Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts
Showing posts with label Resensi Buku. Show all posts

Tetangga kok Gitu, Kumpulan Kisah Menarik dan Pelajaran Kehidupan dalam Bertetangga

Tetangga kok Gitu karya Annie Nugraha
Tetangga kok Gitu, karya Annie Nugraha,
via dokumentasi pribadi


Judul                        : Tetangga kok Gitu

Penulis                    : Annie Nugraha

Penerbit                  : Stiletto Indie Book

Jumlah Halaman    : 142

Cetakan                   :  1

No ISBN                   : 978-623-6400-88-3


Tetangga kok Gitu, Kumpulan Kisah Menarik dan Pelajaran Kehidupan dalam Bertetangga


Bertetangga itu butuh etika, karena pada kenyataanya tetanggalah yang lebih dahulu tahu tentang siapa diri kita sebenarnya dan akan menolong kita. Tetaplah menjaga hubungan baik meski hatimu berat untuk menerimanya. (Annie Nugraha)


"Tetangga kok Gitu?" Sebuah judul buku karya Annie Nugraha ini bikin saya tertarik menuliskan resensi bukunya. Isinya berupa serba-serbi kehidupan bertetangga dan diselipkan pula pesan kehidupan yang cukup menggugah hati. Pokoknya saya sangat terhibur setelah membaca buku ini. Tulisannya begitu jujur dan storytelling Mba Annie cukup kuat.



Ringkasan cerita Tetangga Kok Gitu
Buku Tetangga kok Gitu,
via instagram.com/@stiletto_book


Berbagai cerita di dalam buku ini diangkat dari kisah nyata bertetangga. Penulis sukses meramu kisahnya sehingga bisa menarik perhatian saya sebagai pembaca. Saya jadi merasa penasaran dan ingin terus membaca kelanjutan cerita di buku ini.


Saat baru membaca beberapa part buku ini membuat saya terkesan. Ada 12 Kumpulan cerita yang menarik dan sarat akan pelajaran kehidupan. 



Belajar dari anak tentang mudahnya memaafkan


Buku ini dibuka dengan kisah tentang "Anak Berantem, Orang Tua Geger." Memang iya banget sih bisa jadi panjang ceritanya kalau udah anak berantem, terus salah satunya nangis dan mengadu ke orang tuanya.


Alhasil kedua orang tua anak ini bisa bertengkar hebat, saling menyalahkan, dan bikin geger tetangga lainnya. Mereka bisa saling tak bertegur sapa atau bahkan saling menjelek-jelekkan satu sama lainnya, padahal ternyata anak mereka yang tadinya ribut, eh udah baikan dalam waktu yang cepat.


Kadang orang tua perlu belajar keluasan hati dari anak-anak. Anak bisa dengan mudah memaafkan dengan tulus, tanpa menyimpan dendam di hatinya. Jiwa mereka begitu murni, tidak mudah membenci dan senantiasa bisa melupakan kesalahan orang lain. 


Bagaimana dengan orang dewasa? Tampaknya mereka perlu berguru pada anak-anak tentang memaafkan kesalahan orang lain.



Kejadian mistis itu masih ada, percaya atau engga?


Ada beberapa part di buku ini yang menarik membuat dan saya bergumam. "Ah, masa iya sih, begitu? Masih ada ya, di zaman sekarang yang berbau mistis seperti itu?" 


Ada dua cerita yang jadi misteri meski sudah membaca kisahnya sampai akhir yaitu "Ngepet itu Halu apa Beneran?" dan "Rumah Kontrakan : Cerita tentang Dea."  


Buku ini bukan cerita horror sebenarnya tapi kedua cerita itu bikin saya  agak merinding dan ikut menduga sesuatu yang berbau mistis terjadi di sana. 



Tetangga, oh tetangga ...  siapa menyangka kalau bisa selingkuh atau berjodoh dengan orang terdekat? 


Ada juga cerita tentang "Selingkuh kok Sama Tetangga. Cemen Ah," Bisa bisanya ya kok selingkuh ama tetangga sendiri, ya cepet ketahuan dong. Ya, bisa aja, hal itu terjadi karena ada kesempatan, bener engga?


Cerita di atas membuat saya jadi teringat tentang diri saya sendiri. No ... No ... Bukan selingkuh sama tetangga loh, tapi jodoh saya ternyata deket banget, yaitu tetangga. Memang jodoh itu misteri dan kadang tak terbayangkan sebelumnya.


Begitulah takdir Allah, mempertemukan kembali saya dengan kakak kelas sewaktu SD yang sekarang jadi suami saya. Rumahnya pun deketan, masih satu RT cuman beda nomor rumah aja. Ya iyalah beda nomor rumah, namanya juga tetangga. 


Penutup cerita ini berjudul "Yang Mana Istrimu?" Cerita ini cukup menarik juga. Saya jadi pengen ketawa saat Mba Annie menuliskan kenapa harus dia yang mergokin orang lagi bermesraan di jalan? Kebayang kalau saya jadi Mba Annie, pasti ikutan malu plus ngerasa apes soalnya ketemu lagi sama orang itu berkali-kali.


Dari kedua belas cerita di buku ini semuanya menarik, saya suka baca per babnya. Ada kisah tentang manisnya persahabatan, KDRT yang dialami  tetangga, perselingkuhan atau orang ketiga, ada juga kisah tetangga yang mobilnya parkir di tepi jalan hingga merenggut nyawa seseorang. Pokoknya semua cerita di buku ini menarik buat dibaca.


Pastikan Sahabat Catatan Leannie tidak membeli buku bajakan, ya! Hal ini terkait bahaya pembajakan buku yang merugikan banyak pihak, seperti yang ditulis Mba Hindun Nisa.


Quote favorit "Tetangga kok Gitu," pesan kehidupan yang berharga


Nah, kalau dikumpulin  ada beberapa quote di buku ini  yang bagus banget. Cocok sebagai self reminder tentang kehidupan. Kedua quote di bawah ini adalah quote favorit saya di buku "Tetangga kok Gitu."


Memaafkan adalah sebaik-baiknya keikhlasan yang sesungguhnya tersembunyi di setiap nurani manusia. (Tetangga kok Gitu-hal 40)


Keberadaan atau nilai diri seorang perempuan pun sangatlah berharga, Mba Annie juga menuliskan tentang bagaimana cara mencintai perempuan yang sesungguhnya.


"Mencintai perempuan dengan bersungguh sungguh bukan hanya dengan memberikannya perhatian dan ribuan hadiah, tetapi bagaimana Anda menjaga hatinya, nama baiknya, dan marwahnya." (Tetangga Kok Gitu- hal 130)


Belajar bisa dari mana aja termasuk dari lingkungan sekitar dan interaksi dengan tetangga. Bersyukurlah dikaruniai tetangga yang pengertian dan bisa diandalkan. Jika sebaliknya, gimana? Soalnya di luaran sana, banyak "Tetangga kok Gitu?" seperti buku karya Mba Annie. 


Meski karakter tetangga kurang berkenan di hati, tetap saja Kita perlu menjaga etika dan menurunkan ego untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga. 


Saya suka banget sama ilustrasi buku ini. Karya Mba Rini Uzegan ternyata. Ilustrasinya manis dan cantik. Ilustrasi ini mencerminkan kehidupan bertetangga yang penuh warna.


Ilustrasi Tetangga Kok Gitu
Ilustrasi Tetangga kok Gitu hal 114,
dokumentasi pribadi



Kenalan dengan sosok penulis Tetangga kok Gitu, Annie Nugraha 


Nah, berbicara tentang penulis buku ini, yaitu Mba Annie Nugraha. Saya sudah mengenal beliau dua tahun terakhir, meski hanya sekadar blog walking atau instagram walking saja.


Profil Penulis Tetangga Kok Gitu,
via dokumentasi pribadi


Saya terkesan dengan pribadinya Mba Annie yang ramah, menyenangkan, dan juga multi talented pastinya. Selain penulis, Mba Annie juga seorang pengrajin atau crafter handmade wire jewelry. Cantik-cantik deh hasil karyanya. Koleksinya bisa dilihat di https://instagram.com/fibijewelry .


Buku Tetangga kok Gitu
Buku plus free gelang wire cantik,
via dokumentasi pribadi


Buat yang memesan buku "Tetangga kok Gitu," Mba Annie memberikan cendera mata buatannya. Yeay ... Senangnya saya saat mendapatkan gelang wire cantik koleksi Fibi Jewelry. Buat yang mau pesan bisa hubungi kontak di bawah ini, ya ...


Open order Tetangga Kok Gitu
Open Order Tetangga kok Gitu,
via instagram.com/@stiletto_book



Gelang wire Fibi Jewelry
Gelang wire Fibi Jewelry:
Free gift buku Tetangga kok Gitu, 
via instagram.com/@fibijewelry


Nah, buat yang ingin tahu proses penulisan buku, inilah cerita di balik lahirnya buku Tetangga kok Gitu karya Mba Annie Nugraha. 


Baca juga : Hati Suhita, menyelami hati dan menemukan cinta sejati


Bicara masalah kekurangan buku, saya berpikir cukup lama juga. Apa ya, kekurangan buku ini? Soal isi, penulisan udah oke. Suka banget malah, ada beberapa part yang bikin saya senyum-senyum pas baca, soalnya Mba Annie story tellingnya bagus dan tulisannya bisa menyentuh hati.


Untuk penulisan daftar isi sebaiknya dituliskan Bab 1,2, 3, dst lalu judul sub babnya. Biar tahu ada berapa bab atau berapa cerita dalam buku ini. Ini hanya sekadar saran dari saya sebagai pembaca buku aja, kalau yang lainnya sih engga ada kekurangan. 


Suatu tulisan yang tulus dari hati biasanya mampu menyentuh hati pembacanya. Begitu pula dengan buku ini. So pasti, buku ini rekomended banget buat dibaca, loh, Sahabat Catatan Leannie.


Kumpulan cerita menarik dan beragam pesan kehidupan bertetangga dituliskan dengan apik dalam buku ini. Nah, gimana nih Sahabat Catatan Leannie, setelah membaca resensi buku ala saya, tertarik engga nih buat baca juga buku "Tetangga kok Gitu," karya Mba Annie Nugraha? 



Salam, 





Ensiklopedi Ulama Pengubah Dunia, Antologi ketujuh yang Istimewa

Antologi ketujuh bersama Wonderland Family

Perjalanan menulis saya sudah satu tahun lebih sejak akhir tahun 2017 yang lalu. Berproses dan banyak belajar, itu yang saya rasakan.

Meski belum punya buku solo saya ikut beberapa antologi atau karya menulis bersama bareng penulis lain yang dibukukan.

Salah satu yang saya tunggu kehadirannya adalah buku antologi tentang ensiklopedi muslim yang saya tulis bersama rekan penulis dari Wonderland Family.

Sertifikat pertama menulis ensiklopedi muslim

Ensiklopedi adalah penulisan yang benar, bukan ensiklopedia, ya. Menurut Wulan MP, Ensiklopedi adalah sejumlah buku yang berisi penjelasan tentang cabang/ suatu ilmu pengetahuan, mempunyai ruang lingkup yang luas dan universal, serta disunting oleh banyak orang, sesuai keahlian dan pokok bahasan yang dikuasai oleh penulis yang bersangkutan.

Ensiklopedi muslim ulama pengubah dunia merupakan kumpulan kisah dari berbagai ulama di dunia yang memberikan sumbangsih pada  peradaban dunia, baik di dalam maupun di luar negeri.

Ada 32 ulama yang dibahas pada buku ini, sungguh jadi teladan bagi Kita semua. Ternyata kaum muslim punya banyak cendekiawan yang dibanggakan. Pada buku ini juga dibahas mengenai bagaimana tips dan trik menciptakan keluarga cendikiawan dari rumah.

Ini adalah cover antologi ketujuh saya dan daftar isi mengenai 32 orang ulama pengubah dunia. Ada karya saya juga di sana.







Buku ini direkomendasikan buat anak agar mereka punya sosok atau tokoh muslim yang dijadikan panutan.

Buku adalah rekam jejak sebuah tulisan  yang tak kan lekang oleh waktu. "Ensiklopedi Ulama Pengubah Dunia," merupakan antologi ketujuh  yang istimewa  bagi saya. Kado untuk anak saya suatu  saat nanti setelah ia bisa membaca sendiri. Sudahkah Bunda membiasakan anak membaca buku?


     Salam,