June 27, 2019

Behind The Scene: Kilau Ketangguhan, Antologi Kisah Inspiratif Wanita yang Penuh Makna

by , in
Kisah Inspiratif Wanita
Antologi Kilau Ketangguhan

Alhamdulillah sebuah buku telah terbit di Bulan April tahun 2019. Masih bercerita tentang karya bersama atau antologi, kali ini bersama komunitas Writing Challenge atau Wrc Community yang berjudul Kilau Ketangguhan para wanita hebat dalam kehidupannya.

Antologi ini merupakan karya yang istimewa karena biasanya saya ada di sebuah karya sebagai penulis, tetapi di buku ini merupakan karya perdana saya dan Mbak Eda Suhaedah sebagai seorang editor buku. Satu pengalaman yang baru bagi kami berdua sebagai seorang editor baru tentunya.

Karya perdana bersama Mbak Eda sebagai Editor

Antologi Kilau Ketangguhan merupakan persembahan dari 28 penulis yang berasal dari Wrc Community batch 1 sampai 7. Saya sendiri dan Mbak Eda mulai join Wrc dari Batch 7 yang lalu. Sekarang Wrc sudah open registration sampai Batch 14. Wow, sudah sejauh ini ternyata Wrc Community terus mengepakkan sayapnya untuk membantu para wanita berkarya dan berkembang dalam bisnisnya.

Baca juga: Ensiklopedi Ulama Pengubah Dunia, Antologi ketujuh yang istimewa

Kesempatan menjadi editor buku buat saya dan Mbak Eda berawal ketika Kami mengikuti kelas SBJF atau Semua Bisa Jadi Fiksi yang diselenggarakan oleh Founder Wrc, Uni Diba Tesi Zalziyat atau dikenal dengan nama pena Dibatezal.

Ketika mengikuti kelas menulis fiksi batch 2, saya dan Mbak Eda terpilih untuk menggarap project buku ini. Saat itu bagi Kami berdua kesempatan ini adalah hal yang berharga dan sayang jika dilewatkan. Saat itu Pak Arif, suami Uni Diba berperan sebagai pimpronya Najmubooks Publishing. Mbak Novana Delima dan Mbak Eriza Dedek juga memegang peranan sebagai seorang PJ buku.

Kira-kira ada sekitar satu tahun buku ini Kami garap bersama. Saya menjadi editor buku antologi bisnis dari anggota Wrc yang juga pelaku berbagai bisnis, sedangkan Mbak Eda Suhaedah menjadi editor dari kisah inspiratif wanita yang  sebagian besar berperan sebagai ibu tumah tangga.

Ada beberapa naskah di buku Kilau Ketangguhan yang saya editing juga, memang sebagian besar diedit oleh Mbak Eda Suhaedah.

Ikut serta dalam proyek buku ini membuat saya mengetahui seluk beluk bagaimana sebuah buku lahir dari proses pengumpulan naskah, editing, proses layout, proofreader, sampai akhirnya buku ini bisa terbit dan yang terakhir proses pengiriman sampai ke tangan pembaca.

Satu tahun buku ini berproses hingga bisa dinikmati oleh pembaca. Sebuah perjalanan panjang lahirnya sebuah buku. Proses pembelajaran baru bagi kami berdua dalam mengedit naskah para kontributor buku.

Proses editing yang dilakukan ternyata ada beberapa tahap, diantaranya editing kontent atau editing isi cerita. Pada proses ini, dilihat kesesuaian naskah berdasarkan isinya, apakah sudah memenuhi kriteria yang ada. Bagaimana alur cerita, tokoh, juga isi naskah yang dibuat oleh kontributor buku.

Berbagai hal jadi pembelajaran juga buat saya dan Mbak Eda. Ternyata proses editing memang harus jadi perhatian utama seorang editor. Naskah jangan sampai timpang karena alur yang belum rapi atau ceritanya kurang berurutan, setting yang belum jelas, atau karakter tokoh yang tidak kuat, prolog bahkan epilog pun tak luput dari pengamatan Kami berdua sebagai seorang editor baru yang masih pemula.

Setelah proses ini, naskah dikembalikan pada para penulis atau kontributor buku. Direvisi kembali oleh mereka kemudian dikirimkan via email untuk proses editing tahap dua, yaitu editing EBI atau ejaan Bahasa Indonesia. Dalam editing tahap ini, sampai titik, koma atau tanda baca pun tak boleh luput dari pengamatan editor.

Ternyata editing satu naskah yang beberapa lembar itu cukup berat juga. Jika tak sanggup, biar Dilan aja yang nanggung. Halah ... Jujur saja selembar naskah bisa seharian saya editing. Hm ... banyak perbaikan juga membuat naskah tersebut saya berikan revisi coment, ada ada yang sedikit komentar atau revisiannya tetapi ada juga yang sampai ratusan komentar saya sematkan, semua tergantung isi naskah penulisnya.

Penulis juga perlu mempelajari cara penulisan yang baik agar saat naskahnya masuk ke meja editor sudah bagus semuanya. Namun, semua itu berproses, penulis buku ini pun masih pemula seperti editornya. Jadi wajar saja kalau banyak revisi hingga menjadi buku yang sekarang bisa dinikmati pembacanya.

Salut sekali dengan pekerjaan editor, bagi saya sendiri untuk proses editing satu naskah saja bisa agak lama juga prosesnya. Satu lembar naskah bisa penuh dengan berbagai revisi. Mungkin karena masih pemula saya kadang merasa baru selembar editing naskah sudah berasa lapar mendera. Berasa lebay gini ๐Ÿ˜„

Seringnya saya makan seblak biar enggak pusing dan melanjutkan editing kembali. Entahlah mungkin saya saja yang seperti ini. Bahaya juga buat timbangan kalau setiap editing naskah selalu diselingi oleh camilan. Nanti timbangan saya bertambah terus ke kanan.  Hehe ... ๐Ÿ˜„

Baca juga: Antologi Cerita Anak tentang  Berbagai Profesi di Indonesia

Baiklah, sepertinya out of the topic. Kembali ke Antologi Kilau Ketangguhan, buku yang ditulis oleh 28 wanita luar biasa. Sesuai covernya bergambar kilau kristal atau berlian merupakan simbol ketangguhan, kekuatan, juga kesabaran para wanita dalam menghadapi kehidupannya. Design cantik hasil sentuhan Mbak Akhwa Firdausa ini memang membuat buku ini lebih hidup.

Menyelami satu demi satu cerita di buku ini berhasil membuat saya tersentuh, kadang ingin menitikkan air mata juga ketika mengetahui kisah mereka.

Ada perjuangan seorang istri yang dalam keterbatasan terus mengejar mimpinya menjadi seorang guru, ada juga kisah ketabahan seorang ibu yang ketiga anaknya telah berada di tempat terindah, perjuangan seorang ibu dengan Ichthyosis Baby, ada juga kisah seorang wanita yang menjadi pahlawan devisa dengan mencari sesuap nasi di luar negeri dan meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil.

Rasanya malu juga kalau diri sendiri mengeluh mengenai sesuatu hal, ternyata di luaran sana banyak wanita yang punya masalah lebih berat dan bisa tetap tangguh menghadapi kehidupan. Bak kristal, berlian atau intan permata memiliki kilau yang memukau setelah ditempa berbagai proses yang panjang. Begitu pula kisah para wanita di buku ini.

Sebagian cerita di atas hanyalah sepenggal kisah dalam buku antologi Kilau Ketangguhan yang penuh makna ini. Buku setebal 279 halaman yang diterbitkan oleh Najmubooks Publishing ini memang layak untuk dijadikan rekomendasi bacaan. Bagaimanamenurut Kamu?


Salam, 






June 24, 2019

Menjelajahi Keindahan Bawah Laut di Seaworld Ancol

by , in

Menjelajahi Seaworld
Jalan-jalan ke Seaworld

Taman Impian Jaya Ancol atau kini lebih dikenal dengan Ancol Jakarta Bay City merupakan tujuan wisata di Jakarta yang punya beragam pilihan untuk dikunjungi.

Kamu bisa memilih Dunia Fantasi atau lebih dikenal dengan Dufan, Atlantis Water Adventure, Gelanggang Samudera, Seaworld, atau Pantai Indah Ancol. Kami sekeluarga beserta sahabat suami memilih menjelajahi keindahan bawah laut di Seaworld, Ancol.

Sebenarnya ini adalah kunjungan latepost, kira-kira di Bulan Maret 2019 yang lalu, bertepatan dengan hari lahirnya suami. Kami mengajak anak dari kakak ipar menemani Dzaky serta ketiga anak lain dari sahabat menambah serunya acara kunjungan Kami ke Seaworld saat itu.

Keseruan menuju Seaworld
Berangkat dari Bandung kira-kira pukul 8.30 WIB, lebih lambat dari waktu yang dijanjikan memang, but it's okay. Untungnya perjalanan enggak macet sehingga pada pukul 11.00  WIB atau lebih, Kami sudah sampai di Ancol.

Sea World yang berada di di Taman Impian Jaya Ancol, Jalan Lodan Timur No. 7, RW.10, Ancol, Pademangan, Kota Jakarta Utara ternyata tak pernah sepi pengunjung apalagi saat kami berkunjung ke sana bertepatan dengan hari libur nasional.

Begitu sampai di loket, tas dan makanan dititipkan  di tempat penitipan barang. Kami kemudian masuk ke Seaworld.

Ada beberapa hal menarik ketika menjelajahi keindahan bawah laut di Seaworld Ancol, yuk, simak di bawah ini!

Melihat ragam koleksi ikan dari berbagai perairan Indonesia dan dunia

Begitu masuk ke sini, saya cukup terkesan melihat banyaknya ikan yang ada di akuarium besar.

Pandangan saya tertuju ke arah "Shark Aquarium," atau akuarium yang berisi ikan hiu. Saya sempat mengabadikan foto di kolam ini, sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan. 

Shark Aquarium 
Ada juga Hammer Shark yang cukup unik dan jadi favoritnya Dzaky di Aquarium yang satu ini.

Hammer Shark, perhatikan bentuk kepala ikannya

Beragam jenis ikan ada di sini, bisa mencapai ribuan species yang berasal dari kawasan laut Indonesia, seperti Samudera Hindia, Laut Jawa, Samudera Pasifik  bahkan dari Samudera Atlantik.

Beragam jenis ikan di Seaworld

Swafoto bersama ikan-ikan

Beragam koleksi Ikan Air Tawar di Indonesia dan dunia, diantaranya Piranha dan Arapaima 

Kamu bisa menemukan aquarium yang berisi ikan Piranha juga ikan Arapaima. Ikan Arapaima merupakan ikan air tawar terbesar di dunia yang berasal dari perairan Amazon. Beratnya bisa mencapai sampai 200 kilogram dengan panjang mencapai 3 meter.

Bersama ikan Arapaima

Atraksi yang menarik perhatian seperti Feeding Show, Barongsai dan lainnya

Salah satu tempat yang jadi perhatian penonton adalah aquarium utama. Aquarium ini menampung 5 juta liter air laut dengan perkiraan sebanyak 35.500 ekor ikan laut Indonesia dari 35 spesies.

Aquarium utama di Seaworld  dengan ukuran 38 x 24 meter dan volume air yang cukup besar disebut sebagai akuarium air laut terbesar di Asia Tenggara.

Aquarium ini dipadati pengunjung karena  adanya feeding show atau  pemberian makanan untuk ikan-ikan di sana dan juga beragam atraksi lain sering juga dilakukan untuk menarik minat pengunjung.

Atraksi Barongsai di dalam air
Saat Kami berkunjung ke sini, ada atraksi barongsai di dalam air. Kami benar-benar terkesima dengan penampilan mereka. Riuh tepuk tangan penonton pun ikut menyemarakkan suasana.

Kamu juga bisa melakukan fun dive dengan membayar uang sebesar Rp.500.000,00 untuk mendapatkan sertifikat menyelam di aquarium utama ini.

Berfoto di Antasena Tunnel, spot favorit pengunjung di Seaword

Kami juga menjelajahi sebuah terowongan kaca atau dikenal dengan nama Antasena Tunnel, terowongan sepanjang 80 meter ini menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto di sini. 

Antasena, spot favorit di Seaworld

Kamu bisa berjalan di travelator sambil memandangi berbagai jenis ikan yang berenang di atas terowongan kaca. Di sisi terowongan terdapat informasi mengenai jenis ikan juga habitatnya.

Arena Touch Pool yang disukai anak

Seaworld juga menyediakan arena touch pool, di tempat ini Kamu bisa menyentuh beberapa jenis hewan seperti bintang laut, sea turtle, dan lainnya. Saat itu, Dzaky begitu antusias memegang sea turtle.

Arena Touch Pool

Melihat berbagai koleksi hewan laut yang diawetkan

Seaworld dilengkapi dengan museum yang berisi koleksi hewan laut yang sudah diawetkan. Ada koleksi berbagai jenis ikan, cumi, dan hewan laut lainnya. Inilah beberapa koleksi hewan laut yang sempat dokumentasikan.





Ragam koleksi hewan yang diawetkan


Jelly Fish Sphere, wahana baru di  Seaworld Ancol

Kamu bisa melihat Jelly Fish atau ubur-ubur yang indah dalam kolam diterangi cahaya warna warni. Ubur-ubur ini jadi wahana baru di Seaworld. Kamu juga bisa menjadikan tempat ini buat swafoto.

Sayangnya di spot ini, saya tidak mendokumentasikannya karena saat itu gawai sudah habis baterainya, meski begitu rasanya senang sekali melihat keindahan bawah laut. Keindahan bawah laut yang memesona bisa Kamu temukan juga di Raja Ampat.

Baca juga : Raja Ampat, Surga Tersembunyi dari Timur yang Tersohor hingga ke Mancanegara

Beragam ikan dan biota laut lainnya membuat saya terpesona akan ciptaan-Nya. Bukan hanya saya, Dzaky pun excited melihat keindahan bawah laut di Seaworld.

Seaworld, wahana yang disukai anak

Ada Toko Merchandise dan Restoran juga di sini

Kamu juga bisa membeli merchandise atau oleh-oleh sebagai kenang-kenangan di Seaworld, Ancol. Ada boneka berbentuk ikan atau topi yang bisa dijadikan buah tangan. Saat makan siang pun, Kamu bisa membeli makanan atau santap siang di restoran Seaworld. Berbagai pilihan menu bisa Kamu pilih di sana.

Untuk tiket masuk Seaworld dikenakan tarif sebesar Rp. 85.000,00/orang pada hari senin-jumat, sedangkan untuk weekend dan hari libur dikenakan tarif Rp.100.000,00. Jam operasional Seaword mulai pukul 09.00 - 18.00 WIB.

Berbagai jenis aktivitas menarik bisa dilakukan di Seaworld. Selain tempat rekreasi, Seaworld juga menjadi wisata edukasi untuk mengetahui keanekaragaman biota bawah laut di Indonesia dan dunia. Sebagai wisata edukasi lain, Kamu juga bisa berkunjung ke tempat ini.

Baca juga: Puri Maerokoco, Taman Mini Jawa Tengah

Rasakan kebersamaan indah bersama keluarga saat berwisata bersama ke Seaworld. Yuk, nikmati berbagai keindahan bawah laut di Seaworld Ancol



Salam, 







June 12, 2019

Cerita Idulfitri bagi Kami yang tak Pernah Mudik

by , in
Cerita Idulfitri bagi kami yang tak pernah mudik
Keluarga kecilku, abaikan Dzaky yang susah di foto ๐Ÿ˜…

Silaturahmi bersama keluarga dan sahabat jadi pengalaman yang penuh kesan di moment Idulfitri.

Beginilah berjodoh dengan tetangga, hampir setiap hari bisa berkunjung ke rumah mama. Hehe, tinggal jalan dikit sampai deh. Banyak kemudahan yang saya rasakan ketika dekat orang tua.

Bagi keluarga kami yang tak pernah mudik, kemacetan, kelelahan saat perjalanan, rasa bahagia yang membuncah saat menginjakkan kampung halaman mungkin tak pernah dirasakan karena orang tua dan mertua tinggal berdekatan dan masih satu RT.

Baca juga: Mengatasi kelelahan mudik dengan cara ini


Kadang Mama mengirimkan makanan, kue lebaran, ngasih Dzaky baju dan lain-lain. Ah ... malu rasanya saya sendiri jarang memberi, malah jadi pihak yang diberi.

Beginilah nasib anak yang enggak hobi masak atau bikin kue. Masakannya itu-itu aja dan masakan atau kue buatan mama selalu luar biasa. Padahal mama saya adalah seorang pekerja tapi setiap hari selalu menyempatkan memasak dan kadang mengirimkannya pada saya.

Setiap tahunnya mama selalu membuat kue untuk hari raya. Saya sering dikirim mama makanan karena dekat dengan beliau. Enak pake banget. Hehe, alhamdulillah ๐Ÿ˜„

Punya mertua dan orang tua berdekatan jaraknya, otomatis setelah menikah, saya dan suami tak pernah mudik. Mau mudik ke mana, masa mudik cuma dari RT 01 ke RT 05. Rumah saya di RT 01, sedangkan rumah orang tua kami di RT 05, beda RT tapi tetap aja deketan.

Kami menikah sudah empat tahun lebih, tahun ini menginjak tahun kelima pernikahan. Nano-nano rasanya. Benar sekali merasakan lima tahun pertama pernikahan adalah fase yang cukup berat. Fase penyesuaian kedua pihak terutama. Sudah empat kali berlebaran tanpa mudik, apa saja kegiatan kami selama ldulfitri?

Tahun ini moment Idulfitri kami rayakan dengan keluarga besar dan juga sahabat sekaligus rekan kerja suami. Teman-teman saya ke mana, ya? Mereka pada mudik, jadi saya jarang bertamu pada mereka. Tinggallah saya di Bandung saja.

Moment Idulfitri hari pertama keluarga kecil kami berkunjung ke rumah orang tua saya juga mertua. Keluarga saya jarang suka berfoto jadi jarang punya kenangan bareng.

Nah, di keluarga suami ada satu foto kebersamaan Kami ketika Idulfitri hari pertama. Keluarga besar memang, suami anak ketiga dari lima bersaudara. Anak tengah ceritanya, kalau saya anak pertama dari tiga bersaudara dan sama-sama orang Sunda. Hehe ๐Ÿ˜„ Inilah foto keluarga kami.

Bersama keluarga besar suami

Moment Idulfitri hari kedua, Kami berkunjung ke rumah sahabat sekaligus rekan kerjanya suami. Rumahnya ada di daerah Cikaso, dari Gedung Sate lurus terus ke arah jalan utama sampai tiba di jalan Cikaso. Masuk melalui jalan tadi, kemudian disambut rekan kerja ayahnya Dzaky di depan gapura tempat tinggalnya.

Kesan saya selama lebaran ini, jujur saja saya kekenyangan karena terlalu banyak godaan yang ingin saya cicipi. Beraneka kue lebaran buatan mama, kolang-kaling segar, ketupat dan aneka makanan khas lebaran sayang sekali jika dilewatkan.

Ketika sampai di rumah Sahabat suami, kami disambut dengan berbagai makanan. Makan lagi dan lagi. Hehe ...

Temannya suami bahkan sengaja membuatkan bala-bala atau bakwan, rujak cuka, juga baso. Wah, senangnya, tapi harus waspai timbangan sendiri.

Merasa sekali sebagai tamu dimuliakan dan dijamu dengan baik. Segala ada pokoknya. Tadinya mau ke Punclut buat makan siang, enggak jadi karena kekenyangan.

Ternyata membahagiakan tamu itu begitu dianjurkan bahkan oleh Rasulullah sendiri. Terasa sekali silaturahmi semakin erat dan lekat dengan saling berkunjung.
Alhamdulillah, semoga berkah hidup kita semuanya.

Satu lagi kenangan buat Dzaky yang suka kucing, dia senang sekali berkunjung ke sini karena bisa bermain dengan kucing Persia yang besar sekali. Katanya sih umurnya udah empat tahun dan beratnya lebih dari 4 atau 5 kilogram.

Ini dia foto Dzaky yang excited saat disuruh berfoto dengan kucingnya. (Saya jujur saja geli sama kucing apalagi bulunya, hehe ...)

Dzaky foto bareng kucing persia

Di hari ketiga lebaran, ada acara kumpul keluarga besarnya ayah di Villa Abah, salah satu villa Istana Bunga di Lembang. Nanti akan saya tulis review staycation di Villa Abah Lembang. Ada juga kenang-kenangan keluarga kecil kami di sini.

Staycation bareng keluarga di Villa Abah Lembang

Buat saya moment lebaran bisa diisi dengan ajang silaturahmi bersama keluarga atau pun sahabat. Meski tanpa mudik beginilah cara Kami memaknai Idulfitri. Bagaimana dengan cerita lebaran di keluargamu, mudik ke mana, nih?


Salam, 






My Instagram