menulis dengan konsisten dan berbagi hal baik pada pembaca 


Selama masa pandemi dan Ramadan ini, saya jadi punya banyak hal yang ingin saya bagikan pada pembaca. Mengikuti tantangan menulis tiap hari ternyata bisa membuat Kita lebih konsisten, kalau ada kemauan pasti bisa nulis tiap hari dan menyelesaikan challenge menulis.

Menulis tiap hari mengasah keterampilan menulis bagi saya dan  belajar menyempatkan diri meski aktivitas sehari-hari pun cukup padat.


4. Mendongeng untuk anak dan mempererat bonding


Anak saya kadang sering banget merasa bosan saat disuruh seharian di rumah. Setelah saya amati, anak saya suka mendengar saat saya bercerita. Meski kadang diulang-ulang cerita yang saya dongengin ke dianya.

Untung ada aplikasi Let's Read yang bisa diunduh di smartphone android dan iOS. Ini tentang cerita anak dari berbagai negara juga penulisnya tapi bisa dikonversi ke Bahasa Indonesia.

Keterampilan bercerita atau mendongeng ternyata disukai anak dan dia selalu pengen minta diceritain berbagai hal. Selain itu, mendongeng bisa mempererat bonding antara ibu dan anak.


5. Mengelola emosi lebih stabil dengan bersabar


Poin nomor lima ini jadi hal terbesar yang harus saya pelajari. Keterampilan mengelola emosi bisa dilakukan dengan pausing atau jeda sejenak atau melakukan teknik relaksasi. Tarik napas sejenak lalu embuskan. Lakukan berkali-kali sampai lebih tenang.

Keterampilan mengelola emosi agar bisa lebih stabil ke jiwa ini memang butuh dibiasakan. Kenali pemicunya lalu tarik napas sejenak biar lebih tenang. Menerima keadaan pun jadi poin penting bagi saya.
Secara teori, sih, begitu, kenyataannya saya juga kadang masih harus belajar buat lebih bersabar.  Bagaimana dengan Sahabat Catatan Leannie? 

Selalu ada hal baik di tengah pandemi COVID-19 sekali pun. Itulah lima hal yang menjadikan pelajaran kehidupan dan mengembangkan keterampilan diri ketika harus #diamdirumah karena COVID-19. Semoga Kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian.  


Salam,




#BPNRamadan2020
#BPNChallengeday11





2 comments

  1. di segala hal yang ga enak, aku percaya selalu ada sisi positifnya :). Gitu jg di masa pandemi ini. Kalo diturutin perasaan, baca berita2 jelek mulu ttg korban yang bertambah, pasti bikin stress.. makanya aku berusaha hanya mau mikirin yg bagus2nya aja..

    sejak di rumah aku jd mau ke dapur :D. sebelumnya boro2, aku percayain ke asistenku ;D. hubungan ama anak jg jd lbh deket, krn biasanya aku lbh srg di kantor dan anak2 dgn babysitter mereka. tapi krn skr jdwal kantor dikasih WFH juga, jd pasti waktuku dgn anak2 lebih banyak. berusaha nyari kegiatan2 yg bisa bikin mereka aktif juga walo dlm rumah. kayak barusan aku beli peralatan cake decoration, yang mana biskut2 nya sudah disiapkan, anak2 hanya tinggal menghias biskuit2 tadi dengan aneka ice colouring yang aman untuk dimakan. mereka happy, aku juga ikutan asik ngebantuin menghias :D.

    mungkin melalui wabah ini, Tuhan juga pengan kasih reminder buat kita, supaya jgn terlalu fokus dgn hal2 duniawi kyk kantoran , uang dll. Skr waktunya lebih deket dengan keluarga dan dengan Tuhan pastinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Mbak Fanny. Kita jadi lebih peka, ya. Menghargai waktu dan kebersamaan bareng keluarga. Enggak melulu mengejar target dunia tapi jadi lebih mempererat bonding dengan anak . Btw makasih udah mampir dan berkunjung ke sini :)

      Delete

Silakan tinggalkan komentar. Mohon tidak menyertakan link hidup. Terima kasih atas kunjungannya.