Mengenal Bumi dan Sejarah Kehidupan di Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung
Mengunjungi Museum Geologi,
via dokumentasi pribadi

Kunjungan saya dan keluarga ke Museum Geologi Bandung adalah edisi latepost tahun 2019 yang lalu. Mengapa memilih ke Museum? Bagi saya selalu ada hal yang menarik ketika mengunjungi museum.

Museum punya arti penting bagi bangsa dan negara karena menyimpan bukti sejarah alam dan warisan kebudayaan sebuah bangsa. Salah satunya adalah Museum Geologi yang ada di Kota Bandung dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional.

Museum ini punya beragam koleksi mengenai Bumi, dinamika, serta sejarah kehidupan yang ada di dalamnya. Museum Geologi menjadi salah satu Cagar Budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

Sejarah Museum Geologi

Museum Geologi zaman Hindia Belanda
Museum Geologi di Zaman Hindia Belanda,
 via bgl.esdm.go.id

Museum Geologi ini didirikan sejak tahun 1928 pada masa pemerintahan Belanda oleh arsitek yang bernama Wnalda Van Scholtwenburg.

Museum Geologi Bandung berawal dari pembentukan sebuah lembaga yang bernama Dienst van het Mijnwezen, tahun 1850. Bangunan museum ini bergaya Art Deco dengan dua lantai ke arah selatan. Pada awalnya merupakan ruang dokumentasi koleksi, dari batuan, mineral, dan fosil hasil penyelidikan Geologi Indonesia sejak tahun 1850 sebagai bahan penelitian di laboratorium dan tempat untuk memamerkan koleksi.

Pada tahun 1922, lembaga ini berganti nama menjadi Dienst van den Mijnbouw. Awal berdirinya lembaga ini bernama Mijnwezen, kemudian berubah menjadi Mijnbouw, yang artinya pertambangan. Lembaga ini melakukan penyelidikan geologi serta sumber daya mineral di Indonesia, berupa batuan, mineral, fosil, dan lainnya. 

Untuk menganalisis dan menyimpan hasil penyelidikan tersebut, Dienst van den Mijnbouw membangun gedung di Rembrandt Straat Bandung tahun 1928 yang bernama Geologisch Laboratorium yang kemudian juga disebut sebagai Geologisch Museum atau sekarang dikenal dengan nama Museum Geologi.

Ilmun peserta kongres Pasipik IV
Ilmuan peserta kongres ilmu pengetahuan Pasipik IV
via museum.geology

Pembangunan gedung ini dimulai pada tahun 1928. Museum ini diresmikan bersamaan dengan  kongres Ilmu Pengetahuan se- Pasipik IV di Bandung pada tanggal 16 Mei 1929

Pada tahun 1998, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Jepang untuk mengembangkan museum. Setelah dilakukan renovasi, Museum Geologi dibuka kembali pada tanggal 23 Agustus 2000 oleh Megawati Soekarnoputri.

Pada tahun 2012, Museum ini statusnya menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Geologi di bawah manajemen dan pengelolaan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Akses Menuju ke Museum Geologi

Mengunjungi Museum Geologi, Cagar Budaya Indonesia
Mengunjungi Museum Geologi,
via dokumentasi pribadi

Museum Geologi yang terletak di Jalan Dipenogoro No.57, Cihaur Geulis, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat 40122.

Untuk menuju ke Museum Geologi ini tidaklah sulit karena letaknya ada di pusat Kota Bandung, dekat dengan Lapangan Gasibu, Gedung Telkom, Gedung Sate, Taman Lansia. Lokasinya berdekatan dengan Masjid Pusdai dan sekitar empat kilometer dari Alun-Alun Bandung.

Museum ini mudah dijangkau  baik dengan kendaraan pribadi atau umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi,
setelah keluar Pintu tol Pasteur, akan melewati lampu stopan perempatan Gunung batu-Surya Sumantri-Pasteur.  Masuk ke jalan layang Pasopati, di ujung Jalan Surapati akan terlihat Lapangan Gasibu dan Gedung Sate di sebelah kanan.

Ambil lajur kanan untuk kemudian belok kanan di lampu stopan ujung lapang Gasibu masuk ke jalan Sentot Alibasyah. Selanjutnya, ambil lajur kiri, untuk masuk ke Jl. Dipenogoro. Lokasi Museum Geologi ini berada di Jalan Dipenogoro Nomor 57.

Jika menggunakan kendaraan umum, dari Stasiun Bandung Naik angkot 26 Jurusan Cisitu-Tegalega turun di pertigaan Taman Sari ke Sulanjana atau Balubur. Setelah itu naik angkot 05 Jurusan Cicaheum-Ledeng, turun di depan Museum Geologi. Dari
Terminal Bus Cicaheum bisa diakses dengan angkutan kota Cicaheum-Ledeng, kemudian menuju ke Museum Geologi.

Dari Bandara Husein Sastranegara, naik ojek sekitar 500 meter arah selatan ke perlintasan rel kereta Halteu Garuda, lalu naik angkot 34 Jurusan Caringin-Sadang Serang turun pertigaan Taman Sari ke Sulanjana atau Balubur. Setelah itu naik angkot 05 Jurusan Cicaheum-Ledeng, turun di depan Museum Geologi.

Mengenal Bumi dan Sejarah Kehidupan di Museum Geologi


Mengenal sejarah kehidupan di Museum Geologi
Sejarah Kehidupan via dokumentasi pribadi

Museum ini memiliki berbagai
koleksi yang  bermanfaat untuk pendidikan dan mengandung nilai-nilai sejarah kehidupan serta pelestarian alam.

Beragam koleksi yang dimiliki oleh Museum Geologi Bandung, diantaranya bebatuan, fosil, dan mineral. Selain itu, pengunjung dapat mengenal bumi dan dinamikanya, mengetahui bencana alam, cara memanfaatkan sumber daya alam dan mengolah energi dengan benar.

Di museum Geologi terdiri dari dua lantai, lantai satu ada tiga ruang utama yaitu ruang orientasi di bagian tengah, ruang sayap barat dan ruang sayap timur. Begitu pula di lantai dua terdapat tiga ruang, yaitu ruang bagian barat, timur, dan tengah. Ruang bagian barat lantai dua ini merupakan ruangan khusus untuk staf museum.

Kunjungan saya beberapa waktu ke Museum Geologi, meskipun bukan yang pertama kalinya, ada beberapa hal yang menjadi daya tarik museum ini, diantaranya:

1. Ruang Geologi Indonesia

Mengenal bumi di ruang Geologi
Mengenal Bumi di ruang Geologi,
via dokumentasi pribadi

Di lantai satu, ruangan barat merupakan ruang Geologi, Kita  dapat mengenal bumi lebih dekat, mengetahui asal mula bumi, struktur dan pergerakan kerak bumi, batuan, mineral, pelapukan juga erosi, mengetahui geologi pulau-pulau yang ada di Indonesia, penyebaran gunung api serta kars.

Alan semesta dan terbentuknya bumi
Alam semesta dan terbentuknya Bumi, via dokumentasi pribadi
Pelapukan, erosi, dan pengendapan
Pelapukan, Erosi, dan Pengendapan,via dokumentasi pribadi


Penyebaran Gunung Api di Indonesia
Penyebaran Gunung Api di Indonesia, via dokumentasi pribadi

Di ruangan ini dilengkapi dengan video interaktif juga.

2. Ruang Sejarah Kehidupan

Rekonstruksi Pithecanthropus
Rekontruksi Pithecantrophus Erectus,
via dokumentasi pribadi

Ruangan ini terdapat di sebelah Timur, di dalamnya terbagi ke dalam 4 sudut peraga (Pra Kambrium dan Paleozoikum, Mesozoikum, Kenozoikum yang terdiri dari Zaman Tersier dan Zaman Kuarter.



Fosil Trex di Museum Geologi
Fosil T-Rex, via dokumentasi pribadi

Daya tarik utama di ruang ini adalah replika fosil dinosaurus yang terkenal yaitu Tyrannosaurus rex, ada juga manusia purba Homo Erectus, juga  fosil gajah purba Stegodon Trigonocephalus.

Fosil Gajah Purba di Museum Geologi
Koleksi fosil gajah purba,via dokumentasi pribadi


3. Ruang Sumber Daya Geologi


Ruangan ini terletak di lantai dua sebelah timur, di dalamnya terdapat 8 sudut peragaan yaitu pengenalan Sumber Daya Geologi, Mineral Logam, Non Logam, Batu Mulia, Minyak dan Gas Bumi, Batubara, Panas bumi dan Sumber Daya Air.

4. Ruang Manfaat dan Bencana Geologi


Ruangan ini juga terletak di lantai 2, di dalam ruangan ini disajikan Informasi tentang pemanfaatan sumber daya geologi dari zaman ke zaman yang dimulai dari zaman pra sejarah, zaman sejarah dan zaman modern, serta informasi tentang bencana geologi (Gempabumi, Gunungapi, Tanah Longsor dan Tsunami).

5. Ruang Dokumentasi Koleksi

Ruang dokumentasi koleksi di Museum Geologi
Ruang dokumentasi koleksi,via museum.geology.esdm.go.id

Museum Geologi memiliki banyak koleksi, mineral, batuan, fosil dan artefak.  Di ruang dokumentasi inilah koleksi-koleksi tersebut disimpan.

Koleksi yang tersimpan di sini merupakan koleksi dari zaman Belanda hingga hasil penelitian para ahli sekarang.

Ruang Dokumentasi digunakan untuk menyimpan koleksi, melakukan kegiatan preparasi dan restorasi.

Museum ini buka pada saat weekday, hari Senin-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB. Sedangkan saat weekend, yaitu hari Sabtu-Minggu buka pada pukul 08.00-14.00 WIB. Museum Geologi Bandung ditutup pada hari Jumat dan hari libur nasional.

Harga tiket untuk pengunjung pelajar dan mahasiswa sebesar Rp 2.000,00, sedangkan untuk umum sebesar Rp 3.000,00 dan pengunjung asing sebesar Rp 10.000,00

Museum Geologi sebagai Cagar Budaya Indonesia


Museum Geologi, Cagar Budaya Indonesia
Museum Geologi, Cagar Budaya Indonesia,via bgl.esdm.go.id

Berdasarkan UU RI No. 11 Tahun 2010, pengertian Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Penetapan Museum Geologi sebagai Cagar Budaya ditetapkan oleh
SK Menteri NoPM.04/PW.007/MKP/2010
SK Menteri No184/M/2017. 

Museum ini merupakan kategori cagar budaya bangunan yang ada di Kota Bandung. Museum Geologi memiliki peringkat Cagar Budaya Nasional dan kini dikelola oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penerapan Museum Geologi sebagai Cagar Budaya Nasional
Penetapan Museum Geologi sebagai Cagar Budaya Nasional, via bgl.esdm.go.id

Museum Geologi merupakan salah satu aset terpilih karena bangunan ini merupakan bangunan Cagar Budaya dan  ditetapkan sebagai Cagar Budaya tingkat Nasional. Selain itu, Museum Geologi juga memiliki beragam koleksi benda Cagar Budaya dan perlu untuk didaftarkan.

Sebagai Cagar Budaya, Museum Geologi memiliki tugas ganda, untuk melindungi, memelihara, mengembangkan dan memanfaatkan peninggalam sejarah alam, sumber daya geologi, dan kebudayaan masa lalu, selain itu Museum Geologi juga memiliki kewajiban untuk melestarikan bangunan museumnya.

Oleh karena itu, museum dan cagar budaya merupakan dua unsur yang saling berkaitan dan mendukung satu sama lainnya.

Merawat cagar budaya berarti melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang. Melestarikan bukti sejarah dan nilai penting yang menunjukkan identitas atau jati diri bangsa. Jika bukan oleh Kita yang menjaga dan melestarikan cagar budaya, siapa lagi?


Salam, 





59 comments

  1. Wah informatif banget teh, museum geologi bukti bahwa cagar budaya itu bisa dihidupkan & sampe sekarang masoh selalu rame ya, inget dulu waktu SD pernah kesana, yg paling seru disana ada ruangan khusus kaya bioskop buat nonton film sejarah bumi.. mudah-mudahan bisa ajak anak2 berkunjung kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener memang bagus buat edukasi. Nah, iya, bisa ajak anak ke sana

      Delete
  2. Museum itu sbnrnya tempat paling asyik utk belajar sejarah :). Dari dulu aku selalu suka kalo DTG ke museum, apalagi yg penjelasannya interaktif, barang2 yg dipajang juga banyak dan lengkap. Anakku yg pertama udh mulai ketularan seneng tiap kali kuajak ke museum begini mba. Apalagi yg berkaitan dengan kehidupan bumi di zaman lampau, aktifitas gunung berapi , masa2 manusia purba msh ada, dinosaurus... Aku sering ngebayangin masa lalu itu kayak apa, dan melalui museum2 geologi begini jadi bisa ngerti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus banget museum Geologi ini buat anak yang udah sekolah, sekalian belajar juga. Jadi wisata edukasi. Pastinya anak bakal senang ke sini. Makasih udah berkunjung Mbak Fanny

      Delete
  3. Museum Geologi sekarang keren. Engga bosen sih dateng ke sini. Ada interaktif gempa segala. Kadang-kadang kalau malam suka ada pertunjukkan musik. Tapi aku belum pernah sih...Kapan-kapan pengen juga ke Museum malem. Hehe...ada penampakan ga yaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak hal menarik yang ada di museum ini. Malem malah belum pernah ngunjungin museum, kayaknya ditutup kali ya untuk umum. Serem juga ngebayanginnya, hehe

      Delete
  4. Wah....ternyata Jumat dan hari libur nasional museum tutup ya? Kirain kayak museum lain yg Senin tutupnya. Ruang pamer museum cukup banyak ya..beda2 tema sepertinya. Aku dulu pernah zaman SMP kayaknya ke sini. Murah amat HTM nya 3K... suka kasian kal HTM murce bingits..biaya operasionalnya udh ada anggaran dr pemerintah kali ya? 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya jadwalnya seperti itu, Mbak. Sepertinya sudah ada anggaran pemerintah, makanya tiket masuknya minim.

      Delete
  5. Aku ke sini beberapa tahun lalu, sendirian wkwk. Lokasinya memang di tengah kota, deket dari kantorku #eh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kantornya deket sini, kak? Kerja di mana sih? Hihi ...

      Delete
  6. Mpo ingat geologi kalau sering terjadi gempa. Batuan dan pergeseran lempeng bumi.

    Tambah pengetahuan dengan datang ke museum geologi di bandung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya itu salah satu cabang ilmu Geologi juga, Mpo Ratne.

      Delete
  7. Museumnya menarik, banyak display interaktif jadi anak-anak tertarik untuk berkeliling museum. Pas Naikah studi tur ke Bandung mampir museum ini juga..suka aku..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga udah beberapa kali ke sini, tetep excited. Museum Geologi ini bagus buat edukasi anak-anak memang, Mbak

      Delete
  8. Saya tuh kayaknya sering deh mampir ke sini, dan herannya nggak pernah bosen, tiap ada yang ajak ke sini pasti langsung jalan. Abis menyenangkan sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sama, seneng aja meski udah berkali-kali datang, ya, Kak

      Delete
  9. Buat Saya Museum Geologi Bandung adalah museum adalah Salah satu museum terbaik versi Saya. Banyak ilmu dan tampilan menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Kak, yang paling diinget fosil dinosaurusnya

      Delete
  10. Jadi inget aku pernah kesana sekitar tahun 2007 karena ada tugas kampus, hihi. Jadi pengen main kesana lagi nih bawa bocah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, Mbak Dya rasanya beda banget datang ke sini sama anak, lebih seru. Apalagi lihat ekspresinya mereka. Hehe

      Delete
  11. baca blog mbak lia serasa ikutan keliling museum.

    ReplyDelete
  12. Wah Museum Geologi nih, aku seneng banget kalo ke Bandung pasti mampir kesini hehe. Soalanya ada replikas dinosaurus yang gede banget hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, aku juga suka yang pas bagian fosil dinonya. Hehe

      Delete
  13. Sering ke Bandung tapi belum pernah ke sini... hehehehe. Harus coba deh kapan-kapan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, Mbak Denik. Sini kita traveling bareng

      Delete
  14. Bisa lihat replika dinosaurus juga ya. Seru nih, soalnya belum pernah lihat.
    Jadi pengin ke museum Geologi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya, saya juga paling suka bagian fosil dinonya

      Delete
  15. Murahnyaaa
    Tapi sayang sekali Bandungnya jauh. Hihi kapan2 harus coba

    ReplyDelete
  16. Asyiiik...bisa jadi wish list aku dan anak-anak nih Mbak. Jadi ingin menjelajah Bandung sekalian. Selain Trans Studio ada pilihan menarik yang menambah ilmu pengetahuan nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, anak-anak pasti suka dateng ke sini apalagi pas ada fosil dinosaurs

      Delete
  17. Aku belum pernah ke Museum Geologi Bandung, jadi kepengen kesana bawa anak2ku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Museum Geologi bagus banget buat edukasi anak

      Delete
  18. Belajar Geologi jadi gak boring jika medianya museum keren kayak gini. Jadi wisata sekaligus edukasi.

    Saya jadi ingat, niatan membawa anak-anak jalan ke museum-museum di Sidoarjo/Surabaya masih tinggal wacana. Kayaknya perlu di list deh biar ga kelupaan lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memang bagus buat wisata edukasi anak. Untuk sekarang ini kayaknya reschedule dulu, Mbak. Moga virus Corona cepat berakhir

      Delete
  19. Anak-anak saya juga paling senang ke museum gini teh, bisa berjam-jammm, sambil membaca informasi yang tertera. Sayangnya, kadanggg ada beberapa museum yang kurang terawat, bahkan berdebu, hiks. Padahal museum kalau dikelola dengan baik, baguss banget buat wisata edukasi anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk Museum Geologi ini pemeliharaannya bagus kok, Mbak. Museum ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional soalnya

      Delete
  20. Nice ya Teh Lia... ada Museum Geologi di Bandung,, cagar budaya Indonesia. Ke museumnya sambil bawa anak-anak kitanya juga jadi belajar lg mengenai bumi dan sejarah kehidupan umat manusia. Tfs Teh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener banget Mbak. Sekalian wisata edukasi

      Delete
  21. Pingin ke siniiii... Tapi kapan ya? Harus ke Bandung dulu nih sepertinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar kalau Dede agak gedean, Mbak. Hehe ... sini main ke Bandung

      Delete
  22. bertahun-tahun di bandung cuma seliweran aja ngelewatin museum geologi. belum pernah yang bener-bener masuk gitu. waktu ngajar hampir bisa ikut murid kunjungan ke sana, tapi keburu resign hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu ngajar di mana, Mbak Ranti? Sini main lagi ke Bandung, hehe

      Delete
  23. Pengen banget ngajak anak-anak kesini, tunggu Corona mereda dan tabungan cukuo dulu, makasih review-nya mbak

    ReplyDelete
  24. Plg suka kalo di ajak ke museum, bisa belajak bnyk terutama sejarah. terakhir ke museum pas kuliah. Hhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suka banget meskipun udah beberapa kali ke Museum Geologi

      Delete
  25. Wah komplit infonya Mbak Lia...Aku belom pernah ke museum Geologi, anakku malah sudah karena field trip dari Jakarta ke sini. Jadi pengin ke sini. Lengkap banget museumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Museum Geologi lengkap banget dalemnya. Ada video interaktif juga. Bagus memang buat edukasi

      Delete
  26. Di Bandung itu banyak banget ya tempat-tempat menarik, baik pure tuk happy-happy, ataupun sambil belajar ya. Penting juga nih mengajarkan kepada anak tuk mengenal bumi dan kehidupannya. Apalagi ada bukti nyata tuh yang bisa dilihat langsung ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Diah sekalian wisata edukasi. Cocok buat anak-anak

      Delete
  27. Waah seperti di museum Batu Secret Zoo ya mbak? Saya juga lebih suka ke museum liburan anak itu, sayangnya suami nggak suka hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya Museum Geologi lebih lengkap deh ada pengetahuan tentang asal mula bumi dan kehidupan setelahnya. Enggak cuman fosil dinosaurus atau manusia purba aja

      Delete
  28. Huhu.. Saya belum pernah ke sana. Museum sekaligus cagar budaya memang sesuai dengan sejarahnya

    ReplyDelete
  29. Pengen banget berkunjung kesini, apalagi waktu kuliah dulu aku lebih memfokuskan mengambil Geofisika yg erat dg ilmu geologi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, dulu kuliah di mana, Mbak? Moga kesampaian bisa mengunjungi Museum Geologi ini

      Delete

Silakan tinggalkan komentar. Mohon tidak menyertakan link hidup. Terima kasih atas kunjungannya.