Tentang Kamu, Lirik Lagu Bunga Citra Lestari dan Jodoh pilihan-Nya (The Story of My Life)

Tentang Kamu, Lirik lagi BCL and The Story of My Life
Pic by Pinterest, edit by Snapseed

Mendengar berita duka beberapa hari yang lalu tentang kematian Ashraf Sinclair, banyak sekali dukungan terhadap Bunga Citra Lestari dan putra mereka Noah Sinclair. Ternyata kematian itu tak mengenal usia, jika waktunya tiba tak ada siapa pun yang  mempu menolaknya.

Sebuah lagu berjudul Tentang Kamu yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari menjadi salah satu lagu favorit saya. Saya doakan BCL diberi kekuatan dan keiikhlasan menerima ketentuan-Nya. Inilah lirik lagu Tentang Kamu yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari.

Lirik Lagu Tentang Kamu (BCL)

Ku tak bisa menebak
Ku tak bisa membaca
Tentang kamu
Tentang kamu

Kau buat kubertanya
S'lalu dalam hatiku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
Bila akhirnya kucinta kau
Dari kekuranganmu
Hingga lebihmu

Bagaimana
Bila semua benar terjadi
Mungkin inilah
Yang terindah

Begitu banyak bintang
Seperti pertanyaanku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
Bila akhirnya kucinta kau
Dari kekuranganmu
Hingga lebihmu

Bagaimana
Bila semua benar terjadi
Mungkin inilah
Yang terindah

***

Lirik Lagu Tentang Kamu yang dinyanyikan BCL adalah salah satu favorit saya, suara lembut Bunga Citra Lestari adalah salah satu hal yang membuat lagu tersebut begitu menyentuh hati saya.

Saya jadi terkenang dan ingin menuliskan "Tentang Kamu" versi saya tentunya. Lika-liku perjalanan menemukan dia, yang kini menjadi pendamping hidup saya.

***

Tentang kamu, jodoh pilihan-Nya... 
(The story of my life)


Waktu terus bergulir, hari demi hari terlewati hingga tak terasa usiaku hampir menginjak kepala tiga. Dua tahun kedepan usiaku genap kepala tiga. 

Rasanya sudah teramat sering pertanyaan dilayangkan padaku mengenai kapan menikah dan siapa yang menjadi calonnya. Aku tak bisa menjawab dengan pasti hanya senyum dan entah sudah berapa kali jawabanku hanya sebatas kalimat  meminta doa  setiap kali pertanyaan itu dilayangkan padaku.

Bukannya tidak ada kesempatan untuk aku menuju ke pelaminan hanya saja mungkin belum saja berjodoh dengan yang telah lalu. Sempat hati ini condong pada seseorang yang sepertinya akan berjodoh denganku. Orang tua kami berdua sudah memberikan persetujuannya, namun aku sendiri menyangsikan niat juga keseriusannya.

Dia hanya datang dan pergi begitu saja. Penantianku selama lebih dari 6 tahun lamanya terjawab sudah ketika dia sudah bertunangan dengan yang lain. Orang tuaku juga tak menyangka akan seperti ini akhirnya. Namun aku harus melanjutkan hidup, mengikhlaskan semuanya karena aku yakin takdir-Nya lebih baik dari yang aku harapkan.

Selang beberapa lama setelah wisuda keduaku, dari gelar ahli madya menjadi sarjana. Aku mendapatkan pekerjaan baru karena saat aku melanjutkan kuliah aku memilih fokus di kuliah saja, karena banyak rekan yang lain bekerja sambil melanjutkan kuliah.

Aku diterima bekerja sebagai asisten dosen di salah satu Stikes di Bandung. Alhamdulillah amanah baru lagi untukku. Aku tak ingin melihat lagi ke belakang karena aku sudah belajar menerima dan mengikhlaskan semua yang terjadi di hidupku ini.

Tak pernah kuduga dan kusangka, saat aku kembali pulang mengajar di Stikes ibuku mengatakan bahwa seseorang tengah melamarku. Tepatnya ibu dari salah seorang tetanggaku melamar diriku. Kaget sekali aku mendapatkan kabar ini.

Dia yang dulunya kakak kelasku ketika SD dan rumahnya hanya berselang beberapa rumah dari rumahku datang untuk memintaku menjadi pendamping hidupnya. Mungkin inilah jawaban semua pertanyaanku selama ini tentang siapa jodohku. Dia datang disaat yang tak diduga.  

Kadang aku tak habis pikir bagaimana Allah SWT menjalankan skenario-Nya dalam hidupku ini. Alhamdulillah penantianku selama ini telah terjawab.

Ternyata dia itu kamu yang rumahnya dekat denganku, yang saat masih SD gak pernah bertegur sapa, waktu SMP, kuliah bahkan saat sudah bekerja tak pernah bertemu, ya, kalau ketemu juga pas hari raya seusai salat ied.  

Jodoh kadang tidak diduga kapan dan di mana datangnya. Ada istilah kalau jodoh pasti bertamu (eh, bertemu ...) seperti kata Afgan.

Ternyata benar ya ungkapan yang menyatakan jodoh itu dekat.  Sedekat tetangga sendiri, hanya terpisahkan beberapa rumah dan masih satu Rukun Tetangga. Dialah jodoh pilihan-Nya, dipilihkan melalui skenario yang tak terduga.

Benar adanya bahwa ada ungkapan "Tidak ada pernikahan cinderella," tidak mungkin kehidupan pernikahan terus bahagia untuk selamanya, karena semua itu hanyalah ada di dunia dongeng bukan dunia nyata.

Awal pernikahan yang indah dan bulan madu yang manis pun hanya tinggal kenangan. Hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun berganti tahun pun telah dilewati bersama.

Rasa yang ada dulu menggebu, mungkin bisa saja terkikis seiring berjalannya sang waktu. Jika bukan memegang teguh komitmen, telah banyak yang mengalami kegagalan dalam pernikahan dengan dalih adanya ketidakcocokan. 

Manusia terkadang punya banyak harapan juga keinginan namun semua itu terbentur dengan suatu realita. Begitu juga dengan kehidupan. Terkadang apa yang kita harapkan belum tentu jadi kenyataan.

Ada kalanya setelah menikah banyak sekali hal-hal yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan terhadap pasangan, mungkin begitu pula dengan diri pasangan terhadap kita.

Perbedaan yang ada bisa menjadi boomerang saat salah
satu pasangan memendam semua perasaannya tanpa mampu berkomunikasi dengan baik. Pasangan perlu tahu bagaimana cara mengatasi konflik dalam sebuah hubungan.

Baca juga: Cara Mengatasi Konflik dengan Pasangan


Namun, semua itu bisa diatasi jika kedua belah pihak mampu membuka telinga juga mata hati untuk bisa sama-sama mencari solusi untuk kebaikan bersama.

Seiring perjalanan dalam pernikahan, saat kita melangkah dan dirasakan ada kerikil tajam menghalangi perjalanan, bukannya alas kaki yang diganti tapi kerikilnya yang perlu dibuang.

Tak perlu berpikir mencari pengganti pasangan baru yang dirasa bisa lebih baik, namun mencari solusi atas permasalahan yang mendera.

Saat dihadapkan dengan kenyataan, harapan yang dulu dibayangkan sebelum menikah sirnalah sudah. Berharap pasangan mampu berubah menjadi lebih baik tak jua menjadi kenyataan.

Hiduplah suami istri bak orang asing yang tinggal dalam satu atap bersama.

Dimanakah keharmonisan itu?

Pertanyaannya yang mengganjal dikalbu namun tak jua didapat jawabannya.

Hidup berumah tangga itu adalah tentang prasangka baik dan positif, penerimaan, ketulusan juga keluasan maaf diantara kedua pasangan.

Ingatlah saat menikah, ada ikatan suci dihadapan-Nya. Ingatlah saat menikah banyak orang yang kita undang untuk mendoakan kehidupan pernikahan kita. Komitmen itulah yang seharusnya dijaga.

Disatu sisi, saat memutuskan untuk mundur berarti kita menyerah, jangan sampai mengabaikan doa orang-orang yang mendoakan kita sewaktu menikah dulu. 

Saat memilih ingin mencari pasangan lain selain pasangan yang sah, ingatlah diluaran sana banyak yang masih single berdoa terus menerus meminta diberikan pasangan hidup. Hargai dan bersyukurlah engkau telah diberikan pasangan hidup. 

Untuk yang telah memiliki buah hati, ingatlah mereka membutuhkan ayah juga ibunya. Selama masih punya Allah SWT, mintalah pada-Nya agar membukakan dan melembutkan hati pasanganmu sehingga marriage goals, yaitu sakinah, mawaddah juga rahmah dapat direalisasikan.

Meski dalam berumah tangga, harapan vs kenyataan terkadang tidak sejalan, ingatlah bahwa hidup itu adalah tentang penerimaan, takdir, juga tentang kuasa-Nya mempersatukan dua insan dalam mahligai pernikahan.

Menikahlah dengan seseorang yang bersedia melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik.

Menikah itu berproses dan proses penyesuaiannya butuh waktu dan pembelajaran. Saling mengenal untuk bisa saling memahami dan melengkapi satu sama lainnya.

Bahagiakanlah pasanganmu sebelum engkau menyesal karena hidup tak selamanya. Saat ia tiada, takkan berguna semua kata dan rasa yang kau miliki untuknya. (Catatan Leannie)


Salam, 



30 comments

  1. Memang mbak, kadang impian dan kenyataan berbeda, begitu juga dalam pernikahan, kadang kita tentunya ingin bisa membahagiakan pasangan tapi kadang realitanya malah kadang bertengkar.

    Eh, tapi bertengkar sekali ² ngga apa-apa sih, soalnya pernikahan yang bahagia terus seperti Cinderella hanya ada dalam dongeng.

    Turut berdukacita juga atas meninggalnya Ashraf, ngga menyangka padahal kelihatannya sehat terus.😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makasih sudah mampir Kak Agus. Memang saya pun terkadang masih suka aja ada selisih paham sama suami, tapi semua bergantung cara kedua pasangan menyikapinya. Iya, kalau yang namanya kematian memang enggak bisa ditebak. Enggak nyangka juga tapi itulah ketentuan-Nya.

      Delete
  2. Wah cerita ttg jodoh memang selalu menarik untuk dibaca. Kembali lagi krn jodoh itu rahasia Allah. Selagi ada semoga kota bisa memanfaatkan waktu dengan mencintai pasangan sebaik mungkin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, soalnya kalau udah enggak ada nanti akan berasa kehilangannya

      Delete
  3. Beruntunglah mbak pernah merasakan bulan madu, saya nda pernah soalnya.
    Habis nikah langsung ke daerah tempat tugas mengajar, gitu terus hingga menjelang 31 tahun berumah tangga. Tak apalah, toh bulan madu itu selalu saya maknai sebagai bulan-bulan bersama dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Alhamdulillah setelah nikah honeymoon dulu, hehe ... bener banget kebersamaan itu yang utama

      Delete
  4. Selaku menarik kalau cerita tentang jodoh. Karena tiap orang memiliki cerita yang unik. Terima kasih atas sharingnya Mba.

    ReplyDelete
  5. semoga Alloh sll menjaga dan mmberkahi kak Lia Yuliani sekeluarga ^^ Aamiiin terima kasih ulasanny kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih Mbak @vidyagatari. Doa terbaik juga untukmu

      Delete
  6. Duh, pembukanya bikin aku sedih, Bu Lia. Meski begitu, aku berharap semoga Bu Lia beserta keluarga diberikan kebahagiaan, dan dan menjadi keluarga yang menciptakan generasi emas. Jodoh dan maut itu misteri ya Bu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terima kasih doanya, Mbak. Berita kemarin memang jadi muhasabah diri aja. Terpikir juga gimana kalau saya yang ada di posisi BCL.

      Delete
  7. Akupun mba sama langsung evaluasi sikap-sikap aku ke pasangan. Kaya masih suka kasih argumen dan ga langsung manut gitu padahal bukan hal yang prinsipil. Menurunkan ego emang harus sering-sering dilatih ya, apalagi kalau usia pernikahan udah lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener, Mbak. Memang harus sering berkompromi, berkomunikasi yang baik sama pasangan. Menekan ego demi kebaikan bersama

      Delete
  8. Klo baca tentang masalah jodoh gini jadi,, merenung kembali tapi yang namanya jodoh, rezeki, bahkan kematian sudah tertulis tiap takdir manusia. KalaupKalaupun saya sudah ditakdirkan berjodoh pasti gak bakal kemana langsung pasang janur kuning hehe

    ReplyDelete
  9. Nah, iya, kalau enggak jodoh mau ditungguin sekian lama pun nanti akan terlepas sendiri. Jodoh ya, pasti datang di saat yang tepat menurut-Nya

    ReplyDelete
  10. Kok tiba-tiba jadi mewek ya? :(
    Jadi ingat lagi kisah BCL, sedih dan shock berat.
    Semoga dilapangkan selalu hatinya menerima cobaan ini ya.

    Btw, saya setuju, menikah dengan seseorang yang bersedia melakukan perubahan yang lebih baik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang sedih banget sih, enggak kebayang kalau ada di posisi BCL.

      Memang menikah itu butuh kompromi, Mbak. Yang penting keduanya mau sama-sama berubah jadi lebih baik. Makasih atas kunjungannya, Mbak Rey.

      Delete
  11. memang ya mbak mengarungi biduk rumah tangga seperti mengarungi samudra luas, perlu pengertian masing-masing pasangan dan pastinya tak boleh menyerah karena perbedaan sifat, harus legowo menerima.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, benar, Mbak. Menikah itu bukan tentang siapa yang benar atau Salah, tapi mengalah untuk kebaikan bersama.

      Delete
  12. Setiap kisah pertemuan dengan jodoh selalu unik ya, Mbak. Aku pun mengalaminya. Dan, well,bener juga pernikahan tak selalu indah. Ada naik turun. Ada suka duka. Memang berat, tapi kita harus terus berjuang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Mbak Damar. Cerita tentang jodoh memang unik. Hehe ... iya menikah itu perjuangan bersama seumur hidup.

      Delete
  13. Lucu ya jodoh itu. Jadi inget cerita kenal sama suami gimana. Nggak nyangka betul kalau dia yang akan jadi suami saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, sama, Mbak Lely. Beneran enggak nyangka bisa berjodoh dengan suami

      Delete
  14. Jodohku juga tak terduga mbak, mama mertua ternyata teman baik ibuku dan suamiku ternyata kakak kelas aku SMA, tapi beda 8 tahun jadi nggak sempat kenal. Menurutku pernikahan adalah komitmen kepada Allah SWT, jadi sebisa mungkin di perjuangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh,ternyata mama mertua deket sama mama, ya dan yang jadi suami ternyata kakak kelas. hehe ...

      Bener banget, ya, Mbak. Menikah itu komitmen pada Allah

      Delete
  15. Masya Allah Tabarakallah...ternyata tetangga sendiri jodohnya ya Mbak..semoga sehidup sesurga-Nya dan selalu Sakinah Mawaddah Warahmah. Aamiin
    Kita memnag tak pernah tahu karena jodoh pasti bertemu. Seperti saya, suami adalah kakak teman sebangku saya saat SMA, kenalnya pas kami sudah sama-sama dewasa dan ga pakai lama langsung menikah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terima kasih atas doanya, ya, Mbak Dian. Doa terbaik buat Mbak dan suami juga. Wah, ternyata suami kenalan kakak, ya. Memang cerita tentang jodoh itu unik, ya.

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya. Moderasi komentar saya aktifkan, ya. Komentar akan muncul setelah saya setujui. Mohon tidak berkomentar sebagai anonim atau menyertakan link hidup. Link hidup akan saya delete. Maaf jika ada komentar yang belum terbalas.